ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Permainan Lompat Tali Merdeka adalah sebutan untuk mereka yang tinggal di Provinsi Riau. Di daerah yang masyarakatnya adalah pendukung kebudayaan Melayu ini ada sebuah permainan yang disebut sebagai tali merdeka. Inti dari permainan ini adalah melompat tali-karet yang tersimpul. Penamaan permainan ini ada kaitannya dengan tingkah laku atau perbuatan yang dilakukan pemain itu sendiri, khususnya pada lompatan yang terakhir. Pada lompatan ini (yang terakhir), tali direnggangkan oleh pemegangnya setinggi kepalan tangan yang diacungkan ke udara. Kepalan tangan tersebut hampir mirip dengan apa yang dilakukan oleh para pejuang ketika mengucapkan kata “merdeka”. Tujuan penelitian: Dari rumusan masalah yang telah dijelaskan maka yang menjadi tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui Penerapkan pembelajaran gerak dasar lompat berbasis permainan tradisional pada siswa kelas IV SD Inpres Kobelete. Metode penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif karena penelitian ini bersifat penelitian kualitatif naturalistic (alamiah) yaitu untuk mendapat informasi mengenai fenome-fenomena atau situasi yang aktual pada saat penelitian berlangsung. Hasil dan pembahasan: Dari hasil observasi, wawancara yang telah diperoleh, penulis memperoleh gambaran bahwa kajian permainan tradisional lompat tali sebagai kegiatan pemebelajaran anak di SD Inpres Kobelete mengacuh pada beberapa nilai yang saling berkaitan, diantaranya adalah Sarana dan Prasarana, Pelaksanaan, 1. Tahap Pertama Setinggi Mata Kaki atau Satu Jingkal Dari Tanah, 2. Tahap Kedua Setinggi Lutut Kaki, 3. Tahap ketiga setinggi pinggang, 4. Tahap keempat setinggi dada, 5. Tahap kelima setinngi Telinga, 6. Tahap keenam setinggi tangan diatas kepala dan kaki dijinjit.
Simpulan: Melalui penelitian ini maka peneliti menyimpulkan bahwa, Permainan tradisional lompat tali sebagai kegiatan pembelajaran bagi anak di SD Inpres Kobelete. Selain dari pada itu demi mendapatkan suatu kesenangan, kegembiraan, dan kepuasan dalam diri seseorang serta efektifnya suatu proses pembelajaran, maka olahraga rekreasi dengan menggunkan salah satu permainan tradisional yaitu permainan lompat tali menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan oleh anak di sekolah
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENELUSURAN MINAT OLAHRAGA USIA DINI
DI SD INPRES HANAN
Agustinus Manek1*, Ramona M. Mae2, Alventur Baun3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Pembinaan dan pengembangan olahraga merupakan bagian upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia diarahkan pada peningkatan kesehatan jasmani, mental dan rohani masyarakat, serta ditujukan untuk pembentukan watak dan kepribadian, disiplin dan sportifitas yang tinggi serta peningkatan prestasi.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Penelusuran Minat Olahraga Usia Dini di SD Inpres Hanan.
Metode penelitian:Metode yang digunakan adalah jenis kualitatif, dengan pengumpulan data penelitian diperoleh dengan teknik tringulasi dengan teknik pengumpulan data: dokumentasi, wawancara, dan observasi. Langkah menganalisis data adalah dengan data reduction (reduksi data), data display dan verivication.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian ini mengungkapkan lima temuan yaitu: 1) kegiatan latihan Minat olahraga, 2) penerapan pendidikan Minat, 3) bentu-bentuk penerapan pendidikan Olahraga yang di terapkan kepada siswa-siswi SD Inpres Hanan, 4) pelaksanaan pendidikan Minat Olahraga pada Siswa-siswi SD Inpres Hanan, 5) hasil pedidikan karakter siswa-siswi Pada SD Inpres Hanan.
Simpulan: Olahraga merupakan salah satu bentuk pembinaan fisik-jasmani dan juga pembinaan mental-rohani yang cukup efektif bagi setiap orang. Pembinaan yang dimaksud sangat penting bagi setiap orang tanpa kecuali. Oleh karena itu, pembinaan seperti ini mesti dimulai dari anak-anak usia dini. Idealnya bahwa orientasi minat olahraga harus dimulai pada anak-anak berusia sekitar 4-14 tahun demi menunjang perkembangan fisik, mental dan prestasi anak-anak usia dini.
Kata kunci: Penelusuran Minat Olahraga Usia Dini di SD Inpres Hanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PROSES REKRUTMEN DAN SELEKSI PEGAWAI PADA KOPERASI KREDIT SWASTISARI KUPANG
Sumber daya manusia merupakan salah satu factor yang sangat penting dalam suatu perusahaan disamping faktor lain seperti modal,sumber daya manusia dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan efensien organisasi.karena tanpa sumber daya manusia organisasi tidak berjalan lancar.tantangan dan peluang menciptakan dan mengelola organisasi seringkali bersumber dari masalah-masalah yang terkait dengan manusia.Oleh karena itu,mengelola sumber daya manusia merupakan aktivitas paling vital,sentral dan strategis.
Dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian yang sangat penting .suatu organisasi atau perusahaan menginginkan karyawan untuk bekerja secara maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai tujuan perusahaan.
Menurut (sudaryono,2015 :120) Manajemen sumber daya manusia adalah sebuah proses serta upaya untuk merekrut,mengembangkan,memotivasi serta mengevaluasi keseluruhan sumber daya manusia yang di perlukan oleh perusahaan dalam mencapai tujuan organisasi. Tujuan organisasi yang mencakup kegiatan yang di mulai dari memilih siapa yang memiliki kualifikasi dan kualitas untuk menempati posisi dalam perusahaan.
Sumber daya manusia sebagai salah satu sumber daya yang ada dalam sebuah organisasi memegang peranan penting dalam keberhasilan untuk mencapai tujuan organisasi. Sumber daya manusia juga menggunakan sumber daya lain yang di miliki organisasi dalam rangka mencapai tujuan. Peralatan canggih sekalipun tidak akan berarti jika sumber daya manusia yang menggunakan tidak berkualifikasi, demikian juga dengan sumber daya informasi.Sebaik dan selengkap apapun informasi yang di peroleh organisasi,tidak akan berarti apa-apa, jika kualitas sumber daya manusia tidak mampu mengeloh dan menjadikan informasi tersebut sebagai informasi yang berguna bagi perkembangan dan kemajuan sebuah organisasi.
Menurut (Aditiya 2008), Rekrutmen adalah suatu proses penerimaan calon tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja pada satu unit kerja dalam suatu organisasi atau perusahaan. Peran rekrutmen adalah menemukan sejumlah pelamar baru yang segera ditarik untuk di perkerjakan ketika organisasi atau lembaga membutuhkan.Rekrutmen yang di lakukan secara Internal adalah calon pemangku jabatan dicari dari karyawan yang telah miliki oleh perusahaan,Sedangkan Rekrutemn Eksternal adalah mencari calon dari luar perusahaan atau lembaga, biasanya dengan membuat pengumuman melalui iklan dan sebagainya.Rekrutmen merupakan proses penentuan dan menarik pelamar yang mampu untuk bekerja dalam suatu organisasi.adapun hasil dari kegiatan ini merupakan sekumpulan pelamar calon sumber daya manusia baru untuk di lakukan proses seleksi. selain itu rekrutmen bisa di katakan sebagai proses untuk mendapatkan sejumlah sumber daya manusia yang berkualitas untuk mendukung suatu jabatan atau pekerjaan dalam suatu perusahaan.Oleh sebab itu,dibutuhkan sebuah mekanisme terhadap penjaringan para calon karyawan yang akan dipekerjakan oleh organisasi sesuai dengan perencanaan kebutuhan posisi pekerjaan untuk menunjang pencapaian target organisasi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan analisis pengaruh manajemen sumber daya manusia dalam proses rekrutmen dan seleksi pegawai pada koperasi kredit swastisari kota kupang. Kopdit Swasti Sari Kupang. Adapun objek penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah KSP. Kopdit Swati Sari Kupang. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah kuesioner yang diisi secara mandiri oleh 30 orang responden dengan menggunakan angket tertutup. Alat analisis yang digunakan adalah uji korelasi dengan skala Interval. Hasil dari penelitian ini membuktikan dan memberi kesimpulan bahwa: (1) analisis pengaruh manajemen sumber daya manusia memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap proses rekrutmen pegawai pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang, (2) analisis pengaruh manajemen sumber daya manusia memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap proses rekrutmen pegawai pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang, (3) analisis pengaruh manajemen sumber daya manusia memiliki pengaruh positif dan singnifikan dengan proses seleksi pegawai pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang.
Kata kunci: MSDM , Proses rekrutmen, dan seleksi pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber daya manusia yang merupakan motor penggerak serta ujung tombak dalam sebuah organisasi atau perusahaan yang memiliki peran penting demi tercapainya tujuan yang telah di rencanakan. Tanpa adanya SDM yang berkualitas serta memiliki visi yang sesuai dengan kebutuhan dari sebuah organisasi tentunya akan sangat merugikan dan membuat perusahaan tersebut sulit untuk berkembang dan mencapai tujuannya (Sihombing, dan Verawati, 2020:389).
Setiap lembaga, Intansi maupun perusahaan mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Tujuan tersebut akan menuntun sebuah usaha dan kompetensi untuk mencapai tujuan secara efetif. Hal ini berkaitan dengan perkembangan di sector bisnis, ekonomi bahkan teknologi yang begitu cepat, mengakibatkan persaingan untuk dapat bertahan atau mengembangkan sumber daya yang dimiliki. Tanpa adanya ketahanan, ketangguhan dalam menghadapi persaingan tersebut maka akan terjadi penurunan, kerugian pada perusahaan.
Human resource development: performance is the key teori disampaikan oleh Richard Swanson ( 2018:187 ). Dimana menyatakan Pengembangan sumber daya manusia merupakan sebuah proses pengembangan atau melepaskan keahlian manusia melalui pengembangan organisasi serta pelatihan personil dengan tujuan meningkatkan kinerja.
Permasalahan yang terkait sumber daya manusia selalu menjadi topik utama bagi organisasi agar tetap terus bertahan dalam persaingan di era modern ini. Walaupun dukungan sarana. Prasarana, serta sumber dana yang memadai, akan tetapi tanpa adanya dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, kegiatan perusahaan tidak dapat diselesaikan secara baik. Sebagai ujung tombak, SDM akan menentukan keberhasilan dalam setiap langkah yang dilakukan organisasi. Tuntutan organisasi untuk mempertahankan, mengembangkan serta memperoleh SDM yang berkualitas di era globalisasi yang penuh persaingan semakin ketat diperlukan sesuai dengan dinamika usaha suatu organisasi atau perusahaan didalamnya terdapat kerjasama untuk melaksanakan pekerjaan, selain mengarah pada pencapaian tujuan, kualitas kerja secara operasional harus dapat memberikan pelayanan yang baik bagi pengguna atau pelanggan (Herawati, 2018:95).
Menyadari begitu pentingnya Sumber Daya Manusia bagi perusahaan, maka suatu perusahaan harus memiliki karyawan yang punya keahlian serta keterampilan di bidangnya, sesuai dengan pendidikan yang mereka dapat. Selain itu juga sumber daya manusia saat ini memiliki peran yang sangat penting untuk meningkatkan kinerja suatu perusahaan. Oleh sebab itu perusahaan harus memperhatikan Sumber Daya Manusia baik dari segi strategi pengembangan sumber daya manusia agar dapat meningkatkan kualitas kinerja karyawan pada perusahaan tersebut. Jenis data penelitian adalah Deskriptif Kualitatif. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple Random Sampling. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 87 orang dari jumlah populasi 112 orang karyawan. Teknik pengambilan data berupa penyebaran kuesioner kepada karyawan. Sampel penelitian ini sebanyak 87 orang karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT. Hasil tersebut dihitung menggunakan Korelasi Product moment dengan Adanya korelasi atau hubungan yang signifikan antara strategi pengembangan Sumber Daya Manusia (Y) dengan kinerja karyawan (X1) dengan nilai Signifikansinya adalah sebesar 0,94, karena signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,94 < 0,05) maka Ha diterima jadi terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja karyawan dengan strategi pengambangan SDM. dengan jumlah responden yang diteliti berjumlah 87 orang karyawan PT. PLN ((Persero) Unit Induk Wilayah NTT”
Berdasarkan hasil penelitian dan landasan teori menyatakan adanya hubungan yang erat signifikan kedua variabel kinerja karyawan dengan strategi pengembangan SDM Adapun Implikasi teoritis yang digunakan dalam penelitian ini yakni: Pengembangan Sumber Daya Manusia menurut Richard Swanson (1998) adalah sebuah proses pengembangan atau melepaskan keahlian manusia melalui pengembangan organisasi serta pelatihan personil dengan tujuan meningkatkan kinerja. Kinerja karyawan menurut Mangkunegara (2016:9) yakni kinerja karyawan merupakan hasil kerja seseorang secara kualitas yang telah dicapai oleh karyawan dalam menjalankan tugas sesuai tanggung jawab yang diberikan. Berdasarkan kesimpulan tersebut maka peneliti memberikan saran yakni kepada pihak PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT agar mengembangkan pendidikan, pelatihan serta kemampuan dan ketrampilan bagi karyawan agar mereka dapat meningkatkan skill demi tercapainya kualitas kerja yang maksimal
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi dengan judul “Analisis Pengaruh Kompensasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan PT. Timor Otsuki Mutiara Kupang” ditulis oleh Wiwi Krisdayanti Taek, NIM 18410293, Pembimbing I Elya E.Sjioen,SE.MM dan Pembimbing II Zet Ena,SE.MM. Penelitian ini dilatar belakangi oleh berhasil tidaknya kemampuan suatu perusahaan dalam mengelolah sumber daya manusia untuk peningkatan prestasi kerja karyawan. Hal tersebut diantaranya adalah pemberian kompensasi dan pengawasan kedisiplinan karyawan oleh perusahaan. Prestasi kerja ini mencerminkan beberapa dimensi seperti halnya, kecakapan, kesungguhan, efektivitas, dan tingkat efisiensi dalam melaksanakan pekerjaan. Motivasi, kepuasan, dan disiplin kerja pegawai (Luviansi dkk., 2012). Rumusan masalah atau persoalan dalam penelitian ini yaitu (1) Apakah kompensasi berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan PT. Timor Otsuki Mutiara Kupang ?, (2) Apakah disiplin kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan PT. Timor Otsuki Mutiara Kupang ?. Dari persoalan penelitian tersebut diatas maka penelitian ini bertujuan , (1) Untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap prestasi kerja karyawan PT. Timor Otsuki Mutiara Kupang. (2) Untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap prestasi kerja karyawan PT. Timor Otsuki Mutiara Kupang. Jumlah populasi adalah kesuluruhan karyawan di PT. Timor Otsuki Mutiara Kupang yang berjumlah 322 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin yaitu n = N/1+ N(e)2 , sehingga dari jumlah populasi sebanyak 322 orang diperoleh sampel sebagai responden sebanyak 76 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini di lakukan menggunakan kuesioner yang bersumber dari hasil pengumpulan kuesioner tentang pernyataan dan pertanyaan yang isi oleh responden. Analisi data Dilakukan dengan dua tahapan yaitu analisi pendahuluan dan analisi lanjutan. Analisis pendahuluan dilakukan dengan menggunakan analisi deskripsi kuantitatif yaitu kriteria tiga kotak three-box method yang dikemukakan oleh Ferdinand (2014:231-232). Sementara itu analisi lanjutan dilakukan dengan Analisi Regresi Linear Berganda, Uji Signifikansi Parsial (Uji t), Uji Siknifikansi Simultan (Uji f) dan Koefisien Determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk variabel XI diperoleh koefisien regresi (b1) sebesar 0,428 artinya jika Kompensasi (X1) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka Prestasi kerja karyawan akan meningkat sebesar 0,428. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif dan signifikan antara Kompensasi (X1) dengan Prestasi karyawan (Y). Untuk variabel Disiplin Kerja (X2) Koefisien regresi (b2) sebesar 0,522 artinya jika Disiplin Kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka prestasi kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,522. Koefisien bernilai positif dan signifikan artinya terjadi pengaruh antara disiplin kerja (X2) terhadap prestasi kerja karyawan (Y).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI “ANALISIS PENGARUH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR POS INDONESIA CABANG KUPANG” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Pos Indonesia Cabang Kupang, baik secara persial maupun simultan. Pegawai yang ada pada kantor pos tersebut merupakan faktor penting dalam meningkatkan efektifitas kinerja perusahaan. Dalam penelitian ini besar sampelnya adalah 45 responden. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode slovin. Metode slovin merupakan metode yang digunakan untuk menghitung jumlah sampel apabila perlu dari sebuah populasi yang tidak diketahui secara pasti. Variabel bebasnya adalah Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia serta variabel terikat adalah Kinerja Pegawai. Analisis data yang dilakukan melalui analisis regresi linier berganda, uji t, uji f dan r² menggunakan data primer berupa hasil kuesioner tentang pelatihan, pengembangan SDM dan kinerja pegawai. Empat metode data ini guna mencari pengaruh pelatihan dan pengembangan SDM. Hasil yang diperoleh yakni pada variabel bebas pelatihan (X1) didapatkan Thitung (3,001) > Ttabel (2,018), variabel pengembangan (X2) Thitung (3,338) > Ttabel (2,018) maka variabel pelatihan (X1) berpengaruh secara persial terhadap variabel kinerja pegawai (Y), variabel pengembangan (X2) berpengaruh secara parsial terhadap variabel kinerja pegawai. Hasil uji F menunjukkan bahwa Fhitung (30,028) > Ftabel (3,220), dan signifikansi 0,000 alpha, dan taraf signifikansi 0,05, maka tolak Ho dan terima Ha yaitu variabel bebas (pelatihan dan pengembangan) secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi variabel dependen (kinerja pegawai) secara positif dan signifikan.Hasil koefisien determinasi (R²) menunjukkan penyesuaian R-squared sebesar 0,588 atau 58,8% yang berarti variasi variabel kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh variabel pelatihan dan pengembangan, dan sisanya sebesar 41,2% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel penelitian. Akhirnya bahwa Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Pos Indonesia Cabang Kupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Sumber daya manusia yang merupakan motor penggerak serta ujung tombak dalam sebuah organisasi atau perusahaan yang memiliki peran penting demi tercapainya tujuan yang telah di rencanakan. Tanpa adanya SDM yang berkualitas serta memiliki visi yang sesuai dengan kebutuhan dari sebuah organisasi tentunya akan sangat merugikan dan membuat perusahaan tersebut sulit untuk berkembang dan mencapai tujuannya (Sihombing, dan Verawati, 2020:389). Permasalahan yang terkait sumber daya manusia selalu menjadi topik utama bagi organisasi agar tetap terus bertahan dalam persaingan di era modern ini. Walaupun dukungan sarana. Prasarana, serta sumber dana yang memadai, akan tetapi tanpa adanya dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, kegiatan perusahaan tidak dapat diselesaikan secara baik. Sebagai ujung tombak, SDM akan menentukan keberhasilan dalam setiap langkah yang dilakukan organisasi. Tuntutan organisasi untuk mempertahankan, mengembangkan serta memperoleh SDM yang berkualitas di era globalisasi yang penuh persaingan semakin mutlak di perlukan sesuai dengan dinamika usaha yang selalu ada. Di dalam sebuah organisasi atau perusahaan di dalamnya terdapat kerjasama untuk melaksanakan pekerjaan, selain mengarah pada pencapaian tujuan, kualitas kerja secara operasional harus dapat memberikan pelayanan yang bisa memberikan kepuasan kepada nasabah atau pelanggannya (Herawati, 2018:958). Menyadari begitu pentingnya Sumber Daya Manusia bagi perusahaan, maka suatu perusahaan harus memiliki karyawan yang punya keahlian serta keterampilan di bidangnya, sesuai dengan pendidikan yang mereka dapat. Selain itu juga sumber daya manusia saat ini memiliki peran yang sangat penting untuk meningkatkan kinerja suatu perusahaan. Oleh sebab itu perusahaan harus memperhatikan Sumber Daya Manusia baik dari segi pelayanannya untuk mengoptimalkan kepuasan nasabah. dengan pelayanan yang baik tentunya akan memberikan kontribusi dalam mencapai tujuan sebuah perusahaan lebih dari itu pelayanan yang baik yang diberikan juga merupakan nilai jual yang lebih untuk menarik minat nasabah dalam melakukan transaksi diperusahaan. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul “Analisis Hubungan Pengembangan Sumber daya Manusia Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Dan Kepuasan Nasabah (Studi Kasus Pada Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Soe” Adapun yang menjadi persoalan mendasar dalam penelitian ini yakni Bagaimana Hubungan Pengembangan Sumber Daya manusia dengan meningkatnya kualitas pelayanan nasabah Bank BRI Cabang Soe serta Bagaimana Hubungan Pengembangan Sumber Daya manusia dengan kepuasan nasabah Bank BRI Cabang Soe. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif, dengan menggunakan analisis Koreasi Product Momen Berdasarkan Persoalan yang telah dijabarkan diatas maka hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Adanya korelasi atau hubungan yang signifikan antara pengembangan Sumber Daya Manusia (Y) dengan kualitas pelayanan (X1) dengan nilai Signifikansinya adalah sebesar 0,014, karena signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,014 0,05) maka Ha diterima jadi terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan dengan pengambangan SDM. 2. Adanya korelasi atau hubungan yang signifikan antara pengembangan Sumber Daya Manusia (Y) dengan Kepuasan Nasabah (X2) dengan nilai Signifikansinya adalah sebesar 0,009, karena signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,009 0,05) maka Ha diterima jadi terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan nasabah dengan pengambangan SDM 3. Berdasarkan nilai korelasi kualitas layanan dan pengembangan SDM ditemukan nilai korelasi sebesar 0.328 dimana lebih kecil dari 0.5 maka dapat kategorikan korelasinya rendah. 4. Berdasarkan nilai korelasi kepuasan nasabah dan pengembangan SDM ditemukan nilai korelasi sebesar 0.347 dimana lebih kecil dari 0.5 maka dapat kategorikan korelasinya rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan antara pengembangan SDM (Y) dengan kualitas pelayanan (X1) dan Kepuasan nasabah (X2) hal tersebut dapat dilihat dari hasil Koreasi Product moment dengan nilai Signifikansinya adalah sebesar 0,014, karena signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,014 0,05) maka Ha diterima jadi terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan dengan pengambangan SDM, dan dengan nilai Signifikansinya adalah sebesar 0,009, karena signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,009 0,05) maka Ha diterima jadi terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan nasabah dengan pengambangan SDM, dengan jumlah responden yang diteliti berjumlah 56 orang Pegawai BRI Cabang Soe. Berdasarkan hasil peelitian dan landasan teori menyatakan adanya hubungan yang erat dan signifikan kedua variabel kualitas pelayanan dan kepuasan nasabah terhadap Pengembangan SDM. Adapun Implikasi teoritis yang digunakan dalam penelitian ini yakni: Pengembangan Sumber Daya Manusia menurut Richard Swanson (1998) adalah sebuah proses pengembangan atau melepaskan keahlian manusia melalui pengembangan organisasi serta pelatihan personil dengan tujuan meningkatkan kinerja. Kualitas pelayanan menurut Hermawan (2018) yakni rangkaian bentuk istimewa dari suatu produksi atau pelayanan yang mampu memberikan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan serta keinginan masyarakat, kepuasan nasabah menurut Kotler (2004:10) yakni tingkatan dimana anggapan kerja (perceived performance) produk akan sesuai dengan harapan seorang pelanggan. Berdasarkan kesimpulan tersebut maka peneliti memberikan saran yakni kepada pihak BRI Cabang Soe agar kepastian pemberian jaminan rasa keamanan kepada nasabah saat melakukan transaksi di kantor lebih ditingkatkan lagi demi keamanan dan kenyamanan nasabah terkait kemudahan layanan pada kepuasan nasabah memiliki skor rendah sehingga peneliti mengharapkan pihak BRI Cabang Soe agar setiap jenis pelayanan yang ada di buat menjadi lebih mudah untuk diakses oleh para nasabah. Kata Kunci: Pengembangan SDM, Kualitas Layanan, Kepuasan Nasabah
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelian ini berjudul“Analisisbreak Even Point Pada Oprasional Ferry Penybrangan (Studikasus PT ASDP Cabang Semauhansisikabupatenkupang)”. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pencapaian break Even Point Pada Penyebrangankapal Ferry PT ASDP Cabang Semau. Metode penilitian mengunakanan alisa kuantitatif yaitu menerangkan atau memberikan penjelasan Data-Data Yang Diperolehdarihasilpenelitian, Objek dalam penelitianini adalah PT ASDP Cabang Semau hansisi Yang Beralamat Di Desa hansisi kecamatan semau kabupaten kupang. Sumber Data Yang Digunakanyaitu dokumentasi, Data Yang Dihimpun yaitu Data Biay atetap, Biaya variabel Dan Pencatatan bulanana PT ASDP Cabang Semauhansisi.
Hasil Penelitian menunjukan PT ASDP Cabang Semau hansisi pt ASDP Cabang Semau hansisi berada dalam kondisi Yang Baikkarenaberhasilmemperolehnilaipenjualan Sangat Baik Pada Tahun 2021, Dengan Kata Lain PT ASDP Cabang Semauhansisi memperoleh keuntungan Yang Sangat Baik sehingga terhindar dari kerugian.PT. ASDP Cabang Semau hansisi telah berhasil menjaga nilai penjualannya untuk nilai break Even Point Ataubatasamanselamatahun 2021, Sehingganilaipenjualanperusahaanberada diatas nilai tersebutdan perusahaan terhindar dari kerugian.Apabilapt.ASDP Cabang Semau hansisi Padatahun2021, Jumlahperjalanan 413 Trip Dan Biaya penjualan atau pengoperasian kapa ladalah Rp 490,055,122,- Sehinggabreak Even Point Yang Didapat adalah 321,931,637,-. Dengan demikian maka PT ASDP Cabang Semau hansisi telah mencapaibreak Even Point Sebesar321,931,637,-Dan Perusahaan terhindar dari kerugian.
ata Kunci :Break Even Point, PT ASDP Cabang Semau hansisi
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Lingkungan sekolah adalah lingkungan dimana anak berada dalam situasi belajar,dan lingkungan ini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang kepribadian anak. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Oleh sebabnya, sekolah seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi para siswa untuk melakukan aktifitas pendidikan. Dan anak bebas berkreasi dalam belajar dengan suasana lingkungan pendidikan yang penuh dengan kasih sayang dan ramah anak. Sekolah ramah anak merupakan sekolah yang menjunjung tinggi hak-hak anak di sekolah. Hak-hak anak tersebut meliputi hak anak dalam memperoleh pendidikan, hak anak dalam memperoleh kenyamanan, keamanan, maupun kebebasan berekspresi.
Tujuan penelitian: Tujuan dalam penelitian ini yakni; Untuk mengetahui penerapan sekolah ramah anak dalam pembelajaran penjasorkes di SD Gmit Nomor 7 Oebufu.
Metode penelitian: Metode penelitian yang di gunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi,wawancara dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan: Lingkungan sekolah adalah lingkungan dimana anak berada dalam situasi belajar,dan lingkungan ini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang kepribadian anak. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Oleh sebabnya, sekolah seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi para siswa untuk melakukan aktifitas pendidikan. Dan anak bebas berkreasi dalam belajar dengan suasana lingkungan pendidikan yang penuh dengan kasih sayang dan ramah anak. Sekolah ramah anak merupakan sekolah yang menjunjung tinggi hak-hak anak di sekolah. Hak-hak anak tersebut meliputi hak anak dalam memperoleh pendidikan, hak anak dalam memperoleh kenyamanan, keamanan, maupun kebebasan berekspresi.
Simpulan: Program sekolah ramah anak di SD Gmit No 7 Oebufu sudah memenuhi kepentingan dan kebutuhan siswa sebagai pertimbangan utama dalam menetapkan setiap keputusan dan tindakan yang diambil oleh pengelolah dan penyelenggara pendidikan. Upaya yang diterapkan dalam pembelajaran penjasorkes mengenai program SRA meliputi: Penerpan perilaku hidup bersih dan sehat, aman, ramah, indah, serta nyaman serta laksanakan kegiatan ekstrakurikuler sebagai bentuk pengembangan minat dan bakat siswa. Dalam hal ini khususnya pada mata pelajaran penjasoreks guru membentuk minat siswa pada salah satu olahraga yang disukai
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH KAPASITAS SDM TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN KANTOR LURAH SIKUMANA
ABSTRAK
Oleh : Denkri Aldisan Lassa
NIM : 15190052
Beberapa dekade terakhir ini, sering dijumpai fenomena yang terjadi dalam perkembangan sektor publik di Indonesia, salah satu diantaranya adalah menguatnya tuntutan atas kualitas laporan keuangan pemerintah, baik pemerintah daerah dimasing-masing daerah dan provinsi termasuk pemerintah pusat. Laporan keuangan pemerintah yang dihasilkan diharapkan dapat memenuhi prinsip-prinsip Kualitas Laporan Keuangan yaitu tepat waktu dan disusun dengan mengikuti Standar Akuntansi Pemerintahan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010. Dalam penyusunan laporan keuangan diharapkan berpedoman pada standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 yang merupakan standar mutlak. Masih banyaknya fenomena laporan keuangan pemerintah yang belum menyajikan data-data yang sesuai dengan peraturan dan masih banyak penyimpangan-penyimpangan yang berhasil ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam pelaksanaan audit laporan keuangan pemerintah membuat tuntutan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance government) meningkat.
Skripsi ini berjudul “Pengaruh Kapasitas SDM Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Kantor Lurah Sikumana”. Sumber Daya Manusia meliputi kapasitasnya yaitu kemampuan seseorang atau individu, organisasi, lembaga, atau suatu sistem umtuk melaksanakan fungsi dan kewenangannya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Laporan keuangan adalah suatu alat pertanggungjawaban atas kinerja keuangan manajemen suatu pemerintahan kepada publik yang dipercayakan kepadanya. Laporan keuangan adalah output dan hasil akhir dari proses akuntansi. Kompetensi sumber daya manusia sangat diperlukan agar laporan keuangan yang dihasilkan dapat memenuhi karakteristik kualitatif laporan keuangan.
Sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban dalam penyelenggaraan pemerintahan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, upaya konkrit untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah adalah dengan menyampaikan laporan pertanggung jawaban berupa laporan keuangan.
Kemampuan sumberdaya manusia dalam menghasilkan laporan keuangan yang memiliki nilai informasi dapat dirancang melalui suatu sistem pengendalian internal dengan tujuan umumnya adalah efisiensi dan efektivitas operasi. Pengendalian dalam organisasi akan mendorong pemakaian sumberdaya, mencakup personil, secara efisien dan efektif untuk mengoptimalkan sasaran-sasaran organisasi.
Sumber daya manusia yang tidak memiliki kompetensi tidak akan dapat menyelesaikan pekerjaanya secara efisien, efektif, dan ekonomis. Dalam hal ini pekerjaan yang dihasilkan tidak akan tepat waktu dan terdapat pemborosan waktu serta tenaga. Dalam pengelolaan keuangan daerah yang baik, SKPD harus memiliki sumber daya manusia berkualitas, yang didukung dengan latar belakang pendidikan akuntansi, sering mengikuti pendidikan dan pelatihan, dan mempunyai pengalaman di bidang keuangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan. Manfaat dari pada penelitian ini diharapkan dari dapat memberikan sumbangsih sarah dan masukan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan khususnya yang berkaitan dengan sumber daya manusia dan sistem pengendalian laporan keuangan daerah.
Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan dan Staf yang keberka pada lingkup Kantor Lurah Sikumana dimana berjumlah total 30 orang yang terdiri dari kepala staf dan seluruh staf yang ada pada kantor Kelurahan Sikumana. metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan model korelasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dimana seluruh populasi menjadi sampel penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui cara pembagian kuisioner kepada para responden dan dianalisis menggunakan model analisis regresi linear berganda. Sebelum penelitian ini dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan uji kualitas data yaitu uji validitas dan uji rehabilitas. Setelah itu dilakukan uji hipotesis yaitu analisis regresi berganda dan juga pengujian secara bersama-sama dan pengujian hipotesis secara persial dengan menentukan kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis. Sebelum data yang diperoleh dilakukan uji hipotesis, data harus dianalisis terlebih dahulu untuk mendapatkan data yang berkualitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda sebagai berikut : Y = a + β1x + e.
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan: berdasarkan hasil analisis regresi nilai signifikansi untuk pemanfaatan teknologi informasi Akuntansi sebesar 0,014 dimana nilai ini lebih kecil dari 0,05 (0,01<0,05). Selain itu dapat juga dilihat hasil perbandingan t hitung > t tabel dimana nilai t hitung sebesar -0,21< dari nilai t tabel 1,096. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya Kapasitas SDM tidak Berpengaruh terhadap Kualitas laporan Keuangan. Para pegawai di tuntut untuk dapat mengerjakan laporan keuangan sesuai standar Ukuran-ukuran kualitas laporan keuangan tersebut adalah relevan, andal, dapat dipahami, dan dapat dibandingkan. Kemampuan sumberdaya manusia dalam menghasilkan laporan keuangan yang memiliki nilai informasi dapat dirancang melalui suatu sistem pengendalian internal dengan tujuan umumnya adalah efisiensi dan efektivitas operasi. Pengendalian dalam organisasi akan mendorong pemakaian sumberdaya, mencakup personil, secara efisien dan efektif untuk mengoptimalkan sasaran-sasaran organisasi. Aspek yang paling penting dari pengendalian internal adalah personil. Jika karyawan adalah orang yang kompeten dan bisa dipercaya, pengendalian lain bisa tidak ada dan laporan keuangan yang bisa diandalkan masih bisa dihasilkan.
Berdasarkan hasi penelitian ini diharapkan agar pegawai di kantor kelurahan sikumana mengikuti pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan peningkatan kualitas Sumber daya manusia. Pelatihan adalah proses sistematis mengubah tingkah laku sesorang untuk mencapai tujuan organisasi. Pelatihan yang baik, harus berkaitan dengan keahlian dan kemampuan untuk melaksanakan pekerjaanya. Pengalaman dilihat dari lamanya seseorang bekerja. Dengan pengalaman, seseorang akan terbiasa melakukan suatu pekerjaan dan mempunyai wawasan yang luas serta mudah beradaptasi dengan lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Permasalahan dalam penelitian ini adalah Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani untuk mendukung hasil belajar siswa di SD Inpres Lasiana.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani untuk Mendukung Hasil Belajar Siswa di SD Inpres Lasiana.
Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk memecahkan suatu masalah.
Hasil dan pembahasan: Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Ketersediaan Sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran Pendidikan jasmani di SD Inpres Lasiana adalah 66 sarana dan 1 prasarana tetapi dalam kondisi baik atau yang layak di pakai berjumlah 62 sedangkan yang buruk atau yang tidak layak di pakai berjumlah 4. Untuk meningkatkan hasil belajar yang maksimal, tentunya diperhatikan berbagai faktor yang membangkitkan para siswa untuk belajar dengan efektif. Hal tersebut dapat ditingkatkan apabila ada sarana yang penunjang, yaitu faktor sarana dan prasarana dan dapat memanfaatkan dengan tepat dan seoptimal mungkin pasti akan memberikan dampak yang positif terhadap hasil belajarnya.
Simpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan untuk mendukung hasil belajar siswa di SD Inpres Lasiana dalam kategori cukup memadai
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR ONLINE SISWA DI SD INPRES OESAPA TAHUN 2021 Mete R. A. (*) Natonis A. D (**) Pabala P. P. (**) Pelajaran Pendidikan Agama Kristen membutuhkan upaya dari seorang guru untuk dapat mengatasi kesulitan yang dialami siswa dalam proses pembelajaran berlangsung. Upaya guru sendiri adalah suatu usaha dari seorang pendidik dalam memberdayakan siswanya menjadi siswa yang berprestasi atau terdidik. Pada tingkat tertentu memang ada anak didik yang mampu mengatasi kesulitan belajarnya, tanpa harus melibatkan orang lain. Tetapi pada kasus-kasus tertentu, karena anak didik belum bisa mengatasi kesulitan belajarnya, maka bantuan guru, orang tua, dan orang lain sangat diperlukan oleh anak didik. Seorang guru harus mengetahui faktor-faktor kesulitan belajar yang dialami oleh siswa sebelum memberikan bantuan, agar masalah yang dihadapi oleh siswa dapat terselesaikan Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui upaya guru Pendidikan Agama Kristen dalam mengatasi kesulitan belajar online siswa di SD Inpres Oesapa tahun 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru Pendidikan Agama Kristen dalam belajar online siswa di SD Inpres Oesapa tahun 2021 adalah memeriksa siswa yang memiliki kesulitan dalam belajar, mengetahui materi yang belum dikuasai oleh siswa, menyusun rencana kegiatan remedial dengan merumuskan indikator hasil belajar dan menentukan materi yang sesuai dengan indikator hasil belajar, memilih strategi dan metode yang sesuai dengan karakteristik siswa. merencanakan waktu yang diperlukan dan menentukan jenis, prosedur dan alat penilaian. Melaksanakan kegiatan remedial dengan memberikan tugas atau pembelajaran individu dan melakukan penilaian serta mengkaji kemajuan belajar siswa. Kata Kunci : Upaya Guru, Kesulitan Belajar Online Siswa dan SD Inpres
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran Persekutuan Doa Keluarga Mezbah terhadap kehidupan jemaat di GMIT Betesda Kiukenat, dengan fokus pada dampak negatif berupa penolakan terhadap pendeta sebagai Ketua Majelis Jemaat (KMJ). Penelitian ini menggunakan pendekatan “Mix Methods”, yaitu gabungan metode kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi partisipatif, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persekutuan Doa Keluarga Mezbah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan rohani jemaat. Di satu sisi, persekutuan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan spiritualitas dan kebersamaan jemaat. Namun di sisi lain, muncul pengaruh negatif berupa penolakan terhadap pendeta sebagai KMJ, yang menunjukkan adanya penyimpangan fungsi persekutuan doa dari tujuan utamanya. Refleksi teologis dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan di GMIT Betesda Kiukenat mencerminkan semangat jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul yang hidup dalam doa, kebersamaan, dan kasih. Namun, dalam kerangka gereja Presbiterian Sinodal GMIT, kehadiran pendeta tetap merupakan bagian penting untuk menjaga kemurnian ajaran dan kesinambungan pelayanan. Oleh karena itu, Sinode dan Klasis diharapkan dapat menjadi jembatan pemulih hubungan dan membuka ruang dialog demi memperkuat spiritualitas komunitas dalam semangat gereja yang satu, kudus, am, dan rasuli. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan refleksi bagi GMIT Betesda Kiukenat, agar kehidupan jemaat mula-mula menjadi cermin dan pedoman, khususnya bagi Persekutuan Doa Keluarga Mezbah, supaya kembali pada fungsi semula sebagai sarana pertumbuhan iman. Dengan demikian, persekutuan doa tidak menjadi alat pembentukan kekuasaan, tetapi menjadi wadah yang membangun kesatuan dan ketaatan dalam tubuh Kristus, serta mendorong jemaat menjadi komunitas yang inklusif, terutama dalam menerima pelayanan pendeta sebagai KMJ.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI (PAK PB) TERHADAP PERKEMBANGAN IMAN SISWA KELAS V DI SD INPRES TUNFENU FATUAT KECAMATAN KOT’OLIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN TAHUN 2022 Nenabu Y. I(*) Pellu H.L(**) Metboki. M(**) Pelajaran Pendidikan Agama Kristen membutuhkan peranan dari seorang guru. Peran guru sendiri adalah pemegang kendali terhadap anak didik. Baik atau tidaknya pembelajaran dalam kelas bergantung pada guru. Adapun hal yang perlu untuk dikembangkan dalam diri siswa yakni perkembangan spiritual pada diri siswa. Karena siswa tidak bisa berkembang tanpa batuan dari pihak guru dan juga orang tua. Peran guru sangatlah penting dalam perkembangan siswa di kelas. Seorang guru harus mengetahui peran-peran yang harus dilalukakan agar siswa berkembang dengan baik. Siswa di SD Inpres Tunfenu belum mendapatkan pembelajaran tentang iman secara maksimal maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Perkembangan Iman siswa kelas V di SD Inpres Tunfenu Fatuat Kecamatan Kot’olin Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2022. Metode yang digunakan adalah metode Kualitatif. Penelitian ini dilakukan tanggal 26 Juli-26 Agustus 2022, tempat penelitian SD Inpres Tunfenu Fatuat. Teknik yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini merujuk bahwa Peran guru pendidikan agama kristen terhadap perkembangan iman siswa kelas v di SD Inpres Tunfenu Fatuat beberapa masalah yang terdapat dalam peran guru agama kriten terhadap perkembangan iman siswa antara lain: Anak-anak SD Inpres Tunfenu malas mengikuti ibadah PAR dan Perilaku anak –anak SD yang nakal serta melawan orangtua dan tidak berdoa saat makan, tidur,berangkat sekolah dan tidak mendoakan teman ang sakit dan juga orang tua. Berdasarkan hasil peneliti, dapat disimpulkan bahwa anak-anak SD Inpres Tunfenu Fatuat Belum mendapatkan pengajaran tentang iman Kristen secara maksimal dari guru pendidikan agama Kristen di Sekolah dan dikarenakan kurang bimbingan dari guru PAK bagi siswa dalam hal berdoa, kurang ketegasan, kurang motivasi, dorongan, dan kurang perhatian dari Guru dan orang tua dalam hal berdoa, sehingga kebanyakan siswa tidak bisa berdoa secara spontan karena tidak terbiasa berdoa. Saran : Upaya guru PAK agar mengajarkan tentang iman Kristen secara maksimal terhadap anak-anak dengan baik dan benar terutama dalam hal berdoa. Kata Kunci : Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti(PAK PB) Terhadap Perkembangan Iman Siswa Kelas V di SD Inpres Tunfenu Fatuat Kecamatan Kot’olin Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2022. Keterangan : Penulis (*) Pembimbing (**
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pajak adalah iuran rakyat kepada kas Negara berdasarkan undang-undang, sehingga dapat dipaksakan dengan tiada mendapat balasan jasa secara langsung. Pajak adalah pungutan terhadap masyarakat oleh negara berdasarkan undang-undang yang bersifat memaksa dan terutang yang wajib dibayar dengan tidak mendapat imbalan secara langsung, yang hasilnya digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan ekonomi (Siahaan, 2004 dalam Ummah, 2015). Berdasarkan pemungutannya, pajak dibagi menjadi 2 yaitu pajak pusat dan pajak daerah. Pemungutan pajak di Indonesia mengalami banyak permasalahan, antara lain disebabkan: Kelemahan regulasi dibidang perpajakan itu sendiri, kurangnya sosialisasi, tingkat kesadaran, pengetahuan dan tingkat ekonomi yang rendah, database yang belum lengkap dan akurat, lemahnya penegakan hukum berupa pengawasan dan pemberian sanksi yang belum konsisten dan tegas. Populasi dalam penelitian ini adalah Wajib Pajak Kendaraan Bermotor yang ada di kantor SAMSAT ATAMBUA.Sampel dalam penelitian ini adalah Pembagian kuesioner kepada 50 responden Wajib Pajak kendaraan bermotor yang berada di Kantor SAMSAT Atambua.Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah jawaban responden berdasarkan indikator variabel dependen yaitu : kepatuhan wajib pajak (y) dan empat variabel independen yaitu : Tingkat Pendapatan (x1), Kesadaran Wajib Pajak (x2), Sosialisasi Perpajakan (x3), Sanksi Pajak (x4). Teknik pengumpulan data primer dalam penelitian ini diperoleh langsung dari wajib pajak kendaraan bermotor yang ada di SAMSAT ATAMBUA, melalui pembagian kuesioner. Dengan melakukan penyebaran kuesioner untuk mengukur persepsi responden menggunakan 5 angka penelitian, yaitu : (1) sangat tidak setuju, (2)tidak setuju, (3) Netral, (4) setuju, (5) sangat setuju. Nilai sig.tingkat pendnapatan sebesar 0,001 0,05 maka H0 ditolak (H1 diterima) sehingga menunjukan terdapat pengaruh pemahaman terhadap pajak dalam kepatuhan wajib pajak. Faktor Tingkat Pendapatan mempengaruhi kepatuhan wajib pajak dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Studi Kasus pada kantor Samsat Atambua. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t nilai sig.tingkat penghasilan 0,004 0,05 sehingga H0 ditolak (H3 diterima). Hasil ini menggambarkan bahwa variabel tingkat pendapatan secara parsial berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Hal ini berarti kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor terkait erat dengan besarnya pendapatan wajib pajak sehingga wajib pajak dapat memenuhi kewajibannya membayar pajak kendaraan bermotornya. Nilai sig. Kesadaran wajib pajak 0,179 0,05 sehingga H0 diterima (H2 ditolak). Artinya tidak terdapat pengaruh kesadaran wajib pajak dalam kepatuhan wajib pajak . Nilai sig.sosialisasi pajak 0,0040,05 sehingga H0 ditolak (H3 diterima). Artinya terdapat pengaruh sosialisasi pajak dalam kepatuhan wajib. Nilai sig sanksi pajak 0,561 0,05 sehingga H04 diterima (H4 ditolak). Artinya tidak terdapat pengaruh presepsi sanski pajak dalam kepatuhan wajib pajak. Faktor Sanksi Pajak tidak mempengaruhi kepatuhan wajib pajak dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) studi kasus pada Kantor Samsat Atambua. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t nilai sig.persepsi sanksi pajak 0,561 0,05 sehingga H0 diterima (H4 ditolak). Artinya bahwa sanksi pajak secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor pada kantor Samsat Atambua. Hal ini menunjukkan bahwa sanksi pajak tidak memiliki peran penting dalam mempengaruhi kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Kepatuhan dalam membayar pajak kendaraaan bermotor tidak tergantung pada sanksi pajak yang berlaku. Kesimpulan dari hasil penelitian yang berjudul ”Faktor faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dalam Membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Studi Kasus Kantor Samsat Atambua adalah sebagai berikut: Variabel tingkat pendapatan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor pada kantor samsat Atambua. Variabel kesadaran wajib pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor pada kantor Samsat Atambua. Variabel sosialisasi pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor pada Kantor Samsat Atambua. Variabel sanksi pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor pada Kantor Samsat Atambua Variabel tingkat pendapatan, kesadaran wajib pajak, sosialisasi pajak, dan sanksi pajak secara simultan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor pada Kantor Samsat Atambua.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Otonomi daerah menjadi salah satu hal penting yang di miliki suatu daerah dalam mendukung tercapainya kesejahteraan masyarakat, salah satu wujud pelaksanaan otonomi daerah adalah dengan adanya otonomi dalam aspek pengelolaan keuangan daerah yang disebut otonomi fiskal. Keberhasilan otonomi daerah tak lepas dari kemampuan dalam bidang keuangan yang merupakan salah satu indikator penting dalam menghadapi otonomi daerah. (Prawirososetoto, 2002) Desentrlisasi fiskal adalah pendelegasian tanggung jawab dan pembagian kekuasaan dan kewenangan untuk pengambilan keputusan dibidang fiskal yang meliputi aspek penerimaan maupun aspek pengeluaran. Desentralisasi fiskal merupakan inti dari desentralisasi itu sendiri karena pemberian kewenangan dibidang politik maupun administrasi tanpa dibarengi dengan desentralisasi fiskal merupakan desentralisasi yang sia-sia, sebab untuk dapat melaksanakan kewenangan dan tanggung jawab serta tugas-tugas pelayanan publik tanpa diberi wewenang didalam penerimaan maupun pengeluaran desentralisasi fiskal tidak akan efektif. Suatu daerah otonomi di harapkan mampu atau mandiri dalam membiayai kegiatan pemerintah daerahnya dengan tingkat ketergantungan kepada pemerintah pusat yang semakin menurun. Oleh karena itu, sudah sewajarnya apa bila PAD dijadikan tolak ukur dalam pelaksanaan otonomi daerah demi mewujudkan tingkat kemandirian dalam meghadapi otonomi daerah. Untuk meningkatkan kemandirian daerah pemerintah daerah harus berupaya terus menerus menggali dan meningkatkan sumber keuangan sendiri. Menurut Halim (2007), Kemandirian keuangan daerah (otonomi fiskal) menunjukkan kemampuan pemda dalam membiayai sendiri kegiatan pemerintah, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat yang telah membayar pajak dan retribusi sebagai sumber pendapatan yang diperlukan daerah. Kemandirian keuangan daerah di tunjukkan oleh besar kecilnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dibandingkan dengan pendapatan daerah yang berasal dari sumberlain, misalnya bantuan pemerintah pusat ataupun pinjaman. Rasio kemandirian menggambarkan ketergantungan daerah terhadap sumber dana eksternal. Salah satu bentuk tolak ukur untuk melihat kemampuan suatu daerah untuk menyelenggarakan otonomi daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintah daerah, sumber pendapatan daerah salah satunya berasal dari Pendapatan Aslih Daerah (PAD). Kemandirian fiskal merupakan salah satu aspek yang memiki peran penting dalam otonomi darah, dengan adanya kemandirian fiskal maka mampu memperbaiki alokasi sumber daya produktif melalui pergeseran pengambilan keputusan publik dan mampu mendorong peningkatan kreatifitas masyarakat, pembangunan serta pemerataan hasil-hasil diseluruh daerah (Mardiasmo 1999). Derajat Desentralisasi Fiskal mampu membawa pengaruh yang baik untuk menentukan kemandirian suatu daerah dalam mengelola segala yang terkait didalamnya terutama dalam hal pengambilan keputusan dibidang fiskal yang meliputi aspek penerimaan (tex assignment) maupun aspek pengeluaran (expenditure assessment). Di lihat dalam laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dana transfer dari pemerintah pusat merupakan salah satu sumber pendapatan yang turut andil dalam pendanaan biaya oprasional pemerintah daerah. populasi dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kota Kupang tahun 2017-2021. sampel yang digunakan dalam penelitan ini adalah Laporan Realisasi Anggaran pemerintah kota Kupang pada tahun 2017-2021. Untuk mendapatkan data yang akurat peneliti menggunakan Teknik pengumpulan data Dokumentasi dan Studi kepustakaan. teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif Derajat Desentralisasi Fiskal dari Pendapatan Asli daerah di kota kupang dari Tahun 2017-2021 rata-ratanya adalah 15,09% yang artinya Derajat Desentralisasi Fiskal (DDF) kurang. Jika dianalisis lebih lanjud pada komponen PAD ternyata Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan yang Dipisahkan rata-rata DDF-nya hanya sebesar 1,72% lalu disusul oleh Lain-lain pendaptan asli Daerah yang Sah 2,91% kemudian rata-rata DDF Pendapatan Retribusi 3,35% dan rata-rata DDF Pendapatan Pajak 8,63%. Dengan demikian maka penyebab utama dari kurangnya DDF PAD adalah DDF Hasil Pengelolaan Kekayaan yang Dipisahkan. DDF PAD tertinggi terjadi pada tahun 2019 yaitu 15,89% dan terrendah tahun 2018 yaitu 14,66%, tertinggi tahun 2019 karena adanya peningkatan pendapatan asli daerah, peningkatan tersebut berasal dari pendapatan pajak daerah yang meningkat sebesr 9,61% demikian juga DDF PAD terendah terjadi pada tahun 2018 disebabkan oleh peresentase peningkatan total pendapatan daerah lebih besar dari presentase peningkatan PAD. Peningkatan total pendapatan daerah tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus dan Dana Bagi Hasil Bukan pajak yang masing-masing meningkat sebesar 59,00% dan 12,38%. Rata-rata perkembangan BHPBP terhadap TPD di kota kupang pada tahun 2017-2021 berjumlah 2,44% kondisi ini menunjukkan bahwa derajat desentralisasi fiskal di kota kupang sangat kurang. Jika dianalisis lebih lanjud pada komponen ini Bagi Hasil pajak rata-rata DDF-nya 12,09% dan Bagi Hasil Bukan Pajak rata-ratanya 0,3%. DDF BHPBP yang paling rendah yaitu pada tahun 2019 sebesar 1,44%, presentasenya lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya yaitu tahun 2021 yaity 3,40%. Pada tahun 2021 lebih tinggi dari tahun sebelumnya di sebabkan oleh karena adanya peningkatan total pendapatan daeraah yang bersal dari alokasi kurang bayar tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan presentase dari Bagi Hasil Pajak pada tahun 2021 sebesar 26,30%. Rata-rata Derajat Desentralisasi Fiskal dari Sumbangan Daerah di kota kupang tahun 2017-2021 adalah 3,33% yang berarti masuk dalam kriteria sangat kurang, Derajat Desentralisasi Fiskal dari Sumbangan daerah tertinggi terjadi pada tahun 2020 yaitu sebesar 5,20% dan terndah pada tahun 2017 sejumlah 0,69%. Tertinggi pada tahun 2020 karena adanya peningkatan hibah atau sumbagan daerah lebih besar dari peningkatan total penerimaan daerah, terjadi kaikan sumbagan daerah sebesar 35,28%. Serta pada tahu 2020 kota Kupang mendapatkan bantuan keungan dari provinsi atau dari pemerintah daerah lainya.Bedasarkan hasil anlisis permasalahan yang telah diuraikan, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah: Derajat Desentralisasi Fiskal Kota Kupang yang dihitung dari proporsi Pendapatn Asli Daerah (PAD) terhadap Total Penerimaan Daerah (TPD) rata-rata selama kurun waktu lima tahun yaitu tahun 2017-2021 sebesar 15,09% yang dikategorikan kurang sedangkan proporsi Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak (PBHPB) terhadap Total Penerimaan Daerah (TPD) sebesar 2,44% dengan kriteria sangat kurang. Dan proporsi Sumbangan Daerah (SD) terhadap Total Penerimaan Daerah (TPD) adalah 3,33% kriterinya sangat kurang. Hal ini menunjukkan bahwa ketergantungan pemerintah Kota Kupang terhadap pemerintah pusat masih sangat besar atau dapat dikatakan bahwa desentralisasi fiskal Kota Kuapang masih tinggi, atau dapat dikatakana bahwa kota kupang belum mandiri, karena besarnya peran pemerintah pusat dalam membantu membiayai benja daerah kota Kupang yang tidak bisa di biayai melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) saja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PERAN GURU PJOK DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA KELAS V SD GMIT OESAPA. Idewen Bell1* , Lukas Boleng2 , Yahya J. Palinata3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, pendidikan karakter merupakan proses kegiatan yang mengarah pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan budi harmoni yang selalu mengajarkan, membimbing, dan membina setia manusia untuk memiliki kompetensi intelektual karakter, dan ketrampilan menarik dalam nilai-nilai pendidikan karakter. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan memahami bentuk peranan guru penjas dalam membentuk karakter, mengidentifikasi mengenai keaktifan dan kepedulian guru terhadap pembentukan karakter peserta didiknya. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sampel pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru PJOK, dan siswa SD GMIT Oesapa. Hasil dan pembahasan: Hasil menunjukkan bahwa peran guru penjas dalam membentuk karakter peserta didiknya sudah terlaksana dengan baik dalam pembelajaran maupun diluar jam pelajaran. Hal tersebut memberi manfaat positif bagi lingkungan sekolah di SD GMIT Oesapa, sehingga dapat terciptanya peserta didik yang berkarakter. Simpulan: SD GMIT OESAPA berhasil menanamkan karakter peserta didik melalui berbagai program. Program senyum sapa salam yang dipelopori oleh guru penjas menjadi langkah awal penanaman karakter sopan santun . Program tersebut merupakan program yang dilaksanakan oleh guru penjas sebagai usaha penanaman pendidikan karakter siswa. Kata kunci: Peran Guru PJOK, Pembentukan Karakter Siswa, SD GMIT Oesapa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Judul : Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Penyerapan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur Kata Kunci : Penyerapan APBD, Kualitas SDM, Perencanaan Anggaran, Komitmen manajemen Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT adalah salahsatu entitas akuntansi yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan anggaran dan pendapatan belanja daerah dengan menyusun laporan keuangan berupa: Laporan realisasi anggaran (LRA), Laporan Operasional (LO), Neraca, Laporan perubahan ekuitas (LPE) dan catatan atas laporan keuangan (CALK). LRA adalah laporan yang menyajikan informasi realisasi pendapatan-LRA, belanja yang masing masing diperbandingkan dengan anggarannya dalam satu periode, dalam dokumen tersebut terbaca jumlah rencana dan realisasi pendapatan dan belanja selama satu periode. Jullie J. Sondakh, dkk (2017) menyatakan bahwa Anggaran merupakan pernyataan mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial dan menyatakan berapa biaya atas rencana-rencana yang dibuat (pengeluaran/belanja) serta berapa banyak dan bagaimana caranya memperoleh uang untuk mendanai rencana tersebut. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah kebijakan keuangan tahunan pemerintah daerah yang disusun berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dengan berbagai pertimbangan agar penyusunan, pemantauan, pengendalian dan evaluasi mudah dilakukan. Penyerapan anggaran pendapatan dan belanja daerah memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa bahwa realisasi pendapatan dan belanja tidak terlaksana secara keseluruan (100%), hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa ada beberapa program yang tidak terlaksana, secara umum pengunaan anggaran untuk pelaksanaan program dan kegiatan sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan , namun terdapat hambatan dan kendala adanya wabah covid 19 sehingga berdampak pada terlambatnya pelaksanaan program dan kegiatan, terutama program dan kegiatan strategis dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT. Masalah dalam penelitian ini adalah Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Penyerapan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah maka yang menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana pengaruh kualitas sumberdaya manusia terhadap rendahnya penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi NTT 2. Bagaimana pengaruh perencanaan anggaran terhadap rendahnya penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi NTT 3. Bagaimana pengaruh komitmen manajemen terhadap rendahnya penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi NTT Dari hasil pengujian regresi linear berganda yang dilakukan dengan bantuan program SPSS, maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = 5,214 + 0,286 X₁ + 0,071 X₂ + 0,786X3 1. Nilai constant sebesar 5.214 artinya jika nilai kualitas SDM, Perencanaan Anggaran, Komitmen manajemen dengan nol maka, penyerapan APBD akan meningkat sebesar 5,214 2. Koefisien (b1) sebesar 0,286 artinya apabila Kualitas SDM mengalami kenaikan sebesar satu maka, Penyerapan APBD akan meningkat sebesar 0,286 dengan asumsi variabel lainnya constant. 3. Koefisien (b2) sebesar 0,071 artinya apabila perencanaan anggaran mengalami kenaikan sebesar satu maka Penyerapan APBD akan meningkat sebesar 0,071 dengan asumsi variabel lainnya constant. 4. Koefisien (b3) sebesar 0,786 artinya apabila Komitmen Manajemen mengalami kenaikan sebesar satu maka Penyerapan APBD akan meningkat sebesar 0,786 dengan asumsi variabel lainnya constant. xiv hasil uji t diatas, dapat dapat diketahui variabel X1 kualitas Sumberdaya manusia memilki nilai t hitung sebesar 2,577 dengan sig sebesar 0,022. Karena nilai sig 0,022 0,05, maka diputuskan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima sehingga hipotesis pertama diterima. Jadi berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa Artinya ada pengaruh positif Kualitas SDM dengan Penyerapan Anggaran Belanja hasil uji t diatas, dapat dapat diketahui variabel X2 yakni penyerapan anggaran memilki nilai t hitung sebesar 1,204 dengan sig sebesar 0,047. Karena nilai sig 0,047 0,05, maka diputuskan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima sehingga hipotesis kedua diterima. Jadi berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa Artinya pengaruh positif penyerapan anggaran dengan Penyerapan Anggaran Belanja hasil uji t diatas, dapat dapat diketahui variabel X3 yakni komitmen manajemen memilki nilai t hitung sebesar 1,588 dengan sig sebesar 0,039. Karena nilai sig 0,039 0,05, maka diputuskan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima sehingga hipotesis ketiga diterima. Jadi berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa Artinya ada pengaruh positif Komitmen manajemen dengan Penyerapan Anggaran Belanja Hasil analisis atas persoalan penelitian dan pembahasannya dapat disimpulkan 3 hal sesuai dengan rumusan persoalan penelitian yakni 1. Variabel kompetensi sumber daya manusia berpengaruh signifikan terhadap penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT 2. Variabel Perencanaan Anggaran berpengaruh terhadap Penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT 3. Variabel variabel komitmen Manajemen berpengaruh signifikan terhadap Penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT Berdasarkan hasil analisis, pembahasan dan simpulan diatas, maka beberapa implikasi terapan berupa saran sebagai berikut xv 1. Bagi Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT Semakin dimaksimalkan penyerapan APBD dengan meningkatkan kualitas SDM, Perencanaan yang baik dan komitmen Manajemen 2. Bagi Peneliti selanjutnya Menambah metode survey dengan melakukan wawancara menyeluruh bukan saja kepada pimpinan tetapi juga semua ASN yang terlibat dalam pelaksanaan program
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
TIINJAUAN TENTANG KEBUGARANN JASMANI SISWA SEKOLAH DASAR DI SD INPRES OESAPA PADA MASA PANDEMI COVID-19
Jafrid Eki Leo1*, Andreas J. F. Lumba2, Yahya J. Palinata3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Kebugaran jasmani adalah kemampuan dan kesanggupan untuk melakukan aktivitas atau kerja, mempertinggi daya kerja dengan tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan. Kebugaran jasmani sangat dibutuhkan selama masa pandemi covid-19.
Tujuan penelitian: Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat kebugaran jasmani siswa kelas V sekolah dasar di SD Inpres Oesapa pada pasa pandemi Covid-19.
Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Meotode yang digunakan dalam penenlitian ini adalah metode survei dengan teknik tes dan pengukuran. Analisis data dalam penelitian ini mengunakan teknik analisis deskriptif dengan presentase.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa pengukuran tingkat Kebugaran jasmani siswa sekolah dasar di SD Inpres Oesapa selama masa pandemi covid-19 adalah sebagai berikut: pada kategori “Baik sekali” 0% (0 siswa), “Baik” 30% (3 siswa), “Sedang” 50% (5 siswa), “Kurang” 20% (2 siswa), dan “Kurang sekali” 0% (0 siswa), dan dari perhitungan nilai rata-rata ke-5 (lima) kategori yang ada yaitu 15,59, maka diketahui tingkat kebugaran jasmani siswa putra kelas V SD Inpres Oesapa pada masa pandemi covid-19 berada pada kategori kategori sedang.
Simpulan: Berdasarkan perhitungan nilai rata-rata yaitu 15,59 maka diketahui tingkat kebugaran jasmani siswa putra kelas V SD Inpres Oesapa pada masa pandemi covid-19 berada pada kategori kategori sedang.
Katakunci: Tes Kesegaran Jasmani Indonesia, Siswa, SD Inpres Oesapa
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pagawai adalah kinerja pegawai. Suatu organisasi dapat bertahan jika setiap kegiatan pegawai didukung oleh kinerja pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah dengan memperhatikan kualitas pengelolaan sumber daya manusia, dan teknologi informasi pada pegawai. pengelolaan sumber daya manusia merupakan salah satu hal penting yang mendorong pegawai untuk menghasilkan kinerja yang baik. Selain itu teknoligi informasi merupakan salah satu komponen penting dalam meningkatkan kualitas kinerja pegawai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai, pengaruh pengelolaan sumber daya (sdm) dan teknologi informasi terhadap kinerja pegawai pada sekolah menegah pertama (smpn 20) kota kupang karena penulis menemukan bahwa terdapat kurangnya tingkat SDM pegawai serta kurangnya tngkat teknologi informasi. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah pengelolaan sumber daya manusia, teknologi informasi dan kinerja pegawai. Mengungkapkan kinerja adalah Kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. (Anwar Prabu, 2009). Menurut Kadir dan Triwahyuni (2003:2) “Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu Anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi” 12 Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 47 orang pegawai. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 47 orang pegawai.. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahuai bahwa pengelolaan SDM pada sekolah menegah pertama (smpn 20) kota kupang berada dalam kategori rendah. Teknlogi informasi dalam kategori rendah, dan kinerja pegawai juga berada dalam kategori rendah. Dalam analisi lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa pengelolaan SDM berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,162 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,193 yang berarti semakin baik pengelolaan SDM, semakin tinggi pula kinerja pegawai, sedangkan Teknologi informasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,184 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,156 yang berarti semakin baik Teknologi informasi semakin tinggi pula kinerja pegawai.