Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: kimia
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI KUALITAS AIR PADA SUMBER MATA AIR KALI DENDENG KELURAHAN FONTEIN KECAMATAN KOTA RAJA KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air adalah salah satu komponen utama yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan makhluk hidup di muka bumi ini. Air bersih harus memenuhi syarat kesehatan berupa faktor fisik, kimia, biologi serta bebas dari pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mata air Kali Dendeng di Kelurahan Fontein Kecamatan Kota Raja Kota kupang. berdasarkan Parameter Fisika (Suhu dan TSS), Parameter Kimia (pH dan COD), dan Parameter Mikrobiologi (Fecal Coliform). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan pada ketiga titik sampel air. Sampel 1 (mata air) sampel 2 (aliran) sampel 3 (mengairi). Suhu pada mata air (sampel 1) 27°C, (sampel 2) 26°C, (sampel 3) 28°C. pH pada mata air (sampel 1) 6,85 (sampel 2) 6,72, (sampel 3) 6,79. Jumlah bakteri Fecal Coliform pada sampel 1 (330), sampel 2 (270), sampel 3 (130). Dari hasil penelitian ini maka yang memenuhi standar baku mutu air yang telah ditetapkan dalam PP No. 82 tahun 2001 untuk kualitas air kelas I yaitu Temperatur, COD, TSS dan pH sedangkan indikator yang melebihi standar baku mutu air yaitu Fecal Coliform. Disarankan kepada masyarakat Kelurahan Fotein dan pihak Kelurahan untuk memperhatikan kebersihan di sumber mata air Kali Dendeng agar terhindar dari pencemaran dan tidak menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui air jika air tersebut dikonsumsi oleh masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian Sifat Organoleptik Dan Kimia Dodol Yang Diproses Dengan Jumlah Lumatan Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) Yang Berbeda

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YUNIATI INA (15390039). Kajian Sifat Organoleptik Dan Kimia Dodol Yang Diproses Dengan Jumlah Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) Yang Berbeda :  Yunialdi H. Teffu, S.Pi.,M.Si sebagai Pembimbing I dan Dewi S. Gadi,S.Pi.,M.Si sebagai Pembimbing II Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Univeritas Kristen Artha Wacana Kupang. Rumput laut merupakan komoditi hasil laut yang sangat penting, merupakan salah satu Komoditi ini paling banyak dibudidayakan di Indonesia, dikarenakan memiliki nilai ekonomi tinggi mudah dibudidayakan serta membutuhkan biaya produksi yang rendah (Ananda, 2019). Rumput Laut dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam produk. Rumput laut yang digunakan jenis Kappaphycus alvarezii  mampu menghasilkan karaginan untuk meningkatkan kekenyalan pada tekstur dodol. Dodol merupakan produk makanan kecil atau jajanan yang bnyak beredar di masyarakat Indonesia. Dodol memiliki rasa manis, guri, dan legit. Salah satu bentuk pengolahan rumput laut untuk meningkatkan daya gunanya yaitu dengan diversifikasi produk dengan mengolahnya menjadi  dodol rumput laut. Dodol tergolong dalam pangan semi  basah (Intermediate moisture food) yang bertekstur kenyal, memiliki cita rasa manis sehingga dapat langsung dimakan. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui nilai organoleptik warna, aroma, tekstur, rasa, dan nilai kimia Kadar air, Kadar Protein, dan Kadar lemak. Penelitian ini dilaksanakan  pada bulan Februari sampai April 2022, bertempat di Laboratorium Eksakta, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Parameter yang di ukur dan diamati terdiri dari organoleptik,pengujian kadar air,kadar lemak,dan kadar protein. Data yang diperoleh dari hasil pengujian hedonik  yang dilakukan untuk parameter warna memiliki nilai rerata antara 3,26 hingga 3,43 yang berarti rata-rata panelis memberikan penilaian suka terhadap warna dodol rumput laut yang dihasilkan. Parameter tekstur penilaian nilai tekstur memiliki nilai berkisar antara 2,96 hingga 3,16 berdasarkan nilai yang di peroleh tekstur dodol disukai. Parameter aroma penilaian nilai aroma meraih nilai yang sama yaitu 3,13, namun pada 1000 gram bubur rumput laut dengan konsentrasi bubur rumput laut yang semakin banyak yaitu 1000 gram bubur rumput laut nilai aromanya semakin menurun yaitu 2,86. Hasil ini menunjukkan penilaian panelis masi berasa pada taraf suka dan dapat diterima oleh konsumen. Parameter rasa penilaian rasa tertinggi terdapat pada 500 gram bubur rumput laut sebesar 3,40 sangat suka dan terendah pada 1000 gram bubur rumput laut sebesar 3,10 kurang suka. Penurunan nilai rasa dari panelis seiring dengan  bertambahnya jumlah bubur rumput laut. Variabel pengamatan meliputi pengujian organoleptik, analisis kadar air, analisis kadar lemak, dan analisis kadar protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan panelis  terhadap warna, tekstur, rasa, dan aroma, dengan nilai 4 -5. Kadar air berkisar 39,78% - 54,04%, kadar protein 5,83% - 6,34%, dan kadar lemak berkisar 0,95% - 1,25%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Misi Gereja Dalam Pertanian Modern

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian terhadap penggunaan pupuk anorganik dan pestisida untuk menunjang petani dalam peningkatan hasil pertaniannya yang akhirnya meningkatkan ekonomi petani telah dilakukan. Namun tujuan pembangunan ekonomi dengan menggunakan pupuk anorganik dan pestisida (Agrokimia) bagi petani mengakibatkan kerusakan lingkungan dan berakibat buruk bagi kesehatan. Agrokimia sebagai tambahan energi bagi pertanian yang merupakan produk negara maju dipandang sebagai solusi jitu demi pembangunan pertanian, namun pupuk anorganik dan pestisida merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan petani di desa Oematnunu. Penelitian ini mendapatkan data dan informasi tentang praktik penggunaan pupuk anorganik dan pestisida dalam pertanian di Desa Oematnunu Kecamatan Kupang Barat. Selanjutnya penelitian ini mendapatkan data dan informasi Misi Gereja di bidang pertanian dalam konteks pemanfaatan pupuk anorganik dan pestisida bagi pembangunan pertanian berkelanjutan di desa Oematnunu kecamatan Kupang Barat. Kemudian berdasarkan data dan informasi yang didapat penulis membuat refleksi teologis misi holistik terhadap pertanian hortikultura di Desa Oematnunu Kecamatan Kupang Barat bagi pembangunan pertanian berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan di atas penulis menggunakan pendekatan gabungan/mixed method yaitu memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan penelaahan dokumen. Teori yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang pertanian, pembangunan pertanian berkelanjutan. Selain itu teori tentang teologi misi konvivens/koeksistensi dari Theo Sundermeier dan teologi misi pemberdayaan dari Mery Kolimon. Hasil yang di dapat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dan rekomendasi bagi gereja dan pemerintah dalam melaksanakan misi untuk menolong petani dari kerusakan lingkungan dan penderitaan petani. Kata Kunci : Pertanian, Agrokimia, Misi, Konvivens, Oematnunu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KUALITAS AIR LIMBAH LABORATORIUM DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR MENGGUNAKAN METODE FILTRASI CAMPURAN MEDIA ARANG AKTIF, SABUT KELAPA, PASIR DAN ZEOLIT

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air limbah laboratorium adalah air yang tidak layak disebabkan oleh masuknya atau dimasukkan zat, energi, atau komponen lainnya kedalam air oleh kegiatan manusia. Limbah memiliki kualitas yang tidak sesuai dengan baku mutu antara lain suhu yang lebih tinggi atau lebih rendah, bau yang tidak sedap, pH yang terlalu asam dan terlalu basa, nilai COD dan BOD yang tinggi, kandungan deterjen yang tinggi, dan mengandung minyak dan lemak yang tinggi. Untuk mengurangi kadar pencemaran limbah diperlukan metode pengolahan dengan bantuan biomaterial berupa arang aktif tempurung lontar, sabut kelapa, pasir dan zeolit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas limbah sebelum dan setelah penggunaan biomaterial tersebut pada parameter kimia pH, BOD, COD, NO2, NO3, MBAS, minyak dan lemak dari limbah dari domestik laboratorium DLHK Provinsi NTT. Hasil penelitian dibandingkan dengan baku Mutu dari Permenkes LHK No. 68 tahun 2016. Nilai parameter limbah sebelum diolah pH (7,1), BOD (145,87 mg/L), COD (170,71 mg/L), NO2 (0,058 mg/L), NO3 (2,960 mg/L), MBAS (10,956 mg/L), Minyak dan Lemak (13,400 mg/L). Setelah filtrasi dengan metode campuran biomaterial nilai parameter secara berturut-turut adalah 7,9 mg/L, 123,35 mg/L, 162,957 mg/L, L, 10,540 mg/L, dan 0,700 mg/L. Hampir semua parameter mengalami penurunan dibawah Baku mutu kecuali BOD dan COD. Hal ini disebabkan kurangnya waktu kontak antar zat dan biomaterial dan juga kerapatan media.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BERAS KETAN HITAM PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP PENERIMAAN SENSORIK BROWNIES KUKUS

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BERAS KETAN HITAM PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP PENERIMAAN SENSORIK BROWNIES KUKUS (Yovita Namok) (Ir. Andreas I. Medah, MP.1) (Ir. I. D. A. A. R. R. Adi, MP.2) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Pembuatan brownies kukus dengan penggunaan tepung beras ketan hitam sebagai bahan substitusi merupakan sebuah upaya untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap tepung terigu. Selain itu dari segi nutrisi beras ketan hitam mengandung nilai gizi cukup tinggi namun kemanfaatan beras ketan hitam saat ini masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui substitusi tepung beras ketan hitam pada tepung terigu terhadap penerimaan sensorik brownies kukus. penelitian ini dilakukan di Laboratorium Procesing Pertanian Universitas Artha Wacana Kupang. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 4 kali perlakuan dan 3 kali ulangan. Tepung terigu yang digunakan sebanyak 500 gram dengan masing-masing perlakuan adalah (A) 0% (Kontrol), (B),substitusi tepung beras ketan hitam 20% + tepung terigu 400 gram, (C), substitusi tepung beras ketan hitam 25% + tepung terigu 375 gram dan (D), substitusi tepung beras ketan hitam 30% + tepung terigu 350 gram.Variabel yang diamati adalah pengujian sensorik terhadap warna, rasa, tekstur, dan aroma. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengujian sensorik pada warna yang sangat disukaui (3,622), rasa yang sangat disukai (3,767), tekstur yang sangat disukai (3.733) dan aroma sangat disukai (3,644) yang di peroleh dari perlakuan B dengan substitusi tepung beras ketan hitam sebesar 20%. Dan kadar air produk brownies kukus yang paling rendah terdapat pada perlakuan D dengan nilai 22,550%. Kata kunci: Kue Brownies Kukus, Organoleptik, Kimia *(Peneliti) **(Pembimbing)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Kualits Air Pada Mata Air Naifalo Di Desa Nunsaen Kecamatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air merupakan sumber daya utama karena sifatnya yang terbarukan dan dinamis, artinya sumber utama air adalah air hujan yang akan datang pada musimnya sesuai dengan waktunya. Oleh karena itu, air harus bebas dari pencemaran dan memenuhi tingkat kualitas tertentu sesuai dengan kebutuhan kadar di dalam tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mata air Naifalo di Desa Nunsaen Kecamatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang berdasarkan parameter suhu, pH, mikrobiologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan objek penelitian adalah satu sumber mata air dan tiga titik sampel yang diambil pada mata air Naifalo Desa Nunsaen. Tahap persiapan menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini dan memeriksanya terlebih dahulu sebelum digunakan, kemudian menetukan titik lokasi dengan cara observasi atau survei. Tahap pengambilan sampel pada mata air dilakukan di tiga titik, masing-masing titik sampel air diambil sebanyak 500 ml menggunakan botol steril di mata air Naifalo. Teknik pengumpulan data dengan cara pengukuran suhu dan pH, pengambilan smpel, pembuatan media, pengujian sampel. Hasil penelitian menunjukkan pada ketiga titik sampel air. Sampel 1 (mata air) sampel 2 (aliran) sampel 3 (mengairi). Suhu pada mata air (sampel 1) 26°C, (sampel 2) 26°C, (sampel 3) 26°C. pH pada mata air (sampel 1) 7,48, (sampel 2) 7,48, (sampel 3) 7,48. Jumlah bakteri Coliform pada sampel 1 (9), sampel 2 (17), sampel 3 (33). Jumlah bakteri Escherichia coli pada sampel 1 (9), sampel (17), sampel 3 (33).Maka ketiga sampel air berada pada ambang batas maksimum baku mutu sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/MENKES/IX/1990 tentangsyarat-syarat dan pengawasan kualitas air. Disarankan kepada masyarakat Desa Nunsaen dan perangkat Desa untuk memperhatikan kebersihan di sumber mata air Naifalo agar terhindar dari pencemaran dan tidak menimbulkan penyakit yang ditulakan melalui air jika air tersebut dikonsumsi oleh masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LAMA PEMANASAN DALAM PEMBUATAN MANGGULU TERHADAP PERUBAHAN FISIKO KIMIA SELAMA PENYIMPANAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

“PENGARUH LAMA PEMANASAN DALAM PEMBUATAN MANGGULU TERHADAP PERUBAHAN FISIKO-KIMIA SELAMA PENYIMPANAN” ABSTRAK Kunda Erwin * Nuhamara,M ** I.D.A.A.R.R.Adi, ** Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Eksakta Fakulatas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang pada tanggal 22 Desember 2020 sampai tanggal 5 januari 2021. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh lama pemanasan dalam pembuatan manggulu terhadap perubahan fisiko kimia selama penyimpanan dan bagaimana pengaruh lama pemanasan dalam pembuatan manggulu terhadap perubahan fisiko kimia selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan dasar dengan menggunakan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 9 unit percobaan. Perlakuan terbaik lama pemanasan yang berbeda dalam penyimpanan manggulu terdapat pada perlakuan C dengan lama pemanasan 30 menit menghasilkan nilai rata-rata rasa manggulu sebesar 4,244 (sangat suka), warna manggulu sebesar 4,000 (sangat suka), aroma manggulu sebesar 3,844 (sangat suka), tekstur manggulu sebesar 4,244 (sangat suka), dan kadar air manggulu sebesar 7.69%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakteristik Fisiko Kimia Nori Berbahan Dasar Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Dan Daun Kelor Moringa oleifera L.

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu komoditi perairan NTT yang sangat potensial adalah rumput laut. Berbagai macan species rumput laut berpeluang untuk diproduksi menjadi nori. Nori adalah lembaran rumput laut yang memiliki kandungan nutrisi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui karakteristik fisik kimia produk nori yang berbahan dasar rumput laut Kappaphycus alvarezii dan daun kelor (Moringa oleifera L.) Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Analisis data menggunakan one way Anova. Formulasi perlakuan yang digunakan P1 (100% Kappaphycus alvarezii), P2 (80% Kappaphycus alvarezii 20% daun kelor) dan P3 (60% Kappaphycus alvarezii 40% daun kelor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa P3 terbukti dapat dijadikan sebagai bahan baku alternatif pembuatan nori. Berdasarkan karakteristik fisik dan kimianya, yakni tekstur pada P3 memiliki tingkat perbedaan yang lebih nyata dengan nilai 54,00%, sedangankan kandungan protein P3 sebesar 0,043 %. Nilai kadar abu terbaik 70 % pada P1, hasil uji organoleptik terkait parameter warna nori berdasarkan analisis one way anova menunjukkan warna tidak terdapat pengaruh yang signifikan sehingga tidak dilanjutkan pada uji DMRT namun berdasarkan hasil pengamatan panelis morfologi nori dengan warna kecoklatan yaitu P3 adalah warna yang lebih menarik. Sedangkan uji organoleptik untuk aspek rasa berdasarkan analisis one way anova dan uji lanjut DMRT menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pada perlakuan ke satu yaitu sebesar 51,00%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH JENIS KEMASAN TERHADAP MASA SIMPAN PRODUK MANGGULU

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian tentang pengaruh jenis kemasan terhadap masa simpan produk manggulu. Metode yang digunakan adalah mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulangi sebanyak 3 kali ulangan dengan jenis kemasan yang berbeda antara lain daun pisang, PP vakum, PP tanpa vakum dan retort pouch. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji organoleptik pada aroma tertinggi terdapat pada perlakuan PP Vakum dengan nilai 4,255 gr. Warna produk manggulu yang paling tertinggi disukai konsumen yaitu terdapat pada perlakuan PP vakum dengan nilai 4,132 gr. Rasa produk manggulu yang paling tertinggi disukai terdapat pada perlakuan PP Vakum dengan nilai 4,167 gr. Tekstur produk manggulu yang paling tertinggi disukai terdapat pada perlakuan PP vakum dengan nilai 4,21 gr. Dan kadar air produk manggulu yang paling terendah terdapat pada perlakuan PP Vakum dengan nilai 12,6495 %

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakteristik Tuna Se’i Yang Diproses Dengan Pengasapan Panas Menggunakan Daun Kesambi Dan Suhu Yang Berbeda

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengasapan merupakan salah satu cara untuk mengawetkan ikan agar tidak terjadi pembusukan dan menjaga nilai gizinya. Pengasapan juga berfungsi untuk menambah citarasa dan warna yang spesifik pada makanan serta bertindak sebagai antibakteri dan antioksidan. Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka penulis merumuskan masalah tentang karakteristik pengasapan panas tuna se’i yang diproses menggunakan daun kesambi dan suhu yang berbeda di Nusa Tenggara Timur.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis komposisi kimiawi (kadar air, pH dan total fenol) pada produk tuna se’i yang dihasilkan menggunakan metode pengasapan dengan daun kesambi dan tanpa daun kesambi dengan tahap pertama selama satu jam, dan tahap kedua selama enam jam. Menganalisis nilai organoleptik pada produk tuna se’I yang dihasilkan menggunakan metode pengasapan dengan daun kesambi dan tanpa daun kesambi tahap penelitian yaitu pertama pengasapan dilakukan selamasatu jam, dan tahap kedua selama enam jam. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen menggunakan percobaan factorial dengan rancangan dasar adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Gaspersz (1991). Kelompok percobaan yang dilakukan dengan taraf 3x2 yang diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Adapun perlakuan yang dicobakan adalah suhu pengasapan yang berbeda yaitu: Faktor A SuhuPengasapan dengan 3 taraf perlakuan yang terdiri dari:a1 = 60-65oC, a2 = 65-70oC, a3 = 70-75oC. Faktor B Perlakuan penggunaan daun kesambi dengan 2 taraf perlakuan terdiri dari:b1 = Dengan Daun Kesambi, b2 = TanpaDaunKesambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air tuna se’I yang diproses dengan daun kesambi 50,52 % sedangakan tanpa daun kesambi 30,53 %. Nilai pH dengan daun kesambi 6,9 sedangkan tanpa daun kesambi 6,13. Total fenol berkisar antara743,8 ml/g sampai 605,34 ml/g. Nilai organoleptik dengan daun kesambi pada parameter Kenampakan 7,66 (sangat suka) tanpa daun kesambi parameter kenampakan 7,56 (suka) pada parameter aroma dengan daun kesambi 8,06 (sangat suka) tanpa daun kesambi 7,63 (sangat suka) parameter tekstur dengan daun kesambi8,06 (sangat suka) tanpa daun kesambi 7,63 (sangat suka) dan parameter rasa dengan daun kesambi 7,96 (sangat suka) sedangkan tanpa daun kesambi 7,7 (suka).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KARAKTERISTIK TUNA SE’I ASAP YANG DIPROSES DENGAN SUHU YANG BERBEDA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tuna se’i adalah salah satu produk hasil perikanan yang diolah mengunakan metode pengasapan tradisional mengunakan tempurung kelapa sebagai bahan utama penghasil asap dan daun kesambi sebagai penutup saat proses pengasapan. Ciri khas produk tuna se’i yang membedakan dengan produk pengasapan yang lain yaitu bentuk potongan daging yang memanjang dan ciri khas organoleptik yang dipengaruhi oleh daun kesambi. Produk tuna se’i yang di olah dengan metode pengasapan tradisional sering menghasilkan kualitas produk yang berfariasi disebabkan karena belum adanya standar pengolahan untuk menghasilkan produk yang kualitas. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini yaitu memodifikasi suhu pengasapan yang ideal untuk menghasilkan prodak yang dapat diterima oleh konsumen baik secara kimiawi maupun organoleptik. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan (Maret–April 2020) bertempat di Unit Pengolahan Ikan Batu Kapala (UPI) di Kelurahan Nunhila, Kecamatan Alak Kota Kupang sebagai tempat pengasapan tuna se’i dan uji organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) dilakukan di Laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana Kupang sedangkan uji total fenol di Laboratorium Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor dan pengujian kadar air pH di PT. Saraswanti Indo Genetech Bogor. Hasil penelitian tuna se’i asap yang diproses dengan suhu yang berbeda menghasilkan rata-rata kadar air produk tuna se’i berkisar antara 25,23% sampai 61,79%, rata-rata nilai pH berkisar antara 6,1-7,3, total fenol berkisar antara52,20-951,43 mg/g dan nilai organoleptik berkisar pada taraf aga suka sampe suka. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan untuk menghasilkan produk tuna se’i dengan niai rerata kadar air produk tuna se’i berkisar antara 25,23% sampai 61,79%, rata-rata nilai pH berkisar antara 6,1-7,3, total fenol berkisar antara522,20-951,43 mg/g. Nilai organoleptik dengan daun kesambi pada parameter warna 7,5 (suka) dan parameter rasa 7,4 (suka). Sementara pengasapan tanpa daun kesambi nilai organoleptik tekstur mengalami penurunan dengan taraf 6,3 (aga suka). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disarankan untuk menghasilkan produk tuna se’i dengan nilai organoleptik yang paling tinggi yaitu tuna se’i di proses pada suhu pengasapan 70-750C mengunakan penutup daun kesambi yang diasa selama 6 jam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail