Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Penulis: MARGIANITA PUTRI BOLU LERO
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

TARIAN WOLEKA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TARIAN WOLEKA Margianita Putri Bolu Lero Program Studi Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Indonesia Email: [email protected] Kebudayaan merupakan bagian dari tradisi yang mencakup keseluruhan hidup masyarakat. Tarian woleka merupakan salah satu unsur budaya dalam masyarakat Sumba Barat Daya, yang masih dilestarikan dan dipelihara dengan, nilai-nilai yang dihidupi sampai saat ini, sebagai sebuah identitas. Gereja dalam pelayanannya, memakai kebudayaaan sebagai bentuk keterbukaan gereja terhadap kebudayaan Sumba, salah satunya yaitu GKS Jemaat Elopada. Dalam gereja tarian ini dipakai sebagai tarian penyambutan bagi pelayan Tuhan saat memasuki ruang ibadah, pada saat hari-hari raya gerejawi (Natal, Kebangkitan, Pentakosta), hari Reformasi, dan Ulang tahun gereja. Dalam kaitannya dengan itu, maka muncul pertanyaan mengenai pelaksanaan tarian woleka dalam budaya Sumba dan juga dalam gereja. Apa pemahaman GKS Jemaat Elopada mengenai tarian woleka. Penulis mengkaji menggunakan metode deskriptif–analitis-reflektif, dengan metode penelitian lapangan melalui observasi dan wawancara serta penelitian studi dokumen yaitu pengumpulan data dari buku-buku dan artikel karya ilmiah untuk mendapatkan konsep dan teori, yang berkaitan dengan penelitian, sehingga dapat mendukung dan memperkuat tulisan ini. Berdasarkan hasil analisis tarian woleka memiliki kaitan dengan pelaksanaan pesta dan ritus adat kepercayaan Marapu. Oleh sebab itu, gereja memiliki peranan penting dalam bersikap kritis terhadap tarian woleka yang juga lahir dari kebudayaan masyarakat Sumba, dengan memberikan pemahaman bahwa tarian woleka dalam kebudayaan dan dalam iman Kristen adalah dua hal yang berbeda. Sehingga perlu untuk memahami tarian woleka secara kebudayaan untuk menemukan makna dan nilai teologis apa yang terdapat dalam tarian tersebut agar dapat sejalan dengan apa yang dikatakan Alkitab terhadap kebudayaan dalam kekristenan. Refleksi teologis dari tulisan ini adalah untuk menemukan makna dan nilai tarian woleka bagi kehidupan bergereja dan jemaat. Kata Kunci: Tarian woleka, Pesta Woleka, Gereja, Persekutuan, Komunikasi ABSTRAK TARIAN WOLEKA Margianita Putri Bolu Lero Program Studi Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Indonesia Email: [email protected] Kebudayaan merupakan bagian dari tradisi yang mencakup keseluruhan hidup masyarakat. Tarian woleka merupakan salah satu unsur budaya dalam masyarakat Sumba Barat Daya, yang masih dilestarikan dan dipelihara dengan, nilai-nilai yang dihidupi sampai saat ini, sebagai sebuah identitas. Gereja dalam pelayanannya, memakai kebudayaaan sebagai bentuk keterbukaan gereja terhadap kebudayaan Sumba, salah satunya yaitu GKS Jemaat Elopada. Dalam gereja tarian ini dipakai sebagai tarian penyambutan bagi pelayan Tuhan saat memasuki ruang ibadah, pada saat hari-hari raya gerejawi (Natal, Kebangkitan, Pentakosta), hari Reformasi, dan Ulang tahun gereja. Dalam kaitannya dengan itu, maka muncul pertanyaan mengenai pelaksanaan tarian woleka dalam budaya Sumba dan juga dalam gereja. Apa pemahaman GKS Jemaat Elopada mengenai tarian woleka. Penulis mengkaji menggunakan metode deskriptif–analitis-reflektif, dengan metode penelitian lapangan melalui observasi dan wawancara serta penelitian studi dokumen yaitu pengumpulan data dari buku-buku dan artikel karya ilmiah untuk mendapatkan konsep dan teori, yang berkaitan dengan penelitian, sehingga dapat mendukung dan memperkuat tulisan ini. Berdasarkan hasil analisis tarian woleka memiliki kaitan dengan pelaksanaan pesta dan ritus adat kepercayaan Marapu. Oleh sebab itu, gereja memiliki peranan penting dalam bersikap kritis terhadap tarian woleka yang juga lahir dari kebudayaan masyarakat Sumba, dengan memberikan pemahaman bahwa tarian woleka dalam kebudayaan dan dalam iman Kristen adalah dua hal yang berbeda. Sehingga perlu untuk memahami tarian woleka secara kebudayaan untuk menemukan makna dan nilai teologis apa yang terdapat dalam tarian tersebut agar dapat sejalan dengan apa yang dikatakan Alkitab terhadap kebudayaan dalam kekristenan. Refleksi teologis dari tulisan ini adalah untuk menemukan makna dan nilai tarian woleka bagi kehidupan bergereja dan jemaat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail