Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Zona hambat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTI JAMUR EKSTRAK PEWARNA KUNYIT ALAMI (Curcuma domestica L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Aspergillus flavus.

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK “UjiAktivitas Anti Jamur Ekstrak Pewarna KunyitAlami (Curcuma domesticaL.) Terhadap Pertumbuhan Aspergillus flavus” Winyo, K. R.)* Sabuna, A.)** Ballo, A.)** Kunyit merupakan pewarna alami yang dapat digunakan karena harganya murah, mudah dicari, tidak karsinogenik dan biodegradable. Pigmen aktif pada kunyit yang dapat mewarnai jaringan tumbuhan dan memberikan warna kuning adalah curkuminoid. Curcumin sebagai senyawa polifenol mempunyai mekanisme anti jamur melalui penghambat enzim thiolase (enzim sulfidril) pada jamur sehingga ikatan disulfida tidak terbentuk yang kemudian menyebabkan struktur sekunder protein rusak dan terdenaturasi. Bahan aktif dalam kunyit berperan sebagai anti bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya zona hambat pada pertumbuhan jamur Aspergillus flavus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektrak kunyitmulai dari konsetrasi ekstrak kunyit 250 ml, 200 ml, 150 ml dan 100 ml.Dengan metode menggunakan difusi cakram dan spektrofotometer.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan ektrak kunyit dan konsentrasi yang berbeda menunjukkan bahwa tidak terbentuk zona hambat pada semua perlakuan.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dari ekstrak kunyit (Curcuma domestica L.) tidak dapat menghambat pertumbuhan jamur Aspergillus flavusdan tidak berpengaruh pada pertumbuhan jamur Aspergillus flavus.Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu menggunakan metode dan jenis kunyit yang berbeda. Kata kunci :Zona hambat, Ekstrak kunyit, Aspergillus flavus

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Ekstrak Etanol Daun Ajeran (Bidens pilosa L) Sebagai Antibakteri Staphylococcus aureus

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK EKSTRAK ETANOL DAUN AJERAN (Bidens pilosa L) SEBAGAI ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus Seko MH)* SabunaCh)** NgginakJ)** Tumbuhanajeranmemiliki kandungan senyawa kimia sepertiflavanoid, saponindan fenol yang berpotensi sebagaiantibakteri.Antibakteriadalahzat yang dapatmembunuhataumenekanpertumbuhanataureproduksibakteri. Tujuan penelitian ini untukmengetahuiekstraketanoldaunajeran (BidenspilosaL) sebagaipenghambatantibakeriStaphylococcus aureus. Metode yang digunakanadalahmetodekuantitatifmenggunakanRancanganAcakLengkap, dengan 5 perlakuandan 3 ulangan. AnalisismenggunakanujiAnovasatujalur (One Way Anova). Jikaadapengaruh yang signifikanmakadilanjutkandenganuji DMRT. Hasil uji daya hambat ekstrak etanol daun ajeran menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Nilai rata-rata zona hambat ekstrak daun ajeran terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureusyang memiliki daya hambat terbaik terdapat pada perlakuan 4 yaitu 6,83 mm. Nilai rata-rata koloni bakteri ekstrak daun ajeran terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureusyang memiliki daya hambat terbaik 4 yaitu 2,00 CFU/mL.Dalam penelitian ini perlakuanekstraketanoldaunajeranmemilikipengaruhdayaantibakteri yang signifikanterhadappertumbuhanbakteriStaphylococcus aureus.Uji lanjut DMRT menunjukan bahwa (perlakuan P1 10,67 CFU/mL) memiliki nilai yang berbeda nyata. Kata kunci: Tumbuhan ajeran, Staphylococcus aureus, Zona hambat, koloni bakteri

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail