Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

13 hasil
Subjek: komunikasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN TIKET PESAWAT SECARA ONLINE DI KOTA KUPANG. (Studi kasus pada konsumen pembelian tiket online )

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARA DAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN TIKET PESAWAT SECARA ONLINE DI KOTA KUPANG. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “pengaruh strategi komunikasi pemasaran dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan tiket pesawat secara online di kota kupang “ jenis penelitian ini adalah berjenis deskriptif kuantitatif. Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam membeli tiket pesawat secara online yakni strategi komunikasi pemasaran dan kepuasan pelanggan. Tiket pesawat dapat berjalan dengan baik apabila di bantu atau didukung oleh strategi komunikasi pemasaran dan kepuasan pelanggan yang baik agar dapat mencapai kepuasan kerja yang efesien. Kepemimpinan merupakan tulang punggung organisasi karena tampa kepemimpinan yang baik akan sulit untuk mencapai tujuan organisasi. Strategi komunikasi pemasaran adalah alat untuk mencapai tujuan dalam memberikan informasi, mempengaruhi, promosi suatu kegiatan pemasaran agar tercapainya keberhasilan perusahaan. Sedangkan Menurut Kotler dan Keller (2012:476), komunikasi pemasaran adalah sarana yang digunakan perusahaan dalam upaya untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang mereka jual. Tujuan penelitian untuk penelitian ini dilakukan dengan tujuan adalah Untuk mengetahui pengaruh strategi komunikasi pemasaran terhadap loyalitas pelanggan tiket pesawat secara online, Untuk mengetahui pengaruh strategi komunikasi pemasaran terhadap loyalitas pelanggan tiket pesawat secara online. penelitian ini merupakan deskripsif kuantitatif. Populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah semua masayarakat kota kupang yang berjumlah 100 0rang. Tenik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara online pada responden, kemudian data dianalisis mengunakan teknik uji regresi linear berganda menggunakan SPSS. Strategi komunikasi pemasaran, kepuasan pelanggan dan terhadap loyalitas pelanggan tiket pesawat secara online di kota kupang dan pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis mengunakan regresi linear berganda dengan hipotesis pertama diketahui bawah variable strategi komunikasi pemasaran dan loyalitas pelanggan memiliki nilai signifikan sebesar0,000. Karena t hitung > dari t tabel dan tingkat signifika < 0,05 maka dapat disimpulkan startegi komunikasi pemasaran berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan Maka Ha diterima Ho ditolak. Dengan demikian hipotesis penelitian terbukti kebenarannya. Berdasarkan hasil uji t tabel pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai t hitung sebesar 3,034 dan nilai t tabel 1.98397 dengan tingka t signifikan sebesar 0,05 karena nilai t hitung > dari nilai t tabel dan tingkat signifikan > 0,05 yaitu 0,02. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak, kepuasan pelanggan tidak berpengaruh terhadap loyalitas pelanngan. Dengan demikian hipotesis tidak terbukti kebenarannya. Strategi komunikasi pemasaran tidak memiliki pengaruh terhadap loyalitas pelanggan tiket pesawat secara online di kota kupang serta kepuasan pelanggan tidak memiliki pengaruh terhadap loyalitas pelanggan tiket pesawat secara online di kota kupang. Kata kunci : Strategi komunikasi pemasaran, kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kinerja Keuangan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Judul skripsi : Analisis Kinerja Keuangan PT Telekomunikasi Indonesia,Tbk masalah penelitian kinerja keuangan PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk periode 2016-2020 Persoalan penelitian persoalan penelitian ini adalah bagaimana kinerja keuangan pada PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk periode 2016-2020? Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk periode 2016-2020. Manfaat dari penelitian ini adalah menambah teori kinerja keuangan dengan menggunakan analisis rasio likuiditas,rasio solvabilitas,rasio rentabilitas dan rasio aktivitas. bagi peneliti untuk mendapatkan pengalaman atau pengetahuan dalam melakukan penelitian dan melatih diri dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Sebagai referensi bahan masukan dan kajian bagi perkembangan ilmu pengetahuan lebih lanjut terutama di bidang manajemen keuangan serta pengembangan penelitian lanjutan. Teknik analisis yang di gunakan adalah data laporan keuangan PT Telekomunikasi Indonesia,Tbk yang di unduk dari website resmi perusahaan. pada analisis pendahuluan akan diskripsikan konsep berdasarkan indikator empirik dari masing- masing konse penelitian. pada analisis lanjutan akan di lakukan perhitungan rasio - rasio keuangan yang menjelaskan variabel dari konsep penelitian untuk menjawab persoalan dan tujuan penelitian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KOMUNIKASI KERJA,INSENTIF KERJA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BPR TANAOBA LAIS MANEKAT KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH KOMUNIKASI KERJA, INSENTIF KERJA, DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BPR TANAOBA LAIS MANEKAT KUPANG. Sumber daya manusia merupakan salah satu unsur penting yang perlu diperhatikan dalam menjalankan kegiatan organisasi atau perusahan. Tanpa adanya sumber daya manusia tujuan dan sasaran organisasi tidak akan tercapai sesuai dengan yang direncanakan. Oleh karna itu sumber daya manusia sangat penting dalam sebuah organisasi.Sumber daya manusia berperan menentukan berhasil tidaknya perusahaan dalam mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan. Setiap sumber daya manusia yang ada dalam organisasi atau perusahaan mempunyai cara dan kehidupan yang berbeda. Keadaan ini merupakan masalah yang rumit bagi perusahan yang harus diberikan perhatian khusus dalam mengelola sumber daya manusianya, sebab jika pengelolaan tidak baik maka akan timbul masalah yaitu kinerja karyawan menurun. Masalah ini akan berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas organisasi dalam mencapai tujuan. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu organisasi adalah kinerja karyawan. Mangkunegara (2012) kinerja adalah hasil kerja secara kualitas, dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pekerja dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberkan kepadanya. Hal ini terlihat ketika karyawan tidak menyelesaikan tugas sesuai dengan target yang ditentukan. kinerja penting dalam organisasi karena dapat menentukan mati dan hidup sebuah perusahaan. Kemampuan dalam meningkatkan kinerja tidak terlepas dari kemampuan para pemimpin. Namun tidak menutup kemungkinan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab seseorang akan menyebabkan munculnya Komunikasi bagi karyawan dalam menjalankan tugasnya. komunikasi tampak dari ketidakpahaman, sehingga perlu adanya komunikasi yang baik antara pimpinan dan bawahan, Pencapaian tujuan perusahaan dan pelaksana manajemen perusahann akan menjadi efektif dan efesien apabila komunikasi antara pimpinan dengan bawahan serta komunikasi antar sesama karyawan berjalan dengan baik Dengan diterapkan komunikasi yang baik kepada semua sumber daya manusia agar tercapainya suatu target yang memuaskan dalam perusahaan tersebut. Muhamad (2000;1) Komunikasi yang baik akan menimbulkan saling pengertian dan kenyamanan dalam bekerja.Kondisi ini dapat menimbulkan kesulitan dalam berkomunikasi dengan karyawan lainnya dan sehingga turunnya motivasi kerja karyawan.kondisi ini di karenakanKurangnya interaksi antara individu,sehingga ketika berkomunikasi terjadi kesalapahaman. Dengan adanyakomunikasi yang jelas daripemimpin,tentu bawahan akanmenambahdukunganuntuk tetap bekerja dengan baik sehingga karaywan mendapatkan kepuasan kerja. .Dengan memberikan informasi yang jelas karyawan merasa senang dalam bekerja dan dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Oleh sebab itu untuk mendapatkat karyawan yang yang berprestasi tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat, karna selain faktor pendidikan umur, dan pengalaman, masih harus di imbangi dengan pemberian penghargaan yang memuaskan. Sebab masalah masalah prestasi kerja karyawan ini berkaitan dengan masalah terpenuhi tidaknya kebutuhan seorang karyawan. Salah satucara yang efektif untukmeningkatkatkankinerjakaraywan adalahdengan penerapan sisteminsentif yang tetap sehinggapegawaitetapsemangat dengan menimbulkan motivasi agar dicapai kepuasan bagipara karyawan. Tujuan dari penelitian adalah untuk menjawab tiga persoalan penelitian yaitu untuk mengetahui apakah komunikasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, kedua apakah insentif kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, dan ketiga apakah motivasi berprestasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan.penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan populasi dalm penelitian ini seluruh karyawan dalam perusahaan tersebut. Dengan jumlah 78 responden .metode pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner yang di sebarkan kepada seluruh karyawan PT. BPR Tanaoba Lais Manekat Kupang berupa pertanyaan tentang anlisis pengaruh komunikasi kerja ,insentif kerja dan motivasi berprestasi terhadap kinerja karyawan. data kemudian diperoleh dan diolah menggunakan alat bantu SPSS versi 16.00. maka dalm penelitian ini ditentukan dengan sampel yang dihitung menggunakan tiga kotak three-box method. Berdasarkan persamaan regresi linear berganda, nilai konsanta yang di peroleh sebesar 3.270 menunjukan bahwa komunikasi kerja (X1) , insentif kerja (X2) dan motivasi berprestasi (X3) di anggap konstan menyebabkan kinerja karyawan (Y) meningkat sebesar 3.270 dengan nilai koefisien β1 sebesar 0,348 jika variabel komunikasi kerja( X1) meningkat 1 poin maka variabel kinerja karyawan (Y) akan menigkat 0,384 nilai koefisien β2 sebesar 0,224 jika variabel insentif kerja (X2) meningkat 1 poin maka variabel kinerja karyawan (Y) meningkat 0,224, dan nilai koefisien β3 sebesar 0,428 jika variabel motivasi berprestasi (X3) meningkat 1 poin maka variabel kinerja karyawan (Y) meningkat sebesar 0,428 dengan hal tersebut menunjukan bahwa variabel komunikasi kerja (X1), insentif kerja (X2) dan motivasi berprestasi (X3) memiliki arah yang positif terhadap kinerja karyawan (Y). Teknik hasil analisis data pada penelitian ini menunjukan secara signifikan menghasilkan variabel komunikasi kerja (X1) pengaruh positif terhadap kinerja karyawan (X) dengan hasil uji thitung sebesar 4.783 lebih besar dari ttabel sebesar 1,666. untuk variabel insentif kerja (X2) kerja pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan(Y) dengan hasil uji thitung 2.501, lebih besar dari nilai ttabel 1,666, dan untuk variabel motivasi berprestasi (X3) pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) dengan hasil uji thitung sebesar 3.559, lebih besar dari nilai ttabel sebesar 1,666. dengan bahwa HO ditolak dan Ha diterima. Hasil perhitungan nilai uji F nilai Fhitung sebesar 81.397 lebih besar dari Ftabel 2,494 maka sebagaimana di simpulkan bahwa komunikasi kerja (X1), insentif kerja (X2), dan motivasi berprestasi (X3) secara simultan mempunyai pengaruh secara positif terhadap kinerja karyawan (Y).pada nilai koefisien Determinan (R2) di ketahui nilai adjusted R square sebesar 0,767 atau 76, 7 %. Dalam pengujian hipotesis juga diketahui bahwa variabel komunikasi kerja (X1), insentif kerja (X2) dan motivasi berprestasi (X3) dapat mempengaruhi kinerja karyawan (Y) sebesar 0,767 %.sedangkan sisanya sebesar 23,3 % disebabkan oleh factor lainya yang tidak diteliti dalam variabel tersebut. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel komunikasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, insentif kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dan Motivasi berprestasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. uji F menunjukan bahwa secara simultan komunikasi kerja, insentif kerja dan motivasi berprestasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dan uji R2 secara bersama–sama (simultan) antara variabel komunikasi kerja (X1), insentifkerja (X2), dan motivasi berprestasi (X3) terhadap kinerja karyawan. Kata Kunci: Komunikasi kerja, Insentif, Motivasi Berprestasi dan Kinerja Karyawan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERNIKAHAN BEDA NEGARA “Tinjauan Pastoral Bagi Pasangan Nikah Beda Negara di Jemaat GMIT Pniel Oenggaut”

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pernikahan beda negara sebagai fenomena sosial semakin marak terjadi dalam masyarakat, termasuk di Jemaat GMIT Pniel Oenggaut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konteks jemaat, memahami realitas pernikahan antar negara dari perspektif pelayanan pastoral, serta melakukan refleksi teologis terhadap pernikahan beda negara. Pendekatan penelitian menggunakan studi kualitatif deskriptif dengan mengkaji literatur, peraturan undang-undang, serta dokumen pastoral dan teologi GMIT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan beda negara menghadirkan tantangan komunikasi antarbudaya, perbedaan adat, kultur, dan norma yang memerlukan kesabaran serta sikap saling memahami agar konflik dapat diminimalisir. Dalam pelayanan pastoral, penyesuaian dan pendekatan khusus diperlukan untuk membimbing pasangan beda kewarganegaraan agar memahami prinsip kekudusan pernikahan Kristen sesuai nilai-nilai GMIT. Refleksi teologis menegaskan bahwa pernikahan merupakan lembaga ilahi yang menyatukan laki-laki dan perempuan secara sah dan kudus, berlandaskan kasih yang memberi dan komitmen total, serta merupakan dasar kehidupan gereja. Pelayanan pastoral pranikah serta pendampingan berkelanjutan menjadi kunci dalam membangun keluarga Kristen yang harmonis dan kokoh dalam konteks pernikahan beda negara. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan pelayanan pastoral dan pemahaman teologis terkait fenomena sosial pernikahan campuran antarnegara di lingkungan jemaat GMIT.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MISI GEREJA BAGI KAUM LANJUT USIA “Suatu Tinjauan Misiologi Dengan Pendekatan Model Komunikasi Menurut Theo Sundermeier Terhadap Pelayanan Gereja Bagi Kaum Lanjut Usia (60 Tahun Ke Atas) Di Jemaat GMIT Getsemani Tarus Timur “

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lansia merupakan kelompok usia yang semakin bertumbuh secara jumlah dalam masyarakat dan jemaat gereja masa kini. Namun, tidak jarang mereka terpinggirkan dalam program pelayanan gereja karena dianggap kurang produktif atau tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Dalam konteks ini, gereja dipanggil untuk merefleksikan kembali misi dan panggilannya terhadap kelompok usia ini, bukan hanya sebagai bentuk pelayanan sosial, tetapi sebagai bagian dari partisipasi mereka dalam kehidupan iman dan komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana misi gereja bagi lansia dapat dilaksanakan secara kontekstual melalui pendekatan model komunikasi misi menurut Theo Sundermeier. Theo Sundermeier, seorang teolog dan missiolog asal Jerman, menawarkan pendekatan komunikasi misioner yang menekankan pada aspek dialog, relasionalitas, kehadiran bersama, dan saling memahami sebagai landasan dalam menjalin hubungan dengan konteks dan budaya setempat. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan wawancara mendalam terhadap pelayan gereja dan lansia di jemaat GMIT Getsemani Tarus Timur, penelitian ini menemukan bahwa adanya masalah pemenuhan kebutuhan ekonomi, kondisi kesehatan lansia yang membutuhkan perhatian, keadaan lingkungan dan sosial budaya, kondisi psikologis lansia dan penetapan program pelayanan serta anggaran pendapatan dan belanja yang seimbang, adalah realitas pelayanan bagi lansia yang memerlukan penangan serius. Dari fakta ini penulis melihat, model komunikasi Sundermeier sangat relevan untuk diterapkan dalam pelayanan kepada lansia. Pendekatan ini mendorong gereja untuk tidak hanya "berbicara kepada" lansia, tetapi "berdialog dengan" mereka, menghargai pengalaman hidup, spiritualitas, dan kebijaksanaan yang mereka miliki. Lansia tidak lagi diposisikan sebagai objek pelayanan semata, melainkan sebagai subjek iman yang memiliki kontribusi aktif dalam kehidupan bergereja. Oleh karena itu, misi gereja bagi lansia perlu dirancang secara partisipatif, kontekstual, dan berlandaskan pada komunikasi yang empatik dan inklusif. Dengan demikian, gereja dapat benar-benar menjadi ruang yang merangkul, memperhatikan, dan memberdayakan lansia sebagai bagian dari umat Allah yang utuh dan bermakna.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TARIAN WOLEKA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TARIAN WOLEKA Margianita Putri Bolu Lero Program Studi Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Indonesia Email: [email protected] Kebudayaan merupakan bagian dari tradisi yang mencakup keseluruhan hidup masyarakat. Tarian woleka merupakan salah satu unsur budaya dalam masyarakat Sumba Barat Daya, yang masih dilestarikan dan dipelihara dengan, nilai-nilai yang dihidupi sampai saat ini, sebagai sebuah identitas. Gereja dalam pelayanannya, memakai kebudayaaan sebagai bentuk keterbukaan gereja terhadap kebudayaan Sumba, salah satunya yaitu GKS Jemaat Elopada. Dalam gereja tarian ini dipakai sebagai tarian penyambutan bagi pelayan Tuhan saat memasuki ruang ibadah, pada saat hari-hari raya gerejawi (Natal, Kebangkitan, Pentakosta), hari Reformasi, dan Ulang tahun gereja. Dalam kaitannya dengan itu, maka muncul pertanyaan mengenai pelaksanaan tarian woleka dalam budaya Sumba dan juga dalam gereja. Apa pemahaman GKS Jemaat Elopada mengenai tarian woleka. Penulis mengkaji menggunakan metode deskriptif–analitis-reflektif, dengan metode penelitian lapangan melalui observasi dan wawancara serta penelitian studi dokumen yaitu pengumpulan data dari buku-buku dan artikel karya ilmiah untuk mendapatkan konsep dan teori, yang berkaitan dengan penelitian, sehingga dapat mendukung dan memperkuat tulisan ini. Berdasarkan hasil analisis tarian woleka memiliki kaitan dengan pelaksanaan pesta dan ritus adat kepercayaan Marapu. Oleh sebab itu, gereja memiliki peranan penting dalam bersikap kritis terhadap tarian woleka yang juga lahir dari kebudayaan masyarakat Sumba, dengan memberikan pemahaman bahwa tarian woleka dalam kebudayaan dan dalam iman Kristen adalah dua hal yang berbeda. Sehingga perlu untuk memahami tarian woleka secara kebudayaan untuk menemukan makna dan nilai teologis apa yang terdapat dalam tarian tersebut agar dapat sejalan dengan apa yang dikatakan Alkitab terhadap kebudayaan dalam kekristenan. Refleksi teologis dari tulisan ini adalah untuk menemukan makna dan nilai tarian woleka bagi kehidupan bergereja dan jemaat. Kata Kunci: Tarian woleka, Pesta Woleka, Gereja, Persekutuan, Komunikasi ABSTRAK TARIAN WOLEKA Margianita Putri Bolu Lero Program Studi Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Indonesia Email: [email protected] Kebudayaan merupakan bagian dari tradisi yang mencakup keseluruhan hidup masyarakat. Tarian woleka merupakan salah satu unsur budaya dalam masyarakat Sumba Barat Daya, yang masih dilestarikan dan dipelihara dengan, nilai-nilai yang dihidupi sampai saat ini, sebagai sebuah identitas. Gereja dalam pelayanannya, memakai kebudayaaan sebagai bentuk keterbukaan gereja terhadap kebudayaan Sumba, salah satunya yaitu GKS Jemaat Elopada. Dalam gereja tarian ini dipakai sebagai tarian penyambutan bagi pelayan Tuhan saat memasuki ruang ibadah, pada saat hari-hari raya gerejawi (Natal, Kebangkitan, Pentakosta), hari Reformasi, dan Ulang tahun gereja. Dalam kaitannya dengan itu, maka muncul pertanyaan mengenai pelaksanaan tarian woleka dalam budaya Sumba dan juga dalam gereja. Apa pemahaman GKS Jemaat Elopada mengenai tarian woleka. Penulis mengkaji menggunakan metode deskriptif–analitis-reflektif, dengan metode penelitian lapangan melalui observasi dan wawancara serta penelitian studi dokumen yaitu pengumpulan data dari buku-buku dan artikel karya ilmiah untuk mendapatkan konsep dan teori, yang berkaitan dengan penelitian, sehingga dapat mendukung dan memperkuat tulisan ini. Berdasarkan hasil analisis tarian woleka memiliki kaitan dengan pelaksanaan pesta dan ritus adat kepercayaan Marapu. Oleh sebab itu, gereja memiliki peranan penting dalam bersikap kritis terhadap tarian woleka yang juga lahir dari kebudayaan masyarakat Sumba, dengan memberikan pemahaman bahwa tarian woleka dalam kebudayaan dan dalam iman Kristen adalah dua hal yang berbeda. Sehingga perlu untuk memahami tarian woleka secara kebudayaan untuk menemukan makna dan nilai teologis apa yang terdapat dalam tarian tersebut agar dapat sejalan dengan apa yang dikatakan Alkitab terhadap kebudayaan dalam kekristenan. Refleksi teologis dari tulisan ini adalah untuk menemukan makna dan nilai tarian woleka bagi kehidupan bergereja dan jemaat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT BOSOWA BERLIAN MOTOR KOTA KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT BOSOWA BERLIAN MOTOR KOTA KUPANG Oleh: Maria G N Bahan Nim : 18410300 ABSTRAK Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual. Setiap karyawan akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai-nilai yang berlaku dalam dirinya. Semakin banyak aspek-aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu, maka akan semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan ( as’ ad 2008 103-104). Manusia dalam hidup mempunyai kebutuhan mendasar yang tidak mungkin dapat dihilangkan, karena kebutuhan tersebut mendasari perilaku seseorang. Jika seseorang dalam bekerja merasa kebutuhannya sudah terpenuhi, maka akan timbul kepuasan bekerja dalan diri mereka. Kepuasan kerja menurut Hasibuan (2007:202) adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja. Kepuasan kerja dinikmati dalam, pekerjaan, luar pekerjaan, dan kombinasi luar dan dalam pekerjaan. Menurut Robbins (2008;170) kepuasan kerja merupakan sikap umum seseorang individu terhadap pekerjaannya. Jadi kepuasan kerja yang diperoleh oleh individu merupakan gambaran dari pekrjaan yang dilakukan. Sehinggah kepuasan kerja bukan hal yang sederhana, baik dalam arti dalam konsepnya maupun dalam arti analisisnya, karena kepuasan mempunyai konotasi yang beraneka ragam meskipun demikina tetap relevan untuk mengatakan bahwa kepuasan kerja merupakan suatu cara pandang seseorang baik yang bersifat positif maupun bersifat negatif tentang pekerjaanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang berjumlah 38 orang yang terdiri dari Branch Manager 4 orang, koordinator 4 orang, Administration 6, Supervisor Lcv 6 orang, Supersor Pc, Supervicor cv 4 oarang dan Mekanik 10 orang dan dilakukan penentual sampel menggunakan rumus solvin maka sampel penelitian ini berjumlah 38 orang. Teknik yang digunakan yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang, Penelitian ini menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan (Uji F), dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang, komunikasi interpersonal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang. Sedangkan secara stimultakan gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal berpengaruh positif dan singnifikan secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 3,810 sedangkan koefisien b1 = 0,400, koefisien b2 = 0,248. Dengan demikian persamaan regresi linear   berganda memperlihatkan pengaruh gaya kepemimpinan (X1), Komunikasi interpersonal (X2) terhadap kepuasan kerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 3,810 + 0,400 (X1) + 0,248 (X2) + e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel gaya kepemimpinan (X1) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel gaya kepemimpinan (X1) ditemukan t hitung = 4,815 lebih besar dari t tabel = 2,082 dan tingkat signifikan 0,000 oleh karena itu nilai sig. 0,05 maka Ho (b1= 0) ditolak Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel gaya kepemimpinan (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap variabel kepuasan kerja karyawan (Y). Berikut hasil uji Hipotesis kedua yaitu komunikasi interpersonal (X2) ditemukan t hitung = 2,703 lebih kecil dari t tabel =2,028 dan tingkat signifikan =0,011. Oleh karena itu nilai sig > 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterima dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu komunikasi interpersonal (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Untuk hasil uji F didapati F hitung = 25,379 lebih besar F tabel = 4,11 dan tingkat sig = 0,000 oleh karena itu nilai sig 0,05 maka Ho (b1 =0 ) maka Ho ( b1 = 0 ) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0 ) diterima artinya variabel gaya kepemimpinan ( X1) dan komunikasi interpersonal (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara stimultan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y).Berdasarkan perolehan hasil uji koofisien determinasi ( R2) adalah 0,592 atau 59,2%. Hal ini berarti besarnya pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja keryawan adalah 59,2% Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Komunikasi Interpersonal Kepuasan Kerja

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH BUDAYA KOMUNIKASI DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR SINODE GMIT

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH BUDAYA KOMUNIKASI DAN KARATERISTIK INDIVIDU TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR SINODE GMIT Penelitian dalam tugas akhir ini mengkaji tentang Analisis pengaruh Budaya Komunikasi Dan Karakteristik Individu Terhadap Prestasi kerja Pada Kantor Sinode GMIT. Dengan latar belakang dari penelitian ini,sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu data yang diperoleh dan berkaitan langsung dengan permasalahan yang dihadapi. Dalam penlitian ini,teknik pengumpulan data dengan cara pertanyaan dan pernyataan kepada responden(Kuesioner).Dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang di kaji yaitu Budaya komunikasi,Karakteristik individu,Prestasi kerja. budaya komunikasi telah memperoleh penerimaan luas sebagai cara untuk memahami sistem manusia. Dari sistem tersebut terbuka "perspektif", setiap aspek budaya komunikasi dapat dilihat sebagai kondisi lingkungan yang penting yang mempengaruhi sistem dan subsistem tersebut.Pemeriksaan budaya komunikasi juga merupakan alat analisis yang berharga dalam dirinya sendiri.hidupnya. Dengan demikan perlu ada pengakuan pandangan yang akan berguna untuk pencapaian misi dan tujuan organisasi tersebut, agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Disamping itu dalam dimensi peningkatan prestasi kerja pegawai pada Kantor Sinode GMIT, karakteristik individu juga merupakan hal yang sangat penting yang harus dimiliki oleh pegawai yang terdiri dari kemampuan, persepsi, sikap dan pengalaman serta motivasi. Dalam lingkungan Organisasi budaya komunikasih sangatlah diperlukan untuk memberikan informasi.oleh sebab itu antara pemimpin dan bawahannya perlu menjalin hubungan komunikasi yang baik.Dengan adanya jalinan komuniksa yang baik,maka interaksi antara pemimpin dan bawahannya pun akan terjalin dengan baik pula sehingga dalam penyampaiaan informasi-informasi dalam organisasi berjalan dengan baik.Penggunaan istilah Budaya komunikasi mengacu pada budaya yang berlaku,bukan saja padaperusahaan akan tetatapi berlaku juga pada pendidikan karna pada umumnya pendidikan itu dalam bentuk organisasi,yaitu bekerja sama antara beberapa orang yang membentuk kelompok atau satuan kerja kerja sama tersendiri.dalam budaya komunikasi terjadi sosialisasi nilai-nilai dan menginternalkan dalam diri para anggota organisasi sehingga tidak dapat dipisahkan karna telah menyatu didalam diri seseorang dan menjadi perilaku para anggota organisasi. Budaya komunikasi berperan penting karna akan merubah sikap dan perilaku sumber daya manusia untuk mencapai prestasi kerja yang tinggi dalam menghadapi tantangan masa depan.Prestasi kerja dapat ditingkatkan melalui budaya komunikasi dan kompensasi,karna dengan budaya komunikasi dan kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan,semangat,kemauaan,dan ketelitian pegawai saat bekerja akan lebih maksimal,focus dan disiplin.pemberian kompensasi dapat dalam bentuk uang atau barang untuk memenuhi berbagai kebutuhan mereka.kompensasi yang akan diterima oleh mereka merupakan cermin dari apa yang telah mereka berikan atau kerjakan pada organisasi.kompensasi yang tidak sesuai dengan prestasi kerja sering menyebabkan karyawan ,sebagai manusia tidak merasa puas,tidak betah dan memutuskan untuk mencari yang lebih baik lagi Hasil dari penelitian ini adalah responden pegawai Kantor Sinode GMIT menunjukan pernyataan yang baik terhadap setiap item jawaban yang diberikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel budaya komunikasi (X1) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerja .hal ini terlihat dari signifikan budaya komunikasi (X1) 0,0000.05 dan nilai thitung 4.767>0,05ttabel sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh positif budaya komunikasai (x1) terhadap prestasi kerja (Y). Hasil uji regresi secara parsial signifikan pada variabel karakteristik individu (X2) terhadap prestasi kerja (Y) 0100,05 dan thitung 2.633>0,05 sehingga dapat disimpulakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat oengaruh pada variabel karakteristik individu (X2) terhadap prestasi kerja (Y), maka dapat diindikasikan bahwa semakin baik karakteristik individu maka akan memberikan kontribusi yang positif terhadap prestasi kerja pada kantor Sinode GMIT.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KOMUNIKASI, KEPEMIMPINAN, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA TENAGA KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi, kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja tenaga pendidikan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini dilatar belakangi Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan. Perusahan dalam mencapai tujuan. Di Era globalisasi setiap organisasi atau perusahan swasta maupun pemerintah, tentu memiliki tujuan baik itu jangka pendek maupun jangka Panjang yang hendak dicapai melalui aktifitas yang dilakukannya. Agar tujuan yang telah di tetapkan tercapai maka di perlukan perencanaan dan pengelolahan sumber daya manusia sebaik-baiknya.. Sumber daya manusia merupakan hal terpenting yang dimiliki suatu organisai adalah di bidang sumber daya manusia( Handoko ,2003:4). Oleh karna itu, agar semua organisasi dapat mencapai kinerja yang maksimal di perlukan perlakuan yang adil dan memuaskan pada sumber daya manusia yang bekerja pada organisasi tersebut. Menurut UU no 12 tahun 2012, tentang pendidikan tinggi ,mengamatkan bahwa tata kelola dalam suatu lembaga perguruan tinggi baik negeri maupun perguruan tinggi swasta, harus menuju pada tata kelola manajemen internal perguruan tinggi yang sehat dalam rangka menuju pada penjaminan mutu internal perguruan tinggi. Tata kelola suatu lembaga perguruan tinggi dengan berbagai masalah yang menyertainya ibarat membicarakan gelombang dan buih air laut yang menghempas ke tepi pantai tanpa henti . ini berarti tidaklah berlebihan karena berbagai masalah yang dapat ditemukan didalamnnya serta banyak pula kendala yang membutuhkan pemikiran dan upaya untuk memecahkan persoalan dalam dunia pendidikan tinggi tersebut. Salah satu aspek yang terdapat dalam tata kelola sistem pendidikan adalah tenaga kependidikan. . Dalam hal ini peneliti mengangkat 4 variabel yaitu komunikasi, kepemimpinan, motivasi kerja dan kinerja. Dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data primer yang diambil sampel sebanyak 84 responden. Kemudian data diproses menggunakan analisis regresi linear berganda. Sampel yang digunakan adalah para pegawai tenaga kependidikan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Dari hasil pengolahan data yang dikumpulkan tersebut diuji berdasarkan persamaan regresi linear berganda dengan uji hipotesis pertama yaitu bahwa untuk komunikasi (X1) ditemukan t hitung = 3.076 lebih besar dari t tabel = 1.989 dan tingkat sig = 0,003. Oleh karena nilai sig < 0,05 maka Ho (b1>0) diterima yaitu variable komunikasi (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja tenaga pendidik (Y). kemudian uji hipotesis kedua yaitu bahwa untuk variable kepemimpinan (X2) ditemukan t hitung = 3.669 lebih besar dari t tabel = 1.989 dan tingkat sig = 0,000. Oleh karena nilai sig > 0,05, maka Ho (b2 = 0) ditolak dan H2 (b2>0) diterima yaitu variabel kepemimpinan (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap terhadap kinerja tenaga pendidik (Y). Dan untuk uji hipotesis ketiga yaitu bahwa untuk variabel motivasi kerja (X3) ditemukan t hitung = 2.773 lebih besar dari t tabel = 1989, dan tingkat sig = 0,007. Oleh karena nilai sig > 0,05, maka Ho (b2 = 0) ditolak dan H2 (b2>0) diterima yaitu variabel motivasi kerja (X3) berpengaruh positif secara parsial terhadap terhadap kinerja tenaga pendidik (Y). Dan dilihat bahwa nilai F hitung sebesar 39.600 > F tabel 2,71 dengan sig = 0,000.oleh karena nilai sig<0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel komunikasi (X1), kepemimpinan (X2) dan motivasi kerja (X3) secara simultan memiliki pengaruh terhadap kinerja tenaga pendidik (Y). sedangkan nilai koefisien determinasi dalam penelitian ini adalah diketahui bahwa pengaruh komunikasi, kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja tenaga pendidik dengan nilai sebesar 0,598. Penelitian ini menunjukan secara teori terbukti bahwa komunikasi berpengaruh positif terhadap kinerja tenaga pendidikan pada UKAW Kupang. Dengan demikian semakin banyak komunikasi yang terjadi antara tenaga pendidikan maka akan semakin meningkat pula kinerja tenaga pendidikan tersebut. Penelitian ini juga menunjukan bahwa secara teori kepemimpinan memiliki pengaruh positif terhadap kinerja tenaga pendidikan pada UKAW Kupang. Dengan demikian semakin baik kepemimpinan tenaga pendidikan maka dapat meningkatkan kinerja tenaga pendidikan pada UKAW Kupang. Penelitian ini juga menunjukan bahwa secara teori motivasi kerja memiliki pengaruh positif terhadap kinerja tenaga pendidikan pada UKAW Kupang. Dengan demikian semakin tinggi motivasi kerja tenaga pendidikan maka dapat meningkatkan kinerja tenaga pendidikan pada UKAW Kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMUNIKASI YANG EFEKTIF TERHADAP KINERJA KARYAWAN DIKANTOR CAMAT AMFOANG TIMUR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Secara umum komunikasi yang efektif adalah Komunikasi yang terjalin dengan baik akan menimbulkan pengertian dan kenyamanan dalam bekerja. Namun sesuai dengan pernyataan tersebut seberapa besar fungsi komonikasi berperan dalam organisasi sering terabaikan ( Ngalim Purwanto 2018:32). Menurut Brenan ( Dalam Effendy 2019:54)” komunikasi yang adalah pertukaran gagasan diantara administrator dan pegawai dalam suatau organisasi atau instansi yang menyebabkan terwujudnya organisasi tersebut lengkap dengan strukturnya yang khas dan pertukaran gagasan secara horisontal dan vertikal dalam suatu organisasi yang menyebabkan pekerjaan berlangsung ( operasi manajemen). Menurut hasibun (2017:134) mengemukakan bahwa” keterbukaan dalam komunikasi antara pribadi ini paling sedikit atau keterbukaan adalah konsep menyeluru yang dicirikan oleh penekanan pada tranparansi atau mengacu pada” pengetahuan teknologi dan sumber daya. Dan menurut Joseph De Vito (2015) empati merupakan perasaan yang di rasakan orang lain dan suatu perasaan bersaman yakni mencoba merasakan dalam cara yang sama dengan perasaan orang lain. Sedangkan dukungan adalah suatu upaya yang yang diberikan kepada seseorang baik itu moral maupun material untuk memotivasi orang lain dalam melaksanakan suatu kegiatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KOMUNIKASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT.ANGKASA PURA I PERSERO

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi proses perubahan ekonomi pada akhirnya tergantung pada orang yang menyebabkan dalam melaksanakan pekerjaan, karyawan tidak lepas dari komunikasi dengan sesama rekan sekerja, dengan atasan dan dengan bawahan. Komunikasi yang baik dapat menjadi sarana yang tepat dalam meningkatkan kinerja karyawan. Melalui komunikasi, karyawan dapat meminta petunjuk kepada atasan mengenai pelaksanaa kerja. Dalam organisasi dan keseharian kita tidak pernah lepas dari komunikasi, komunikasi dalam perusahaan juga harus diperhatikan karena komunikasi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam pencapaian tujuan, dengan komunikasi akan terjadi hubungan timbal balik dari tiap-tiap orang dalam perusahaan baik berupa saran, pendapat, maupun kritik. Untuk meningkatkan sumber daya manusia atau kinerja karyawan dalam sebuah perusahaan bisa dilakukan dengan membangun komunikasi yang baik. Menurut Robert dalam (Muhammad,2007:90) menyatakan terdapat hubungan kualitas dan kuantitas komunikasi dalam organisasi terhadap kinerja perusahaan atau organisasi. Menurut Sutrisno (2009:109) mengatakan bahwa motivasi adalah faktor yang mendorong sesorang untuk melakukan sesuatu aktifitas tertentu, oleh karena itu sering di artikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarakan daya dan potensi bawahan agar mau bekerja sama produktif sehingga akan mencapai suatu keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Untuk menciptakan peningkatan kinerja yang tinggi , maka di butuhkan adanya motivasi kerja yang baik, Menurut Fahmi (2014:107) “motivasi adalah aktifitas perilaku yang bekerja dalam usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan” dan berdasarkan data penilaian kinerja karyawan PT. Angkasa Pura I (Persero) Kupang pada tabel 1.1 di atas dapat diketahui bahwa pada tahun 2020 kinerja karyawan mengalami penurunan atau kurang maksimal, sehingga dapat menghambat setiap pekerjaan untuk mencapai suatu tujuan dalam perusahaan tersebut..Dalam hal ini peneliti mengangkat 3 variabel yaitu komunikasi, motivasi xvi kerja dan kinerja karyawan. Dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data primer yang didapat dari 101 populasi kemudian diambil sampel sebanyak 50 responden. Kemudian data diproses menggunakan analisis Regresi Linear Berganda. Sampel yang digunakan adalah karyawan pada PT. Angkasa Pura I (persero) Kupang. Dan hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis regresi dan didapati persamaan regresi linier berganda Y = 6,631 + 0,153 X1 + 0,523 X2. Selain itu, berdasarkan uji t ditemukan uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh komunikasi (X1) terhadap kinerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel komunikasi (X1) ditemukan t hitung = 2,358 lebih besar t tabel = 2,009 dan tingkat Sig. = 0,015. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel komunikasi (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y). Dan uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y).Diketahui bahwa untuk variabel motivasi kerja (X2) ditemukan t hitung = 9,919 lebih besar t tabel = 2,009 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b2 = 0) ditolak dan Ha (b2≠0) diterima yaitu variabel motivasi kerja (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y). Dan dilihat bahwa nilai f hitung sebesar 204,234 lebih besar dari f tabel 2,79 dengan Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. <0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel komunikasi (X1) dan motivasi kerja (X2) secara simultan memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan pada (Y) pada PT. Angkasa Pura I (Persero) Kupang . Pada hasil uji didapati juga nilai R Square sebesar 0,897 menunjukkan angka koefisien determinasinya (R2). Artinya bahwa sebesar 9% variabel kinerja keryawan (Y) dapat dijelaskan oleh variabel komunikasi (X1) dan motivasi kerja (X2). Sedangkan selisihnya 91% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan secara statistik terbukti bahwa komunikasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada PT. Angkasa Pura I (persero) Kupang. Penelitian ini juga menunjukkan secara statistik terbukti bahwa motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada PT. Angkasa Pura I (persero) Kupang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

A DESCRIPTIVE STUDY ON ENGLISH COMMUNICATION FOR RECEPTIONIST AT GOVERNORS'S OFFICE CENTER HELD BY ENGLISH STUDY PROGRAM OF ARTHA WACANA CHRISTIAN UNIVERSITY

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul penelitian ini adalah “Studi deskriptif tentang komunikasi bahasa Inggris untuk resepsionis di kantor gubernur yang diadakan oleh Program Studi Bahasa Inggris Universitas Kristen Artha Wacana”. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan persepsi peserta terhadap kursus. dilakukan pada karyawan kantor yang menjadi subjek penelitian. Peneliti menemukan bahwa berkomunikasi bahasa Inggris dapat memberikan daya tarik dan kreativitas untuk mengekspresikan ide, perasaan, emosi dan kepekaan artistik, dan karyawan juga lebih memahami komunikasi non-verbal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA ATLET DAN PELATIH ATAU OFFICIAL PADA TIM BOLA VOLI UKAW KUPANG

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Marianus Kefi.Nim. 16323212dengan judul: “Hubungan Komunikasi Interpersonal Antara Atlet dan Pelatih pada Tim Bola Voli UKAW Kupang”. Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Dosen Pembimbing I: David Loba, S,Pd., M.Pd dan Pembimbing II: Yahya J. Palinata, S.Pd., M. Or. Kata Kunci :Komunikasi Interpersonal, Atlet, Pelatih. Komunikasi interpersonal atau komunikasi antar pribadi merupakan suatu bentuk hubungan timbal balikantara individu secara tatap muka maupun melalui media komunikasi.Terjalinya keakraban antar sesama dan terbentuknya suatu kelompok awal mulanya adanya suatau interaksi komunikasi.Berkomunikasi dengan atlet seharusnya merupakan bagian dari tanggung jawab pelatih karena itu berkomunikasi secara formal dengan atlet harus dilakukan secara teratur.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Komunikasi Interpersonal Antara Atlet dan Pelatih pada Tim Bola Voli UKAW Kupang.Jenis penelitian yang digunakan adalah Kualitatif dengan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif.Teknik Pengumpulan Data yang digunakan adalah Observasi, Wawancara dan Dokumentasi, dengan teknik analisis adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian tentang Hubungan Komunikasi Interpersonal Antara Atlet dan Pelatih pada Tim Bola Voli UKAW Kupang sebagai berikut: (1). Tim Bola Voli UKAW Kupang, terbentuk dari inisiatif para mahasiswa. Para mahasiswa yang terlibat dalam tim bola voli ini dari berbagai fakultas dan program studi, Fakultas Theologia, Hukum, dan FKIP (Progdi PJKR dan Bahasa Inggris). Para mahasiswa yang terlibat dalam Tim ini, sangatlah antosias untuk mengikuti latihan maupun pertandingan. (2). Sumber (Komunikator) menunjukan bahwa Pemberi informasi (pelatih/offisal) sangatlah penting, sehingga kedudukan seorang pelatih atau offisal yang menjadi sumber informasi yang akurat haruslah dapat memberikan perubahan dari pesan yang tersampaikan ke atlet. (3). Pesan mengandung materi yang ditujukan untuk mempengaruhi atau mengubah komunikan. Pesan yang diberikan oleh pelatih haruslah memberikan keterangan fakta yang menuntun komunikan untuk mengambil keputusan, dan berisikan bujukan yang bertujuan untuk memberikan perubahan sikap atlet.(4). Saluran Pemelihan media ini sebagai saluran komunikasi dikarenakan lebih efektif dan efisien. Pemelihan akan media sangatlah mempengaruhi informasi yang akan diperoleh oleh atlet. Ketepatan menentukan media sebagai saluran informasi akan memberikan dampak perubahan bagi setiap orang yang menerima informasi tersebut. (5). Penerima pesan mempunyai tanggung jawab untuk dapat memahami apa yang disampaikan komunikator, untuk itu seorang Tujuan informasi ataupun pesan yang diberikan haruslah dapat dimengerti oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan tipe kepribadiannya. (6). Efek dari pesan atau informasi sangatlah berpengaruh pada perubahan sikap dan perubahan kepribadian dari setiap atlet yang menerima pesan atau informasi tersebut. Efek dari pesan atau informasi yang diberikan haruslah menimbulkan suatu perubahan bagi seorang atlet.Oleh sebab itu, isi dari pesan atau informasi haruslah akurat sehingga efek yang dihasilkan dapat dirasakan oleh pemberi pesan dan yang menerima pesan atau informasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail