ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tulisan berjudul “Pertanian Berpindah” oleh Sefnat Noel membahas praktik pertanian berpindah yang hingga kini masih dijalankan oleh Jemaat GMIT Imanuel Manubelon. Kajian ini bertolak dari realitas kehidupan jemaat yang menggantungkan pemenuhan kebutuhan hidup terutama pada sektor pertanian. Pertanian berpindah tidak semata-mata dipahami sebagai kegiatan ekonomi, melainkan juga sebagai praktik sosial, kultural, dan religius yang telah mengakar dalam kehidupan jemaat secara turun-temurun. Oleh sebab itu, praktik ini tidak dapat dilepaskan dari konteks historis, geografis, dan sosial masyarakat setempat. Fokus kajian diarahkan pada dinamika pertanian berpindah yang mengandung ketegangan antara manfaat dan dampaknya. Di satu pihak, praktik ini berkontribusi positif terhadap keberlangsungan ekonomi jemaat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Dalam kondisi terbatasnya lapangan kerja dan akses ekonomi, pertanian berpindah dipandang sebagai pilihan yang paling memungkinkan untuk menopang kehidupan sehari-hari. Selain itu, praktik ini juga memperkuat ikatan sosial karena pelaksanaannya kerap melibatkan kerja kolektif yang mempererat relasi antaranggota jemaat. Namun, di pihak lain, pertanian berpindah membawa konsekuensi ekologis yang cukup serius. Aktivitas penebangan hutan dan pembakaran lahan menyebabkan berkurangnya tutupan vegetasi, menurunnya kemampuan tanah menyerap air, serta menyusutnya sumber mata air. Dampak tersebut meningkatkan potensi banjir, mempercepat degradasi tanah, dan mengancam keberlangsungan berbagai jenis flora dan fauna, sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi jemaat sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan praktik pertanian berpindah. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara dan observasi langsung, penelitian ini menemukan bahwa praktik tersebut dipertahankan karena faktor ekonomi, pemahaman iman tentang mandat pengelolaan alam, kebebasan dalam mengolah tanah, serta pandangan bahwa tanah harus dimanfaatkan demi kelangsungan hidup. Berdasarkan temuan tersebut, penulis menegaskan pentingnya pengelolaan alam yang bertanggung jawab dan relasi yang harmonis antara manusia dan alam sebagai wujud ketaatan kepada Allah, sekaligus sebagai kontribusi bagi refleksi ekoteologi kontekstual.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian terhadap penggunaan pupuk anorganik dan pestisida untuk menunjang petani dalam peningkatan hasil pertaniannya yang akhirnya meningkatkan ekonomi petani telah dilakukan. Namun tujuan pembangunan ekonomi dengan menggunakan pupuk anorganik dan pestisida (Agrokimia) bagi petani mengakibatkan kerusakan lingkungan dan berakibat buruk bagi kesehatan. Agrokimia sebagai tambahan energi bagi pertanian yang merupakan produk negara maju dipandang sebagai solusi jitu demi pembangunan pertanian, namun pupuk anorganik dan pestisida merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan petani di desa Oematnunu. Penelitian ini mendapatkan data dan informasi tentang praktik penggunaan pupuk anorganik dan pestisida dalam pertanian di Desa Oematnunu Kecamatan Kupang Barat. Selanjutnya penelitian ini mendapatkan data dan informasi Misi Gereja di bidang pertanian dalam konteks pemanfaatan pupuk anorganik dan pestisida bagi pembangunan pertanian berkelanjutan di desa Oematnunu kecamatan Kupang Barat. Kemudian berdasarkan data dan informasi yang didapat penulis membuat refleksi teologis misi holistik terhadap pertanian hortikultura di Desa Oematnunu Kecamatan Kupang Barat bagi pembangunan pertanian berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan di atas penulis menggunakan pendekatan gabungan/mixed method yaitu memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan penelaahan dokumen. Teori yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang pertanian, pembangunan pertanian berkelanjutan. Selain itu teori tentang teologi misi konvivens/koeksistensi dari Theo Sundermeier dan teologi misi pemberdayaan dari Mery Kolimon. Hasil yang di dapat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dan rekomendasi bagi gereja dan pemerintah dalam melaksanakan misi untuk menolong petani dari kerusakan lingkungan dan penderitaan petani. Kata Kunci : Pertanian, Agrokimia, Misi, Konvivens, Oematnunu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Desa sebagai sektor pemerintahan yang paling kecil di Indonesia, meskipun demikian desa memiliki juga memiliki peran dalam pembangunan ekonomi di Negara ini. Hal ini dikarenakan suatu negara dapat dikatakan sebagai negara maju apa bila masyarakat pada setiap daerah di negara yang bersangkutan memiliki tingkat kehidupan yang sejahtera, dalam artian setiap masyarakat harus memiliki pendapatan pribadi untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Secara umum di Desa Pukdale ada dua sistem pengolahan pertanian yang dikenal masyarakat yakni: modern dan tradisional. Sistem pengolahan modern dapat dilihat dari pengolahan pertanian (sawah) yang telah menggunakan alat-alat pertanian seperti traktor dan rontok sedangkan pada sistem pengolahan tradisional masyarakat hanya membersihkan lahan, kemudian ditanami (kebun). Pemberdayaan masyarakat desa Pukdale merupakan suatu proses penyelenggaraan pembangunan melalui pembinaan dan pelatihan. Dalam pelaksanaannya, sesungguhnya merupakan upaya-upaya sadar dari masyarakat dan pemerintah baik dengan menggunakan sumber daya yang bersumber dari desa, bantuan pemerintah maupun bantuan organisasi-organisasi/ lembaga domestik maupun internasional untuk meciptakan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia menjadi salah satu strategi untuk mengembangkan masyarakat. Salah satunya pemberdayaan masyarakat tani di Desa Pukdale. Pemberdayaan yang ada di Desa Pukdale berkaitan dengan pertanian dimana para petani dilatih dan diberikan ilmu untuk dapat memahanmi pola-pola bercocok tanam, memahami struktur tanah, pembibitan tanaman, pemupukkan pada tanaman dan pengelolaan hasil prttaninya sehingga desa akan menciptakan masyarakat yang lebih maju, mandiri dan kreatif