ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PERAN GURU PJOK DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA KELAS V SD GMIT OESAPA. Idewen Bell1* , Lukas Boleng2 , Yahya J. Palinata3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, pendidikan karakter merupakan proses kegiatan yang mengarah pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan budi harmoni yang selalu mengajarkan, membimbing, dan membina setia manusia untuk memiliki kompetensi intelektual karakter, dan ketrampilan menarik dalam nilai-nilai pendidikan karakter. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan memahami bentuk peranan guru penjas dalam membentuk karakter, mengidentifikasi mengenai keaktifan dan kepedulian guru terhadap pembentukan karakter peserta didiknya. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sampel pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru PJOK, dan siswa SD GMIT Oesapa. Hasil dan pembahasan: Hasil menunjukkan bahwa peran guru penjas dalam membentuk karakter peserta didiknya sudah terlaksana dengan baik dalam pembelajaran maupun diluar jam pelajaran. Hal tersebut memberi manfaat positif bagi lingkungan sekolah di SD GMIT Oesapa, sehingga dapat terciptanya peserta didik yang berkarakter. Simpulan: SD GMIT OESAPA berhasil menanamkan karakter peserta didik melalui berbagai program. Program senyum sapa salam yang dipelopori oleh guru penjas menjadi langkah awal penanaman karakter sopan santun . Program tersebut merupakan program yang dilaksanakan oleh guru penjas sebagai usaha penanaman pendidikan karakter siswa. Kata kunci: Peran Guru PJOK, Pembentukan Karakter Siswa, SD GMIT Oesapa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jemaat sebagai perkumpulan orang-orang yang telah ditebus dan mengalami pemulihan sebagai gambar Allah wajib mendidik anggotanya untuk memajukan imannya yang tidak terbatas pada orang-orang dewasa tetapi juga harus dibangun dan di didik sejak dini melalui anak-anak dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada dalam gereja baik dari dalam dirinya maupun diluar dirinya termasuk sekolah-sekolah yang didirikan. Penulisan ini fokus pada analisis peran jemaat terhadap perkembangan SD GMIT Oepliki, dengan tujuan untuk memahami bagaimana peran Jemaat kususnya Jemaat Efrata Oepliki terhadap perkembangan SD GMIT Oepliki. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif. Landasan teori yang digunakan dalam menganalisa data penelitian ini adalah teori Teologi Apostolat jabatan atau Tugas seorang rasul memberitakan injil kerajaan Allah ke dalam jemaat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran gereja khususnya gereja Efrata Oepliki terhadap perkembangan SD GMIT Oepliki. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara 15 responden dan observasi langsung di wilayah penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa Gereja Efrata Oepliki yang didirikan sejalan dengan SD GMIT Oepliki berkaitan dengan dukungan Moril Jemaat Efrata Oepliki berperan menyediakan bahan-bahan Lokal, terlibat dalam kerja bakti di Sekolah, mendoakan pertumbuhan dan perkembangan SD GMIT Oepliki dan memantau keadaan sekolah menyangkut hubungan Guru dengan murid, hubungan antar guru, hubungan guru dengan orang tua siswa maupun dengan masyarakat. Sedangkan berkaitan dengan peran Materil Jemaat Efrata Oepliki jujur bahwa masih minim dilakukan. Dengan demikian perlu adanya wadah Diakonia bagi sekolah yang masih mengalami kekurangan sarana dan prasarana serta fasilitas, dengan cara mencari donatur agar bisa membantu dalam hal finansial atau keuangan guna memperbaiki mutu pendidikan SD GMIT Oepliki
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Novilia Rossince Siki; Pendidikan Multikultural di SD GMIT Oenaek; “Analisis SWOT Terhadap Peran Sekolah GMIT dalam Membudayakan Pendidikan Multikultural di SD GMIT Oenaek Kupang Barat.” Pembimbing I: Pdt. Merensiana Hale, M.Th; Pembimbing II: Pdt. Dr. Fredrik Y. A. Doeka, MA. Tulisan ini mengkaji persoalan pendidikan multikultural yang berlangsung di SD GMIT Oenaek. Sejauh mana pendidikan multikultural menjadi prioritas untuk diwujudkan dan dibudayakan melalui kajian kurikulum dan metode pembelajaran yang mencakup berbagai pengetahuan tentang keberagaman suku, budaya, bahasa, ras, gender, sosial dan agama, sebab melalui peranan pendidikan multikultural dapat mempersiapkan peserta didik sejak dini agar mampu bersikap terbuka dengan perbedaan yang ada serta mampu untuk mencegah dan menangani konflik yang ditimbulkan oleh perbedaan-perbedaan tersebut. Untuk itu, SD GMIT Oenaek sebagai sekolah yang berbasis agama Kristen Protestan diharapkan dapat menjadi wadah yang dapat membudayakan pendidikan multikultural ini. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah pertama, mendeskripsikan dan mengkaji konteks SD GMIT Oenaek. Kedua, mengkaji dan menganalisa sejauh mana peran SD GMIT Oenaek dalam membudayakan pendidikan multikultural. Ketiga, merefleksikan peran SD GMIT Oenaek dalam membudayakan pendidikan multikultural di tengah masyarakat majemuk. Untuk mencapai tujuan penulisan tersebut, maka metode yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Selanjutnya penulis melakukan wawancara dan observasi langsung ke lokasi penelitian dan penulis juga menggunakan penelitian pustaka untuk memahami literatur-literatur yang menunjang penulisan karya ilmiah ini. Sedangkan metode penulisan yang dipakai adalah metode deskriptif dengan pendekatan deduktif lalu dianalisis menggunakan analisis SWOT dan ditarik kesimpulannya menggunakan Balance Scorecard dan diakhiri dengan merefleksikan peran dari SD GMIT Oenaek dalam membudayakan pendidikan multikultural. Mengacu pada hasil penelitian, maka penulis menemukan bahwa SD GMIT Oenaek sebagai sekolah berbasis agama Kristen Protestan belum dapat menjalankan perannya secara optimal. Faktor yang mempengaruhi baik secara internal maupun eksternal dan berdasarkan analisis yang telah dikaji dalam beberapa aspek yakni sejarah, struktur organisasi, visi misi, komposisi guru dan siswa, keadaan infrastruktur, keadaan sosial masyarakat dan sistem pendidikan, maka terdapat kekuatan dan peluang yang bisa menolong, akan tetapi terdapat juga kelemahan dan ancaman yang bisa menjadi penghambat. Adapun nilai-nilai multikulturalisme yang termuat dalam dasar biblis, serta bentuk tindakan kasih yang telah ditunjukkan oleh Yesus dapat menjadi kunci utama yang harus dimiliki semua orang agar mampu hidup berdampingan dengan damai dalam keberagaman dan menjadi acuan bagi pendidikan dalam konteks majemuk serta menjadi jalan bagi manusia untuk bisa saling mengenal dan mengasihi satu dengan yang lain. Dengan belajar hidup dalam perbedaan, berpikir terbuka untuk belajar budaya lain, menjunjung sikap saling menghargai, serta menjadi penyalur kasih merupakan peran atau nilai-nilai multikulturalisme yang diharapkan dapat dibudayakan dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi peran-peran tersebut belum dapat diwujudkan secara optimal oleh SD GMIT Oenaek. Untuk mencapai peran-peran tersebut, maka membutuhkan kerjasama serta partisipasi aktif dari berbagai pihak baik itu pengelola pendidikan, peserta didik, orang tua dan sistem pendidikan beserta fasilitas pendukung lainnya yang perlu ditingkatkan lagi, serta diharapkan dapat menjadi pendukung dalam meningkatkan kualitas SD GMIT Oenaek dalam membudayakan pendidikan multikultural di tengah kehidupan masyarakat majemuk yang semakin modern.