Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Kepuasan Kerja Karyawan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PRESTASI KERJA DAN KARAKTERISTIK PEKERJAAN TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT SUMBERDAYA SEWATAMA PROJECT DALAM BIDANG TENAGA LISTRIK PLTMG (PEAKER) 40 MW KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “ pengaruh prestasi kerja dan karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sumberdaya Sewatama Project dalam bidang tenaga listrik PLTMG (peaker) 40 MW kupang”. Rumusan masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah : pengaruh prestasi kerja dan karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh prestasi Kerja terhadap kepuasan kerja karyawan dan Untuk menganalisis pengaruh karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sumberdaya Sewatama Project Dalam Bidang Tenaga Listrik PLTMG (Peaker) 40 MW Kupang. Metode penelitian dalam penelitian ini yakni populasi dan sampel pada karyawan PT Sumberdaya Sewatama Project Dalam Bidang Tenaga Listrik PLTMG (Peaker) 40 MW Kupang sebanyak 30 karyawan yang terpilih sebagai responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner sedangkan teknis analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji f), dan koefisien determinasi (R2). Berdasarkan persamaan regresi linear berganda Y= 18,791 + 0.453 X1 + 0.256 X2. Diketahui konstan regresi sebesar 18.791 sedangkan koefesien regresi (b1) sebesar 0,453 artinya jika nilai prestasi kerja (X1) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kepuasan kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,453 atau 45,3% maka terbukti hipotesisi yang menyatakan prestasi kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y).Artinya semakin baik prestasi kerja karyawan (X1) maka kepuasan kerja karyawan akan meningkat. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis uji parsial (uji t) variabel prestasi kerja (X1). Diketahui uji t, thitung = 3,939 dan ttabel =1,703 dapat disimpulkan bahwa Jika nilai thitung 3,939>ttabel 1,703 dan tsignifikan 0,0001 Kata kunci : Prestasi kerja,karakteristik pekerjaan, dan kepuasan kerja karyawan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KERJA SAMA TIM TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN DI HYPERMART BUNDARAN PU KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KERJA SAMA TIM TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN DI HYPERMART BUNDARAN PU KOTA KUPANG Lingkungan kerja merupakan segala kondisi yang ada yang berada disetiap pekerja, sehingga baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi diri dalam melaksanakan tugas yang di bebankan. Lingkungan kerja merupakan suatu tempat yang terdapat sejumlah kelompok dimana di dalamnya terdapat beberapa fasilitas pendukung untuk mencapai tujuan perusahaan sesuai dengan visi dan misi perusahaan (Sedarmayanti, 2013:23). Menurut Mangkunegara (2013:105) lingkungan kerja adalah semua aspek fisik kerja, psikologis kerja, dan peraturan kerja yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja dan pencapaian produktivitas. Kerja sama tim merupakan suatu kebutuhan dalam mewujudkankeberhasilan kerja. Menurut (Triatmanto, 2017: 51) Kerjasama tim adalah pengelompokan dua ataupun lebih orang yang berhubungan dan penyerasiantentang sebuah kegiatan beserta usaha agar meraih sasaran spesifik. Menurut Sarwono (2011:139) kerjasama merupakan bentuk kelompok yang terdiri dari lebih dari seseorang yang melakukan tugas dengan sejumlah peraturan dan prosedur. Menurut Meintere (2016 :126) tim yang efektif adalah adalah sebuah tim yang memungkinkan anggotanya untuk menghasikan penyelesaian tugas yang lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan hasil kerja perorangan karna hasil kerjanya merupakan hasil kontribusi anggota-anggota tim secara bersama-sama. Kepuasan kerja merupakan hal yang positif dalam meningkatkan kualitas kerja di setiap orang bekerja, sehingga kenyamanan dan tingkat kualitas kerja dapat diukur dengan mengetahui seberapa puas seseorang menekuni pekerjaannyaKepuasan kerja dinikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan, dan kombinasi luar dan dalam pekerjaan. Menurut Robbins ( 2008 ;170 ) Kepuasan kerja merupakan sikap umum seorang individu terhadap pekerjaa. Menurut (Wirawan, 2013 :732). Kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan dengan bagaimana cara pekerja memandang pekerjaan mereka. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas pengaruh lingkungan kerja dan kerja sama tim berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan di Hypermart Bundaran PU Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria pekerjaan dan tingkat jabatan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 40 orang dari jumlah populasi sebanyak 67 orang karyawan yang bekerja di Hypermart Bundaran PU Kota Kupang. Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan kerja sama tim terhadap kepuasan kerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan di Hypermart Bundaran PU Kota Kupang dan kerja sama tim berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan di Hypermart Bundaran PU Kota Kupang. Sedangkan secara simultan lingkungan kerja dan kerja sama tim berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan di Hypermart Bundaran PU Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan a sebesar 11.585 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0.327, b² adalah 0.328.Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh lingkungan kerja (X1) dan kerja sama tim (X2) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y= 11.585+ 0,327 X1 + 0,328 X2. Selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh lingkungan kerja (X1) terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel lingkungan kerja(X1) ditemukan t hitung = 1.994 lebih besar t table = 1,687 dan tingkat Sig. = 0,002. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel lingkungan kerja (X1) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan kerja karyawan (Y). berikutnya hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh kerja sama tim (X2) terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kerja sama tim(X2) ditemukan t hitung = 2.337 lebih besar t table = 1,687 dan tingkat Sig. = 0,004. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kerja sama tim (X2) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Untuk hasil pengujian Uji F diadapati F hitung = 7.244 lebih besar F tabel = 2,87 dan tingkat Sig. = 0,002. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel lingkungan kerja dan variable kerja sama tim (X2) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.681 atau 68,1%. Hal ini berarti besarnya pengaruh lingkungan kerja dan kerja sama tim terhadap kepuasan kerja karyawan adalah 68,1%. Sedangkan pengaruh sebesar 31,9% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Lingkungan Kerja, Kerja Sama Tim, Kepuasan Kerja Karyawan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HUBUNGAN KOMITMEN ORGANISASIONAL BUDAYA ORGANISASI TERHADAPA KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA KSP. KOPDIT SWASTI SARI KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan komitmen organisasional budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang. Adapun objek penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah KSP. Kopdit Swati Sari Kupang. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah kuesioner yang diisi secara mandiri oleh 30 orang responden dengan menggunakan angket tertutup. Alat analisis yang digunakan adalah uji korelasi dengan skala ordinal. Hasil dari penelitian ini membuktikan dan memberi kesimpulan bahwa: (1) komitmen organisasional memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang, (2) budaya organisasi memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang, (3) komitmen organisasional memiliki hubungan positif dan singnifikan dengan budaya organisasi pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Kompensasi Terhadap Semangat Kerja Karyawan Di PT. Sapta Sari Tama Kota Kupang

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai kesuksesan tergantung pada kualitas sumber daya manusia yang merupakan faktor utama atau yang dominan bagi perusahaan. Perusahaan harus mampu membangun dan meningkatkan semangat didalam lingkungan perusahaan. Keberadaan sumber daya manusia dalam perusahaan sangat penting karena akan menunjang keberhasilan perusahaan. Perusahaan memiliki visi dan misi yang harus dicapai,salah satunya untuk memperoleh profit (profit oriented). Agar bisa mencapai tujuan dalam perusahaan,dan menciptakan semangat kerja sehingga mampu meningkatkan kinerja karyawan dalam mencapai tujuan perusahaan. Menurut Robbins (2008;170) kepuasan kerja merupakan sikap umum seseorang individu terhadap pekerjaannya. Jadi kepuasan kerja yang diperoleh oleh individu merupakan gambaran pekerjaan yang dilakukan. Kompensasi merupakan hasil penjual tenaga sumberdaya manusia (SDM) terhadap organisasi. Namun dalam hal ini terkadang pula bahwa para karyawan telah memberikan segala kemampuan kerjanya pada organisasi, maka organisasi sewajarnya menghargai jeripaya karyawan itu dengan cara memberi balas jasah atau kompensasi yang setimpal kepada mereka ,Saydam(2000:232). Melihat salah satu fungsi kompensasi adalah untuk memotivasi karyawan maka perusahaan sebagai pihak yang memberikan kompensasi mengenai hal ini.Setiap karyawan yang memberikan kemampuaan terbaiknya tentunya harus dibalas dengan hal yang sepandan. Dalam meningkatkan semangat kerja karyawan perusahaan harus melakukan beberapa cara misalnya melalui tindakan disipliner,memberikan motivasi, pemberian kompensasi yang layak dan lain-lain. Dengan adanya disiplin dari karyawan yang baik maka semangat kerja karyawan juga akan terlakasana dengan baik, guna untuk meningkatkan produktivitas serta pencapaian tujuan dari perusahaan atau organisasi. Sehingga suatu pekerjaan akan mengalami kelancaran dalam penyelesaian tugas oleh karyawan. Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2003.94) bahwa semangat kerja adalah keinginan dan kesungguhan seseorang mengerjakan pekerjaannya dengan baik serta berdisiplin untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kepuasan Kerja dan Kompensasi terhadap Semangat Kerja Karyawan pada PT. Sapta Sari Tama Kota Kupang. Jenis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 20 karyawan. Teknik pengambilan data berupa menyebarkan kuisioner kepada seluruh karyawan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 karyawan PT. Sapta Sari Tama Kupang. Nilai thitung1.584> ttable 1,739 maka H0 di Tolak dan Ha di terima yaitu variabel kepuasan kerja (X1) yaitu berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja karyawan (Y). Nilai thitung 6.224 > ttabel 1.739 maka H0 di tolak dan Ha di terima yaitu variabel kompensasi (X2) berpengaruh positif dan sugnifikan terhadap semangat kerja karyawan. nilai F hitung sebesar 28.936 dengan nilai F tabel adalah 3,20 sehingga nilai F hitung >F tabel atau 28,936 > 3,20 dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa variabel pengaruh kepuasan kerja (X1) dan kompensasi (X2) secarah bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja karyawan karyawan pada PT Sapta Sari Tama Kota Kupang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kepuasan kerja dan Kompensasi kerja secara simultan dapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat kerja karyawan pada PT. Sapta Sari Tama Kota Kupang. Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi, dapat dilihat Nilai Adjusted R Square sebesar 0,746. Angka tersebut menunjukan bahwa sebesar 74,6%. Semangat kerja (Variabel terikat) dapat dijelaskan oleh variabel faktor kepuasan dan kompensasi kerja. Sisanya 25,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Perilaku Pemimpin Dan Rekan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada KOPDIT Swastisari Cabang Kupang

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual. Setiap karyawan akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai-nilai yang berlaku dalam dirinya. Semakin banyak aspek-aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu, maka akan semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan.(as’ad 2008 103-104). Manusia dalam hidup mempunyai kebutuhan mendasar yang tidak mungkin dapat dihilangkan, karena kebutuhan tersebut mendasari perilaku seseorang. Jika seseorang dalam bekerja merasa kebutuhannya sudah terpenuhi, maka akan timbul kepuasan bekerja dalam diri mereka. Kepuasan kerja menurut Hasibuan (2007 ; 202) adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja. Kepuasan kerja dinikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan, dan kombinasi luar dan dalam pekerjaan. Menurut Robbins ( 2008 ;170 ) Kepuasan kerja merupakan sikap umum seorang individu terhadap pekerjaannya. Jadi kepuasan kerja yang diperoleh oleh individu merupakan gambaran dari pekerjaan yang dilakukan. Sehingga kepuasan kerja bukan hal yang sederhana, baik dalam arti konsepnya maupun dalam arti analisisnya, karena kepuasan mempunyai konotasi yang beraneka ragam meskipun demikian tetap relevan untuk mengatakan bahwa kepuasan kerja merupakan suatu cara pandang seseorang baik yang bersifat positif maupun bersifat negatif tentang pekerjaannya. Kepuasan kerja sendiri diartikan sebagai suatu sikap positif yang didasarkan pada hasil evaluasi terhadap apa yang diharapkan akan diperoleh melalui upaya-upaya yang dilakukan dalam melaksanakan suatu pekerjaan dengan hasil atau ganjaran yang diterimanya (Suparyadi, 2015). Pekerjaan memerlukan interaksi dengan rekan kerja dan atasan, mengikuti peraturan dan kebijakan organisasi, memenuhi standar kinerja, hidup dengan kondisi kerja yang sering kurang ideal dan semacamnya. Kepuasan kerja mencerminkan sikap dan bukan perilaku. Kepuasan kerja merupakan variabel tergantung utama karena dua alasan, yaitu Menunjukan dengan faktor kinerja dan merupakan preferensi nilai yang dipegang banyak peneliti perilaku organisasi. Mengingat keberhasilan suatu organisasi bukan kemenangan mutlak seorang pemimpin tapi merupakan keberhasilan suatu tim, adanya jalinan kerja sama antara sang pemimpin dan teamnya merupakan syarat mutlak keberhasilan suatu organisasi, tapi tak dapat dipungkiri sang pemimpin berperan dalam keberhasilan suatu organisasi dan timnya juga jangan dianggap sebelah mata, kurang berperan, timnya jangan dianggap sepele dalam mecapai tujunan organisasi. Rekan kerja juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya semangat kerja karyawan. Lingkungan kerja yang luas menuntut semua orang untuk menjalin kerja sama dengan rekan kerja dengan berbagai tipe dan karakter. Rekan kerja merupakan seseorang atau sekelompok orang yang mempunyai posisi sederajat untuk bekerja sama dalam mendukung setiap pekerjaan yang diberikan (Nitisemito,2001:159). Rekan kerja yang baik dapat dilihat dari adanya kompetisi yang sehat, karyawan yang saling menghormati, karyawan saling bekerja sama dalam menyelesaikan masalah dan suasana kekeluargaan yang ada dalam organisasi. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas hubungan perilaku pemimpin dan rekan kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan pada Kopdit Swasti Sari Cabang Kupang. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria pekerjaan dan tingkat jabatan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 30 orang dari jumlah populasi sebanyak 40 orang karyawan yang bekerja di Kopdit Swasti Sari Cabang Kupang. Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengaruh perilaku pemimpin dan rekan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R2 ). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial perilaku pemimpin berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada Kopdit Swasti Sari Cabang Kupang dan rekan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada Kopdit Swasti Sari Cabang Kupang. Sedangkan secara simultan perilaku pemimpin dan rekan kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan pada Kopdit Swasti Sari Cabang Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan a sebesar 7.782 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0.508, b² adalah 0.318. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh perilaku kepemimpinan (X1) dan rekan kerja (X2) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y= 7,782+ 0,508 X1 + 0,318 X2 + e. Selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh perilaku pemimpinan (X1) terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel perilaku pemimpin (X1) ditemukan t hitung = 3.905 lebih besar t table = 1,703 dan tingkat Sig. = 0,001. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel perilaku pemimpin (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap keputusan kerja pegawai (Y). berikutnya hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh rekan kerja (X2) terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel rekan kerja (X2) ditemukan t hitung = 2.468 lebih besar t table = 1,703 dan tingkat Sig. = 0,020. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel rekan kerja (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap keputusan kerja pegawai (Y). Untuk hasil pengujian Uji F diadapati F hitung = 18.335 lebih besar F tabel = 2,98 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel perilaku pemimpin dan variable rekan kerja (X2) berpengaruh positif secara simultan terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2 ) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.576 atau 57,6%. Hal ini berarti besarnya pengaruh perilaku pemimpin dan rekan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan adalah 57,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 42,4% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAPKEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM(PDAM) KOTAKUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul“ Analisis Pengaruh KompensasiDan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang”,dengan persoalan penelitian dalam penelitian ini terdiri dari :(1)Bagaimana kompensasi karyawan di PDAM Kota Kupang dan pengaruhnya terhadap kepuasan kerja karyawan ?,(2)Bagaimana lingkungan kerja di PDAM Kota Kupang dan pengaruh Nya terhadap kepuasan kerja karyawan?,serta tujuan dari penelitian ini adalah:(a)Untuk menganalisis kompensasi karyawan di PDAM Kota Kupang dan pengaruhnya terhadap kepuasan kerja karyawan,(b)Untuk menganalisis lingkungan kerja di PDAM Kota Kupang dan pengaruh-Nya terhadap kepuasan kerja karyawan. Dalam tinjauan empiric digunakan hipotesis yang di angkat dalam penelitian ini adalah:H1:Diduga bahwa terdapat pengaruh Kompensasi(X1) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) Perusahan air minum daerah (PDAM) Kota Kupang. H2:Diduga bahwa terdapat pengaruh Lingkungan Kerja(X2) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) Perusahan air minum daerah (PDAM )KotaKupang). H3: Diduga bahwa terdapat pengaruh secara bersamaan tara Kompensasi(X1) dan Lingkungan Kerja (X2)terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) Perusahan air minum daerah(PDAM )Kota Kupang.Konsep-konsep penelitian ini meliputi:1)Kompensasi,untuk mengukur kepuasan kerja karyawan PDAM Kota kupang dengan menerima insentif,tunjangan,asuransi dan cuti.2)Lingkungan Kerja,untuk mengukur kenyamanan karyawan PDAM Kota Kupang dengan suasana kerja,hubungan kerja dengan rekan kerja,fasilitas,3)kepuasan kerja karyawan sebagai merupakan penilaian,perasaan atau sikap karyawan PDAM Kota Kupang mendapatkan kepuasan dan kenyamanan pada pekerjaan dengan skala pengukuran interval.Metode penelitian digunakan rumusan analisis linear berganda:Y=a+βX1+βX2+e,data yang diperoleh diolah dengan menggunakan program IBM SPSS22,dalam pengujian penelitian statistik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa :1)Kompensasi(X1) memilik pengaruh negative dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan(Y)Pada PDAM Kota Kupang,hal ini dapat dibuktikan dengan hasil koefesien beta(ß)ß=0,084 dan signifikan pada taraf signifikansi 0,514,sehingga signifikasi kompensasi(X1)0,514>0,05 dan nilai t-hitung 0,665< t-hitung 2.08596.maka H0 diterima Ha ditolak yang berarti terdapat pengaruh negative pada variable kompensasi(X1) terhadap kepuasan kerja karyawan(Y).2)Lingkungan kerja karyawan(X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan,hal ini dapat dibuktikan dengan nilai koefesien regresi(ß2)sebesar0.444 artinya jika linghkungan kerja berubah satu satuan,maka kepuasan kerja karyawan akan bertambah,dan nilai signifikansi sebesar 0,090>0,05, serta nilait-hitung 1.782 maka dapat diasumsikan bahwa (H) Diterima Ha ditolak yang artinya terdapat pengaruh positif pada variable lingkungan kerja(X2) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) PDAM Kota Kupang.3)Uji F(simultan) nilai F-hitung sebesar 2.507>nilai F-tabel sebesar 3,47 dan tingkat signifikan 0,107>0,05 maka H0 diterima dan H3 ditolak,dapat disimpulkan bahwa terdapat variable kompensasi (X1)dan Variabel lingkungan kerja karyawan (X2) bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan(Y) pada PDAM Kota Kupang.4)R2 menyatakan bahwa nilai sebesar11,3%

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail