Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

25 hasil
Subjek: komitmen
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODAL MANUSIA, KOMITMEN KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Modal Manusia, Komitmen Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan sampel 27 responden yang bekerja di Kantor Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Data dalam penelitian ini diperoleh dari Kuesioner sesuai tujuan penelitian. Teknik analisis menggunakan deskriptif, regresi linear berganda dengan uji hipotesis yaitu uji t (Simultan), uji F (persial) dan koefisien determinasi (R2). Pembahasan dalam penelitian ini menjelaskan mengenai Pengaruh Modal Manusia, Komitmen Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukan bahwa variable bebas Modal Manusia, Komitmen Kerja dan Kepuasan Kerja berpengaruh terhadap variabel terikat yaitu Kinerja Pegawai. Pengaruh modal manusia terhadap kinerja pegawai dari hasi perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien regresi modal manusia sebesar 0,144 selain itu, signifikan 0,005 < 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel moadal manusia mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai. Pengaruh Komitmen kerja terhadap kinerja pegawai berdasarkan hasil perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien regresi untuk komitmen kerja sebesar 0,442 selain itu, signifikan 0,001< 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel komitmen kerja mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai. Pengaruh Kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai berdasarkan hasil perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien regresi untuk komitmen kerja sebesar 0,766 selainitu, signifikan 0,000< 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel kepuasan kerja mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai. Dari hasil analisi regresi dapat diketahui bahwa secara Bersama-sama variable independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadapat variable dependen. Hal ini dibuktikan dari nilai f hitung 240.264 lebih besar dibandingkan nilai f table sebesar 2,99 dengan nilai signifikan 0,000 karena niali signifikan jauh lebih kecil dari 0,05 maka model regresi dapat dikatakan bahwa modal manusia, komitmen kerja, kepuasan secara Bersama-sama atau secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai kantor kecamatan taebenu kabupaten kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMITMEN ORGANISASIONAL DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP PERILAKU KEWARGANEGARAAN ORGANISASIONAL PADA PERAWAT RUMAH SAKIT UMUM PENYANGGA PERBATASAN (RSUPP) BETUN KABUPATEN MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Pengaruh Komitmen Organisasional Dan Kepuasan Kerja Terhadap Perilaku Kewarganegaraan Organisasional Pada Perawat Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Komitmen Organisasional Dan Kepuasan Kerja Terhadap Perilaku Kewarganegaraan Organisasional Pada Perawat Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka. Tujuan penelitian yaitu: Untuk menganalisis pengaruh komitmen organisasional terhadap perilaku kewarganegaraan organisasional pada perawat Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka dan Untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap perilaku kewarganegaraan organisasional pada perawat Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka. Metode penelitian dalam penelitian ini yaitu populasi yakni 72 perawat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka. Dan Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perawat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka sebanyak 45 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan angket tertutup sedangkan Teknik analisis data menggunakan Analisi Regresi Linear berganda, Uji Parsial (Uji t), Uji Simultan (Uji F) dan Koefisien Determinasi (R2). Berdasarkan persamaan regresi linear berganda: Y= 0,331+0,643+0,552+e diketahui bahwa bahwa nilai konstan a sebesar 0,331, sedangkan koefisien b1 adalah 0,643 dan b2 adalah 0,552. Dengan demikian dari persamaan regresi linear berganda diatas maka dapat dijelaskan bahwa Nilai konstan sebesar 0.331 artinya jika nilai komitmen organisasional (X1) dan kepuasan kerja (X2) sama dengan nol, maka perilaku kewarganegaraan organisasional (Y) memiliki nilai sebesar 0.331. Sedangkan Koefisien regresi (b1) sebesar 0.643 artinya jika komitmen organisasional (X1) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka perilaku kewarganegaraan organisasional (Y) akan meningkat sebesar 0.643. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara komitmen organisasional (X1) dengan perilaku kewarganegaraan organisasional (Y). Dan koefisien regresi (b2) sebesar 0.552 artinya jika kepuasan kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka perilaku kewarganegaraan organisasional (Y) akan meningkat sebesar 0.552. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara kepuasan kerja (X2) dengan perilaku kewarganegaraan organisasional (Y). Berdasarkan landasan teori dan disertai dengan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa komitmen organisasional dan kepuasan kerja memiliki pengaruh terhadap perilaku kewarganegaraan organisasional pada perawat Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka. 1) Hasil penelitian ini membuktikan bahwa komitmen organisasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kewarganegaraan organisasional pada perawat Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka. 2) Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kewarganegaraan organisasional pada perawat Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka. Kata Kunci : Komitmen Organisasional, Kepuasan Kerja, Perilaku Kewarganegaraan Organisasional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI, BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN ORGANISASI PEMERINTAH DAERAH (Pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI, BUDAYA ORGANISASI, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN ORGANISASI PEMERINTAH DAERAH PADA ORGANISASI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh komitmen organisasi, budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap laporan keuangan organisasi pemerintah daerah pada Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah kabupaten Timor Tengah Selatan”. Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam sebuah organisasi yaitu komitmen organisasi, budaya organisasi dan kepuasan kerja, organisasi dapat berjalan lancar dan baik apabila dibantu dan didukung oleh komitmen organisasi, budaya organisasi dan kepuasan kerja yang baik agar dapat mencapai mencapai kinerja pegawai yang efisien. Komitmen organisasi adalah derajat dimana karyawan terlibat dalam organisasinya dan berkeinginan untuk tetap menjadi anggotanya, dimana didalamnya mengandung sikap kesetiaan dan kesediaan karyawan untuk bekerja secara maksimal bagi organisasi tempat karyawan tersebut bekerja. budaya organisasi adalah seperangkat asumsi atau sistem keyakinan, nilai-nilai, dan norma yang dikembangkan dalam organisasi yang dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dan internal. kepuasan kerja adalah suatu sikap karyawan terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan situasi, kerja sama antar karyawan, imbalan yang diterima dalam kerja, dan hal-hal yang menyangkut faktor fisik dan psikologis. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai yang bekerja di Badan Pengelola Keungan dan Aset Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang pegawai yang menjalankan sistem akuntansi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan meyebarkan kuesioner kepada responden kemudian data dianalisis menggunakan teknik analisis linear berganda menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis lanjutan yang menggunakan analisis deskriptif variabel diketahui bahwa komitmen organisasi berada pada nilai rata-rata terendah dengan deviasi tinggi sedangkan budaya organisasi berada pada nilai rata-rata tertinggi dengan deviasi rendah dan kepuasan kerja berada pada nilai rata-rata rendah dengan deviasi rendah. Dalam analisis lanjutan yang menggunakann teknik analisis regresi linear berganda diketahui hasil pengumpulan data tersebut menggunakan persamaan linear berganda dengan uji hipotesis pertama diketahui bahwa untuk komtmen organisasi (X1)ditemukan T hitung sebesar 0.105 lebih kecil dari T tabel 1,703 maka komitmen organisasi (X1) secara parsial tidak berpengaruh terhadap laporan keuangan (Y). sedangkan untuk budaya organisasi (X2) di temukan T hitung sebesar 0.000 lebih kecil dari T tabel 1.703 maka variabel budaya organisasi (X2) secara parsial tidak berpengaruh terhadap laporan keuangan (Y). dan untuk kepuasan kerja (X3) ditemukan T hitung 3,344 lebih besar dari T tabel 1,703 maka variabel kepuasan kerja (X3) berpengaruh terhadap laporan keuangan (Y). Kata kunci: komitmen organisasi, budaya organisasi, kepuasan kerja, laporan keuangan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH PEMBERIAN KOMPENSASI, KOMPETENSI KARYAWAN DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT. BARELANG KARYA KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perusahaan disamping faktor lain seperti modal, sumber daya manusia harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektifitas dan efisien organisasi. karena tanpa sumber daya manusia, organisasi tidak berjalan lancar. tantangan dan peluang dalam menciptakan dan mengelola organisasi seringkali bersumber dari masalah-masalah yang terkait dengan manusia. oleh karena itu, mengelola sumber daya manusia merupakan aktivitas paling vital, sentral dan strategis. Dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian yang sangat penting. Suatu organisasi atau perusahaan mengingginkan karyawan untuk bekerja secara maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai tujuan perusahaan. Kepuasan kerja menurut Hasibuan (2017,p.202). adalah sikap emosional atau perasaan yang menyenangkan dan mencintai pekerjaan. sikap ini dicermikan oleh moral kerja, kedisiplinan dan prestasi kerja. kepuasan kerja di nikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan dan kombinasi dalam dan luar pekerjaan. Menurut Robbins (2008:170) kepuasan kerja merupakan sikap umum seorang individu terhadap pekerjaannya. jadi kepuasan kerja yang diperoleh oleh individu merupakan gambaran dari pekerjaan yang dilakukan. Memberikan kompensasi yang sesuai dengan jenis pekerjaan dan jabatan kerja karyawan, maka karyawan akan merasakan kepuasan dalam bekerja. Suatu perusahaan harus mengetahui faktor-faktor yang bisa menciptakan kepuasan kerja bagi karyawan dan bisa memberikan kompensasi secara tepat, sehingga bisa tercapai kepuasan kerja karyawan yang akan dapat meningkatkan kinerja Dengan kompetensi karyawan yang tinggi dimiliki dalam suatu perusahaan tentu hal ini akan menentukan kualitas SDM yang dimiliki dan pada akhirnya akan menentukan kualitas kompetitif perusahaan itu sendiri. dan Kompetensi dibutuhkan untuk melaksanakan peran tertentu untuk menghasilkan kinerja berupa prestasi kerja yang memuaskan. Namun dari berbagai penelitian ditemukan bukti bahwa perusahaan memiliki karyawan yang lebih puas cenderung dan lebih efektif dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki karyawan yang kurang puas. Komitmen organisasi seorang karyawan sangat berkaitan erat dengan kepuasan kerja yang di rasakan karyawan tersebut. Menurut Utami (2014:03) komitmen dan kepuasan kerja dapat diidentifikasi sebagai akumulasi dari hasil interaksi yang terjadi secara terus-menerus antara pribadi dengan pekerjaan dan lingkungan tempatnya bekerja dalam suatu kurun waktu tertentu. kepuasan sangat penting bagi perusahaan karena berperan untuk mengetahui bagaimana tanggapan positif karyawan terhadap pekerjaannya, sehingga dapat dijadikan pedoman untuk meningkatkan komitmen karyawan. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut,maka objek yang peneliti teliti adalah pada PT. Barelang Karya Kota Kupang dengan jumlah sampel yang layak untuk penelitian ini adalah sebanyak 36 responden. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu, data primer yang diperoleh secara langsung dengan melakukan survey lapangan yang menggunakan metode data original lewat pembagian kuesioner pada seluruh karyawan PT. Barelang Karya Kota Kupang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 36 karyawan pada PT. Barelang Karya Kota Kupang. Berdasarkan hasil penelitian analisis lanjutan dalam analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS dengan hasil nilai konstanta sebesar 9.485. Hasil Uji T menunjukkan bahwa thitung sebesar 4.223 ˃ttabel sebesar 1.696 maka, H0 ditolak dan Ha diterima yaitu Pemberian kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Barelang karya. Nilai thitung sebesar 4127 ˃ttabel1.696 maka, H0 ditolak dan Ha diterima yaitu Kompetensi karyawan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Barelang karya. Dan nilai thitung sebesar 4.618˃ttabel1.696 maka, H0 ditolak dan Ha diterima yaitu komitmen organisasional berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Barelang karya. Untuk hasil Uji F dapat di ketahui bahwa fhitung˃ ftabel yaitu 72.565˃2,90 maka, H0 ditolak dan Ha diterima. Maka secara simultan Pemberian kompensasi, kompetensi karyawan dan komitmen organisasional berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Barelang karya. Berdasarkan tabel hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) dapat diketahui bahwa nilai R Square adalah 0.872 atau 87,2%. Hal ini berarti bahwa besarnya kontribusi Pemberian kompensasi, kompetensi karyawan dan Komitmen organisasional terhadap kepuasan kerja karyawan adalah 86,0% sedangkan sebesar 1,6% di pengaruh oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA, PROFESIONALISME KERJA, DAN KOMITMEN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT.PLN (PERSERO) UNIT INDUK WILAYAH NTT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sumber daya manusia adalah salah satu kunci pokok yang menentukan keberhasilan suatu organisasi dalam melaksanakan kegiatannya, dan memiliki peran yang sangat penting sebagai pelaku yang terlibat dalam menjalankan sebuah organisasi. Pegawai yang memiliki kinerja yang tinggi dan baik dapat menunjang tercapainya tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Untuk menghasilkan kinerja yang tinggi, organisasi membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas dan mempunyai tenaga kerja yang memadai. Kinerja pegawai sendiri merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia, Profesionalisme Kerja, dan Komitmen Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT.PLN (persero) Unit Induk Wilyah NTT. Jenis data dalam penelitian ini adalah Deskriptif kuantitatif. Dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik simple Random Sampling. Konsep penelitian dalam Skripsi ini adalah Kualitas Sumber daya manusia, Profesionalisme Kerja, dan Komitmen Kerja teerhadap Kinerja Karyawan. Menurut Flippo (2005:28) menyatakan bahwa kualitas sumber daya manusia adalah suatu hasil yang dapat diukur dengan efektifitas dan efisiensi suatu pekerjaan yang dilakukan oleh sumber daya manusia atau sumbnerdaya lainnya dalam pencapaian tujuan dan sasaran perusahaan dengan baik dan berdayaguna. Menurut Siagian (2006:67) Profesionalisme kerja adalah keandalan dan keahlian dalam pelaksanaan tugas sehingga terlaksana dengan mutu ti8nggi waktu yang tepat, cermat, dan dengan prosedur yang mudah dipahami. Menurut Dongoran (2001:26) Komitmen kerja adalah suatu keadaan seorang pegawai yang memihak perusahaan tertentu, serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaannya dalam organisasi untuk melaksanakan tugas dengan baik. Jenis data dalam penelitian ini adalah Deskriptif kuantitatif. Dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik simple Random Sampling. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 44 orang dari jumlah populasi sebanyak 55 orang pegawai. Teknik pengambilan data berupa penyebaran kuesioner kepada pegawai. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 44 orang pegawai pada PT.PLN (persero) Unit Induk Wilayah NTT. Nilai t hitung 3,579 > t Tabel 2,032, maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu Variabel Kualitas sumber daya manusia (X1) yaitu berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Nilai t hitung 9,684>t tabel 2,032, maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu Variabel Profesionalisme Kerja (X2) Yaitu berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Nilai t hitung 3,033 >t Tabel 2,032, maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu Variabel Komitmen kerja (X3) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Nilai F hitung sebesar 632,362 dengan nilai F tabel adalah 3,27 Sehingga nilai F hitung > F tabel atau 632,362>3,27 dan tingkat signifikan 0,000<0,05 Maka H0 ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa Variabel Kualitas sumber daya manusia (X1), Profesionalisme kerja (X2), dan Komitmen Kerja (X3) Secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) Pada PT.PLN (persero) Unit Induk Wilayah NTT. Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi, dapat dilihat nilai Adjusted R Square sebesar 0,978. Angka tersebut menunjukan bahwa sebesar 97,8%. Kinerja pegawai (Variabel terikat) dapat dijelaskan oleh Variabel Kualitas sumber daya manusia, Profesionalisme Kerja, dan Komitmen kerja. Sisanya 36,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Kompensasi, Kepuasan Kerja Dan Komitmen Organisasional Terhadap Turnover Intention Pada Kantor Koperasi Telekomunikasi Seluler Kisel Kupang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara Kompensasi Karyawan terhadap Turnover intention, kepuasan kerja karyawan terhadap turnover dan juga mengetahui pengaruh komitmen organisasional karyawan terhadap turnover intention. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, sampel yang berdasarkan pada karyawan koperasi telekomunikasi seluler kisel kupang di peroleh sampel 50 orang. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui pengaruh kompensasi (X1), Kepuasan Kerja (X2), dan Komitmen Organisasional (X3) terhadap Turnover intention (Y) (Uji f) dan Uji Koefisien determinasi (R2)) dari hasil penelitian yang dilakukan kompensasi (X1), kepuasan kerja (X2) dan komitmen organisasional (X3) secara multak berpengaruh positif terhadap turnover intention (Y) pada koperasi telekomunikasi seluler kisel hal ini membuktikan bahwa hasil dari pengujian ini dapat di analisis regresi linear berganda dan nilai konstanta sebesar 19,200 Sedangkan nilai koefisien b1 0,763, b2 0,637, b3 0,525 dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan kompensasi (X1), kepuasan kerja (X2) dan komitmen organisasional (X3) terhadap turnover intention (Y) adalah sebagai berikut Y = -19,200+0,763+0,637+0,525+e. dengan demikian persamaan regresi linear berganda ini dapat diartikan sebagai berikut : nilai konstanta 19,200 artinya jika nilai kompensasi (X1) kepuasan kerja (X2) dan Komitmen organisasional (X3) sama dengan nol maka turnover intention menurun sebesar -19,200 poin.koefisien regresi b1 sebesar 0,763 artinya jika kompensasi mengalami kenaikan sebesarb 1 poin maka Turnover intention akan meningkat sebesar 0,752 dengan asumsi variabel lain konstannya koefisien regresi b2 sebesar 0,637 artinya jika kepuasan kerja mengalami kenaikanj sebesar 1 poin maka turnover intention akan meningkat sebesar 0,637 Koefisien regresi b3 sebesar 0,525 artinya jika komitmen organisasi meningkat sebesar 1 poin maka turnover intention akan meningkat sebesar 0,525.Toleransi yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah 5%=(a=0,05) sebagai batasan .keiteria t tabel =t(a/2:n-k-1=t(0,05 / 50-4-1=50=1,67591.kriteria pengujian hipotesis dalam uji koefisien secara parsial atau terpisa adalah sebagai berikut:jika Thitung>Ttabel :maka Ha diterima dan H0 ditolak jika Thitug Ttabel maka Ha ditolak dan Ho diterima. Pengujian hipotesis pertama pengaruh kompensasi X1 Terhadap Turnover Intention Y berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai signifikan 0,000 0,05 dan Thitung 4,606 >1,67591 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak artinya ada pengaruh yang singnifikan antara variabel kompensasi X1 terhadap turnover intention Y .pengujian hipotesisi kedua pengaruh kepuasan kerja X2 terhadap turnover intention Y berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai signifikan 0,006 0,05 dan Thitung 2,534>Ttabel 1,67591 sehinga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara variabel kepuasan kerja terhadap turnover intention. Pengujian hipotesis ketiga pengaruh komitmen organisasi X3 terhadap turnover intention Y bedasarkan tabel diatas bahwa nilai signifikan 0,0040,05 dan Thitung 3.015 >Ttabel 1,67591 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara variabel komitmen organisasi X3 terhadap turnover intention Y. Dapat dilihat dari adjusterd R aquare yang diperoleh sebesar 0,473.Hal ini menunjukan bahwa 47,3 % dapat dijelaskan oleh kompensasi X1 kepuasan kerja X2 dan Komitmen organisasi X3 dan sisanya 52,7 dipengaruhi oleh faktor yang tidak dimasukan dalam penelitian ini

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KUALITAS LAYANAN, KOMITMEN PELANGGAN DAN KEPERCAYAAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN (Studi Kasus Pada Hotel Le-Detadu)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hotel harus dapat menentukan strategi pemasaran yang tepat, supaya dapat bertahan dan memenangkan persaingan. Untuk dapat bertahan, berkembangakan dan mendapatkan laba semaksimal mungkin, Hotel harus mampu mengetahui apa yang diharapkan pelanggannya karena banyak faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan. Mempertahankan loyalitas pelanggan (costumer loyalty) merupakan hal yang sangat diperlukan bagi Hotel dimasa mendatang. Sejalan dengan penelitian terdahulu Abror(2020) yaitu dimana pelanggan akan selalu setia pada Hotel karena merupakan hasil dari keyakinan pelanggan bahwa mereka menerima nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang sudah disediakan pada Hotel lain. Penelitian ini dilakukan pada pelanggan Hotel Le-Detadu Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kualitas layanan terhadapterhadap loyalitas pelanggan, pengaruh komitmen pelangganterhadap loyalitas pelanggan dan pengaruh kepercayaan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan Hotel Le-Detadu Kupang. Dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan alat bantu berupa kuesioner terhadap 74 responden dengan teknik purpossive sampling, yang bertujuan untuk mengetahui persepsi responden terhadap masing-masing variabel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah koesioner. Teknik Analisis yang digunakan meliputi analisis regresi linier berganda, dan untuk menguji hipotesis menggunakan uji t,uji F dan koefisien determinasi. Data yang dikumpulkan akan diolah dengan analisis linear berganda Y=a+b1X1+b2X2+b3X3+e Dari hasil analisis regresi dapat diketahui bahwa variabel kualitas layanan, komitmen pelanggan dan kepercayaan pelanggan, semuanya berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan. Dari uji t diperoleh hasil kualitas layanan, komitmen pelanggan dan kepercayaan pelanggan, semuanya berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Dari uji F diperoleh hasil kualitas layanan, komitmen pelanggan dan kepercayaan pelanggan, semuanya berpengaruh signifikan secara simultan terhadap loyalitas pelanggan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis hubungan faktor personal dan faktor organisasional terhadap komitmen organisasional pada Dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten Malaka

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan meniliti analisis hubungan faktor personal dan faktor organisasional terhadap komitmen organisasional pada dinas pencatatan sipil dan kependudukan kabupaten malaka. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu faktor personal dan faktor organisasional sebagai variabel independen dan komitmen oraganisasional sebagai variabel dependen. Keberlangsungan sebuah kantor sangat tergantung pada peran tenaga kerja, mulai dari pimpinan hingga pekerja tingkat dasar. Hal ini bukan berarti kantor mrengeksploitasi para pekerjanya, tetapi para pekerjalah yang menjadi tombak utama sebuah perusahaan untuk bertahan dan berkembang pesat. Tenega kerja atau sering disebut pegawai maupun pegawai maupun karyawan memiliki fungsi untuk mempertahankan produktifitas perusahaan, menjalin hubungan baik dengan pihak internal maupun eksternal perusahaan dan menjaga nama baik kantor dengan menciptakan produk yang berkualitas dan selalu berinovasi. Untuk mendapatkan pegawai atau karyawan yang membantu perusahaan mencapai tujuannya, dibutuhkan sebuah komitmen organisasional. Kantor dinas dinas pencatatan sipil dan kependudukan kabupaten malaka merupakan unsure penyelenggaraan pemerintah yang menjadi kewenangan daerah bidang administrasi kependudukan dan pencatatan sipil serta tugas pembantuan tugas yang ditugaskan kepada daerah. Salah satu misi yaitu berusaha menata dan membangun kinerja aparatur melalui manajemen efisien agar dicapai suatu pelayanan yang prima dengan kualitas standar yang sifatnya dapat memuaskan masyarakat. Untuk mencapai tujuan organisasi, manajemen sumber daya manusia sebagai pengelola anggota organisasi tudak hanya mampu menghasilkan anggota yang berkualitas dari segi kemampuan dan keahlian bagi organisasi, namun juga dapat memperkuat komitmen organisasi anggotanya. Hal menjadi permasalahan untuk saat ini adalah tingkat kedisiplinan dan kemangkiran yang merupakan tindakan yang paling sering seperti ini memperlihatkan kurang adanya tanggung jawab dalam mengmban tugas sebagai pegawai yang menjabat baik secara struktural maupun fungsional dimana berperan sebagai pengambilan kebijikan dan keputusan di semua ini Guna mendapatkan solusi terutama yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia dengan harapan para pegawai tersebut memeliki derajad kepuasan kerja tintti dan komitmen organisasional yang tinggi terdapat institusinya untuk saat sekarang dan dimasa yang akan datang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor personal dengan komitmen oragnisasional pada dinas pencatatan sipil dan kependudukan kabupaten malaka dan untuk menganalisis hubungan faktor organisasional dengan komitmen organisasional pada dinas pencatatan sipil dan kependudukan kabupaten malaka. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sumber data penelitian ini primer dimana metode pengumpulan data menggunakan data kuesioner disebar di seluruh pegawai kantor dinas pencatatan sipil dan kependudukan kabupaten malaka. Jumlah sampel yang digunakan berjumlah 49 reponden. Dengan pengelolaan data primer menggunakan teknik analisis Statistical Package for Social Sciene (SPSS). Hasil penelitin ini menunjukkan bahwa faktor personal dan faktor organisasional secara simultan dari hasil output hasil korelasi terlihat dari r = 0,548, terletak antara 0,41 - 0,70 yakni hubungannya kuat. yang Artinya faktor personal memiliki hubungan yang kuat dengan komitmen organisasional. Dari tabel diatas juga terlihat bahwa tingkat signifikan sebesar 0,000 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara faktor personal dengan komitmen organisasional atau Hipotesisi pertama (H1) diterima. Hasil uji korelasi product moment terlihat dari r = 0,338, terletak antara 0,21 0,40 yang menyatakan bahwa adanya hubungan tapi tingkat hubungannya lemah. Yang artinya faktor organisasional memiliki korelasi yang lemah dengan komitmen oragnisasional. Jika faktor organisasional meningkat maka komitmen organisasional juga akan meningkat. Dari tabel diatas juga terlihat bahwa tingkat signifikan sebesar 0,018 0,05 sehingga dapat disumpulakn bahwa terdapat hubungan antara faktor organisasional dengan komitmen organisasional atau Hipotesisi kedua (H2) diterima.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN BUDAYA AKADEMIK TERHADAP KOMITMEN PROFESI (Studi Kasus Pada Dosen Universitas Kristen Artha Wacana Kupang)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN BUDAYA AKADEMIK TERHADAP PENINGKATAN KOMITMEN PROFESI (Study Kasus Pada Dosen Universitas Kristen Artha Wacana Kupang) Sumber daya manusia merupakan kunci keberhasilan dalam suatu organisasi, karenanya haruslah mendapat perhatian utama dalam persiapan menghadapi kemajuan perkembangan pendidikan yang semakin pesat. Sumber daya manusia merupakan pondasi penting untuk beroperasinya sebuah perguruan tinggi. Manusia sebagai tenaga kerja di sebuah perguruan tinggi memegang peranan penting yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Manusia merupakan salah satu faktor yang memiliki peranan yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pekerjaan. Dalam hal ini, manusia yang berperan penting dalam perguruan tinggi salah satunya adalah dosen. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dosen dalam tugasnya harus memiliki standar kompetensi peningkatan mutu dan kualitas dosen dalam penerapan Tri dharma perguruan tinggi. Kebutuhan Inovasi merupakan strategi yang penting bagi sebuah institusi perguruan tinggi agar sistem yang ada di dalamnya dapat berjalan secara efektif. Kebijakan ini mendukung kebutuhan inovasi yang berorientasi kepada peningkatan mutu proses penyelenggaraan pendidikan tinggi. Upaya membangun komitmen digambarkan sebagai usaha membangun hubungan jangka panjang dan tetap bertahan yang diwujudkan dalam bentuk sikap dan perilaku, seperti keinginan untuk mengenal dan terlibat dalam institusi, juga seberapa jauh dosen secara psikologis memiliki perasaan kesetiaan, afeksi, kehangatan, kepemilikan, kebanggaan, kesenangan, dan kebahagiaan karena telah bekerja di fakultas ekonomi, Ukaw. Komitmen akan semakin tinggi jika institusi memberikan kenyamanan, kemudahan untuk melakukan perkuliahan, penelitian, serta pengabdian pada masyarakat yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Diharapkan adanya komitmen profesi ini akan menjadikan dosen fakultas ekonomi, Ukaw melakukan segala cara agar Visi fakultas ekonomi tercapai yang dapat diukur dari kemauan, kesetiaan, dan kebanggaan sebagai dosen yang profesional. Kepercayaan organisasi mempunyai lima demensi yaitu kompetensi, keterbukaan dan kejujuran, kepedulian, reliabilitas, dan identifikasi. Dosen yang memiliki kepercayaan terhadap organisasi tinggi akan menerima nilai‐nilai dan tujuan organisasi, bersedia untuk berusaha dengan sungguh‐sungguh atas nama organisasi, dan memiliki keinginan yang kuat untuk mempertahankan keanggotaan di dalam organisasi. Komitmen profesi seorang dosen sangat dibutuhkan dalam pengembangan keterampilan atau keahlian agar dapat meningkatkan kinerja untuk mengembangkan potensi dirinya dan dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Berdasarkan uraian di atas terlihat bahwa komitmen profesi merupakan hal yang sangat penting dalam kaitannya terhadap pencapaian visi fakultas ekonomi, Ukaw Akan tetapi, pencapaian komitmen profesi saat ini keadaannya masih belum seperti yang diharapkan. Oleh karena itu, masalah tersebut menarik untuk diteliti, yaitu dengan cara mengidentifikasi dan menganalisis faktor‐faktor atau variabel‐variabel lain yang berpengaruh terhadap komitmen profesi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan Kuesioner dengan angket tertutup. Menurut Umar (2011:49) teknik angket merupakan suatu pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan atau pernyataan kepada responden dengan harapan memberikan respon atas daftar pertanyaan tersebut. Menurut Riduwan (2007:27) angket tertutup adalah angket yang disajikan sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih satu jawaban yang sesuai dengan karakteristiknya dengan cara memberikan tanda silang atau tanda checklist. Kuat-Lemah, baik-buruk, tidak setuju-setuju. Data yang dihasilkan dari pengukuran tersebut bersifat interval. Pernyataan-pernyataan dalam angket tertutup dibuat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapatkan data yang bersifat interval dan diberi skor atau nilai sebagai berikut : untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sngat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Berdasarkan penyajian data dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dalam pembahasan ini akan membahas hasil penelitian sesuai dengan permasalahan yang penulis ajukan. Pembahasan ini merupakan jawaban atas permasalahan, sehingga dapat diketahui gambaran tentang ada tidaknya pengaruh antara variabel bebas yaitu pemberdayaan sumberdaya manusia teterhadap variabel terikat yaitu peningkatan komitmen profesi Pengaruh pemberdayaan sumber daya manusia terhadap komitmen profesi Dalam penelitian ini, penulis telah melakukan analisis regresi linier berganda dan didapati Koefisien regresi (b1) sebesar 0,460 artinya jika pemberdayaan sumber daya manusia (X1) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka komitmen profesi (Y) akan meningkat sebesar 0,460. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara pemberdayaan sumber daya manusia (X1) dengan komitmen profesi (Y). Dengan demikian, apabila pemberdayaan sumber daya manusia, baik, maupun melakukan evaluasi, termasuk dalam melaksanakan tugas sesuai standar operasional prosedur maka dapat menciptakan efektivitas organisasi, dalam hal ini komitmen profesi akan mengalami peningkatan. Hal ini menunjukan bahwa uji yang diperoleh sesuai atau sejalan dengan teori yang disampaikan, dimana teori menyatakan bahwa pemberdayaan sumber daya adalah suatu proses kegiatan usaha untuk lebih memberdayakan “daya manusia” melalui perubahan dan pengembangan manusia itu sendiri, berupa kemampuan, kepercayaan, wewenang, dan tanggung jawab dalam rangka pelaksanaan kegiatan-kegiatan organisasi untuk meningkatkan kinerja sebagaimana diharapkan (2017:311). Selain itu Pemberdayaan adalah upaya untuk membangun daya itu, dengan mendorong, memotivasikan, dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimilikinya serta berupaya untuk mengembangkannya. Kedua, memperkuat potensi atau daya yang dimiliki (empowering). Indikator - indikator yang mempengaruhi pemberdayaan sumber dayamanusia yaitu yang pertama kepercayaan Yang kedua adalah tanggung jawab Yang ketiga wewenang Dan yang keempat adalah kemampuan Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat dijelaskan hubungannya dengan komitmen profesi apabila seorang pemberdayaan dapat dijaankan dengan baik maka dengan demikian dapat mempengaruhi komitmen profesi dalam artian bahwa komitmen profesi juga akan meningkat. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya pengaruh pemberdayaan sumber daya manusia (X1) terhadap komitmen profesi (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel pemberdayaan sumberdaya manusai (X1) ditemukan t hitung 2,864 lebih besar t tabel 2,002 dan tingkat Sig. 0,006 lebih kecil dari 0,05. Pengaruh budaya akademik terhadap komitmen profesi Dalam penelitian ini, penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda dan didapati Koefisien regresi (b2) sebesar 0,359 artinya jika budaya akademik (X2) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka komitmen profesi (Y) akan meningkat sebesar 0,359. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh antara budaya akademik (X2) dengan komitmen profesi (Y). Dengan demikian, apabila budaya akademik dalam hal ini selalu melakukan forum diskusi grup, dosen saling menghormati, dosen saling bekerja sama dalam menyelesaikan tugas, Suasana kekeluargaan yang ada maka hal tersebut dapat meningkatkan komitmen profesi. Hal ini menunjukan bahwa uji yang diperoleh sesuai atau sejalan dengan teori yang disampaikan, dimana teori menyatakan bahwa Budaya Akademik dapat dipahami sebagai suatu totalitas dari kehidupan dan kegiatan akademik yang dihayati, dimaknai dan diamalkan oleh warga masyarakat akademik, di lembaga pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Budaya akademik diukur melalui indikator sebagai berikut yaitu yang pertama budaya pembelajaran. Yang kedua budaya penulisan karya ilmiah. Yang ketiga budaya pengabdian kepada masyarakat. Dan yang keempat budaya diskusi ilmiah. Berdasarkan penjelasan tersebut bahwa menunjukan adanya pengaruh antara budaya akademik terhadap komitmen profesi, sehingga apabila budaya akademik dijalankan dengan baik maka semakin meningkatnya komitmen profesi dan begitu pula sebaliknya. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan terdapat adanya pengaruh budaya akademik (X2) terhadap komitmen profesi (Y). hal ini dibuktikan dengan perolehan t hitung 2,260 lebih besar t tabel 2,002 dan tingkat Sig. 0,028 lebih kecil 0,05. Berdasarkan hasil analisis yang dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa: Secara parsial pemberdayaan sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen profesi dosen di universitas kristen artha wacana kupang Secara parsial budaya akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen profesi dosen di universitas kristen artha wacana kupang. Secara simultan pemberdayaan sumberdaya manusia dan budaya akademik berpengaruh secara bersama-sama terhadap komitmen profesi dosen di universitas kristen artha wacana kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Penyerapan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Judul : Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Penyerapan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur Kata Kunci : Penyerapan APBD, Kualitas SDM, Perencanaan Anggaran, Komitmen manajemen Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT adalah salahsatu entitas akuntansi yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan anggaran dan pendapatan belanja daerah dengan menyusun laporan keuangan berupa: Laporan realisasi anggaran (LRA), Laporan Operasional (LO), Neraca, Laporan perubahan ekuitas (LPE) dan catatan atas laporan keuangan (CALK). LRA adalah laporan yang menyajikan informasi realisasi pendapatan-LRA, belanja yang masing masing diperbandingkan dengan anggarannya dalam satu periode, dalam dokumen tersebut terbaca jumlah rencana dan realisasi pendapatan dan belanja selama satu periode. Jullie J. Sondakh, dkk (2017) menyatakan bahwa Anggaran merupakan pernyataan mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial dan menyatakan berapa biaya atas rencana-rencana yang dibuat (pengeluaran/belanja) serta berapa banyak dan bagaimana caranya memperoleh uang untuk mendanai rencana tersebut. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah kebijakan keuangan tahunan pemerintah daerah yang disusun berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dengan berbagai pertimbangan agar penyusunan, pemantauan, pengendalian dan evaluasi mudah dilakukan. Penyerapan anggaran pendapatan dan belanja daerah memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa bahwa realisasi pendapatan dan belanja tidak terlaksana secara keseluruan (100%), hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa ada beberapa program yang tidak terlaksana, secara umum pengunaan anggaran untuk pelaksanaan program dan kegiatan sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan , namun terdapat hambatan dan kendala adanya wabah covid 19 sehingga berdampak pada terlambatnya pelaksanaan program dan kegiatan, terutama program dan kegiatan strategis dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT. Masalah dalam penelitian ini adalah Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Penyerapan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah maka yang menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana pengaruh kualitas sumberdaya manusia terhadap rendahnya penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi NTT 2. Bagaimana pengaruh perencanaan anggaran terhadap rendahnya penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi NTT 3. Bagaimana pengaruh komitmen manajemen terhadap rendahnya penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi NTT Dari hasil pengujian regresi linear berganda yang dilakukan dengan bantuan program SPSS, maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = 5,214 + 0,286 X₁ + 0,071 X₂ + 0,786X3 1. Nilai constant sebesar 5.214 artinya jika nilai kualitas SDM, Perencanaan Anggaran, Komitmen manajemen dengan nol maka, penyerapan APBD akan meningkat sebesar 5,214 2. Koefisien (b1) sebesar 0,286 artinya apabila Kualitas SDM mengalami kenaikan sebesar satu maka, Penyerapan APBD akan meningkat sebesar 0,286 dengan asumsi variabel lainnya constant. 3. Koefisien (b2) sebesar 0,071 artinya apabila perencanaan anggaran mengalami kenaikan sebesar satu maka Penyerapan APBD akan meningkat sebesar 0,071 dengan asumsi variabel lainnya constant. 4. Koefisien (b3) sebesar 0,786 artinya apabila Komitmen Manajemen mengalami kenaikan sebesar satu maka Penyerapan APBD akan meningkat sebesar 0,786 dengan asumsi variabel lainnya constant. xiv  hasil uji t diatas, dapat dapat diketahui variabel X1 kualitas Sumberdaya manusia memilki nilai t hitung sebesar 2,577 dengan sig sebesar 0,022. Karena nilai sig 0,022 0,05, maka diputuskan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima sehingga hipotesis pertama diterima. Jadi berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa Artinya ada pengaruh positif Kualitas SDM dengan Penyerapan Anggaran Belanja hasil uji t diatas, dapat dapat diketahui variabel X2 yakni penyerapan anggaran memilki nilai t hitung sebesar 1,204 dengan sig sebesar 0,047. Karena nilai sig 0,047 0,05, maka diputuskan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima sehingga hipotesis kedua diterima. Jadi berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa Artinya pengaruh positif penyerapan anggaran dengan Penyerapan Anggaran Belanja  hasil uji t diatas, dapat dapat diketahui variabel X3 yakni komitmen manajemen memilki nilai t hitung sebesar 1,588 dengan sig sebesar 0,039. Karena nilai sig 0,039 0,05, maka diputuskan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima sehingga hipotesis ketiga diterima. Jadi berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa Artinya ada pengaruh positif Komitmen manajemen dengan Penyerapan Anggaran Belanja Hasil analisis atas persoalan penelitian dan pembahasannya dapat disimpulkan 3 hal sesuai dengan rumusan persoalan penelitian yakni 1. Variabel kompetensi sumber daya manusia berpengaruh signifikan terhadap penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT 2. Variabel Perencanaan Anggaran berpengaruh terhadap Penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT 3. Variabel variabel komitmen Manajemen berpengaruh signifikan terhadap Penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT Berdasarkan hasil analisis, pembahasan dan simpulan diatas, maka beberapa implikasi terapan berupa saran sebagai berikut xv 1. Bagi Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT Semakin dimaksimalkan penyerapan APBD dengan meningkatkan kualitas SDM, Perencanaan yang baik dan komitmen Manajemen 2. Bagi Peneliti selanjutnya Menambah metode survey dengan melakukan wawancara menyeluruh bukan saja kepada pimpinan tetapi juga semua ASN yang terlibat dalam pelaksanaan program

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HUBUNGAN DISIPLIN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA DINAS PERTANIAN KABUPATEN SABU RAIJUA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS HUBUNGAN DISIPLIN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA DINAS PERTANIAN KABUPATEN SABU RAIJUA Kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan dalam sebuah organisasi.Kinerja pegawai negeri sipil mempengaruhi seberapa banyak mereka memberikan kontribusi kepada lembaga seperti kedisiplinan dan komitmen organisasi. Mengingat betapa pentingnya masalah disiplin kerja dan komitmen organisasi bagi instansi, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul ini. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan disiplin kerja dengan kinerja pegawai negeri sipil pada Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sabu Raijua, dan untuk mengetahui hubungan komitmen organisasi dengan kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pertanian Kabupaten Sabu Raijua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasi. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Pertanian Kabupaten Sabu Raijua dengan jumlah populasi 129 orang dan sampel 31 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis pendahuluan dan analisis lanjutan korelasi Pearson product momen. Hasil penelitian analisis lanjutan menunjukan bahwa pegawai negeri sipil dominan memiliki konsep disiplin kerja yang sangat tinggi pada indikator tingkat kehadiran setuju 21 orang (67,8%), konsep komitmen organisasi yang sangat tinggi pada indikator tingkat normatif sangat setuju ditujukan kepada 20 orang (64,5%), dan konsep kinerja yang sangat tinggi pada indikator tingkat kualitas kerja setuju 19 orang (61,3%). Hasil pengujian signifikansi korelasi, menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel disiplin kerja dengan variabel kinerja dan kedua variabel memiliki hubungan yang kuat di buktikan dengan nilai rhitung> rtabel (0,512>0,361) dan memiliki hubungan yang kuat dengan arah yang positif. Dan variabel komitmen organisasi dengan variabel kinerja menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan di buktikan dengan nilai rhitung> rtabel (0,649>0,361) dan memiliki hubungan yang kuat dengan arah yang positif. Besarnya pengaruh variabel X1, X2 terhadap variabel Y menggunakan rumus determinan r2, yaitu sebesar 42,6% dan sisanya 57,5% dipengaruhi oleh faktor lain. ,

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR PERSONAL, FAKTOR ORGANISASIONAL DAN NON ORGANISASIONAL DALAM MENGUKUR KOMITMEN ORGANISASI (Studi Kasus Pada PT.Telkom Witel NTT Kupang)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “ Analisis Hubungan Faktor Personal, Faktor Organisasional dan Faktor Non Organisasional Dalam Mngukur Komitmen Organisasi Pada PT. Telkom Witel NTT Kupang”.Skripsi ini ditulis oleh Maria Metriana Dahu Mali, NIM 17412205, Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Jalus Minat Manajemen Sumber Daya Manusia, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Faktor Personal (X1), Faktor Organisasional (X2), dan Faktor Non Organisasional (X3) terhadap Komitmen Organisasi (Y) Karyawan PT Telkom Witel NTT Kupang. Penelitian yang penulis lakuka disini adalah Penelitian Lapangan (Field Research) dengan menggunakan Statistik Deskriptif dengan bantuan tabel dalam jumlah presentase. Penelitian ini dilakukan di PT. Telkom Witel NTT Kupang dan Sampel dari penelitian ini sebanyak 65 orang sebagai responden. Dalam mengumpulka Data Penulis menggunakan Kuesioner. Sedangkan didalam pembahasannya menggunakan alat analisis Koefisien Korelasi. Hasil dari penelitian yang ini menunjukan bahwa Variabel Faktor Personal, Faktor Organisasional dan Faktor Organisasional berhubungan positif dan Signifikan terhadap Komitmen Organisasi yakni Semakin baik Faktor Personal, Faktor Organisasional dan Faktor Non Organisasional maka semain baik juga Komitmen Organisasi. Faktor Personal merupakan hal-hal yang berkaitan dengan kondisi Individu sangat memperngaruhi tingkat Komitmen Individu. Karyawan yang lebi bekerja lama dan tua tingkat Komitmennya lebih tinggi dibandingkan dengan Karyawan yang belum Lama bekerja dan usianya Masih muda. Jenis kelamin juga mempengaruhi Komitmen seseorang terhadap Organisasi, Karyawan Perempuan cenderung Lebih komit Terhadap Organisasional dibandingkan dengan Karyawan Laki-Laki. Menurut Larson (2005) bahwa pegawai yang mempunyai komitmen yang tinggi akan berusaha lebih dari pada mereka yang mempunyai komitmen yang rendah. Dalam bekerja disebuah organisasional atau perusahaan, seorang pekerja setidaknya pernah mengalami masalah, bahkan terkadang masalah yang dihadapi bisa mengancam perasaan untuk berkomitmen dengan organisasional atau perusahaan tersebut, misalnya ditegur dengan keras akibat kurang tanggap dalam menjalankan tugas, dipindah tugaskan dan diberikan beban pekerjaan yang melebihi deskripsi pekerjaan. Kata Kunci: Faktor Personal, Faktor Organisasional, Faktor Non Organisasional, dan Komitmen Organisasi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN PROFESIONALISME KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR SINODE GEREJA MASEHI INJILI TIMOR DI KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul “Pengaruh komitmen organisasi dan profesionalisme Kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor sinode gereja masehi injili timor di kupang”. Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Komitmen Organisasi Dan Profesionalisme kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Sinode Gereja Masehi Injili Timor di Kupang.. Serta Berdasarkan rumusan masalah di atas maka penulis dapat merumuskan persoalan penelitian sebagai berikut: 1. Apakah Komitmen Organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Sinode Gereja Masehi Injili Timor di Kupang?. 2. Apakah Profesionalisme Kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Sinode Gereja Masehi Injili Timor di Kupang? Konsep Pemikiran dalam penelitian ini sebagai adalah (1). Komitmen Organisasional dalam penelitian ini adalah bentuk sikap dimana individu merasa menjadi bagian dari organisasi dan merasa ingin tetap menjadi bagian dari organisasi serta dengan sungguhsungguh memberikan waktu, kesempatan yang dimiliki dan mencurahkan segala potensi diri yang dimilikinya tanpa adanya perasaan terpaksa untuk tetap berusaha mewujudkan apa yang menjadi tujuan organisasi dan memiliki kebanggaan menjadi bagian dari organisasi tersebut. (2).Komitmen profesional dalam penelitian adalah tingkat loyalitas individu pada profesinya seperti yang dipersepsikan oleh individu. (3).Kinerja dalam penelitian ini adalah hasil yang dicapai oleh pegawai menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2014). Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai pada kantor Sinode Gereja Masehi Injili Timor di Kupang yang berjumlah 78 orang. Sampel penelitian yang diambil adalah sebanyak 20 orang pegawai. Metode pengambilan sampel menggunakan sampel xi probabilitas/acak dengan cara stratifikasi (Stratified Random Sampling) karena jumlah pegawai yang bekerja lebih dari 3 tahun. Dalam pengorganisasian penelitian, Pada tahap pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket (kuisioner). Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Semantic Differential Scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala penelitian secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : Kuat–lemah, baik–buruk, tidak setuju – setuju. Data yang dihasilkan dari pengukuran tersebut bersifat interval. Pertanyaan – pertanyaan dalam angket tertutup dibuat dengan menggunakan skala 1- 10 untuk mendapatkan data yang bersifat interval dan diberi skor atau nilai Pada tahap analisis pendahuluan merupakan langkah awal yang dilakukan dalam penelitian dengan cara memasukkan hasil pengolahan data angket responden ke dalam data tabel distribusi frekuensi. Pada tahap ini akan dideskripsikan indikator empirik dari konsep-konsep penelitian berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner.teknik analisis yang digunakan adalahtabel distribusi frekuensi. Pada tahap Analisis lanjutan yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda adalah hubungan secara linear antara dua variabel atau lebih variabel independen (X1,X2) dengan variabel (Y).Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yaitu, Pengaruh Komitmen Organisasi dan Profesionalisme Kerja terhadap Kinerja pegawai pada kantor Sinode GMIT kupang, Persamaan regresi linear berganda Berdasarkan hasil pengujian, sebagaimana yang telah dibahas dalam bab-bab sebelumnya, maka penulis menyajikan kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Dari hasil pengujian Komitmen Orgasisasi mempunyai pengaruh terhadap Kinerja, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar 0,416 dengan tingkat signifikansi 0.020. xii 2. Dari hasil pengujian Profesionalisme Kerja mempunyai pengaruh terhadap Kinerja, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar 0,048 dengan tingkat signifikansi 0,037. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis memberikan beberapa masukan Sebagai berikut: 1. Bagi Pihak Sinode Gmit harus lebih kinerja pegawai, atasan perlu melakukan upaya peningkatan kualitas kerja. Agar pegawai dapat dituntut bekerja dengan baik. 2. Pihak Sinode Gmit perlu meningkatkan komitmen organisasi agar memecahkan masalah perusahaan bersama karyawan yang lain serta perlu mempelajari atau membaca litelatur agar lebih berwawasan, mengaktualisi diri, mengerti tugas yang dikerjakan. 3. Bagi peneliti selanjutnya, dianjurkan untuk menganalisis lebih dalam lagi dan lebih spesifik, sehingga hasil yang didapatkan juga lebih maksimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Persepsi Profesi Dan Kesadaran Etis Terhadap Komitmen Auditor (Studi Pada Inspektorat Provinsi NTT Kota Kupang)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perspsi profesi dan kesadaran etis terhadap komitmen auditor. Penelitian ini dilaksanakan di Inspektorat Provinsi NTT Kota Kupang. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu persepsi profesi (X1), dan kesadaran etis (X2). Variabel dependen yaitu komitmen auditor (Y). Data yang digunakan adalah data primer. Responden dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja di Inspektorat Provinsi NTT Kota Kupang. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dengan 35 responden. Metode pengumpulan data yaitu dengan mengunakan kuesioner yang di bagikan kepada responden. Skala pengukuran data dengan skala ordinal. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel, kesadaran etis berpengaruh dan signifikan terhadap komitmen auditor sedangkan variabel persepsi profesi tidak berpengaruh terhadap komitmen auditor.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA (PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM NUSA KENARI ) KABUPATEN ALOR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA ( PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM NUSA KENARI ) KABUPATEN ALOR Penelitian ini berjudul “ Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Komitmen Organisasi Terhadap Semangat Kerja karyawan pada PDAM Nusa Kenari Kabupaten Alor “Sumber daya bagi setiap jenis organisasi baik yang mencari keuntungan maupun yang tidak mencari keuntungan merupakan sumber daya yang sangat penting. Tanpa adanya sumber daya lainya yang terdapat dalam organisasi tersebut tidak ada artinya. Oleh karena itu perusahaan perlu memahami faktor- faktor yang menyebabkan timbulnya semangat kerja pada karyawana yang puas dengan pekerjaan yang dimilikinya dan komitmen yang kuat terhadap organisasi yang mempunyai kemampuan dan upaya yan tinggi dan mendukung tujuan organisasi sehingga karyawan dengan tingkat upaya yang tinggi akan memiliki semangat kerja yang tinggi pula. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui pengaruh kepuasan kerja (X_1) dan komitmen organisasi (X_2) terhadap semangat kerja karyawan (Y) pada Perusahaan Daerah Air Minum Nusa Kenari kabupaten Alor.Penelitian ini di lakukan karena penelitian menganggap perlu mengetahui variabel yang diteliti pada PDAM Nusa Kenari Kabupaten Alor sehingga pemimpin dapat menyiapkan sumber daya yang berkualitas dalam menjalankan tugas dn tanggung jawab terhadap perusahaan sehingga dapat mencapai visi,misi serta tujuan organisasi. Objek penelitian ini adalah Perusahaan Daerah Air Minum Nusa Kenari Kabupaten Alor,Nusa Tenggara Timur. Tim 85813. Penelitian ini dilakukan oleh pria dan wanita. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada populasi peneliti dan sampel peneliti . Hasil penelitian dilakukan secara bersama- sama antara semua variabel yang diteliti menggambarkan terhadap pengaruh bersama- sama antara semua variabel yang diteliti. Bahwa terdapat pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap semangat kerja karyawan. Dari hasil penelitian, dalam analisis lanjutan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui banyak kepuasan kerja ,komitmen organisasi dan semangat kerja karyawan berada dalam kategori sedang. Indikator dari masing-masing variable tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distrubusi frekuensi. Dalam analisis lanjutan dapat menggunakan teknik analisis uji regresi linear berganda yang diketahui bahwa kepuasan kerja hasil uji t_tabel pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa t_hitung sebesar 11.491 dan nilai〖 t〗_(tabel ) 1,70814.dengan tingkat singnifikan sebesar 0,000. karena t_hitung lebih besar dari t_tabel dan tingkat signifikan lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan. Berdasarkan hasil uji t_tabel dapat diketahui bahwa nilai t_hitung sebesar – 3,946 dan nilai 〖 t〗_tabel 1,70814 dengan tingkat signifikan sebesar 0,05 karena nilai t_hitung lebih kecil dari nilai t_tabel dan tingkat signifikan lebih besar 0,05 yaitu 0,01 maka dapat disimpulkan bahwa komitmen organisasitidak berpengaruh secara signifikan terhadap semangat kerja karyawan pada PDAM Nusa Kenari Kabupaten Alor.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Keterlambatan Dalam Penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pada Pemerintah Kabupaten Kupang

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANTONIA JUBLINA PELLO; NIM: 17191861 “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Keterlambatan Dalam Penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pada Pemerintah Kabupaten Kupang” dibawah bimbingan Bapak JUSUF ABOLADAKA, SE.,M.Si selaku Pembimbing I dan Ibu MESRI W.N. Manafe, SE, M.Sc selaku Pembimbing II. Masalah yang telah diangkat dalam penelitian ini, maka persoalan penelitian dapat dijelaskan bahwa Secara empiris apakah ada pengaruh antara variabel latar belakang pendidikan (X1), Kinerja Kerja (X2), Hubungan Eksekutif Dan Legislatif (X3), Komitmen Organisasi (X4) dan variabel Gaya Kepemimpinan (X5) terhadap variabel Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) Pada Pemerintah Kabupaten Kupang. Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah, untuk menguji pengaruh antar variabel penelitian dimana, variabel latar belakang pendidikan (X1), Kinerja Kerja (X2), Hubungan Eksekutif Dan Legislatif (X3), Komitmen Organisasi (X4) dan variabel Gaya Kepemimpinan(X5) terhadap variabel Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) Pada Pemerintah Kabupaten Kupang. Teknik Analisis Data terdiri dari Analisis Pendahuluan dan Analisis Lanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Pengujian hipotesis dengan menggunakan Alat analisis regresi berganda. Dengan hasil penelitian sebagai berikut estimasi secara serempak bahwa Variabel latar belakang pendidikan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) pada pemerintah Kabupaten Kupang.. sedangkan pada Variabel Kinerja Kerja (X2) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) pada pemerintah Kabupaten Kupang. Akan tetapi pada Variabel hubungan Eksekutif Dan Legislatif (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keterlambatan Penyusunan APBD (Y). Sedangkan pada Variabel Komitmen Organisasi (X4) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap variabel Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) pada pemerintah Kabupaten Kupang. Pada Variabel Gaya Kepemimpinan (X5) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) pada pemerintah Kabupaten Kupang. Kata Kunci : Latar Belakang Pendidikan , Kinerja Kerja, hubungan Eksekutif Dan Legislatif, Komitmen Organisasi, Gaya Kepemimpinan, Keterlambatan Penyusunan APBD

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS INFORMASI LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH DI KOTA KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS INFORMASI LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KOTA KUPANG Dierapemerintahaansekaranginibanyaksekaliterjadipembaharuanperaturanpemerintah yang sejalandenganberlakunyaundang-undangotonomidaerahuntukmenumbuhkankesadaranpembangundaerahsecara optimal. Hal tersebutberartipemerintahdaerahdiberikankewenanganuntukmenyelenggarakanpemerintahdaerah yang lebihluas, nyata dan bertanggungjawab. SehinggaPemerintah Daerah ditugaskanuntukmenjalankanrodapemerintahan, pembangunan dan layanansosialmasyarakatsertadiwajibkanuntukmenyampaikanlaporanpertanggungjawabankeuangandaerahnyauntukdinilaiapakahpemerintahdaerahtersebutberhasilmenjalankantugasdenganbaikatautidak. Oleh sebabituPemerintahdaerahdituntut agar pengelolaankeuangandaerahsecarabaik yang harusdilakukandalammewujudkantujuanpemerintahan yang bersih(clean goverment), dimanapengelolaankeuangandaerah yang baikadalahkemampuanmengontrolkebijakankeuangandaerahsecaraekonomis, efisien, transparan dan akuntabel. Pemerintah Daerah harusdapatmempertanggungjawabkanpengelolaankeuangandaerahmelaluiLaporanKeuangan. Undang-UndangNomor 17 Tahun 2003 tentangKeuangan Negara dan Undang-UndangNomor 9 Tahun 2015 tentangPerubahanKedua Atas Undang-UndangNomor 23 Tahun 2014 tentangPemerintah Daerah, yang mengaturbentukpertanggungjawabandalampenyelenggaraankegiatanpemerintahan, dalamhalinidenganmenyampaikanlaporanpertanggungjawabanberupalaporankeuangan. MenurutPeraturanPemerintahNomor 71 Tahun 2010, apabilainformasi yang terdapatdalamLaporanKeunganPemerintah Daerah telahmemenuhikriteriakarakteristik yang ditetapkanmakapemerintahdaerahmampumewujudkantransaparasi dan akuntabilitasdalampengelolaankeuangandaerah. Informasi yang terkandungdalamlaporankeunganharussesuaidenganstandar yang ditetapkan, apabilatidaksesuaimakaakanmengakibatkankerugiandaerah, potensikekuranganpenerimaan, kelemahanadministrasi, ketidakefisien dan ketidakefektifan. Kualitaslaporankeuanganadalahsejauh mana laporankeuanganmenyajikaninformasi yang benar dan jujur. Hal iniberartibahwakualitaslaporankeuanganmenunjukkankonsepkualitasinformasidarilaporantersebut. SehinggaberdasarkanpenjelasantersebutmakadapatmenjadiacuanuntukmenganalisisFaktor-faktorapasaja yangdapatmempengaruhiKualitasInformasiLaporanKeuangan. Faktor-faktor yang dapatmempengaruhikualitasinformasilaporankeuangandiantaranyayaituPengawasan Internal, KapasitasSumberDayaManusia, PemanfaatanTeknologiInformasi, Dan KomitmenOrganisasi. Objek yang akanditelitidalampenelitianiniadalah Badan Keuangan dan AsetPemerintah Daerah Kota Kupangdenganjumlahpegawaisebanyak 85 orang. Teknik analisis data yang penelitigunakandalampenelitianiniuntukmengetahuipengaruhPengawasan Internal, KapasitasSumberDayaManusia, PemanfaatanTeknologiInformasi, dan KomitmenOrganisasiterhadapKualitasInformasiLaporanKeuangan, penelitimenggunakan Uji AnalisisRegresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji t), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisienDeterminasi (R2). Dari hasilpenelitian yang dilakukan, penelitidapatmenyimpulkanbahwaSecaraparsialterdapatpengaruhPengawasan Internal (X1), KapasitasSumberDayaManusia (X2), PemanfaatanTeknologiInformasi (X3) dan KomitmenOrganisasi (X4) teterhadapKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) pada Pemerintah Daerah Kota Kupang. SedangakansecarasimultanterdapatpengaruhPengawasan Internal (X1), KapasitasSumberDayaManusia (X2), PemanfaatanTeknologiInformasi (X3) dan KomitmenOrganisasi (X4) teterhadapKualitasInformasiLaporanKeuangan pada Pemerintah Daerah Kota Kupang. Hal inidibuktikandenganperolehanhasilpengujiandidapatihasilanalisisregresi linier bergandadengannilaikonstan a sebesar 1.103 sedangkankoefesienregresibˡ = 0.176, b² adalah 0.143, b3adalah 0.113, b4adalah 0.925. Sehinggadapatdimasukandalampersamaananalisisregresi linier bergandayaitu Y = 1.103 + 0.176X1 + 0.143X3 + 0.113X3 + 0.925X4+e. Selainituhasil Uji hipotesispertamayaituterdapatpengaruhpositif dan signifikanvariabelPengawasan Internal (X1) terhadapvariabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dengandibuktikannilai sig 0,0000,05 dan nilaiT_hitung 8.279>1,664. Selanjutnya terdapatpengaruhpositif dan signifikanvariabelKapasitasSumberDayaManusia (X2) terhadapvariabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dengandibuktikannilai sig 0,0010,05 dan nilaiT_hitung 3.542>1,664. Selanjutnya terdapatpengaruhpositif dan signifikanvariabelPemanfaatanTeknologiInformasi(X3) terhadapvariabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dengandibuktikannilai sig 0,0040,05 dan nilaiT_hitung 2.978>1,664. Dan selanjutnya terdapatpengaruhpositif dan signifikanvariabelPemanfaatanKomitmenOrganisasi(X4) terhadapvariabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dengandibuktikannilai sig 0,0000,05 dan nilaiT_hitung 28.210>1,664. Berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) sebesar 0.970. Artinyabahwasebesar 97% variabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dapatdijelaskan oleh variabelPengawasan Internal (X1), KapasitasSumberDayaManusia (X2), PemanfaatanTeknologiInformasi (X3) dan KomitmenOrganisasi (X4). Sedangkanselisihnya 3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidaktermasukdalampenelitianini. Kata Kunci :KualitasInformasiLaporanKeuangan, Pengawasan Internal, KapasitasSumberDayaManusia, PemanfaatanTeknologiInformasi dan KomitmenOrganisasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN KOMITMEN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BADAN PENGELOLA PERBATASAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang dari penelitian ini adalah investasi yang paling penting yang dapat dilakukan oleh organisasi yang tujuan akhirnya yaitu agar organisasi memiliki tenaga kerja yang berkualitas, disiplin kerja yang baik, berkomitmen terhadap organisasi efesiensi disetiap aspek dan memiliki produktivitas kerja yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, baik untuk masa sekarang atau masa yang akan datang. Sebenarnya banyak tolak ukur dari efektivitas suatu organisasi, namun satu yang banyak mendapat perhatian adalah kinerja.Mengingat kinerja merupakan tolak ukur efektif tidaknya manajemen mengelola suatu organisasi, maka kinerja tinggi memberikan indikasi bahwa manajemen bekerja sangat efektif dalam merealisasikan tujuan organisasi.Sebaliknya, kinerja rendah memberi indikasi bahwa manajemen bekerja tidak efektif dalam merealisasikan tujuannya. Peningkatan kinerja individu pegawai berpotensi untuk dapat meningkatkan kinerja kelompok pegawai dan peningkatan kinerja dari seluruh kelompok pegawai akan mendorong meningkatkan kinerja organisasi yang akan berkontribusi mempercepat pencapaian sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan organisasi. Penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemui dilokasi penelitian yaitu Apakah kemampuan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai dan Apakah komitmen berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor badan pengelola perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur Kemudian penelitian bertujuan untuk Untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja terhadap kinerja pegawai dan Untuk mengetahui pengaruh komitmen terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur ix Penelitian yang penulis lakukan disini adalah penelitian lapangan. langkah awal yang dilakukan dalam penelitian dengan cara memasukan hasil pengolahan data dalam angket responden kedalam data distribusi frekuensi. Dengan menggunakan kriteria tiga kotak (theree box method), maka nilai interval dihitung dengan cara: nilai maksimum dikurangi nilai minimum dan hasilnya dibagi tiga akan menghasilkan nulai interval sebesar yang akan di gunakan sebagai daftar interprestasi nilai indeks. Penelitian ini dilakukan di kantor badan pengelola perbatasan provinsi nusa tenggara timur dan populasi dari penelitian sebanyak 46 orang sehingga Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh.bahwa teknik-teknik pengambilan sampling jenuh merupakan teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Dan penelitian ini jadikan seluruh populasi Sampel yang diteliti sebayak 46 orang pegawai PNS sebagai responden. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan kiusioenr sedangkan didalam pembahasannya menggunakan Analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menununjukkan Variabel kemampuan kerja (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur, hal ini terlihat dari signifikansi kemampuan kerja (X1) 0,433 > 0,05 dan nilai thitung 4.319 >2,01808 tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel kemampuan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sedangkan hasil uji regresi secara parsial signifikansi pada variabel Diketahui nilai signifikansi variabel komitmen (X2) pada Kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur, hal ini terlihat dari nilai signifikan variabel komitmen (X2) 0,127 > 0,05 dan thitung 0,924 < 2,01808 ttabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak berpengaruh signifikanterhadap variabel komitmen (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur. x Hasil uji regresi secara simultan menunjukkan hasil signifikan pada variabel kemampuan kerja dan komitmen terhadap Kinerja Pegawai Berdasarkan hasil pengujian secara simultan maka nilai Fhitung sebesar 13,071 ˃ 2,82 Ftabel dan tingkat signifikannya sebesar 0,05 ˂ 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan kerja (X1) dan komitmen (X2 bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan diketahui kemampuan kerja dan Komitmen dinilai sudah baik hal ini perlu dipertahankan, bahkan ditingkatkan lagi agar kinerja pegawai pada Kantor badan Pengelola perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur dapat terjaga dengan baik. artinya dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau masalah sudah menunjukkan bahwa pegawai sudah sangat baik, sehingga dalam temuan penelitian ini menemukan bahwa pada variabel kemampuan kerja dan komitmen secara parsial berpengaruh postif terhadap kinerja pegawai, akan tetapi dapat disarankan agar lebih memberikan pelatihan khusus untuk pegawai sehingga Kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki pegawai yang sangat handal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HUBUNGAN KOMITMEN ORGANISASIONAL BUDAYA ORGANISASI TERHADAPA KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA KSP. KOPDIT SWASTI SARI KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan komitmen organisasional budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang. Adapun objek penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah KSP. Kopdit Swati Sari Kupang. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah kuesioner yang diisi secara mandiri oleh 30 orang responden dengan menggunakan angket tertutup. Alat analisis yang digunakan adalah uji korelasi dengan skala ordinal. Hasil dari penelitian ini membuktikan dan memberi kesimpulan bahwa: (1) komitmen organisasional memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang, (2) budaya organisasi memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang, (3) komitmen organisasional memiliki hubungan positif dan singnifikan dengan budaya organisasi pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail