Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

41 hasil
Subjek: irigasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS DEBIT IRIGASI TETES TERHADAP PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS DEBIT IRIGASI TETES TERHADAP PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH Oleh Hoar Maria Angela,Nainiti N. P. P. ,Lano. M. L Fakultas Pertanian Universitas Kristen Arta Wacan Kupang Jln. Adisucipto Penfui Kotak Pos 1o4 Kupang 85001 NTT Telp (0380) 881580:Fax (0380) 88167 *E-Mail Koresponden:[email protected] Irigasi tetes merupakan metode penyairan yang meneteskan langsung ketanaman atau ke bagian akar dengan tekanan rendah. Tanaman bawang merah merupakan suatu tanaman yang akarnya dangkal faktor tersebut mempengaruhi hilangnya kelembabanlapisan atas tanah sehingga irigasi atau pengganira di perlukan oleh tanaman untuk kelangsungan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan Untuk Mengetahui pengaruh analisis variasi tekanan irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah dan Mengetahui pengaruh terhadap pertumbuhan untuk perlakuan dan produksi bawang merah. Penelitian di lakukan di Oesapa kilo 10 bulan juni sampai juli tahun 2022. penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan sehingga di dapat 20 unit percobaan. Adapun perlakuan yang di cobakan yaitu A (20 ml/Jam) B (25 ml/Jam) C (50 ml/Jam) D (75 ml/Jam). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Informasi perbedaan antara perlakuan di lanjutkan dengan uji berganda duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan anilisis variasi tekanan irigasi tetes terhadap produksi tanaman b awang merah yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap produksi tanaman bawang merah. Berdasarkan parameter tersebut di atas, maka perlakuan terbaik untuk terdapat pada perlakuan D (75 ml/Jam) dengan nilai rata-rata setiap variable pengamatan tinggi tanaman (42, 375), jumlah Daun 37, dan jumlah produksi dengan nilai rata-rata sebesar 73. Kata kunci: analisis debit irigasi tetes terhadap produksi tanaman bawang merah ABSTRACT ANALYSIS OF DRIP IRRIGATION DISCHARGE ON SHALLOT CROP PRODUCTION By Hoar Maria Angela, Nainiti N. P. P., Lano. M. L Faculty of Agriculture, Arta Wacan Kupang Christian University Jln. Adisucipto Penfui Post Office Box 1o4 Kupang 85001 NTT Tel (0380) 881580: Fax (0380) 88167 *E-Mail Koresponden:[email protected] Drip irrigation is an irrigation method that drips directly to the plant or to the roots with low pressure. Onion plants are plants whose roots are shallow, these factors affect the loss of moisture in the top layer of soil so that irrigation or replacement is needed by plants for continued growth. This study aims to determine the effect of analyzing variations in drip irrigation pressure on the growth and production of shallots and to determine the effect on growth for the treatment and production of shallots. The research was conducted in Oesapa kilo 10 June to July 2022. This study used the method of Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications so that there were 20 experimental units. The treatments that were tried were A (20 ml/hour) B (25 ml/hour) C (50 ml/hour) D (75 ml/hour). Observation data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). Information on differences between treatments was continued with Duncan's multiple tests. The results showed that the treatment of drip irrigation pressure variations on the production of red b awang plants were different. Translated with DeepL.com (free version)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH JENIS TANAH YANG BERBEDA TERHADAP PRODUKTIFITAS TANAMAN TANAMAN PAKCOY DENGAN MENGUNAKAN SISTIM IRIGASI TETES

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dari hasil penelitian yang dilakukan DI Manumuti tarus pada musim kemarau, dapat disimpulkan bahwa Tingkat efisiensi distribusi air irigasi di jaringan utama sebesar 88,84 % yang dapat dipilah untuk saluran primer 97,18 % dan saluran sekunder 91,43 %. Tingkat efisiensi pemakaian air irigasi sebesar 81,43%.Tingkat efisiensi irigasi total di Manumuti sebesar 58,94 % Berdasarkan hasil analisa data pengukuran kecepatan aliran di outlet sadap primerdan inlet sadap sekunder (lampiran 2) dan debit pada tabel 4.1., diperoleh bahwa efisiensi distribusi di saluran sekunder Di Manumuti sebesar 97,18%. Berdasarkan hasil analisa data pengukuran kecepatan aliran di outlet sadap sekunder dan inlet sadap primer (lampiran 4) dan debit pada tabel 4.2., diperoleh bahwa efisiensi distribusi di saluran sekunder DI Manumuti sebesar 91,43 %. Berdasarkan hasil analisa data pengukuran kecepatan aliran di outlet sadap primer dan inlet sadap sekunder (lampiran 2) dan debit pada tabel 4.1., diperoleh bahwa efisiensi distribusi di saluran sekunder Di Manumuti sebesar 97,18%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISISEFESIENSIIRIGASITOTALPADADAERAHIRIGASIPULOTIlDI DESAOEBELOKECAMATANKUPANGTTENGAHKABUPATENKUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitianinibertujuanuntukmengetahuianalisisefisiensiirigasitotalpadadaerahirigasipuluthieedi desaoebelo.Saluranirigasipuluthieemerupakaninfrastrukturpengairanirigasipuluthieeyangberfungsi untukmengalirkanairdaribakmenujupetaksawah.Mencapaimaksimaldalamprosespengataranini akandipengaruhiolehseberapabesarefisiensisaluranuntukmenyalurkanairtersebut.Tujuanutama dalampenelitianiniadalahmenganalisisbesarnyaefisiensidankehilanganairdisaluran.Penelitianini dilakukanpadasaluranprimer,sekunderdantersierdidaerahirigasipuluthiee.Efisiensipadasaluran irigasidianalisisdenganmembandingkanantarabesarntadebitinputpadasalurandengandebitouput saluran.Sedangkanuntukkehilanganairdisaluranirigasidianalisisdenganmenghitungbesarnya evaporasi,infiltrasi,dankebocoranpadasaluran.Data-datayangdigunakanpadapenelitianiniadalah dataprimerberupadatakecepatanaliranyangdiperolehdaripengukurantampangalirandisaluran. Hasilnyamenunjukanbahwaefisiensitotalsaluranirigasididaerahirigasipuluthieeadalah52%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN IRIGASI TETES PADA BUDIDAYA TOMAT DENGAN PENGGUNAAN MULSA YANG BERBEDA DI LAHAN KERING

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan teknik irigasi tetes untuk pertumbuhan tanaman tomat dengan menggunakan mulsa yang berbeda dilahan kering telah di laksanakan sejak awal bulan juni hingga awal agustus 2022 di kelurahan oesapa kecamatan kelapa lima kabupaten kota kupang provinsi nusa tenggara timur.Penelitian ini bertujuan ; (1) untuk mengetahui efektivitas penerapan teknik irigasi tetes terhadap pertumbuhan tanaman tomat pada lahan kering. (2) untuk mengetahui pengaruh teknik irigasi tetes pada petak yang diberi mulsa plastik hitam, warna perak, jerami serta tanpa mulsa dan jerami.metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan percobaan dilapangan. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu terdiri dari 4 perlakuan yaitu P1= Tanpa menggunakan Mulsa dan jerami, P2= mulsa plastik warna hitam P3= mulsa plastik perak dan P4= jerami padi. Data hasil pengamatan dianalisis dengan Anova dan diuji lanjut dengan beda nyata terkecil (BNT) pada taraf nyata 5% dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun tanaman tomat dengan penerapan teknik irigasi tetes pada pertumbuhan tanaman tomat dilahan kering pengaruh nyata pada P1 (tanpa menggunakan mulsa dan jerami), P2 (mulsa plastik hitam), P3 (mulsa plastik perak), P4 (jerami padi).Sedangkan parameter bobot basah tanaman tomat dan bobot kering tanaman tomat perpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman tomat dan penggunaan mulsa yang berbeda.Bobot basah dan bobot kering tanaman tomat terlihat pada P1.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGUJIAN ALAT PENGATUR WAKTU PENYIRAMAN PADA SISTEM IRIGASI TETES

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemerintah Indonesia terus - menerusberupaya agar pertanian di Indonesia lebihproduktif. Metode yang digunakandalampenelitianiniadalah. Metodewaterfalmerupakanmetodepengembanganperangkatlunaktertuasebabsifatnya yang natural.Rancangansistemirigasi tetes terdiridari pipa, selang, driperulir, dan konektor. Diameter pipa yang digunakanadalah: ¾ incidenganpanjang 30 cm jumlah pipa yang digunakanadalah 1 buah yang dihubungkandenganselang dan selangdihubungkandengandriperputarsebanyak 28 utput yang digunakan pada jaringanirigasi tetes ini. Peralatanutam yang mendukungjaringanirigasi tetes adalah: bakpenampung dan katup. Bakpenampungdigunakanuntukmenampung air yang dipakaisebagai air irigasiberasaldari ember yang berkapasitas 70 liter. Sedangkankeran yang digunakanberfungsiuntukmembuka dan menutupaliran air menujuselangpembagi. Keran yang digunakandipasang pada pipa utama.Komponen – komponenpentingdarisuatusistemirigasi tetes terdiridari pipa utama, selang dan drip putar. Dari pipa utamamengalirkeselang dan dariselangmengalirkeselangpembagi. Drip putardipasang pada selangbpembagi yang berfungsiuntukmendistribusikan air kepolibek.Instalasisistemirigsi tetes denganalatpengaturwaktupenyiramandapatberjalandenganbaik. Yaitu timer hidupsesuaidenganwaktu yang kitaatur dan timer matisesuaidenganwaktu yang sudahkitatentukan. Debit air yang besaryaitu pada waktupenyiraman 10 menitdengamnialai rata-rata sebesar 32,62442 ml. Sedangkan, debit air yang rendahterdapat pada waktupenyiraman 2 menitdengannilai rata-rata sebesar 9,926667 ml.. Dari hasilpengukur pada polibekinikitabisamengetahui volume tertinggiterdapat pada polibek A dan B dan volume air terendahterdapat pada polibek I Hal inidipengaruhi oleh suplay air pada pot A dan B lebihcepatdarripada pot I.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI PUTIH MENGGUNAKAN METODE CROPWAT 8.0 DI KELURAHAN OESAPA KECAMATAN KELAPA LIMA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul “Analisis Kebutuhan Air Irigasi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Putih Menggunakan Metode CropWat 8.0 di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima”. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tentang analisis kebutuhan air terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi putih dengan menggunakan metode cropwat 8.0 dan menentukan profil kebutuhan air tanaman sawi putih dengan mengunakan Aplikasi Cropwat 8.0. Penelitian ini merupakan eksperimen yang diatur dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan sehingga terdapat 15 unit percobaan. Adapun perlakuan yang digunakan sehingga hasil pengamatan tinggi tanaman terbaik pada perlakuan 1 (hasil estimasi CropWat ditambah 50%) mempunyai nilai tertinggi 46 cm, berbeda nyata dengan perlakuan 2 (estimasi CropWat ditambah 25%).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kecepatan Tetesan Pada Emiter Infus Terhadap Pertumbuhan Cabai keriting

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil kecepatan tetesanpemberian air irigasi pada sistem irigasi tetes untuk pertumbuhan dan produksi cabai keriting dilaksanakan sejak pertengahan desember hingga pertengahan maret 2022 di Lab Mekanisasi Pertanian UKAW Kupang. Penelitian ini merupakan aksperimen yang di atur dalam rancangan acak lengkap(RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan. Adapun perlakuan yang di cobakan : perlakuan satu (60) menit, perlakuan II (80) menit, perlakuan III (100) menit, danperlakuan IV dua (120 menit). Hasil penelitian ini di peroleh jumlah pemberian air irigasi tetes dan hasil pengukuran tinggi tanaman cabai keriting. Dari hasil analisis dan pembahasan yang di ketahui bahwa perlakuan terbaik pada tinggi tanaman tertinggi pada perlakuan D dengan tinggi (63,00 cm), perlakuan terbaik pada jumlah daun tanaman dengan jumlah tertinggi pada perlakuan D dengan jumlah tertinggi (7,55 cm), perlakuan terbaik pada diameter batang tanaman dengan jumlah tertinggi pada perlakuan D (4,05 cm).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KINERJA P3A PADA DAERAH IRIGASI DALAM KOM DI KELURAHAN OESAO KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui kinerja P3A saluran irigasi Dalam Kom Kelurahan Oesao Kecamatan kupang Timur Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode dekriptif untuk memberikan gambaran tentang pengelolaan dan kondisi fisik jaringan irigasi pada Daerah Irigasi Dalam Kom.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja P3A sudah berjalan dengan baik. Sedangkan kegiatan operasi dan pemeliharaan saluran irigasi pada daerah irigasi Dalam Kom yang telah dilakukan oleh P3A belum berjalan dengan baik yang dipengaruhi karena kurangnya kerja sama antar petani, Sehingga masih ditemukan sampah pada pintu saluran utama, masih ditemukan juga rumput yang tumbuh pada saluran dan pembagianan air pada petak tersier masih belum dapat dilakukan secara maksimal

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian Pengelolaan Jaringan Irigasi Sekunder Waekanta Desa Wae Wako Kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

irigasi ialah usaha untuk memperoleh air yang menggunakan bangunan dan saluran buatan untuk keperluan penunjang produksi pertanian. Operasi jaringan irigasi dalam arti sempit adalah pengaturan pintu-pintu pada bangunan air (bendungan, bangunan bagi) untuk menyadap air dari sumber air mengalirkannya kedalam jaringan irigasi memasukan air kepetak-petak sawah, serta membuang kelebihan air ke saluran pembuang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPERASI DAN PEMELIHARAAN PADA DAERAH IRIGASI MANIKIN DI KELURAHAN TARUS KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Irigasi merupakan salah satu sektor utama dalam mendukung usaha-usaha pertanian, oleh karena itu keberadaannya sangat diperlukan oleh petani. Pengelolaan daerah irigasi Manikin bisa berjalan dengan efektif sangat tergantung kepada usaha-usaha pemerintah dan para peserta dari lembaga P3A. Daerah Irigasi (DI) Manikin merupakan irigasi yang digunakan untuk pengairan pada lahan pertanian sehingga dapat menunjang kebutuhan pangan oleh masyarakat di Kabupaten Kupang.Tujuan dari penelitian di ini adalah : Untuk Mengetahui Operasi dan Pemeliharaan Daerah Irigasi Manikin Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Penelitian ini Telah dilaksanakan pada bulan April Tahun 2022 di Daerah Irigasi Manikin Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 10% dari populasi yaitu 150 petani pemakai air dan anggota kelompok P3A di Daerah Irigasi Manikin Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Responden dalam penelitian ini adalah jumlah 15 orang dari anggota P3A sebagai pengguna air di daerah irigasi Manikin. Kinerja anggota P3A telah berjalan dengan baik dalam kegiatan Operasi Daerah Irigasi Manikin meliputi kegiatan pembagian air keada petani dan kegiatan pemantauan. Pemeliharaan daerah irigasi Manikin meliputi pemeliharaan rutin, berkala dan insidentil yang dalam bentuk pelaksanaannya berupa rehabilitasi saluran dan pembersihan saluran. Kegiatan Rehabilitasi daerah irigasi Manikin dilaksanakan pada setiap saluran yang mengalami kerusakan sehingga diperlukan agar bisa digunakan oleh petani.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS EFISIENSI KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN PENYALURAN AIR PADA MUSIM TANAM PERTAMA( MT 1) DI DAERAH IRIGASI AIMALAE DESA BAKUSTULAMA, KECAMAT TASIFETO BARAT, KABUPATEN BELU

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MAKARIUS, N. TAEK* NAINITI, N. P. P. E** MAKABORANG M** ABSTRAK Dalam memenuhi kebutuhan air untuk berbagai keperluan usaha tani, maka air (irigasi) harus diberikan dalam jumlah, waktu, dan mutu yang tepat sehingga tidak mempengaruhi menurunkan pertumbuhan dan produksi tanaman.Pemberian air irigasi dari hulu sampai hilir memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai, berupa; bendungan, bendung, saluran primer dan sekunder, box bagi, pertumbuhan tanaman dapat terjamin dengan baik, dan tercukupi air pengairannya (Silahooy, 2010). Untuk menjamin kebutuhan air irigasi bagi petani padi di Desa Bakus Tulama, telah tersedia fasilitas Irigasi berupa sumber air dari sungai Aimalae. Permasalah yang di hadapi di Daerah Irigasi adalah terjadi pemborosan dimana pembagian air tidak merata, ada kelompok petani yang mendapat jatah pembagian air cukup ada pula yang tidak cukupUntuk menjamin kebutuhan air irigasi bagi petani padi di Desa Bakus Tulama. maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul“ Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air Irigasi Untuk Tanaman Pada Musim Tanam (MT I) di Daerah Irigasi Aimalae Desa Bakustulama, Kecamat Tasifeto Barat, Kabupaten Belu ” Dari hasil penelitian dapat di ketahui bahwa hasil Efesiensi saluran primer pada daerah irigasi Aimale di Desa Bakus Tulama sebesar 86,862 % artinya kehilangan air di sepanjang saluran ialah 2,575%. Rata-rata Efesiensi saluran sekunder pada daerah irigasi Aimalae di Desa Bakus Tulam sebesar 43,360 %, artinya kehilangan air di sepanjang saluran sebesar 2,308%. Rata-rata Efisiensi saluran tersier pada daerah irigasi Aimalae di Desa Bakus Tulama sebesar 41,755%,artinya kehilangan air di sepanjang saluran sebesar 21,437%. Efesiensi penyaluran air pada Irigasi Aimalae Di Desa Bakus tulama sebesar 1,573 Kata Kunci : Analisis Ketersediaan Dan Kebutuhan Air Irigasi Untuk Tanaman Padi Pada Mt I Didaerah Irigasi Aimalae Desa Bakustulama Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu *) penelitian **) pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis efisiensi penyaluran air irigasi primer sekunder dan tersier di daerah irigasi kereloko kecamatan kota kabupaten Sumba barat

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK “ANALISIS EFESIENSI PENYALURAN AIR IRIGASI PRIMER DAN SKUNDER DI DAERAH IRIGASI KERELOKO, KECAMATAN KOTA, KABUPATEN SUMBA BARAT ’’ Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (MAGHO K. ALFERD *) ( Nainiti. N. P. P. E**) ( MakaBorang M ***) Dari hasil penelitian tentang efisiensi rata-rata saluran di D.I. Kereloko, saluran Primer pada BK.1Captering Kereloko, BK.1 Captering Kereloko, BK.1 – BK.2 – BK.3 dan saluran Sekunder pada BK.1- K.1 Ki, BK.2- K.2 Ki, BK.3- K.3 Ki, BK.3- K.3 Ka di daerah irigasi Kereloko dapat disimpulkan sebagai berikut yaitu Efisiensi rata-rata saluran Primer pada DI Kereloko untuk ruas BK.1Captering Kereloko, BK.1 Captering Kereloko, BK.1 – BK.2 –BK.3 terdapat 92,3% dengan panjng saluran 1949 meter dan untuk ruas BK.1- K.1 Ki, BK.2- K.2 Ki, BK.3- K.3 Ki, BK.3- K.3 Ka terdapat 90,1% dengan panjang 295 meter. Kata kunci : Analisis Efesiensi Penyaluran air Irigasi Kereloko

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS LAMA PEMBERIAN AIR PADA SISTEM IRIGASI TETES UNTUK PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BUDIDAYA KANGKUNG DARAT

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS LAMA PEMBERIAN AIR IRIGASI PADA SISTEM IRIGASI TETES UNTUK PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN KADAR LENGAS TANAH PADA BUDIDAYA KANGKUNG DARAT Radja W*) Lano L. Marthen **)) Nainiti E.P.P. Nikodemus ***))) Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil analisis lama pemberian air irigasi pada sistem irigasi tetes untuk pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung darat dan kadar lengas tanah telak dilaksanakan sejak pertengahan juni hingga pertengahan juli 2021 di PT. Poweragro.id indoseia di Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Provinsi nusa tenggara timur. Penelitian ini merupakan aksperimen yang di atur dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan. Adapun perlakuan yang di cobakan : perlakuan satu (60) menit, perlakuan II (80) menit, perlakuan III (100) menit, dan perlakuan IV dua (120 menit). Hasil penelitian ini di peroleh jumlah pemberian air irigasi tetes dan hasil pengukuran tinggi tanaman kangkung darat, hasil berat basah tanaman kangkung darat, serta hasil rata-rata kadar lengas tanah sebanyak 14,39 %. Dari hasil analisis dan pembahasan yang di ketahui bahwa perlakuan terbaik pada tinggi tanaman tertinggi pada perlakuan D dengan tinggi (41,80 cm), perlakuan terbaik pada jumlah daun tanaman dengan jumlah tertinggi pada perlakuan D dengan jumlah tertinggi (68,33 cm), perlakuan terbaik pada panjang daun tanaman terpanjang pada perlakuan (14,77 cm), perlakuan terbaik pada lebar daun terlebar pada perlakuan B dengan lebar (1,98 cm). Kata kunci : irigasi tetes untuk pertumbuhan tanaman kangkung darat *) Peneliti **) Pembimbing I ***) Pembimbing II

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN KENTANG DI DESA NENAS KECAMATAN FATUMNASI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN KENTANG DI DESA NENAS KECAMATAN FATUMNASI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 Mulle N.L. * ) Nainiti N.P.P.E. **) Dethan J.J.S. **) ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nenas Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan judul Analisis Kebutuhan Air Tanaman Kentang Di Desa Nenas Kecamatan Fatumnasi Kabupaten Timor Tengah Selatan menggunakan Cropwat 8.0.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi tanaman kentang dari tahap penanaman hingga panen dengan program Cropwat 8.0.Data yang dikumpulkan berupa data sekunder. Data sekunder diperoleh dari BMKG berupa data iklim selama 5 Tahun dengan periode pengamatan 2015 s.d. 2019 kemudian disesuaikan dengan kebutuhan Cropwat 8.0.Berdasarkan data iklimnya diperolehEvapotranspirasi potensial tertinggi dicapai pada bulan September yaitu 5,41 mm/hari dan terendah pada bulan Januari sebesar 3,37 mm/hari. Semakin tinggi temperatur udara dan lama penyinaran matahari maka nilai evapotranspirasi potensial (ETo) juga semakin tinggi. Rata-rata nilai evapotranspirasi potensial sebesar 4,66 mm/hari. Kemudian kebutuhan air tanaman semakin besar setiap bulannya. Sedangkan Kebutuhan air irigasi tertinggi yaitu pada bulan Maret dekade ke-3 sebesar 45,6 mm/dec dan terendah pada bulan April dekade ke-2 sebesar 10,9 mm/dec.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Operasi dan pemeliharaan Daerah irigasi waikelak di desa bendona kecamatan Tanjung bunga kabupaten Flores timur

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

OPERASI DAN PEMELIHARAAN PADA DAERA IRIGASI WAIKELAK, DI DESA BENDONA, KECAMATAN TANJUNG BUNGA, KABUPATEN FLORES TIMUR. ABSTRAK Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang SEPTORY.H. *) LANO.M.L.**) MAKABORANG.M. **) Penelitian Berjudul Operasi Dan Pemeliharaan Daerah Irigasi Waikelak Di Desa Bendona Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur Pada Bulan mey 2021. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Operasi dan Pemeliharaan Daerah Irigasi Waikelak Di Desa Bendona Kecamatan Tanjung bunga Kabupaten Flores Timur. Penelitan dilaksanakan untuk mengetahui Operasi Dan Pemeliharaan Daerah Irigasi Waikelak Di Desa Bendona Pada P3A Bendona yaitu : Pekerjaan Pemeliharaan Rutin, Pekerjaan Pemeliharaan Berkala, Pekerjaan Pemeliharaan Khusus Kata Kunci: Operasi, Pemeliharaan, Daerah Irigasi Keterangn: * Peneliti ** Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KASUS APLIKASI SISTEM IRIGASI TETES UNTUK TANAMAN KUBIS PADA KEBUN DINAS PERTANIAN KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STUDI KASUS APLIKASI SISTEM IRIGASI TETES UNTUK TANAMAN KUBIS PADA KEBUN DINAS PERTANIAN KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA ABSTRAKSI Tanelaph. B. S*) Nainiti. P. P. E. N **) Makaborang. M**) Penelitian dilaksanakan di Kebun Dinas Pertanian Kabupaten Timor Tengah Utara Lokasi KM 6 Kefamenanu pada bulan April 2021, Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah studi kasus aplikasi sistem irigasi tetes untuk tanaman kubis pada kebun dinas pertanian kabupaten Timor Tengah Utara. Dan untuk mengetahui rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana aplikasi sistem irigasi tetes untuk tanaman kubis di kebun Dinas Pertanian Kab.TTU, yang dilakukan oleh pegawai dinas pertanian terutama pada aspek produksi dan beban kerja penyiraman. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan mengenai aplikasi sistem irigasi tetes. Dan observasi lapangan bertujuan untuk memperoleh data-data yang berhubungan dengan aspek produksi dan beban kerja penyiraman. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, produksivitas tanaman kubis yang menggunakan sistem irigasi tetes. Dalam rincian wawancara dengan responden tersebut, produktivitas tanaman kubis dari lahan seluas 6.250 m2 adalah sebanyak 25.000 buah kol. Selain itu, beban kerja penyiraman menggunakan sistem irigasi tetes jauh lebih ringan dari pada penyiraman konvensional, baik dari segi waktu maupun tenaga. Kata kunci: Studi Kasus Aplikasi Sistem Irigasi Tetes .

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI OPTIMASI JENIS TANAMAN PADA MUSIM TANAM II JARINGAN IRIGASI DI DESA OELOLOT KECAMATAN ROTE BARAT KABUPATEN ROTE NDAO

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STUDI OPTIMASI JENIS TANAMAN PADA MUSIM TANAM II JARINGAN IRIGASI DI DESA OELOLOT KECAMATAN ROTE BARAT KABUPATEN ROTE NDAO ABSTRAK Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Pandie .J.J*)    Nainiti, N.P.P.E.**)    Lano . L.M.**) Tujuan Untuk mengetahui bagaimana pola tanam yang optimum pada daerah irigasi di Desa Oelolot Kecamatan Rote Barat Kabupaten Rote Ndao Dari hasi penelitian dapat di simpulkan bahwa manfaat dari air Irigasi Oelolot untuk pertanian sangatlah menguntungkan karena para petani dapat melakukan 2 kali musim tanam dengan musim tanam pertama di mulai dari bulan Desember – Februari pada bulan – bulan ini persediaan air meningkat, sedangkan pada musim tanam dua yakni bulan April – Juni dimana ketersediaan air semakin berkurang. Rancangan penelitian ini menggunakan Model matematika dalam program linier dengan Persamaan fungsi tujuan yang ingin dicapai dengan rumus Musim Tanam I : Z = C1,X1a. Musim Tanam II : Z = C2,X2a dengan membatasi kegunaan utama sebagai fungsi kendala pada kebutuhan air tiap luas lahan tanaman Padi. Hasil penelitian menunjukan pada musim tanam II terhitung bulan April hingga bulan Juni, luas area tanaman jagung sebesar 3,2 ha dan menghasilkan keuntungan sebesar(Rp. 5,885,000 )dan holtikultural dengan luas arel tanam 2,14 ha dengan menghasilkan keuntungan sebesar (Rp2,395,000). Untuk fungsi kendala pada musim tanam I dan musim tanam II luas areal tanaman padi sebesar 8,34 ha dan menghasilkan keuntungan sebesar(Rp. 12.680.000) Volume air yang diserap untuk musim tanam II adalah 1,75M3/Detik dari total volume air yang berjumlah 10,00 M3/detik. Kata Kunci: Pemanfaatan Air Irigasi, Optimasi, jenis tanaman Keterangn: * Peneliti ** Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PENGELOLAAN KINERJA IRIGASI PADA DAERA IRIGASI PUMANG,DESA TANGLAPUI KECAMATAN ALOR TIMUR,KABUPATEN ALOR.

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STUDI PENGELOLAAN KINERJA IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI PUMANG DESA. TANGLAPUI, KECAMATAN ALOR TIMUR, KABUPATEN, ALOR. ABSTRAKS Lupuikoni S.,* Lano M. L.,** Haba Bunga F. J.,*** Suatu Penelitian tentang Pengelolaan Kinerja Irigasi pada Daera Irigasi Pumang telah di laksanakan sejak awal Mei 2021 hingga awal Juni 2021 di Desa Tanglapui, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor. penelitian ini Merupakan penelitian survei dengan objek adalah sarana Irigasi dan P3A yang ad di Desa Tanglapui, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor. Metode yang di gunakan adalah deskritif kuantitatif dengan menguraikan nilai nilai berdasarkan standar Irigasi oleh Dinas Pekerjaan Umum, hasil penelitian menunjukan bahwa daerah Irigasi Pumang di Desa Tanglapui, Kecamatan Alor Timur, menujukan bahwa sarana yang ada kurang terawat bahkan tida ada air yang mengalir meskipun demikian fasilitas yang mendukung seperti Pintu Sadap dan Kantong Lumpur masih lengkap walau ad yang sudah rusak dan tida berfungsi lagi. Irigasi pumang di bangun bersamaan dengan bendung Pumang di manfaatkan untuk mengairi 92 hektar lahan Pertanian di Desa Tanglapui. Saran, perlu di lakukan rehabilitas saluran-saluran yang rusak dan memperlancar pelaksanaan kinerja P3A yang ad di Desa Tanglapui. Kata Kunci : Studi pengelolaan Kinerja Irigasi Pada Daera Irigasi Pumang Keterangan : * ) Peneliti **) Pembimbing I ***) pembimbing II

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFISIENSI PEMBERIAN AIR IRIGASI MT 2 PETAK TERSIER BLO.4 SALURAN SEKUNDER KANAN DAERAH IRIGASI BENENAI DI KECAMATAN MALAKA BARAT KABUPATEN MALAKA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK EFISIENSI PEMBERIAN AIR IRIGASI MT2 PADA PETAK TERSIER BLO.4 SALURAN SEKUNDER KANAN DAERAH IRIGASI BENENAI DI KECAMATAN MALAKA BARAT KABUPATEN MALAKA Berek.N. Y*) Nainiti. P. P. E. N **)) LANO. L. M ***))) Skripsi yang berjudul Efisiensi Pemberian Air Irigasi MT2 pada Petak Tersier BLO.4 Saluran Sekunder Kanan Daerah Irigasi Benenai di Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka ini ditulis berdasarkan standar dan ketentuan penulisan skripsi pada umumnya. Skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana di Prodi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Studi atau kajian dalam skripsi ini adalah menghitung pemberian air irigasi musim tanam 2 pada petak Tersier BLO.4 saluran sekunder kanan daerah irigasi Benenai di Kecamatam Malaka Barat Kabupaten Malaka. Perhitungan pemberian air diperoleh apabila ketersediaan dan kebutuhan air pada daerah irigasi tersebut telah di ketahui. Oleh karena itu, tujuan penelitian dalam Skripsi ini untuk mengetahui berapa banyak pemberian air pada petak Tersier Sub BLO.4 dan bagaimana efisiensi penggunaan air tersebut. Berdasarkan hasil penelitian dan untuk memenuhi tujuan penelitian, kebutuhan air dalam saluran irigasi yang menjadi objek penelitian ini adalah 128,13 liter per detik untuk tersier kanan Lo.4 dan 295,11 liter per detik untuk tersier kiri Lo.4. sedangkan efisiensi pemberian air pada petak tersebut adalah 102 % pada Lo.4 kanan dan 94 % pada Lo.4 kiri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN EFISIENSI SALURAN IRIGASI DAERAH IRIGASI NUNBAUN PADA MUSIM TANAM 1 DI DESA FATUMETAN, KECAMATAN AMFOANG SELATAN, KABUPATEN KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KAJIAN EFISIENSI SALURAN IRIGASI DAERAH IRIGASI NUNBAUN PADA MUSIM TANAM 1 DI DESA FATUMETAN, KECAMATAN AMFOANG SELATAN, KABUPATEN KUPANG Pahanael. Y*) N. P. P. E. **)) Lano. M. L ***))) Efesiensi irigasi merupakan faktor penentu utama dari system lerja jaringan irigasi. Efesiensi irigasi didasarkan asumsi sebagian dari jumlah air yang diambil akan hilang baik disaluran maupun di petak sawah. Kehilangan air yang diperhitungkan untuk efessiensi meliputi kehilangan air ditingkat tersier dan sekunder, keliling basah saluran dan kedudukan air tanah. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah menghitung besran nilai efesiensi pada saluran sekunder dan tersier kawasan Nunbaun di Desa Fatumetan Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang. Yang dilaksanakan pada tanggal 15 Mei sampai 1 Juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan teknik pengamatan langsung dilapangan. Sampel dalam penelitian ini adalah petani di Desa Fatumetan. Tujuan dari penelitia ini adalah untuk mengetahui efesiensi saluran irigasi Daerah Irigasi Nunbaun, DesA Fatumetan, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang. Dari hasil tersebut disimpulkan Efesiensi saluran primer 89, 70 , Efesiensi saluran sekunder 19, 615 , efesiensi saluran tersier 21, 087 . Kata – kata kunci Daerah Irigasi Nunbaun, Efesiensi Saluran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail