Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kata Kunci : Budaya Organisasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI, PEMBERIAN KOMPENSASI DENGAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI PADA KANTOR WALI KOTA KUPANG BAGIAN TATA PEMERINTAHAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Budaya organisasi merupakan sistem makna bersama yang dianut oleh seluruh anggota yang membedakan satu organisasi itu dari organisasi- organisasi lain. Penerapan budaya organisasi yang kondusif dan menyenangkan dapat menjadi kekuatan yang mampu mengarahkan perilaku karyawan pada pencapaian tujuan organisasi melalui kinerja yangdiberikan. Budaya organisasi yang kuat berguna untuk mengarahkan perilaku, karena membantu karyawan untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik sehingga setiap karyawan diawalkarirnya perlu memahami budaya organisasi dan bagaimana budaya itu diterapkan didalam sebuah perusahaan/organisasi. Tanpa adanya budaya organisasi jalannya roda perusahaan tidak memiliki pedoman atau acuan dalam bertindak dan memecahkan masalah. Dengan adanya budaya organisasi perusahaan mencerminkan nilai dan norma penentu arah organisasi untuk mencapai visi dan misi perusahaan. Selain Budaya organisasi yang mempengaruhi kepuasan karyawan, pemberian kompensasi juga mempengaruhi kepuasan karyawan. Kompensasi merupakan bagian dari hubungan timbal balik antara organisasi dengan sumber daya manusia. Faktor lain yang memengaruhi kinerja seorang karyawan adalah pemberian kompensasi. Kompensasi merupakan hubungan timbal balik antara organisasi dengan karyawan. Menurut Hasibuan dalam jurnal (Rizal & Surya, 2018) menyatakan bahwakompensasi sebagai semua pendapatan dalam bentuk uang, barang, baikyang diterima secara langsung atau tidak langsung oleh karyawan sebagaiimbalan atas layanan yang diberikan oleh perusahaan. Selain berpegang pada budaya organisasi, pihak manajemen perlu memberikan kepuasan kerja pada setiap karyawannya seperti memberikan gaji yang dikenal menjadi signifikan, tetapi kompleks secara kognitif dan merupakan faktor multidimensi, kemudian promosi jabatan yang membuat karyawan berlomba-lomba dalam melakukan yang terbaik atas rekam jejak kinerjanya supaya mendapatkan reward naik jabatan atau promosi jabatan, dan kondisi kerja yang baik. Pemberian kompensasi menurut Hasibuan (2017:119) merupakan semua pendapatan yang berbentuk uang barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Pembentukan system kompensasi yang efektif merupakan bagian penting dari manajemen sumber daya manusia karna membantu menarik dan mempertahankan pekerjaan- pekerjaan yang berbakat. Selain itu sistim kompensasi perusahaan memilki dampak terhadap kinerja strategis. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara budaya organisasi dengan pemberian kompensasi serta kepuasan kerja pada pegawai kantor Walikota Kupang di bagian tata pemerintahan. Menurut Irma & Gawi, 2016, Faktor kepuasan kerja pegawai sangat pentingartinya bagi perusahaan karena dengan adanya kepuasan bagi pegawai,diharapkan nantinya akan semakin meningkatkan kinerja dan berimbas pada peningkatan produktivitas perusahaan secara menyeluruh, atau dalam ilmu manajemen jasa dikenal dengan istilah“happy employee,happy customer”,yang berarti sebelum memuaskan pelanggan, harus terlebih dahulu memberi kepuasan bagi pekerja, sehingga pekerja pun akan dengan senang hati dan tulus ikhlas memberi pelayanan yang optimal bagi customernya. Metode dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menjadikan pegawai pada bidang tata pemerintahan kantor Walikota Kupang sebagai populasi dan sampel yang berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah penyebaran kuesioner dengan angket tertutup. Kuesioner ini berisi tentang sejumlah pertanyaan atau pernyataan mengenai variable penelitian yaitu budaya organisasi, pemberian kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai dengan teknik analisis data meliputi analisis pendahuluan, analisis lanjutan, yang mana kedua alat analisis ini mempresentasikan indicator empiric dari konsep budaya organisasi dan pemberian kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai, berdasarkan data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang selanjutnya dilakukan uji korelasi rank spearman merupakan bagian daristatistik non parametrik yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel. Uji korelasi ranks pearman dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan dasar pengambilan keputusan sebagai berikut: (1) Jika signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak, dan Ha diterima, yang berarti terdapat hubungan antar variable budaya organisasi, pemberian kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai, (2) Jika signifikansi > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak, yangberarti tidak terdapat hubungan antar variabel budaya organisasi, pemberian kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai Dari hasil penelitian yang dilakukan melalui analisis pendahuluan dan analisis lanjutan, maka penulis memberikan kesimpulan sesuai dengan persoalan penelitian yang telah dilakukan yaitu (1) berdasarkan hasil analisis hubungan budaya organisasi terhadap kinerja pegawaikantorWali Kota Kupang bagian tata pemerintahan memiliki hubungan tidak yang searah, (2) berdasarkan hasil analisis hubungan pemberian kompensasi terhadap kinerja pegawai kantor Wali Kota Kupang bagian tata pemerintahan memiliki hubungan tidak searah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Evektifitas Penerapan Akuntansi Sektor Publik ( Studi Skpd Kabupaten Sabu Raijua )

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul “ Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Efektivitas Penerapan Akuntasi Sektor Publik (Studi Kasus Pada Skpd Kabupaten Sabu Raijua)” Budaya organisasi adalah suatu sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota organisasi yang membedakan dengan organisasi lainnya. Warididn dan Masrurukhin (2006) menyatakan budaya organisasi diartikan sebagai nilai-nilai, simbolsimbol yang dimengerti dan dipatuhi bersama, yang dimiliki suatu organisasi sehingga anggota organisasi merasa satu keluarga dan menciptakan suatu kondisi anggota organisasi tersebut merasa berbeda dengan organisasi lain, Efektivitas penerapan akuntansi dapat dipengaruhi oleh budaya organisasi. Budaya organisasi tersebut berpengaruh terhadap tindakan manajer, pengambilan keputusan, dan juga termasuk pemilihan sistem kontrol. Dengan demikian, budaya organisasi mempengaruhi perilaku pekerja untuk efektivitas praktek akuntansi, seperti, integrasi informasi keuangan, pembentukan pelaporan, diseminasi laporan keuangan, informasi akuntansi dapat dipercaya (Hanpuwadal, Nupakorn dan Ussahawanitchakit, Phapruke, 2010), yang menjadi persoalan dalam penelitian ini, yaitu bagaimana Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Evektifitas Penerapan Akuntansi Sektor Publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh budaya organisasi terhadap evektifitas penerapan akuntansi sektor publik. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap penerapan efektivitas akuntansi sektor public. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan regresi linear sederhana, sebagaimana yang telah dibahas dalam bab-bab sebelumnya, maka penulis menyajikan kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut: Hasil penelitian ini membuktikan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap efektivitas penerapan akuntansi sektor publik dimana nilai sig sebesar 0,005 lebih kecil dari 0,05.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail