Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

35 hasil
Subjek: KEPEMIMPINAN
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KOTA KUPANG Dalam sebuah organisasi, gaya kepemimpinan seorang pemimpin adalah hal yang penting diperhatikan. Kepemimpinan dalam sebuah organisasi dituntut untuk biasa membuat individu-individu dalam organisasi yang dipimpinnya biasa berperilaku sesuai dengan yang diinginkan oleh pemimpin untuk mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan secara luas yang meliputi proses mempengaruhi untuk menentukan tujuan perusahaan, maka kepemimpinan harus dapat memotivasi perilaku pegawai untuk mencapai tujuan dan mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya dengan memastikan kepemimpinan tersebut telah cakap dalam literasi digital. Karena keberhasilan dalam kepemimpinan dapat menggerakkan orang lain dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, untuk menjaga kelangsungan operasional perusahaan dalam mencapai tujuannya, maka diperlukan dorongan yang dapat meningkatkan kinerja pegawai dan gaya kepemimpinan yang dapat mendukung pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Berhasil atau tidaknya suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya tergantung pada keberhasilan dari para individu (sumber daya manusia) perusahaan itu sendiri dalam menjalankan tugas mereka masing-masing. Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang perlu dikelola dengan baik oleh perusahaan. Dimana pengelolaan sumber daya manusia harus dilakukan secara profesional agar dihasilkan sumber daya manusia yang kompeten sehingga nantinya dapat meningkatkan kinerja dari individu dan lembaga. Namun kunci dari keberhasilan dalam pengelolaan tersebut terutama bagi para pegawai salah satunya adalah bagaimana kepemimpinan yang digunakan oleh seorang pemimpin. Dalam proses menciptakan kinerja yang efektif, kepemimpinan dari seorang pemimpin memiliki peran yang sangat krusial dan merupakan suatu unsure kunci dalam keefektifan organisasi dalam mewujudkan reformasi birokrasi (Rego et al., 2017) Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent). Variabel bebas sering disebut juga sebagai variabel independen, stimulus, prediktor, dan antecedent merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Gaya kepemimpinan (X1) dan Kompensasi (X2), sedangkan variabel terikat sering disebut sebagai variabel dependen, merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah Kinerja Pegawai (Y). meode yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda Berdasarkan analisis regresi linear berganda pada tabel diperoleh analisis persamaan regresi untuk nilai α 7,747 β(X1) 0,381 β(X2) 0,519 sehingga persamaan regresinya yang dihasilkan adalah: Y 7,747 + 0,381X1 + 0,519X2 Dengan konstanta sebesar 7,747, dinyatakan bahwa jika tidak ada pengaruh gaya kepemimpinan, maka kinerja pegawai sebesar 4,549. Nilai koefisien regresi (X1) sebesar 0,381 dinyatakan bahwa setiap meningkatkan (karena tanda positif) gaya kepemimpinan maka akan meningkat kinerja pegawai sebesar 0,381. Nilai koefisien regresi (X2) sebesar 0,519 dapat diartikan bahwa jika meningkatkan variabel kompensasi maka akan meningkat kinerja pegawai sebesar 0,519. Karena nilai koefisien regresi bernilai positif (+), maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa Gaya Kepemimpinan (X1) dan Pemberian Kompensasi (X2) berpengaruh positif terhadap Kinerja Pegawai (Y) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang. 1. Gaya Kepemimpinan (X) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang berada pada kategori baik dengan tingkat persentase sebesar 85,63 persen. Ditinjau dari indikator gaya kepemimpinan konsultatif, gaya kepemimpinan partisipatif, gaya kepemimpinan delegatif dan gaya kepemimpinan direktif. 2. Secara umum Kinerja Pegawai (Y) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang berada pada ketegori tinggi dengan tingkat persentase 87,27 persen. Ditinjau dari indikator kuantitas kerja, kualitas kerja dan ketepatan waktu. 3. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Pemberian Kompensasi terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang, dengan tingkat pengaruh yang tergolong dalam kategori kuat, sebagaimana yang diketahui koefisien korelasi 0,742 berada pada interval 0,60-0,799 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Gaya Kepemimpinan dan Pemberian Kompensasi memiliki pengaruh yang kuat terhadap Kinerja Pegawai. Besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dalam penelitian ini ditunjukkan dengan rs 0,787 dan hipotesis untuk uji keberartian korelasi ini adalah Ada Hubungan yang sangat kuat antara Kompensasi Finansial dengan kinerja pegawai adalah (2) Hasil pengukuran besaran koefisien perubahan terhadap kinerja pegawai sebesar 53,5%. Besar penentu (determinasi) yakni 0,535 atau 53,5% memberi petunjuk bahwa kinerja pegawai 53,5% dipengaruhi oleh kompensasi yang diberikan perusahaan, sedangkan 46,5% lainnya ditentukan oleh faktor lain berupa motivasi, budaya organisasi, gaya kepemimpinan, lingkungan kerja. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Pemberian Kompensasi, Kinerja Pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DAN SOSIALISASI PAJAK TERHADAP KESADARAN MASYARAKAT MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DESA KALONDAMA BARAT KECAMATAN PANTAR BARAT LAUT KABUPATEN ALOR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DAN SOSIALISASI PAJAK TERHADAP KESADARAN MASYARAKAT MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DESA KALONDAMA BARAT KECAMATAN PANTAR BARAT LAUT KABUPATEN ALOR Kegiatan pembangunan di Indonesia yang semakin meningkat dari tahun ketahun memerlukan pembiayaan yang semakin besar. Hal ini berarti bahwa usaha pencairan dan penggalian sumber-sumber dana harus digiatkan dan ditingkatkan lagi, khususnya dana yang bersumber dari dalam negeri, dimana dalam usaha tersebut memerlukan dukungan dari setiap daerah yang ada sehingga pembangunan dalam negeri berjalan dengan baik. Kartono (Rivai dkk, 2012:2) berpendapat bahwa Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khusus kecakapan disuatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. Menurut Kamarudin,dkk. (2017) sosialisasi perpajakan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh kantor pajak untuk memberikan informasi pajak guna meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat wajib pajak sehingga mampu menumbuhkan kesadaran dalam pemenuhan kewajiban perpajakan. Widjaya (1984 :14) Selanjutnya kesadaran dapat didefinisikan sebagai suatu sikap atau perilaku untuk mengetahui atau mengerti dalam hal ini patuh terhadap peraturan atau ketentuan perundangan yang telah dibuat, juga merupakan sikap atau perilaku mengetahui atau mengerti, taat dan patuh pada adat istiadat dan kebiasaan hidup masyarakat. Berdasarkan penjelasan diatas maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas tentang Pengaruh Kepemimpinan Kepala Desa Dan Sosialisasi Pajak Terhadap Kesadaran Masyarakat Membayar Pajak Bumi Dan Bangunan Di Desa Kalondama Barat Kecamatan Pantar Barat Laut Kabupaten Alor. Dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik slovin Sehingga diperoleh sampel sebanyak 65 orang dari jumlah populasi sebanyak 184 orang wajib pajak. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu, data primer yang diperoleh secara langsung dengan melakukan survey lapangan yang mengunakan metode data original lewat pembagian kuesioner pada masyarakat desa Kalondama Barat. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 65 masyarakat wajib pajak. Berdasarkan hasil penelitian analisis lanjutan dalam analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS dengan hasil nilai konstanta sebesar 3.972. Hasil Uji T menunjukan bahwa thitung sebesar 3,036 >ttabel sebesar 2,000 maka, H0 di tolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan kepemimpinan kepala desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesadaran masyarakat. nilai signifikan untuk pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 0,004 0,05 dan nilai t hitung sebesar 11.176 > nilai t tabel sebesar 2,000 Maka dapat disimpulkan bahwa sosialisasi pajak berpengaruh dan signifikan terhadap kesadaran masyarakat membayar pajak bumi dan bangunan maka Ha diterima dan H0 ditolak. Untuk hasil Uji F dapat diketahui bahwa Fhitung>Ftabel yaitu 60.158 > 2,76 dan tingkat signifikannya adalah 0,000 0,05. Karena nilai f hitung lebih besar dari f tabel dan tingkat signifikannya lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000, maka disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala desa dan sosialisasi pajak berpengaruh secara bersama-sama (simultan) terhadap kesadaran masyarakat membayar pajak bumi dan bangunan. Berdasarkan tabel hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) dapat diketahui bahwa nilai R square adalah sebesar 0,986 atau 98,8%, maka dapat diartikan bahwa 98 % kesadaran masyarakat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala desa dan sosialisasi pajak. Kata Kunci : Kepemimpinan Kepala Desa, Sosialisasi Pajak Dan Kesadaran Masyarakat

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perempuan dan Perannya dalam Pelayanan Gereja

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peran perempuan merupakan suatu prilaku yang dilakukan dan diharapkan berdasarkan dengan status sosial, dengan melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk memenuhi harapan bagi diri sendiri dan harapan bagi orang lain. Peran seorang perempuan dalam jemaat sebatas menjadi seorang diaken dan bekerja didapur. Tugas yang diberikan kepada mereka berdasarkan dengan pemahaman budaya dan sistem sosial yang berkembang dan telah mendarah daging dalam kehidupan jemaat, bahwa perempuan adalah orang yang lemah dan tugas mereka untuk melahirkan anak, mengurus anak dan berada didapur untuk bekerja. Bahkan seorang anak perempuan telah diberikan pemahaman sejak kecil, tentang bagaimana tugas mereka yang berada didapur untuk menyiapkan segala hal untuk semua orang, dan tidak diperbolehkan berada di depan. Hal ini mempengaruhi perempuan ketika diminta untuk terlibat dalam setiap kegiatan, mereka merasa tidak pantas dan tidak kepercayaan diri. Dari masalah yang dipaparkan, maka penulis melakukan penelitian mengenai perempuan dan perannya dalam pelayanan gereja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pandangan jemaat tentang peran perempuan baik dalam gereja maupun masyarakat. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, melakukan observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian bahwa perempuan selalu ditempatkan pada urutan kedua berdasarkan dengan sistem budaya yang sudah ada sejak dahulu. Maka Fakilau ( Mariam Lakapada) menjadi sosok perempuan yang telah mendobrak sistem kebudayaan dengan melakukan pembaharuan dan membuktikan bahwa perempuan juga memiliki nilai yang sama dengan laki-laki yaitu semua setara, sebab Tuhan sendiri tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan dengan melihat pada sistem budayanya dan sistem sosial tetapi Tuhan datang untuk semua orang tanpa terkecuali.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH PERSEPSI MASYARAKAT DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KERJA APARATUR PEMERINTAH DESA KLETEK KECAMATAN MALAKA TENGAH KABUPATEN MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya aparatur pemerintah desa Kletekyang dinilai kurang responsif dalam melaksanakan tugas pelayanan kepadamasyarakat di Desa Kletek. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh penuliskepada beberapa masyarakat setempat, dinilai masih rendahnya produktivitas kerjaaparatur yang terlihat dari indikator-indikator sebagai berikut: (1). Masih adanya aparatur pemerintah Desa Kletek yang tidak dapat menyelesaikan pekerjaan yangdiberikan oleh kepala desa sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkansehingga berdampak pada pelaksanaan pemberian pelayanan kepada masyarakat;(2). Masih adanya aparatur pemerintah Desa Kletek yang tidak dapat memanfaatkanwaktu serta memenuhi target yang telah ditentukan sehingga menyebabkanbertumpuknya pekerjaan yang harus diselesaikan oleh aparatur pemerintah Desa Kletek. Contohnya: Dalam pengerjaan APBDes yang disimpan danditumpuk, tidak diselesaikan sesuai dengan perintah atasan, hal ini menyebabkanpekerjaan yang lainnya menjadi terhambat. Oleh karenanya, unsur profesionalisme dari aparatur pemerintah Desa Kletek dalam memberikan pelayanan publik secara prima menjadi suatu kewajiban. Profesionalisme disini lebih menekan kepadakemampuan, keterampilan dan keahlian aparatur pemerintah dalam memberikanpelayanan publik yang responsif, transparansi, produktivitas dan efesien. Aparaturpemerintah Desa Kletek selalu dituntut untuk memberikan pelayanan yang baik,cepat, dan efektif serta efisien kepada masyarakat. Tentu hal tersebut akantercermin melalui kinerja Aparatur itu sendiri. Dengan demikian, pekerjaan dariAparatur Pemerintah Desa Kletek merupakan fokus dalam penelitian ini, dengan studidilakukan Di Desa Kletek, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN PENYELESAIAN KONFLIK TERHADAP KINERJA PEGAWAI, PADA KANTOR DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari ilmu manajemen yang mengfokuskan perhatiannya pada pengaturan peranan sumber daya manusia dalam kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan tertentu sumber daya manusia sebagai pengelolaan sistem, agar sistem ini berjalan tertentu dalam pengelolaannya harus memperhatikan beberapa aspek penting seperti pelatihan, pengembangan, motivasi, dan aspek-aspek lainnya. Sumber daya manusia merupakan aset organisi sebagai kepemimpinan yang sangat vital, karena itu peran dan fungsinya tidak bisa digantikan oleh sumber daya lainnya. Salah satu hal penting yang harus di miliki oleh pegawai adalah kinerja pegawai memiliki peranan yang sangat penting karena kinerja merupakan bentuk hasil akhir dari proses pegawai yang menyelesaikan tugasnya dengan baik dan benar maka akan memiliki kinerja yang tinggi. Seorang pimpinan atau kepala Suatu organisasi akan di akui sebagai seorang pemimpin jika dapat mengarahkan bawahannya kearah pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa besar pengaruh kepemimpinan transformasional dan penyelesaian konflik terhadap kinerja pegawai baik secara simultan mau parsiel. Metode penelitian yang di gunakan adalah regresi linear berganda dengan jumlah populasi 30 responden maka mengambil sampel dari semua jumlah populasi.teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah menyebarkan kuesioner. metode analisis data yang di gunakan adalah analisis regresi linear berganda, analisis korelasi, berganda, uji hipotesis, dan analisis koefesien determinasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepemimpinan transformasional dan penyelesaian konflik terhadap kinerja pegawai berpengaruh posetif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja pegawai adalaah dengan cara memperhatikan pengembangan sumber daya manusia pegawai, kepuasan kerja pegawai. Pengembangan sumber daya manusia melalui kepemimpinan transformasional merupakan hal penting yang mendorong pegawai untuk menghasilkan kinerja yang baik. Selain itu pengembangan sumber daya manusia dan kinerja pegawai merupakan komponen penting dalam memberi motivasi bagi pegawai dalam bekerja. Penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemukan di lokasi, penelitian yaitu apakah pengaruh kepemimpinan transformasional dan penyelesaian konflik berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kepengaruh kepemimpinan dan penyelesaian konflik terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kota Kupang konsep penelitian dalam skripsi ini adalah, kepemimpinan transformasional dan penyelesaian konflik terhadap kinerja pegawai.menurut Simamora ( 2003 : 45 ), kinerja adalah ukuran keberhasilan organisasi dalam mencapai misinya. Sedangkan Riniwati mendefenisikan kinerja adalah unsur pencatatan hasil kerja SDM dari waktu ke waktu sehingga di ketahui sejauh mana hasil kerja SDM dan perbaikan apa yang harus di lakukan agar di masa mendatang lebih baik. Untuk mencapai sasaran dan tujuan perusahaan, organisasi di susun dalan unit-unit kerja yang lebih kecil, dengan pembagian kerja, sistem kerja dan mekanisme kerja yang jelas. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analis deskriptif prestase di ketahui bahwa pengaruh kepemimpinan transformasional dan penyelesaian konflik terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kota Kupang berada dalam kategori rendah.pengembangan sumber daya manusia, pegawai dalam kategori rendah dan kinerja pegawai juga berada dalam kategori rendah. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana di ketahui bahwa kepemimpinan transformasional dan penyelesaian konflik terhadap kinerja pegawai di tunjukan dengan nilai segnifikan sebesar 0,025 dan nilai koefisien regresi sebesar 2,0,56 yang berarti sama tinggi pula kinerja pegawai, sebaliknya pengembangan sumber daya manusia berpengaruh posetif terhadap pegawai yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai koefisien regresi sebesar 7,460 yang berarti semakin baik sumber daya manusia kinerja pegawai semakin tinggi pula kinerja pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENEMPATAN SUMBER DAYA MANUSIA,LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BAGIAN PROTOKOL DI KANTOR BUPATI MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENEMPATAN SUMBER DAYA MANUSIA,LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BAGIAN PROTOKOL DI KANTOR BUPATI MALAKA Pada dasarnya kinerja pegawai merupakan suatu hasil yang di capai oleh pegawai tersebut dalam pekerjaannya.menurut kriteria tertentu yang berlaku untuk suatu pekerjaan tertentu .semakin banyak aspek aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan individu,maka akan semakin tinggi tingkat kinerja yang dirasakan .(as’ad 2008 103-104). Manusia dalam hidup mempunyai kebutuhan mendasar yang tidak mungkin dapat dihilangkan, karena kebutuhan tersebut mendasari perilaku seseorang. Jika seseorang dalam bekerja merasa kebutuhannya sudah terpenuhi ,maka pegawai akan merasakan kinerja yang baik dalam diri mereka. Ardana, 2012:18). pegawai yang ditempatkan pada posisi tertentu harus memiliki kompetensi yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara efektif dan efesien. Proses penempatan pegawai yang tidak tepat akan menyebabkan kinerja yang kurang optimal (Naliebrata, 2007:20). Senada dengan pernyataan diatas, Noah dan Metiboba (2012:54) menyatakan ada keyakinan dan cara terbaik bagi suatu organisasi dapat efisien serta efektif mencapai tujuan organisasi dengan menempatkan orang-orang terbaik di posisi yang tepat. Kesesuaian antara kemampuan sumber daya manusia dengan penempatan pekerjaannya dapat menunjukkan suatu prestasi, bahkan kinerja bagi organisasi tersebut. Keberhasilan suatu organisasi bukan kemenangan mutlak seorang pemimpin tapi merupakan keberhasilan suatu tim, adanya jalinan kerja sama antara sang pemimpin dan teamnya merupakan syarat mutlak keberhasilan suatu organisasi, tapi tak dapat dipungkiri sang pemimpin berperan dalam keberhasilan suatu organisasi dan timnya juga jangan dianggap sebelah mata, kurang berperan, timnya jangan dianggap sepele dalam mecapai tujunan organisasi Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas hubungan penempatan sumber daya manusia,Lingkuangan kerja fisik dan kepemimpinan yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria pekerjaan dan tingkat jabatan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 304 orang dari jumlah populasi sebanyak 34 orang pegawai yang bekerja di Bagian Protokol Kantor Bupati Malaka . Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengaruh penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fiisk dan kepemimpinan terhadap kepuasan kinerja pegawai, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial penempatan sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka,secara parsial lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signinifikan terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka dan kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Bupati Malaka. Sedangkan secara simultan penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fisik dan kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan a sebesar 7.782 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0.508, b² adalah 0.318.Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh penempatan sumber daya manusia (X1) lingkungan kerja fisik (X2) dan kepemi pinan (X3) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 7,782+ 0,508 X1 + 0,318 X2 + e. Selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh penempatan sumber daya manusia (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel penempatan sumber daya manuisa(X1) ditemukan t hitung = 3.905 lebih besar t table = 1,703 dan tingkat Sig. = 0,001. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel penempatan sumber daya manusia (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai pegawai (Y). berikutnya hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh lingkungan kerja fisik(X2) terhadap kinerja pegawai(Y). Diketahui bahwa untuk variabel lingkungan kerja fisik(X2) ditemukan t hitung = 2.468 lebih besar t table = 1,703 dan tingkat Sig. = 0,020. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel lingkungan kerja fisik (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai(Y). Untuk hasil pengujian Uji F diadapati F hitung = 18.335 lebih besar F tabel = 2,98 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fisik(X2) dan variable kepemimpinan (X3) berpengaruh positif secara simultan terhadap kinerja pegawai (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.576 atau 57,6%. Hal ini berarti besarnya pengaruh penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fisik dan kepemimpinan terhadap kinerja pegawai adalah 57,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 42,4% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Penempatan sumber daya manusia, lingkungan kerja fisik,kepemimpinan, Kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEPEMIMPINAN ORANG MUDA : Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Kepemimpinan Orang Muda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemuda merupakan kelompok strategis dalam kehidupan bergereja karena memiliki potensi besar sebagai generasi penerus pelayanan. Namun, realitas kepemimpinan pemuda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana menunjukkan berbagai persoalan, seperti ketidakstabilan struktur kepemimpinan, lemahnya pembinaan dan pendampingan, serta pemahaman kepemimpinan yang masih bersifat struktural dan administratif, bukan sebagai panggilan iman dan pelayanan. Kondisi tersebut berdampak pada minimnya koordinasi pelayanan, rendahnya partisipasi aktif pemuda, serta melemahnya peran pemuda dalam dinamika kehidupan jemaat. Berdasarkan realitas tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menelaah kepemimpinan orang muda dalam perspektif teologis serta menganalisis realitas kepemimpinan pemuda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana dengan menggunakan pendekatan servant leadership sebagaimana dikemukakan oleh Robert K. Greenleaf. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, analitis, dan reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan serta penelitian lapangan berupa observasi, wawancara, dan dokumen. Subjek penelitian meliputi majelis jemaat dan pemuda Jemaat GMIT Getsemani Sikumana yang terlibat aktif dalam pelayanan. Data yang diperoleh dianalisis untuk menggambarkan kondisi kepemimpinan orang muda, mengidentifikasi persoalan yang terjadi, serta merefleksikannya secara teologis berdasarkan nilai-nilai kepemimpinan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan orang muda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana belum sepenuhnya dipahami sebagai panggilan pelayanan yang berakar pada iman, melainkan masih dipandang sebagai beban struktural organisasi. Kurangnya pembinaan dan formasi kepemimpinan berdampak pada lemahnya integritas, tanggung jawab pelayanan, kepekaan sosial, serta visi kepemimpinan orang muda. Melalui refleksi teologis dan pendekatan servant leadership Robert K. Greenleaf, kepemimpinan orang muda dipahami sebagai kepemimpinan yang berangkat dari sikap melayani, diwujudkan melalui keteladanan hidup, integritas karakter, kerendahan hati, serta komitmen untuk memberdayakan dan membangun sesama. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teologis dan praktis bagi gereja dalam merumuskan model pembinaan kepemimpinan pemuda yang kontekstual, berkelanjutan, dan berakar pada nilai-nilai iman Kristen.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PASTORAL BAGI PELAKU SABUNG AYAM “Sebuah Studi Kasus Pastoral Terhadap Keterlibatan Majelis Jemaat dalam Praktik Sabung Ayam di Jemaat GMIT Lederui-Ledeunu, Klasis Sabu Barat Raijua”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji keterlibatan majelis jemaat dalam praktik sabung ayam yang mengandung unsur perjudian sebagai persoalan teologi pastoral dan etika pelayanan gereja. Praktik tersebut tidak hanya bertentangan dengan nilai iman Kristen dan tata kehidupan bergereja, tetapi juga memunculkan krisis kepemimpinan dalam kehidupan persekutuan jemaat. Keterlibatan pelayan gereja dalam praktik ini berdampak pada melemahnya integritas kepemimpinan, terganggunya relasi pelayanan, serta menurunnya kepercayaan jemaat terhadap gereja sebagai komunitas moral. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas kasus, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan majelis jemaat, menafsirkan kasus tersebut secara teologis, serta merumuskan rencana aksi pastoral yang bersifat kontekstual, operasional, dan berorientasi pada pemulihan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Interpretasi teologis dilakukan dengan merujuk pada teks 1 Samuel 2:11-26 yang menggambarkan krisis kepemimpinan rohani akibat pembiaran terhadap dosa dan kegagalan tanggung jawab pelayan Tuhan. Teks ini menjadi dasar refleksi untuk memahami relasi antara jabatan pelayanan, tanggung jawab etis, dan kehidupan iman pelayan gereja. Kerangka teologi pastoral Howard Clinebell digunakan sebagai landasan untuk menata rencana aksi pastoral melalui fungsi pembimbingan, penopangan, penyembuhan, pemulihan, dan pemeliharaan sebagai proses yang saling berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan majelis jemaat dalam praktik sabung ayam dipengaruhi oleh kebiasaan sosial yang terinternalisasi, tekanan ekonomi, lemahnya penghayatan jabatan pelayanan sebagai panggilan iman, serta kurangnya pendampingan pastoral yang personal dan berkelanjutan. Dampak dari praktik tersebut terlihat dalam krisis kepemimpinan gerejawi dan kebingungan nilai di tengah jemaat. Oleh karena itu, rencana aksi pastoral difokuskan pada pemulihan majelis jemaat sebagai subjek utama, dengan keterlibatan gereja, jemaat, dan keluarga sebagai ruang pendukung pemulihan iman dan relasi. Penelitian ini menegaskan bahwa pelayanan pastoral tidak dapat berhenti pada teguran normatif, tetapi harus diwujudkan melalui pendampingan yang menyentuh dimensi personal, relasional, dan struktural, sehingga kepemimpinan gerejawi dapat dipulihkan dan persekutuan jemaat dibangun secara sehat dan bertanggung jawab.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEPEMIMPINAN PEREMPUAN "Suatu Tinjauan Teologis Historis Terhadap Peran Pendeta Perempuan Di GKS"

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini mengkaji tentang kepemimpinan pendeta perempuan di GKS, serta peran pendeta perempuan ditengah jemaat. Struktur masyarakat yang patriarki menempatkan perempuan diranah domestik mengurus keperluan rumah tangga, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, melayani anak dan suami. Pembatasan yang terjadi bagi perempuan dalam melaksanakan perannya dalam gereja karena anggapan bahwa perempuan lebih cocok melayani rumah tangga bukan untuk memimpin. Gereja Kristen Sumba sebagai salah satu sinode protestan di Indonesia juga mengalami hal yang sama. Banyak kepemimpinan gereja didominasi oleh laki-laki dan perempuan dibatasi dalam tugas kepemimpinan. Pada sidang sinode ke XXX di GKS Waihibur tahun 1980 diputuskan dan diterima perempuan sebagai pendeta. Perjuangan perempuan untuk menjadi pendeta pada saat itu tidaklah mudah karena membutuhkan pergumulan yang panjang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RESILIENSI YEREMIA "Suatu Kajian Kritik Historis Terhadap Kitab Yeremia 15:15-21 dan Sumbangsihnya bagi Pemimpin Gereja dalam Menghadapi Tantangan Pelayanan di Jemaat GMIT Pniel Oebobo

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul “Resiliensi Yeremia: Suatu Kajian Kritik Historis Terhadap Kitab Yeremia 15:15-21 dan Sumbangsihnya bagi Pemimpin Gereja dalam Menghadapi Tantangan Pelayanan di Jemaat GMIT Pniel Oebobo.” Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana ketahanan spiritual Nabi Yeremia menghadapi tantangan berat sebagai seorang nabi, serta relevansi prinsip-prinsip tersebut dalam mendukung pemimpin gereja masa kinikhusunya pemimpin gereja di Jemaat GMIT Pniel Oebobo. Research gap yang diangkat adalah minimnya studi yang menghubungkan resiliensi tokoh Alkitab dengan tantangan pelayanan gereja kontemporer. Penelitian menggunakan metode historis-kritis dengan pendekatan tafsir, melibatkan analisis konteks sejarah, kritik sastra, serta tafsiran ayat per ayat. Tiga kerygma utama ditemukan: 1) Tuhan sebagai sumber kekuatan, 2) Resiliensi ditempa melalui ujian, dan 3) Kemenangan bagi yang bertahan hingga akhir. Kesimpulan menunjukkan bahwa resiliensi Yeremia memberikan teladan bagi pemimpin gereja untuk tetap teguh menghadapi tantangan pelayanan. Penelitian ini menawarkan kontribusi teoretis pada studi teologi dan manfaat praktis bagi pemimpin gereja dalam mengaplikasikan prinsip resiliensi Yeremia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEPEMIMPINAN PELAYAN MUDA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ius adalah seorang anak dari hasil pernikahan campuran, ia sangat dikenal baik oleh keluarganya di Listra. Timotius diangkat sebagai anak rohani sekaligus menjadi rekan sepelayanan dari Paulus serta paulus sendirilah yang melakukan penyunatan bagi Timotius untuk mengesahkan sebagai salah satu dari bangsa Yahudi pada masa itu. Timotius juga merupakan seorang muda yang dipercayakan Paulus untuk menjadi pemimpin di Efesus serta mengalami berbagai tantangan-tantangan ajaran sesat yang ada disana. Gereja Kristen Sumba adalah persekutuan orang percaya sebagai tubuh Kristus yang terwujud dalam jemaat-jemaat di lingkungan pelayanan Gereja Kristen Sumba (GKS). Wilayah pelayanan gereja ini adalah pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Realita kepemimpinan Pelayan Muda di GKS tidak jauh berbeda dengan kehidupan kepemimpinan Timotius. Adapun krisis kepemimpinan yang terjadi terhadap salah seorang Pdt di GKS yang hidup dalam kemewahan. Sehingga terjurums dalam masalah hutang-pituang karena mangambil barang berharga milik jemaat kemudian digadaikan dan memakai uang jemaat tanpa ijin administrasi yang jelas kemudian meninggalkan tempat pelayan. Dari hasil penelitan yang penulis lakukan terhadap pelayan muda yang menjadi pemimpin gereja masa kini ditemukan bahwa para pelayan muda dilingkup Gereja Kristen Sumba mengalami berbagai persoalan yang merujuk pada krisis kepemimpinan. Melihat dari Paulus menasihat kepada Timotius dalam kitab I Timotius 4:11-12 dan II Timotius 4:1-5, Paulus menginginkan Timotius menjadi teladan bagi jemaatnya sehingga orang tidak memandang rendah, berani menegor apa yang salah, menyataan apa yang benar kepada orang-orang yang belum mengenal Allah sebagai Juruselamat. Serta Paulus juga menasihatkan Timotius untuk tetap tunaikan tugas pelayanannya, sabar menderita, tetap setia, menjaga kesucian dan mampu menguasai diri dalam keadaan apapun. Hal ini juga akan menjadi nasehat serta tindakan nnyata yang berkelanjutan dalam kehidupan kepemimpinan para pelayanan muda di Gereja Kristen Sumba.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENDELEGASIAN TUGA OLEH MUSA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Manusia hadir bukan untuk hidup seorang diri, ia dihadirkan sebagai makhluk sosial. Hidup bersama dengan manusia lainnya yang dianggap sebagai keluarga dan sesama. Di dalam kebersamaan itu, manusia ada di dalam setiap kelompok atau pun organisasi. Di dalam setiap organisasi diperlukan seorang pemimpin untuk mengatur organisasi tersebut. Diperlukan kualitas kepemimpinan yang mampu memimpin dan mengelola organisasi dengan baik. Kecenderungan kepemimpinan tunggal yaitu membebankan semua beban pekerjaan pada seorang pemimpin merupakan sebuah bahaya yang dapat mengancam organisasi tersebut. Masalah ini juga terjadi pada masa Musa dan bangsa Israel ketika berada di padang gurun. Musa terlalu membebani dirinya dengan pekerjaan yang sulit untuk dikerjakan oleh satu orang. Yitro menyarankan untuk melakukan pendelegasian. Pendelegasian akan menolong pemimpin dan berdampak baik bagi organiasasi karena akan meringankan beban dan menghemat waktu dalam menyelesaikan pekerjaan. Di dalam kepemimpinan presbiter GMIT pun pesan ini juga relevan karena asas kebersamaan dipakai dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Model Kepemimpinan Yosua dan Sumbangannya bagi Kepemimpinan Masa Kini dalam Menghadapi Krisis Kepemimpinan di GMIT

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepemimpinan adalah proses untuk mempengaruhi orang lain, baik dalam organisasi maupun di luar organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam situasi dan kondisi tertentu. Istilah teologi kepemimpinan merupakan sebuah konsep kepemimpinan yang digunakan oleh agama Kristen sejak zaman dahulu untuk memberikan pengetahuan bagi seorang pemimpin di mana pengertian kepemimpinan Kristen ialah sebuah proses terencana dan dinamis dalam konteks pelayanan Kristen yang di dalamnya terdapat campur tangan Allah Tulisan ini dikaji dengan metode deksriptif-analisis-refleksif, untuk mendeksripsikan apa yang akan dikaji, menganalisis dan merefleksikannya dalam konteks yang dihadapi. Berdasarkan hasil analisa, GMIT sedang menghadapi krisis kepemimpinan yang membuat kepemimpinan tidak berjalan dengan baik dan menimbulkan berbagai macam masalah bagi seorang pemimpin. Semakin berkembangnya zaman, kepemimpinan mulai merosot dan mengalami krisis. Krisis kepemimpinan ini pun juga tidak terlepas dari lingkungan gereja, menghubungkan realitas dan harapan GMIT mengenai krisis yang sedang terjadi, maka pentingnya komitmen pelayanan sebagai bentuk upaya dalam menghadapi tantangan-tantangan yang sedang dialami. Model kepemimpinan Yosua ini dapat menjadi acuan bagi seorang pemimpin dalam menghadapi krisis yang terjadi. Proses yang dilewati membuat Yosua memiliki karakter yang kuat dan siap dalam mengambil keputusan ketika ada permasalahan dalam kehidupannya sehubungan dengan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya. Setiap keputusan yang diambil Yosua pada saat menghadapi tantangan merupakan model kepemimpinan Yosua yang dapat diterapkan oleh pemimpin masa kini dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi. Yosua berani mengambil keputusan yang merupakan hasil pemecahan dalam suatu masalah yang harus dihadapi dengan tegas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GMIT DAN PRIMORDIALISME Suatu Kajian Teologi Kegelisahan Terhadap Praktik Primordial Para Pendeta Dalam Suksesi Kepemimpinan Sinode GMIT Periode 2015-2019 dan Impikasinya Bagi Relasi Koinonia

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penelitian ilmiah dengan topik GMIT DAN PRIMORDIALISME: Suatu Kajian Teologi Kegelisahan Terhadap Praktik Primordial Para Pendeta Dalam Suksesi Kepemimpinan Sinode GMIT Periode 2015-2019 dan impikasinya bagi relasi Koinonia telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan data dan informasi tentang reason (motif), bentuk dan cara dari praktik primordial para Pendeta dalam setiap suksesi kepemimpinan Sinode GMIT periode 2015-2019. Praktik primordislisme ini akan semakin kental terasa, ketika momentum suksesi pergantian kepemimpinan sinodal terjadi. Opini dan narasi primordial (suku, almamater dan Angkatan) digiring dan dikembangkan oleh para pendeta secara sadar dan sengaja di ruang-ruang publik (Jemaat). Isu seksi ini didesain (by design) secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Isinya melalui pembentukan “Tim Sukses”, rapat-rapat senyap, lobi hingga pada strategi teknis yang bermuara pada perutusan peserta persidangan yang telah terindoktrinasi. Selanjutnya, berdasarkan data dan informasi yang didapat, penulis membuat refleksi teologi kegelisahan terhadap pengaruh praktik primordial dalam suksesi kepemimpinan sinodal, bagi relasi persekutuan bergereja (Koinonia). Dalam mencapai tujuan di atas penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara (interview), observasi dan studi pustaka ((literature review). Teori yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang perubahan prilaku pemilih (voting behavior) melalui tiga pendekatan, yaitu sosiologis (the Columbia study), psikologis (The Michigan Model) dan pilihan rasional (rational choice). Teori perilaku pemilih (voting behavior) dipilih karena teori ini, adalah yang paling kredibel untuk mengetahui alasan seorang pemilih dalam mempertimbangkan dan memutuskan pilihan politiknya. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini, bahwa praktik primordial para pendeta dalam suksesi kepemimpinan sinodal adalah fakta, bukan mitos. Mayoritas para pemilih (pendeta) memakai politik identitas (suku, almamater dan angkatan) dengan motif, cara dan tujuan yang berbeda-beda. Aktor intelektual dalam praktik primordial didominasi oleh para pendeta. Sementara para politisi dan kapitalis menjadi “penumpang” dengan kepentingannya sendiri. Teologi kegelisahan yang dibangun berguna untuk melihat sejauh mana relevansinya bagi koinonia bergereja [ber-GMIT] yang heterogen di tengah tantangan globalisasi. Menjadi otokritik dan warning bagi para pendeta secara khusus dan GMIT secara umum, untuk tidak lagi menjadikan isu primordial sebagai “kendaraan” dalam suksesi kepemimpinan sinodal. Dengan mempolakan prinsip pemuridan yang setara akan membentuk karakter kepemimpinan seorang hamba yang memimpin dan seorang pemimpin yang menghamba. Kata kunci: Gereja (GMIT), primordialisme, kepemimpinan, Teologi kegelisahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KEPEMIMPINAN, KOMPENSASI KARYAWAN, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN LPP TVRI STASIUN NUSA TENGGARA TIMUR

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam usaha untuk mencapai tujuan organisasi, organisasi memerlukan sumber daya untuk dapat mencapainya. Sumber daya tersebut adalah sumber daya alam, sumber daya finansial, sumber daya ilmu teknologi, dan sumber daya manusia. Sumber daya manusia merupakan asset organisasi yang paling penting, dan membuat sumber daya lain dapat berkerja. Sumber daya lainnya tidak akan bekerja dan kurang bermanfaat dalam mencapai tujuan organisasi tanpa sumber daya manusia. Sumber daya manusia dalam perusahaan terdiri dari pemimpin dan karyawan. Keduanya mempunyai peran dan fungsinya masing-masing. Setiap sumber daya manusia di dalam perusahaan berhubungan baik agar tercipta harmonisasi sumber daya manusia untuk dapat mencapai tujuan perusahaan dengan efektif dan dapat menciptakan keunggulan bersaing. Semakin tinggi kualitas/potensi sumber daya manusia, semakin tinggi pula kinerja sumber daya manusia tersebut. Begitupun sebaliknya, semakin rendah kualitas/potensi sumber daya manusia, maka semakin rendah pula kinerja yang dimiliki sumber daya manusia tersebut. Dapat dikatakan bahwa sumber daya manusia merupakan asset utama dalam suatu organisasi, karena tanpaadanya sumber daya manusia yang handal yang dapat bekerja secara efektif dan efisien, maka sebaik apapun sumber daya lain yang dimiliki suatu organisasi, maka tujuan organisasi tidak akan dapat tercapai dengan maksimal. Tujuan dari Penelitian ini untuk menjawab dua persolan yaitu Untuk menganalisis Pengaruh Kepemimpinan, Kompensasi Karyawan, Dan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Lpp Tvri Stasiun Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan menggunakan Sampel Kepemimpinan, Kompensasi Karyawan, Dan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Lpp Tvri Stasiun Nusa Tenggara Timur. Sedangkan dalam pembahasannya menggunakan alat analisis Regresi Linier Berganda. Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.20 diatas dengan menggunakan aplikasi SPSS dapat diperoleh persamaan regeresi linear berganda sebagai berikut : Y = 30.087 + 0.902 X1 + 1.332 X2 + 1.339 X3. Berdasarkan tabel 4.9 hasil uji t statistik diatas dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Kepemimpinan ( X1 ) Berdasarkan tabel hasil uji regresi t diatas, maka diperoleh hasil t hitung sebesar 2,691 t tabel = 2.048 sehingga t hitung > t tabel ( 2,691 > 2.048), diperkuat dengan nilai sign sebesar 0,006 sehingga sign 0,006 < 0,05 maka Ha diterima dan dapat disimpulkan bahwa Kepemimpinan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Prestasi kerja. 2. Kompensasi ( X2 ) Berdasarkan tabel hasil uji regresi t diatas, maka diperoleh hasil t hitung sebesar 3.419, t tabel = 2.048 sehingga t hitung > t tabel (3.419 > 2.048), diperkuat dengan nilai sign sebesar 0,042 sehingga sign 0,042 < 0,05 maka Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa Kompensasi secara parsial berpengaruh terhadap Prestasi Kerja. 3. Motivasi Kerja ( X3 ) Berdasarkan tabel hasil uji regresi t diatas, maka diperoleh hasil t hitung sebesar 2.655, t tabel = 2.048 sehingga t hitung > t tabel (2.655 > 2.048), diperkuat dengan nilai sign sebesar 0,042 sehingga sign 0,006 < 0,05 maka Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa Kompensasi secara parsial berpengaruh terhadap prestasi kerja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PENGELOLA PERBATASAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PENGELOLA PERBATASAN DAERAH PROVINSI NTT Pada setiap organisasi besar maupun organisasi kecil dapat dikatakan bahwa salah satu sumber daya yang sangat penting adalah manusia yang berkedudukan sebagai karyawan, buruh ataupun pekerja. Bagaimanapun majuSnya teknologi dewasa ini yang mampu menggantikan sebagaian besar tenaga kerja manusia, namun masih banyak kegiatan yang tidak dapat menggunakan alat perlengkapan mekanis dan sepenuhnya otomatis tersebut. Dikatakan paling berharga karena dari seemua sumber yang terdapat dalam suatu organisasi, hanya sumber daya manusialah yang mempunyai harkat dan mertabat yang harus dihargai dan dijunjung tinggi. Selain itu sumber daya manusialah yang memiliki kemampuan berpikir secara rasional (Prabu Mangkunegara 2011). Menurut,Rumawas 2018 pengembangan sumber daya manusia sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan kemajuan teknologi yang cepat dan persaingan secara global, dengan segala upaya pelatihan dan pengembangan karyawan dipersiapkan untuk dapat meningkatkan kemampuan dan tentunya peningkatan kinerja menjadi tujuan akhir. Menurut Mulyadi dan Veithzal Rivai (2011) menerangkan bahwa gaya kepemimpin merupakan pola perilaku dan strategi yang disukai dan sering diterapkan oleh seorang pemimpin dalam rangka mencapai sasaran organisasi. Menurut Husein Umar (2012) pengertian kinerja pegawai adalah kesediaan seseorang atau kelompok orang untuk melakukan sesuatu kegiatan dan menyempurnakannya sesuai dengan tanggung jawab dengan hasil seperti yang diharapkan. Berdasarkan penjelasan diatas maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas tentang Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metode kuantatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria pekerjaan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 59 orang dari jumlah populasi sebanyak 59 orang pegawai yang bekerja di Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi NTT.teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengaruh pengembangan sumber daya manusia dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai, peneliti menggunakan uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Persial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji Koefisien Determinasi, dari hasil peneliti yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara persial pengembangan sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT, secara persial gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi NTT. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan a sebesar 14,324 sedangkan koefesien regresi b1ˡ = 0,453, b² adalah 0,225.Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh pengembangan sumber daya manusia (X1) gaya kepemimpinan (X2) kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 14,324+ 0,453 X1 + 0,225 X2 +e. Selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh pengembangan sumber daya manusia (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel pengembngan sumber daya manuisa(X1) ditemukan t hitung = 5.091 lebih besar t table = 1,703 dan tingkat Sig. = 0,001. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1=0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel pengembangan sumber daya manusia (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). berikutnya hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh gaya kepemimpinan (X2) terhadap kinerja pegawai(Y). Diketahui bahwa untuk variabel gaya kepemimpinan (X2) ditemukan t hitung = 3.139 lebih besar t table = 1,703 dan tingkat Sig. = 0,00. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel gaya kepemimpinan (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai(Y). Untuk hasil pengujian Uji F diadapati F hitung = 32.830 lebih besar F tabel = 3,16 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel pengembangan sumber daya manusia, gaya kepemimpinan (X2) berpengaruh positif secara simultan terhadap kinerja pegawai (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.540 atau 54,0%. Hal ini berarti besarnya pengaruh pegembangan sumber daya manusia, gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai adalah 54,0%. Sedangkan pengaruh sebesar 46% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci: Pengembangan sumber daya manusia, Gaya kepemimpinan, Kinerja Pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, GAYA KEPEMIMPINAN, SISTEM INFORMASI AKUNTASI DAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH TERHADAP KINERJA ORGANISASI PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh budaya organisasi, gaya kepemimpinan, sistem informasi akuntansi dan standar akuntansi pemerintah terhadap kinerja organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang. Objek dalam penelitian ini adalah Sekretariat Daerah Kabupaten Kupang.Responden diminta untuk menjawab daftar pernyataan dalam formulir kuesioner. Penyebaran kuesioner sebanyak 128 responden ke seluruh bagian sekretariat Sekretariat Daerah Kabupaten Kupang.Pengelolahan dan analisis data menggunakan metode regresi linear berganda dengan SPSS versi 25.0. Hasil berdasarkan uji analisis data menunjukan bahwa variabel t bugaya organiasi, gaya kepemimpinan, sistem informasi akuntansi dan standar akuntansi pemerintah berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang. Berdasarkan nilai uji t menunjukan bahwa variabel budaya organisasi, gaya kepemimpinan, sistem informasi akuntansi dan standar akuntansi pemerintah berpengaruh secara simultan terhadap kinerja organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang. Pengujian yang telah dilakukan ini menunjukan bahwa H1, H2, H3, H4 diterima dan H0 ditolak artinya kinerja organisasi berpengaruh positif dan signifikan pada Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KONSEP CHUN TZU

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia merupakan salah satu negara hukum yang dalam pelaksanaannya, selalu dilandasi pada aturan-aturan yang berlaku. Setiap aturan tersebut wajib dipatuhi oleh semua kalangan tanpa terkecuali. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, tidak semua orang mampu mematuhi aturan tersebut. Sebagian orang melanggar aturan itu dikarenakan kedudukan atau posisi yang ia miliki memungkinkan dirinya untuk berbuat demikian. Dalam hubungannya dengan Kepemimpinan, sikap dan perilaku seorang pemimpin merupakan hal utama dalam sebuah komunitas atau kelompok. Perilaku yang baik dapat memberikan dampak yang baik, sebaliknya perilaku yang buruk akan membawa pengaruh yang buruk bagi orang yang dipimpin. Salah satu penyebab gagalnya sebuah kepemimpinan yakni muncul tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepoisme (KKN). KKN merupakan sebuah tindakan penyelewengan yang dapat merugikan kehidupan orang lain, namun pada saat yang bersamaan dapat memberikan sebuah kesejahteraan bagi oknum-oknum tertentu. Tindakan tersebut dapat terjadi melalui Korupsi, mafia serta memanfaatkan kedudukan keluarga dalam sebuah ranah pekerjaan untuk mencapai apa yang dinginkan. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu studi pustaka untuk memenuhi kebutuhan akan datadata yang ingin dikaji. Tujuan dari penelitian ini yaitu memberikan gambaran serta analisa perilaku kepemimpinan dalam konsep manusia ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua pemimpin dapat menjalankan kepemimpinan mereka dengan baik dan benar. Kong Hu Cu hadir dengan memberikan sebuah pemahaman yang baru mengenai gaya kepemimpinan ideal dalam konsep Chun Tzu. Chun Tzu merupakan istilah dalam bahasa Cina yang berarti manusia atau pemimpin ideal. Pemimpin ideal adalah sosok seorang pemimpin yang mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan selalu dilandasi pada setiap aturan yang berlaku. Seorang Chun Tzu selalu melakukan segala sesuatu dengan cinta kasih, keberanian, dan kebijaksanaan. Demikian juga halnya dengan para pemimpin Kristen, sikap dan perilaku menjadi kunci utama berhasil atau tidaknya sebuah kepemimpinan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Sejarah Kepemimpinan Presbiterial Sinodal Di Jemaat GMIT Hosana Raeawu

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SEJARAH KEPEMIMPINAN PRESBITERIAL SINODAL DI JEMAAT GMIT HOSANA RAEAWU Imanuel Bire Leo Program Studi Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, NTT, Indonesia Email: [email protected] Dalam skripsi ini, penulis menemukan hal yang menarik terkait kepemimpinan presbiterial sinodal yang terjadi di jemaat GMIT Hosana Raeawu. Sebelum jemaat ini menjadi jemaat mandiri, sebagai pos pelayanan dan kemudian menjadi mata jemaat, jemaat ini dipimpin oleh para penatua dan diaken. Meski demikian, kepemimpinan dalam jemaat tetap berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dengan berbagai pelayanan yang tetap berjalan dan sangat minim konflik dalam jemaat. Dalam kepemimpinan mereka dengan cara penunjukan langsung oleh para tokoh utama yakni tokoh jemaat yang mendirikan Pos Pelayanan Hosana Raeawu untuk menjawab kebutuhan pelayanan. Kepemimpinan mereka juga memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan dalam jemaat dan menghindari perselisihan dalam melaksanan pelayanan serta menjaga persatuan dan kesatuan dalam pelayanan. Dalam perkembangan selanjutnya berkembang salah satu model kepemimpinan gereja yaitu presbiterial sinodal yang menekankan cara pemilihan penatua dan diaken dalam tiap periode. Penulis juga mengkombinasikan model kepemimpinan yang berhubungan terkait dengan kepemimpinan di jemaat dari Charles J. Keating, kemudian kenyataan terhadap konteks kepemimpinan. Untuk meneliti, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tujuan mengetahui cara kepemimpinan presbiterial sinodal dan membuat refelksi teologis dari kepemimpinan presbiterial sinodal. Analisa yang ditemukan dari kepemimpinan presbiterial sinodal di jemaat GMIT Hosana Raeawu adalah kesatuan dalam kepimpinan yang saling membantu yaitu dengan saling menopang antara satu dengan yang lainnya. Kepemimpinan ini lebih menekankan pada cara pemilihan penatua dan diaken di tiap periode. Sekalipun cara pemilihan penatua dan diaken berbeda tiap periodenya. Tetapi kerja sama, terus terjalin dalam kepemimpinan mereka. Presbiter bersama-sama mengatur pelayanan dengan Ketua Majelis jemaat induk sebagai kawan sekarja Allah. Penatua dan Diaken sebagai pemimpin dalam jemaat memiliki kesatuan hati untuk melakukan tugas pelayanan dan menjalankan kepemimpinan dalam jemaat meski Pendeta jemaat tidak tinggal bersama dengan mereka. Dan faktor yang membuat jemaat ini tetap eksis dan bersatu adalah budaya. Masalah-masalah dapat diselesaikan dengan menggunakan pendekatan budaya dan kekeluargaan bisa terjadi karena kesatuan para pemimpin dalam jemaat ini. Penulis berefleksi bahwa pentingya kesatuan dalam pelayanan adalah hal yang seperti meningkatkan solidaritas, dan kinerja suatu jemaat/kelompok. Kesatuan ini tercermin melalui doa Yesus kepada Bapa supaya para murid menjadi satu (Yoh. 17:11). Kesatuan ini ada dalam presbiter di Jemaat GMIT Hosana Raeawu bahwa pentingnya di jemaat membangun kesatuan dalam pelayanan. Kata Kunci : Sejarah, Kepemimpinan, Presbiterial Sinodal, Kesatuan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. SINAR BANGUNAN MANDIRI KOTA KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. SINAR BANGUNAN MANDIRI KOTA KUPANG Sumber daya manusia merupakan aset yang sangat penting dalam perusahaan karena manusia adalah penggerakan seluruh aktivitas perusahan. Manusia sebagai tenaga kerja harus dikelola dengan baik agar mampu bersaing di pasar global. Sumber daya yang berkualitas adalah yang memiliki kinerja tinggi. Hasibuan (2010) menyatakan kinerja adalah salah satu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksankaan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapaan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu. Dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian yang sangat penting. Suatu organisasi atau perusahaan mengingginkan karyawan untuk bekerja secara maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai tujuan perusahaan. Menurut Wahyuningsih (2003) kinerja adalah sebagai suatu tingkatan dimana karyawan memenuhi atau mencapai persyaratan kerja yang ditentukan. Kinerja merupakan catatan outcome yang dihasilkan dari suatu pekerjaan atau kegiatan tertentu selama satu periode waktu tertentu. Kinerja karyawan adalah hasil kerja yang dicapai seseorang atau sekelompok orang, sesuai dengan wewenang atau tanggung jawab masing-masing karyawan selama periode waktu tertentu. Sunarsih (2001) dan Swandari (2003) mendefenisikan bahwa kepemimpinan transformasional sebagai pemimpin yang mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi bawahan dengan cara-cara tertentu. Bawahan merasa percaya, kagum loyal dan hormat terhadap atasannya sehingga bawahan termotivasi untuk berbuat lebih banyak dari pada apa yang bisa dilakukan dan diharapkannya. Menurut Suranta (2002) motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan. Motivasi yang ada pada saat diri seseorang akan mewujudkan suatu perilaku yang diarahkan pada tujuan mencapai sasaran kepuasan. Hasibun (2010) menyatakan motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarhkan daya dan potensi bawahan, agar mau bekerjasama secara produktif berhasil mencapai dan mewujuhkan tujuan yang telah ditentukan. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut, maka objek yang peneliti teliti adalah PT. Sinar Bangunan Mandiri Kota Kupang dengan jumlah sampel yang layak untuk penelitian ini adalah sebanyak 44 responden. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu, data primer yang diperoleh secara langsung dengan melakukan survey lapangan yang menggunakan metode data orginal lewat pembagian kuesioner pada seluruh karyawan PT. Sinar Bangunan Mandiri Kota Kupang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 44 karyawan pada PT. Sinar Bangunan Mandiri Kota Kupang. Berdasarkan hasil penelitian analisis lanjutan dalam analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS dengan hasil nilai konstanta sebesar 3,598. Hasi Uji T menunjukan bahw thitung sebesar 3.022ttabel 1.683 maka, Ho di tolak dan Ha di terima yaitu Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Sinar Bangunan Mandiri. Dan nilai thitung sebesar 28.911>ttabel 1.683 maka, Ho di tolak dan Ha di terima yaitu motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Sinar Bangunan Mandiri. Untuk hasil Uji F dapat diketahui Fhitung >Ftabel yaitu 620.172>2,84 maka, Ho ditolak dan Ha diterima. Maka secara simultan kinerja karyawan, motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Sinar Bangunan Mandiri. Berdasarkan tabel hasil Uji Koefisensi Determinasi (R²) dapat diketahui bahwa nilai R Sguare adalah 0,914 atau 91,4%. Hal ini berarti bahwa besarnya kontribusi Kepemimpinan Transformasional, Motivasi Kerja terhadap kinerja karyawan adalah 90,6% sedangkan sebesar 1,6% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci : Kepemimpinan Transformasional, Motivasi Kerja dan Kinerja Karyawan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail