2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pembangunan desa merupakan salah satu agenda yang terus dilakukan oleh pemerintah
Desa Rakawatu setiap tahunnya, program-program tersebut disusun untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat maupun lembaga-lembaga pemerintah Desa. Pelaksanaan pembagunan diawali
dengan perencanaan serta perancangan melalui forum musyawarah desa yang melibatkan
pemerintah Desa,BPD, dan lembaga-lembaga masyarakat. Perencanaan pembagunan tentunya
harus disesuaikan dengan aspirasi masyarakat, kebutuhan serta peraturan yang berlaku.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan Alokasi Dana Desa
(ADD) dalam upaya meningkatkan pembangunan Desa sudah berjalan Efektif, hal ini
menunjukan bahwa Desa Rakawatu adalah desa yang maju karena pemerintah desanya selalu
mengutamakan kesejahtraan masyarakat.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SMP TUNAS JAYA KADALAK KECIMATAN WELIMAN KABUPATEN MALAKA Meliana Hoar*, M. Rambu P. Wasak2, Yohanis Boling3 1,2Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia 3SD Negeri Balfai, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia dengan tujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi–potensi yang dimilikinya dengan suatu pembawaan jasmani dan rohani yang baik dan sesuai dengan nilai–nilai yang ada dalam lingkungannya. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran penjasorkes pada masa pandemi COVID-19 di SMP Tunas Jaya Kadalak. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif untuk mengetahui proses pembelajaran penjasorkes pada masa pandemi COVID-19 di SMP Tunas Jaya Kadalak. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian yang didapat adalah: 1) Pembelajaran Penjasorkes sebelum dan saat masa pandemi COVID-19, 2) Pembelajaran Penjasorkes kurang efektif, 3) Keterbatasan siswa, 4) Pembelajaran Penjasorkes secara offline, 5) Kelebihan dan kekurangan pembelajaran online dan ofline 6) Dukungan orang tua, 7) Kesadaran siswa. Simpulan: Siswa tetap senang dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran penjasorkes di sekolah, hal ini dikarenakan adanya kesadaran siswa untuk belajar, serta dukungan yang berasal dari orangtua, dengan setiap tetap mematuhi protokol kesehatan. Kata kunci:Pembelajaran Penjasorkes, Pandemi COVID-19.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengelolaan pemerintah daerah baik ditingkat provinsi maupun kabupaten dan kota memasuki era baru sejalan dengan dikeluarkannya UU No. 22 Tahun 1999 yang mengatur tentang Otonomi Daerah dan UU No. 25 Tahun 1999 tentang Desentralisasi Fiskal. Dalam perkembangannya kebijakan ini diperbaharui dengan dikeluarkannya UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 sebagai revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, menetapkan bahwa pemerintahan dilaksanakan berdasarkan atas asas desentralisasi, asas dekonsentrasi, dan asas tugas pembantuan, maka dalam rangka desentralisasi dibentuk dan disusunlah pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan desa sebagai daerah otonom.
Selain itu, Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004, sebagai revisi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, yang mengatur mengenai pemberian kewenangan atau otonomi yang luas, nyata dan bertanggungjawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah secara proposional. Peran aktif pemerintah daerah dalam mengelola daerahnya sendiri sebagai perwujudan daerah yang mandiri, merupakan tantangan yang sudah harus diterima oleh pemerintah daerah sebagai penerapan otonomi daerah. Otonomi daerah adalah pemberian kewenangan oleh pemerintah pusat ke pemerintah kabupaten/kota dalam hal pembuatan keputusan daerah secara lebih leluasa untuk mengelola sumber daya sesuai dengan potensi daerah yang dimiliki dalam rangka membangun, mengelola, mengendalikan dan mengevaluasi segala sumber daya yang ada di daerah.
Menurut (Widjaja), Otonomi daerah merupakan salah satu bentuk desentralisasi pemerintahan, pada hakekatnya bertujuan untuk memenuhi kepentingan bangsa secara keseluruhan. Permasalahan yang terjadi terkait dengan diberlakukannya otonomi daerah adalah bagaimana daerah dapat mengatasi ketergantungan terhadap pemerintah pusat dalam hal ketergantungan fiskal untuk kebutuhan segala kegiatan pembangunan daerah (Kuncoro, 2004). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perkembangan Kinerja Keuangan Daerah Kota Kupang Tahun 2015-2019 dilihat dari rasio Derajat Desentralisasi Fiskal. Rasio ini merupakan tolak ukur kewenangan dan tanggung jawab yang diberikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengelola dan mengoptimalkan pendapatan secara mandiri. Peneliti memilih memakai rasio ini karena kemandirian daerah ditunjukkan oleh derajat desentralisasi fiskal. Derajat Desentralisasi Fiskal dihitung berdasarkan rasio PAD terhadap TPD. Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal menggambarkan besarnya campur tangan pemerintah pusat dalam pembangunan daerah yang menunjukkan tingkat kesiapan pemerintah daerah dalam melaksanakan otonomi daerah, Halim (2007).
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif, yaitu melakukan perhitungan-perhitungan terhadap data keuangan yang diperoleh untuk memecahkan masalah yang ada sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan rumus rasio Derajat Desentralisasi Fiskal. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kinerja Keuangan Daerah Kota Kupang dilihat dari rasio Derajat Desentralisasi Fiskal rata-ratanya adalah 15,82% yang termasuk dalam kategori “Kurang”, artinya Kinerja Pemerintah Kota Kupang dalam hal pengelolaan potensi daerah untuk menghasilkan PAD masih kurang dan lebih banyak menerima bantuan dana dari pemerintah pusat untuk membiayai “rumah tangganya”. Menyangkut hal ini, sebaiknya pemerintah daerah Kota Kupang harus berusaha meningkatkan Pendapatan Asli Daerahnya sehingga tidak bergantung lagi dari Dana Perimbangan (Bagi Hasil Pajak, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus) dari Pemerintah pusat.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “ Efisiensi Pengelolaan keuangan Desa ( Studi Kasus Di Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu). Skripsi ini ditulis oleh DESI FILOMENA MALI, NIM 17411666 Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen ,Jalur Minat Keuangan Daerah,Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ( UKAW ) Penelitian ini memiliki tujuan yang ingin di capai adalah mengetahui bagaimana tingkat efisiensi pengelolaan keuangan desa di Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu. Karena sering kali yang kita lihat realisasi tidak sesuai dengan target maka pengoptimalan pengelolaan keuangan daerah yang efisien perlu dilakukan.
Berdasarkan hal ini tentang pentingnya mengoptimalkan anggaran secara efisien dalam pengelolaan keuangan desa, penulis tertarik untuk menganalisis bagaimana efisiensi pengelolaan keuangan desa di Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu APBD Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu periode anggaran 2016 hingga 2018.
Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah metode Dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat efisiensi pengelolaan keuangan desa di Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu berada pada tingkat manajemen keuangan desa yang kurang efisien. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dan hasil kesimpulan yang diperoleh, maka saran yang dapat disampaikan yaitu Agar belanja Desa Tialai lebih efisien, maka Pemerintah Desa dalam hal ini perlu mengkaji antara sektor yang produktif dengan sektor yang kurang produktif dan membuat perencanaan yang matang, berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan, penganggaran yang sesuai dengan standar harga/biaya yang berlaku.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesimpulan dari penelitian ini adalah : (1) Pengeluaran Pemerintah Bidang
Kesehatan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai b =
0,147 dengan demikian hipotesis diterima. (2) Pengeluaran Pemerintah Bidang
x
Pendidikan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai b =
0,134 dengan demikian hipotesis diterima. (3) Pengeluaran Pemerintah Bidang
Infrastruktur tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai b =
(3,77) dengan demikian hipotesis tidak diterima
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Penerapan Sistem E-Filing Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Menyampaikan SPT Tahunan” (Studi Pada Wajib Pajak Dosen dan Pegawai Di Fakultas Ekonomi UKAW).
Penelitian ini berlatar belakang penerapan sistem e-filing merupaka suatu pergerakan atau pemanfaatan dari perkembangan teknologi yang bergerak di bidang pajak yang dimaksudkan agar para wajib taat akan membayar pajak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan sistem e-filing terhadap kepatuhan wajib pajak dalam menyampaikan SPT Tahunan. Data penelitian ini diperoleh dari koesioner menggunakan Google Form yang disebarkan kepada wajib pajak di Fakultas Ekonomi UKAW.
Populasi penelitian ini adalah wajib pajak orang pribadi Dosen dan Pegawai Fakultas Ekonomi UKAW yang terdaftar di wilayah Kota Kupang. Sampel yang digunakan sebanyak 30. Subyek penelitiian yakni dosen dan pegawai Fakultas Ekonomi UKAW. Objek penelitain ini di Fakultas Ekonomi UKAW. Data diolah dengan SPSS Versi 20 dengan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis regresis linear sederhana.
Pengaruh penerapan sistem e-filing terhadap kepatuhan wajib pajak dosen dan pegawai Fakultas Ekonomi UKAW sebesar 41,0 % dan sisanya 59% dipengaruhi oleh variabel diluar model penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukan pengaruh penerapan sistem e-filing berpengaruh positif signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam menyampaiakn SPT Tahunan.
Kata Kunci : Penerapan Sistem E-filing, Kepatuhan Wajib Pajak
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul “ANALISI EFEKTIVITAS KONTRIBUSI PAJAKREKLAMETERHADAPPENDAPATANASLIDAERAHDIKOTAKUPANG” Penelitianinibertujuanuntukmengetahui(1)EfektivitasPenerimaanPajakReklame(2)KontribusiPajakReklameterhadapPendapatanAsliDaerah. Teknikpengumpulandatayangdigunakanyaitudenganteknikdokumentasi. Data yang diteliti adalah data realisasi penerimaan Pajak Reklametahun 2016 sampai 2020 , Data target Pajak Reklame tahun 2016 sampai 2020,dandatarealisasipenerimaanPendapatanAsliDaerahtahun2016sampai2020.Teknik analisis data uuntuk menjawab masalah yang pertama dengan analisis datakuantitatifdankualitatif,umtukmasalahyangkeduadengananalisisdatakuantitatif. Berdasarkanhasilpenelitianmenunjukanbahwa(1)PenerimaanPajakReklamepadatahun2016sampaidengantahun2020kurangefetif.(2)Kontribusi Pajak Reklame pada tahun 2016 sebesar Rp. 2.326.447.989.00, tahun2017Rp.2.440.949.152,00,tahun2018Rp.2.337.227.839,00,tahun2019Rp. 2.855.138.302,00, dan tahun 2020 sebesarRp. 3169.283.163,00. Kata kunci : Efektivitas Kontribusi Pajak Reklame, Pendaptan AsliDaerah.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan penjelasan teresebut maka dalam hasil analisis penelitian ini peneliti dapat memberikan kesimpulan bahwa Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah Kabupaten Sabu Raijua pada tahun 2010-2019 mengalami peningkatan setiap tahunnya, akan tetapi perolehan rata-rata keseluruahan kemandirian keuangan daerah dapat dikatan rendah sekali, Ini berarti Perolehan kemandirian xii Pemerintah daerah kabupaten sabu raijua, dikategorikan memiliki pola hubungan instruktif dengan pemerintah pusat, yang artinya peran pemerintah pusat lebih dominan dari pada kemandirian Pemerintah Daerah atau Daerah tidak mampu melaksanakan otonomi daerah. Selain dari pada itu Berdasarkan analisis Tigkat Trend Kemandirian Keuangan Daerah pada tahun 2010-2019 mengalami fluktuasi setiap tahunnya, Hal ini dilihat dari perolehan trend Kemandirian Keuangan Daerah Kabupaten Sabu Raijua dari tahun 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, dan 2017 dapat dikatakan semakin baik dikarenakan terjadinya peningkatan dan perolehan tingkat trend kemandirian keuangan daerah masi diatas 100%, Sedangkan perolehan trend kemandirian keuangan daerah pada tahun 2016, 2018 dan 2019 dapat dikatakan belum begitu baik dikarenakan terjadinya penurunan tingkat trend kemandirian keuangan daerah dan perolehan hasilnya juga masi di bawa 100%.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ikan tibu merupakan salah satu makanan khas Kabupaten Manggarai Timur, yang memiliki kesamaan dengan ikan pepes namun, cara pengolahan ikan tibu masih tradisional yaitu dimana ikan tibu dilumuri dengan bumbu-bumbu dan garam serta menggunakan batang bambu muda sebagai wadah dan bagian atas batang bambu ditutup menggunakan daun serei. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020-Januari 2021, bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pembuatan produk, pengujian total koloni kapang, kadar air, pH, dan pengujian organoleptik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang dicobakan adalah kemasan dan lama penyimpanan. Variabel yang diuji yaitu total koloni kapang, kadar air, pH dan pengujian organoleptik seperti warna, aroma, tekstur dan rasa. Berdasarkan hasil penelitian terhadap produk ikan tibu tongkol dapat disimpulkan bahwa: Nilai rata-rata total koloni kapang selama penyimpanan suhu kamar berkisar antara 0-2,3 x103 koloni/gram. Produk ikan tibu tongkol selama penyimpanan pada suhu kamar memiliki nilai pH berkisar antara 6,45-6,95 (kemasan bambu) dan 7,05-7,55 (kemasan plastik polietilen). Kadar air berkisar antara 57,82-65,56 % (kemasan bambu) dan 61,15-67,66% (kemasan plastik polietilen). Penerimaan panelis masih diterima sampai penyimpanan 3 hari untuk produk yang dikemas menggunakan bambu dan 2 hari untuk kemasan plastik polietilen.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Abstrak IMANUEL MESAKH TAEK (14380042), Analisis Spasial Dan Temporal Daerah Penangkapan Ikan Pelagis Kecil Menggunakan Alat Tangkap Mini Purse Seine Di Perairan Teluk Kupang Nusa Tenggara Timurr; Donny M. Bessie., S.Pi., M.Si., sebagai pembimbing I, Rockie R. L. Supit, S.Pi., M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisa daerah penangkapan ikan berdasarkan tempat (spasial) dan waktu (temporal) penangkapan ikan melalui informasi kondisi faktor oseanografi perairan mengunakan alat tangkap mini purse seine di perairan Teluk Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 (dua) bulan yaitu pada bulan November 2019 sampai dengan Januari 2020 bertempat di Perairan Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi kegiatan penangkapan ikan pelagis kecil, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi literatur tentang informasi kondisi spasial dan temporal berdasarkan kondisi faktor oseanografi perairan. Observasi lapangan yang dilakukan selama mengikuti operasi penangkapan ikan meliputi posisi dan waktu yang tepat untuk melakukan penangkapan ikan. Sebaran data spasial dan temporal perairan Teluk Kupang berdasarkan titik koordinat pengambilan sampel yaitu jenis ikan hasil tangkapan yang diperoleh terdiri dari jenis ikan pelagis kecil seperti tongkol (Euthynus affinis) dan tembang (Sardinella sp.). Kata Kunci : Spasial, Temporal, ikan pelagis kecil seperti tongkol (Euthynus affinis) dan tembang (Sardinella sp.), mini purse seine, Teluk Kupang
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku “Anatomi dan Fisiologi untuk Mahasiswa Kebidanan, ini memang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan buku anatomi bagi mahasiswa kebidanan. Di dalam buku ini penulis sertakan juga materi yang diperlukan untuk memahami penyakit yang sering terjadi pada bagian-bagian tubuh manusia, dilihat dari sudut pandang anatomi. Pembahasan buku ini terdiri dari : Bab 1 Dasar Anatomi dan Fisiologi Bab 2 Anatomi dan Fisiologi Sistem Muskuloskletal Bab 3 Anatomi dan Fisiologi Sistem Kardiovaskular Bab 4 Anatomi dan Fisiologi Sistem Pernapasan Bab 5 Anatomi dan Fisiologi Sistem Saraf Bab 6 Anatomi dan Fisiologi Sistem Integumen Bab 7 Anatomi dan Fisiologi Sistem Pencernaan Bab 8 Anatomi dan Fisiologi Sistem Perkemihan Bab 9 Anatomi dan Fisiologi Sistem Reproduksi Pria dan Wanita Bab 10 Anatomi dan Fisiologi Sistem Penginderaan Bab 11 Anatomi dan Fisiologi Kelenjar Endokrin Bab 12 Perkembangan Sel-sel Darah dan Sistem Limfatik Bab 13 Proses Metabolisme Bab 14 Keseimbangan Cairan dan Elektrolit
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tujuan penulisan buku ini untuk membantu mahasiswa dalam memahami dan mempelajari topik-topik yang berkaitan dengan anatomi dan fisiologi tubuh manusia. Buku ini merupakan hasil studi pustaka yang mendalam, dengan tujuan untuk menambah referensi di bidang kesehatan. Buku ini juga ditulis untuk bertujuan mengembangkan ilmu dan pengetahuan sebagai salah satu bentuk pengembangan bahan ajar. Buku ini akan membahas tentang dasar-dasar anatomi; komposisi dan komponen tubuh manusia; anatomi dan fisiologi pada sistem muskuloskeletal, pernafasan, kardiovaskuler, persyarafan, endokrin, pencernaan, reproduksi, perkemihan, integumen dan pancaindera. Lebih lengkap buku ini membahas: Bab 1 Dasar-Dasar Anatomi Bab 2 Komposisi dan Komponen Tubuh Manusia Bab 3 Sistem Muskuloskeletal Bab 4 Anatomi dan Fisiologi Sistem Pernapasan Bab 5 Anatomi dan Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Bab 6 Anatomi dan Fisiologi Sistem Persarafan Bab 7 Anatomi dan Fisiologi Sistem Endokrin Bab 8 Anatomi dan Fisiologi Sistem Pencernaan Bab 9 Anatomi dan Fisiologi Sistem Perkemihan Bab 10 Anatomi dan Fisiologi Sistem Integumen Bab 11 Anatomi dan Fisiologi Sistem Panca Indera
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Lansia sering dipandang sebagai kaum rentan yang segala sesuatunya harus diperhatikan, mulai dari makan, minum, bersosialisasi dan lain-lain. Dari pandangan itulah yang akhirnya membuat lansia seakan semakin tak berdaya sehingga membutuhkan orang lain dalam mengurus segala kebutuhan mereka. Terlebih lagi di masa pandemi, lansia dianggap sebagai kaum rentan yang harus terus diperhatikan. Perhatian terhadap kaum lansia dimasa pandemi menjadi pertanyaan, apakah lansia mendapatkan kebebasan dan kepuasan yang seharusnya mereka terima? Ataukah justru lansia seakan mengalami tekanan mental akibat aturan-aturan yang harus mereka patuhi, seperti pola makan, bersosialisasi dan lain sebagainya. Keterbatasan dalam segala hal yang dialami oleh lansia membuat mereka kehilangan kebebasan dalam menikmati masa tua, masa yang seharusnya dipenuhi dengan kebersamaan dan refleksi hidup, kini menjadi ketakutan tersendiri bagi mereka. Orang-orang yang seharusnya berperan dalam membantu mereka membangun hidup di masa tua justru menghilang. Kebutuhan rohani mereka tidak tercukupi dengan baik sehingga perkara iman menjadi sesuatu yang tidak lagi diperhatikan bagi lansia. Dalam masa pandemi, lansia dihadapkan dengan masa krisis yang menerpa kehidupan mereka. Krisis yang menjadi pergumulan lansia berkaitan dengan kondisi fisik, mental, dan spiritual. Secara fisik, lansia bergumul dengan kesehatan di masa pandemi untuk tetap bisa menjaga kesehatan mereka dengan baik, meskipun lansia termasuk ke dalam kategori yang rentan terkena dampak pandemi COVID-19. Dari segi mental, lansia dihadapkan dengan kenyataan bahwa COVID-19 adalah jenis virus yang dapat menyebabkan kematian. Lansia yang termasuk ke dalam kategori kaum rentan dan dengan kondisi fisik yang mulai melemah mulai merasakan takut kehilangan dan takut dengan sebuah kematian. Lalu, dari segi spiritual, dengan adanya pandemi COVID-19 yang membuat gereja memberhentikan sementara kegiatan ibadah. Lansia yang selalu ada dalam setiap ibadah baik ibadah Minggu, ibadah rumah tangga dan ibadah kategorial merasa bahwa ada sesuatu yang kurang. Menurut para lansia, ibadah bukan hanya sekedar rutinitas, tapi menjadi sebuah bentuk kerinduan untuk bertemu Tuhan dalam setiap doa yang mereka panjatkan dan jika tidak beribadah rasanya ada yang kurang. Peran gereja diperlukan oleh lansia di Jemaat GMIT Bait El Kampung Baru Penfui untuk bisa menyentuh pergumulan yang dirasakan oleh lansia di masa pandemi COVID-19. Kondisi fisik, mental dan spiritual lansia menjadi hal yang harus diperhatikan oleh presbiter Jemaat GMIT Bait El Kampung Baru agar dapat menguatkan lansia sehingga dapat menguatkan keadaan fisik, mental, serta iman dan spiritualitas kepada Tuhan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Mahasiswa Fakultas Teologi merupakan anak-anak yang ada dalam proses pembentukkan diri untuk menjadi pelayan Tuhan (pendeta) kedepannya. Namun dalam proses pembentukkan itu, terdapat beberapa orang mahasiswayang mengalami adiksi terhadap game online. Adiksi yang dialami oleh Mahasiswa Teologi, membawa berbagai dampak negatif bagi kehidupan mereka dan juga orang lain. Persoalan mengenai adiksi terhadap game online layak mendapat perhatian serta peran pastoral untuk menolong mahasiswa yang mengalami adiksi,agar keluar dari situasi tersebut. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Mahasiswa Fakultas Teologi mengalami adiksi terhadap game online, dampak yang ditimbulkan dari adiksi dan merefleksikan persoalan ini menurut teologi pastoral serta bagaimana pendampingan pastoral yang tepat bagi Mahasiswa Fakultas Teologi yang mengalami adiksi. Tujuan ini dapat dicapai dengan penelitian lapangan dan metode yang akan digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Metode ini dipilih untuk memperoleh data yang akurat dan mengandung kebenaran yang mendalam mengenai persoalan adiksi terhadap game online yang dialami oleh Mahasiswa Fakultas Teologi Kupang. Hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa, para narasumber memiliki beberapa kebutuhan dasar yang harus dipenuhi yakni: physical needs (kebutuhan fisik), safety needs (kebutuhan rasa aman), social needs (kebutuhan sosial), esteem needs (kebutuhan penghargaan) dan self actualizatione (kebutuhan aktualisasi diri). Dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu, mereka menggunakan game online, sehingga mengakibatkan adiksi. Adapun beberapa dampak buruk yang ditimbulkan dari adiksi terhadap game online yakni: gangguan relasi sosial, gangguan akademik, gangguan kesehatan, gangguan psikologis, dan konsumtif. Sebagaimana yang telah disaksikan oleh Alkitab bahwa, tugas dari orangtua ialah memberi pengajaran bagi anaknya untuk mengasihi Allah yang Esa dengan melakukan segala perintahNya, dalam hal ini tidak mengikuti keinginan duniawi dan menduakan Allah. Orangtua yang dimaksud dalam tulisan ini ialah orangtua kandung dan dosen Fakultas Teologi yang memerankan peran, sebagai orangtua bagi mahasiswa di kampus.Fakultas Teologi merupakan wadah pembentukan mahasiswa untuk menjadi pelayan Tuhan kedepannya, sehingga peranan dosen dalam pembentukan spiritual dan karakter sangat dibutuhkan. Dalam upaya menolong dan membebaskan Mahasiswa dari adiksi terhadap game online, maka, Fakultas Teologi perlu menerapkan fungsi pendampingan pastoral yakni: fungsi membimbing, fungsi memulihkan dan fungsi memelihara.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kehidupan umat Tuhan yang tidak peduli terhadap keadilan sosial, maka yang menjadi salah satu penyebabnya yaitu kerakusan tuan-tuan tanah dan penyalahgunaan kuasa para penguasa yang mau meraup keuntungan pribadi. Akibatnya terjadi penindasan terhadap orang-orang lemah, terbentang jurang antara orang kaya miskin dan terjadinya ketidakadilan sosial. Kenyataan inilah yang menyebabkan respon Mikha (Mi. 6:8) terhadap umat Allah yang merupakan kecaman kepada para penguasa Yehuda yang membenci keadilan dan nabi-nabi palsunya yang menyesatkan. Penulis ini memakai metode penelitian historis kristis untuk menggali perkembangan dan makna teks secara mendalam, waktu dan peristiwa, tempat dan orang-orang yang ada dalam cerita. Bangsa Yehuda telah mengabaikan apa yang dikehendaki oleh Tuhan dan terancam kehilangan janji-janji-Nya. Maka dari itu ditemukan tiga pesan sebagai anjuran agar bangsa Yehuda tidak lagi melakukan kejahatan moral yaitu dengan melakukan keadilan, mencintai belas kasihan dan hidup rendah hati di hadapan TUHAN.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ritus Hatama Kakaluk merupakan ritus penyembuh sakit. Hatama Kakaluk secara harafiah yakni memasukkan kesaku atau ruangan, artinya bahwa orang yang sakit dipisahkan dari keluarga dan akan tinggal di dalam rumah adat atau rumahnya sendiri. Selama proses penyembuhan perempuan dilarang untuk ikut terlibat dalam merawat. Hal ini karena perempuan dianggap sebagai yang lemah, kotor dan dapat memperparah kondisi dari orang yang sakit. Selain itu, pemahaman lain bahwa perempuan itu sama dengan Hawa sehingga jika mereka masuk maka dapat menyebabkan kesalahan seperti Hawa. Ritus ini masih dilakukan oleh Jemaat GMIT Imanuel Maktihan-Klasis Malaka. Hal ini telah merendahkan perempuan sebagai penolong yang sepadan dan Segambar dan SerupadenganAllah. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi pemahaman Jemaat yang masih melakukan ritus yang mendiskriminasikan satu pihak dan merefleksikan persoalan ini menurut teologi gender serta bagaimana memberikan pemahaman yang tepat mengenai Ritus Hatama Kakaluk di Jemaat GMIT Imanuel Maktihan-Klasis Malaka. Tujuan ini dapat dicapai dengan satu penelitian dan metode yang digunakan adalah metode penelitian fenomenologi. Metode penelitian ini digunakan untuk menggambarkan pengalaman hidup dan persepsi yang muncul dari suatumasyarakat mengenai fenomena tertentu, bertujuan untuk memperoleh makna yang mandalam terhadap masalah Ritus Hatama Kakaluk di Maktihan. Hasil penelitian menunjukan bahwa permasalahan gender yang terjadi dalam ritus Hatama Kakaluk disebabkan beberapa faktor yaitu budaya Matriakat, di mana posisi perempuan lebih tinggi dari laki-laki, sehingga timbul kecemburuan, faktor penafisiran terhadap teks-teks Alkitab, di mana menggunakan teks Kejatuhan Manusia sebagai alasan pelarangan bagi perempuan dan faktor Ekonomi. Adapun dampak yang ditimbulkan dari faktor-faktor ini yaitu adanya ketidakadilan gender. Ritus Hatama Kakaluk menjadi tempat untuk Jemaat mendapatkan kesembuhan namun karena praktiknya yang mendiskriminasi satupihak yaitu perempuan maka Gereja haruslah hadir untuk memberikan pemahaman kepada Jemaat mengenai kesetaraan gender baik itu laki-laki dan perempuan. Agar jemaat dapat memahami bahwa praktik yang selama ini mereka jalani adalah salah (pelarangan terhadap perempuan sebagai yang kotor dan lemah serta sebagai pembawa kekacauan seperti Hawa).
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Skripsi ini ditulis oleh Romelton N Selan sebagai pra-syarat dalam menyelesaikan perkuliahan. Judul yang diberikan untuk skripsi ini yaitu “Efektivitas Penggembalaan Pra-Nikah” dengan sub judul yaitu “ Suatu Tinjauan Teologi Pastoral Terhadap Efektivitas Penggembalaan Pra-Nikah di Jemaat GMIT Ararat Haukoto Kalsis Kota Kupang Barat”. dalam penulisan skripsi ini, penulis dibimbing oleh Pdt Endang D. Koli M.Si Teol sebagai pembimbing 1 dan Pdt Dr. Welfrid F. Ruku, M.Th, MA, sebagai pembimbing 2. Sebelum memasuki pernikahan calon mempelai akan diberikan pemahaman tentang arti menikah dan pemahaman berkeluarga, sebagai bekal dalam membentuk rumah tangga yang akan mereka hadapi setelah menikah melalui pastoral gereja, yakni Penggembalaan Pra-Nikah. Namun, pemberian bekal melalui Penggembalaan Pra-Nikah yang tidak efektif memberi pengaruh dalam kehidupan pernikahan, karena tidak dapat membantu mereka untuk membangun rumah tangga dengan baik. Kekudusan pernikahan yang semestinya menciptakan rumah tangga yang saling melengkapi di dalam Kristus, menjadi tidak berarti bagi sebagian jemaat masa kini. Hal ini perlu menjadi perhatian, karena fenomena ini terjadi dalam kalangan gereja, terkususnya Jemaat GMIT Ararat Haukoto. Faktor-faktor yang menimbulkan masalah ini terjadi karena kurangnya pemahaman jemaat tentang materi Penggembalaan Pra-Nikah. Pemberian materi berkisar pemahaman teologis selama 3 minggu dan kebutuhan non teologis hingga mencapai batas waktu selama kurang lebih 3 bulan. Kenyataan yang terjadi justru sebaliknya, yaitu materi tentang teologis dan non teologis hanya diberikan dalam 2-3 minggu saja. Hal ini kemudian menghasilkan kurangnya pemahaman calon mempelai dalam rumah tangga dan berdampak pada kehidupan rumah tangga mereka. Adapun tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui konteks jemaat Ararat Haukoto di mana pengembalaan pra-nikah bagi calon suami isteri dipraktikan, untuk mengetahui proses dan efektivitas Penggembalaan Pra-Nikah bagi calon suami isteri di Jemaat GMIT Ararat Haukoto, serta untuk mengetahui dan mengembangkan refleksi teologis pastoral terhadap efektivitas pengggembalaan pra-nikah bagi calon suami isteri di Jemaat GMIT Ararat Haukoto Klasis Kota Kupang Barat. Untuk menjawab tujuan dari penulisan skripsi ini, maka penulis menggunakan metode yang dibagi dalam dua bagian yaitu metode penelitian yang mencakup : Penelitian pustaka, dan penelitian lapangan serta observasi, atau teknik pengumpulan data yang paling utama dalam penelitian. Di mana adanya pengamatan atau peninjauan secara langsung terhadap objek untuk mengetahui kebenarannya. Selain observasi, penulis juga menggunakan wawancara dengan teknik snow balling, Di mana penelitian akan berakhir ketika tercapai kejenuhan data atau tidak ada data yang baru lagi dari informan yang diwawancara. Adapun metode yang kedua yakni metode penulisan, yaitu deskriptif, analitis, dan reflektif. Setelah melakukan penelitian dan analisis, penulis mendapati bahwa Penggembalaan Pra-Nikah yang dilakukan ternyata tidak efektif. Hal ini terjadi karena pemberian materi yang kurang efektif, disertai dengan waktu yang terbatas, sehingga menghasilkan kurangnya pemahaman dan penerapan jemaat terhadap materi Penggembalaan Pra-Nikah dalam rumah tangga mereka. Kenyataan yang demikian mengundang perhatian, terutama gereja untuk bagaimana merefleksikan kembali peran, fungsi dan kehadiran gereja ditengah-tengah jemaat. Dalam kaitannya dengan fenomena yang dikemukakan di atas, gereja perlu untuk menata kembali tugas pastoral, yakni Penggembalaan Pra-Nikah. Karena itu, telah diuraikan juga sebuah materi dan metode yang diusulkan untuk mewujudkan penggembalaan Pra-Nikah yang efektif.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
HasilujiregresisecaraparsialNilaikontanta( =0,053;artinyajika
tidakadaperubahanpadanilaivariabelDiscretionaryAccrual(X1)maka
variablepricebookvalue(Y)padaperusahaanyangterdaftardiBEIakan
tetapyaitusebesar0,053.Nilaiβ1DA =1,507,Besarnyanilaikoefisien
regresivariableDiscretionaryAccrualsebesar1,507memilikipengaruh
yang positif.Halinimempunyaimakna bahwa apabila Discretionary
Accrual nilainya naik mendekati 1% satu persen, maka dapat
meningkatkanpricebookvaluesebesar1,507.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa earnings management
berpengaruhsecarapositifterhadapnilaiperusahaan.Halinidapatdilihat
padatabelCoefficientsearningsmanagementsebesar1,5dengannilait
sebesar 0,101 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,03. Hal ini
menunjukkanbahwaearningsmanagementberpengaruhterhadapnilai
perusahaan.Dengan demikian halinimembuktikan bahwa tindakan
earningsmanagementyangdilakukanolehmanajerdapatberdampak
padakelangsunganhidupperusahaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH JENIS TANAH YANG BERBEDA TERHADAP PRODUKTIFITAS TANAMAN SAWI HIJAU DENGAN MENGUNAKAN SISTIM IRIGASI TETES Asakameng, F. A*) Nainiti, N. P.P.E. **) Makaborang, M***) Penelitian mengenai pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau Brassica juncea L. pada berbagai jenis tanah yang berbeda, dan telah dilakukan mulai bulan April hingga Mei 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan yang memberikan pengaruh terbaik (perbedaan antara perlakuan) pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau Brassica juncea L. Perlakuan yang dicoba yaitu A (Tanah organosol) B (tanah pasir), C (tanah lateril) dan D (tanah kapur). Parameter yang diamati adalah jumlah daun, panjang daun, lebar daun, dan berat basah tanaman sawi hijau Brassica juncea L. Data dianalisis mengunakan sidik ragam (ANOVA). (A Tanah Laterit) yang menghasilkan nilai rata-rata untuk setiap variable pengamatan yaitu untuk jumlah daun sebanyak 12 daun, lebar daun 15,833 cm, panjang daun 23,333 cm dan berat tanaman 173,5 gr (B Tanah Pasir) yang menghasilkan nilai rata-rata untuk setiap variable pengamatan yaitu untuk jumlah daun sebanyak 9 daun, lebar daun 12,833 cm, panjang daun 19,667 cm dan berat tanaman 94,333 gr. (C Tanah Organosol) yang menghasilkan nilai rata-rata untuk setiap variable pengamatan yaitu untuk jumlah daun sebanyak 10 daun, lebar daun 12,500 cm, panjang daun 19,000 cm dan berat tanaman 88,333 gr.( D Tanah Kapur) yang menghasilkan nilai rata-rata untuk setiap variable pengamatan yaitu untuk jumlah daun sebanyak 9 daun, lebar daun 14,500 cm, panjang daun 18,833 cm dan berat tanaman 142,167 gr. Kata kunci: Sawi Hijau (Brassica juncea L), Tanah Laterit *) Peneliti **) Pembimbing 1 ***) Pembimbing 2