Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Wisatawa
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

strategi pengembangan fasilitas wisata dalam peningkatan kunjungan wisatawan pada objek wisata pantai tablolong kabupaten kupang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACK STRATEGI PENGEMBANGAN FASILITAS WISATA DALAM PENINGKATAN KUNJUNGAN WISATAWAN PADA OBJEK WISATA PANTAI TABLOLONG KABUPATEN KUPANG Pengembangan amenitas atau Fasilitas wisata merupakan kunci dalam keberhasilan suatu objek pariwisata, dimana secara keseluruhan kebutuhan wisatawan sangat erat dengan kualitas dan kuantitas pengembangan amenitas, dan di era globalisasi ini wisatawan tentu lebih memilih objek wisata yang memiliki daya tarik, fasilitas, dan akses yang lebih baik, sehingga para instansi/organisasi yang bergerak pada bidang pariwisata harus meningkatkan kualitas produk dari objek wisatanya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui startegi pengembangan fasilisata wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang dalam peningkatan kunjungan wisatawaan, strategi pengembangan yang dibutuhkan oleh Wisata Pantai Tablolong kecamatan Kupang Barat dengan cara menidentifikasi komponen pengembangan wisata dengan mengggunakan analisis SWOT. Datayang digunakan dalam penelitian ini adalah Data Deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan Dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini Dokumentasi dan wawancara sampel menggunakan Dokumen RENSTRA. Hasil wawancara atau pernyataan diolah menggunakan analisis SWOT. Analsis SWOT menghasilkan total bobot dan skor pada masing-masing faktor Internal (Kekatan dan Kelemhan), faktor Eksternal (Peluang dan Ancama). Total skor IFAS dan EFAS tersebut dimasukan kedalam diagram Cartesius untuk mengetahui pengembangan Wisata Pantai Tablolong berada pada posis berkembang atau bertumbuh. Untuk mengetahui bagaimana posisi Wisata Pantai Tablolong berdasarkan strategi yang didasarkan pada strategi kekuta dan peluang ( strategi SO), srategi kelemahan dan peluang (strategi WO) , strategi kekuatan dan ancaman (ST), dan strategi kelemahan dan ancaman(strategi WO). Faktor startegi internal dan eksternal dimasukan kedalam tabel IFAS( Internal Facktor Analysis Summary)dan EFAS ( Internal Factor Analysis Summary) untuk mengetahui posis dan strategi yang dibutuhkan. Hasil skor IFAS adalah 3,24 dan skor EFAS 3,54. Skor IFAS dan EFAS dimasukan ke kuadaran matrik internal dan ekternal, Hasilnya bahwa wisata Pantai Tablolong berada pada posisi kudaran I yaitu posisi pertumubuhan (urgen). Matrik space menyebutkan bahwa Wisata Pantai Tablolong berada pada posisi Agresif (berkembang).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI WISATAWAN DOMESTIK TERHADAP PELAYANAN WISATA PADA KAMPUNG ADAT BENA DI KABUPATEN NGADA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERSEPSI WISATAWAN DOMESTIK TERHADAP PELAYANAN WISATA PADA KAMPUNG ADAT BENA DI KABUPATEN NGADA Penelitian ini berjudul’’Persepsi Wisatawan Domestik Terhadap Pelayanan Wisata Pada Kampung Adat Bena di Kabupaten Ngada’’ Dengan persoalan penelitian dalam penelitian ini adalah: ( 1 ) Apakah jenis pelayanan wisata bagi wisatawan Domestik dan Manca negara?, ( 2 ) Bagaimana persepsi wisatawan terhadap pelayanan wisata pada kampong Bena di kabupaten Ngada? Serta tujuan dari penelitian ini adalah ‘’ untuk mengetahui jenis pelayanan wisata bagi wisatawan Domestik dan Mancarnegara pada kampong adat Bena. Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan yang sudah pernah minimal satu kali berkunjung keobjek wisata kampong adat Bena, dengan sampel sebanyak 6 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan stu diDokumentasi. Analisis data menggunakan deskripsi kualitatif Hasil penelitian dari Persepsi wisatawan Domestik terhadap pelayanan wisata pada kampong adat Bena di kabupaten Ngada adalah: 1.) Atraksi, 2). Aksesibilitas, 3). Amenitas atau fasilitas wisata, 4). Promosi, 5). Pelakuusaha, 6) pelayanan wisata. persepsi wiatawan terhadap Atraksi Objek wisata kampung adat Bena merupakan sebuah objek wisata yang terletak di Kabupaten Ngada. Kampung adat Bena merupakan peninggalan dari masa Megalithikum kampung ini tepatnya di Desa Tiworiwu, Kecamatan Jerebu’u sekitar 19 Km dari kota Bajawa.Kampung adat Bena adalah warisan budaya yang kaya dan masih bisa dinikmati sampai hari ini, selain merupakan kampung Megalithikm kampung adat Bena juga memiliki pemandangan alam yang indah serta berhawa sejuk. Kamung ini memiliki 45 buah rumah adat Tradisional yang saling berhadap-hadapan. Para wisatawan yang berknjng tidak hanya dari wiatawan Domestik ada juga wisatawan Mancarnegara. Persepsi wisatawan terhadap Aksesibilitas Kampung adat Bena letaknya sekitar 19 Km dari kota Bajawa. Perjalanan menuju ke kampung adat Bena bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Akses jalanya sudah cukup halus dan beraspal tetapi jalanya masih berkelok-kelok dan naik turun, dan pada saat musim hujan akses jalan menuju kampung adat Bena rawan terjadinya longsor. Jalanya juga cukup terjal sehinngga wisatawan yang ingin berkunjung kesana harus menyewa kendaraan yang kuat untuk sampai kekampung adat Bena. Dan jika kamu datang dari bandara Turelelo so’a kamu bisa memulai perjalanan dengan travel ke kota Bajawa, setelah sampai di Kota Bajawa kamu bisa melanjutkan perjalanan menggunakan jasa ojek atau travel dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Persepsi wisatawan terhadap Amenitas Di kampung adat Bena belum tersedianya penginapan seperti Homestay dan Hotel disekitaran objek wisata kampung adat Bena.jika ada wisatawan yang ingin bermalam disana mereka bisa menghubungi pengelola bagian seksi akomodasi dan penginapan untuk menyediakan penginapan dan penginapannya masih dirumah masyarakat dan biaya penginpan satu malam Rp. 200.000/orang disiapkan hanya dengan snack saja.Restoran dan toilet umum juga sudah tersedia disana. Promosi dan Pelaku usaha Dalam pengembangan promosi dalam pengelolaan objek wisata kampung adat bena peran masyrakat di Desa Tiworiwu ada pulah menyediakan pakayan adat dan cendra mata berupa selendang yang disewakan kepada wisatawan yang berkunjung ke kampung adat bena. Pengembangan dan pengelolaan objek wisata Kampung Adat Bena berdampak secara positif terhadap pendapatan masyrakat setempat, peningkatan pendapatan terjadi pada berbagai bidang, seperti penyediaan tempat parkir, guide, kios, pakayan adat dan restoran sekitar kampung adat bena.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DAN KEPUASAAN PADA OBYEK WISATA PANTAI LASIANA KOTA KUPANG.

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kedalaman alam Indonesia yang merupakan Negara kepulauan sehingga begitu banyak potensi pariwisata yang dapat dikembangkan disetiap daerah. Selain menyimpan sejuta pesona wisata alam, Indonesia juga kaya akan wisata budayanya yang terbukti dengan begitu banyak peninggalan-peninggalansejarah serta keanekaragaman seni dan adat budaya masyarakat local maupun wisatawan manca Negara sehingga banyaknya potensi yang dimiliki menjadikan Indonesia sebagai salah satu daerah tujuan wisata. Untuk tetap menjaga kuantitas wisatawan, perlu diadakan pengukuran kepuasan wisatawan yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Untuk itu, peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana pengaruh persepsi wisatawan dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan witsatawan pada objek wisata pantai lasiana kota kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi wisatawan dan kualitas terhadap kepuasan pada obyek wisata pantai lasiana kota kupang. Untuk mengetahui factor mana yang paling dominan mempengaruhi kepuasan wisatawan pantai lasiana. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan. Penelitian yang dilakukan bersifat korelasi kuantitatif populasi yang dijadikan peneliti sebagai subjek penelitian adalah semua wisatawan pantai lasiana kota kupang. Teknik dalam pengambilan sampel yang digunakan adalah 100 wisatawan. Dengan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS versi 16 yang berfungsi untuk membuktikan hipotesis penelitian. Hasil penelitian ini diperoleh hasil pengaruh antara variabel persepsi wisatawan dan kepuasan pengunjung untuk mengetahui tersebut maka dilakukan hipotesis diketahui memiliki pengaruh positif antara variabel independen presepsi wisatawan dan kepuasan pengunjung. Pengujian melalui SPSS diketahui hasil uji hipotesis menggunakan teknik analisis hubungan atau product moment pearson memperoleh hasil r x y sebesar 0,559 (p>0,01) dengan sign 0,00 yang berarti hipotesis diterima karena menunjukan adanya hubungan positif antara presepsi wisatawan dan kepuasan pengunjung. %4 presepsi wisatawan dan kualitas pelayan berpengaruh terhadap kepuasan pengunjungdengan uji analisis regresi linear y=0,536 + 559 x 1 + 0,476 x 2. Nilai f =234.725 dan nilai signifikasi = 0.0005% ini berarti variabel persepsi wisatawan dan kualitas pelayanan simultan harus benar berpengaruh signifikan terhadap variabel kepuasanpengunjung. Sedangkannilai R2 yaitu 82,9% dan sisanya di pengaruhi oleh variabellain.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Layanan Kepariwisataan terhadap Minat Kunjung Kembali dan Tingkat Kepuasan Wisatawan paada Obyek Wisata Kelaba Madja di Kabupaten Sabu Raijua

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan kepariwisataan terhadap tingkat kepuasan wisatawan dan minat kunjung kembali pada obyek wisata Kelaba Madja di Kabupaten Sabu Raijua. Pariwisata merupakan salah satu sektor industri andalan Indonesia,Sektor kepariwisataan memegang peranan penting dalam menumbuhkan perekonomian daerah,oleh karenanya mayoritas daerah di Indonesia bersaing dalam memperkenalkan potensi kepariwisataannya untuk menarik minat wisatawan untuk berkunjung kembali. Potensi kepariwisataan di Kabupaten Sabu Raijua sangat banyak dan beragam. Selain itu, Sabu Raijua memiliki berbagai macam destinasi wisata yang tersebar di masing masing kecamatan.Keberadaan destinasi wisata tersebut berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan domestik yang meningkat setiap tahunnya. Wisata alam menjadi jenis wisata yang paling banyak diminati (Brahmanto dkk., 2017). Mengingat bahwa pembelian ulang atau dalam pariwisata berupa kunjungan ulang menjadi parameter tingkat loyalitas wisatawan (Kertajaya, 2013 dan Tjiptono, 2015). Maka perlu diperhatikan layanan dan kepuasan wisatawan agar wisatawan yang datang dapat melakukan kunjungan ulang di kemudian hari. Karena pelayanan yang baik dapat memberikan kepuasan kepada wisatawan sehingga berdampak pada motifasi wisatawan untuk berkunjung kembali ke Kelaba Madja. Jika dilihat dari jumlah wisatawan yang berkunjung ke Provinsi NTT yang terus meningkat dari tahun ke tahun yaitu tahun 2017 berjumlah 441.316 orang,tahun 2018 berjumlah 496.081 0rang dan tahun 2019 meningkat drastis menjadi 1.192.442 maka dapat disimpulkan bahwa para wisatawan yang memilih Sabu Raijua sebagai tujuan wisata masih tergolong rendah, Hal ini di pengaruhi oleh kepuasan pengunjung terhadap layanan pariwisata yang di tawarkan oleh para pengelola wisata yang ada di Kabupaten Sabu Raijua belum memenuhi prospek yang ada. Dalam hal ini peneliti mengangkat 3 variabel yaitu layanan kepariwisataan,tingkat kepuasan wisatawan dan minat kunjung kembali dan di ambil sampel oleh penulis sebanyak 92 responden dengan menggunakan kuisioner yang dibagikan secara online untuk teknik pengumpulan data. Kemudian data diproses menggunakan aplikasi spss 2016 diketahui bahwa hasil uji pada variabel layanan kepariwisataan menunjukan bahwa layanan kepariwisataan (X) secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kepuasan wisatawan pada obyek wisata Kelaba Madja dengan nilai signifikan sebesar 0,001 yakni lebih kecil dari standar eror yang di tetapkan yaitu sebesar 0,05. Hasil uji pada variabel layanan kepariwisataan (X) terhadap minat kunjung kembali (Z1) yang dilakukan menunjukan bahwa layanan kepariwisataan secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat kunjung kembali dengan sig sebesar 0,587 yakni lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukan bahwa pada variabel layanan keparwisataan Ho:b1 di terima dan Ho:b2 di tolak yang berarti tidak ada pengaruh positif antara variabel layanan kepariwisataan terhadap variabel minat kunjung kembali pada obyek wisata Kelaba Madja. Hasil uji pada variabel tingkat kepuasan wisatwan (Y1) terhadap variabel minat kunjung kembali (Z1) yang dilakukan menunjukan bahwa tingkat kepuasan wisatawan secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat kunjung kembali dengan nilai sig sebesar 0,000 yakni lebih kecil dari 0,05 . Hal ini menunjukan bahwa tingkat kepuasan wisatwan memiliki peranan penting dalam meningkatkan minat kunjung kembali, karena ketika wisatawan merasa puas maka tidak menutup kemingkinan wisatawan akan datang lagi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Layanan Kepariwisataan Terhadap Kepuasan Wisatawan Pada Pantai Lasiana Kupang

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Layanan Kepariwisatan Terhadap Kepuasan Wisatawan Pada Pantai Lasiana Kupang”. Skripsi ini ditulis oleh YULIANA S. MENORA, NIM 16411613, Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Jalur Minat Manajemen Pariwisata, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW). Latar belakang penulis melakukan penelitian ini yaitu melihat dari sisi kepariwisataan yang sekarang menjadi salah satu penopang perekonomian di indonesia dan khususnya di provinsi NTT kota Kupang, dimana pemerintah berperan dalam meningkatkan ekonomi di provinsi NTT melalui destinasidestinasi pariwisata yang dikembangkan, dan salah satu destinasi wisata yaitu pantai Lasiana. Sehingga yang menjadi rumusan permasalahan di sini yaitu penulis akan menganalisis peran layanan kepariwisatanan berpengaruh dalam kepuasan wisatawan. Kemudian penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh layanan kepariwisataan berpengaruh dalam meningkatkan kepuasan wisatawan pada pantai Lasiana Kupang. Penelitian yang penulis lakukan disini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di pantai Lasiana Kupang. Dengan teknik pengumpulan data melalui pembagian kuesioner kepada 40 responden di pantai Lasiana. dan sampel dari penelitian ini adalah pengunjung pantai Lasiana sebanyak 40 responden. Dalam. Sedangkan didalam pembahasannya digunakan metode deskriptif yaitu metode yang menggambarkan keadaan yang terjadi dilapangan secara sistematis. Adapun metode yang digunakan dalam menentukan sampel yang diambil menggunakan tehnik non probability sampling yaitu incidental sampling dimana siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti pada pantai Lasiana dapat dijadikan sebagai Sampel penelitian. Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti tentang Layanan Kepariwisataan pada pantai Lasiana Kupang berdasarkan pada Uji korelasi Rank Spearman dimana nilai P value antara layanan kepariwisataan dan kepuasan wisatawan adalah 0,001>0,05 artinya H1 diterima dan disimpulkan bahwa terdapat hubungan korelasi yang signifikan antara layanan kepariwisataan (X) terhadap Kepuasan Wisatawan (Y). Dan Jenis hubungan korelasi yaitu korelasi Positif dimana kenaikan satu variabel menyebabkan penambahan nilai pada variabel lainnya. Atau sebaliknya semakin kecil nilai suatu variabel, maka nilai variabel lainnya juga akan ikut menurun. Bisa dikatakan juga korelasi ini merupakan hubungan yang searah dengan angka koefisien bernilai positif yaitu 0,532 dengan demikian dapat diartikan bahwa Layanan Kepariwisataan semakin ditingkatkan maka kepuasan wisatawan juga akan meningkat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail