Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

4.594 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 1192025: 912024: 662023: 7132022: 9232021: 15352020: 2402019: 12018: 772017: 12016: 42015: 12014: 22013: 22010: 12009: 21989: 1

PENGARUH DIAMETER PULLEY PADA MESIN PENGGERAK TERHADAP UNJUK KERJA MESIN PENGUPAS KACANG HIJAU

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH DIAMETER PULLEY PADA MESIN PENGGERAK TERHADAP UNJUK KERJA MESIN PENGUPAS KACANG HIJAU ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mekanisasi Pertanian dengan judul pengaruh diameter pulley pada mesin penggerak terhadap unjuk kerja mesin pengupas kacang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diameter pulley dan untuk mengetahui ukuran diameter pulley pada mesin penggerak yang tepat. Penelitian ini menggunakan rancangan dasar RAL (Rancangan Acak Lengkap) 3 perlakuan 6 kali ulangan dan 18 unit percobaan. Perlakuan yang dicoba yaitu: A (Pulley diameter 80 mm), B (Pulley diameter 70 mm), dan C (Pulley diameter 40 mm). Parameter yang diamati adalah kapasitas kerja mesin pengupas kacang hijau dan presentasi hasil terkupas. Berdasarkan hasil penelitian pengaruh diameter pulley pada mesin pengupas kacang hijau terhadap kapasitas kerja mesin dapat disimpulkan bahwa diameter pulley yang berbeda pada mesin penggerak berpengaruh pada kapasitas kerja mesin pengupas kacang hijau, diameter pulley mesin penggerak yang tepat untuk unjuk kerja mesin pengupas kacang hijau adalah diameter 80 mm. Kata kunci: Pulley, Kacang Hijau.

PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYANGRAIAN TERHADAP RENDEMEN BIJI KOPI ARABIKA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

“PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYANGRAIAN TERHADAP RENDEMEN BIJI KOPI ARABIKA” Gaja Gregorius* Bunga Haba. F.J.** Dethan J.J.S*** MAHASISWA PROGRAM STUDY MEKANISASI PERTANIAN, FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN, UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG ABSTRAK Mutu kopi bisa ditingkatkan dengan salah satu proses penanganan pasca panen yang sangat penting yaitu proses penyangraian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama penyangraian terhadap rendemen biji kopi arabika. Penelitian ini menggunakan biji kopi arabika yang berasal dari Kabupaten Manggarai yang sudah siap untuk disangrai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan perlakuan dengan menggunakan lama penyangraian 2200C, 2350C dan 2500C dengan waktu penyangraian 14 menit, 17 menit dan 20 menit. Analisa data dilakukan dengan Analysis of Variance (ANOVA) Parameter analisis meliputi rendemen, kadar air,warna, aroma, dan rasa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mutu kopi arabika dipengaruh oleh lama penyangraian. Rendemen tertinggi diperoleh pada perlakuan 2200C dengan waktu penyangraian 14 menit yaitu 90% sedangkan yang terendah pada Perlakuan 2500C dengan waktu penyangraian 20 menit yaitu 65%. Kadar air pada kopi arabika memenuhi standar SNI yaitu maksimal 7% ,Berdasarkan uji penelitian ini menunjukkan bahwa kopi arabika yang paling disukai panelis adalah kopi yang mendapat perlakuan penyangraian 2350C dengan waktu penyangraian 20 menit. Kata Kunci : Kopi, Mesin Penyangrai *Peneliti **Pembimbing "EFFECT OF TEMPERATURE AND ROASTING ON THE YIELD OF ARABICA COFFEE BEANS" Gaja Gregorius* Bunga Haba. F.J.** Dethan J.J.S*** STUDENTS OF AGRICULTURAL MECHANIZATION STUDY PROGRAM, FACULTY OF AGRICULTURAL TECHNOLOGY, ARTHA WACANA CHRISTIAN UNIVERSITY KUPANG ABSTRACT Coffee quality can be improved by one of the most important post-harvest handling processes, namely the roasting process. The purpose of this study was to determine the effect of roasting time on the yield of Arabica coffee beans. This study uses Arabica coffee beans originating from Manggarai Regency which are ready to be roasted. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) with treatment using a roasting time of 2200C, 2350C and 2500C with a roasting time of 14 minutes, 17 minutes and 20 minutes. Data analysis was performed by Analysis of Variance (ANOVA). Parameters of analysis included yield, moisture content, color, aroma, and taste. The results of this study indicate that the quality of Arabica coffee is influenced by the roasting time. The highest yield was obtained at treatment 2200C with a roasting time of 14 minutes, which was 90%, while the lowest was at Treatment 2500C with a roasting time of 20 minutes, which was 65%. The water content in Arabica coffee meets the SNI standard, which is a maximum of 7%. Based on this research test, it shows that the Arabica coffee that the panelists prefer is coffee that gets roasted treatment at 2500C with a roasting time of 20 minutes. Keywords: Coffee, Roasting Machine *Researcher **Supervisor

pengujian campruran serbu dan serat gergaji pohon gewang (corypha utan lamarck) terhadap kualitas brket

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGAJIAN CAMPURAN SERBUK DAN SERAT GERGAJI POHON GEWANG (GORIPHA UTAN LAMERCK) TERHADAP KUALITAS BRIKET ABSTRAK Inrawan Benu*) Ir. Jimmy.J.S. Dethan **) Ir.Fredik haba Bunga**) Suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengujian campuran serbuk dan serat barang gewang (gorypha utan lamarck) terhadap kualitas briket teteap terhadap pertumbuhan tanaman gewang. Penelitian ini di laksanakan di kelurahan babau kecamatan kupang tengah dan kabupaten kupang dan merupakan peenlitian lapangan dimana percobaan menggunakan alat lengkap sebagai pencetak biobriket dasar dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulanagan. Perlakuan yang dicobakan adalah perlakuan pengamatan yang di lakukan selama 1 minggu, hasil pengamatan untuk mengetahui perlakuan pencetakan biobriket bahwa perlakuan terbaik untuk hasil yang terdapat perlakuan D campuran serbuk adalah perlakuan terbaik yang menghasilkan nikai kolor tertinggi, pengembanagan diameter terendah dan kadar air terendah. Disarankan perlu di lakukan penelitian lanjut untuk meneliti komponen penyusun bahan agar dapat menghaasilkan briket lebih baik. Kata kunci: pengujian campuran serbuk dan serat batang gewang Keterangan *) Alumni fakultas teknologi pertanian Universitas Artha Wacana Kupang *) Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Artha Wacana Kupang

PENGARUH STRUKTUR MODAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2018-2019. (STUDI KASUS PADA SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN).

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH STRUKTUR MODAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODEM2018-2019 (Studi Kasus Pada Sub Sektor Makanan Dan Minuman) NAMA : VINSENSIA BERE NIM : 17191396 PROGRAM STUDI : AKUNTANSI FAKULTAS : EKONOMI ABSTRAKSI Masalah yang diambil dalam penelitan ini adalah pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan.Adapun persoalan yang diangkat adalah Apakah terdapat pebgaruh rasio hutang untuk aset terhadap nilai perusahaan? Dan Apakah terdapat pengaruh rasio hutang untuk modal terhadap nilai perusahaan?.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah rasio hutang untuk aset berpengaruh terhadap nilai perusahaan dan tujuan ke dua adalah untuk mengetahui pakah terdapat rasio hutang untuk modal berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Adapun konsep dari penelitian ini adalah Nilai Perusahaan, Rasio Hutang untuk aset dan rasio hutang untuk modal.Nilai perusahaan merupakan pandangan dari para investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang sering berkaitan dengan harga saham untuk dapat memaksimalkan tujuan perusahaan. Rasio Hutang untuk aset adalah rasio hutang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total hutang dengan total aset. Semakin tinggi rasio menunjukkan bahwa semakin besar jumlah modal pinjaman yang digunakan untuk investasi pada aset dalam menghasilkan keuntungn bagi perusahaan dan dapat meningkatkan nilai perusahaan.rasio hutang untuk modal merupakan rasio yang mengukur seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh hutang dan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya dengan ekuitas yang dimiliki. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam periode 2018-2019. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah 33 perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan data sekunder.Data sekunder adalah sumber data yang di peroleh melalui media perantara atau secara tidak langsung. Data ini berupa laporan keuangan yang sudah di publikasikan oleh perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang memenuhi kriteria sampel penelitian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2019 yang dapat diakses melalui Situs www. idx.co.id Berdasarkan Hasil Uji Determinasi model summary diperoleh nilai (R2) sebesar 0,023 atau 2,3%. Hal ini menunjukkan bahwa rasio hutang untuk modal dipengaruhi oleh rasio hutang untuk aset sebesar 2,3%. Sedangkan pengaruh sisanya sebesar 97,7% merupakan variabel lainnya yang tidak di teliti dalam penelitian ini.Hasil uji regresi secara parsial Rasio Hutang untuk aset (DAR) H1 Menunjukkan nilai Koefisien (β) adalah 0,013 yang berarti terdapat hubungan positif rasio hutang untuk aset (DAR) dengan nilai perusahaa. Nilai statistik t menunjukkan 0,198 dengan tingkat signifikansi 0,044 kurang dari 0.05 maka hipotesis pertama dalam penelitian ini diiterima.Sehingga dapat disimpulkan bahwa rasio hutang untuk aset (DAR) berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Selanjutnya Hasil uji regresi secara parsial Rasio Hutang untuk modal (DER) Menunjukkan nilai Koefisien (β1) sebesar 0,020 yang berarti terdapat hubungan positif rasio hutang untuk modal (DER) dengan nilai perusahaan. Nilai statistik t menunjukkan 1,031 dengan tingkat signifikansi 0,037 kurang dari 0.05 maka hipotesis kedua dalam penelitian ini diiterima.Sehingga dapat disimpulkan bahwa rasio hutang untuk modal (DER) berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MEKANISME TATA KELOLA TERHADAP KEMUNGKINAN KEBANGKRUTAN SERTA MANAJEMEN LABA ( STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MEKANISME TATA KELOLA TERHADAP KEMUNGKINAN KEBANGKRUTAN SERTA MANAJEMEN LABA (Studi Kasus Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia ) NAMA : ADRIANA ROSMIATI BRIS NIM : 17191411 PROGDI : AKUNTANSI KEUANGAN FAKULTAS ; EKONOMI ABSTRAKSI Tata kelola perusahaan adalah rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan dan institusi yang mempengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu perusahaan atau korporasi. Tata kelola perusahaan juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan yang terlibat serta tujuan pengelolaan perusahaan. Secara prinsip, tata kelola perusahaan dalam arti sempit meliputi dua aspek, yaitu aspek struktur tata kelola perusahaan atau struktur dewan dimana titik fokusnya adalah bentuk dan aspek proses tata kelola perusahaan atau mekanisme tata kelola perusahaan dimana titik fokusnya adalah cara bekerja. Mekanisme tata kelola perusahaan dapat diproksikan dengan komposisi dewan komisaris, dewan direksi, dan komite audit (Kusumawardhani, 2012).x Kemungkinan kebangkrutan merupakan tahap penurunan kondisi keuangan yang terjadi sebelum terjadinya kebangkrutan ataupun likuidasi. Apabila hal ini tidak segera diselesaikan akan berdampak besar pada perusahaanperusahaan seperti hilangnya kepercayaan dari shareholder, dan bahkan perusahaan akan mengalami kebangkrutan. Kemungkina kebangkrutan terjadi karena perusahaan tidak mampu mengelola dan menjaga kestabilan kinerja keuangan sehingga menyebabkan perusahaan mengalami kerugian operasional dan kerugian bersih untuk tahun yang berjalan. Lebih lanjut, dari kerugian yang terjadi akan mengakibatkan defisiensi modal dikarenakan penurunan nilai saldo laba yang terpakai untuk melakukan pembayaran dividen, sehingga total ekuitas secara keseluruhanpun akan mengalami defisiensi. Apabila perusahaan tidak mampu keluar dari kondisi tersebut, maka perusahaan tersebut akan mengalami kepailitan. Manajemen laba merupakan tindakan manajer untuk mempermainkan angkaangka dan mengatur metode pencataan sesuai dengan kepentingan pribadi. Kebebasan untuk memilih metode pencatatan menjadikan manajer cenderung melakukan tindakan manajemen laba selama masih sesuai dengan prinsip yang berlaku umum. Manajemen laba sering menjadi kontroversi antara berbagai pihak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh tata kelola perusahaan pada perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan. Indikator yang digunakan untuk mengukur tata kelola perusahaan dalam penelitian ini adalah dewan komisaris,komite audit,ukuran perusahaan dan leverage. Sedangkan kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba sebagai variabel dependen dapat diukur dengan Altman ZScore dan Akrual modal kerja. Penelitian ini mengambil xi sampel pada perusahaan otomotif dan industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2017-2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan mengisi kriteria sampel. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 perusahaan, sehingga telah diperoleh 5 sampel yang diteliti. Penelitian ini diuji dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel corporate governance berpengaruh dan tidak berpengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Dewan komisaris memiliki pengaruh positif yang terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Komite audit tidak memiliki pengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Ukuran perusahaan dan leverage memiliki pengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba.FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MEKANISME TATA KELOLA TERHADAP KEMUNGKINAN KEBANGKRUTAN SERTA MANAJEMEN LABA (Studi Kasus Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia ) NAMA : ADRIANA ROSMIATI BRIS NIM : 17191411 PROGDI : AKUNTANSI KEUANGAN FAKULTAS ; EKONOMI ABSTRAKSI Tata kelola perusahaan adalah rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan dan institusi yang mempengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu perusahaan atau korporasi. Tata kelola perusahaan juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan yang terlibat serta tujuan pengelolaan perusahaan. Secara prinsip, tata kelola perusahaan dalam arti sempit meliputi dua aspek, yaitu aspek struktur tata kelola perusahaan atau struktur dewan dimana titik fokusnya adalah bentuk dan aspek proses tata kelola perusahaan atau mekanisme tata kelola perusahaan dimana titik fokusnya adalah cara bekerja. Mekanisme tata kelola perusahaan dapat diproksikan dengan komposisi dewan komisaris, dewan direksi, dan komite audit (Kusumawardhani, 2012).x Kemungkinan kebangkrutan merupakan tahap penurunan kondisi keuangan yang terjadi sebelum terjadinya kebangkrutan ataupun likuidasi. Apabila hal ini tidak segera diselesaikan akan berdampak besar pada perusahaanperusahaan seperti hilangnya kepercayaan dari shareholder, dan bahkan perusahaan akan mengalami kebangkrutan. Kemungkina kebangkrutan terjadi karena perusahaan tidak mampu mengelola dan menjaga kestabilan kinerja keuangan sehingga menyebabkan perusahaan mengalami kerugian operasional dan kerugian bersih untuk tahun yang berjalan. Lebih lanjut, dari kerugian yang terjadi akan mengakibatkan defisiensi modal dikarenakan penurunan nilai saldo laba yang terpakai untuk melakukan pembayaran dividen, sehingga total ekuitas secara keseluruhanpun akan mengalami defisiensi. Apabila perusahaan tidak mampu keluar dari kondisi tersebut, maka perusahaan tersebut akan mengalami kepailitan. Manajemen laba merupakan tindakan manajer untuk mempermainkan angkaangka dan mengatur metode pencataan sesuai dengan kepentingan pribadi. Kebebasan untuk memilih metode pencatatan menjadikan manajer cenderung melakukan tindakan manajemen laba selama masih sesuai dengan prinsip yang berlaku umum. Manajemen laba sering menjadi kontroversi antara berbagai pihak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh tata kelola perusahaan pada perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan. Indikator yang digunakan untuk mengukur tata kelola perusahaan dalam penelitian ini adalah dewan komisaris,komite audit,ukuran perusahaan dan leverage. Sedangkan kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba sebagai variabel dependen dapat diukur dengan Altman ZScore dan Akrual modal kerja. Penelitian ini mengambil xi sampel pada perusahaan otomotif dan industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2017-2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan mengisi kriteria sampel. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 perusahaan, sehingga telah diperoleh 5 sampel yang diteliti. Penelitian ini diuji dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel corporate governance berpengaruh dan tidak berpengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Dewan komisaris memiliki pengaruh positif yang terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Komite audit tidak memiliki pengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Ukuran perusahaan dan leverage memiliki pengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba.

“PELAYANAN BAGI KAUM DIFABEL DI JEMAAT” Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Realita Pelayanan Gereja Bagi Anak-anak yang Lumpuh Sejak Lahir dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Lahairoi Kuanheun

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Warga Jemaat GMIT Lahairoi Kuanheun adalah salah satu jemaat yang berada di wilayah Klasisi Kupang Barat yang berlokasi di Desa Kuanheun, Kecamatan Kupang Barat. Jemaat di tempat ini melakukan banyak pelayanan dalam satu (1) tahun baik itu pelayanan Firman dan pelayanan diakonia untuk janda, duda, lansia, anak yatim-piatu. pelayanan diakonia untuk anak-anak disabilitas yang diambil oleh penulis untuk dikaji dalam penulisan karya ini. Topik permasalahan yang menjadi perhatian penulis adalah tentang anak-anak yang lumpuh sejak lahir dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Lahairoi Kuanheun. Apa yang penulis berusaha untuk mengalih realita anak-anak disabilitas di jemaat dan pandangan jemaat tentang anak-anak tersebut. Dalam penelitian bagi skripsi ini penulis memakai metode kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah. Dimana peneliti adalah instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan). Analisis data bersifat induktif/kualitatif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna. Karena menggunakan metode kualitatif maka penulis memilih 21 orang sebagai sampel ini ditambah dengan 3 keluarga/orangtua dari anak-anak disabilitas yaitu keluarga ZS memiliki 3 orang anak, keluarga MT memiliki 3 orang anak dan AL memiliki 4 orang anak. Hasil penelitian penulis menemukan bahwa pelayanan yang dilakukan oleh gereja kepada anak-anak disabilitas yaitu pelayanan diakonia yang dilakukan satu tahun pelayanan adalah dua bulan sekali, pelayanan itu dilakukan bersamaan dengan pelayanan untuk janda, duda, lansia, anak yatim-piatu. Sehingga melihat hal ini bahwa pelayanan yang dilakukan oleh gereja kepada anak-anak disabilitas hanyalah sebatas pelayanan diakonia saja, tentu pelayanan yang diberikan itu tidaklah cukup tetapi harus adanya pelayanan yang membangun realita/relasi dalam jemaat dan gereja.

ANALISIS EFISIENSI PENYALURAN AIR PADA MUSIM TANAM PERTAMA (MT 1) DI DAERAH IRIGASI NUNBAUN DESA FATUMETAN KECAMATAN AMFOANG SELATAN KABUPATEN KUPANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS EFISIENSI PENYALURAN AIR PADA MUSIM TANAM PERTAMA (MT 1) DI DAERAH IRIGASI NUNBAUN DESA FATUMETAN KECAMATAN AMFOANG SELATAN KABUPATEN KUPANG ABSTRAK Efisiensi irigasi adalah angka perbandingan dari air irigasi nyata yang terpakai untuk kebutuhan pertumbuhan tanaman dengan jumlah air yang keluar dari pintu pengambilan. Efesiensi irigasi di dasarkan asumsi sebagian dari jumlah air yang di ambil akan hilang baik di saluran maupun petak sawah. Besarnya kehilangan air tersebut di pengaruhui oleh panjang saluran, luas permukaan saluran, keliling basah saluran dan kedudukan air tanah. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi dalam memperkirakan kebutuhan air pengairan, diantaranya jenis dan sifat tanah, macam dan jenis tanaman, keadaan iklim, keadaan topografi, luas areal pertanaman, kehilangan air selama penyaluran. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Analisis Efisiensi pada Musim Tanam Pertama di Daerah Irigasi Nunbaun Desa Fatumetan Kecamatan Amfoang Selatan. Penelitian dilakukan pada saluran primer, sekunder, dan saluran tersier. Anslisiss Efisiensi dengan menggunakan metode Debit Masuk – Debit Keluar. Data – data yang dipakai dalam analisis ini adalah data primer berupa data kecepatan aliran dengan Bolla pelampung untuk saluran primer dan sekunder serta tersier. Kehilangan air yang terjadi akibat evaporasi sangat kecil, sehingga air yang hilang lebih disebabkan oleh faktor fisik saluran dengan kehilangan yang banyak terjadi pada saluran sekunder , dan saluran tersier .Kesimpulan Efisiensi rata – rata secara keseluruhan pada jaringan irigasi Nunbaun adalah 51,62% dengan efisiensi saluran primer sebesar 86.86%, saluran sekunder sebesar 78,57%, dan saluran tersier sebesar 75,63%.Saran untuk meningkatkan Efisiensi irigasi Nunbaun di Desa Fatumetan yang efektif dan efisien sebaiknya memperbaiki saluran – saluran yang mengalami kerusakan. Kata kunci : Efisiensi,penyaluran air irigasi Primer, Sekunder, Tersier.

Pengaruh Jumlah Pemberian Air Pada Budidaya Tanaman Sawi Batang Hijau ( Brassica Juncea L) Dengan Metode Irigasi Tetes

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

THE EFFECT OF THE AMOUNT OF WATER ADMINISTRATION ON THE CULTIVATION OF GREEN STEM PLANTS ( Brassica Juncea L) WITH DRIP IRRIGATION METHOD SaieleMarice*)MakaborangMarthen**) LanoL.Marten**) ABSTRACT A study on the effect of the amount of drip irrigation water on the cultivation of mustard green stems has ben carried out from early April to mid-May 2020, at the Technical Laboratory of the UKAW Agricultural Technology Faculty. This study is an experimental study arranged in a completely randomized design (CRD), with five treatments and five replications, so there are twenty-five experimental units. The drip irrigation treatments that were tried were : Treatment A: 100 ml/day, B: 200ml/day, C: 300ml/day, D: 400ml/day and the treatment E: 500ml/day. The results were analyzed of variance (Anova) to determine the effect and continued with Duncan’s multilple-distance test to find out the best treatment being tried. From the results of the study, it was found that the amount of water given to drip irrigation for the cultivation of mustard greens had a significant effect on plant height growth, production and soil water content in soil planting media in polybags. The best treatment in this study was given by the treatment of 500ml/day of water (treatment E), which could provide the highest plant heigh growth of 28.92 cm, the highest wet weight production of 211 grams, and the final moisture content of soil planting media in polybags of 40,96%. Keywords : Mustard Green Stem, Drip Irrigation.

Kasihilah musuhmu!

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Injil Lukas ditulis oleh Lukas sang tabib, teman seperjalanan Paulus. Injil ini diperkirakan ditulis pada tahun 60an M-80 M, di wilayah Hellenis. Tujuan dari Injil Lukas ditulis yaitu ingin menjawab pergumulan yang ada dalam jemaat yang mengalami penganiayaan, penindasan, penderitaan dan selalu dipandang hina. Surat ini ditulis kepada Teofilus, tetapi nama itu hanya simbol bagi jemaat pembaca Injil ini secara luas. Jemaat dimaksud berada dalam kondisi yang menegangkan di berbagai bidang kehidupan. Di bidang politik, kaisar-kaisar Romawi, misalnya Nero, memerintah dan berkuasa dengan cara yang menindas dan menyengsarakan rakyat. Orang Kristen kerap menjadi kambing hitam dan mengalami berbagai penderitaan. Di bidang ekonomi, masyarakat terbagi dalam kelas-kelas, yakni kelas atas, menengah dan bawah. Keadaan ini membuat mereka yang pada kelas atas menindas kelas bawah. Demikianpun pada konteks keagamaan terdapat agama Yunani-Romawi, dewa-dewa Yunani, agama misteri, penyembahan kepada kaisar, dan agama Yahudi yang tidak sejalan dengan ajaran Kristen. Dalam perkembangan agama Kristen mengalami berbagai penganiayaan baik dari para bangsawan Romawi maupun dari komunitas agama Yahudi sendiri yang menganggap mereka menyebarkan ajaran yang memfitnah ajaran Yahudi. Sehingga pada saat itu orang-orang Kristen dimusuhi oleh bangsawan Romawi maupun komunitas agama Yahudi. Dalam konteks ini, Lukas 6:27-36 mencatat tentang “mengasihi musuh” yang merupakan landasan bagi orang Kristen dalam bagimana seharusnya mereka merespon setiap ketidak-adilan, penindasan dan penganiayaan. Yesus, dalam pengajaran-Nya, ingin agar para murid dan orang yang mendengarkanNya dapat mengasihi musuh mereka dengan kasih agape. Kata agape ini menunjuk pada kebajikan yang tak kenal akhir, kebaikan hati yang tak kenal batas dan kehendak baik yang tak kenal menyerah. Pengajaran ini merupakan pengajaran yang secara radikal menghapuskan segala batas sehingga musuh pun tercakup sebagai orang yang harus dikasihi. Selanjutnya, pengajaran ini bukan hanya sebatas mengasihi di dalam hati saja tetapi diwujudnyatakan dalam tindakan konkret, yaitu berbuat baik dan memberi. Penindasan dan ketidakadilan juga dialami oleh Jemaat GMIT Sebiji Sesawi Tuadale. Sebanyak 13 keluarga digusur pada tanggal 28 Mei 2018, tujuh (7) rumah diantaranya adalah milik anggota Jemaat GMIT Sebiji Sesawi Tuadale. Penggusuran 13 keluarga ini berdasarkan tuduhan penarikan hiba dan dalam keputusan pengadilan 13 keluarga kalah dalam kasus sengketa tanah di desa Lifuleo-Tuadale. Tetapi setelah keputusan pengadilan keluar 13 keluarga tersebut mengajukan naik banding dan dari keputusan Mahkamah Agung mereka dinyatakan menang pada tahun 2020 bulan juli. Akibat pengusuran ini korban penggusuran trauma, marah sakit hati, bahkan membenci penggugat. Malam setelah terjadi penggusuran, rumah milik penggugat dibakar oleh orang yang tidak dikenal. Tindakan ini jelas tidak sejalan dengan pengajaran Yesus tentang kasih sebagaimana dicatat Lukas 6:27-26. Kasih agape patut diwujudkan dalam tindakan nyata orang-orang Kristen kepada siapa pun tanpa kecuali. Mengasihi orang yang tidak mengasihi atau membenci bukanlah sesuatu yang mudah. Tetapi inilah yang dikehendaki Yesus dan hanya orang Kristen yang dipenuhi oleh Roh Kudus yang dapat menunjukan kasih agape yang sejati itu.

EVALUASI KINERJA P3A IRIGASI NUNBAUN DI DESA FATUMETAN KEC.AMFOANG SELATAN KAB.KUPANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK “ EVALUASI KINERJA P3A DAERAH IRIGASI NUNBAUN DI DESA FATUMETAN KECAMATAN AMFOANG SELATAN , KABUPATEN KUPANG ’’ Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Sapay N. Aldi*) Lano. M L.**) Nainiti N. P. P. E **) Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui kinerja P3A Nunbaun di Desa Fatumetan Daerah Irigasi Nunbaun, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode dekriptif untuk memberikan gambaran tentang pengelolaan dan kondisi fisik jaringan irigasi pada Daerah Irigasi Nunbaun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja P3A sudah berjalan dengan baik. Sedangkan kegiatan operasi dan pemeliharaan saluran irigasi pada daerah irigasi Nunbaun yang telah dilakukan oleh P3A belum berjalan dengan baik yang dipengaruhi karena kurangnya kerjasama antara petani, Sehingga masih ditemukan sampah pada pintu saluran utama dan masih ditemukan juga rumput yang tumbuh pada saluran. Kerusakan fisik berupa kebocoran, salauran yang retak dan pecah pada bagian dinding saluran Pemeliharaan secara rutin jarang dilaksanakan baik oleh petani maupun petugas P3A. Kata kunci: kinerja, operasi dan pemeliharaan Saluran Irigasi Nunbaun *) = peneliti **) = Pembimbing 1 ***) = Pembimbing 2

ANALISIS LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KOTA KUPANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: Laporan Akuntabilitas kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Kupang tahun 2020 dengan berpedoman pada Peraturan Mentri Pendaya gunaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi nomor 53 tahun 2014 dalam penyajiannya masih belum sempurnah terutama di bagian Realisasi anggaran.

PENGARUH KEWAJIBAN KEPEMILIKAN NPWP, PEMERIKSAAN PAJAK DAN PENAGIHAN PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK (Pada kantor Pelayanan Pajak Pratama Kupang)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penerimaan Pajak adalah sumber pembiayaan Negara yang dominan baik untuk belanja rutin maupun untuk pembangunan. Penerimaan Pajak adalah sumber penerimaan yang dapat diperoleh secara terus-menerus dan dapat dikembangkan secara optimal sesuai kebutuhan pemerintah serta kondisi masyarakat. Populasi dalam penelitian ini adalah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama di wilayah Kota Kupang. Dalam penelitian ini yang menjadi sampel penelitian adalah pelayanan pajak, pemeriksa pajak dan penagih pajak sebagai sampel penelitian. Pada analisis pendahuluan digunakan metode deskriptif. Pada bagian ini memberikan gambaran gambaran umum mengenai kisaran teoritis, kisaran aktual, rata-rata (mean) dan standar deviasi dari masing-masing variabel yaitu kewajiban kepemilikan NPWP, pemeriksaan pajak, penagihan pajak dan penerimaan pajak. Berdasarkan hasil penelitian mengenai “pengaruh kewajiban kepemilikan NPWP, pemeriksaan pajak dan penagihan pajak terhadap penerimaan pajak”(pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama di Wilayah Kota Kupang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewajiban kepemilikan NPWP, pemeriksaan pajak dan penagihan pajak terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap penerimaan pajak.Variabel yang mempunyai pengaruh paling signifikan terhadap penerimaan pajak adalah pemeriksaan pajak dengan nilai beta yang paling besar diantara variabel independen lainnya sebesar (0,372).Penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Sukirman (2011).

DISPARITAS PUTUSAN PEMIDANAAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA MENEMPATKAN KETERANGAN PALSU KEDALAM AKTA OTENTIK

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi ini adalah “Disparitas Putusan Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana menyuruh menempatkan keterangan palsu kedalam akta otentik”. Dengan Rumusan masalah : Apa dasar pertimbangan hakim sehingga terjadi disparitas pemidanaan terhadap pelaku yang menempatkan keterangan palsu kedalam akta otentik ? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim sehingga terjadi disparitas pemidanaan terhadap pelaku yang menempatkan keterangan palsu kedalam akta otentik. Jenis penelitian adalah penelitian normative dengan menggunakan data sekunder yang terdiri dari tiga bahan hukum yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tindak pidana menyuruh menempatkan keterangan palsu kedalam akta otentik sedangkan variabel terikat yaitu diparitas putusan pemidanaan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka yang menjadi pertimbangan hakim sehingga terjadi disparitas pemidanaan terhadap pelaku yang menempatkan keterangan palsu kedalam akta otentik antara lain : 1. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum berbeda 2. Independensi Hakim 3. Kualitas perbuatan Terdakwa 4. Hal-hal yang memberatkan dan meringankan Untuk iitu Diharapkan bagi hakim dalam menjatuhkan putuan lebih memperhatikan fakta dan perbuatan terdakwa sehingga mencerminkan keadilan di masyarakat. Diharapkan bagi hakim dalam menjatuhkan putusan harus benar-benar objektif sesuai dengan perbuatan terdakwa sehingga tidak terjadi diparitas

KAJIAN YURIDIS DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU PENGGUNAAN IJAZAH PALSU DALAM PENCALONAN ANGGOTA LEGISLATIF

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi ini adalah Kajian Yuridis Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Penggunaan Ijazah Palsu Dalam Pencalonan Anggota Legislatif dengan rumusan masalah bagaimanakah dasar pertimbangan hakim sehingga terjadi disparitas pemidanaan terhadap penggunaan ijazah palsu dalam pencalonan anggota legislatif?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim sehingga terjadi disparitas pemidanaan terhadap penggunaan ijazah palsu dalam pencalonan anggota legislatif. Varibel yang dingunakan Variabel bebas : Penggunaan Ijazah Palsu Dalam Pencalonan Anggota Legislatif Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Tindak Pidana Penggunaan Ijazah Palsu Dalam Pencalonan Anggota Legislatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini normatif. Jenis data yang digunakan melalui Sumber data primer adalah bahan-bahan hukum yang mengikat yaitu putusan pengadilan Nomor 1152/pid/B/2015/PN PLG, Nomor 128/Pid.Sus/2019/PN.Tjs, Nomor 192/Pid.Pemilu/2019/PT.Smr, Nomor 162/Pid.Sus/2019/PN Mam, Nomor 48/Pid.B/2015/PN, Nomor 167 / PDT 2015 /PT-BNA, Nomor 305/Pid.B/2017/PN Mrh, Nomor 441 K/Pid/2018. Sumber data sekunder adalah bahan yang memberikan penjelasan mengenai sumber data primer seperti rancangan undang-undang, hasil-hasil penelitian atau pendapat para pakar hukum, jurnal dan buku-buku referensi lainnya. Sumber data tersier adalah bahan hukum yang memberi petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, seperti kamus (hukum), ensiklopedia. kemudian di analisis dan di tarik kesimpulanya. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi disparitas pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana penggunaan ijazah palsu dalam pencalonan anggota legislatif yaitu : kualitas perbuatan yang dilakukan para terdakwa, tuntutan Jaksa yang berbeda, Hakim yang mengadili berbeda, kemandirian Hakim dalam menjatuhkan putusan dan hal yang memberatkan dan meringankan selama persidangan

PERLINDUNGAN HUKUM OLEH HAKIM TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anak adalah generasi penerus bangsa yang harus dilindungi dan diberikan pendidikan baik oleh keluarga maupun negara dimana dia tinggal. Namun dalam perkembangannya anak-anak dapat saja melanggar hukum. Hal tersebut dapat memicu anak dapat dipidana atau dalam bahasa awamnya diberikan hukuman atas tindakan yang dia lakukan. Peradilan pidana anak hendaknya memberi pengayoman, bimbingan, pendidikan melalui putusan yang dijatuhkan. Judul skripsi adalah Perlindungan Hukum Oleh Hakim Terhadap Anak Yang Melakukan Tindak Pidana. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah Bagaimana Bentuk Perlindungan Hukum Oleh Hakim Terhadap Anak Yang Melakukan Tindak Pidana ?. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum oleh hakim terhadap anak yang melakukan tindak pidana. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Putusan Pengadilan terhadap Anak yang melakukan tindak pidana. sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah bentuk-bentuk Perlindungan Hukum Oleh Hakim Terhadap Anak yang melakukan tindak pidana. Hasil menunjukan bahwa bentuk-bentuk perlindungan hukum oleh hakim terhadap anak yang melakukan tindak pidana, antara lain : 1. Anak diberikan Pelatihan Kerja 2. Tindakan berupa pengembalian kepada orangtua 3. Hakim yang memeriksa dan mengadili adalah Hakim Tunggal Saran yang diberikan adalah Kepada orang tua dan keluarga, dalam menangani kasus anak yang melakukan tindak pidana diperlukan peran keluarga terutama orang tua dalam pembentukan karakter anak agar tidak terjerumus dalam hal-hal yang buruk. Orang tua harus seringsering berkomunikasi dengan anak agar mereka lebih dekat lagi dan anak tidak sungkan untuk mengutarakan apa yang dia rasakan. Kepada aparat penegak hukum, baik itu Polisi atau Hakim harus lebih sering mengadakan penyuluhan hukum kepada masyarakat agar mereka lebih paham lagi tentang anak yang melakukan pidana dan cara menanganinya.

DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PUTUSAN TERHADAP OKNUM TNI YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA KESUSILAAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi : “Dasar Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Terhadap Anggota TNI Yang Melakukan Tindak Pidana Kesusilaan”. Masalah pokok adalah apa yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan terhadap anggota TNI yang melakukan tindak pidana kesusilaan ada yang bebas dan ada yang di pidana ?. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan ada pelaku terhadap anggota TNI yang melakukan tindak pidana kesusilaan ada yang bebas dan ada yang di pidana. Sifat peneltian adalah bersifat deskriptif artinya penelitian ini diberikan suatu gambaran serta menguraikan suatu permasalahan yang diteliti, dan menyimpulkan serta dapat menganalisisnya. Jenis penelitan adalah penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tindak pidana kesusilaan sedangkan variabel terikat adalah pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap anggota TNI ada yang bebas dan ada yang menjadi pemidanaan.yang melakukan tindak pidana kesusilaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa hakim menjatuhkan putusan bebas terhadap aggota TNI yang melakukan tindak pidana kesusilaan karena Pada asasnya esensi putusan bebas terjadi karena terdakwa dinyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan jaksa oditur dalam pengadilan militer. Sedangkan putusan pemidanaan karena Pada asasnya, putusan pemidanaan atau “veroordelling” dijatuhkan oleh hakim militer jika ia telah memperoleh keyakinan, bahwa terdakwa melakukan tindak pidana “Melanggar Ke-susilaan di tempat terbuka sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana yang tercantum dalam Pasal 281 ke -1 KUHP. Adanya peraturan 281 ke 1 KUHP (Kitab Undang- undang Hukum Pidana) tentang tindak pidana melanggar kesusilaan dimuka umum. Diharapkan dapat ditaati oleh pihak aparat baik kepolisian dan juga TNI menaati peraturan yang ada, hal ini dilakukan agar menjaga kehidupan masyarakat yang tertib patuh kepada hukum dan tatanan kehidupan di negara ini tidak ada orang yang dirugikan akibat perusakan barang. Untuk para aparat penegak hukum seperti Hakim, diharapkan bisa mengkaji kembali mengenai adanya pasal 281 ke 1 KUHPdan mengenai hukuman yang diberikan untuk tindak pidana perusakan yang diberikan haruslah menimbulkan pelajaran dan tidak mebuat seseorang merasa keberatan atas hukuman yang diterimanya.

DISPARITAS PENJATUHAN PUTUSAN PEMIDANAAN TINDAK PIDANA PERKOSAAN OLEH AYAH TERHADAP ANAK KANDUNG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul : “Disparitas Penjatuhan Putusan Pemidanaan Tindak Pidana Perkosaan Oleh Ayah Terhadap Anak Kandung”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Apa Dasar Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Pemidanaan Yang Berbeda Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perkosaan Oleh Ayah Terhadap Anak Kandung ?. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dasar Pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan yang berbeda terhadap pelaku tindak pidana perkosaan terhadap anak kandung. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian adalah penelitian normatif yaitu dengan mengkaji putusan pengadilan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalahputusan Hakim Dalam Tindak Pidana Perkosaan Seorang Ayah Terhadap Anak Kandung.sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah Penjatuhan Putusan yang berbeda kepada Terdakwa dalam Tindak Pidana Perkosaan yang dilakukan seorang ayah kepada anak kandung. Berdasarkan hasil penelitian danpembahasan, adapun yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan Putusan yang Berbeda Terhadap pelaku tindak pidana perkosaan terhadap anak kandung, yaitu : 1) Tuntutan Penuntut Umum yang berbeda; 2) Independensi Hakim: 3) Kualitas perbuatan terdakwa; 4) Faktor yang memberatkan dan meringankan. Saran kepada para penegak hukum khususnya hakim diharapkan jeli dalam memutuskan suatu perkara pidana dengan melihat segala aspek akibat yang ditimbulkan akibat perbuatan terdakwa dikemudian hari. Hakim dalam menangani dan memutus suatu perkara harus bersikap profesional tanpa pandang usia, jenis kelamin. Sehingga keputusan yang dihasilkan dapat memenuhi rasa keadilan bagi terdakwa maupun masyarakat.

DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG MENGAKIBATKAN MATINYA KORBAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi : Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga Yang Mengakibatkan Matinya Korban. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Apa dasar pertimbangan hakim sehingga terjadi disparitas dalam penjatuhan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan matinya korban?. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim sehingga terjadi disparitas dalam penjatuhan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan matinya korban. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan matinya korban. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah disparitas putusan pemidanaan oleh Hakim terhadap Pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang mengakibatkan matinya korban. 1. Tuntutan Penuntut Umum yang berbeda 2. Independensi Hakim 3. Kualitas perbuatan Terdakwa 4. Keadaan yang memberatkan dan meringankan Terdakwa Hakim dalam menangani dan memutus suatu perkara harus bersikap profesional tanpa pandang usia, jenis kelamin. Sehingga keputusan yang dihasilkan dapat memenuhi rasa keadilan bagi terdakwa maupun masyarakat. Untuk masyarakat diharapkan dapat ikut berperan serta dalam menangani dan mencegah terjadinya tindak kekerasan dalam rumah tangga dengan cara ikut berpartisipasi dan mensosialisasikan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan dalam rumah Tangga kepada masyarakat lainnya yang belum tau megenai Undang-Undang tersebut.

DISPARITAS PUTUSAN PEMIDANAAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi : “ Disparitas Putusan Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pencurian Denngan Pemberatan”. Rumusan masaalah adalah apa dasar pertimbangan hakim sehingga terjadi disparitas pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan ?. Tujuan penelitian adalah untuk menegetahui dasar perrtimbangan hakim sehingga terjadi disparitas pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian normatif, yang terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pertimbangan majelis hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku Tindak Pidana Pencurian dengan pemberaratan. Variabel terikat adalah disparitas putusan pemidanaan terhadap Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. Berdasarkan hasil peneletian dan pembahasan maka yang menjadi disparitas putusan pemidanaan oleh hakim terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan adalah : 1. Tuntutan Penuntut Umum yang berbeda 2. Independensi Hakim 3. Kualitas perbuatan Terdakwa 4. Keadaan yang memberatkan dan meringankan Terdakwa Diharapkan kepada Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara dalam menjatuhkan putusan mempertimbangkan fakta persidangan sehingga tidak terjadinya disparitas putusan pemidanaan.Diharapkan kepada Jaksa Penuntut Umum dalam melakukan penuntutan juga memperhatikan kualitas perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa sehingga tidak terjadinya disparitas putusan pemidanaan oleh hakim.

ANALISIS PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PUTUSAN PEMIDANAAN YANG BERBEDA-BEDA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN BERLANJUT TERHADAP ANAK

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi penulis adalah Analisis pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan yang berbeda-beda terhadap pelaku tindak pidana persetubuhan berlanjut terhadap anak. Rumusan masalah di dalampenulisaniniadalah: Apa dasar pertimbangan hakim menjatuhkan putusan secara berbeda-beda kepada pelaku tindak pidana persetubuhan berlanjut terhadap anak?. Penelitian ini bertujuan tujuan dari penelitian penulisuntuk mendapatkan gambaran tentang dasar pertimbangan hakim menjatuhkan putusan yang berbeda-beda kepada pelaku tindak pidana persetubuhan berlanjut terhadap anak. Jenis penelitian dalam penulisan ini adalah penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dasar pertimbangan hakim menjatuhkan putusan yang berbeda-beda terhadap pelaku tindak persetubuhan terhadap anak, sedangkan variabel terikatnya adalah perbedaan putusan hakim dalam tindak pidana persetubuhan berlanjut pada anak. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat beberapa faktor yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam penjatuhan putusan tindak pidana persetubuhan terhadap anak secata berbeda-beda yaitu sebgai berikut: 1. Perbedaan Tuntutan Jaksa Penuntut Umum 2. Majelis Hakim yang memeriksa berbeda-beda dalam kasus tindak pidana Persetubuhan pada Anak. 3. Kualitas Perbuatan dan Cara Membujuk dari Terdakwa menjadi bahan pertimbangan hakim dalam memutus perkara tindak pidana persetubuhan terhadap anak. 4. Kualitas Perbuatan yang dimaksud dengan “berkali-kali sebagai perbuatan berlanjut” dalam hal ini adalah secara teoritis dikatakan ada perbuatan berlanjut apabila ada seseorang melakukan beberapa perbuatan, perbuatan tersebut masing-masing merupakan kejahatan atau pelanggaran dan antara perbuatan-perbuatan berlanjut. 5. Majelis Halim berpendapat, berkaitan dengan Hal yang Meringankan dan Memberatkan dari suatu kasus tersebut.