Abstrak
Perkembangan dan pertumbuhan suatu bangsa, baik sekarang maupun akan datang tentunya tidak bisa terlepas dari penerapan manajemen. Karena meningkatnya yang sangat ditunjang oleh peranan kerja, yang merupakan faktor produksi utama dalam suatu perusahaan. Oleh karena itu sumber daya manusia harus mendapat perhatian yang khusus agar mereka dapat memberikan kontribusi yang optimum dalam pekerjaan mereka. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan rencana usaha yang menerapkan berguna untuk mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja.Keselamatan dan kesehatan kerja memiliki tujuan yang hendak dicapai, yaitu meningkatkan produktivitas, meningkatkan efesiensi pekerjaan dan menurunkan biaya kesehatan. Karyawan yang memiliki tingkat kesehatan fisik, mental dan sosial yang tinggi akan dapat bekerja dengan pengerahan tenaga yang optimal sehingga kinerja tinggi bisa tercapai dan kemudian bisa meningkatkan produktivitas(Rivai, 2004: 309) Produktivitas ini merupakan suatu aspek yang penting bagi perusahaan, karena apabila tenaga kerja dalam perusahaan mempunyai kerja yang tinggi,maka perusahaan akan memperoleh keuntungan dan hidup perusahaan akanterjamin. Usaha peningkatan produktivitas harus direncanakan secara baikdan sistematis, kedalam suatu perusahaan (Hameed dan Amjad, 2009:72). Sedangkan menurut Tryono (2012:61) produktivitas adalah perbandingan antara hasil-hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang dipergunakan atau perbandingan jumlah produksi (output) dengan sumber daya yang digunakan (input).Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas Analisis pengaruh penerapan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas karyawan pada PT PLN (PERSERO) Unit Layanan Pusat Listrik Atambu. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metode kuantitaf, dengan teknik pengambilan sampel peneliti mengunakan teknik pengambilan data kuisioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 45 orang dan jumlah Populasi sebanyak 45 orang karyawan dalam yang ada pada PT PLN (PERSERO) Unit layanan Pusat Listrik Atambua. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner yang merupakan sejumlah pertanyaaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : kuat-lemah, baik-buruk,tidak setuju-setuju. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket tertutup di buat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapakan data yang bersifat interval dan di beri skor atau nilai sebagai berikut: untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Untuk memudahkan pemecahan masalah, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuesioner yang secara mendalam menggunakan analisis regressien SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan variabel Keselamatan Kerja (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap Produktivitas karyawan pada PT PLN (PERSERO) Unit Layanan Pusat Listrik, hal ini terlihat dari signifikansi Keselamatan Kerja (X1) 0,655 > 0,05 dan nilai thitung 2.233 >2,01954 ttabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel Keselamatan kerja (X1) terhadap Produktivitas Karyawan (Y) pada PT PLN (PERSERO) Unit Layanan Pusat Listrik Atambua Hasil uji regresi secara parsial signifikansi pada variabel Diketahui nilai signifikansi variabel Kesehatan kerja (X2) pada PT PLN (PERSERO) Unit Layanan Pusat Listrik Atambua, hal ini terlihat dari nilai signifikan variabel kesehatan kerja (X2) 0,182 > 0,05 dan t hitung 0,678 < 2,01954 t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti berpengaruh signifikan terhadap variabel kesehatan kerja (X2) terhadap Produktivitas karyawan (Y) pada PT PLN (PERSERO) Unit Layanan Pusat Listrik Atambua. Melalui penelitian ini Penulis menyarankan untuk peneliti selanjutnya lebih memperluas populasi, melengkapi dengan teknik pengumpulan data yang lain atau menyertakan variabel dari faktor -faktor lain yang mempengaruhi Produktivitas Karyawan, seperti Motivasi kerja, Kualitas, Kuantitas, pelaksanaan tanggung jawab, dan kondisi fisik pekerjaan. Peneliti selanjutnya dapat menganalisis faktor lain yang memberikan kontribusi terhadap Produktivitas karyawan