ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Pantai Lalendo memiliki topografi landai tipe substrat pantai berpasir dengan sedikit batuan dan dasar perairan didominasi oleh pasir putih butiran halus dan lamun. Biota laut yang banyak terdapat di Pantai Lalendo (Inokiu) dimanfaatkan oleh mayarakat sekitar, terutama gastropoda. Gastropoda memiliki peran penting dalam studi ekologi dan sering digunakan sebagai indikator untuk menilai perubahan yang terjadi di lingkungan perairan. Keanekaragaman organisme baik jumlah spesies maupun jumlah individu-individu anggota spesies menentukan karakter komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas gastropoda yang ditemukan pada zona intertidal pantai Lalendo (Inokiu) Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilaksanan pada bulan Maret-April 2022 di zona intertidal Pantai Lalendo (Inokiu) Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang pada 3 (tiga) stasiun yaitu Stasiun I di samping PT Tom,Stasiun II di depan budidaya Mutiara, Stasiun III di samping budidaya mutiara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Gastropoda yang ditemukan pada 3 stasiun pengamatan di zona intertidal Pantai Lalendo (Inokiu) diperoleh 23 spesies dari 15 famili. Kelimpahan tertinggi Gastropoda di stasiun I adalah;Cerithium coloumna,Stasiun II adalahCanarium microurceus dan stasiun III adalahMargistrombus marginatus.Struktur komunitas gastropoda di zona intertidal pantaiLalendo ( Inokiu) tergolong diversitas sedang.Nilai keseragaman jenis Gastropoda mendekati nilai satu, maka keseragaman antar spesies sama atau merata.Dominansi Gastropoda di zona intertidal Pantai Lalendo ( Inokiu) tergolong rendah. Kata kunci: Struktur komunitas, gastropoda, zona intertidal, pantai Lalendo Abstract Lalendo Pantai BeachIt has a sloping topography with a sandy beach substrate type with few rocks and the bottom of the waters is dominated by fine grained white sand and seagrass. Many marine biota found on the beach Lalendo ( Inokiu ) is used by local people, especially gastropods. Gastropods have an important role in ecological studies and are often used as indicators to assess changes that occur in the aquatic environment. Diversity organisms, both the number of species and the number of individual members of the species determine the character of the community. The purpose of this study was to determine the structure of gastropod community found in the coastal intertidal zone Lalendo ( Inokiu ) District West Kupang , Kupang Regency. This research was conducted in March -April 202 2 in the intertidal zone of Pantai Lalendo ( Inokiu ) District West Kupang , Kupang Regency at 3 (three) stations, namely Station I beside PT Tom , Station II at front cultivation Mutiara , Station III in side cultivation pearl . The method used in this research is a survey method. The results showed that the types of gastropods found at 3 observation stations in the intertidal zone of Pantai Lalendo ( Inokiu ) obtained 2 3 species from 1 5 families. The highest abundance of Gastropods at station I was; Cerithium coloumna , Station II is Canarium microurceus and station III is Margistrombus marginatus . Structure community gastropods in the intertidal zone Lalendo beach ( Inokiu ) is classified as medium diversity . The value of the uniformity of Gastropod species is close to the value of one, so the uniformity between species is the same or even. Gastropod dominance in the Coastal intertidal zone Lalendo ( Inokiu ) is low. Keywords: Structure community , gastropod , zone intertidal , beach Lalendo
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK INVENTARISASI JENIS-JENIS MOLLUSCA DIZONA INTERTIDAL PERAIRAN PT. TOM DESA BOLOK KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Benu V)* Nge S.T )** Daud. Y)** Zona Intertidal merupakan daerah tersempit dari semua daerah yang terdapat di samudera dunia. Walaupun luas daerah ini sangat terbatas, tetapi memiliki variasi faktor lingkungan yang terbatas di bandingkan dengan daerah lautan lainnya. Mollusca berasal dari bahasa romawi yaitu molis yang berarti lunak, molluca merupakan hewan bertubuh lunak yang sebagian besar mempunyai cangkang dan tidak memiliki tulang belakang yang termasuk hewan berdarah dingin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis–jenis mollusca di zona Intertidal Perairan PT. TOM Desa Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survey eksplorative (jelajah). Berdasarkan hasil penelitian inventarisasi jenis-jenis mollusca di zona intertidal perairan PT. TOM, jenis mollusca yang di temukan berjumlah 3 kelas dan 8 spesies yaitu spesies Lepidozona Cooperi, Spondyus Gaederopus, Periglypta Reticulata, Lambis-Lambis, Maurita Arabica, Turbo Crassus, Ranella Lamarck, Petalloida Saccharida. Adapun factor yang mempengaruhi perkembangan hidup mollusca di habitatnya seperti suhu, tingkat keasaman (pH) dan sanilitas. Dengan demikian perlu adanya penelitian lanjutan mengenai jenis-jenis mollusca di perairan PT. TOM, desa bolok kecamatan kupang barat, kabupaten kupang karena tingkat keanekaragaman avertebratanya sangat tinggi. Kata kunci : Inventarisasi, Molluca, Zona intertidal Keterangan : *Peneliti **Pembimbing ABSTRACT INVENTORY OF MOLLUSCA SPECIES IN AQUATIC INTERTIDAL ZONE PT. TOM BOLOK VILLAGE, KUPANG BARAT DISTRICT, KUPANG DISTRICT, EAST NUSA TENGGARA PROVINCE Benu V)* Nge S.T )** Daud. Y)** The Intertidal Zone is the narrowest area of all the areas in the world's oceans. Although the area of this area is very limited, it has a limited variety of environmental factors compared to other ocean areas. Molluscs come from the Roman language, namely molis which means soft, molluscs are soft-bodied animals that mostly have shells and do not have a backbone which are cold-blooded animals. The purpose of this study was to determine the types of molluscs in the waters of the Intertidal Zone of PT. TOM Blok Village, West Kupang District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara Province. The research method used in this study is an exploratory survey method (roaming). Based on the research results of inventorying the types of molluscs in the intertidal zone of PT. TOM, the types of molluscs found were 3 classes and 8 species, namely the species Lepidozona Cooperi, Spondyus Gaederopus, Periglypta Reticulata, Lambis-Lambis, Maurita Arabica, Turbo Crassus, Ranella Lamarck, Petalloida Saccharida. The factors that influence the development of mollusc life in their habitat such as temperature, acidity level (pH) and sanitation. Thus it is necessary to have further research on the types of molluscs in the waters of PT. TOM, Blok village, West Kupang sub-district, Kupang district, because the level of avertebrate diversity is very high. Keywords : Inventory, Molluca, Intertidal zone Description *: Researcher **:Guidance
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI ZONA INTERTIDAL PANTAI OESAPA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) keanekaragaman Makrozoobentos di Zona Intertidal Pantai Oesapa, 2) apakah terdapat keanekaragaman makrozoobentos di Zona Intertidal Pantai Oesapa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey lapangan dengan menggunakan metode Line Transect yang dimodifikasi berdasarkan metode garis berpetak. Sampel penelitian ini yaitu makrozoobentos yang diambil menggunakan teknik area sampling. Tahapan dalam penelitian ini adalah 1) tahap persiapan meliputi observasi dan persiapan alat dan bahan, 2) tahap pelaksanaan, meliputi identifikasi dan pengukuran makrozoobentos, pengukuran parameter lingkungan, 3) tahap akhir yaitu makrozoobentos yang telah didapat akan dilakukan perhitungan terhadap indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi. Data yang telah dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif menunjukkan bahwa nilai indeks keanekaragaman yang diperoleh 2,0, nilai indeks dominansi 0,00 C 0,50 dan nilai indeks keseragaman adalah 0,75 E 1,00. Artinya kehidupan makrozoobentos di zona intertidal pantai Oesapa pada indeks keanekaragaman dan dominansi masih tergolong rendah sedangkan indeks Kelimpahan tergolong stabil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul penelitian ini ialah Deskripsi Tentang Motif Modus Dan Akibat Hukum Terjadinya Pemanfaatan Kawasan Taman Nasional Tidak Sesuai Dengan Fungsi Zona. Permasalahan yang diteliti ialah 1) bagaimana motif pelaku tindak pidana pemanfaatan kawasan taman nasional tidak sesuai dengan fungsi zona, 2) bagaimana modus pelaku tindak pidana pemanfaatan kawasan taman nasional tidak sesuai dengan fungsi zona, dan 3) bagaimana akibat hukum bagi pelaku tindak pidana pemanfaatan kawasan taman nasional tidak sesusia fungsi zona. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 1) motif pelaku pemanfaatan kawasan taman nasional tidak sesuai fungsi zona ialah untuk memenuhi kebutuhan pribadi, 2) modus pelaku tindak pidana pemanfaatan kawasan taman nasional tidak sesuai dengan fungsi zona ialah memasuki kawasan taman nasional tanpa ijin dan melakukan kegiatan yang tidak sesuai fungsi pemanfaatan dan fungsi zona lain yaitu menebang pohon dan menangkap satwa dan 3) akibat hukum bagi pelaku tindak pidana pemanfaatan kawasan taman nasional tidak sesusia fungsi zona ialah pelaku ditahan, dipidana penjara, di kenakan denda, dikenakan menanggung biaya perkara dan barang bukti dirampas untuk dimusnahkan. Saran yang diberikan oleh penulis ialah a) Di harapkan kepada pemerintah untuk melakukan sosialisi tentang fungsi kawasan taman nasional dan dampak-dampak yang terjadi jika ada yang merusak ekosistem di dalam kawasan tersebut. b) Perlu adanya refleksi dari dalam diri masing-masing agar tidak terjadi seperti kasus yang telah diuraikan di atas. Sebagai ciptaan Tuhan, manusia harus menjaga dan memelihara ciptaan Tuhan yang lain. c) Perlu penegakkan hukum yang intensif oleh Aparat Penegak Hukum sebagai upaya pencegahan terjadinya tindak pidana pemanfaatan kawasan taman nasional tidak sesuai fungsi zona. d) di harapkan kepada polhut ( polisi hutan ) agar lebih giat melakukan patroli agar tidak ada tindak pidana pemanfaatan kawasan taman nasional tidak sesuai dengan fungsi zona.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DARIUS RICKY SAPUTRA APAUT (15380138). Struktur Komunitas Echinodermata di Zona Intertidal Perairan Tablolong Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA., S.Pi., M.Si., Ph.D dan ROCKIE R.L SUPIT., S.Pi. M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Salah satu jenis invertebrata yang ditemukan di Pantai Tablolong adalah Echinodermata. Echinodermata sebagai kunci spesies ekologi yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Informasi secara ilmiah mengenai kondisi komunitas Echinodermata di perairan Tablolong masih kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur komunitas Echinodermata pada zona intertidal Perairan Tablolong Kabupaten Kupang meliputi Kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi.
Penelitian ini dilaksanan pada bulan Juli 2021 di zona intertidal perairan Tablolong, Kabupaten Kupang pada 3 (tiga) stasiun yaitu Stasiun I di depan Pabrik Alga Rote Karagenan Nusantara (RKN), Stasiun II di Lokasi Wisata Laut Sawu, dan Stasiun III di Lokasi Wisata Baru (Depan BPIP). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskripsi eksploratif. Metode sampling pengamatan menggunakan belt transek dengan panjang garis transek 100 m dan pengamatan kiri dan kanan masing-masing 2,5 m. Analisis data meliputi kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komposisi jenis Echinodermata yang diperoleh terdiri dari 8 jenis dari kelas Echinodea, 4 jenis dari kelas Holothuria, 1 jenis dari kelas Ophiuroidea, 2 jenis dari kelas Asteroidea dan 1 jenis dari kelas Crinoidea. Kelimpahan jenis dan relatif tertinggi di stasiun I adalah Protoreaster nodosus dari kelas Asteroidea dan terendah spesies Holothuria scabra dari kelas Holothuroidea. Stasiun II terdapat pada spesies Stichopus sp dari kelas Holothuroidea dan terendah adalah Mespilia globulus dari kelas Echinoidea dan Synapta maculate dari kelas Holothuroidea, sedangkan di stasiun III diperoleh nilai kelimpahan tertinggi terdapat pada spesies Mespilia globus dari kelas Echinoidea dan terendah terdapat pada spesies Archaster typicus dari kelas Astreoidea. Keanekaragaman jenis Echinodermata di zona intertidal pantai Tablolong pada stasiun III dalam kategori keanekaragaman jenis sedang, produktivitas cukup seimbang, dan tekanan ekologis sedang. Sedangkan stasiun I dan II dalam kategori keanekaragaman rendah, produktivitas sangat rendah sebagai indikasi adanya tekanan yang berat dan ekosistem tidak stabil. Kesereragaman jenis Echinodermata di zona intertidal pantai Tablolong dalam kondisi labil. Dominasi jenis Echinodermata di zona intertidal pantai Tablolong tergolong dominansi rendah.
Kata kunci: Struktur komunitas, Echinodermata, zona intertidal, kelimpahan, perairan Tablolong.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AMARUL CHORI AQIL SANTOSO (15380108). Keanekaragaman Jenis Gastropoda Yang Ditemukan Pada Zona Intertidal Di Perairan Tablolong Kabupaten Kupang. ROCKIE R.L. SUPIT, S.Pi. M.Si dan ALFRED G.O. KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pantai Tablolong memiliki topografi landai tipe substrat pantai berpasir dengan sedikit batuan dan dasar peraira didominasi oleh pasir putih butiran halus dan lamun. Biota laut yang banyak terdapat di perairan Tablolong dimanfaatkan oleh mayarakat sekitar, terutama gastropoda. Gastropoda memiliki peran penting dalam studi ekologi dan sering digunakan sebagai indikator untuk menilai perubahan yang terjadi di lingkungan perairan. Keanekaragaman organisme baik jumlah spesies maupun jumlah individu-individu anggota spesies menentukan karakter komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis gastropoda yang ditemukan pada zona intertidal di Perairan Tablolong Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilaksanan pada bulan Juli 2021 di zona intertidal perairan Tablolong, Kabupaten Kupang pada 3 (tiga) stasiun yaitu Stasiun I di depan Pabrik Alga Rote Karagenan Nusantara (RKN), Stasiun II di Lokasi Wisata Laut Sawu, dan Stasiun III di Lokasi Wisata Baru (Depan BPIP). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Gastropoda yang ditemukan pada 3 satsiun pengamatan di zona intertidal perairan Tablolong diperoleh 20 spesies dari 16 famili. Kelimpahan tertinggi Gastropoda di stasiun I adalah Clypeumorus petrosa dan Tectus fenestratus; stasiun II adalah Tectus fenestratus dan Conus capiteneus, dan stasiun III adalah Conus capitaneus dan Peristenia chlorostoma. Keanekaragaman jenis gastropoda di zona intertidal perairan Tablolong tergolong diversitas rendah sehingga tidak ada jenis yang secara mutlak mendominasi komunitas. Nilai keseragaman jenis Gastropoda mendekati nilai satu, maka keseragaman antar spesies sama atau merata. Dominansi Gastropoda di zona intertidal Perairan Tablolong tergolong rendah. Kata kunci: Keanekaragaman, gastropoda, zona intertidal, perairan Tablolong
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Skripsi ini berjudul : “Deskripsi Tentang Motif Dan Modus Tindak Pidana Melakukan Kegiatan Yang Tidak Sesuai Dengan Fungsi Zona Pemanfaatan Taman Nasional”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Apa motif pelaku tindak pidana melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan taman nasional? 2) Bagaimana modus pelaku tindak pidana melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan taman nasional? 3) Bagaimanakah akibat Hukum dari tindak pidana melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan taman nasional?. Tujuan penelitian adalah 1) untuk mengetahui motif pelaku tindak pidana melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan taman nasional. 2) Untuk mengetahui modus pelaku tindak pidana melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan taman nasional. 3) Untuk mengetahui akibat Hukum dari tindak pidana melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan taman nasional. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah modus tindak pidana melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan taman nasional. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah motif dan modus pelaku tindak pidana melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan taman nasional. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka yang menjadi motif pelaku adalah keinginan untuk mendapatkan upah dan mengambil kayu untuk diolah. Sedangkan yang menjadi modus yaitu, membuat kesepakatan, mempersiapkan alat penebangan dan melakukan penebangan. Akibat hukum terhadap pelaku, ditahan, di jatuhkan pidana penjara dan pidana denda serta membebankan pelaku untuk membayar biaya perkara, akibat hukum terhadap lingkungan, merusak sistem ekosistem kawasan taman nasional. Saran yang penulis berikan adalah diharapkan bagi masyarakat atau korporasi untuk menjaga kelestarian kawasan taman nasional karena setiap perbuatan melakukan pengambilan atau penebangan pohon telah dilindungi oleh Undang-Undang sehingga tidak menimbulkan akibat hukum dikemudian hari. Bagi penegak hukum khususnya di bidang kehutanan untuk tetap melakukan penegakan hukum bagi pelaku yang merusak kawasan hutan taman nasional sehingga dengan tindakan tersebut dapat terpelihara kawasan taman nasional yang tetap lestari. Kata Kunci : Motif, Modus, dan Akibat Hukum, Tindak Pidana, Fungsi Zona Pemanfaatan Taman Nasional
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PETA IKLIM BERDASARKAN KLASIFIKASI IKLIM OLDEMAN UNTUK MENENTUKAN JENIS TANAMAN PANGAN YANG SESUAI DI NUSA TENGGARA TIMUR PROGRAM STUDI MEKANISASI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG Bajo N. E*) Lano M.L**) Nainiti N.P.P.E**) Suatu kajian hasil penelitian yang bersifat kualitatif yang bertujuan untuk menghasilkan peta iklim Oldeman dengan menggunakan aplikasi Arcgis 10.3dalam menentukan jenis tanaman yang sesuai di Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini mendapatkan hasil peta iklim Oldeman di Nusa Tenggara Timur, dimana hasil penelitian yang diperoleh Zona iklim B2 ditanam padi dua kali setahun dan pada musim kering cukup untuk ditanami palawija, Zona Iklim C3 dapat ditanami padi satu kali dan tanaman palawija dapat ditanami dua kali dalam setahun tetapi untuk palawija yang ditanam pada penanaman kedua harus berhati – hati agar tidak terjadi pada bulan kering. Zona D3 hanya dapat ditanami padi dan juga palawija satu kali selama setahun tergantung adanya persediaan air. Kata Kunci : Iklim, Zona,Padi, Palawija Keterangan : * Peneliti ** Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
“UjiAktivitas Anti Jamur Ekstrak Pewarna KunyitAlami (Curcuma domesticaL.) Terhadap Pertumbuhan Aspergillus flavus”
Winyo, K. R.)* Sabuna, A.)** Ballo, A.)**
Kunyit merupakan pewarna alami yang dapat digunakan karena harganya murah, mudah dicari, tidak karsinogenik dan biodegradable. Pigmen aktif pada kunyit yang dapat mewarnai jaringan tumbuhan dan memberikan warna kuning adalah curkuminoid. Curcumin sebagai senyawa polifenol mempunyai mekanisme anti jamur melalui penghambat enzim thiolase (enzim sulfidril) pada jamur sehingga ikatan disulfida tidak terbentuk yang kemudian menyebabkan struktur sekunder protein rusak dan terdenaturasi. Bahan aktif dalam kunyit berperan sebagai anti bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya zona hambat pada pertumbuhan jamur Aspergillus flavus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektrak kunyitmulai dari konsetrasi ekstrak kunyit 250 ml, 200 ml, 150 ml dan 100 ml.Dengan metode menggunakan difusi cakram dan spektrofotometer.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan ektrak kunyit dan konsentrasi yang berbeda menunjukkan bahwa tidak terbentuk zona hambat pada semua perlakuan.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dari ekstrak kunyit (Curcuma domestica L.) tidak dapat menghambat pertumbuhan jamur Aspergillus flavusdan tidak berpengaruh pada pertumbuhan jamur Aspergillus flavus.Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu menggunakan metode dan jenis kunyit yang berbeda.
Kata kunci :Zona hambat, Ekstrak kunyit, Aspergillus flavus
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK EKSTRAK ETANOL DAUN AJERAN (Bidens pilosa L) SEBAGAI ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus Seko MH)* SabunaCh)** NgginakJ)** Tumbuhanajeranmemiliki kandungan senyawa kimia sepertiflavanoid, saponindan fenol yang berpotensi sebagaiantibakteri.Antibakteriadalahzat yang dapatmembunuhataumenekanpertumbuhanataureproduksibakteri. Tujuan penelitian ini untukmengetahuiekstraketanoldaunajeran (BidenspilosaL) sebagaipenghambatantibakeriStaphylococcus aureus. Metode yang digunakanadalahmetodekuantitatifmenggunakanRancanganAcakLengkap, dengan 5 perlakuandan 3 ulangan. AnalisismenggunakanujiAnovasatujalur (One Way Anova). Jikaadapengaruh yang signifikanmakadilanjutkandenganuji DMRT. Hasil uji daya hambat ekstrak etanol daun ajeran menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Nilai rata-rata zona hambat ekstrak daun ajeran terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureusyang memiliki daya hambat terbaik terdapat pada perlakuan 4 yaitu 6,83 mm. Nilai rata-rata koloni bakteri ekstrak daun ajeran terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureusyang memiliki daya hambat terbaik 4 yaitu 2,00 CFU/mL.Dalam penelitian ini perlakuanekstraketanoldaunajeranmemilikipengaruhdayaantibakteri yang signifikanterhadappertumbuhanbakteriStaphylococcus aureus.Uji lanjut DMRT menunjukan bahwa (perlakuan P1 10,67 CFU/mL) memiliki nilai yang berbeda nyata. Kata kunci: Tumbuhan ajeran, Staphylococcus aureus, Zona hambat, koloni bakteri