ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
YOHANIS HIWA WUNU (15380110) Seleksi Varietas Rumput Laut Kappaphycus alvarezii (Doty) Yang Dibudidaya dengan Metode Long Line di Perairan Tablolong dibawah bimbingan: Wilson L. Tisera S.Pi., M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Rockie R. L. Supit, S.Pi., M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang memiliki potensi perikanan seperti budidaya rumput laut. Rumput laut yang dibudidaya dalam tahap untuk uji coba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui varietas rumput laut Kappaphycus alvarezii (Kappaphycus alvarezii; sacol Sulamu, sacol Semau, kuljar Rote dan cottoni Pasir Panjang).
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2021 dengan lokasi penelitian yaitu Perairan Tablolong. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental yang digunakan untuk uji coba seleksi varietas rumput laut selama kegiatan berlangsung. Metode long line digunakan untuk melakukan uji coba budidaya rumput laut. Analisis data yang digunakan yaitu pertumbuhan harian, presentase pertumbuhan relatif, serta pertumbuhan mutlak.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan harian Sacol Sulamu dari terendah sampai tertinggi rumput laut Kappaphycus alvarezii 8,57-16,90 gram/hari, kemudian diikuti Kuljar Rote dengan nilai pertumbuhan harian terendah 6,95 dan tertinggi 9,54 gram/hari sedangkan Sacol Semau dari terendah sampai tertinggi 3,29-7,37 gram/hari. pertumbuhan mutlak dengan nilai tertinggi yakni 828 gram dari sacol Sulamu sedangkan terendah berasal dari Cattoni Pasir Panjang dengan nilai 214 gram dan pertumbuhan relatif dengan nilai tertinggi 828,00 % dari sacol Sulamu dan terendah dari Sacol Semau dengan nilai 39,00 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DARIUS RICKY SAPUTRA APAUT (15380138). Struktur Komunitas Echinodermata di Zona Intertidal Perairan Tablolong Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA., S.Pi., M.Si., Ph.D dan ROCKIE R.L SUPIT., S.Pi. M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Salah satu jenis invertebrata yang ditemukan di Pantai Tablolong adalah Echinodermata. Echinodermata sebagai kunci spesies ekologi yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Informasi secara ilmiah mengenai kondisi komunitas Echinodermata di perairan Tablolong masih kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur komunitas Echinodermata pada zona intertidal Perairan Tablolong Kabupaten Kupang meliputi Kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi.
Penelitian ini dilaksanan pada bulan Juli 2021 di zona intertidal perairan Tablolong, Kabupaten Kupang pada 3 (tiga) stasiun yaitu Stasiun I di depan Pabrik Alga Rote Karagenan Nusantara (RKN), Stasiun II di Lokasi Wisata Laut Sawu, dan Stasiun III di Lokasi Wisata Baru (Depan BPIP). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskripsi eksploratif. Metode sampling pengamatan menggunakan belt transek dengan panjang garis transek 100 m dan pengamatan kiri dan kanan masing-masing 2,5 m. Analisis data meliputi kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komposisi jenis Echinodermata yang diperoleh terdiri dari 8 jenis dari kelas Echinodea, 4 jenis dari kelas Holothuria, 1 jenis dari kelas Ophiuroidea, 2 jenis dari kelas Asteroidea dan 1 jenis dari kelas Crinoidea. Kelimpahan jenis dan relatif tertinggi di stasiun I adalah Protoreaster nodosus dari kelas Asteroidea dan terendah spesies Holothuria scabra dari kelas Holothuroidea. Stasiun II terdapat pada spesies Stichopus sp dari kelas Holothuroidea dan terendah adalah Mespilia globulus dari kelas Echinoidea dan Synapta maculate dari kelas Holothuroidea, sedangkan di stasiun III diperoleh nilai kelimpahan tertinggi terdapat pada spesies Mespilia globus dari kelas Echinoidea dan terendah terdapat pada spesies Archaster typicus dari kelas Astreoidea. Keanekaragaman jenis Echinodermata di zona intertidal pantai Tablolong pada stasiun III dalam kategori keanekaragaman jenis sedang, produktivitas cukup seimbang, dan tekanan ekologis sedang. Sedangkan stasiun I dan II dalam kategori keanekaragaman rendah, produktivitas sangat rendah sebagai indikasi adanya tekanan yang berat dan ekosistem tidak stabil. Kesereragaman jenis Echinodermata di zona intertidal pantai Tablolong dalam kondisi labil. Dominasi jenis Echinodermata di zona intertidal pantai Tablolong tergolong dominansi rendah.
Kata kunci: Struktur komunitas, Echinodermata, zona intertidal, kelimpahan, perairan Tablolong.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perhitungan harga pokok penjualan harus dilakukan teliti dan tepat karena berhubungan dengan harga barang yang akan dijual kepada pasar. Harga pokok penjualan atau HPP adalah patokan dalam menentukan harga jual suatu produk. Jika harga terlalu turun, maka Perusahaan bisa mengalami kerugian, sedangkan jika harga terlalu mahal, akan mengakibatkan hasil produk tidak sesuai dengan target pasar dan Perusahaan akan gagal memasarkan produk. Penetapan Harga Pokok Penjualan berkaitan erat dengan Volume penjualan yang adalah merupakan hasil akhir yang dicapai Perusahaan dari penjualan produk yang dilakukan berdasarkan target yang diasumsikan dengan realisasi yang ingin dicapai. Tujuan Penelitian ini adalah ntuk mengetahui apakah ada pengaruh penetapan Harga Pokok Penjualan terhadap Volume Penjualan Rumput Laut oleh para petani budidaya di Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan metode asosiatif dengan jumlah Sampel Penelitian yang adalah para Petani Budidaya Rumput Laut aktif di Desa Tablolong sebanyak 20 (dua puluh) orang, dan Teknik Analisis Data yang digunakan adalah analisis kuantitatif Uji T (Uji Pengaruh) berdasarkan data yang diperoleh di lapangan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pada musim bagus dimana jumlah produk rumput laut meningkat, penetapan HPP berpengaruh signifikan terhadap Volume Penjualan; sedangkan pada musim kurang bagus dimana jumlah produk rumput laut yang dihasilkan sedikit, tidak ada pengaruh signifikan dari HPP terhadap Volume Penjualan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN LA TAKBIR SAMAD (16381885). Struktur Komunitas Makroalga Pada Habitat Berbeda Pesisir Pantai Desa Tablolong Kecamatan Kupang Barat. ROCKIE R.L SUPIT, S.Pi, M.Si dan WILSON L. TISERA., S.Pi. M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Makroalga atau yang sering disebut sebagai rumput laut merupakan alga makro yang tumbuh di perairan laut. Makroalga memiliki manfaat, baik secara ekonomi maupun ekologi. Makroalga sebagian besar hidup di perairan laut. Untuk dapat tumbuh, makroalga tersebut memerlukan substrat untuk tempat hidup dan menempel. habitat makroalga lainnya adalah ekosistem lamun, karena lamun memberikan habitat yang baik untuk asosiasinya. makroalga menyukai habitat dengan substrat berpasir, berlumpur, berbatu atau berterumbu di daerah dangkal yang masih dapat ditembusi cahaya matahari. tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makroalga pada habitat berbeda di pesisir pantai Desa Tablolong Kecamatan Kupang Barat Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskripsi eksploratif, yaitu menganalisa dan menyajikan data berdasarkan objek yang diperoleh di habitat tersebut sehingga dapat disimpulkan serta dipahami. Pengambilan data makroalga menggunakan metode transek linear kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan Habitat hidup makroalga yang ditemukan di pantai Tablolong terdiri dari ekosistem lamun dengan substrat rataan karang mati, pasir, pasir berlumpur dan lumpur berpasir. Ekosistem terumbu karang dengan substrat pecahan karang, rataan karang mati. Makroalga yang ditemukan terdiri dari divisi Chlorophyta, Phaeophyta dan Rhodophyta dengan jumlah jenis sebanyak 28 spesies. Komposisi tertinggi adalah Halimeda opuntia sebanyak 1594 individu dan Halimeda incrassata sebanyak 1129 individu. Kepadatan jenis makroalga tertinggi adalah Halimeda opuntia dengan rata-rata sebesar 13,29 individu/m². kepadatan relatif tertinggi adalah Halimeda opuntia dengan rata-rata sebesar 17,59% dan Halimeda incrassata dengan rata-rata sebesar 17,59%. Frekuensi kehadiran makroalga tertinggi adalah Halimeda opuntia, H. incrassata, H. macroloba, Caulerpa sertularoides, C. lentifera, C. Racemosa dari divisi Chlorophyta; pada divisi Phaeophyta jenis makroalga yang berpeluang muncul pada habitat adalah Padina gymnospora dan Dichtyota deliculata; sedangkan devisi Rhodophyta jenis yang memiliki peluang muncul adalah Gracilaria fisheri, G. salicornia dan Liagora ceranoides. Keanekaragamn jenis makroalga di pantai Tablolong tergolong rendah, keseragaman jenis nilai E mendekati 1 yaitu sebaran makroalga tersebar merata. Dominansi makroalga tergolong rendah. Persen cover penutupan lamun tertinggi di Srasiun I adalah Cymodocea rotundata sebesar 92,9%, Halodule uninervis sebesar 93,1 %, dan Hadodule pinfolia sebesar 78,5%. Stasiun II didominasi oleh Hadodule pinfolia sebesar 96,3% dan Halodule uninervis sebesar 90,6 %. Stasiun III adalah Hadodule pinfolia sebesar 95,2% dan Halodule uninervis sebesar 95,3 %. Stasiun IV didominasi oleh Cymodocea rotundata sebesar 90,6%, Halodule uninervis sebesar 90,5%.