Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Nu

718 karya publik ditemukan.

2026: 172025: 72024: 132023: 1192022: 1762021: 2252020: 192018: 82017: 1

Persepsi Masyarakat Tentang Konversi Hutan Mangrove Menjadi Lahan Tambak Garam Di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

WENDELINUS TAE (15380068). Persepsi Masyarakat Tentang Konversi Hutan Mangrove Menjadi Lahan Tambak Garam Di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka : ALFRED G. O. KASE, S.Pi, M.Si, Ph.D dan ROCKIE R.L SUPIT, S.Pi. M.Si, sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Hutan mangrove adalah komunitas vegetasi pantai tropis yang khas, tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut, terutama didekat muara, sungai, laguna dan pantai yang terlindung dengan substrat lumpur atau lumpur berpasir. Konversi lahan mangrove menjadi lahan tambak garam secara besar-besaran juga terjadi di Desa Weseben Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka. Garam menjadi program dari pemerintah Kabupaten Malaka yang baru saja di kembangkan untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sehingga perlu adanya pembuatan lahan tambak garam. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka selama satu bulan yaitu pada bulan Mei 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah semua masyarakat di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka dengan jumlah 254 KK. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling yaitu berjumlah 72 responden. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data menggunakan koesioner (angket). Teknik analisis data yang digunakan adalah statistic deskriptif dengan presentase. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, diperoleh bahwa pengetahuan masyarakat tentang hutan mangrove sebesar 86,11 % responden mengetahui secara baik tentang mangrove serta fungsi-fungsinya, dengan berturut-turut masyarakat yang tergolong dalam kategori sangat baik diperoleh nilai sebesar 8,33 %, dan kategori cukup baik dengan nilai sebesar 5,56 %. Untuk pengetahuan masyarakat tentang tambak garam diperoleh nilainya adalah 72,22 % responden mengetahui secara baik tentang tambak garam serta pengelolaannya, dengan berturut-turut masyarakat yang tergolong dalam kategori sangat baik diperoleh nilai sebesar 5,56 %, dan kategori cukup baik dengan nilai sebesar 22,22 %. Sedangkan Persepsi masyarakat tentang konversi hutan mangrove menjadi lahan tambak garam di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka diperoleh nilai sebesar 73,61 % responden memahami secara baik tentang tujuan konversi serta manfaatnya, dengan berturut-turut masyarakat yang tergolong dalam kategori sangat baik diperoleh nilai sebesar 18,06 %, dan kategori cukup baik dengan nilai sebesar 8,33 %.

ANALISIS KANDUNGAN KARBON PADA BIOMASSA LAMUN DI PERAIRAN LALENDO DAN PERAIRAN TABLOLONG KABUPATEN KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YANDRI P. BENU (16382402) Analisis Kandungan Karbon pada Biomassa Lamun di Perairan Lalendo dan Perairan Tablolong, Kabupaten Kupang: Ir. YOHANES MERRYANTO S, M.Si., Ph.D dan ALFRED G.O. KASE S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pemanasan global (global warming) mengakibatkan dampak perubahan iklim. Hal ini diakibatkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer sehingga terjadi peningkatan suhu di permukaan bumi. Karbondioksida (CO2) adalah contoh gas rumah kaca yang memberikan pengaruh terbesar. Lamun adalah salah satu tanaman yang memiliki kemampuan menyerap karbon di atmosfer dan menyimpannya dalam bentuk biomassa melalui proses fotosintesis. Lamun yang terdapat di Perairan Lalendo dan Perairan Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang membentuk suatu komunitas yang luas dengan kelimpahan individu dan keragaman jenis lamun yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume, biomassa dan cadangan karbon yang tersimpan pada jaringan lamun bagian atas substrat (daun dan tangkai) dan bawah substrat (akar dan rimpang). Pengambilan data lapangan dilakukan pada tegakan semua jenis lamun yang ditemukan di dalam transek kuadran di lokasi penelitian. Perhitungan volume tegakan menggunakan persamaan tabel kerapatan dan nilai biomassa menggunakan nilai berat kering yang dikonversi dengan nilai kerapatan. Sedangkan, perhitungan karbon diperoleh melalui tahap pengukuran berat abu, bahan organik, konstanta nilai karbon (1,724) kemudian nilai biomassa dikonversikan dengan nilai karbon sehingga mendapatkan nilai akhir kandungan karbon. Selanjutnya, nilai karbon yang telah diperoleh pada setiap jenis lamun dijumlahkan untuk mendapatkan nilai estimasi total stok karbon pada masing-masing stasiun. Hasil penelitian menunjukan nilai total rata-rata stok karbon pada bagian bawah substrat lebih besar dibandingkan bagian atas substrat pada kedua lokasi penelitian. Nilai rata-rata stok karbon di Perairan Lalendo yaitu, jaringan bawah substrat sebesar 309,21 gC/m2 (73%) dan bagian atas substrat sebesar 113,82 gC/m2 (27%). Sedangkan nilai rata-rata stok karbon di Perairan Tablolong yaitu, jaringan bawah substrat sebesar 466,72 gC/m2 (76%) dan bagian atas subtsrat sebesar 146,75 gC/m2 (24%). Sedangkan nilai estimasi total stok karbon per stasiun menunjukan sumbangan stok karbon di perairan Tablolong lebih besar dibandingkan di perairan Lalendo didasarkan pada nilai estimasi total rata-rata stok karbon yaitu pada Perairan Tablolong sebesar 613,47 gC/m2 dibandingkan Perairan Lalendo sebesar 423,04 gC/m2.

ANALISIS USAHA PEDAGANG IKAN DI PASAR IKAN PASIR PANJANG KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

GORDIANUS PIRU (15380038) Analisis Usaha Pedagang Ikan di Pasar Ikan Pasir Panjang Kota Kupang: ALFRED G. O. KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D dan BEATRIX M. REHATTA, S.Pi., M.Si., sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Perikanan merupakan salah satu komoditas yang potensial di daerah Nusa Tenggara Timur. Kondisi geografis ini sangat menguntungkan dan memungkinkan Nusa Tenggara Timur sebagai daerah sentra produksi perikanan Kota Kupang memiliki potensi perikanan tangkap yang sangat baik di Kelola dan dimanfaatkan oleh para pedagang ikan dalam usaha meningkatkan ekonomi keluarga dengan usaha dagang ikan di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil usaha pedagang ikan di Pasar Pasir Panjang Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yang didukung menggunakan metode survey dengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pengamatan langsung). Metode analisis data menggunakan persamaan yaitu, pendapatan bersih, Return on Investment (ROI), Break Even Point (BEP), Benefit Cost Ratio (BCR). Hasil penelitian menunjukkan Nilai return on investmen (ROI) yang diperoleh dalam usaha penjualan ikan di pasar ikan Pasir Pasir Panjang yaitu 1,34. Angka ini menunjukan secara ekonomi usaha penjualan ikan di pasar ikan Pasir Pasir Panjang layak untuk dijalankan. Nilai B/C Rasio perbulan yang diperoleh dalam usaha penjualan ikan di pasar ikan Pasir Pasir Panjang yaitu 7,29. Angka ini menunjukan secara ekonomis usaha usaha penjualan ikan di pasar ikan Pasir Pasir Panjang layak untuk dijalankan. Nilai Break Even Point (BEP) usaha penjualan ikan di pasar ikan Pasir Pasir Panjang akan mencapai titik impas, BEP produksi pada penjualan sebanyak 31 kg dan BEP harga akan mencapai titik impas pada level harga minimum Rp.47.000 pada penjualan total produksi 34 kg. Kata Kunci : Pasar Ikan, ROI, BEP, BCR.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI INFORMASI PELAPORAN KEUANGAN PEMERITAH DAERAH (Studi Pada Badan Keuangan Pendapatan Aset Daerah Di Kabupaten Sumba Barat)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah kabupaten sumba barat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualiatas sumber daya manusia,pemanfaatan teknologi informasi,sistem pengendalian intern dan pengawasan keuangan daerah terhadap nilai informasi pelaporan keuangan daerah Pendekatan penelitian yang digunakan adalah asosiatif. Responden dalam penelitian ini 30 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan cara kuisioner. Data penelitian diolah dengan menggunakan SPSS. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi linear berganda. Sumber daya manusia berpengaruh terhadap nilai informasi laporan keuangan. Pemanfaatan teknologi dan informasi berpengaruh terhadap nilai informasi laporan keuangan. Sistem pengendalian intern berpengaruh terhadap nilai informasi laporan keuangan. Pengawasan keuangan daerah secara individual mempengaruhi nilai informasi laporan keuangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Kualitas sumber daya manusia berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah kabupaten sumba barat Pengujian hipotesis pengaruh kualitas sumber daya manusia terhadap nilai informasi pelaporan keuangan daerah. Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada kualitas sumber daya manusia sebesar 2,874 lebih besar dari t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan 0,93 lebih besar dari 0,05 Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh kualitas sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap nilai pelaporan informasi keuangan. (2) Pengujian hipotesis pemanfaatan teknologi informasi terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah. Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada pemanfaatan teknologi informasi 2.262 lebih besar t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan 0,008 lebih kecil dari 0,05 Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah . Itu berarti Ho di terima Ha di tolak. (3)Pengujian hipotesis Pengaruh sistem pengendalian internal terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah .Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada sistem pengendalian internal sebesar 2,03 lebih besar dari t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan sebesar 0,005 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh sistem pengendalian internal berpengaruh positif terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah .(4)Pengujian hipotesis pengawasan keuangan daerah terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah .Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada pengawasan keuangan daerah sebesar 3,043 lebih besar dari t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan sebesar 0,007 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh pengawasan keuangan daerah berpengaruh positif terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah . Kata Kunci : Kualitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi, Sistem Pengendalian Intern, Pengawasan Keuangan Daerah, Terhadap Nilai Informasi Pelaporan Keuangan pemerintah daerah

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KETEPATAN WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE (2018-2020)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan perusahaan publik di Indonesia. Faktor-faktor yang diuji dalam penelitian ini adalah profitabilitas, likuiditas, leverage keuangan, ukuran perusahaan sebagai variabel independen sedangkan ketepatan waktu sebagai variabel dependen. Sampel penelitian ini terdiri dari 10 perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menyampaikan laporan keuangan ke OJK dalam periode tahun 2018-2020. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan pemilihan sampel dengan menggunakan metode purposive. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda pada tingkat signifikansi 5%. Berdasarkan hasil pengujian regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel Profitabiltas negatif sebesar (–0.047) yang berarti bahwa setiap peningkatan profit sebesar 1% akan mengakibatkan profitabilitas sebesar (-0,047) atau 4,7%, selain itu pada uji t nilai thitung untuk profitabilitas (negatif) sebesar (-0.774) dengan tingkat siknifikan sebesar 0.446>0.05, maka dapat dikatakan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Berdasarkan hasil pengujian regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel Likuiditas positif sebesar 0.032 yang berarti bahwa setiap peningkatan likuiditas sebesar 1% akan mengakibatkan profitabilitas sebesar 0.032 atau 3.2%, selain itu pada uji t nilai thitung untuk likuiditas (positif) sebesar 0.280 dengan tingkat siknifikan sebesar 0.782>0.05, maka dapat dikatakan bahwa likuditas tidak berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Berdasarkan hasil pengujian regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel laverage (negatif) sebesar (-0.050) yang berarti bahwa setiap peningkatan laverage sebesar 1% akan mengakibatkan laverage sebesar (-0.050) atau 5%, selain itu pada uji t nilai thitung untuk laverage (negatif) sebesar -0,255 dengan tingkat siknifikan sebesar 0.801>0.05, maka dapat dikatakan bahwa laverage tidak berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Berdasarkan hasil pengujian regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel ukuran perusahaan (positif) sebesar 0.033 yang berarti bahwa setiap peningkatan ukuran perusahaan sebesar 1% akan mengakibatkan ukuran perusahaan sebesar 0.033 atau 3.3%, selain itu pada uji t nilai thitung untuk ukuran perusahaan (negatif) sebesar -0,225 dengan tingkat siknifikan sebesar 0.801>0.05, maka dapat dikatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Kata Kunci : Ketepatan Waktu, Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Dan Ukuran Perusahaan.

ANALISIS USAHA PERIKANAN TANGKAP MINI PURSE SEINE DI KECAMATAN KAKULUK MESAK, KABUPATEN BELU

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kecamatan Kakuluk Mesak terdapat dua desa yang memiliki potensi perikanan tangkap mini purse seine yaitu di Desa Jenilu dan Desa Dualaus. Kondisi perikanan tangkap mini purse seine di dua desa tersebut telah lama berkembang dengan baik. Namun ada faktor yang mempengaruhi yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal berupa cuaca dan iklim, sedangkan faktor internal merupakan salah satu yang disebabkan oleh nelayan itu sendiri seperti kurangnya modal untuk membuka usaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan usaha perikanan tangkap mini purse seine di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu selama 1 (satu) bulan yaitu pada bulan Juni 2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survei dengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pengamatan langsung). Hasil penelitian menunjukan bahwa return on investmen (ROI) yang diperoleh dalam usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap mini purse seine adalah sebesar 2,57. Yang berarti bahwa secara ekonomi usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap mini purse seine di Desa Jenilu dan Desa Dualaus layak untuk dijalankan. Nilai B/C Rasio perbulan yang diperoleh dalam usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap mini purse seine adalah sebesar 6.76. Secara ekonomis usaha penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap mini purse seine di Desa Jenilu dan Desa Dualaus layak untuk dijalankan. Nilai Break Even Point (BEP) nelayan dengan menggunakan alat tangkap mini purse seine di Desa Jenilu dan Desa Dualaus akan mencapai titik impas, BEP produksi pada penjualan sebanyak 1.290/Kg dan BEP harga akan mencapai titik impas pada level harga minimum Rp.1.222 pada penjualan total produksi 15.830Kg/bulan.

ANALISIS PENILAIAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN BELU TAHUN 2017 - 2020

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan daerah Kabupaten Belu dengan pendekatan Analisis Rasio yang terdiri dari Rasio Kemandirian Keuangan daerah, Rasio Efektivitas PAD, Rasio Efisiensi Keuangan Daerah dan Rasio Keserasian. Teknik pengumpula data berupa dokumentasi. Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Belu. Adapun konsep dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan daerah pemerintah Kabupaten Belu yang diartikan sebagai tingkat pencapaian dari suatu hasil kerja dibidang keuangan daerah yang meliputi penerimaan dan belanja daerah dengan menggunakan sistem keuangan yang ditetapkan melalui suatu kebijakan atau ketentuan perundang-undangan selama satu periode anggaran. Populasi dalam penelitian ini adalah Laporan Keuangan Kabupaten Belu. Data analisis yang digunakan adalah Rasio Kemandirian Keuangan Daerah, Rasio Efektivitas PAD, Rasio Efisiensi Keuangan Daerah Dan Rasio Keserasian. Hasil penelitian menunujukan bahwa Rasio Kemandirian Keuangan Daerah pada Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Belu pada tahun 2017 sampai 2020 masih sangat rendah. Ini dapat dilihat dari hasil rata-rata Rasio Kemandirian Keuangan Daerah yang diperoleh yaitu 10.30%. Rasio efektivitas PAD pada Bagian Administrasi Pembangunan Setda Belu dari hasil perhitungan pada Rasio Efektivitas PAD, Efektivitas kinerja keuangan Kabupaten Belu sudah Efektif karena rata-rata efektivitasnya diatas 100% yaitu 122%. Rasio Efisiensi Keuangan Daerah pada Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Belu dari hasil perhitungan pada Rasio Efisiensi Keuangan Daerah, Rata-rata Efisiensi Keuangan Daerah Kabupaten Belu tergolong tidak efisien karena rata-rata rasionya 344.93%. Rasio Keserasian pada Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Belu dari hasil perhitungan pada Rasio Keserasian dapat diketahui bahwa sebagian besar xvi dana yang dimiliki pemerintah daerah masih diprioritaskan untuk kebutuhan Belanja Operasi sehingga Rasio Belanja Modal relatif kecil. Ini dapat dibuktikan dari rata-rata Rasio Belanja Operasi (55.64%) yang masih besar dibandingkan dengan rata-rata Rasio Belanja Modal (22.30%).

IDENTIFIKASI KEPADATAN SAMPAH LAUT DI PANTAI PASIR PANJANG KOTA KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN Stefanus Pangky Lamawato (15380063). Identifikasi Kepadatan Sampah Laut Di Pantai Pasir Panjang Kota Kupang Nusa Tenggara Timur: WILSON L. TISERA, S.Pi, M.Si, Ph.Ddan ROCKIE R. L SUPIT, S.Pi. M.Si, sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Perairan Pasir Panjang merupakan perairan yang berada dekat dengan pemukiman penduduk, pasar ikan dan tempat wisata. Kurangnya kesadaran masyarakat sekitar akan kebersihan pantai membuat ekosistem ini penuh dengan sampah plastik dan lain lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepadatan sampah laut di Pantai Pasir Panjang Kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Penelitian dilakukan di Pantai Pasir Panjang Kota Kupang pada bulan April 2022. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan cara survey dan metode deskriptif kualitatif dengan cara wawancara dengan responden, kemudian pengumpulan terhadap sampel sampah laut dilakukan dengan cara membuat garis transek sabuk (belt) dengan menarik garis transek sepanjang 100 m dan lebar 25 m pada keenam transek. Sampel yang didapat akan ditimbang dalam satuan gram dan kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan Microsoft Excel. Hasil analisis kategori jenis sampah yang terdapat di Pantai Pasir Panjang adalah jenis sampah plastik, karet, kaca, logam, dan lain-lain. Berdasarkan hasil analisis di lokasi penelitian tersebut komposisi jenis sampah yang paling dominanadalah kategori sampah plastik. Komposisi potongan sampah plastik dengan potongan terbanyak terdapatpadatransek 6 yaitu sebanyak 167 potongan dengan jumlah kepadatan mutlak 0,0668 pot/m2 dan berat sebanyak 0,36 g/m2 dan jumlah kepadatan relatif sampah plastik yaitu 45,88% potongan dengan berat kepadatan 19,15% gram, sedangkan komposisi potongan sampah plastik terendah terdapat pada transek 1yaitu sebanyak 41 potongan dengan jumlah kepadatan mutlak 0,0164 pot/m2 dan berat 0,08 g/m2 dan jumlah kepadatan relatif sampah plastik 51,25% potongan dengan berat 12,50% gram. Kata Kunci : Sampah Laut, Kepadatan, Jumlah dan Total Berat, Pantai pasir Panjang.

TINJAUAN TENTANG PEMBELAJARAN PJOK MATERI PENCAK SILAT PADA SISWA KELAS VIII SMPN SATAP OEFAU BOTI

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Pembelajaran adalah tujuan yang menggambarkan pengetahuan, kemampuan, ketrampilan, dan sikap yang harus dimilki siswa sebagai akibat dari hasil pembelajaran yang dinyatakan dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. Tujuan penelitian: Sehubungan dengan masalah yang akan dibahas, maka adapun tujuan penyusunan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran pencak silat teknik dasar kuda-kuda pada siswa kelas VIII di SMPN Satu Atap Oefau Boti. Metode penelitian: Dalam penelitian ini motode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan teknik analisis data. Hasil dan pembahasan: Berdasarkan tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk meninjau Tinjauan Tentang Pembelajaran Pjok Materi Pencak Silat pada Siswa Kelas VIII SMPN Satap Oefau Boti. Oleh karna itu melalalui teknik wawancara dan dokumentasi peneliti telah mengumpulkan hasil penelitian dan telah mengumpulkan data hasil penelitian, dan telah memaparkan hasil penelitian. Dengan demikian seehingga kita bisa dapat mengetahui Pembelajaran Pjok Materi Pencak Silat pada Siswa Kelas VIII SMPN Satap Oefau Boti. Simpulan: Dari hasil wawancara, maka peneliti menyimpulkan bahwa aktivitas siswa di dalam proses pembelajaran penjasorkes pada dasarnya siswa aktif, akan tetapi jikalau sarana dan prasarana olahraga yang kurang akan menghambat aktivitas siswa dalam proses pembelajaran.

KAJIAN PROFIL PRODUK OLAHAN IKAN TATU’UN YANG DIPROSES DI DESA LAWALU, KECAMATAN MALAKA TENGAH, KABUPATEN MALAKA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN MARTINUS BRIA TAEK (15390015) Kajian Profil Olahan IkanTatu’un yang di Proses di Desa Lawalu Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka : Dr. Ir. Ayub U. I. Meko, M.Si sebagai pembimbing I dan Umbu P. L. Dawa, S.Pi, M.Sc sebagai pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Universitas Kristen ArthaWacana Kupang . Ikan tatu’un yang diolah melalui beberapa tahapan proses mulai dari tahapan perisapan bahan, pembubuhan, pembungkusan dengan daun pisang, dan pemanggangan. Ikan tatu’un merupakan salah satu produk olahan yang sering dilakukan oleh masyrakat Desa Lawalu pada saat musim penangkapan yang melimpah. Produk ini memberikan aroma dan cita rasa yang khas disebabkan oleh adanya penambahan bumbu seperti daun kunyit dan daun sereh dan bumbu-bumbu tambahan lainnya sehingga menghasilkan tekstur dan kenampakan yang begitu baik, tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas produk ikan tatu’un di Desa Lawalu, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2022, bertempat di DesaLawalu, Kecamatan, Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, untuk pembuatan produk dan pengujian organoleptiksedangkan pengujian kimiawi dilakukan di Laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, untuk mengetahui kadar air, kadar lemak, dan kadar protein. Data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan masyarakat setempat selaku pengolah produk ikan tatu’un dan tokoh masyarakat berkaitan dengan masalah yang dikaji, sampel yang diambil menggunakan metode slovin dari empat Dusun yakni Dusun Nataraen, Dusun Fahiluka, Dusun Umatasi, dan Dusun Naekasak. Variabel pengamatan meliputi pengujian organoleptik, analisiskadar air, kadar protein, dan kadar lemak, hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat penerimaan panelis terhadap kenampakan, aroma, rasa dan tekstur dengan 8-9 karena adanya bumbu-bumbu tambahan, seperti daun kunyit dan daun sarei. Nilai kadar air berkisar 56,23%-60,89%, kadar protein berkisar, 17,84%-19,61%, kadar lemak berkisar , 2,77-8,81% Kata kunci : Ikan tatu’un, Desa Lawalu, organoleptik, kadar air, kadar lemak, kadar protein.

PENINGKATAN POLA GERAK DASAR MENGGUNAKAN MODEL PERMAINAN MENJALA IKAN PADA SISWA TK DHARWASI NONBES

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang permasalahan dalam penelitian ini adalah pembelajaran penjaskes tentang gerak dasar, saat pembelajaran menunjukan bahwa siswa belum terampil dan menguasai untuk gerak lokomotor, non lokomotor, dan manipulatif tentunya akan membatasi keterampilan dan kemampuan gerak dasar siswa yang akan berpengaruh pada pencapaian hasil pembelajaran. Salah satu penyebabnya adalah model pembelajaran yang tidak sesuai, sehingga tujuan pengajaran yang telah dirumuskan oleh pendidik belum mencapai hasil yang maksimal. Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pola gerak dasar menggunakan model permainanmenjala ikan Pada Siswa Tk Dharwasi Nonbes. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari II siklus.Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil dan pembahasan:Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar pola gerak dasar melalui model permainan menjala ikan dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat terlihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan peneliti/kolaborator (ketuntasan belajar meningkat dari siklus I dan II). Pada siklus I ketuntasan hasil belajar mencapai 31,25% sedangkan pada siklus II ketuntasan hasil belajar mencapai 87,5%. Hal ini menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa sebesar 56,25%. Simpulan:penelitian ini menunjukkan bahwa meningkatkan hasil belajar pola gerak dasar melalui model permainan menjala ikan pada TK Dharwasi Nonbes termasuk kategori baik.

KETERAMPILAN GULING DEPAN SENAM LANTAI PADA SISWA KELAS VII SMP N 10 KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Senam lantai merupakan cabang olahraga yang kurang begitu popular di masyarakat, sehingga kurang diminati oleh anak-anak sekolah dalam pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di sekolah. Gerakan dalam senam lantai membutuhkan keberanian, kelentukan tubuh serta teknik yang benar, di samping itu olahraga ini sangat membosankan bagi anak sekolah khususnya SMP karena anak usia Sekolah Menengah Pertama sangat menyukai olahraga yang mengandung permainan dibanding senam lantai. Pembelajaran senam lantai yang diberikan di sekolah menengah pertama atau anak usia remaja. Dalam hal ini peneliti ingin mengambil satu pokok bahasan penelitian yaitu Guling depan (Forward roll). Tujuan penelitian: adalah untuk mengetahui apakah dengan tinjauan keterampilan dapat meningkatkan keterampilan guling depan senam lantai pada siswa kelas VII SMP N 10 Kota Kupang. Metode penelitian: adalah Pedekatan dalam penelitian ini adalah metode Tindakan Kelas. Hasil dan pembahasan: Keterampilan Guling Depan Siswa Kelas VII di SMP Negeri 10 Kota Kupang, hasil pra siklus terdapat 3 siswa yang tuntas (20%) sedangkan 12 orang siswa yang tidak tuntas (80 %), hasil siklus I terdapat 9 orang siswa yang tuntas (60%) dan 6 orang siswa tidak tuntas (40%) dan pada siklus II terdapat 13 orang siswa yang tuntas (83%), 2 orang siswa tidak tuntas (13%). Simpulan: Kemampuan siswa dalam melakukan Guling Depan pada pra siklus yang presentase ketuntasannya sebesar 20% (3 siswa) namun setelah diterapakan model pembelajaran explicit instruction pada siklus I terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam melakukan Guling Depan dengan presentase ketuntasannya sebesar 60% (9 siswa).

ANALISIS HUBUNGAN KERAKTERISTIK KONDISI OSEANOGRAFI DAN HASIL TANGKAPAN TEMBANG PADA ALAT TANGKAP GILLNET DI PERAIRAN TULANDALE KAB ROTE NDAO

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perairan Tulandale merupakan salah satu perairan yang berada di kawasan di Kabupaten Rote Ndao memiliki potensi sumberdaya perikanan di wilayah pesisir cukup banyak, sehingga sangat dimungkinkan dilakukan usaha penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan karakteristik kondisi oseanografi terhadap hasil tangkapan tembang pada alat tangkap gillnet di perairan Tulandale Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2021, bertempat di perairan Tulandale Kabupaten Rote Ndao. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental fishing. Data hasil penelitian diolah menggunakan bantuan software Excel, dengan tingkat kepercayaan 95%. Hubungan kondisi oseanografi dan data hasil tangkapan dianalisis menggunakan metode regresi berganda, analisis regresi yang baik harus memenuhi beberapa syarat antara lain uji normalitas data, analisis varians (uji F) dan analisis koefisien regresi (uji T). Hasil Uji F menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh nyata (signifikan) antara parameter oseanografi (suhu, salinitas dan kecepatan arus) dengan hasil tangkapan ikan tembang dengan nilai sebesar 0,001 0,05 (Sig. F α). Nilai korelasi (R) sebesar 0,8357 tergolong nilai korelasi yang kuat antar parameter dengan hasil tangkapan ikan tembang. Nilai koefisien diterminasi (R²) sebesar 0,6229 atau 62,29% yang mempengaruhi hasil tangkapan ikan tembang dipengaruhi oleh parameter oseanografi (suhu, salinitas dan kecepatan arus), sedangkan sisanya sebesar 37,71% dipengaruhi oleh faktor lain. Model regresi yang terbentuk adalah Y = -30,3806 + 0,1824 X1 + 2,3829 X2 – 62,3056 X3, secara individual parameter oseanografi (suhu dan salinitas) signifikan atau berpengaruh nyata terhadap fluktuasi hasil tangkapan ikan tembang; sedangkan kecepatan arus tidak signifikan atau tidak berpengaruh nyata terhadap fluktuasi hasil tangkapan ikan tembang.

Studi Deskriptif Gaya Belajar Mahasiswa Selama Pembelajaran Online di Universitas Kristen Artha Wacana

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peneltian ini dilatar belakangi berdasarka keunikan mahasiswa program studi bahasa inggris dalam belajar. Penelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan gaya belajar mahasiswa program studi bahasa inggris universitas kristen arta wacana kupang. Penelitian ini adalah penelitian gaya belajar visual, auditorial, kinestetik dan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya belajar mahasiswa bahasa inggris, dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Tema penelitian ini menganalisis gaya belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya belajar siswa. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data kuisioner dan dokumentasi. Data dari penelitian ini diperoleh langsung dari siswa. Semua data tersebut dijadikan bahan untuk mendeskripsikan gaya belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar siswa program studi bahasa inggris universitas kristen arta wacana kupang didominasi ciri-ciri gaya belajar visual,auditorial, kinestetik dan faktor yang mempengaruhi gaya belajar. kesimpulan dari penelitian ini adalah gaya belajar yang paling dominan pada mahasiswa universitas kristen artha wacana kupang adalah gaya belajar auditorial da faktor yang mempengaruhi gaya belajar mahasiswa yaitu kondisi fisik yang baik, lingkungan yang baik, strategi dan metode pembelajaran guru yang sesuai dengan gaya belajar mahasiswa, jeda waktu yang dimanfaatkan mahasiswa untuk memahami dan mengolah informasi materi dengan baik sehingga gaya belajar dapat dimaksimalkan.

ANALISIS PENGARUH PROGRAM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA PT. PLN PERSERO UNIT LAYANAN PUSAT LISTRIK ATAMBUA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan dan pertumbuhan suatu bangsa, baik sekarang maupun akan datang tentunya tidak bisa terlepas dari penerapan manajemen. Karena meningkatnya yang sangat ditunjang oleh peranan kerja, yang merupakan faktor produksi utama dalam suatu perusahaan. Oleh karena itu sumber daya manusia harus mendapat perhatian yang khusus agar mereka dapat memberikan kontribusi yang optimum dalam pekerjaan mereka. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan rencana usaha yang menerapkan berguna untuk mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja.Keselamatan dan kesehatan kerja memiliki tujuan yang hendak dicapai, yaitu meningkatkan produktivitas, meningkatkan efesiensi pekerjaan dan menurunkan biaya kesehatan. Karyawan yang memiliki tingkat kesehatan fisik, mental dan sosial yang tinggi akan dapat bekerja dengan pengerahan tenaga yang optimal sehingga kinerja tinggi bisa tercapai dan kemudian bisa meningkatkan produktivitas(Rivai, 2004: 309) Produktivitas ini merupakan suatu aspek yang penting bagi perusahaan, karena apabila tenaga kerja dalam perusahaan mempunyai kerja yang tinggi,maka perusahaan akan memperoleh keuntungan dan hidup perusahaan akanterjamin. Usaha peningkatan produktivitas harus direncanakan secara baikdan sistematis, kedalam suatu perusahaan (Hameed dan Amjad, 2009:72). Sedangkan menurut Tryono (2012:61) produktivitas adalah perbandingan antara hasil-hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang dipergunakan atau perbandingan jumlah produksi (output) dengan sumber daya yang digunakan (input).Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas Analisis pengaruh penerapan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas karyawan pada PT PLN (PERSERO) Unit Layanan Pusat Listrik Atambu. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metode kuantitaf, dengan teknik pengambilan sampel peneliti mengunakan teknik pengambilan data kuisioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 45 orang dan jumlah Populasi sebanyak 45 orang karyawan dalam yang ada pada PT PLN (PERSERO) Unit layanan Pusat Listrik Atambua. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner yang merupakan sejumlah pertanyaaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : kuat-lemah, baik-buruk,tidak setuju-setuju. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket tertutup di buat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapakan data yang bersifat interval dan di beri skor atau nilai sebagai berikut: untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Untuk memudahkan pemecahan masalah, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuesioner yang secara mendalam menggunakan analisis regressien SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan variabel Keselamatan Kerja (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap Produktivitas karyawan pada PT PLN (PERSERO) Unit Layanan Pusat Listrik, hal ini terlihat dari signifikansi Keselamatan Kerja (X1) 0,655 > 0,05 dan nilai thitung 2.233 >2,01954 ttabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel Keselamatan kerja (X1) terhadap Produktivitas Karyawan (Y) pada PT PLN (PERSERO) Unit Layanan Pusat Listrik Atambua Hasil uji regresi secara parsial signifikansi pada variabel Diketahui nilai signifikansi variabel Kesehatan kerja (X2) pada PT PLN (PERSERO) Unit Layanan Pusat Listrik Atambua, hal ini terlihat dari nilai signifikan variabel kesehatan kerja (X2) 0,182 > 0,05 dan t hitung 0,678 < 2,01954 t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti berpengaruh signifikan terhadap variabel kesehatan kerja (X2) terhadap Produktivitas karyawan (Y) pada PT PLN (PERSERO) Unit Layanan Pusat Listrik Atambua. Melalui penelitian ini Penulis menyarankan untuk peneliti selanjutnya lebih memperluas populasi, melengkapi dengan teknik pengumpulan data yang lain atau menyertakan variabel dari faktor -faktor lain yang mempengaruhi Produktivitas Karyawan, seperti Motivasi kerja, Kualitas, Kuantitas, pelaksanaan tanggung jawab, dan kondisi fisik pekerjaan. Peneliti selanjutnya dapat menganalisis faktor lain yang memberikan kontribusi terhadap Produktivitas karyawan

Analisis Penerapan Tax Planning Dalam Upaya Meminimalisir Beban Pajak Badan Usaha (Studi Kasus Pada CV.Pelita Elektronik Atambua)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI “ANALISIS PPENERAPAN TAX PLANNING DALAM UPAYA MEMINIMALKAN BEBAN PAJAK BADAN USAHA PADA CV. PELITA ELEKTRONIK ATAMBUA” (Studi Kasus Pada CV. Pelita Elektronik Atambua) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan tax planning atas Pajak Penghasilan (PPh Final Pasal 4 Ayat 2, PPh 21) dalam upaya meminimalkan beban Pajak Penghasilan sesuai Undang-Undang Perpajakan pada CV. Pelita Elektronik. Perencanaan pajak (tax planning) merupakan salah satu cara yang dapat digunakan perusahaan untuk menghemat beban pajak penghasilan badan terutang dengan tidak melanggar peraturan perpajakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu memberikan gambaran keadaan yang sebenarnya dari objek yang diteliti berdasarkan fakta-fakta yang ada dengan cara mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis berbagai macam data sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CV. Pelita Elektronik telah melakukan perencanaan pajak secara optimal. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan jumlah Penghasilan Kena Pajak sebelum melakukan Tax Planning dan setelah melakukan Tax Planning menurut perusahaan dan pihak pajak dimana dari hasil koreksi fiskal terdapat beberapa biaya yang terkena koreksi fiskal. sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel penerapan tax planning dapat meminimalkan beban pajak perusahaan.

ANALISIS PENGARUH PEMBAGIAN KERJA DAN WEWENANG PEGAWAI TERHADAP KINERJA KERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH PEMBAGIAN KERJA DAN WEWENANG PEGAWAI TERHADAP KINERJA KERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA KUPANG Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Analisis Pengaruh Pembagian Kerja Dan Wewenang Pegawai Terhadap Kinerja Kerja Pegawai Pada Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang” jenis penelitian ini adalah berjenis deskriptif. Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam instansi yakni kepemimpinan dan lingkungan kerja. Suatu organisasi atau instansi dapat berjalan dengan baik apabila dibantu atau didukung oleh pembagian kerja dan wewenang pegawai yang baik agar dapat mencapai kinerja kerja yang efesien. Pembagian merupakan tulang punggung organisasi karena tampa pembagian kerja yang baik akan sulit untuk mencapai tujuan organisasi, bahkan untuk beradaptasi dengan perubahan yang sedang terjadi didalam maupun diluar organisasi. wewenang pegawai merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar pekerja dan dapat mempengaruhi dalam bekerja meliputi pengaturan mengordinasikan, pengontrolan, pengaturan kebersihan tempat kerja dan pengaturan keamanan tempat kerja. Selain itu pembagian kerja juga perlu diperhatikan karena untuk xvii mencapai hasil kerja yang efisien pegawai juga membutuhkan dukungan dari para anggota agar mencapai hasil yang tujuan yang ditargetkan instansi. Tujuan penelitian Untuk mengetahui pengaruh antara, pembagian kerja , wewenang pegawai serta mengetahui pengaruh antar pengaruh pembagian kerja, wewenang pegawai Terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang . Penelitian ini merupakan deskriptif . Populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah setengah dari tenaga pegawai Negri sipil dan Pegawai kontrak pada Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang yang berjumlah 60 orang yang terdiri dari Pegawai Negri Sipil Dan Pegawai Kontrak . Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesoner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan teknik uji regresi linear berganda menggunakan SPSS. Pembagian kerja, wewenang pegawai Terhadap kinerja Kerja pegawai Pada Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang. Dan pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis regresi kuantitaif menggunakan regresi linear berganda dengan hipotesis pertama diketahui bahwa variabel pembagian kerja dan wewenang pegawai memiliki nilai signifikan sebesar 0,000 dan pearson correlation sebesar 0,296 maka pengaruh pembagian kerja terhadap kinerja pegawai memiliki hubungan yang sangat kuat. Dan variabel kedua dimana wewenang pegawai dan kinerja pegawai memiliki nilai signifinkasi sebesar 0,000 dan pearson correlation sebesar 0,296 maka pengaruh xviii pembagian kerja terhadap kinerja pegawai memiliki hubungan yang kuat. Penelitian ini menunjukan bahwa secara statistik terbukti bahwa pembagian kerja memiliki hubungan positif terhadap kinerja kerja tenaga pegawai PNS dan pegawai kontrak pada Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang dan juga lingkungan kerja memiliki pengaruh yang positif terhadap pembagian kerja pegawai PNS dan Pegawai kontrak pada Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang Berkaitan dengan pembagian kerja pada Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang sebaiknya perlu dipertahankan kualitas pembagian kerja. Dan wewenang pegawai perlu diperhatikan agar tugas yang di berikan dapat di selesaikan untuk meningkatkan semangat kerja pegawai PNS Dan Pegawai Kontrak Pada Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang. Kata Kunci : Pembagian Kerja, Wewenang Pegawai, Kinerja kerja

analisis kesesuaian dan daya dukung dalam pengembangan wisata pantai teluk gurita kecamatan kakuluk Mesak kabupaten belu

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN Yanuarius Tabora (16381911). Analisis Potensi dan Daya Dukung Dalam Pengembangan Wisata Pantai Teluk Gurita Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu Pembimbing 1 Dr. Beatrix M. Rehatta, S.Pi, M.Si dan Pembimbing 2 Adi N. T. Langga, S.Pi., M.Si, M.Sc. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Wilayah pesisir merupakan daerah pertemuan antara daratan dan lautan yang mempunyai fungsi seperti: sarana transportasi, pelabuhan, rekreasi pantai dan sarana industri agrobisnis. Suatu wilayah pesisir terdapat satu atau lebih sistem lingkungan (ekosistem dan sumber daya pesisir). Wilayah pesisir dan lautan memiliki potensi sumberdaya energi yang cukup besar dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain sumberdaya energi, sumberdaya alam pesisir memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetauhi Informasi tentang pengembangan wisata Pantai Teluk Gurita sebagai objek wisata bahari dan menganalisa potensi serta daya dukung yang digunakan sebagai faktor penentu dalam pengembangan di kawasan pariwisata Pantai Teluk Gurita. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat kualitatif, penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau langsung dari objek/subjek yang diamati. Hasil penelitian kesesuaian kawasan menunjukan bahwa wilayah yang dimaksud berpotensi untuk pengembangan wisata pantai kategori rekreasi pantai karena termasuk dalam kategori sangat sesuai yakni tidak memiliki faktor-faktor pembatas yang besar dalam pengelolaan sumberdaya alam namun tidak ada pembatas yang kurang signifikan atau tidak signiffikan sama sekali. Daya dukung kawasan wisata berdasarkan hasil analisa aktifitas wisata yang dilakukan yaitu sebanyak 779 orang per harinya dan khusus pada hari libur. Hal ini berarti kawasan wisata pantai Teluk Gurita mempunyai daya dukung yang besar sehingga dapat dikembangkan lagi dalam penggunaan kawasannya. Kata kunci: potensi, daya dukung,Pantai Teluk Gurita

THE SPEECH STYLE OF JOKO WIDODO’S SPEECHES IN “SAPA INDONESIA PAGI PROGRAM” ON KOMPAS TV

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT The title of this writing is “The Speech Style of Joko Widodo’s Speeches in “Sapa Indonesia Pagi Program” on Kompas TV”. This research conducted to answer questions: 1. What are Joko Widodo’s speech style used in his speeches in “Sapa Indonesia Pagi Program” on Kompas TV? 2. What are the function of speech delivered by Joko Widodo in “Sapa Indonesia Pagi Program” on Kompas TV? The data taken from 2 videos from Kompas TV youtube channel. The writer used documentary instrumneent to find out the types of speech style and the functions of speech. The result of the data analysis shows that Joko Widodo’s speeches in “Sapa Indonesia Pagi program” on Kompas TV used four types of speech style and three functions of speech. 1).Types of speech style: a). frozen style: ‘’Hari kelahiran Pancasila tahun ini kita laksanakan di tengah Pandemi Covid-19 yang menguji daya juang kita sebagai bangsa, menguji pengorbanan kita, menguji kedisiplinan kita, menguji kepatuhan kita, menguji ketenangan, dalam mengambil langkah kebijakan yang cepat dan tepat.’’ (Used complex and long sentence and used serious tone). b). formal style: ‘’Mengembangkan budaya anti korupsi dan menumbuhkan rasa malu menikmati hasil korupsi merupakan hulu yang penting dalam pencegahan tindak pidana korupsi.’’ (Used well structured complex sentence and noun phrases, logically sequenced and strongly coherent, and didn’t use slang terminologies.) 2). The functions of speech: a). informative speech, b). persuasive speech, c). recreational speech.

Deskripsi Tentang Motif, Modus Operandi Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Penadahan Hasil Perkebunan

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul :“Deskripsi Tentang Motif, Modus Operandi Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Penadahan Hasil Perkebunan” Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana motif terjadinya tindak pidana penadahan hasil perkebunan. 2. Bagaimana modus terjadinya tindak pidana penadahan hasil perkebunan. 3. Bagaimana akibat hukum terjadinya tindak pidana penadahan hasil perkebunan terhadap pelaku dan barang bukti yang di tadah. Tujuan penelitian adalah 1. Untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana penadahan hasil perkebunan. 2. Untuk mengetahui modus terjadinya tindak pidana penadahan hasil perkebunan. 3. Untuk mengetahui akibat hukum terjadinya tindak pidana penadahan hasil perkebunan terhadap pelaku dan barang bukti yang di tadah.