Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Cabai rawit
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pupuk Organik Cair Sabut Kelapa (C. nucifera) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (C. Frutenscens L)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cabai rawit (C. frutescens L) adalah salah satu tanaman holtikultura dari jenis sayuran yang memiliki buah kecil dengan rasa yang pedas. Selain buahnya, bagian lain dari tanaman cabai rawit seperti batang, daun, dan akarnya juga dapat digunakan sebagai obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair sabut kelapa (C. nucifera) terhadap pertumbuhan tanaman Cabai rawit (C. frutescens L). Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk organik cair sabut kelapa (C. nucifera) terhadap pertumbuhan tanaman Cabai rawit (C. frutescens L). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) perlakuan 1 = 0 mL POC sabut kelapa, perlakuan 2 = 100 mL POC sabut kelapa, perlakuan 3 = 200 mL POC sabut kelapa, perlakuan 4 = 300 mL POC sabut kelapa, perlakuan 5 = 400 mL POC sabut kelapa yang masing-masing diencerkan dalam 5.000 mL air dan kelas kontrol (tanpa perlakuan) = air tanpa POC. Data yang diperoleh dianalisis dengan Anova dan kemudian dilakukan uji lanjutan dengan uji jarak berganda Duncan atau Duncan’s New MultipleRange Test (DMRT) pada taraf 5%. Parameter dengan nilai rata-rata dan keseluruhan nilai perlakuan dari setiap pengulangan yang diamati diantaranya yaitu tinggi tanaman, jumlah helaian daun, jumlah buah. Berdasarkan hasil penelitian pemberian pupuk organik cair dari sabut kelapa terhadap parameter pengukuran, semua parameter pengukuran pada perlakuan memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun dan banyaknya buah. Pemberian pupuk pada 5 perlakuan dengan konsentrasi sebesar 400mL memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman jumlah helaian daun dan jumlah buah dibandingkan perlakuan lainnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK GERGAJI KAYU JATI (Tectona grandis) DAN ARANG SEKAM PADI SEBAGAI MEDIA TANAM UNTUK CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam mendukung produktivitas tanaman cabai rawit (C. frutescens L) secara intensif perlu dilakukan penyediaan bibit yang berkualitas di persemaian. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan kualitas bibit yaitu serbuk gergaji kayu jati dan arang sekam padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan limbah serbuk gergaji kayu jati dan arang sekam padi sebagai media tanam cabai rawit (C. frutescens L). Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental yang dilaksanakan di Polybag yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu 4 P0 = 3kg Tanah Humus,P1 = 2kg Tanah Humus + 1kg Arang Sekam Padi P2 = 2kg Tanah Humus + 1kg Serbuk Gergaji Kayu P3 = 2kg Tanah Humus + 0,5kg Arang Sekam + 0,5kg Serbuk Gergaji Kayu .Perlakuan yang dilakukan dengan 3 kali pengulangan menghasilkan 12 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah helai daun, dan banyaknya buah. Pengamatan ini dilakukan selama 120 hari.Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan kemudian dilakukan uji lanjutan denganuji jarak berganda Duncan atau Duncan’s New MultipleRange Test (DNMRT) pada taraf 5%.Berdasarkan hasil penelitian, P3 (Tanah Humus :Arang Sekam : Serbuk Gergaji Kayu; 2 : 0,5 : 0,5) memberikan pengaruh yang signifikan dalam pertumbuhan tanaman cabai rawit (C. frutescens L) dengan rata-rata tinggi tanaman 40,56 cm, jumlah helaian daun 28,75 helaidan jumlah buah denganrata-rata 32,33 buah. Penggunaan serbuk gergaji kayu jati dan arang sekam padi memberikan pertumbuhan bibit yang lebih baik dibanding media tanam serbuk gergaji maupun arang sekam padi saja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMASI SUHU DAN WAKTU PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L) JENIS CAKRA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

OPTIMASI SUHU DAN WAKTU PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) JENIS CAKRA PARERA JEFRIANUS*) , NUBATONIS M.L**) , MALELAK ZET**) ABSTRAK Proses penanganan pasca panen cabai rawit jenis cakra selama transportasi dan penyimpanan sementara merupakan permasalahan yang kritis karena susut yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh optimasi suhu dan waktu penyimpanan terhadap kualitas cabai rawit yang terbaik. Setelah dipanen dan dilakukan sortasi, cabai rawit ditimbang sebanyak 100g untuk setiap perlakuan pada penyimpann suhu yang berbeda. Proses penyimpana di lemari pendingin dilakukan pada suhu 3oC, 5 OC, 10OC, 15OC, 17OC. Hasil penelitian selama penyimpanan 22 hari, menunjukkan terjadinya penururnan susut bobot, perubahan tekstur dan perubahan warna cabai rawit pada suhu penyimapanan 17oC yaitu susut bobot 38%, nilai tekstur 8,7 s/g dan nilai tingkat kecerahan warna cabai rawit, terdapat suhu penyimpanan 17oC dengan warana sangat merah. Kata Kunci: cabai rawit, suhu penyimpanan, umur simpan *) peneliti **) pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN HORMON NAA (Naphthalene Acetic Acid) DAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH CABAI RAWIT PADI (Capsicum frutescens L.) SECARA IN VITRO

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

“Pengaruh Pemberian Hormon NAA (Naphthalene Acetic Acid) Dan Air Kelapa Muda Terhadap Pertumbuhan Benih Cabai Rawit Padi (Capsicum frutescens L.) Secara In Vitro” Punuf , E. M. E) * Solle, H. R. L.) ** Hendrik, A. Ch.)** ABSTRAK Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) termasuk famili terong-terongan dan tergolong tanaman semusim atau tanaman berumur pendek. Setiap daerah mempunyai istilah untuk tanaman cabai rawit, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) cabai rawit dikenal dengan nama cabai rawit padi karena ukuranya kecil menyerupai padi, dan rasanya sangat pedas dari cabai rawit lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon benih cabai rawit padi terhadap pemberian hormon NAA dan air kelapa muda secara in vitro. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu hormon NAA dengan 4 taraf konsentrasi, dan Air kelapa muda dengan 4 taraf konsentrasi, sehimgga terdapat 16 kombinasi perlakuan, dan diulang sebanyak 3 kali. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam ANOVA, kemudian dilanjutkan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil ANOVA menunjukan bahwa hormon NAA dan air kelapa muda berpengaruh signifikan (ρ 0,05) terhadap parameter pengamatan daya kecambah, tinggi tanaman, dan jumlah daun, kemudian dilanjutkan uji DMRT menunjukan daya kecambah tertinggi pada perlakuan NAA 2 Mg/L dan Air kelapa muda 25% dengan daya kecambah 56,7%, tinggi tanaman 5,92 cm, dan jumlah daun 2,67 helai. Dengan demikian hormon NAA dan air kelapa muda berpengaruh nyata pada setiap para meter pengamatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail