Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

20 hasil
Subjek: kompensasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA KUPANG Sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola, mengatur, dan memanfaatkan karyawan sehingga dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan perusahaan. sumber daya manusia sebagai penggerak organisasi dalam mencapai tujuannya, maka upaya – upaya organisasi dalam mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik harus terus dilakukan, dengan adanya karyawan- karyawan yang bekerja secara baik ini, maka diharapkan hasil kerja (kinerja) dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab di berikan terhadap karyawan. Salah satu upaya yang dapat menentukan proses prima khususnya dalam organisasi apalagi organisasi pemerintah tergantung pada kinerja. Kinerja merupakan performance atau unjuk rasa. Kinerja juga dapat pula diartikan sebagai prestasi kerja atau hasil unjuk kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan motivasi terhadap kinerja pegawai pada kantor dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang. Populasi dalam penelitian ini adalah 43 orang pegawai pada kantor dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang dengan sampel keseluruhan pegawai yaitu 43 orang. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dilakukan penyebaran Kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda pada SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui kompensasi dalam kategori rendah, motivasi berada dalam kategori rendah serta kinerja karyawan juga berada pada kategori rendah. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis linear berganda diketahui bahwa kompensasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,001 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,489 yang berarti semakin baik kompensasi semakin tinggi kinerja pegawai dan sebaliknya. Sedangkan motivasi berpengaruh positif juga terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,033 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,395 yang berarti semakin baik motivasi maka semakin tinggi pula kinerja pegawai. Kata Kunci : Kompensasi, Motivasi dan Kinerja Pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KOTA KUPANG Dalam sebuah organisasi, gaya kepemimpinan seorang pemimpin adalah hal yang penting diperhatikan. Kepemimpinan dalam sebuah organisasi dituntut untuk biasa membuat individu-individu dalam organisasi yang dipimpinnya biasa berperilaku sesuai dengan yang diinginkan oleh pemimpin untuk mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan secara luas yang meliputi proses mempengaruhi untuk menentukan tujuan perusahaan, maka kepemimpinan harus dapat memotivasi perilaku pegawai untuk mencapai tujuan dan mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya dengan memastikan kepemimpinan tersebut telah cakap dalam literasi digital. Karena keberhasilan dalam kepemimpinan dapat menggerakkan orang lain dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, untuk menjaga kelangsungan operasional perusahaan dalam mencapai tujuannya, maka diperlukan dorongan yang dapat meningkatkan kinerja pegawai dan gaya kepemimpinan yang dapat mendukung pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Berhasil atau tidaknya suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya tergantung pada keberhasilan dari para individu (sumber daya manusia) perusahaan itu sendiri dalam menjalankan tugas mereka masing-masing. Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang perlu dikelola dengan baik oleh perusahaan. Dimana pengelolaan sumber daya manusia harus dilakukan secara profesional agar dihasilkan sumber daya manusia yang kompeten sehingga nantinya dapat meningkatkan kinerja dari individu dan lembaga. Namun kunci dari keberhasilan dalam pengelolaan tersebut terutama bagi para pegawai salah satunya adalah bagaimana kepemimpinan yang digunakan oleh seorang pemimpin. Dalam proses menciptakan kinerja yang efektif, kepemimpinan dari seorang pemimpin memiliki peran yang sangat krusial dan merupakan suatu unsure kunci dalam keefektifan organisasi dalam mewujudkan reformasi birokrasi (Rego et al., 2017) Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent). Variabel bebas sering disebut juga sebagai variabel independen, stimulus, prediktor, dan antecedent merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Gaya kepemimpinan (X1) dan Kompensasi (X2), sedangkan variabel terikat sering disebut sebagai variabel dependen, merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah Kinerja Pegawai (Y). meode yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda Berdasarkan analisis regresi linear berganda pada tabel diperoleh analisis persamaan regresi untuk nilai α 7,747 β(X1) 0,381 β(X2) 0,519 sehingga persamaan regresinya yang dihasilkan adalah: Y 7,747 + 0,381X1 + 0,519X2 Dengan konstanta sebesar 7,747, dinyatakan bahwa jika tidak ada pengaruh gaya kepemimpinan, maka kinerja pegawai sebesar 4,549. Nilai koefisien regresi (X1) sebesar 0,381 dinyatakan bahwa setiap meningkatkan (karena tanda positif) gaya kepemimpinan maka akan meningkat kinerja pegawai sebesar 0,381. Nilai koefisien regresi (X2) sebesar 0,519 dapat diartikan bahwa jika meningkatkan variabel kompensasi maka akan meningkat kinerja pegawai sebesar 0,519. Karena nilai koefisien regresi bernilai positif (+), maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa Gaya Kepemimpinan (X1) dan Pemberian Kompensasi (X2) berpengaruh positif terhadap Kinerja Pegawai (Y) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang. 1. Gaya Kepemimpinan (X) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang berada pada kategori baik dengan tingkat persentase sebesar 85,63 persen. Ditinjau dari indikator gaya kepemimpinan konsultatif, gaya kepemimpinan partisipatif, gaya kepemimpinan delegatif dan gaya kepemimpinan direktif. 2. Secara umum Kinerja Pegawai (Y) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang berada pada ketegori tinggi dengan tingkat persentase 87,27 persen. Ditinjau dari indikator kuantitas kerja, kualitas kerja dan ketepatan waktu. 3. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Pemberian Kompensasi terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang, dengan tingkat pengaruh yang tergolong dalam kategori kuat, sebagaimana yang diketahui koefisien korelasi 0,742 berada pada interval 0,60-0,799 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Gaya Kepemimpinan dan Pemberian Kompensasi memiliki pengaruh yang kuat terhadap Kinerja Pegawai. Besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dalam penelitian ini ditunjukkan dengan rs 0,787 dan hipotesis untuk uji keberartian korelasi ini adalah Ada Hubungan yang sangat kuat antara Kompensasi Finansial dengan kinerja pegawai adalah (2) Hasil pengukuran besaran koefisien perubahan terhadap kinerja pegawai sebesar 53,5%. Besar penentu (determinasi) yakni 0,535 atau 53,5% memberi petunjuk bahwa kinerja pegawai 53,5% dipengaruhi oleh kompensasi yang diberikan perusahaan, sedangkan 46,5% lainnya ditentukan oleh faktor lain berupa motivasi, budaya organisasi, gaya kepemimpinan, lingkungan kerja. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Pemberian Kompensasi, Kinerja Pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI, PEMBERIAN KOMPENSASI DENGAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI PADA KANTOR WALI KOTA KUPANG BAGIAN TATA PEMERINTAHAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Budaya organisasi merupakan sistem makna bersama yang dianut oleh seluruh anggota yang membedakan satu organisasi itu dari organisasi- organisasi lain. Penerapan budaya organisasi yang kondusif dan menyenangkan dapat menjadi kekuatan yang mampu mengarahkan perilaku karyawan pada pencapaian tujuan organisasi melalui kinerja yangdiberikan. Budaya organisasi yang kuat berguna untuk mengarahkan perilaku, karena membantu karyawan untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik sehingga setiap karyawan diawalkarirnya perlu memahami budaya organisasi dan bagaimana budaya itu diterapkan didalam sebuah perusahaan/organisasi. Tanpa adanya budaya organisasi jalannya roda perusahaan tidak memiliki pedoman atau acuan dalam bertindak dan memecahkan masalah. Dengan adanya budaya organisasi perusahaan mencerminkan nilai dan norma penentu arah organisasi untuk mencapai visi dan misi perusahaan. Selain Budaya organisasi yang mempengaruhi kepuasan karyawan, pemberian kompensasi juga mempengaruhi kepuasan karyawan. Kompensasi merupakan bagian dari hubungan timbal balik antara organisasi dengan sumber daya manusia. Faktor lain yang memengaruhi kinerja seorang karyawan adalah pemberian kompensasi. Kompensasi merupakan hubungan timbal balik antara organisasi dengan karyawan. Menurut Hasibuan dalam jurnal (Rizal & Surya, 2018) menyatakan bahwakompensasi sebagai semua pendapatan dalam bentuk uang, barang, baikyang diterima secara langsung atau tidak langsung oleh karyawan sebagaiimbalan atas layanan yang diberikan oleh perusahaan. Selain berpegang pada budaya organisasi, pihak manajemen perlu memberikan kepuasan kerja pada setiap karyawannya seperti memberikan gaji yang dikenal menjadi signifikan, tetapi kompleks secara kognitif dan merupakan faktor multidimensi, kemudian promosi jabatan yang membuat karyawan berlomba-lomba dalam melakukan yang terbaik atas rekam jejak kinerjanya supaya mendapatkan reward naik jabatan atau promosi jabatan, dan kondisi kerja yang baik. Pemberian kompensasi menurut Hasibuan (2017:119) merupakan semua pendapatan yang berbentuk uang barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Pembentukan system kompensasi yang efektif merupakan bagian penting dari manajemen sumber daya manusia karna membantu menarik dan mempertahankan pekerjaan- pekerjaan yang berbakat. Selain itu sistim kompensasi perusahaan memilki dampak terhadap kinerja strategis. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara budaya organisasi dengan pemberian kompensasi serta kepuasan kerja pada pegawai kantor Walikota Kupang di bagian tata pemerintahan. Menurut Irma & Gawi, 2016, Faktor kepuasan kerja pegawai sangat pentingartinya bagi perusahaan karena dengan adanya kepuasan bagi pegawai,diharapkan nantinya akan semakin meningkatkan kinerja dan berimbas pada peningkatan produktivitas perusahaan secara menyeluruh, atau dalam ilmu manajemen jasa dikenal dengan istilah“happy employee,happy customer”,yang berarti sebelum memuaskan pelanggan, harus terlebih dahulu memberi kepuasan bagi pekerja, sehingga pekerja pun akan dengan senang hati dan tulus ikhlas memberi pelayanan yang optimal bagi customernya. Metode dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menjadikan pegawai pada bidang tata pemerintahan kantor Walikota Kupang sebagai populasi dan sampel yang berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah penyebaran kuesioner dengan angket tertutup. Kuesioner ini berisi tentang sejumlah pertanyaan atau pernyataan mengenai variable penelitian yaitu budaya organisasi, pemberian kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai dengan teknik analisis data meliputi analisis pendahuluan, analisis lanjutan, yang mana kedua alat analisis ini mempresentasikan indicator empiric dari konsep budaya organisasi dan pemberian kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai, berdasarkan data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang selanjutnya dilakukan uji korelasi rank spearman merupakan bagian daristatistik non parametrik yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel. Uji korelasi ranks pearman dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan dasar pengambilan keputusan sebagai berikut: (1) Jika signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak, dan Ha diterima, yang berarti terdapat hubungan antar variable budaya organisasi, pemberian kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai, (2) Jika signifikansi > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak, yangberarti tidak terdapat hubungan antar variabel budaya organisasi, pemberian kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai Dari hasil penelitian yang dilakukan melalui analisis pendahuluan dan analisis lanjutan, maka penulis memberikan kesimpulan sesuai dengan persoalan penelitian yang telah dilakukan yaitu (1) berdasarkan hasil analisis hubungan budaya organisasi terhadap kinerja pegawaikantorWali Kota Kupang bagian tata pemerintahan memiliki hubungan tidak yang searah, (2) berdasarkan hasil analisis hubungan pemberian kompensasi terhadap kinerja pegawai kantor Wali Kota Kupang bagian tata pemerintahan memiliki hubungan tidak searah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH PEMBERIAN KOMPENSASI, KOMPETENSI KARYAWAN DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT. BARELANG KARYA KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perusahaan disamping faktor lain seperti modal, sumber daya manusia harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektifitas dan efisien organisasi. karena tanpa sumber daya manusia, organisasi tidak berjalan lancar. tantangan dan peluang dalam menciptakan dan mengelola organisasi seringkali bersumber dari masalah-masalah yang terkait dengan manusia. oleh karena itu, mengelola sumber daya manusia merupakan aktivitas paling vital, sentral dan strategis. Dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian yang sangat penting. Suatu organisasi atau perusahaan mengingginkan karyawan untuk bekerja secara maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai tujuan perusahaan. Kepuasan kerja menurut Hasibuan (2017,p.202). adalah sikap emosional atau perasaan yang menyenangkan dan mencintai pekerjaan. sikap ini dicermikan oleh moral kerja, kedisiplinan dan prestasi kerja. kepuasan kerja di nikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan dan kombinasi dalam dan luar pekerjaan. Menurut Robbins (2008:170) kepuasan kerja merupakan sikap umum seorang individu terhadap pekerjaannya. jadi kepuasan kerja yang diperoleh oleh individu merupakan gambaran dari pekerjaan yang dilakukan. Memberikan kompensasi yang sesuai dengan jenis pekerjaan dan jabatan kerja karyawan, maka karyawan akan merasakan kepuasan dalam bekerja. Suatu perusahaan harus mengetahui faktor-faktor yang bisa menciptakan kepuasan kerja bagi karyawan dan bisa memberikan kompensasi secara tepat, sehingga bisa tercapai kepuasan kerja karyawan yang akan dapat meningkatkan kinerja Dengan kompetensi karyawan yang tinggi dimiliki dalam suatu perusahaan tentu hal ini akan menentukan kualitas SDM yang dimiliki dan pada akhirnya akan menentukan kualitas kompetitif perusahaan itu sendiri. dan Kompetensi dibutuhkan untuk melaksanakan peran tertentu untuk menghasilkan kinerja berupa prestasi kerja yang memuaskan. Namun dari berbagai penelitian ditemukan bukti bahwa perusahaan memiliki karyawan yang lebih puas cenderung dan lebih efektif dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki karyawan yang kurang puas. Komitmen organisasi seorang karyawan sangat berkaitan erat dengan kepuasan kerja yang di rasakan karyawan tersebut. Menurut Utami (2014:03) komitmen dan kepuasan kerja dapat diidentifikasi sebagai akumulasi dari hasil interaksi yang terjadi secara terus-menerus antara pribadi dengan pekerjaan dan lingkungan tempatnya bekerja dalam suatu kurun waktu tertentu. kepuasan sangat penting bagi perusahaan karena berperan untuk mengetahui bagaimana tanggapan positif karyawan terhadap pekerjaannya, sehingga dapat dijadikan pedoman untuk meningkatkan komitmen karyawan. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut,maka objek yang peneliti teliti adalah pada PT. Barelang Karya Kota Kupang dengan jumlah sampel yang layak untuk penelitian ini adalah sebanyak 36 responden. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu, data primer yang diperoleh secara langsung dengan melakukan survey lapangan yang menggunakan metode data original lewat pembagian kuesioner pada seluruh karyawan PT. Barelang Karya Kota Kupang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 36 karyawan pada PT. Barelang Karya Kota Kupang. Berdasarkan hasil penelitian analisis lanjutan dalam analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS dengan hasil nilai konstanta sebesar 9.485. Hasil Uji T menunjukkan bahwa thitung sebesar 4.223 ˃ttabel sebesar 1.696 maka, H0 ditolak dan Ha diterima yaitu Pemberian kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Barelang karya. Nilai thitung sebesar 4127 ˃ttabel1.696 maka, H0 ditolak dan Ha diterima yaitu Kompetensi karyawan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Barelang karya. Dan nilai thitung sebesar 4.618˃ttabel1.696 maka, H0 ditolak dan Ha diterima yaitu komitmen organisasional berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Barelang karya. Untuk hasil Uji F dapat di ketahui bahwa fhitung˃ ftabel yaitu 72.565˃2,90 maka, H0 ditolak dan Ha diterima. Maka secara simultan Pemberian kompensasi, kompetensi karyawan dan komitmen organisasional berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Barelang karya. Berdasarkan tabel hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) dapat diketahui bahwa nilai R Square adalah 0.872 atau 87,2%. Hal ini berarti bahwa besarnya kontribusi Pemberian kompensasi, kompetensi karyawan dan Komitmen organisasional terhadap kepuasan kerja karyawan adalah 86,0% sedangkan sebesar 1,6% di pengaruh oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPENSASI KARYAWAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA KOPERASI KREDIT SERVIAM CABANG OEBUFU KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KOMPENSASI KARYAWAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA KOPERASI KREDIT SERVIAM CABANG OEBUFU KOTA KUPANG Sumber daya manusia merupakan salah satu komponen yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Adanya sumber daya manusia dapat menunjang kepentingan suatu kelompok atau organisasi tertentu dalam usaha mencapai suatu tujuan. Sumber daya manusia secara umum biasanya digunakan dalam suatu perusahaan untuk mencapai tujuan dari perusahaan tersebut. Dalam mencapai tujuan tersebut , suatu organisasi dalam hal ini perusahaan harus mampu menciptakan karyawan yang memiliki kinerja kerja yang dapat digunakan sebagai penghantar dalam mencapai suatu tujuan. Oleh karena itu dalam suatu perusahaan atau organisasi tertentu pastinya memiliki suatu kompensasi dan juga disiplin kerja yang baik untuk mencapai sebuah tujuan. Kompensasi dan juga disiplin kerja yang ditentukan atau ditetapkan oleh tiap-tiap perusahaan maupun organisasi tertentu dapat menjadi penentu sumber daya manusia yang kemudian dapat dipertanggungjawabkan dengan baik atau malah sebaliknya. Permasalahan mengenai kompensasi merupakan hal yang cukup rumit sehingga setiap perusahaan seharusnya memiliki cara sendiri untuk menetapkan kompensasi yang sesuai.Kompensasi merupakan sesuatu yang diterima karyawan sebagai pengganti kontribusi jasa mereka pada perusahaan. pemberian kompensasi merupakan salah satu pelaksanaan fungsi MSDM yang berhubungan dengan semua jenis pemberian penghargaan individualsebagai pertukaran dalam melakukan tugas keorganisasian (Veitzal dan Sagala, 2009:741).Di dalam kompensasi terdapat sistem insentif yang menghubungkan kompensasi dengan kinerja. Dengan kompensasi kepada pekerja diberikan penghargaan berdasarkan kinerja dan bukan berdasarkan senioritas atau jumlah jam kerja. Werther dan Davis 1996: 408 dalam (Wibowo, 2012:348). Menurut Handoko (2001) dalam Sinambela (2016:334) Disiplin adalah kesediaan seseorang yang timbul dengan kesadaran sendiri untuk mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku dalam organisasi. Disiplin merupakan sikap hormat yang ada dalam diri karyawan, yang mem buat ia dapat menyesuaikan diri dengan sukarela patuh terhadap peraturan dan ketetapan perusahaan (Sutrisno, 2009:92). Menurut Ardana, Mujiati dan Utama (2012:134) disiplin kerja adalah suatu sikap menghormati, menghargai, patuh, dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku, baik yang tertulis maupun tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengelak untuk menerima sanksi-sanksinya. Menurut Sutrisno (2009:90) dalam menerapkan disiplin kerja perusahaan harus membuat peraturan yang bersifat jelas, mudah dipahami dan adil, yaitu berlaku bagi pimpinan yang tertinggi maupun bagi karyawan yang terendah. Kinerja karyawan sering diartikan sebagai pencapaian tugas seseorang dalam bekerja. Pencapaian tersebut harus sesuai dengan kriteria kerja yang telah ditetapkan dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Pencapaian setiap individu berbeda tergantung kepada kemampuan masing-masing individu Menurut Simanjuntak (2015) dalam Rivai (2015:406) kinerja adalah tingkat pencapaian hasil atas pelaksanaan tugas tertentu. Menurut Mangkunegara (2013:67) Kinerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadannya. Sedarmayanti (2010:176) menyatakan bahwa kinerja adalah hasil kerja seorang pekerja, sebuah proses manajemen atau suatu organisasi secara keseluruhan dimana hasil kerja tersebut harus dapat ditunjukan buktinya secara konkrit dan dapat diukur atau dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan. Berdasarkan Penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas Pengaruh Kompensasi Karyawan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Koperasi Kredit Serviam Cabang Oebufu Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh Karyawan koperasi Kredit Serviam Cabang Oebufu Kota Kupang berjumlah 23 orang dan sampel pada penelitian ini berjumlah 23 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengaruh Kompensasi Karyawan Disiplin Kerja terhadap kinerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Simultan) dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial Kompensasi Karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Koperasi Kredit Serviam Cabang Oebufu Kota Kupang dan Disiplin Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Koperasi Kredit Serviam Cabang Oebufu Kota Kupang. Sedangkan secara simultan Kompensasi Karyawan dan Disiplin Kerja berpengaruh positif dan signifikan secara Bersama-sama terhadap kinerja karyawan pada Koperasi Kredit Serviam Cabang Oebufu Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari Hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 34, 121 sedangkan koefisien regresi b1 = 0,093 dan b2 = 0,386. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh kompensasi Karyawan (X1) dan Disiplin Kerja (X2) terhadap kinerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 34,121+ 3,050 (X1) + 3,210 (X2) selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel Kompensasi Karyawan (X1) terhadap variabel kinerja karyawan (Y). diketahui bahwa untuk variabel Kompensasi Karyawan (X1) di temukan t hitung = 3,525 lebih besar dari t tabel = 2, 06866 dan tingkat signifikan = 0,002. Oleh karna itu nilai Sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel Kompensasi Karyawan (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan secara parsial terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Berikut hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Disiplin Kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). diketahui bahwa variabel Disiplin Kerja (X2) ditemukan t hitung = 3,525 lebih besar dari t tabel = 2, 06866 dan tingkat sig. = 0,003. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel disiplin kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung = 2,698 lebih besar dari F tabel = 3,49 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima Kompensasi Karyawan (X1) dan variabel disiplin kerja (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koefisien determinasi (R2) adalah 0,527atau 52,7%. Hal ini berarti besar pengaruhnya kompensasi Karyawan dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan adalah 52,7%. Sedangkan pengaruh sebesar 47,3%disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Kompensasi Karyawan, Disiplin Kerja, Kinerja Karyawan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PT. TIMOR OTSUKI MUTIARA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi dengan judul “Analisis Pengaruh Kompensasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan PT. Timor Otsuki Mutiara Kupang” ditulis oleh Wiwi Krisdayanti Taek, NIM 18410293, Pembimbing I Elya E.Sjioen,SE.MM dan Pembimbing II Zet Ena,SE.MM. Penelitian ini dilatar belakangi oleh berhasil tidaknya kemampuan suatu perusahaan dalam mengelolah sumber daya manusia untuk peningkatan prestasi kerja karyawan. Hal tersebut diantaranya adalah pemberian kompensasi dan pengawasan kedisiplinan karyawan oleh perusahaan. Prestasi kerja ini mencerminkan beberapa dimensi seperti halnya, kecakapan, kesungguhan, efektivitas, dan tingkat efisiensi dalam melaksanakan pekerjaan. Motivasi, kepuasan, dan disiplin kerja pegawai (Luviansi dkk., 2012). Rumusan masalah atau persoalan dalam penelitian ini yaitu (1) Apakah kompensasi berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan PT. Timor Otsuki Mutiara Kupang ?, (2) Apakah disiplin kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan PT. Timor Otsuki Mutiara Kupang ?. Dari persoalan penelitian tersebut diatas maka penelitian ini bertujuan , (1) Untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap prestasi kerja karyawan PT. Timor Otsuki Mutiara Kupang. (2) Untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap prestasi kerja karyawan PT. Timor Otsuki Mutiara Kupang. Jumlah populasi adalah kesuluruhan karyawan di PT. Timor Otsuki Mutiara Kupang yang berjumlah 322 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin yaitu n = N/1+ N(e)2 , sehingga dari jumlah populasi sebanyak 322 orang diperoleh sampel sebagai responden sebanyak 76 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini di lakukan menggunakan kuesioner yang bersumber dari hasil pengumpulan kuesioner tentang pernyataan dan pertanyaan yang isi oleh responden. Analisi data Dilakukan dengan dua tahapan yaitu analisi pendahuluan dan analisi lanjutan. Analisis pendahuluan dilakukan dengan menggunakan analisi deskripsi kuantitatif yaitu kriteria tiga kotak three-box method yang dikemukakan oleh Ferdinand (2014:231-232). Sementara itu analisi lanjutan dilakukan dengan Analisi Regresi Linear Berganda, Uji Signifikansi Parsial (Uji t), Uji Siknifikansi Simultan (Uji f) dan Koefisien Determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk variabel XI diperoleh koefisien regresi (b1) sebesar 0,428 artinya jika Kompensasi (X1) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka Prestasi kerja karyawan akan meningkat sebesar 0,428. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif dan signifikan antara Kompensasi (X1) dengan Prestasi karyawan (Y). Untuk variabel Disiplin Kerja (X2) Koefisien regresi (b2) sebesar 0,522 artinya jika Disiplin Kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka prestasi kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,522. Koefisien bernilai positif dan signifikan artinya terjadi pengaruh antara disiplin kerja (X2) terhadap prestasi kerja karyawan (Y).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH IKLIM ORGANISASI, DAN KOMPENSASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI PADA KANTOR KOPERASI KREDIT (KOPDIT) PINTU AIR CABANG BETUN KABUPATEN MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Komunikasi yang terjadi tersebut disebut dengan komunikasi organisasi untuk menghasilkan suatu pemahaman, kesatuan pengalaman, dan satu pengertian dalam mencapai tujuan. Kesatuan pengalaman tersebut membentuk suatu iklim komunikasi yang merupakan persepsi-persepsi mengenai pesan dan peristiwa yang terjadi dengan pesan yang terjadi dalam organisasi. Orang-orang yang menjadi anggota suatu organisasi hidup dalam lingkup organisasi dan berinteraksi membentuk sistem sosial yang dalam perkembangannya tidak lepas dari pengaruh lingkungan baik lingkungan eksternalnya maupun lingkungan internalnya. Artinya selain harus hidup dengan perubahan lingkungan yang terkadang susah diprediksi, anggota organisasi juga harus menghadapi perubahan yang ada dalam lingkungan organisasi tersebut. Organisasi selamanya unik seperti halnya sidik jari dan lapisan salju, masing-masing organisasi memiliki budaya, tradisi, dan metode tindakannya sendiri yang secara keseluruhan menciptakan iklimnya (Davis, 2001) Kepuasan kerja merupakan sebuah keadaan emosi positf yang di hasilkan dari evaluasi pengalaman kerja seseorang (Mathias,2011:158), Suparyadi, (2015:473), kepuasan kerja merupakan hasil evaluasi dari membandingkan atau analisis oleh pikiran,dan merasakan antara harapan dengan kenyataan atau hasil dari upaya-upaya yang di lakukan oleh seseorang.Robbins,(2013:74) menyatakan bahwa kepuasan keja perasaan positif tentang pekerjaan,yang di hasilkan dari evaluasi kerateristiknya,seseorang dengan tingkat tingi kepuasan kerja memengang perasaan positif tentang pekerjaannya,sementara orang dengan tingkat rendah memengang perasaan negatif. Kepuasan kerja adalah perasaan dan penilaian seseorang atas pekerjaannya, khususnya mengenai kondisi kerja menyangkut harapan, kebutuhan dan keinginan. Kepuasan kerja merupakan tingkat kesenangan yang dirasakan seseorang atas peranan atau pekerjaannya dalam organisasi yang bisa memicu kenyamanan kerja dan sebaliknya, pelatihan sebagai modal keahlian untuk melkukan sebuah pekerjaan dan kompensasi sebagai faktor pemenuhan kepuasan pekerja atas usaha yang telah dikontribusikan untuk organisasi. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas Analisis Pengaruh Iklim Organisasi, Dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada Kantor Koperasi Kredit (Kopdit) Pintu Air Cabang Betun Kabupaten Malaka. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metode kuantitaf, dengan teknik pengambilan sampel peneliti mengunakan teknik pengambilan data kuisioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 31 orang dan jumlah Populasi sebanyak 31 orang karyawan pegawai. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Kuesioner yang merupakan sejumlah pertanyaaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui.Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : kuat-lemah, baik-buruk,tidak setuju-setuju. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket tertutup di buat dengan menggunakan skala 1-5 untuk mendapakan data yang bersifat ordinal dan di beri skor atau nilai sebagai berikut : untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 sangat setuju. Untuk memudahkan pemecahan masalah, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuesioner yang secara mendalam menggunakan analisis regressien SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan variabel Iklim organisasi (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada kantor koperasi kredit (Kopdit) pintu air cabang betun kabupaten malaka, hal ini terlihat dari signifikansi iklim organisasi (X1) 0,278> 0,05 dan nilai t hitung 1,223> 2,05183 t tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada berpengaruh antara variabel iklim organisasi (X1) terhadap kepuasan kerja (Y) pada pada kantor koperasi kredit (Kopdit) pintu air cabang betun kabupaten malaka Hasil uji regresi secara parsial signifikansi pada variabel Diketahui nilai signifikansi variabel kompensasi (X2) pada kantor koperasi kredit (Kopdit) pintu air cabang betun kabupaten malaka, hal ini terlihat dari nilai signifikan variabel kompensasi (X2) 0,670 > 0,05 dan thitung 2,287 < 2,05183 t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti berpengaruh signifikan terhadap variabel k0mpensasi (X2) terhadap kepuasan kerja (Y) pada kantor koperasi kredit (Kopdit) pintu air cabang betun kabupaten malaka. Melalui penelitian ini Penulis menyarankan untuk peneliti selanjutnya lebih memperluas populasi, melengkapi dengan teknik pengumpulan data yang lain atau menyertakan variabel dari faktor -faktor lain yang mempengaruhi Produktivitas Karyawan, seperti Motivasi kerja, Kualitas, Kuantitas, pelaksanaan tanggung jawab, dan kondisi fisik pekerjaan. Peneliti selanjutnya dapat menganalisis faktor lain yang memberikan kontribusi terhadap Produktivitas karyawan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPENSASI, MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Menghasilkan karyawan yang produktif dan berkompeten bukanlah satu-satunya hal yang diharapkan perusahaan, tetapi juga terdapat hal yang tidak kalah pentingnya yakni bagaimana produktivitas karyawan dapat meningkat. Sumber daya manusia (SDM) yang produktif akan dapat merancang dan mengaplikasikan semua rancangan yang menjadi sasaran atau target dari suatu organisasi. SDM dikatakan produktif, apabila mempunyai produktivitas kerja yang tinggi serta dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya secara tepat waktu.(Ananta,2018). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kompensasi, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik skor dari jawaban responden masing-masing variabel, untuk menggambarkan persepsi responden atas variabel-variabel yang digunakan secara kualitatif. Pada analisis pendahuluan akan dideskripsikan indikator empirik dari konsep-konsep penelitian berdasarkan data yang diproleh melalui kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah tabel frekuensi. Kemudian dilanjutkan dengan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variable independen dan variabel dependen yaitu kompensasi (X1), motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap produktivitas kerja pegawai (Y). Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data yang bersifat kualitatif yang diubah menjadi kuantitatif dengan menggunakan skala interval. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji regresi variabel a) variable kompensasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. b). variabel motivasi kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktifitas kerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. c). Variabel disiplin kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktifitas kerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. Kata Kunci : Kompensasi, motivasi kerja, disiplin kerja, produktifitas kerja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Kompensasi, Kepuasan Kerja Dan Komitmen Organisasional Terhadap Turnover Intention Pada Kantor Koperasi Telekomunikasi Seluler Kisel Kupang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara Kompensasi Karyawan terhadap Turnover intention, kepuasan kerja karyawan terhadap turnover dan juga mengetahui pengaruh komitmen organisasional karyawan terhadap turnover intention. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, sampel yang berdasarkan pada karyawan koperasi telekomunikasi seluler kisel kupang di peroleh sampel 50 orang. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui pengaruh kompensasi (X1), Kepuasan Kerja (X2), dan Komitmen Organisasional (X3) terhadap Turnover intention (Y) (Uji f) dan Uji Koefisien determinasi (R2)) dari hasil penelitian yang dilakukan kompensasi (X1), kepuasan kerja (X2) dan komitmen organisasional (X3) secara multak berpengaruh positif terhadap turnover intention (Y) pada koperasi telekomunikasi seluler kisel hal ini membuktikan bahwa hasil dari pengujian ini dapat di analisis regresi linear berganda dan nilai konstanta sebesar 19,200 Sedangkan nilai koefisien b1 0,763, b2 0,637, b3 0,525 dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan kompensasi (X1), kepuasan kerja (X2) dan komitmen organisasional (X3) terhadap turnover intention (Y) adalah sebagai berikut Y = -19,200+0,763+0,637+0,525+e. dengan demikian persamaan regresi linear berganda ini dapat diartikan sebagai berikut : nilai konstanta 19,200 artinya jika nilai kompensasi (X1) kepuasan kerja (X2) dan Komitmen organisasional (X3) sama dengan nol maka turnover intention menurun sebesar -19,200 poin.koefisien regresi b1 sebesar 0,763 artinya jika kompensasi mengalami kenaikan sebesarb 1 poin maka Turnover intention akan meningkat sebesar 0,752 dengan asumsi variabel lain konstannya koefisien regresi b2 sebesar 0,637 artinya jika kepuasan kerja mengalami kenaikanj sebesar 1 poin maka turnover intention akan meningkat sebesar 0,637 Koefisien regresi b3 sebesar 0,525 artinya jika komitmen organisasi meningkat sebesar 1 poin maka turnover intention akan meningkat sebesar 0,525.Toleransi yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah 5%=(a=0,05) sebagai batasan .keiteria t tabel =t(a/2:n-k-1=t(0,05 / 50-4-1=50=1,67591.kriteria pengujian hipotesis dalam uji koefisien secara parsial atau terpisa adalah sebagai berikut:jika Thitung>Ttabel :maka Ha diterima dan H0 ditolak jika Thitug Ttabel maka Ha ditolak dan Ho diterima. Pengujian hipotesis pertama pengaruh kompensasi X1 Terhadap Turnover Intention Y berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai signifikan 0,000 0,05 dan Thitung 4,606 >1,67591 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak artinya ada pengaruh yang singnifikan antara variabel kompensasi X1 terhadap turnover intention Y .pengujian hipotesisi kedua pengaruh kepuasan kerja X2 terhadap turnover intention Y berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai signifikan 0,006 0,05 dan Thitung 2,534>Ttabel 1,67591 sehinga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara variabel kepuasan kerja terhadap turnover intention. Pengujian hipotesis ketiga pengaruh komitmen organisasi X3 terhadap turnover intention Y bedasarkan tabel diatas bahwa nilai signifikan 0,0040,05 dan Thitung 3.015 >Ttabel 1,67591 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara variabel komitmen organisasi X3 terhadap turnover intention Y. Dapat dilihat dari adjusterd R aquare yang diperoleh sebesar 0,473.Hal ini menunjukan bahwa 47,3 % dapat dijelaskan oleh kompensasi X1 kepuasan kerja X2 dan Komitmen organisasi X3 dan sisanya 52,7 dipengaruhi oleh faktor yang tidak dimasukan dalam penelitian ini

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH REPUTASI PERUSAHAAN DAN KOMPENSASI JAMINAN SOSIAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT SINAR BANGUNAN MANDIRI KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perusahaan disamping faktor lain seperti modal, sumber daya manusia harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi organisasi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian yang sangat penting. Suatu lembaga atau perusahaan mengingginkan karyawan untuk dapat bekerja secara maksima sesuai dengan kemampuan yang dimiliki untuk dapat mencapai suatu program kegiatan dan kebijakan dalam mewujudkan visi misi dan nilai yang diiliki perusahaan yang telah ditetapkan melalui perencanaan strategis suatu perushaan. Menurut Mangkunegara ( 20018: 67) kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawabnya yang diberikan. Reputasi perusahaan merupakan salah satu unsur terpenting dalam dunia bisnis. Sebab baik buruk dalam reputasi perusahaan merupakan indicator penting dari keberhasilan perusahaan tersebut. Reputasi perusahaan memang suatu yang kompleks, namun jika dikelola dengan baik dan sangat berharga. Menurut Rosidah ( 2018 ) mengatakan bahwa reputasi perusahaan adalah persepsi konsumen mengenai kemampuan perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik, atau penilaian tentang keadaan masa lalu dan porspek masa yang akan datang mengenai kualitas perusahaan atau produk. kompensasi merupakan salah satu fungsi yang penting dalam manajemen sumber daya manusia (MSDM). Karena kompensasi merupakan salah satu aspek yang paling sensitif di dalam hubungan kerja. Besar kecilnya kompensasi dapat memengaruhi kinerja, motivasi kerja dan kepuasan kerja. Pada penelitian, objek yang peneliti teliti adalah pada PT Sinar Bangunan Mandiri Kota Kupang dengan jumlah sampel yang layak untuk penelitian ini adalah sebanyak 44 responden. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat parsiar pengangaruh kinerja karyawan. Hal ini dibuktikan dengan perolehan uji t diketahui variabel Reputasi Perusahaan (X1) memiliki nilai t hitung 0,872<2,82 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak artinya bahwa ada antara variabel Reputasi Perusahaan (X1) terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y). Diketahui variabel Kompensasi Jaminan Sosial (X2) memiliki hitung t 4.322> tabel 2,82 sehingga disimpulkan bahwa Ho di tolak dan Ha diterima artinya bahwa ada antara variabel Pompensasi Jaminan Sosial (X2) terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y). Selain itu hasil regresi juga menghasilkan persamaan Y=1.482+0.188XI+. 858X2+ e yang artinya terdapat hubungan positif variabel reputasi perusahaan dan kompensasi jaminan social terhadap kinerja karyawan. Hasil uji koefisien determinasi menghasilkan nilai R square sebesar sebesar 0.188. Artinya bahwa sebesar 98.2% variabel kinerja karyawan (Y) dapat dijelaskan oleh variabel teputasi perusahaan (X1), dan variabel kompensasi jaminan social (X2) sedangkan selisinya 1,8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI, KEADILAN KOMPENSASI DAN PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA KSP KOPDIT SWASTI SARI KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektivitas sistem informasi akuntansi, keadilan kompensasi dan pengendalian internal terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data yang diperoleh kuesioner. Populasi yang digunakan adalah pegawai koperasi swasti sari kupang. Teknik pengambil sampel pada penelitian ini menggunakan jenuh sampling. Dengan menggunakan populasi seluruh karyawan dan teknik pengambilan sampel sebanyak 50 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif,uji kualitas data,uji asumsi klasik,analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis dengan bantuan SPSS 25. Berdasarkan pengolahan data yang sudah dilakukan, maka bahasan hasil analisis peneltian diperoleh sebagai berikut: (1), berdasarkan hasil dari uji t variabel efektivitas sistem informasi akuntansi diperoleh hasil dengan nilai t hitung 2,286 0,05 yang artinya H0 ditolak. maka efektivitas sistem informasi akuntansi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (2) berdasarkan uji t variabel keadilan kompensasi diperoleh hasil t hitung 0,319 2,013 dengan nilai signifikan 0,751 >0,05 yang artinya H0 ditolak maka keadilan kompensasi tidak positif berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, pengendalian internal berdasarkan hasil uji t hitung 1,277 nila t tabel 2,013 dengan nilai signifikan 0,208 >0,05 maka hipotesis ditolak tidak berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Kata kunci : Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi, Keadilan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Ksp Kopdit Swasti Sari Kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KEPEMIMPINAN, KOMPENSASI KARYAWAN, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN LPP TVRI STASIUN NUSA TENGGARA TIMUR

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam usaha untuk mencapai tujuan organisasi, organisasi memerlukan sumber daya untuk dapat mencapainya. Sumber daya tersebut adalah sumber daya alam, sumber daya finansial, sumber daya ilmu teknologi, dan sumber daya manusia. Sumber daya manusia merupakan asset organisasi yang paling penting, dan membuat sumber daya lain dapat berkerja. Sumber daya lainnya tidak akan bekerja dan kurang bermanfaat dalam mencapai tujuan organisasi tanpa sumber daya manusia. Sumber daya manusia dalam perusahaan terdiri dari pemimpin dan karyawan. Keduanya mempunyai peran dan fungsinya masing-masing. Setiap sumber daya manusia di dalam perusahaan berhubungan baik agar tercipta harmonisasi sumber daya manusia untuk dapat mencapai tujuan perusahaan dengan efektif dan dapat menciptakan keunggulan bersaing. Semakin tinggi kualitas/potensi sumber daya manusia, semakin tinggi pula kinerja sumber daya manusia tersebut. Begitupun sebaliknya, semakin rendah kualitas/potensi sumber daya manusia, maka semakin rendah pula kinerja yang dimiliki sumber daya manusia tersebut. Dapat dikatakan bahwa sumber daya manusia merupakan asset utama dalam suatu organisasi, karena tanpaadanya sumber daya manusia yang handal yang dapat bekerja secara efektif dan efisien, maka sebaik apapun sumber daya lain yang dimiliki suatu organisasi, maka tujuan organisasi tidak akan dapat tercapai dengan maksimal. Tujuan dari Penelitian ini untuk menjawab dua persolan yaitu Untuk menganalisis Pengaruh Kepemimpinan, Kompensasi Karyawan, Dan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Lpp Tvri Stasiun Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan menggunakan Sampel Kepemimpinan, Kompensasi Karyawan, Dan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Lpp Tvri Stasiun Nusa Tenggara Timur. Sedangkan dalam pembahasannya menggunakan alat analisis Regresi Linier Berganda. Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.20 diatas dengan menggunakan aplikasi SPSS dapat diperoleh persamaan regeresi linear berganda sebagai berikut : Y = 30.087 + 0.902 X1 + 1.332 X2 + 1.339 X3. Berdasarkan tabel 4.9 hasil uji t statistik diatas dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Kepemimpinan ( X1 ) Berdasarkan tabel hasil uji regresi t diatas, maka diperoleh hasil t hitung sebesar 2,691 t tabel = 2.048 sehingga t hitung > t tabel ( 2,691 > 2.048), diperkuat dengan nilai sign sebesar 0,006 sehingga sign 0,006 < 0,05 maka Ha diterima dan dapat disimpulkan bahwa Kepemimpinan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Prestasi kerja. 2. Kompensasi ( X2 ) Berdasarkan tabel hasil uji regresi t diatas, maka diperoleh hasil t hitung sebesar 3.419, t tabel = 2.048 sehingga t hitung > t tabel (3.419 > 2.048), diperkuat dengan nilai sign sebesar 0,042 sehingga sign 0,042 < 0,05 maka Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa Kompensasi secara parsial berpengaruh terhadap Prestasi Kerja. 3. Motivasi Kerja ( X3 ) Berdasarkan tabel hasil uji regresi t diatas, maka diperoleh hasil t hitung sebesar 2.655, t tabel = 2.048 sehingga t hitung > t tabel (2.655 > 2.048), diperkuat dengan nilai sign sebesar 0,042 sehingga sign 0,006 < 0,05 maka Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa Kompensasi secara parsial berpengaruh terhadap prestasi kerja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH DISIPLIN KERJA,BEBAN KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN RSUD JOHANES KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada RSUD W.Z Johanes Kupang. untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap kinerja pegawai pada RSUD W. Z Johanes Kupang dan untuk mengetahui pengaruh kompenisasi terhadap kinerja karyawan RSUD W.Z Johanes Kupang. latar belakang dari penelitian ini adalah Keberadaan sumber daya manusia di dalam suatu organisasi memegang peranan sangat penting. Tenaga kerja memiliki potensi yang besar untuk menjalankan aktivitas organisasi. Potensi setiap sumber daya manusia yang ada dalam sebuah organisasi harus dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga mampu memberikan output optimal. Jika mereka telah melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik dan benar, maka hal tersebut akan berpengaruh terhadap kinerja dari organisasi tersebut. Kinerja yang lebih tinggi mengandung arti terjadinya peningkatan efisiensi, efektivitas, atau kualitas yang lebih tinggi dari penyelesaian serangkaian tugas yang dibebankan kepada seorang pegawai dalam suatu organisasi. Rumah sakit umum daerah W.Z Johanes Kupang mengalami beberapa masalah baik di internal maupun eksternal. Masalah internal rumah sakit salah satunya adalah kurang disiplinnya pegawai, kurangnya fasilitas yang menunjang kinerja pegawai serta ruang yang kurang memadai. Rumah sakit umum daerah Prof. DR. W. Z. Johannes Kupang yang bergerak dibidang pelayanan publik, kedisiplinan dalam bekerja sangat diutamakan demi meningkatkan produktivitas kerja individu ataupun rumah sakit itu sendiri. Namun masih banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran kedisiplinan yang menurunkan produktivitas kerja pegawai, diantaranya ialah banyak pegawai yang terlambat masuk kantor dan pulang kerja sebelum jam kerja berakhir, meninggalkan jam kerja tanpa izin untuk kepentingan pribadi, menggunakan fasilitas/alat-alat kantor tidak sesuai kegunaannya (kepentingan pribadi). Banyak upaya yang dilakukan rumah sakit untuk meningkatkan disiplin kerja pegawainya, namun masih banyak kendala yang dihadapi rumah sakit dalam rangka meningkatkan disiplin kerja pegawai, itu dikarenakan kurangnya pengawasan oleh atasan, serta kurangnya rasa tanggung jawab pegawai atas pekerjaan, hal itu juga di pengaruhi kurang ketersediannya fasilitas yang ada dan kurang maksimalnya penggunaan ketersediaannya fasilitas yang menunjang perkerjaan. Sehingga hal itu berpengaruh terhadap produktivitas pegawai dan berdampak langsung terhadap rumah sakit umum Johanes kupang Adapun hasil penelitianya sebagai berikut Berdasarkan tabel hasil Thitung diatas diperoleh nilai Thitung untuk variabel disiplin kerja sebesar 1.605 dengan nilai signifikansi sebesar 0,117. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya variabel disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di RSUD W. Z Johanes Kupang. Artinya variabel disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di RSUD W. Z Johanes Kupang. Dalam hal ini disiplin kerja memiliki peran penting untuk kesuksesan pekerjaan pegawai. Dimana setiap pegawai memiliki kedisiplinan yang cukup baik dalam melaksanakan pekerjaanya. Berdasarkan tabel hasil Thitung diatas diperoleh nilai Thitung untuk variabel beban kerja sebesar 0.214 dengan nilai signifikansi sebesar 0,832. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya variabel beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di RSUD W. Z Johanes Kupang. Dalam hal ini beban kerja rata-rata yang diterima oleh pegawai sudah tinggi, sehingga untuk beban kerja lainnya yang didapat bisa berpengaruh terhadap kinerja pegawai, Berdasarkan tabel hasil Thitung diatas diperoleh nilai Thitung untuk variabel kompensasi sebesar 2.126 dengan nilai signifikansi sebesar 0,041. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya variabel kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di RSUD W. Z Johanes Kupang. Variabel kompensasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan RSUD W.Z. Johanes. Hal dikarenakan kompensasi yang selama ini diterima oleh pegawai sudah tergolong sesuai dengan harapan pegawai, sehingga kinerja yang dihasilkan oleh pegawai RSUD W. Z Johanes Kupang sudah cukup baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEADILAN PROSEDURAL DAN KOMPENSASI FINANSIAL TERHADAP KINERJA PEGAWAIPADA KANTOR DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN UPT KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH KABUPATEN KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI PENGARUH KEADILAN PROSEDURAL DAN KOMPENSASI FINANSIAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINASLINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN UPT KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH KABUPATEN KUPANG Keadilan Prosedural danKompensasi Finansialmerupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan dengan baik oleh setiap penyelenggara suatu lembaga, perusahaan atau organisasi yang mempekerjakan pegawai dengan tuntutan mampu menghasilkan Kinerja yang tentunya harus membawa perubahan lebih baik bagilembaga, perusahaan atau organisasi tersebut. Keadilan Prosedural dan Kompensasi merupakan hal penting yang mendorong pegawai untuk menghasilkan Kinerja yang baik. Penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemukan dilokasi penelitian yaitu “apakah Keadilan Prosedural dan Kompensasi Finansialberpengaruh terhadap Kinerja Pegawai.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Keadilan Prosedural dan Kompensasi FinansialTerhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor UPT Kesatuaan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah Keadilan Prosedural dan Kompensasi Finansialberpengaruh terhadap Kinerja Pegawai.Menurut Rakhmawati Hijiyanti (2013:87) Keadilan Prosedural adalah keadilan organisasi yang berhubungan dengan prosedur pengambilan keputusan oleh organisasi yang ditunjukkan kepada pegawai, perlakuan adil secara prosedur telah didemonstrasikan dapat meningkatkan kinerja dan kepuasan kerja.Menurut Bangun (2012:254), Kompensasi merupakan salah satu faktor penting dan menjadi perhatian pada banyak organisasi dalam mempertahankan dan menarik sumberdaya manusia yang berkualitas. Menurut Fajar dan Heru (2010:154).Menurut Mangkunegara (2000:67) mengungkapkan kinerja adalah tingkat prestasi kerja atau hasil kerja (output) baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai pegawai persatuan periode waktu dalam melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 30 pegawai. Sampel dalam penelitian ini juga adalah sebanyak 30 pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis mengunakan Analisis Regresi Linear Berganda mengunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui bahwa Keadilan Prosedural dan Kompensasi Finansial Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor UPT Kesatuhan Pengelolan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang berada dalam kategori rendah. Dalam analisis lanjutan yang mengunakan teknik Analisis Regresi Linear Berganda diketahui bahwa Kompensasi Finansialberpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,344 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,064 yang berarti semakin tinggi Keadilan Prosedural, semakin tinggi pula kinerja pegawai. Kompensasi jugaberpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,676 yang berarti semakin baik Kompensasisemakin tinggi pula kinerja pegawai. Kata Kunci :Keadilan Prosedural, Kompensasi Finansialdan Kinerja Pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Kompensasi Terhadap Semangat Kerja Karyawan Di PT. Sapta Sari Tama Kota Kupang

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai kesuksesan tergantung pada kualitas sumber daya manusia yang merupakan faktor utama atau yang dominan bagi perusahaan. Perusahaan harus mampu membangun dan meningkatkan semangat didalam lingkungan perusahaan. Keberadaan sumber daya manusia dalam perusahaan sangat penting karena akan menunjang keberhasilan perusahaan. Perusahaan memiliki visi dan misi yang harus dicapai,salah satunya untuk memperoleh profit (profit oriented). Agar bisa mencapai tujuan dalam perusahaan,dan menciptakan semangat kerja sehingga mampu meningkatkan kinerja karyawan dalam mencapai tujuan perusahaan. Menurut Robbins (2008;170) kepuasan kerja merupakan sikap umum seseorang individu terhadap pekerjaannya. Jadi kepuasan kerja yang diperoleh oleh individu merupakan gambaran pekerjaan yang dilakukan. Kompensasi merupakan hasil penjual tenaga sumberdaya manusia (SDM) terhadap organisasi. Namun dalam hal ini terkadang pula bahwa para karyawan telah memberikan segala kemampuan kerjanya pada organisasi, maka organisasi sewajarnya menghargai jeripaya karyawan itu dengan cara memberi balas jasah atau kompensasi yang setimpal kepada mereka ,Saydam(2000:232). Melihat salah satu fungsi kompensasi adalah untuk memotivasi karyawan maka perusahaan sebagai pihak yang memberikan kompensasi mengenai hal ini.Setiap karyawan yang memberikan kemampuaan terbaiknya tentunya harus dibalas dengan hal yang sepandan. Dalam meningkatkan semangat kerja karyawan perusahaan harus melakukan beberapa cara misalnya melalui tindakan disipliner,memberikan motivasi, pemberian kompensasi yang layak dan lain-lain. Dengan adanya disiplin dari karyawan yang baik maka semangat kerja karyawan juga akan terlakasana dengan baik, guna untuk meningkatkan produktivitas serta pencapaian tujuan dari perusahaan atau organisasi. Sehingga suatu pekerjaan akan mengalami kelancaran dalam penyelesaian tugas oleh karyawan. Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2003.94) bahwa semangat kerja adalah keinginan dan kesungguhan seseorang mengerjakan pekerjaannya dengan baik serta berdisiplin untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kepuasan Kerja dan Kompensasi terhadap Semangat Kerja Karyawan pada PT. Sapta Sari Tama Kota Kupang. Jenis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 20 karyawan. Teknik pengambilan data berupa menyebarkan kuisioner kepada seluruh karyawan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 karyawan PT. Sapta Sari Tama Kupang. Nilai thitung1.584> ttable 1,739 maka H0 di Tolak dan Ha di terima yaitu variabel kepuasan kerja (X1) yaitu berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja karyawan (Y). Nilai thitung 6.224 > ttabel 1.739 maka H0 di tolak dan Ha di terima yaitu variabel kompensasi (X2) berpengaruh positif dan sugnifikan terhadap semangat kerja karyawan. nilai F hitung sebesar 28.936 dengan nilai F tabel adalah 3,20 sehingga nilai F hitung >F tabel atau 28,936 > 3,20 dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa variabel pengaruh kepuasan kerja (X1) dan kompensasi (X2) secarah bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja karyawan karyawan pada PT Sapta Sari Tama Kota Kupang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kepuasan kerja dan Kompensasi kerja secara simultan dapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat kerja karyawan pada PT. Sapta Sari Tama Kota Kupang. Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi, dapat dilihat Nilai Adjusted R Square sebesar 0,746. Angka tersebut menunjukan bahwa sebesar 74,6%. Semangat kerja (Variabel terikat) dapat dijelaskan oleh variabel faktor kepuasan dan kompensasi kerja. Sisanya 25,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Kompensasi, Pelatihan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Victory News

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan organisasi dapat tercapai apabila para pegawai mengerjakan pekerjaan sebagai tanggung jawabnya dengan dengan baik sesuai dengan peraturan yang berlaku didalam organisasi atau dalam suatu perusahaan. Pada dasarnya sumber daya manusia mempunyai peranan yang penting dalam setiap aspek kehidupan suatu organisasi termasuk didalamnya adalah organisasi perusahaan lebih khususnya perusahaan media cetak Victory News oleh karena itu perlu memahami karakteristik para pegawai yang akan berperan dalam pencapaian tujuan organisasi. Menurut Rivai (2009:405) kinerja perusahaan merupakan tingkat pencapaian hasil dalam rangka mewujudkan tujuan perusahaan dan dengan demikian kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. Untuk mendorongPada saat yang sama karyawan pun memerlukan umpan balik atas kinerja mereka sendiri yang disebut penilaian kinerja. Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang ataupun barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan karyawan terhadap perusahaan (Hasibuan, 2002:118).Salah satu cara manajemen untuk meningkatkan prestasi kerja, memotivasi dan meningkatkan kepuasan kerja para karyawan adalah melalui kompensasi (Mathis dan Jackson, 2000:113). Secara sederhana kompensasi merupakan sesuatu yang diterima karyawan untuk balas jasa kerja mereka. Pelatihan adalah suatu proses pendidikan jangka pendek yang mempergunakan prosedur sistimatika dan terorganisir dimana karyawan non manajerial mempelajari pengetahun dan ketrampilan teknis dalam tujuan teerbatas (Mangkunegara, 2000:44). Lingkungan kerja dalm suatu perusahaan juga akan mendukung tingkat kinerja karyawan. Jika dalam lingkungan sekitar tempat kerja memberikan kesan yang tidak nyaman, karyawan akan merasa malas dalam bekerja. Hal ini sama seperti apa yang dikatakan oleh Nitisemito dalam Nuraini (2013:97) lingkungan kerja adalah segala sesuatu yangada disekitar karyawan dan dapat mempengaruhi dalam menjalankan tugas yang diemban kepadanya. Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah: Pengaruh Kompensasi, Pelatiahan dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Victory News Kupang. Ada pun yang menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah : Apakah kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Victory News Kupang? Apakah pelatihan berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Victory News Kupang? Apakah lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Victory News Kupang? Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kompensasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini tidak mendukung hipotesis pertama yaitu kompensasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal tersebut berdasarkan uji t sebesar 0.353 menunjukkan nilai signifikan sebesar 0.725 > 0.05 yang artinya lebih besar dari 0.05. Sehingga dapat membuktikan bahwa kompensasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa pelatihan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Victory News Kupang. Hal ini berdasarkan nilai uji t sebesar 2.321 menunjukkan nilai signifikan 0.024 < 0.05 yang berarti lebih kecil dari 0.05. sehingga membuktikan bahwa pelatihan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini memperkuat dan sejalan dengan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Berhard dan Sendow (2018) yang menyimpulkan bahwa baik secara parsial atau simultan pelatihan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian pengaruh limgkungan kerja terhadap kinerja karyawan mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Victory News Kupang. Hal ini berdasarkan nilai uji t sebesar 4.729 menunjukkan nilai signifikan 0.00 < 0.05 yang berarti lebih kecil dari 0.05. sehingga membuktikan bahwa lingkungan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan Implikasi terapan dalam penelitian ini adalah : 1. Hasil penelitian membuktikan bahwa kompensasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, oleh sebab itu disarankan kepada pihak manajemen PT. Victory News agar dapat memperhatikan Upah dan gaji perlu tingkatkan, insentif perlu diperbaiki, tunjangan karyawan perlu disesuaikan dengan kondisi pekerjaan demikian juga dengan fasilitas yang digunakan oleh karyawan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. 2. Pihak manajemen juga perlu memperhatikan tentang pemberian pelatihan kepada karyawan agar dapat meningkatkan dan menambah ketrampilan dan wawasan karyawan dalam bekerja, 3.Pihak manajemen dapat memperhatikan dan memperbaiki lingkungan kerja, menigkatkan pencahayaan, mengurangi bau tidak sedap serta kebisingan yang dapat mengganggu dalam bekerja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Komitmen Kompensasi Dan Konflik Terhadap Pergantian Niat Karyawan PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tenau Kupang

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ELIASAR MOWATA, 16410952, Penaruh komitmen, kompensasi, dan konflik terhadap pergantian niat karyawan pada PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cab. Tenau Kupang Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing 1 (satu) Maromi M. Mbate, SE.,M.sc dan pembimbing 2 (dua) Alya E. Sjioen, SE.,MM Komitmen organisasi menurut Sopiah (2008:155), komitmen mencakup kebanggaan anggota, kesetiaan anggota dan kemauan anggota pada organisasi Hasibuan (2017:119) Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Pembentukan sistem kompensasi yang efektif merupakan bagian penting dari manajemen sumber daya manusia karena membantu menarik dan mempertahankan pekerjaan–pekerjaan yang berbakat.Selain itu sistem kompensasi perusahaan memiliki dampak terhadap kinerja strategis. Menurut Winardi (2007:384) konflik merupakan sebuah situasi dimana dua orang atau lebih menginginkan tujuan-tujuan yang menurut persepsi mereka dapat dicapai salah seorang diantara mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komitmen, kompensasi dan konflik terhadap pergantian niat karyawan penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Pelabuhan (Persero) Cab. Tenau Kupang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner dengan teknik mentabulasi hasil penyebaran kuesioner dan menganalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan alat bantu spss. Hasil penelitian menunjukan bahwa kompensasi dan konflik berpengaruh terhadap pergantian niat karyawan, sedangkan komitmen tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan nilai konstanta sebesar -0,457 yang menunjukan bahwa ketika semuah variabel bebas 0 maka besar pergantian niat Y adalah -0,457 ditambah dengan variance yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel bebas. Koefesien regresi X1 sebesar 0,127 menyatakan bahwa apabila penurunan variabel komitmen (X1) sebesar satu satuan maka akan menyebabkan penurunan pergantian niat sebesar 0,127 satuan dengan asumsi semua variabel konstan. Koefesian regresi (X2) sebesar 0,322 menyatakan bahwa apabila peningkatan variabel kompensasi sebesar satu satuan maka akan menyebabkan kenaikan pergantian niat karyawan sebesar 0,322 satuan dengan asumsi semua variabel konstan Koefesien regresi (X3) sebesar 0,304 menyatakan bahwa bahwa apabila peningkatan variabel konflik sebesar satu satuan maka akan menyebabkan kenaikan pergantian niat karyawan sebesar 0,304 satuan dengan asumsi semua variabel konstan. Untuk variabel (X1) komitmen nilai thitung < ttabel 0,9470,05, untuk variablel kompensasi (X2) nilai thitung > ttabel 2,097>2,009 atau H0 ditolak dan Ha diterima, dan untuk variabel konflik (X3) nilai thitung > ttabel 2,414>2,009 atau H0 ditolak dan Ha diterima. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi instansi maka perusahaan harus membangun komitmen antar karyawan agar para karyawan memiliki komitmen yang tinggi terhadap perusahaan, perusahaan juga harus terus memperhatikan dan terus memberi kompensasi kepada karyawan yang berprestasi, dan perusahaan juga harus mencegah konflik antar karyawan atau antar karyawan dengan atasan agar dapat meminimalisir tingginya pergantian niat karyawan pada perusahaan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAPKEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM(PDAM) KOTAKUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul“ Analisis Pengaruh KompensasiDan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang”,dengan persoalan penelitian dalam penelitian ini terdiri dari :(1)Bagaimana kompensasi karyawan di PDAM Kota Kupang dan pengaruhnya terhadap kepuasan kerja karyawan ?,(2)Bagaimana lingkungan kerja di PDAM Kota Kupang dan pengaruh Nya terhadap kepuasan kerja karyawan?,serta tujuan dari penelitian ini adalah:(a)Untuk menganalisis kompensasi karyawan di PDAM Kota Kupang dan pengaruhnya terhadap kepuasan kerja karyawan,(b)Untuk menganalisis lingkungan kerja di PDAM Kota Kupang dan pengaruh-Nya terhadap kepuasan kerja karyawan. Dalam tinjauan empiric digunakan hipotesis yang di angkat dalam penelitian ini adalah:H1:Diduga bahwa terdapat pengaruh Kompensasi(X1) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) Perusahan air minum daerah (PDAM) Kota Kupang. H2:Diduga bahwa terdapat pengaruh Lingkungan Kerja(X2) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) Perusahan air minum daerah (PDAM )KotaKupang). H3: Diduga bahwa terdapat pengaruh secara bersamaan tara Kompensasi(X1) dan Lingkungan Kerja (X2)terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) Perusahan air minum daerah(PDAM )Kota Kupang.Konsep-konsep penelitian ini meliputi:1)Kompensasi,untuk mengukur kepuasan kerja karyawan PDAM Kota kupang dengan menerima insentif,tunjangan,asuransi dan cuti.2)Lingkungan Kerja,untuk mengukur kenyamanan karyawan PDAM Kota Kupang dengan suasana kerja,hubungan kerja dengan rekan kerja,fasilitas,3)kepuasan kerja karyawan sebagai merupakan penilaian,perasaan atau sikap karyawan PDAM Kota Kupang mendapatkan kepuasan dan kenyamanan pada pekerjaan dengan skala pengukuran interval.Metode penelitian digunakan rumusan analisis linear berganda:Y=a+βX1+βX2+e,data yang diperoleh diolah dengan menggunakan program IBM SPSS22,dalam pengujian penelitian statistik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa :1)Kompensasi(X1) memilik pengaruh negative dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan(Y)Pada PDAM Kota Kupang,hal ini dapat dibuktikan dengan hasil koefesien beta(ß)ß=0,084 dan signifikan pada taraf signifikansi 0,514,sehingga signifikasi kompensasi(X1)0,514>0,05 dan nilai t-hitung 0,665< t-hitung 2.08596.maka H0 diterima Ha ditolak yang berarti terdapat pengaruh negative pada variable kompensasi(X1) terhadap kepuasan kerja karyawan(Y).2)Lingkungan kerja karyawan(X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan,hal ini dapat dibuktikan dengan nilai koefesien regresi(ß2)sebesar0.444 artinya jika linghkungan kerja berubah satu satuan,maka kepuasan kerja karyawan akan bertambah,dan nilai signifikansi sebesar 0,090>0,05, serta nilait-hitung 1.782 maka dapat diasumsikan bahwa (H) Diterima Ha ditolak yang artinya terdapat pengaruh positif pada variable lingkungan kerja(X2) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) PDAM Kota Kupang.3)Uji F(simultan) nilai F-hitung sebesar 2.507>nilai F-tabel sebesar 3,47 dan tingkat signifikan 0,107>0,05 maka H0 diterima dan H3 ditolak,dapat disimpulkan bahwa terdapat variable kompensasi (X1)dan Variabel lingkungan kerja karyawan (X2) bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan(Y) pada PDAM Kota Kupang.4)R2 menyatakan bahwa nilai sebesar11,3%

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh kompensasi motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan bagian akuntansi pada KSP solidaritas Sta. Maria assumpta Kupang

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengukur (1) pengaruh kompensasi terhadap kinerja, (2) pengaruh motivasi terhadap kinerja, (3) pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kompensasi (X1), Motivasi (X2), Lingkungan kerja (X3) dan kinerja (Y). Penelitian ini merupakan peneltian kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan bagian akuntansi pada KSP Solidaritas Sta.Maria Assumpta kupang sebanyak 30 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis linear berganda dengan bantuan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 16. Hasil pengujian hipotesis menunjukan kompensasi,motivasi dan lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan akuntansi pada KSP Solidaritas Sta. Maria Assumpta Kupang. Hasil peneltian menunjukan bahwa semakin baik kompensasi yang diberikan dalam memenuhi kebutuhan karyawan,semakin tinggi motivasi karyawan pada organisasi, semakin baik dan nyamannya lingkungan kerja maka semakin tinggi kinerja karyawan tersebut. Kompensasi mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini di tunjukan dengan hasil uji nilai thitung 2.660 dengan taraf signifikansi 0.0170.05. Berarti hipotesis pertama yang menyatakan bahwa kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Motivasi mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini di tunjukan dengan hasil uji nilai thitung 3.349 dengan taraf signifikansi 0.0020.05. Berarti hipotesis kedua yang menyatakan bahwa kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Lingkungan kerja mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini di tunjukan dengan hasil uji nilai thitung 2.242 dengan taraf signifikansi 0.0340.05. Berarti hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Kata kunci : Kompensasi, Motivasi, lingkungan kerja, kinerja

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Kompensasi Terhadap Pegawai Pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Kupang.

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

APRIANA LUAN, 16411324, Analisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan kompensasi terhadap semangat kerja pegawai pada kota kupang. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing 1 (satu) Ibu Hermyn B Hina, S.E.,M.Si dan pembimbing 2 Bapak Zet Ena, S.E.,M.M. Peneliti menemukan bahwa pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigarasi Kota Kupang berjumlah 22 0rang. Dari 22 orang tersebut hanya 10 orang yang tingkat kehadirannya sesuai dengan jumlah hari kerja yaitu 20 hari kerja dalam satu bulan.. Selain itu dari 12 orang Pegawai Apratur Sipil Negara (ASN) tingakat kehadirannya belum maksimal sesuai dengan jumlah hari kerja. Oleh karena itu peneliti dapat menyimpulkan bahwa pemimpin belum bisa mempengaruhi pegawai lainnnya. Artinya pemimpin belum mampu memberikan perhatian secara individual atau secara intens dengan pegawai lainnya. Dengan demikian akan mempengaruhi semangat kerja pegawai yang merupakan tingkat kehadiran yang sesuai dengan jumlah hari kerja hanya 10 orang dari jumlah 22 Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) sedangkan 12 pegawai laiinnya belum maksimal dalam tingkat kehadirannya. Walaupun demikian, 12 orang pegawai tersebut tetap menerima gaji perbulan karena mereka mengerjakan pekerjaan dan berhak memperoleh kompensasi. Oleh karena itu, peneliti dapat menyimpulkan bahwa tinggi rendahnya semangat kerja pegawai pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Kupang dipengaruhi oleh besar kecilnya kompensasi yang diterima. Hal tersebut menunjukan bahwa semangat kerja pegawai pada Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kota Kupang, keinginan dan kesungguhan seseorang mengerjakan pekerjaannya dengan baik serta berdisiplin untuk mencapai prokduktifitas yang maksimal Dan pimpinan akan memainkan peranan yang sangat penting bagi setip organisasi, maupun kemampuan untuk memberikan inspirasi dan memotivasi para karyawan semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung maupun tidak langsung yang diterima oleh karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menganalisis kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap semangat kerja pegawai pada Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Kupang, Untuk menganalisis kompensasi berpengaruh terhadap semangat kerja pegawai pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Kupang. Poulasi dan sampel dalam penelitian ini adalah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota xiii Kupang yang berjumlah 35 orang yang terdiri dari Pegawai Negera Sipil (PNS) berjumlah 22 orang dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) berjumlah 13 orang. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah Pegawai Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kota kupang yang berjumlah 35 orang. Maka sampelnya adalah 22 orang diambil dari Pegawai Negera sipil (PNS). Hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis pendahulunan dan analisis lanjutan menggunakan persamaan regresi linear berganda dengan uji hipotesis diketahui bahwa untuk variabel Kepemimpinan Transformasional(XI) ditemukan thitung sebesar 0,573 dan nilai ttabel sebesar 2,093 dengan tingkat signifikan sebesar 0,573. Karena nilai thitung lebih kecil dari nilai ttabel dan tingkat signifikan lebih dari 0,05 yaitu sebesar 0,573, maka dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional(XI) tidak berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja pegawai(Y) pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Kupang. Dan Kompensasi(X2) hasil uji ttabel pada aplikasi spss dapat diketahui bahwa nilai thitung sebesar 0,521 dan nilai ttabel sebesar 2,093 dengan tingkat signifikan sebesar 0,05. Karena nilai thitung lebih kecil dari nilai ttabel dan tingkat signifikan lebih dari 0,05 yaitu sebesar 0,608 maka dapat disimpulkan bahwa kompensasi tidak berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja pegawai pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail