Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SE.

798 karya publik ditemukan.

2026: 172025: 122024: 132023: 1032022: 1772021: 2802020: 402018: 11

KREATIVITAS GURU PENJASORKES DALAM MENYIKAPI KETERBATASAN SARANA DAN PRASARANA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KREATIVITAS GURU PENJASORKES DALAM MENYIKAPI KETERBATASAN SARANA DAN PRASARANA YosepHariyanto1*, David Loba2, Pnatmo W. Masi3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang:Pendidikanmempunyaiperan yang sangatpentingdalammemajukansuatubangsa. Pendidikandiharapkandapatmencerdaskangenerasimuda yang mampumengembangkanpotensidalamdiri, sertaberpolapikirsecarakritisdandinamis, bertanggungjawab, berakhlakmulia, berimandanbertaqwakepadaTuhan Yang MahaEsa. Tujuan penelitian: inibertujuanuntukmengetahui kreativitas guru penjasorkesdalammenyikapiketerbatasansaranadanprasarana. Metode penelitian: Jenispenelitian yang digunakandalampenelitianiniialahjenispenelitiandeskriptifnaturalistik, dimanajenispenelitianiniseringdisebut (natural setting) karenapenelitinya di lakukanpadakondisi yang alamiah. adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi Hasil dan pembahasan: dalam pembelajaran penjasorkes pada kondisi belajar dengansaranadanprasarana yang kurangmemadai. Hal inisangatbepengaruterhadapperkembangansiswa, karena proses belajarmengajarbelummemenuhistandarpendidikanNamunmasalahiniperlahanbisadiatasimelaluikreativitas guru PJOK. Simpulan: dalam pembelajaran pendidkanjasmani pada kondisi sebelumdansesudahadanyakreativitassangatbesardampaknyata. Proses belajarmenjadilebihhidupkrenasiswaterlibatlangsungdalampebelajaran. Sebelum di modifikasipembelajaranselaluberpusatpada guru namunsetelahdilakukanmodifikasiprosenyapembelajaranberpusatpadasiswa. Katakunci: Kreativitas guru;pembelajaran; keterbatasansaranaprasarana

“PERSEPSI MASYARAKAT AMARASI BARAT MENGENAI KOSU DALAM TRADISI PERKAWINAN ADAT DI DESA TUNBAUN KECAMATAN AMARASI BARAT KABUPATEN KUPANG “

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat Amarasi Barat Desa Tunbaun mengenai tradisi kosu.tempat penelitian dilaksanakan di Desa Tunbaun, Amarasi Barat dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Tunbaun yang mengerti dengan tradisi kosu dengan sample dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yang terdiri dari 3 tokoh adat, 1 guru, 1 ibu rumah tangga dan 1 mahasiswa dengan menggunakan pengambilan sample secara probality sampling dengan cara sampel random sampling. Teknik pengumpulan data digunakan teknik wawancara dan hasil observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, masyarakat Tunbaun mempersepsikan kosus sebagai salah satu harta kebudayaan orang Amarasi yang harus dijaga untuk generasi-generasi selanjutnya agar kedepannya tidak hilang.. Harapannya pada tradisi kosu ini bisa dilestarikan dan dipertahankan turun-temurun sampai generasi-generasi beikutnya.

ANALISIS HUBUNGAN KERAKTERISTIK KONDISI OSEANOGRAFI DAN HASIL TANGKAPAN TEMBANG PADA ALAT TANGKAP GILLNET DI PERAIRAN TULANDALE KAB ROTE NDAO

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perairan Tulandale merupakan salah satu perairan yang berada di kawasan di Kabupaten Rote Ndao memiliki potensi sumberdaya perikanan di wilayah pesisir cukup banyak, sehingga sangat dimungkinkan dilakukan usaha penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan karakteristik kondisi oseanografi terhadap hasil tangkapan tembang pada alat tangkap gillnet di perairan Tulandale Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2021, bertempat di perairan Tulandale Kabupaten Rote Ndao. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental fishing. Data hasil penelitian diolah menggunakan bantuan software Excel, dengan tingkat kepercayaan 95%. Hubungan kondisi oseanografi dan data hasil tangkapan dianalisis menggunakan metode regresi berganda, analisis regresi yang baik harus memenuhi beberapa syarat antara lain uji normalitas data, analisis varians (uji F) dan analisis koefisien regresi (uji T). Hasil Uji F menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh nyata (signifikan) antara parameter oseanografi (suhu, salinitas dan kecepatan arus) dengan hasil tangkapan ikan tembang dengan nilai sebesar 0,001 0,05 (Sig. F α). Nilai korelasi (R) sebesar 0,8357 tergolong nilai korelasi yang kuat antar parameter dengan hasil tangkapan ikan tembang. Nilai koefisien diterminasi (R²) sebesar 0,6229 atau 62,29% yang mempengaruhi hasil tangkapan ikan tembang dipengaruhi oleh parameter oseanografi (suhu, salinitas dan kecepatan arus), sedangkan sisanya sebesar 37,71% dipengaruhi oleh faktor lain. Model regresi yang terbentuk adalah Y = -30,3806 + 0,1824 X1 + 2,3829 X2 – 62,3056 X3, secara individual parameter oseanografi (suhu dan salinitas) signifikan atau berpengaruh nyata terhadap fluktuasi hasil tangkapan ikan tembang; sedangkan kecepatan arus tidak signifikan atau tidak berpengaruh nyata terhadap fluktuasi hasil tangkapan ikan tembang.

BUDIDAYA RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii DENGAN METODE STEK PADA STRAIN BERBEDA YANG DI UJI COBA DI PERAIRAN TABLOLONG KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Chandra Lie Kastelo Kase. 17381214. Penempelan (Grafting) Makro alga Kappaphycus alvarezii Varian Varietas Di perairan Letbaun Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. (Pembimbing: Rockie R.L. Supit, S.Pi, M.Si dan Alfred G.O. Kase, S.Pi, M.Si, Ph.D). Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Makro alga (seaweeds) atau yang biasa juga disebut ganggang merupakan tumbuhan berklorofil dimana seluruh bagian tanaman dapat menyerupai akar, batang, daun, atau buah semuanya disebut thallus. Tujuan dari penelitian ini adalah yaitu untuk uji coba penempelan (grafting) makro alga varian varietas Kappaphycus alvarezii menggunakan metode lepas dasar. Budidaya makro alga Kappaphycus alvarezii varian varietas warna merah dan cokelat digabungkan kedua thallus menjadi satu menggunakan teknik penempelan (grafting). Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan, yaitu bulan Juni sampai Agustus 2021 di Perairan Letbaun Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. Hasil penelitian yang diperoleh proses penempelan makro alga Kappaphycus alvarezii pada minggu pertama belum terjadi. Diminggu kedua makro alga Kappaphycus alvarezii belum menempel. Pada minggu ketiga mulai adanya penempelan dibagian ujung thallus dan keempat proses penempelan pada bagian batang thallus makro alga (merah dan cokelat) terus menempel menjadi setengah bagian. Minggu kelima proses penempelan terus menempel hampir sebagian batang thallus makro alga (merah dan cokelat). Pada minggu keenam proses penempelan varian varietas yaitu cokelat dan merah telah menyatu dengan baik. Pertumbuhan harian makro alga Kappaphycus alvarezii dengan berat awal rata-rata 4,2 g mengalami peningkatan dengan berat rata-rata yang diukur pada minggu pertama 3,9 g hingga minggu keenam mencapai 4,6 g. Sedangkan data kelulushidupan makro alga yang berhasil menempel berjumlah 24 bibit makro alga Kappaphycus alvarezii dari 40 bibit yang dibudidayakan diperoleh hasil kelulushidupan 60% dengan tingkat kelulushidupan yang baik.

Analisis Pengaruh Informasi SiLPA APBD dan Arus Kas terhadap Penganggaran Belanja Modal Pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi NTT Tahun 2017-2019

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH INFORMASI SiLPA APBD DAN ARUS KAS TERHADAP PENGANGGARAN BELANJA MODAL PADA PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI NTT TAHUN 2017- 2019 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh informasi SiLPA APBD terhadap Pengganggaran Belanja Modal pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2017-2019. Dan untuk Menguji pengaruh Arus Kas terhadap Penganggaran Belanja Modal pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Informasi SiLPA Pemerintah Daerah pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan di gambarkan sebagai selisih antara surplus/defisit anggaran dengan pembiayaan netto. Arus Kas terdiri dari Informasi Arus, Kas Aktivitas Operasi, Informasi Arus Kas investasi dan Informasi Arus Kas pembiayaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh laporan kaeuangan pada Pemerintah Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur sedangkan Sampel yang diambil terdiri dari 22 Pemerintah Kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Timur tahun 2017 sampai 2018 dengan menggunakan metode purposive sampling. Data di kumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi. Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode regresi linear berganda menggunakan SPSS Versi 2.5 menunjukkan bahwa informasi SiLPA berpengaruh terhadap Belanja Modal yang berarti bahwa semakin tinggi SiLPA yang dimiliki pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur maka semakin tinggi belanja modal yang dianggarkan. Pada dasarnya dalam satu tahun anggaran, pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur menerima pendapatan dan mengeluarkan belanja untuk meminimalisir sisa lebih anggaran xi dan penyerapan anggaran telah dilakukan secara maksimal sesuai dengan perencanaan. Sedangkan Arus Kas tidak berpengaruh terhadap anggaran Belanja Modal yang berarti bahwa bahwa semakin tinggi Arus Kas yang dimiliki oleh daerah maka belanja modal tidak mengalami peningkatan atau penurunan. Arus kas Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur hanya memuat informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran dengan mengklasifikasikan transaksi pada kegiatan operasi, pembiayaan dan investasi sehingga arus kas digunakan untuk berbagai kepentingan informasi baik itu arus kas masuk dan keluar dalam laporan kas guna melihat transaksi dimasa lalu dan memprediksi arus kas dimasa yang akan datang Kata Kunci : Informasi SiLPA APBD, Arus Kas dan Belanja Moda

Analisis Kesehatan Hutan Mangrove Dengan Menggunakan Metode Hemispherical Photography di Pantai Abudenok, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FILIPUS YACOBUS FENDIRIKUS SERAN (18380046). Analisis Kesehatan Hutan Mangrove Dengan Menggunakan Metode Hemispherical Photography di Pantai Abudenok, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. DONNY M. BESSIE, S.Pi., M.Si sebagai Pembimbing I dan Ir. YOHANES MERRYANTO, S. M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana. Hutan mangrove merupakan hutan yang tumbuh di daerah pasang surut dengan karakterisktik tanah berlumpur atau berpasir serta memiliki kemampuan adaptasi sangat baik ketika daerah pasang surut mengalami surut terendah sampai pasang tertinggi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode purposive sampling. Metode ini dipilih karena memiliki kelebihan seperti waktu, tenaga, dan biaya yang dikeluarkan lebih minimum dengan cangkupan wilayah yang telah mewakili kondisi tutupan mangrove di kawasan Pantai Abudenok. Penentuan titik stasiun penelitian dilakukan dengan pengamatan secara langsung dilapangan ketika survei pendahuluan (ground check). Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi vegetasi mangrove yang ditemukan berdasarkan identifikasi morfologi seperti ciri dari bentuk akar, buah dan daun di Pantai Abudenok sebanyak 5 (lima) jenis dari 3 (tiga) famili yaitu Avicenniaceae, Sonneratiaceae dan Rhizophoraceae. Dari keseluruhan stasiun penelitian, nilai persentase tutupan mangrove tertinggi terdapat pada stasiun II dengan nilai persentase 71,40%, selanjutnya diikuti oleh stasiun III dengan nilai persentase 53,51% dan nilai persentase terendah terdapat pada stasiun I dengan nilai persentase 44,72%. Nilai rata-rata persentase tutupan mangrove seluruh stasiun memperoleh nilai mencapai 56,54%. Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 201 tahun 2004 tentang Kriteria Baku dan Pedoman Penentuan Kerusakan Mangrove, hal ini dapat dikatakan status kondisi tutupan mangrove tergolong dalam kondisi sedang atau baik. Hasil analisis data kerapatan mangrove berdasarkan tingkat pohon pada berbagai vegetasi mangrove didapatkan hasil yang berbeda-beda pada setiap stasiun. Jumlah total kerapatan pohon seluruh jenis mangrove pada setiap stasiun berkisar antara 933,32-1466,66 pohon/ha. Nilai rata-rata kerapatan mangrove di Pantai Abudenok mencapai 1188,88 pohon/ha dengan kondisi kerapatan mangrove di Pantai Abudenok tergolong sedang atau baik. Kerapatan jenis tertinggi pada stasiun I adalah jenis Avicennia officinalis dan Rhizophora stylosa (433,33 pohon/ha), stasiun II tertinggi pada jenis Avicennia officinalis (533,33 pohon/ha), dan pada stasiun III nilai tertinggi pada jenis Rhizophora stylosa (500 pohon/ha).

DESKRIPSI TENTANG PEMBATALAN SERTIFIKAT HAK MILIK ATAS TANAH OLEH PENGADILAN TATA USAHA NEGARA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Pembatalkan Sertifikat Hak Milik Atas Tanah Oleh Pengadilan Tata Usaha Negara. Permasalahan pokok dalam penelitian ini,penulis lebih memfokuskan dengan permasalahan alasan hakim Pengadilan Tata Usaha Negara membatalkan sertifikat hak milik atas tanah? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan hakim Pengadilan Tata Uasaha Negara membatalkan sertifikat hak milik atas tanah. Selanjutnya, Penelitian ini berjenis penelitian normatif yang bersifat deskriptif, sedangkan Varibel bebas adalah variable yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variable terikat,variable terika merupakan variable yang mepoengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variable bebas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan hakim Pengadilan Tata Usaha Negara membatalkan sertifikat hak milik atas tanah, adalah Tindakan Badan Pertanahan Nasional menerbitkan sertifikat obyek sengketa telah bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yaitu, Pasal 19 ayat (1) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Pokok-pokok Agraria Jo Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor24 Tahun1997 Tentang Pendaftaran Tanah, dan Tindakan Badan Pertanahan Nasional menerbitkan sertifikat obyek sengketa telah bertentangan dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik yaitu, Asas kecermatan dan Asas kepastian hukum. Oleh sebab itu penulis menyarankan, diharapkan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) lebih memperhatikan prosedur yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan sehingga tidak terjadinya overlepping/ tumpang tindah obyek sengketa tersebut dan diharapkan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) lebih memperhatikan prosedur yang lebih cermat sehingga tidak terjadinya overlepping/ tumpang tindah obyek sengketa tersebut dan memberikan kepastian hukum yang jelas pada keputusan penerbitan sertifikat tanah tersebut.

DISPARITAS LAMANYA PUTUSAN PEMIDANAAN OLEH JUDEX FACTIE DAN JUDEX JURIS DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI ALOKASI DANA DESA (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR : 665.K/PID.SUS/2017)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul skripsi adalah,“DISPARITAS LAMANYA PUTUSAN PEMIDANAAN OLEH JUDEX FACTIE DAN JUDEX JURIS DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI ADD”. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah “Mengapa Judex Factie menjatuhkan putusan pemidanaan selama 1 tahun tapi Mahkamah Agung dalam tingkat kasasi menjatuhkan putusan pemidanaan selama 4 tahun”?. Jenis penelitian yang digunakan dalm penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif yang berusaha untuk mendeskripsikan atau menguraikan malah aktual terkait putusan Judex Factie menjatuhkan putusan pemidanaan selama 1 tahun tapi Mahkamah Agung dalam tingkat kasasi menjatuhkan putusan pemidanaan selama 4 tahun kepada pelaku tindak pidana korupsi. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan dimana penulis menemukan beberapa alasan sesuai dengan permasalahan yang penulis kaji yakni: “Mengapa Judex Factie menjatuhkan putusan pemidanaan selama 1 tahun tapi Mahkamah Agung dalam tingkat kasasi menjatuhkan putusan pemidanaan selama 4 tahun kepada tindak pidana korupsi” maslah ini merupakan suatu tindak pidana korupsi anggaran dana desa, yang menjadi alasan Hakim Judex Facti menjatuhkan putusan pemidaan 1 tahun tapi mahkamah agung dalam tingkat kasasi menjatuhkan putusan pemidanaan selam 4 tahun kepada tindak pidana korupsi adalah sebagai berikut: 1. Putusan judex factie yang menjatuhkan putusan bebas terhadap dakwaan primair melanggar pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-undang tipikor adalah tidak tepat. Atau dapat dikatakan bahwa putusan Judex Factie Pengadilan Tinggi keliru (Salah) Dalam Menerepkan Hukum. 2. Putusan judex juris Mahkamah Agung (kasasi) menjatuhkan putusan pemidanaan kepada terdakwa dikarenakan Majelis Hakim berpendapat bahwa Penuntu Umum telah dapat membuktikan bahwa Terdakwa tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Korupsi” sebagaimana didakwakan oleh Penuntut Umum dalam dakwaan Primair Kata Kunci :Tindak Pidana, Korupsi Add, Putusan Hakim.

Analisis Bahasa Figuratif yang Ditemukan Dalam Upacara Adat Hulaho’on yang Diaplikasikan di Desa Debululik Kabupaten Belu

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peneltian ini dilatar belakangi berdasarka keunikan mahasiswa program studi bahasa inggris dalam belajar. Penelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan gaya belajar mahasiswa program studi bahasa inggris universitas kristen arta wacana kupang. Penelitian ini adalah penelitian gaya belajar visual, auditorial, kinestetik dan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya belajar mahasiswa bahasa inggris, dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Tema penelitian ini menganalisis gaya belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya belajar siswa. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data kuisioner dan dokumentasi. Data dari penelitian ini diperoleh langsung dari siswa. Semua data tersebut dijadikan bahan untuk mendeskripsikan gaya belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar siswa program studi bahasa inggris universitas kristen arta wacana kupang didominasi ciri-ciri gaya belajar visual,auditorial, kinestetik dan faktor yang mempengaruhi gaya belajar. kesimpulan dari penelitian ini adalah gaya belajar yang paling dominan pada mahasiswa universitas kristen artha wacana kupang adalah gaya belajar auditorial da faktor yang mempengaruhi gaya belajar mahasiswa yaitu kondisi fisik yang baik, lingkungan yang baik, strategi dan metode pembelajaran guru yang sesuai dengan gaya belajar mahasiswa, jeda waktu yang dimanfaatkan mahasiswa untuk memahami dan mengolah informasi materi dengan baik sehingga gaya belajar dapat dimaksimalkan.

TINJAUAN SENAM KETANGKASAN LOMPAT KANGKANG TERHADAP KETERAMPILAN GERAK LOMPAT JAUH DI SDN MUKEN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Dalam penelitian ini adalah para siswa sangat sukar melakukan pembelajaran lompat tinggi itu di karenakan kurang pembentukan pola gerak dasar yang di terapkan di pendidikan SD sehingga tidak memiliki kelenturan tubuh dalam melakukan gerakan, sarana prasarana yang kurang mendukung sehingga siswa takut dalam melakukan gerakan gerakan lompat tinggi. Tujuan penelitian: Untuk meningkatkan tinjauan tentang senam ketangkasan atau lompat kangkang terhadap keterampilan gerak lompat jauh di SDN Muken. Metode penelitian: Dalam penelitian ini motode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mendapatkan data-data dari tempat penelitian sesuai dengan kenyataan yang dilihat dan didengar peneliti secara langsung, dengan membutuhkan waktu selama 1 (satu) bulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1) Observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi Hasil dan pembahasan: Hasil ini mengungkapkan bahwa dalam pembelajaran lompat jauh ketika dilakukan sebelum menggunakan variasi gerak senam ketangkasan atau lompat kangkang ternyata banyak siswa yang takut dan ragu-dalam melakukan gerak lompat jauh tetapi setelah menggunakan variasi gerak senam ketangkasan ternyata banyak siswa yang senang dan aktif dalam melakukan gerak lompat jauh hal itu dibuktikan dengan banyaknya siswa yang berlomba-lomba menanti gilirian untuk melakukan keterampilan gerak lompat jauh. Simpulan: Dalam proses pembelajaran penjas pada materi lompat jauh sebaiknya guru atau tenaga pendidik harus kreatif dan inovatif mengkombinasikan variasi gerak agar siswa tidak bosan, malas, ragu-ragu dan bahkan takut saat melakukan gerakan karena cedera, seperti halnya mengkombinasikan variasi gerak yang saling menyerupai yaitu variasi gerak senam ketangkasan atau lompat kangkang terhadap lompat jauh.

Profil Ikan Pelagis Kecil Dan Demersal Yang Dikeringkan Melalui Proses Perlakuan Penggaraman Dan Tanpa Penggaraman.

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YAKOB SELAN (17392456 ) Profil Ikan Pelagis Kecil Dan Demersal Yang Dikeringkan Melalui Proses Perlakuan Penggaraman Dan Tanpa Penggaraman. Dibawah Bimbingan: Dr. Ir AYUB U.I. MEKO, M.Si sebagai pembimbing I dan UMBU P.L. DAWA S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ikan pelagis kecil dan demersal kering ada yang memiliki nilai jual yang tinggi karena memiliki jangkauan pasar yang luas . Pengeringan pada dasarnya merupakan proses mengurangi kadar air dalam bahan pangan untuk dapat mencegah aktivitas bakteri dan enzyme dalam bahan pangan. proses pengeringan sering ditemui bahwa ketiga jenis ikan itu kadang langsung dikeringkan setelah dibersihkan, namun ada yang memberikan perlakuan penggaraman baru kemudian dikeringkan, karena itu perlakuan ini juga menjadi perhatian dari penulis untuk dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaanprofil dan profil ikan pelagis kecil (teri, tembang) dan demersal (paperek) kering yang diproses dengan penggaraman dan tanpa penggaraman yang meliputi pengukuran susut berat, nilai Kadar air dan pengujian organoleptik .Peneliti menggunakan metode yang bersifat eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa susut berat ikan pelagis kecil dan damersalyang dikeringkan melalui proses penggaraman dan tanpa penggaraman memiliki nilai kisaran rata-rata adalah 28,67 -76,00%, nilai kadar air ikan pelagis kecil ikan kering dan demersal yang dikeringkan melalui proses penggaraman dan tanpa penggaraman menggunakan metode oven memiliki nilai rata-rata yaitu: 13,37 - 27,09%. Sedangkan uji organoleptik baik kenampakan, aroma, rasa dan tekstur memiliki nilai berkisar antara: 6,91 - 8,12 dengan taraf agak suka sampai sangat suka.

Studi Deskriptif Penggunaan Game Online ‘Word Puzzle' terhadap Penguasaan Kosakata Siswa KelasTujuh di SMP N 6 Kupang

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul penelitian ini adalah Studi Deskriptif Penggunaan Game Online ‘Word Puzzle' terhadap Penguasaan Kosakata Siswa KelasTujuh di SMP N 6 Kupang. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan peningkatan siswa dalam menggunakan game online ‘Word Puzzle' terhadap penguasaankosakata mereka. Metode penelitian yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah metode kuantitatif yang dijelaskansecarakualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 7 SMP N 6 Kupang. Jumlah sampel minimal dalam penelitian ini adalah 20 siswa dari total populasi 307 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase nilai pre-test yang diberikan kepada siswa sebelum menggunakan game online ‘word puzzle’ adalah (66%). Sedangkan persentase nilai post-test setelah menggunakan game online ‘Word Puzzle' meningkat menjadi (100%). Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa respon siswa sangat baik. Mereka sepakat bahwa penerapan game ‘Word Puzzle' meningkat dapat meningkatkan penguasaan kosakata mereka. Analisis data persentase wawancara menunjukkan bahwa (89%) siswa lebih aktif dan antusias dalam belajar kosakata setelah permainan pencarian kata diterapkan. Penulis menyimpulkan bahwa game online ‘Word Puzzle' dapat meningkatkan kosakata siswa di SMP N 6 Kupang.

DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS, DAN AKIBAT HUKUM TINDAK PIDANA KEIMIGRASIAN MASUK KE WILAYAH INDONESIA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi dengan judul DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS, DAN AKIBAT HUKUM TINDAK PIDANA KEIMIGRASIAN MASUK KE WILAYAH INDONESIA dengan rumusan masalah yang menjadi penelitian adalah 1). Apa yang menjadi motif Warga Negara Asing melakukan tindak pidana keimigrasian masuk wilayah Indonesia tanpa melalui tempat pemeriksaan imigrasi? 2). Bagaimana modus Warga Negara Asing melakukan tindak pidana keimigrasian masuk wilayah Indonesia tanpa melalui tempat pemeriksaan imigrasi? 3). Apa akibat hukum dari melakukan tindak pidana keimigrasian berupa masuk wilayah Indonesia tanpa melalui tempat pemeriksaan imigrasi? Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai tindak pidana keimigrasian yang dilakukan oleh Warga Negara Asing yang masuk ke wilayah Indonesia tanpa melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi. Penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian deskriptif (descriptive research) sebagai penelitian yang memberikan gambaran atau penjelasan terhadap suatu keadaan atau kejadian sejelas mungkin tanpa ada perlakuan peneliti terhadap objek yang diteliti. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, penelitian normatif sebutan lainnya adalah penelitian doctrinal, sebuah penelitian yang melihat hukum sebagai apa yang dikonsepkan atau apa yang tertulis dalam peraturan-perundangan (law in books)dan menginterpretasikannya. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Variabel Bebas dan Variabel terikat, yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah motif modus dan akibat hukum orang asing melakukan tindak pidana keimigrasian berupa masuk tanpa tanpa melalui tempat pemeriksaan Imigrasi, sedangkan yang menjadi variabel terikat adalah tindak pidana keimigrasian berupa masuk tanpa tanpa melalui tempat pemeriksaan Imigrasi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah, studi kepustakaan/studi dokumentasi. Studi dokumentasi/kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan cara menelusuri dan mengumpulkan berbagai dokumen atau bahan pustaka guna mendapatkan data dan informasi untuk kepentingan penelitian Materi dalam skripsi ini juga memberikan informasi mengenai apa yang menjadi motif, modus, dan akibat hukum kepada pelaku pelanggar tindak pidana keimigrasian masuk wilayah Indonesia tanpa melalui tempat pemeriksaan imigrasi. Hasil penelitian penulis yang menjadi motif terdakwa melakukan tindak pidana Keimigrasian adalah: a) Kunjungan Keluarga; b) Pas Lintas Batas/Izin masuk yang telah habis berlaku; c) Biaya perjalanan yang murah; d) Kegiatan ekonomi; e) Ingin Menikah dengan pasangan di Indonesia; f) Menjadikan Indonesia sebagai tempat transit; g) Melakukan penangkapan ikan secara illegal. Sedangkan yang menjadi modus pelaku dalam melakukan tindak pidana keimigrasian adalah : a) Berjalan kaki melintasi hutan sampai perbatasan; b) Menyeberang menggunakan Speedboat dari Malaysia; c) Mengarahkan kapal masuk ke ZEE Indonesia; d) Membuat dan menggunakan 2 Paspor. Akibat hukum bagi warga Negara Asing yang melakukan tindak pidana keimigrasian adalah : a) Terdakwa ditahan; b) Terdakwa dibebani membayar biaya perkara; c) Terdakwa dijatuhi pidana penjara; d) Terdakwa dikenai denda, dan jika tidak dapat membayar denda tambahan pidana penjara dengan waktu tertentu; e) Barang bukti dikembalikan kepada terdakwa atau dimusnahkan; f) Terdakwa dideportasi.

PENGARUH SALURAN DISTRIBUSI DAN PROMOSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA MS GLOW KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH SALURAN DISTRIBUSI DAN PROMOSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA MS GLOW KOTA KUPANG. Pada dasarnya saluran distribusi merupakan kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudahkan penyampaian barang dan jasa dari produsen ke konsumen, sehingga penggunanya sesuai dengan yang di perlukan. Menurut Abubakar (2018: 60)Sedangkan menurut Sunyoto (2015 :198) saluran distribusi dapat di artikan sekelompok pedagang dan agen perusahaan yang mengkombinasikan antara pemindahan fisik dan nama dari satu produk untuk menciptakan kegunaan bagi pasar tertentu. Menurut sunyoto (2015:158) promosi merupakan kegiatan yang ditunjukan untuk mempengaruhi konsumen agar mereka dapat menjadi kenal akan produk yang ditawarkan oleh perusahaan kepada mereka menjadi senang lalu membeli produk tersebut. Dalam promosi terdapat komunikasi yang harus dibangun oleh pihak produsen kepada para konsumennya. Sebab dengan komunikasi yang baik dan jelas, akan memberikan pengaruh positif antara kedua belah pihak dalam rangka membangun saling percaya,tanpa ada rasa curiga satu sama yang lain. Volume penjualan menurut pendapat yang dikemukan oleh John Downes dan Jordan Elliot Goodman yang dikutip oleh Susanto Budidharmo (2000:646), yaitu volume penjualan adalah total penjualan yang didapat dari komoditas yang diperdagangkan dalam suatu masa tertentu. Dan juga menurut Winardi (2001:359), volume penjulan sebagai hasil penjualan yang dinyatakan dalam bentuk kualitatif,fiskal atau volume sedangkan menurut Swastha(2003:141) Apabila perusahaan memiliki produk yang berkualitas dengan harga yang terjangkau secara sistem distribusi yang baik namun tidak mampu memperkenalkan produk secara luas dan merata, maka produk yang dihasilkan tidak akan memiliki nilai jual. disamping itu, agar konsumen mudah memperoleh produk yang dibutukan maka distribusi merupakan suatu kegiatan yang penting sebgai penghubung antara produsen dan konsumen pengguna atau pengeluaran biaya distribusi berperan sebagai penjual cepat untuk menyalurkan batang atau produk ke tangan pelanggan. Berdasarkan penjulasan diatas maka penelitian ini akan membahas hubungan saluran distribusi dan promosi terhadap volume penjualan pada ms glow kota kupang.dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah menggunakan metode kuantitatif,sampel yang berdasarkan karyawan pada ms glow diperoleh sampel sebanyak 30 orang. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui hubungan saluran distribusi dan promosi terhadap volume penjualan ( uji f) dan uji koefisien determinasi (r2) dari hasil penelitian yang dilakukan saluran distribusi (X1) dan promosi (X2) seacara simultan berpengaruh positif terhadap volume penjualan (Y) pada Ms Glow Kota Kupang Hal yang membuktikan bahwa hasil dari pengujian ini dapat di analisi regresi linear berganda dan nilai konstanta a sebesar 8.189 sedangkan koefisien regresi b1=0.114,b2 adalah 0. 351 dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh saluran distribusi (X1) dan promosi (X2) terhadap volume penjualan (Y) adalah sebagai berikut : Y = 8,189+0,114X1+ 0,651X2+e Dengan demikian persamaan regresi linear berganda ini dapat diartikan sebagai berikut : nilai konstanta sebesar 8,189 artinya jika nilai saluran distribusi (X1) dan promosi (X2) sama dengan nol, maka volume penjualan (Y) akan meningkat sebesar 8,189 poin. koefisien regresi (b1) sebesar 0,114 artinya jika saluran distribusi (X1) mengalami kenaikan sebesar 1 poin maka volume penjualan (Y) akan meningkat sebesar 0,114 poin dengan asumsi varibel lainnya konstant.koefisisen regresi (b2) sebesar 0,651 artinya jika promosi (X2) mengalami kenaikan sebesar 1 poin, maka volume penjualan (Y) akan meningkat sebesar 0,651 poin dengan asumsi variabel ainnya konstant. Hal tersebut menunjukan bahwa variabel saluran distribusi (X1) dan variabel promosi (X2) memiliki arah pengaruh yang positif terhadap volume penjualan (Y). Uji t pada dasarnya digunakan untuk mengetahui apakah secara parsial variabel independen berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap variabel dependen (priyanto 2011:90). Toleransi yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah 5% (a=0,05), sebagai batasan.kriteria Ttabel = t (a / 2 : n-k-1) = t ( 0,025 : 30 - 2 -1) =27 Ttabel dari 27= 2,052 Kriteria pengujian hipotesis dalam uji koefisien secara parsial (terpisah) adalah sebagai berikut : Jika thitung>ttabel : maka Ha diterima dan H0 ditolak Jika thitung<ttabel : maka Ha ditolak dan H0 diterimaPengujian Hipotesis Pertama : Pengaruh saluran distribusi (X1) Terhadap volume penjualan (Y)Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai signifikan 0,020 < 0,05 dan t-hitung 2,466 > t-tabel 2,052 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak artinya ada pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel saluran distribusi (X1) terhadap volume penjualan (Y) Pengujian Hipotesis Kedua: Pengaruh promosi (X2) Terhadap volume penjualan (Y).Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 dan t-hitung 5,630> t-tabel 2,052 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak artinya ada pengaruh positif antara variabel promosi (X2) terhadap volume penjualan (Y) Di ketahui bahwa F-hitung > Ftabel yaitu 21,206 > 3,34 dan signifikan 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak atau saluran distribusi (X1) dan promosi (X2) seacara simultan berpengaruh positif terhadap volume penjualan (Y) Berdasarkan dari hasil koefisien determinasi dapat diketahui bahwa nilai R = 0,782. Untuk mengetahui besarnya variansi dari volume penjualan dapat dilihat dari nilai Adjusted R Aquare yang diperoleh sebesar 0,611. Hal ini menunjukan bahwa 61,1% variabel volume penjualan (Y) dapat dijelaskan oleh saluran distribusi (X1) dan Promosi (X2) dan sisanya 39,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini:

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN PENEMPATAN KERJA KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PERUM BULOG KANWIL NTT

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN PENEMPATAN KERJA KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PERUM BULOG KANWIL NTT Di zaman yang serbamodern ini perusahaan-perusahaan dituntut untuk selalu berkembang dan mampu bersaing mengikuti kemajuan zaman agar dapat mencapai tujuan perusahaan tersebut dengan baik. Tidak bisa dipungkiri untuk mencapai produktivitas yang tinggi dalam perusahaan juga harus dilihat bagaimana kinerja karyawan, lingkungan kerja fisik dan penempatan kerjadalamperusahaan. Berkembangnya suatu perusahaan atau organisasi pasti tidak terlepas dari SumberDayaManusianya.Sumberdayamanusiayangungguldankompetenpastimenghasilkan kemajuan yang pesat untuk perusahaannya. Salah satu upaya yang dapat menentukan proses prima khususnya dalam organisasi apalagi organisasi pemerintah tergantung pada kinerja. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh lingkungan fisik terhadap kinerja karyawan dan pengaruh penempatan kerja karyawan terhadap kinerja karyawan di Perum Bulog Kanwil NTT, karena penulis menemukan bahwa terdapat penempatan kerja masih harus disesuaikan dengan keahlian dan keterampilan karyawan sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan pada Perum Bulog NTT. Konsep dalam penelitian ini adalah lingkungan kerja fisik, penempatan kerja karyawan dan kinerja karyawan. Menurut Siagian (2014 : 57) menyatakan bahwa “lingkungan kerja fisikmadalah semua keadaan yang berbentuk fisik yang terdapat disekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi karyawan”.Menurut Tohardi dalam Priansa (2016:125), menyatakan bahwa penempatan adalah menempatkan pegawai pada pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan atau pengetahuannya atau dengan kata lain proses mengetahui karakter atau syarat-syarat yang diperlukan untuk mengerjakan suatu pekerjaan tugas.Simamora, (2006:34). kinerja pegawai merupakan prestasi kerja, yakni perbandingan antara hasil kerja yang dapat dilihat secara nyata dengan standar kerja yang telah ditetapkan organisasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah populasi 43 oarng pegawai karyawan dan sampel sebanyak 43 orang karyawan. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dilakukan penyebaran Kuesionerpada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda pada SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui Lingkungan kerja fisik dalam kategori sedang, Penempatan kerja berada dalam kategori sedang serta kinerja karyawan juga berada pada kategori sedang. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis linear berganda diketahui bahwa lingkungan kerja fisik berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,001 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,489 yang berarti semakin baik lingkungan kerja fisik semakin tinggi kinerja karyawan dan sebaliknya. Sedangkan Penempatan kerja berpengaruh positif juga terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,033 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,395 yang berarti semakin baik penempatan kerja maka semakin tinggi pula kinerja karyawan.

DESKRIPSI MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PERBANKAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Skripsi ini berjudul : “Deskripsi Motif, Modus Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Perbankan”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana motif terjadinya tindak pidana perbankan? 2. Bagaimana modusterjadinya tindak pidana perbankan?3. Bagaimana akibat hukum terjadinya tindak pidana perbankan terhadap pelaku dan korban?Tujuan penelitian adalah : 1. Untuk mengetahui Motif terjadinya tindak pidana perbankan. 2. Untuk mengetahui modus terjadinya tindak pidana perbankan 3. Untuk Mengetahui akibat hukum terjadinya tindak pidana perbankan terhadap pelaku dan korban. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Motif, Modus Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Perbankan.Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah Tindak Pidana Perbankan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan makamotif, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana perbankanadalah sebagai berikut : 1. Motif : Untuk mendapatkan keuntungan. 2. Modus : Memproses pengajuan permohonan kredit menggunakan nama orang lain, Memalsukan dokumen debitur, merekayasa keuangan bank, mencairkan dana tanpa melakukan pengecekan lapangan 3. Akibat Hukum: Terdakwa ditahan, terdakwa dikenakan pidana penjara dan di kenakan denda.Saran yang penulis berikan adalah pimpinan bank atau pegawai bank serta seluruh nasabah di perbankan harus lebih teliti dalam melakukan tanggung jawab baik itu akan hak dan kewajiban, sehingga sistem kerja di suatu bank lebih terbina dan terpola dengan baik demi menjalankan fungsi bank yang sebagaimana mestinya. Kata Kunci : Motif, Modus, Akibat HukumTindak Pidana Perbankan.

PENGARUH STATUS PEMBAYARAN DIVIDEN TUNAI TERHADAP KUALIATAS LABA PADA PERUSAHAAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR MAKANAN DA MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2016-2018

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh status pembayaran dividen tunai terhadap kualitas laba pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2018. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah 13 perusahaan manufkatur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk pengambilan sampel, peneliti menggunakan teknik purpose sampling, yang artinya perusahaan yang memenuhi kriteria-kriteria tertentu, dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 13 perusahaan dari 13 perusahaan. Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linear Sederhana dengan program SPSS. Maka hasil penelitian tersebut menunjukan secara parsial Status Pembayaran Dividen Tunai Berpengaruh Terhadap Kualitas Laba dan perusahaan yang melakukan Pembayaran Dividen Tunai Memiliki Kualitas Laba yang lebih baik dibandingkan perusahaan yang tidak melakukan Pembayaran Dividen Tunai Kata Kunci : Dividen Tunai, Kualitas Laba

PENGARUH STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN TIKET PESAWAT SECARA ONLINE DI KOTA KUPANG. (Studi kasus pada konsumen pembelian tiket online )

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARA DAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN TIKET PESAWAT SECARA ONLINE DI KOTA KUPANG. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “pengaruh strategi komunikasi pemasaran dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan tiket pesawat secara online di kota kupang “ jenis penelitian ini adalah berjenis deskriptif kuantitatif. Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam membeli tiket pesawat secara online yakni strategi komunikasi pemasaran dan kepuasan pelanggan. Tiket pesawat dapat berjalan dengan baik apabila di bantu atau didukung oleh strategi komunikasi pemasaran dan kepuasan pelanggan yang baik agar dapat mencapai kepuasan kerja yang efesien. Kepemimpinan merupakan tulang punggung organisasi karena tampa kepemimpinan yang baik akan sulit untuk mencapai tujuan organisasi. Strategi komunikasi pemasaran adalah alat untuk mencapai tujuan dalam memberikan informasi, mempengaruhi, promosi suatu kegiatan pemasaran agar tercapainya keberhasilan perusahaan. Sedangkan Menurut Kotler dan Keller (2012:476), komunikasi pemasaran adalah sarana yang digunakan perusahaan dalam upaya untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang mereka jual. Tujuan penelitian untuk penelitian ini dilakukan dengan tujuan adalah Untuk mengetahui pengaruh strategi komunikasi pemasaran terhadap loyalitas pelanggan tiket pesawat secara online, Untuk mengetahui pengaruh strategi komunikasi pemasaran terhadap loyalitas pelanggan tiket pesawat secara online. penelitian ini merupakan deskripsif kuantitatif. Populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah semua masayarakat kota kupang yang berjumlah 100 0rang. Tenik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara online pada responden, kemudian data dianalisis mengunakan teknik uji regresi linear berganda menggunakan SPSS. Strategi komunikasi pemasaran, kepuasan pelanggan dan terhadap loyalitas pelanggan tiket pesawat secara online di kota kupang dan pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis mengunakan regresi linear berganda dengan hipotesis pertama diketahui bawah variable strategi komunikasi pemasaran dan loyalitas pelanggan memiliki nilai signifikan sebesar0,000. Karena t hitung > dari t tabel dan tingkat signifika < 0,05 maka dapat disimpulkan startegi komunikasi pemasaran berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan Maka Ha diterima Ho ditolak. Dengan demikian hipotesis penelitian terbukti kebenarannya. Berdasarkan hasil uji t tabel pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai t hitung sebesar 3,034 dan nilai t tabel 1.98397 dengan tingka t signifikan sebesar 0,05 karena nilai t hitung > dari nilai t tabel dan tingkat signifikan > 0,05 yaitu 0,02. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak, kepuasan pelanggan tidak berpengaruh terhadap loyalitas pelanngan. Dengan demikian hipotesis tidak terbukti kebenarannya. Strategi komunikasi pemasaran tidak memiliki pengaruh terhadap loyalitas pelanggan tiket pesawat secara online di kota kupang serta kepuasan pelanggan tidak memiliki pengaruh terhadap loyalitas pelanggan tiket pesawat secara online di kota kupang. Kata kunci : Strategi komunikasi pemasaran, kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan.

Semiotika Budaya Tanda Visual pada Batu Megalitik di Kampung Uma Bara, Kabupaten Sumba Timur

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul penelitian ini adalah Semiotika Budaya Tanda Visual pada Batu Megalitik di Kampung Uma Bara, Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif sesuai dengan teori Ferdinand de Saussure dan berbasis pada studi semiotika khususnya yang berkaitan dengan semiotika budaya. Sumber data diambil dari batu megalitik dan seorang wunangu (praktisi budaya) dengan melakukan observasi dan wawancara. Rumusanmasalah penelitian adalah: (A) Apa saja tanda-tanda visual yang ditemukan pada batu megalitik di kampung Uma Bara, dan (B) Apa saja makna konotatif yang terdapat dalam tanda-tanda visual pada batu megalitik di kampung Uma Bara. Dan temuan berdasarkan pertanyaan penelitian yang pertamaadalah: (1) ukiran dua orang yang sedang berdoa ‘Hamayangu’, (2) ukiranayam jantan ‘manu wulu’, (3) ukirankampung tradisional‘Paraingu’, (4) ukiran kura-kura & buaya‘kara-wuya’, (5) ukiran anting ‘mamuli’, (6) ukiran kakatua ‘kaka’, (7) ukiran tugu tengkorak‘andungu’, (8) patung tarian bergandengan tangan ‘pai palonda lima’, (9) ukiran pengawal‘papanggangu’, (10) ukiran rusa‘ruha’, (11) ukirantarian tradisional‘ningguharama’, (12) patungkerbau‘karambua’, (13) ukiranbulan & matahari ‘wulangu-lodu’, (14) ukiranudang ‘kurangu’, (15) patung kuda ‘njara’, (16) patung ayam & babi‘manu-wei’, dan berdasarkanpertanyaankeduaadalah: (1) rasa syukur, (2) penghormatan, (3) harapan kepada Tuhan, (4) kebesaran jiwa manusia, (5) pusat pemujaan, (6) kebesaran, (7) ningrat, (8) kekuasaan, (9) kepemimpinan yang bijaksana, (10) penghormatan terhadap wanita, (11) kesuburan, (12) pusaka, (13) mas kawin, (14) musyawarah-mufakat, (15) persatuan, (16) kemenangan dalam perang, (17) keberanian, (18) kepahlawanan, (19) penyesalan dosa, (20) permohonanmaaf, (21) kebangsawanan, (21) mediator, (23) liar, (24) orang yang ketakutan, (25) semangat, (26) kepahlawanan, (27) penyambutan, (28) mahar, (29) persembahan untuk Tuhan, (30) kebijaksanaan seorang perantara, (31) ningrat, (32) pemuda, (33) reinkarnasi, (34) ketidakjujuran, (35) cita-cita yang ingin dicapai, (36) orang kaya, (37) kepahlawanan, (38) keperkasaan, (39) mahar, (40) kendaraan Marapu (arwah) menuju Prai Marapu (surga), (41) negeri yang jaya, dan (42) persembahan. Setiap tanda visual memiliki beberapa makna konotatif. Contohnya: ukiran hamayangu sebagai rasa syukur, ukiran manu wulu sebagai kebesaran jiwa manusia, dan ukiran paraingusebagai kebesaran. Penulis menyimpulkan bahwa makna konotatif dari tanda-tanda visual yang terdapat di desa Uma Bara memiliki hubungan yang erat dengan sosial budaya masyarakat Sumba khususnya di kampung Uma Bara.

Disparitas Putusan Pemidanaan Oleh Hakim Dalam Tindak Pidana Korupsi Penggadaan Barang Dan Jasa Pemerintah

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul penelitian ini ialah Disparitas Putusan Pemidanaan Oleh Hakim Dalam Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah, permasalahan yang diangkat dalam penelitian inin adalah: dasar pertimbagan hakim dalam menjatuhkan disparitas putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana korupsi.Tujuan penelitian ini Untuk Mengetahui dasar pertimbagan hakim dalam menjatuhkan disparitas putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana korupsi.Jenis penelitian hukum yang digunakan ialah jenis penelitian Normatif dan sifat penelitian yang digunakan penulis bersifat Deskriptif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pertimbangan hakim dalam menjatuhkan disparitas putusan pemidanaan terhadap pelaku korupsi pengadaan barang/ jasa pemerintah, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim dalam menjatuhkan disparitas pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana korupsi pengadaan barang/ jasa pemerintah.Hasil peneilitian yang dilakukan oleh penulis selanjutnya dirumuskan dan di tarik kesimpulan sebagai berikut: dasar pertimbagan hakim dalam menjatuhkan disparitas putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa pemerintah yaitu: kemerdekaan hakim dalam memutuskan perkara. Kualitas perbuatan terdakwa yang merugikan keuangan negara dan Hal – hal yang memberatkan dan meringankan: a. Hal yang memberatkan: - Perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang sedang gencar memberantas tindak pidana korupsi - Perbuatan terdakwa telah menimbulkan kerugian keuangan negara dengan jumlah yang relatif besar - Belum adanya pengembalian kerugian keuangan negara - Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pembrantasan korupsi - Perbuatan yang dilakukan terdakwa tidak sejalan dan melemahkan program pemerintah dalam pembrantasan korupsi b. Hal yang meringankam - Terdakwa bersikap sopan dipersidangan - Terdakwa belum perna dihukum - Terdakwa tidak menikmati atas timbulnya kerugian negara tersebut - Terdakwa mempunyai tanggungan keluarga Saran yang penulis berikan adalah agar pemerintah lebih memperhatikan dan melakukan pengawasan terhadap pelaku korupsi pengadaan barang dan jasa agar lebih tegas dalam menjatuhkan hukum yang seberat-beratnya agar tidak terulang lagi.