Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2021Versi 1

“PELAYANAN BAGI KAUM DIFABEL DI JEMAAT” Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Realita Pelayanan Gereja Bagi Anak-anak yang Lumpuh Sejak Lahir dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Lahairoi Kuanheun

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Teologi Agama Kristen•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Warga Jemaat GMIT Lahairoi Kuanheun adalah salah satu jemaat yang berada di wilayah Klasisi Kupang Barat yang berlokasi di Desa Kuanheun, Kecamatan Kupang Barat. Jemaat di tempat ini melakukan banyak pelayanan dalam satu (1) tahun baik itu pelayanan Firman dan pelayanan diakonia untuk janda, duda, lansia, anak yatim-piatu. pelayanan diakonia untuk anak-anak disabilitas yang diambil oleh penulis untuk dikaji dalam penulisan karya ini. Topik permasalahan yang menjadi perhatian penulis adalah tentang anak-anak yang lumpuh sejak lahir dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Lahairoi Kuanheun. Apa yang penulis berusaha untuk mengalih realita anak-anak disabilitas di jemaat dan pandangan jemaat tentang anak-anak tersebut. Dalam penelitian bagi skripsi ini penulis memakai metode kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah. Dimana peneliti adalah instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan). Analisis data bersifat induktif/kualitatif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna. Karena menggunakan metode kualitatif maka penulis memilih 21 orang sebagai sampel ini ditambah dengan 3 keluarga/orangtua dari anak-anak disabilitas yaitu keluarga ZS memiliki 3 orang anak, keluarga MT memiliki 3 orang anak dan AL memiliki 4 orang anak. Hasil penelitian penulis menemukan bahwa pelayanan yang dilakukan oleh gereja kepada anak-anak disabilitas yaitu pelayanan diakonia yang dilakukan satu tahun pelayanan adalah dua bulan sekali, pelayanan itu dilakukan bersamaan dengan pelayanan untuk janda, duda, lansia, anak yatim-piatu. Sehingga melihat hal ini bahwa pelayanan yang dilakukan oleh gereja kepada anak-anak disabilitas hanyalah sebatas pelayanan diakonia saja, tentu pelayanan yang diberikan itu tidaklah cukup tetapi harus adanya pelayanan yang membangun realita/relasi dalam jemaat dan gereja.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1“PELAYANAN BAGI KAUM DIFABEL DI JEMAAT” Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Realita Pelayanan Gereja Bagi Anak-anak yang Lumpuh Sejak Lahir dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Lahairoi Kuanheun2021 · oai:ais:skripsi:893