Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: lamun
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI JENIS-JENIS LAMUN DI PERAIRAN PANTAI DESA WOLWAL KECAMATAN ALOR BARAT DAYA KABUPATEN ALOR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia memiliki wilayah pesisir yang cukup luas, pada daerah pesisir terdapatlamun yaitu di perairan pantai yang datar, di darataan terumbu, dan tubir pulau-pulau karang. dibeberapa lokasi dijumpai lamun bersama-sama mangrove dan terumbu karang. Tempat hidup lamun adalah dasar perairan yang disusun dari lumpur, pasir, puing karang mati (coral rubble), bahkan ada yang tumbuh diatas batu massive.Padang Lamun yang terdapat di Indonesia memiliki luas sekitar 30.000 Km2 dan sangat berperan penting bagi ekosistem yang ada di laut dangkal, karena merupakan habitat dan sumber makanan bagi ikan dan biota perairan lainnya.Penelitian tentang jenis-jenis lamun di Pantai Wolwal Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alorbelum pernah dilaporkan. Padahal wilayah tersebut memiliki potensi beberapa jenis lamun berdasarkan observasi awal yang dilakukan dan juga mengingat pentingnya peranan lamun bagi ekosistem di laut dan semakin besarnya tekanan gangguan baik oleh aktifitas manusia maupun akibat alami, maka perlu diupayakan usaha pelestarian lamun melalui pengelolaan yang baik pada ekosistem padang lamun.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan parameter perairan Lamun yang ada di perairan Pantai Wolwal Desa Wolwal, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodemetode jelajahdengan menjelajah di lokasi Perairan Pantai Desa Wolwal. Hasil penelitian menunjukkan Lamun yang ditemukan di perairan Pantai Desa Wolwal dikategorikan dalam 2 famili yaituPotamogetonaceae dan Hydrocharitaceae, dan 4 jenis yaituHaloduleuninervis,Halophila ovalis, Enhalus acoroides dan Cymodocearotundata. Berdasarkan hasil pengukuran parameter lingkungan yaitu suhu240C , salinitas 26‰, derajat keasaman (pH) 8 dan intensitas cahaya 705 cd.perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, mengenai keanekaragaman Lamun pada daerah dengan habitat lamun dan karang yang dilakukan pada musim hujan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN JENIS LAMUN (Seagrass) DI PANTAI RAE MEA KECAMATAN SABU TIMUR KABUPATEN SABU RAIJUA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KeanekaragamanJenisLamun (Seagrass) Di Pantai Rae Mea KecamatanSabuTimurKabupatenSabuRaijua Lede.M.W.N)* Ballo.A)** Bullu.I. N)** Diberbagaiwilayahpesisir Indonesia, terdapattigaekosistem yang khas yang salingterkaityaitupadanglamun, mangrove danterumbukarang. Ekosistemlamunmerupakansalahsatuekosistemlautdangkal yang mempunyaiperananpentingdalamkehidupanberbagai biota laut.Lamun (Seagrass) adalahtumbuhanberbunga (Angiospermae) yang dapattumbuhdenganbaikdalamlingkunganlautdangkal.Lamunterbagimenjadiduafamili, yaitufamiliCymodoceaes(9 marga, 35 jenis) danfamiliHydrcharitacea (3 marga, 15 jenis) (Den Hartogdkk, 2000). Tujuan penelitian ini adalah Untukmengetahuikeanekaragamanjenis-jenislamun (Seagrass) yang ada di pantai Rae Mea KecamatanSabuTimurKabupatenSabuRaijua.Metode yang digunakandalampenelitianiniadalahmetodeobservasidigunakanuntukpengambilan data awal, studipustakadigunakandalammengidentifikasijenislamun (seagrass). Transekgarisdigunakanuntukmenentukan area pengambilansampel. Teknikanalisis data dalampenelitianinimengunakanteknikdeskriptifkuantitatifyaitumendeskripsikancirimorfologi, klasifikasisertamencariIndeksNilaiPenting (INP) danIndeksKeanekaragaman (H’)darijenislamun (seagrass) yang ditemukan di padaseluruhstasiun/transek di Pantai Rae Mea. Berdasarkanpenelitian yang telahdilakukan di Pantai Rae Mea KecamatanSabuTimurKabupatenSabuRaijuatentangkeanekaragamanLamun (seagrass),makadapatdisimpulkanbahwaterdapat 300 individudari 5 spesiesjenisLamun (seagraas)denganmasing-masingspesiesmemilikiIndeksNilaiPenting yang bervariasi. Yaknijenis Cymodocearotundata(63,96%),Enhalusacoroides(56,28%), Haloduleuninervis (86,42%), Thalassiahemprincii (41,04%) Siringodium isoetifolium (52,27%). Dan keseluruhandari 5 jenis Lamun (seagraas)yang ditemukanmemilikiIndeksKeanekaragaman yang sedangyakni (1,57). Kata Kunci : Lamun (seagrass), keanekaragaman, Pantai Rae Mea Keterangan :* Peneliti ** Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN KARBON PADA BIOMASSA LAMUN DI PERAIRAN LALENDO DAN PERAIRAN TABLOLONG KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YANDRI P. BENU (16382402) Analisis Kandungan Karbon pada Biomassa Lamun di Perairan Lalendo dan Perairan Tablolong, Kabupaten Kupang: Ir. YOHANES MERRYANTO S, M.Si., Ph.D dan ALFRED G.O. KASE S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pemanasan global (global warming) mengakibatkan dampak perubahan iklim. Hal ini diakibatkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer sehingga terjadi peningkatan suhu di permukaan bumi. Karbondioksida (CO2) adalah contoh gas rumah kaca yang memberikan pengaruh terbesar. Lamun adalah salah satu tanaman yang memiliki kemampuan menyerap karbon di atmosfer dan menyimpannya dalam bentuk biomassa melalui proses fotosintesis. Lamun yang terdapat di Perairan Lalendo dan Perairan Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang membentuk suatu komunitas yang luas dengan kelimpahan individu dan keragaman jenis lamun yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume, biomassa dan cadangan karbon yang tersimpan pada jaringan lamun bagian atas substrat (daun dan tangkai) dan bawah substrat (akar dan rimpang). Pengambilan data lapangan dilakukan pada tegakan semua jenis lamun yang ditemukan di dalam transek kuadran di lokasi penelitian. Perhitungan volume tegakan menggunakan persamaan tabel kerapatan dan nilai biomassa menggunakan nilai berat kering yang dikonversi dengan nilai kerapatan. Sedangkan, perhitungan karbon diperoleh melalui tahap pengukuran berat abu, bahan organik, konstanta nilai karbon (1,724) kemudian nilai biomassa dikonversikan dengan nilai karbon sehingga mendapatkan nilai akhir kandungan karbon. Selanjutnya, nilai karbon yang telah diperoleh pada setiap jenis lamun dijumlahkan untuk mendapatkan nilai estimasi total stok karbon pada masing-masing stasiun. Hasil penelitian menunjukan nilai total rata-rata stok karbon pada bagian bawah substrat lebih besar dibandingkan bagian atas substrat pada kedua lokasi penelitian. Nilai rata-rata stok karbon di Perairan Lalendo yaitu, jaringan bawah substrat sebesar 309,21 gC/m2 (73%) dan bagian atas substrat sebesar 113,82 gC/m2 (27%). Sedangkan nilai rata-rata stok karbon di Perairan Tablolong yaitu, jaringan bawah substrat sebesar 466,72 gC/m2 (76%) dan bagian atas subtsrat sebesar 146,75 gC/m2 (24%). Sedangkan nilai estimasi total stok karbon per stasiun menunjukan sumbangan stok karbon di perairan Tablolong lebih besar dibandingkan di perairan Lalendo didasarkan pada nilai estimasi total rata-rata stok karbon yaitu pada Perairan Tablolong sebesar 613,47 gC/m2 dibandingkan Perairan Lalendo sebesar 423,04 gC/m2.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS EKOLOGI LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DI PERAIRAN BOLOK, KECAMATAN KUPANG BARAT, KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MARIA YULITA BERE (18380050). Analisi Ekologi Lokasi Budidaya Rumput Laut Kappaphycus alvarezii di Perairan Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA, S.Pi, M.Si, Ph.D dan DONNY M. BESSIE, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Desa Bolok merupakan salah satu desa dari 6 desa di Kecamatan Kupang Barat yang memiliki potensi sumberdaya hayati pesisir yang cukup besar, juga potensi budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi ekologi lokasi budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2021-Februari 2022, di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan melakukan observasi dan pengukuran langsung di lapangan. Pengambilan sampel makrobentos menggunakan metode belt transek. SUntuk memperoleh data lamun sebagai objek penelitian digunakan metode transek kuadran. Metode pengambilan sampel makroalga menggunakan metode garis transek (line transect) dengan teknik sampling kuadran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan jenis dan relatif makrobentos tertinggi adalah ditemukan pada jenis Protoreaster nodosus yang memiliki nilai kelimpahan (0,5453 ind/m², 47.81%), sedangkan kelimpahan jenis dan relatif terendah adalah jenis Ophiocoma erinaceus dengan jumlah nilai kelimpahan yaitu (0,002 ind/m2), Linckia laevigata, Mesocentorus franciscanus, Tripneustes centricosus, Toxopneustes pileolus dan Macrophiotrix belli dengan jumlah kelimpahan relatif yang sama yaitu (0.06%). Perhitungan indeks keanekaragaman, keseragaman, dominasi makrobentos tetinggi sebesar (0,635, 0,629, 0,310). Kepadatan jenis dan relatif makroalga tertinggi adalah jenis Ulva reticulata dengan nilai kepadatan yaitu (8.4 Ind/m2, 28.97%). Sedangkan kepadatan jenis dan relatif terendah adalah jenis Ulva lactuca dengan nilai kepadatan yaitu (1.33 Ind/m2, 4.60%). Nilai frekuensi jenis dan relatif tertinggi pada jenis Ulva reticulata dengan nilai sebesar (0,8 ind/m2, 25%). Sedangkan Nilai frekuensi jenis dan relatif terendah pada jenis Ulva lactuca dengan jumlah nilai yaitu (0,2 ind/m2, 7,29%). Indeks keanekaragaman, keseragaman, dominasi makroalga tertinggi sebesar (0,770, 0,911, 0,192). Nilai kerapatan jenis dan relatif tertinggi terdapat pada jenis Thalassia hemprichii dengan nilai keraptan (10,23 m2, 51,00%). Sedangkan nilai terendah kerapatan jenis dan relatif pada jenis Syringodium isoetikolium dengan jumlah nilai yaitu (0,17 m2 , 0,83%). Nilai frekuensi jenis dan relatif tertinggi terdapat pada jenis Thalassia hemprichii dengan nilai frekuensi (0,90m2, 53%). Sedangkan nilai terendah frekuensi jenis relatif pada jenis Syringodium isoetikolium dengan jumlah nilai yaitu (0,03m2, 2%). Nilai penutupan jenis dan relatif tertinggi terdapat pada jenis Thalassia hemprichii dengan nilai penutupan (0.75m2, 21,53%). Sedangkan nilai terendah penutupan jenis relatif pada jenis Cymodecea retundata dengan jumlah nilai yaitu (0,23m2, 6,70%). Kata kunci: Ekologi, Kappaphycus alvarezii, Makrobentos, Makroalga, Lamun, Perairan Bolok.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS BULU BABI (echinodea)YANG BERASOSIASI DENGAN EKOSISTEM PADANG LAMUN DI PERAIRAN LEWOLERE KABUPATEN FLORES

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

VINSENSIA P. WERANG (16383420) Struktur Komunitas Bulu Babi (Echinodea)yang Berasosiasi dengan Ekosistem Padang Lamun di Perairan Lewolere KabupatenFlores Timur.Ir. Yohanes Merryanto, M.Si,Ph.Ddan Wilson L. Tisera,S.Pi,M.Si, Ph.DsebagaiPembimbing1dan2.Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,Universitas Kristen Artha Wacana.Bulu babi merupakan salah satu sumberdaya hayati laut yang mempunyai prospek untuk dikembangkandanmempunyai peranan yang penting baik dari segi ekologis maupunekonomis.Perairan Pantai Lewolere Kabupaten Flores Timur memiliki ekosistem lamun dan terumbu karangyangcukup baik dan berperan penting dalam proses siklus hidup organisme laut.Penelitian inibertujuan untuk mengetahui struktur komunitas yang terdiri dari komposisi jenis, kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi bulu babi yang berasosiasi dengan ekosistem lamun di Perairan Lewolere Kabupaten Flores Timur.Penelitian ini menggunakan metodesurvei langsunguntuk pengumpulan datadengan menghitung danmengukur langsung di lapangan secara purposive random samplingdan metode transek.Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi bulu babi di Perairan Lewolere terdiri dari 7 spesies yaitu Arbaciapunctulata, Diadema setosum, Echinometra mathaei, Echinometraoblonga, Echinometra viridis, Tripneustes gratilla dan Echinometrasp.Nilai indeks keanekaragaman (H')tergolongrendah(0,78), indeks keseragaman (E)tergolong tinggi(0,92) dan indeks dominansi (D)menunjukan tidak ada jenisbulu babi yang mendominansi (0,18).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KONDISI BIOEKOLOGI BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DESA TANARAING KECAMATAN RINDI KABUPATEN SUMBA TIMUR

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN Feri kawodu nunu (16384028) Analisis Kondisi Bioekologi Budidaya Rumput Laut Di Desa Tanaraing Kecamatan Rindi Kabupaten Sumba Timur.Wilson L.Tisera,S.Pi.,M.Si.,Ph.D dan Rockie R.L.Supit,S.Pi.,M.Si(sebagai pembimbing 1dan 11).Program Studi,Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka jenis dan jumlah yang ditemukan di zona intertidal di perairan Desa Tanaraing Kabupaten Sumba Timur pada ketiga transek berbeda-beda. Secara keseluruhan terdapat 4 jenis kelas (Echinoidea), 2 jenis dari kelas (asteroidea), 3 jenis dari kelas (Ophiuroidea).Jenis makroalga di perairan desa tanaraing berdasarkan penelitian yang telah di laksanakan maka jenis dan jumlah yang ditemukan di zona intertidal di perairan desa tanaraing pada ketiga transek berbeda-beda.secara keseluruhan terdapat 2 jenis Hypnea sp, 2 jenis dari kelas Acanthopora spicifera, 2 jenis dari kelas Amphiroa fragilissima, 1 jenis dari kelas Caulerpa sp, 2 jenis dari kelas Gracilaria salicornia. Habitat Lamun di perairan Desa Tanaraing yang paling dominan adalah pasir berlumpur. Transek 1 merupakan kawasan yang berpasir dan berlumpur transek ini ditemukan 6 jenis lamun yaitu Halodule pinifolia, Cymodocea serrulata, Cymodocea rotundata, Enhalus acaroides, Syringodium isoetifolium, Thalassia hemprichii. Pada transek 2 ditemukan 5 jenis lamun yaitu Cymodocea serrulata, Halodule pinifolia, Syringodium isoetifolium, enhalus acaroides, thalassia hemprichii, dan transek 3 ditemukan 4 jenis lamun yaitu halodule pinifolia, Cymodea serrulata, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium. Kata kunci : Cymodea serrulata, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium, Lamun, Cymodocea serrulata, Halodule pinifolia, Syringodium isoetifolium, enhalus acaroides, thalassia hemprichii, Tanaraing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KONDISI BIOEKOLOGI LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PESISIR DESA UMALULU KECAMATAN UMALULU KABUPATEN SUMBA TIMUR

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perairan laut di Pesisir Umalulu Kabupaten Sumba Timur memiliki potensi sumberdaya alam untuk pengembangan budidaya laut. Saat ini, Biekologi merupakan salah satu faktor yang cukup besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan penyebaran rumput laut..Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi bioekologi di lokasi budidaya rumput laut di Pesisir Umalulu Kabupaten Sumba Timur.Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan juni 2023 pesisir Desa Umalulu Kecamatan Umalulu Kabupaten Sumba Timur.Pengambilan data echinodermata menggunakan metode belt transek sedangkan lamun dan makroalga menggunakan metode transek kuadran. Hasil penelitian yang ditemukan jenis lamun kerapatan jenis dengan rata-rata tertinggi Halodulle pinifolia 63,113 m2 dan terendah Cymodocea rotundata 7,473 m2.Kepadatan relatif rata-rata tertinggi untuk semua transek adalah Halodulle minnor 17% dan terendah Cymodocea rotundata. Persen penutupan lamun setiap transek yaitu transek 1 berkisar 35,39 %, transek 2 17,64%, transek 3 20,95% dan rata-rata 24,66%. Jenis makroalga kepadatan jenis rata-ratanya adalah untuk semua transek tertinggi Ulva reticulate 1.35 m2 dan terendah Sargassum crassifolium 0.02 m2. Kepadatan relatif rata-rata semua transek tertinggi didominasi oleh Hypnea cervicornis 30,20% dan terendah Sargassum crassifolium 0.20%. Nilai Indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominasi makroalga. Nilai indeks keanekaragaman termasuk dalam kategori jenis rendah 0,954, keseragaman kategori jenis tinggi 0,792 dan dominasi termasuk tinggi dengan nilai 0,164. Untuk jenis echinodermata berdasarakan kelimpahan jenis rata-rata tertinggi Diadema setosum dengan nilai 16 m2 dan terendah Phascolosoma agassizii yaitu dengan nilai 2 m2, kelimpahan relatif rata-rata tertinggi Diadema setosum 34,78% dan terendah Phascolosoma agassizii 4,35%.Nilai Indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominasi echinodermata nilai indeks keanekaragaman termasuk dalam kategori jenis rendah 0,676, keseragaman kategori jenis tinggi 0,868 dan dominasi termasuk tinggi dengan nilai 0,248

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KONDISI BIOEKOLOGI LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PESISIR WALAKIRI DESA WATUMBAKA KECAMATAN PANDAWAI KABUPATEN SUMBA TIMUR

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bioekologi merupakan salah satu faktor yang cukup besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan penyebaran rumput laut. Hal ini dapat dimaklumi karena di dalam masalah bioekologi termasuk pemilihan lokasi yang memenuhi syarat untuk pertumbuhan rumput laut secara ideal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Kondisi Biokelogi Budidaya Rumput Laut di Pesisir Walakiri Desa Watumbaka Kecamatan Pandawai Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di Desa Watumbaka Kecamatan Pandawa Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan melakukan observasi dan pengukuran langsung di lapangan. Pengambilan sampel Echinodermata menggunakan metode belt transek. Untuk memperoleh data lamun sebagai objek penelitian di gunakan metode transek kuadran. Pengambilan sampel makroalga menggunakan metode transek (kuadran transek) dengan teknik sampling kuadran. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelimpahan relatif Echinodermata tertinggi adalah ditemukan pada jenis diadema setosum yang memiliki nilai kelimpahan 43% ind/m², sedangkan kelimpahan jenis terendah adalah jenis sand dolar dengan jumlah nilai kelimpahan yaitu 0,6% ind/m². perhitungan indeks keanekaragaman, keseragaman, dominasi Echinodermata tertinggi sebesar (0,92, 0,88, 0,33). Kepadatan jenis dan relatif makroalga tertinggi adalah jenis hypnea cerviconis. Dengan nilai kepadatan yaitu 14.7 ind/m². sedangkan nilai kepadatan jenis dan relatif terendah pada jenis Halymenia sp. Dengan nilai kepadatan 0.2 ind/m². nilai kerapatan jenis dan nilai kerapatan relatif terdapat pada jenis Cymodocea rotundata dengan nilai kerapatan tertinggi 174.5 ind/m². sedangkan nilai kerapatan jenis terendah pada jenis Enhalus acaroides dengan jumlah nilai yaitu 11.5 ind/m². Nilai penutupan jenis dan relatif tertinggi terdapat pada jenis Cymodocea rotundata dengan nilai nilai penutupan 47.54 ind/m² . Sedangkan nilai terendah penutupan jenis relatif pada jenis Enhalus acoroides dengan jumlah nilai yaitu 18.98 ind/m².

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN JENIS LAMUN (seagrass) DI PANTAI AKLE DESA NAIKEAN KECAMATAN SEMAU SELATAN KABUPATEN KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KEANEKARAGAMAN JENIS LAMUN (seagrass) DI PANTAI AKLE DESA NAIKEAN KECAMATAN SEMAU SELATAN KABUPATEN KUPANG Koanak. L. M)* Rafael. A)** Bullu. I. N)** Lamun adalah satu-satunya tumbuhan berbunga yang mampu hidup terendam dalam air laut. Lamun mempunyai peranan penting dalam menunjang kehidupan dan perkembangan jasad hidup di laut dangkal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman jenis lamun di pantai Akle Desa Naikean Kecamatan Semau Selatan Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Line Transect. Teknik penentuan lokasi pengambilan sampel menggunakan area sampling. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan dekskriptif kuantitatif. Berdarsarkan hasil penelitian di pantai Akle , jenis lamun yang berjumlah 2 family 5 spesies yaitu spesies Enhalus acordies, Halophila ovalis, Halodule uninervis, Thalassia hemprchii, Syringodium isoetifolium. Indeks keanekaragaman lamun pada transek 1, 2, 3, dan 4 di pantai Akle tergolong sedang dengan menunjutkan nilai H’ = 1, 41, sedangkan indeks keseragaman dan indeks dominansi tertinggi terdapat pada spesies Enhalus acordies yakni dengan nilai E = 0,82-0,94, D = 0,46. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa indeks keanekaragaman lamun di pantai Akle Desa Naikean tergolong sedang. Salah satu bentuk untuk melestarikan keberadaan ekosistem lamun adalah dengan melakukan penelitian lanjutan pada musim yang berbeda tentang sosialisasi dalam upaya pemeliharaan ekosistem lamun sebagai manfaat untuk keberlangsungan hidup ekositem ikan laut dan pencegahan erosi pantai dengan tujuan dapat menunjang pendapatan masyarakat sekitar di daerah pesisir pantai Akle. Kata kunci : Keanekaragaman, Spesies Lamun Keterangan : * Peneliti ** Pembimbing ABSTRACT DIVERSITY OF SEAGRASS SPECIES ON AKLE BEACH NAIKEAN VILAGE SOUTHY SEMAU DISTRICT KUPANG REGENCY Koanak. L. M)* Rafael. A)** Bullu. I. N)** Seagrass is the only flowering plant that can live submerged in sea water. Seagrass has an important role in supporting the life and development of living organisms in shallow seas. The purpose of this study is to determine the diversity of seagrass species on Akle Beach, Naikean Village, South Semau District, Kupang Regency. The method used in this study is the Line Transect method. Sampling location determination technique of determining the location of sampling using area sampling. Analysis of the data used in this study using quantitative descriptive. Based on the results of research on Akle beach, there are 2 family of 5 species of seagrass vis, species Enhalus acordies, Halophila ovalis, Halodule uninervis, Cyomodocea rotundata, Syringodium isotifolium. Seagrass diversity index on transects 1, 2, 3 and 4 on Akle beach it is classified as medium, with it continues the value of H' = 1.41, while the uniformity index and the highest dominance index is found in species Enhalus acordies, namely with a value of E = 0.82-0.94, D = 0.46. Thus it can be said that the diversity index of seagrass at Akle Beach Naikean Village is classified as moderate. One form of preserving the existence of seagrass ecosystems is to conduct further research in different seasons on socialization in efforts to maintain fish ecosystems and prevention of erosion with the aim of supporting the income of the surrounding community in the coastal area of akle beach. Key Words : Deversities, Seagrass Species Description : * Researcher ** Advisor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail