ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KOTA KUPANG Dalam sebuah organisasi, gaya kepemimpinan seorang pemimpin adalah hal yang penting diperhatikan. Kepemimpinan dalam sebuah organisasi dituntut untuk biasa membuat individu-individu dalam organisasi yang dipimpinnya biasa berperilaku sesuai dengan yang diinginkan oleh pemimpin untuk mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan secara luas yang meliputi proses mempengaruhi untuk menentukan tujuan perusahaan, maka kepemimpinan harus dapat memotivasi perilaku pegawai untuk mencapai tujuan dan mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya dengan memastikan kepemimpinan tersebut telah cakap dalam literasi digital. Karena keberhasilan dalam kepemimpinan dapat menggerakkan orang lain dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, untuk menjaga kelangsungan operasional perusahaan dalam mencapai tujuannya, maka diperlukan dorongan yang dapat meningkatkan kinerja pegawai dan gaya kepemimpinan yang dapat mendukung pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Berhasil atau tidaknya suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya tergantung pada keberhasilan dari para individu (sumber daya manusia) perusahaan itu sendiri dalam menjalankan tugas mereka masing-masing. Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang perlu dikelola dengan baik oleh perusahaan. Dimana pengelolaan sumber daya manusia harus dilakukan secara profesional agar dihasilkan sumber daya manusia yang kompeten sehingga nantinya dapat meningkatkan kinerja dari individu dan lembaga. Namun kunci dari keberhasilan dalam pengelolaan tersebut terutama bagi para pegawai salah satunya adalah bagaimana kepemimpinan yang digunakan oleh seorang pemimpin. Dalam proses menciptakan kinerja yang efektif, kepemimpinan dari seorang pemimpin memiliki peran yang sangat krusial dan merupakan suatu unsure kunci dalam keefektifan organisasi dalam mewujudkan reformasi birokrasi (Rego et al., 2017) Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent). Variabel bebas sering disebut juga sebagai variabel independen, stimulus, prediktor, dan antecedent merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Gaya kepemimpinan (X1) dan Kompensasi (X2), sedangkan variabel terikat sering disebut sebagai variabel dependen, merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah Kinerja Pegawai (Y). meode yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda Berdasarkan analisis regresi linear berganda pada tabel diperoleh analisis persamaan regresi untuk nilai α 7,747 β(X1) 0,381 β(X2) 0,519 sehingga persamaan regresinya yang dihasilkan adalah: Y 7,747 + 0,381X1 + 0,519X2 Dengan konstanta sebesar 7,747, dinyatakan bahwa jika tidak ada pengaruh gaya kepemimpinan, maka kinerja pegawai sebesar 4,549. Nilai koefisien regresi (X1) sebesar 0,381 dinyatakan bahwa setiap meningkatkan (karena tanda positif) gaya kepemimpinan maka akan meningkat kinerja pegawai sebesar 0,381. Nilai koefisien regresi (X2) sebesar 0,519 dapat diartikan bahwa jika meningkatkan variabel kompensasi maka akan meningkat kinerja pegawai sebesar 0,519. Karena nilai koefisien regresi bernilai positif (+), maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa Gaya Kepemimpinan (X1) dan Pemberian Kompensasi (X2) berpengaruh positif terhadap Kinerja Pegawai (Y) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang. 1. Gaya Kepemimpinan (X) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang berada pada kategori baik dengan tingkat persentase sebesar 85,63 persen. Ditinjau dari indikator gaya kepemimpinan konsultatif, gaya kepemimpinan partisipatif, gaya kepemimpinan delegatif dan gaya kepemimpinan direktif. 2. Secara umum Kinerja Pegawai (Y) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang berada pada ketegori tinggi dengan tingkat persentase 87,27 persen. Ditinjau dari indikator kuantitas kerja, kualitas kerja dan ketepatan waktu. 3. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Pemberian Kompensasi terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang, dengan tingkat pengaruh yang tergolong dalam kategori kuat, sebagaimana yang diketahui koefisien korelasi 0,742 berada pada interval 0,60-0,799 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Gaya Kepemimpinan dan Pemberian Kompensasi memiliki pengaruh yang kuat terhadap Kinerja Pegawai. Besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dalam penelitian ini ditunjukkan dengan rs 0,787 dan hipotesis untuk uji keberartian korelasi ini adalah Ada Hubungan yang sangat kuat antara Kompensasi Finansial dengan kinerja pegawai adalah (2) Hasil pengukuran besaran koefisien perubahan terhadap kinerja pegawai sebesar 53,5%. Besar penentu (determinasi) yakni 0,535 atau 53,5% memberi petunjuk bahwa kinerja pegawai 53,5% dipengaruhi oleh kompensasi yang diberikan perusahaan, sedangkan 46,5% lainnya ditentukan oleh faktor lain berupa motivasi, budaya organisasi, gaya kepemimpinan, lingkungan kerja. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Pemberian Kompensasi, Kinerja Pegawai
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PENGELOLA PERBATASAN DAERAH PROVINSI NTT Pada setiap organisasi besar maupun organisasi kecil dapat dikatakan bahwa salah satu sumber daya yang sangat penting adalah manusia yang berkedudukan sebagai karyawan, buruh ataupun pekerja. Bagaimanapun majuSnya teknologi dewasa ini yang mampu menggantikan sebagaian besar tenaga kerja manusia, namun masih banyak kegiatan yang tidak dapat menggunakan alat perlengkapan mekanis dan sepenuhnya otomatis tersebut. Dikatakan paling berharga karena dari seemua sumber yang terdapat dalam suatu organisasi, hanya sumber daya manusialah yang mempunyai harkat dan mertabat yang harus dihargai dan dijunjung tinggi. Selain itu sumber daya manusialah yang memiliki kemampuan berpikir secara rasional (Prabu Mangkunegara 2011). Menurut,Rumawas 2018 pengembangan sumber daya manusia sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan kemajuan teknologi yang cepat dan persaingan secara global, dengan segala upaya pelatihan dan pengembangan karyawan dipersiapkan untuk dapat meningkatkan kemampuan dan tentunya peningkatan kinerja menjadi tujuan akhir. Menurut Mulyadi dan Veithzal Rivai (2011) menerangkan bahwa gaya kepemimpin merupakan pola perilaku dan strategi yang disukai dan sering diterapkan oleh seorang pemimpin dalam rangka mencapai sasaran organisasi. Menurut Husein Umar (2012) pengertian kinerja pegawai adalah kesediaan seseorang atau kelompok orang untuk melakukan sesuatu kegiatan dan menyempurnakannya sesuai dengan tanggung jawab dengan hasil seperti yang diharapkan. Berdasarkan penjelasan diatas maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas tentang Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metode kuantatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria pekerjaan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 59 orang dari jumlah populasi sebanyak 59 orang pegawai yang bekerja di Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi NTT.teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengaruh pengembangan sumber daya manusia dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai, peneliti menggunakan uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Persial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji Koefisien Determinasi, dari hasil peneliti yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara persial pengembangan sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT, secara persial gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi NTT. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan a sebesar 14,324 sedangkan koefesien regresi b1ˡ = 0,453, b² adalah 0,225.Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh pengembangan sumber daya manusia (X1) gaya kepemimpinan (X2) kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 14,324+ 0,453 X1 + 0,225 X2 +e. Selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh pengembangan sumber daya manusia (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel pengembngan sumber daya manuisa(X1) ditemukan t hitung = 5.091 lebih besar t table = 1,703 dan tingkat Sig. = 0,001. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1=0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel pengembangan sumber daya manusia (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). berikutnya hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh gaya kepemimpinan (X2) terhadap kinerja pegawai(Y). Diketahui bahwa untuk variabel gaya kepemimpinan (X2) ditemukan t hitung = 3.139 lebih besar t table = 1,703 dan tingkat Sig. = 0,00. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel gaya kepemimpinan (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai(Y). Untuk hasil pengujian Uji F diadapati F hitung = 32.830 lebih besar F tabel = 3,16 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel pengembangan sumber daya manusia, gaya kepemimpinan (X2) berpengaruh positif secara simultan terhadap kinerja pegawai (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.540 atau 54,0%. Hal ini berarti besarnya pengaruh pegembangan sumber daya manusia, gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai adalah 54,0%. Sedangkan pengaruh sebesar 46% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci: Pengembangan sumber daya manusia, Gaya kepemimpinan, Kinerja Pegawai
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh budaya organisasi, gaya kepemimpinan, sistem informasi akuntansi dan standar akuntansi pemerintah terhadap kinerja organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang. Objek dalam penelitian ini adalah Sekretariat Daerah Kabupaten Kupang.Responden diminta untuk menjawab daftar pernyataan dalam formulir kuesioner. Penyebaran kuesioner sebanyak 128 responden ke seluruh bagian sekretariat Sekretariat Daerah Kabupaten Kupang.Pengelolahan dan analisis data menggunakan metode regresi linear berganda dengan SPSS versi 25.0. Hasil berdasarkan uji analisis data menunjukan bahwa variabel t bugaya organiasi, gaya kepemimpinan, sistem informasi akuntansi dan standar akuntansi pemerintah berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang. Berdasarkan nilai uji t menunjukan bahwa variabel budaya organisasi, gaya kepemimpinan, sistem informasi akuntansi dan standar akuntansi pemerintah berpengaruh secara simultan terhadap kinerja organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang. Pengujian yang telah dilakukan ini menunjukan bahwa H1, H2, H3, H4 diterima dan H0 ditolak artinya kinerja organisasi berpengaruh positif dan signifikan pada Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT BOSOWA BERLIAN MOTOR KOTA KUPANG Oleh: Maria G N Bahan Nim : 18410300 ABSTRAK Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual. Setiap karyawan akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai-nilai yang berlaku dalam dirinya. Semakin banyak aspek-aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu, maka akan semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan ( as’ ad 2008 103-104). Manusia dalam hidup mempunyai kebutuhan mendasar yang tidak mungkin dapat dihilangkan, karena kebutuhan tersebut mendasari perilaku seseorang. Jika seseorang dalam bekerja merasa kebutuhannya sudah terpenuhi, maka akan timbul kepuasan bekerja dalan diri mereka. Kepuasan kerja menurut Hasibuan (2007:202) adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja. Kepuasan kerja dinikmati dalam, pekerjaan, luar pekerjaan, dan kombinasi luar dan dalam pekerjaan. Menurut Robbins (2008;170) kepuasan kerja merupakan sikap umum seseorang individu terhadap pekerjaannya. Jadi kepuasan kerja yang diperoleh oleh individu merupakan gambaran dari pekrjaan yang dilakukan. Sehinggah kepuasan kerja bukan hal yang sederhana, baik dalam arti dalam konsepnya maupun dalam arti analisisnya, karena kepuasan mempunyai konotasi yang beraneka ragam meskipun demikina tetap relevan untuk mengatakan bahwa kepuasan kerja merupakan suatu cara pandang seseorang baik yang bersifat positif maupun bersifat negatif tentang pekerjaanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang berjumlah 38 orang yang terdiri dari Branch Manager 4 orang, koordinator 4 orang, Administration 6, Supervisor Lcv 6 orang, Supersor Pc, Supervicor cv 4 oarang dan Mekanik 10 orang dan dilakukan penentual sampel menggunakan rumus solvin maka sampel penelitian ini berjumlah 38 orang. Teknik yang digunakan yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang, Penelitian ini menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan (Uji F), dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang, komunikasi interpersonal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang. Sedangkan secara stimultakan gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal berpengaruh positif dan singnifikan secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 3,810 sedangkan koefisien b1 = 0,400, koefisien b2 = 0,248. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda memperlihatkan pengaruh gaya kepemimpinan (X1), Komunikasi interpersonal (X2) terhadap kepuasan kerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 3,810 + 0,400 (X1) + 0,248 (X2) + e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel gaya kepemimpinan (X1) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel gaya kepemimpinan (X1) ditemukan t hitung = 4,815 lebih besar dari t tabel = 2,082 dan tingkat signifikan 0,000 oleh karena itu nilai sig. 0,05 maka Ho (b1= 0) ditolak Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel gaya kepemimpinan (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap variabel kepuasan kerja karyawan (Y). Berikut hasil uji Hipotesis kedua yaitu komunikasi interpersonal (X2) ditemukan t hitung = 2,703 lebih kecil dari t tabel =2,028 dan tingkat signifikan =0,011. Oleh karena itu nilai sig > 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterima dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu komunikasi interpersonal (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Untuk hasil uji F didapati F hitung = 25,379 lebih besar F tabel = 4,11 dan tingkat sig = 0,000 oleh karena itu nilai sig 0,05 maka Ho (b1 =0 ) maka Ho ( b1 = 0 ) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0 ) diterima artinya variabel gaya kepemimpinan ( X1) dan komunikasi interpersonal (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara stimultan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y).Berdasarkan perolehan hasil uji koofisien determinasi ( R2) adalah 0,592 atau 59,2%. Hal ini berarti besarnya pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja keryawan adalah 59,2% Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Komunikasi Interpersonal Kepuasan Kerja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai pada kantor Kecamatan Malaka Barat dan Untuk mengetahui kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor Kecamatan malaka Barat. Berdasarkan urain latar belakang maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah pegawai yang ada pada kantor kecamatan malaka barat kabupaten Malaka, dan sampel yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Kuesiner yang merupakan sejumlah pertanyaaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui.Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : kuat-lemah, baik-buruk,tidak setuj-setuju. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket tertutup di buat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapakan data yang bersifat interval dan di beri skor atau nilai sebagai berikut : untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Untuk memudahkan pemecahan masalah, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuesiner yang secara mendalam menggunakan analisis regressien SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan variabel gaya kepemimpinan (X1) berpengaruh secara positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja pegawai pada kantor kecamatan malaka barat kabupaten Malaka, hal ini terlihat dari signifikansi gaya kepemimpinan (X1) 0,946 > 0,05 dan nilai thitung 2.240 >2,056 tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel gaya kepemimpinan (X1) terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor Kecamatan malaka barat kabupaten Malaka. Hasil uji regresi secara parsial signifikansi pada variabel Diketahui nilai signifikansi variabel kepuasan kerja (X2) pada Kantor Kecamatan malaka barat kabupaten Malaka, hal ini terlihat dari nilai signifikan variabel kepuasan kerja (X2) 0,053 > 0,05 dan t hitung 0,195 2,056 t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti berpengaruh signifikan terhadap variabel kepuasan kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor Kecamatan malaka barat kabupaten Malaka. Melalui penelitian ini Penulis menyarankan untuk peneliti selanjutnya lebih memperluas populasi, melengkapi dengan teknik pengumpulan data yang lain atau menyertakan variabel dari faktor - faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai, seperti Motivasi kerja, Kualitas, Kuantitas, pelaksanaan tanggung jawab, dan kondisi fisik pekerjaan. Peneliti selanjutnya dapat menganalisis faktor lain yang memberikan kontribusi terhadap kinerja pegawai. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Kepuasan Kerja dan Kinerja Pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gaya
kepemimpinan, motivasi kerja dan budaya organisasi dengan kepuasan kerja
pegawai di sekolah usaha perikanan menengah (supm) kupang. Data dikumpulkan
menggunakan kuesioner.
Gaya Kepemimpinan sangat berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja dan
kepuasan dalam bekerja, Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap
karyawan adalah budaya organisasi yang baik. Suatu instansi dapat berkembang
jika dalam segala kegiatan didukung oleh motivasi dan budaya organisasi dari para
karyawan. Salah satu cara untuk meningkatkan motivasi kerja adalah dengan
memperhatikan kepuasan kerja karyawan. Gaya kepemimpinan merupakan salah
satu komponen penting untuk meningkatkan motivasi dan kepuasan dalam bekerja
di tempat kerja. Selain itu, budaya organisasi juga perlu diperlihatkan karena
budaya organisasi yang baik dari para karyawan lebih meningkatan kinerja
terutama saat pandemi covid-19 saat ini.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gaya
kepemimpinan, motivasi kerja dan budaya organisasi dengan kepuasan kerja pegawai serta bagaimana hubungan antara ketiga variabel tersebut pada kepuasan
kerja di sekolah usaha perikanan menengah (supm) kupang.
Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah gaya kepemimpinan, motivasi
kerja, dan budaya organisasi dengan kepuasan kerja.
• Menurut Badeni (2017:149) gaya kepemimpinan merupakan keseluruhan
pola tindakan pemimpin secara eksplisit dan implisit.
• Menurut Badeni (2017:77) Motivasi adalah kemauan untuk mengelurkan
upaya yang tinngi untuk mencapai tujuan organisasi.
• Menurut Krietner dan kinicki dalam Zuki (2016:33) mengatakan Budaya
Organisai adalah suatu wujud anggapan yang dimiliki,diterima secara
implisit oleh kelompok dan menentukan bagaimana kelompok tersebut
rasakan,pikirkan dan bereaksi terhadap lingkungannya yang beraneka
ragam.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dan
sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada SUPM
Kupang yang berjumlah 40 orang.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada
responden, kemudian data dianalisis menggunakan teknik uji korelasi Product
Moment Pearson dengan menggunakan bantuan program SPSS. Dalam analisis
pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif persentase diketahui bahwa
Gaya Kepemimpinan pada Supm Kupang berada dalam kategori baik, Motivasi
kerja karyawan dalam kategori cukup baik, dan budaya organisasi dalam ketegori
baik. Indikator dari masing-masing variabel tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distribusi frekuensi. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan
teknik analisis uji korelasi Product Moment Pearson diketahui bahwa Gaya
kepemimpinan mempunyai hubungan positif dengan Kepuasan kerja Berdasarkan
hasil perhitungan pada tabel 4.31 di dapatkan nilai korelasi sebesar 0,597 yang
artinya terdapat hubungan yang kuat antara gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja
sedangkan dari output juga dapat dilihat bawha nilai uji signifikansi 2-arah (sig 2-
tailed) bernilai 0,000 < 0,05 (H0 ditolak) sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat
hubungan yang signifikan antara variabel gaya kepemimpinan dan variabel
kepuasan kerja.
Berdasarkan pada tabel 4.32 nilai korelasi product moment pearson sebesar
0,565 yang artinya terdapat yang kuat antara motivasi kerja dan kepuasan kerja.
korelasi bernilai positif, sehingga hubungan antara variabel bersifat searah. Nilai
signifikan 2-arah (sig 2-tailed) bernilai 0,000 atau lebih kecil dari 0,05 yang berarti
H0 di tolak sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat
signifikan antara variabelmotivasi kerja dengan variabel kepuasan kerja.
Berdasarkan pada tabel 4.33 nilai korelasi product moment pearson sebesar
0,595 yang artinya terdapat yang kuat antara budaya organisasi dan kepuasan kerja.
korelasi bernilai positif, sehingga hubungan antara variabel bersifat searah. Nilai
signifikan 2-arah (sig 2-tailed) bernilai 0,000 atau lebih kecil dari 0,05 yang berarti
H0 di tolak sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat
signifikan antara variabel budaya organisasi dengan variabel kepuasan kerja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANTONIA JUBLINA PELLO; NIM: 17191861 “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Keterlambatan Dalam Penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pada Pemerintah Kabupaten Kupang” dibawah bimbingan Bapak JUSUF ABOLADAKA, SE.,M.Si selaku Pembimbing I dan Ibu MESRI W.N. Manafe, SE, M.Sc selaku Pembimbing II. Masalah yang telah diangkat dalam penelitian ini, maka persoalan penelitian dapat dijelaskan bahwa Secara empiris apakah ada pengaruh antara variabel latar belakang pendidikan (X1), Kinerja Kerja (X2), Hubungan Eksekutif Dan Legislatif (X3), Komitmen Organisasi (X4) dan variabel Gaya Kepemimpinan (X5) terhadap variabel Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) Pada Pemerintah Kabupaten Kupang. Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah, untuk menguji pengaruh antar variabel penelitian dimana, variabel latar belakang pendidikan (X1), Kinerja Kerja (X2), Hubungan Eksekutif Dan Legislatif (X3), Komitmen Organisasi (X4) dan variabel Gaya Kepemimpinan(X5) terhadap variabel Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) Pada Pemerintah Kabupaten Kupang. Teknik Analisis Data terdiri dari Analisis Pendahuluan dan Analisis Lanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Pengujian hipotesis dengan menggunakan Alat analisis regresi berganda. Dengan hasil penelitian sebagai berikut estimasi secara serempak bahwa Variabel latar belakang pendidikan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) pada pemerintah Kabupaten Kupang.. sedangkan pada Variabel Kinerja Kerja (X2) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) pada pemerintah Kabupaten Kupang. Akan tetapi pada Variabel hubungan Eksekutif Dan Legislatif (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keterlambatan Penyusunan APBD (Y). Sedangkan pada Variabel Komitmen Organisasi (X4) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap variabel Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) pada pemerintah Kabupaten Kupang. Pada Variabel Gaya Kepemimpinan (X5) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) pada pemerintah Kabupaten Kupang. Kata Kunci : Latar Belakang Pendidikan , Kinerja Kerja, hubungan Eksekutif Dan Legislatif, Komitmen Organisasi, Gaya Kepemimpinan, Keterlambatan Penyusunan APBD
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh pegawai atau
sekelompok pegawai dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan
tanggung jawab masing-masing, dalam upaya mencapai tujuan organisasi
bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan
etika (Sinambela, 2006). Kinerja karyawan yang baik jika mempunyai keahlian
(skill) yang tinggi, bersedia bekerja apabila mendapat imbalan (gaji) atau diberi
sesuai dengan kesepakatan, serta memiliki masa depan dan harapan yang baik
(Prawirosentono, 1999). Kinerja sangat tinggi berarti terjadinya peningkatan
efisiensi, efektivitas, dan kualitas lebih baik dalam menyelesaikan tugas-tugas
yang akan dibebankan kesetiap individu (Murty dan Hudiwinarsih, 2012).
Gaya kepemimpinan adalah perilaku atau cara yang dipilih dan
dipergunakan pemimpin dalam mempengaruhi pikiran, perasaan, sikap dan
perilaku para anggota organisasi bawahannya. Sikap dan gaya prilaku pemimpin
sangat besar pengaruhnya terhadap organisasi yang dipimpinnya, hal ini dapat
berpengaruh terhadap produktivitas organisasi. Setiap pemimpin pada dasarnya
memiliki prilaku yang berbeda-beda dalam memimpin para bawahannya hal ini
diartikan oleh bawahannya sebagai gaya kepemimpinan. Seorang pemimpin harus
menerapkan gaya kepemimpinan untuk mengelola bawahannya, karena seorang
pemimpin akan sangat mempengaruhi keberhasilan organisasi dalam mencapai
tujuannya. Adanya gaya kepemimpinan yang sesuai situasi dan kondisi organisasi
maka karyawan akan lebih semangat dalam menjalankan tugas serta kewajibannya
dan akan meningkatkan kemampuan karyawan dalam bekerja. Sehingga kinerja
karyawan tersebut dapat maksimal dan sesuai dengan kompetensi yang ada dalam
diri masing-masing karyawan (Wirawan, 2013).
Aston Kupang Hotel & Convention Center membutuhkan seorang
pemimpin yang baik agar mampu mengendalikan dan mengawasi semua system dan fungsi yang ada. Seorang pemimpin yang harus mampu mempengaruhi dalam
menentukan tujuan organisasi, menjalankan serta mengawasi setiap pekerjaan.
Disamping itu, pegawai juga membutukan motivasi sebagai bahan bakar dalam
bekerja yang baik agar semangat menciptakan kinerja yang sesuai harapan.
Motivasi kerja merupakan faktor yang kehadirannya dapat menimbulkan
kepuasan kerja, dan meningkatkan kinerja karyawan (Umar,1999).Pemberian
motivasi menjadi kebutuhan penting bagi pegawai. Motivasi ini melalui
serangkaian usaha tertentu yang sesuai dengan kebijakan perusahaan. Dalam
memberikan motivasi antar pegawai tidak sama. Hal ini karena pegawai memiliki
cara pandang yang berbeda dalam menerima adanya motivasi. Kegiatan tersebut
harus diarahkan pada pencapaian tujuan perusahaan sehingga prestasi pegawai
bisa terarah dengan baik.
Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote
kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik
random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria pekerjaan dan tingkat
jabatan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 52 orang yang bekerja di Aston
kupang Hotel & Convention Center.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara simultan dan parsial gaya
kepemimpinan dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan di
Aston kupang Hotel & Convention Center. Pada Uji T menunjukkan bahwa hasil
pengujian hipotesis pertama yaitu adanya hubungan pengaruh gaya kepemimpinan
(X1) terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel gaya
kepemimpinan (X1) ditemukan t hitung = 2,113 lebih besar t tabel = 1,67655
dan tingkat Sig. = 0,040 lebih kecil dari 0,05. Selain itu, berdasarkan hasil
pengujian hipotesis pertama yaitu adanya hubungan pengaruhi motivasi kerja
(X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel motivasi
kerja (X2) ditemukan t hitung = 2,962 lebih besar t tabel = 1,67655 dan tingkat
Sig. = 0,000 lebih kecil dari 0,05.Dan terakhir berdasarkan pada hasil uji koefisien
determinasi (R2) diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.196 atau
19,6%. Hal ini berarti besarnya pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai adalah 19,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 80,4%
disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber Daya manusia (SDM) tentunya mempunyai peran yang sangat penting seperti yang diketahui bahwa kinerja perusahaan atau organisasi dipengaruhi dengan kualitas sumber daya manusianya. Kinerja yang baik merupakan hal yang tentunya diinginkan pencapaiannya oleh setiap perusahaan atau organisasi. Oleh sebab itu perlu untuk diketahui bahwa Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang dalam bekerja menurut Dessler (1992:46) kinerja merupakan prestasi kerja, yakni perbandingan antara hasil kerja yang secara nyata dan standar kerja yang ditetapkan. Dengan demikian kinerja memfokuskan pada hasil kerja yang ditetapkan. Untuk dapat tercapainya tujuan organisasi yang baik dimasa yang akan datang maka sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting untuk diperhatikan. Oleh sebab itu dibutuhkan pemimpin yang mempunyai potensi untuk dapat mengarahkan karyawannya. Perusahaan atau organisasi merasa diuntungkan jika karyawannya dapat mencapai hasil yang optimal dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh pimpinan. Keberhasilan suatu organisasi dapat dilihat dari Pemimpin yang mampu mempengaruhi bawahannya agar mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik. Sukses atau tidaknya seorang pemimpin tergantung dari keahliannya menggerakkan orang lain untuk tujuan organisasi kedepannya. Menurut Moeheriono (2012:382) gaya kepemimpinan merupakan sesuatu bentuk persuasi, suatu seni menggerakkan dan pembinaan kelompok orang-orang tertentu, biasanya melalui human realtions dan motivasi yang tepat, sehingga tanpa adanya rasa takut mereka mau bekerja sama dan memahami untuk mencapai segala sesuatu yang menjadi tujuan organisasi. Oleh sebab itu Hal pertama yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan adalah kepemimpinan. Menurut (Fahmi, 2013) bahwa kepemimpinan memiliki pengaruh besar dalam mendorong peningkatan kinerja karyawannya. Sebagai pemimpin tentunya dapat mempengaruhi karyawannya dengan proses organisasi yang sesuai dengan kebutuhan, baik itu kebutuhan individu, kelompok maupun kebutuhan organisasi. Gaya kepemimpinan merupakan suatu cara yang dilakukan oleh seorang pemimpin untuk dapat mempengaruhi perilaku orang lain.Dari pola tingkah laku yang dibuat oleh pemimpin diharapkan dapat menjabarkan tujuan organisasi agar tercapainya tujuan bersama. Sedangkan (Hapid & Sunarwan, 2014) berpendapat bahwa gaya kepemimpinan ialah usaha-usaha pemimpin untuk mengelola, memotivasi, dan mengkategorikan keseluruhan elemen perusahaan untuk mencapai tujuannya. Selain gaya kepemimpinan yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan, tentunya ada juga faktor lain yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan yaitu disiplin kerja. Dimana menurut Menurut Melayu S.P Hasibuan (2014) disiplin kerja adalah kesadaran atau kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Kedisplinan juga merupakan fungsi operatif manajemen sumber daya manusia yang terpenting karena semakin baik disiplin karyawan, maka semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapai. Tanpa disiplin karyawan yang baik, sulit bagi organisasi perusahaan mencapai hasil yang optimal dan kedisiplinan juga merupakan kesadaran,kesediaan karyawan menaati semua peraturan. Salah satu permasalahan pokok dalam organisasi ialah bagaimana menerapkan kedisiplinan untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Bagaimana orang-orang dapat bekerja sama, engikuti perintah perintah yang baik setuju maupun tidak setuju, patuh terhadap atasan dan sebagainya dalam mencapai tujuan organisasi. Untuk dapat meningkatkan disiplin kerja yang baik tentu merupakan suatu hal yang tidak mudah. Namun untuk mengatasi hal tersebut sebagai pemimpin dapat memberikan contoh dan arahan kepada karyawannya dengan menjelaskan peraturan-peraturan yang terdapat pada perusahaan. Objek yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belu. Dimana Badan Pusat Statistik (BPS) adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen yang dibentuk berdasarkan keputusan presiden Nomor 86 Tahun 1998 tentang struktur dan tata kerja Badan Pusat Statistik. Lembaga ini berkedudukan dan bertanggung jawab langsung kepada presiden yang mempunyai tugas dan fungsi membantu presiden dalam rangka penyelenggaraan statistik dasar, melaksanakan koordinasi dan kerja sama serta mengembangkan dan membina statistik dasar dengan peraturan yang berlaku. Di BPS kegiatan kondisional periodenya pendek (kurang dari 1 tahun) dan membutuhkan tenaga yang lebih banyka (sensus dan survei berskala besar) pengolahan data yang harus cepat, tepat dan akurat, karena waktu yang diberikan hanya satu atau dua bulan. Pegawai harus bisa membagi waktu antara pekerjaan rutin, kodisional, pengolahan data, verifikasi lapangan dan pembuatan publikasi. Oleh karena itu diperlukan gaya kepemimpinan yang baik, kondisi organisasi dan sikap kerja yang mendukung sehingga target waktu dan cakupan pekerjaan dapat dilaksanakan. Dalam menyikapi tuntutan dan tugas dan tanggung jawab yang dipikul oleh BPS maka dibutuhkan sumber daya manusia atau karyawan yang handal dan didukung oleh pimpinan yang akan memunculkan kemampuan karyawan secara maksimal, yaitu pimpinan yang dapat memacu tumbuhnya inovasi dan berpandang jauh kedepan, mampu mensinergikan berbagai unit kerja dan sumber daya yang ada serta menggerakkan orang-orang dalam organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam operasional BPS diatur oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1997 tentang statistik dan peraturan pemerintah Republik Indonesia tentang penyelenggaraan statistik. Kedua peraturan tersebut memberikan tugas dan fungsi serta peran Badan Pusat Statistik sebagai institusi yang menyelenggarakan penyediaan data, penyusunan rencana, penyusunan bijaksana, penetapan sistem informasi dan penyelenggaraan statistik dasar merupakan kebutuhan sebagai dasar perencanaan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh gaya kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada badan pusat statistik Kabupaten Belu. Alat dan pengumpulan metode pengumpulan data berupa kusioner dengan menggunakan 36 responden di Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hipotesis pertama terdukung, yaitu gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja, begitu juga dengan hipotesis kedua terdukung, yaituu disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui Gaya Kepemimpinan Transformasional berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Timor Sejahtera Aguafit Kupang dan Motivasi Kerja berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Timor Sejahtera Aguafit Kupang. Jumlah sampel pada penelitian adalah 37 responden. Dan hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis data kuantitatif menggunakan persamaan regresi linier berganda dengan ujihi potesis pertama diketahui bahwa untuk Variabel Gaya Kepemimpinan Transformasional (X1) ditemukan t hitung sebesar 2,522 lebih besar dari t tabel 2,0522 maka hipotesis diterima yaitu Gaya Kepemimpinan Transformasional (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y).
Sedangkan uji hipotesis kedua untuk Variabel Motivasi Kerja (X2) ditemukan t hitung sebesar 2,546 lebih besar dari t tabel 2,032 maka hipotesis diterima yaitu Variabel Motivasi Kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Dan koefisien determinasi membuktikan variansi dalam Kinerja Karyawan (Y) dapat dijelaskan oleh Gaya Kepemimpinan Transformasional (X1) dan Motivasi Kerja (X2) melalui model sebesar 39%, sisanya 61% berasal dari variable lain. Penelitian ini menunjukkan bahwa secara statistic terbukti bahwa Gaya Kepemimpinan Transformasional berpengaruh positifdan signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Timor Sejahtera Aguafit dan Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan PT. Timor Sejahtera Aguafit. Berkaitan dengan Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi Kerja pada PT. Timor Sejahtera Aguafit, sebaiknya perlu meningkatkan kualitas kinerja dan pengalaman kerja karyawan, sebaiknya perlu meningkatkan kualitas kinerja dan pengalaman kerja karyawan dengan mengikutiarahan dan wewenang yang telah ditentukan oleh PT.Timor Sejahtera AguafitKupang serta harus menyelesaikan pekerjaan yang telah diberikan secara bertahap agar pekerjaan dapat terselesaikan tepat waktu.