Profil penulis
Mu
424 karya publik ditemukan.
ANALISIS TINGKAT KEEFEKTIVITASAN DANA BANTUAN OPERASIONAL PENDIDIKAN PADA ANAK USIA DINI (Studi Empiris: Paud Omega, Desa Tarung Majaga, Kecamaatan Katikutana Selatan,Kabupaten Sumba Tengah)
Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) merupakan program pendanaan dari pemerintah yang ditujukan untuk men- dukung keberlangsungan, pemerataan, dan peningkatan kualitas layanan PAUD. Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih ditemukannya keterlambatan pencairan dana, keterbatasan fasilitas pembelajaran, serta tantangan dalam pemanfaatan dana secara optimal pada PAUD Omega di Desa Tarung Majaga, Kecamatan Katikutana Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keefektivitasan pengel- olaan dana BOP dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan, yang mencakup ketepatan waktu penerimaan dana, penggunaan dana untuk operasional PAUD, dampak dana terhadap proses pembelajaran, serta kontribusinya bagi keberlan jutan lembaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.Data dikumpulka n melalui wawancara terstruktur, observasi, serta dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, pendidik, dan orang tua peserta didik. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sesuai model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana BOP di PAUD Omega telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, ketersediaan alat peraga edukatif, serta pemenuhan sarana pendukung kesehatan dan xvi kebersihan anak. Dana BOP juga membantu meningkatkan akses anak ke layanan PAUD dan meringankan beban biaya pendidikan orang tua. Namun demikian, efek- tivitas pengelolaan dana belum optimal karena pencairan dana sering terlambat, pros- es administrasi berlapis, serta kendala sinkronisasi data pada Dapodik yang meng- hambat realisasi anggaran tepat waktu. Keterbatasan jumlah dana juga menyebabkan beberapa kebutuhan operasional belum dapat terpenuhi secara menyeluruh. Secara keseluruhan, dana BOP berkontribusi signifikan terhadap keberlangsun gan penyelenggaraan pendidikan di PAUD Omega, tetapi diperlukan perbaikan sis- tem pencairan, penguatan administrasi, serta peningkatan kapasitas pengelola untuk memastikan pemanfaatan dana lebih efektif dan tepat sasaran
PENGARUH FASILITAS KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Penelitian ini berjudul Pengaruh Fasilitas kerja, Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Rumusan masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah apakah fasilitas kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, apakah lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, apakah motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Untuk mengetahui pengaruh fasilitas kerja, lingkungan kerja, dan motivasi kerja dalam meningkatkan kinerja pegawai Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penentuan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai negeri sipil diluar kontrak Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara yang berjumlah 87 orang. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan sampel sebanyak 87 orang. Teknik pengumpulan data yang gunakan dalam penelitian ini untuk menggunakan kuesioner yang di sebarkan secara langsung. Sedangkan Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda, Uji parsial (uji t), Uji Simultan (uji F), dan Koefisien determinasi (R2). Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel Fasilitas Kerja di atas, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 84,59-88,84. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 347,44 dan nilai rata-rata indeks 86,86, berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel Lingkungan Kerja di atas, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 88,15- 89,65. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 355,07 dan nilai rata-rata indeks 88,76, berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel Motivasi Kerja di atas, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 83,33-89,42. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 348,37 dan nilai rata-rata indeks 87,09, berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil persamaan regresi linear berganda Y= 8,480 - 0,073 X1 + 0,304 X2 + 0,548 X3 di ketahui konstanta regresi sebesar 8,480, koefisien regresi b1= -0,073, koefisien regresi b2= 0,304 regresi b3= 0,548, Nilai konstanta sebesar 12,190 artinya jika nilai Fasilitas Kerja (X1) Fasilitas Kerja (X2) dan Motivasi Kerja (X3) sama dengan nol, maka kinerja karyawan (Y) memiliki nilai sebesar 12,190 satuan. Koefisien regresi (b1) sebesar -0,073 artinya jika nilai motivasi kerja (X1) mengalami penurunan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan menurunt sebesar -0,073 satuan, koefisien regresi bernilai negatif artinya terdapat pengaruh negatif fasilitas kerja (X1) terhadap kinerja karyawan (Y). Koefisien regresi (b2) sebesar 0,304 artinya jika lingkungan kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,304 satuan. Koefisien regresi bernilai positif, artinya terdapat pengaruh positif disiplin kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Koefisien regresi (b3) sebesar 0,548 artinya jika lingkungan kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,548 satuan. Koefisien regresi bernilai positif, artinya terdapat pengaruh positif disiplin kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Implementasi Terapan: berdasarkan hasil penelitian di atas, maka penilaian dapat menggunakan beberapa masukan sebagai berikut: dengan di ketahui bahwa variable fasilitas kerja di kategori baik dan terlihat bahwa semua indikator variable fasilitas kerja mendapat respon yang baik maka hal ini perlu perlu di tingkatkan atau tetap dalam keadaan ini. Dengan di ketahui bahwa variabel lingkungan kerja di kategorikan baik maka hal ini perlu di tingkatkan. Dengan di ketahui bahwa variabel disiplin kerja di kategori baik dan terlihat bahwa semua indikator variabel lingkungan kerja mendapat respon yang baik maka hal ini perlu di tingkatkan. Dengan di ketahui bahwa variabel motivasi kerja di kategori baik dan terlihat bahwa semua indikator variabel motivasi kerja mendapat respon yang baik maka hal ini perlu di tingkatkan. Bagi peneliti selanjutnya di sarankan untuk memperdalam kajian terhadap ketiga variabel tersebut, dengan mempertimbangkan penggunaan metode yang berbeda, objek atau lokasi yang lebih luas, serta pengujian terhadap karakteristik demografis responden yang lebih beragam. Hal ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai sejauh mana pengaruh fasilitas kerja, lingkungan kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai dengan konteks yang berbeda, Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial Fasilitas Kerja berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, secara parsial Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pegawai pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, secara parsial Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pegawai pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan secara simultan Fasilitas Kerja, Lingkungan Kerja, Dan Motivasi Kerja berpengaruh secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai pada pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur
ANALISIS PRODUKTIVITAS USAHA TANI PADI DI DESA KIUOLA KECAMATAN NOEMUTI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
Produktivitas merupakan istilah dalam kegiatan produksi sebagai perbandingan keluaran (output) dengan masukan (input). Dimana produktivitas merupakan ukuran yang menyatakan bagaimana baiknya sumber daya diatur dan dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang optimal. Produktivitas juga dapat digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan suatu industri dalam menghasilkan barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi pertanian, produktivitas merupakan perbandingan antara hasil yang diharapkan akan diterima pada waktu panen (penerimaan) dengan biaya (pengorbanan) yang harus dikeluarkan. Hasil yang diperoleh petani pada saat panen disebut produksi, dan biaya yang dikeluarkan disebut biaya produksi. Produktivitas tanaman padi adalah suatu nilai yang menunjukan perbandingan rata-rata hasil produksi tanaman padi terhadap penggunaan beberapa input pada periode pelaporan. Produktivitas merupakan kemampuan atau kapasitas petani memproduksi tanaman padi. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui produktivitas Tani padi di Desa Kiuola Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara dan Untuk mengetahui pendapatan petani dari usaha tani padi di Desa Kiuola Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara produktivitas petani padi sawah, mengetahui indeks produktivitas, mengetahui efisiensi teknis dan Mengetahui gap efisiensi petani padi sawah di Desa Kiuola Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara terstruktur, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan Nilai rata-rata, produktivitas petani adalah 3,38 dengan Produktivitas terendah 2,53 dan produktivitas tertingi Rp 4,8. Nilai rata-rata pendapatan petani Rp 9.940.000 Pendapatan tertinggi , adalah Rp 13.000.000 dengan nilai pendapatan terendah petani Rp 6.000.000 Saran dari penelitian ini adalah Petani harus lebih meningkatkan produktivitasnya agar bisa mengelola lahan pertanian sehingga produksi padi sawah bisa di tingkatkan lagi
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNITIF SISWA PADA MATERI IPA DI KELAS VIII UPTD SMPN 17 KOTA KUPANG
ABSTRAK PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE(RTE) TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNITIF SISWA PADA MATERI IPA DI KELAS VIII Timung H. Y)* Manu T. S. N)** Meha A. M)** Salah satu masalah yang terdapat di kelas VIII SMPN 17 Kota Kupang adalah rendahnya kemampuan metakognitif dalam proses pembelajaran materi sistem pencernaan, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Rotating Trio Exchange terhadap kemampuan metakognitif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan rancangan penelitian Quasi-experimental design. Dengan jumlah populasi sebanyak 52 dan jumlah sampel dua kelas yang terdiri dari siswa kelas VIII-A dan kelas VIII-B, di mana kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 15 orang dan kelas VIII-B sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa sebanyak 21 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan metakognitif. Data penelitian dianalisis menggunakan uji statistik parametrik, yaitu uji-t dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki perbedaan kemampuan metakognitif. Pada kelas eksperimen, peneliti menggunakan model pembelajaran Rotating Trio Exchange sehingga dapat meningkatkan kemampuan metakognitif siswa di kelas. Hal ini terlihat pada salah satu indikator, yaitu merencanakan, dengan persentase 82,30%. Pada saat guru menjelaskan menggunakan model pembelajaran Rotating Trio Exchange di dalam kelas, siswa terlihat tertarik dan adanya keinginan dalam proses pembelajaran sehingga mampu untuk menyajikan edukasi sistem pencernaan. Sedangkan pada kelas kontrol, peneliti menggunakan buku cetak sehingga siswa terlihat tidak aktif karena merasa jenuh dan bosan. Hal ini dilihat dari indikator yang sama, yaitu merencanakan, dengan persentase 48,30%. Hasil persentase kelas kontrol ini menunjukkan bahwa kemampuan metakognitif siswa dalam proses pembelajaran menggunakan buku cetak masih rendah. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada penggunaan model pembelajaran Rotating Trio Exchange terhadap kemampuan metakognitif siswa di kelas VIII SMPN 17 Kota Kupang. Kata Kunci: Model Pembelajaran Rotating Trio Exchange dan Kemampuan Metakognitif. Keterangan:)* : Peneliti )** : Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF THE ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) LEARNING MODEL ON STUDENTS' METACOGNITIVE ABILITIES IN SCIENCE MATERIAL IN GRADE VIII Timung H. Y)* Manu T. S. N)** Meha A. M)** One of the problems found in class VIII SMPN 17 Kupang City is the low metacognitive ability in the learning process of digestive system material, so the purpose of this study is to determine the effect of using the Rotating Trio Exchange learning model on students' metacognitive abilities. This study is an experimental method study with a Quasi-experimental design. With a population of 52 and a sample of two classes consisting of class VIII-A and class VIII-B students, where class VIII-A is the experimental class with 15 students and class VIII-B as the control class with 21 students. The sampling used is a purposive sampling technique. Data collection uses a metacognitive ability test. The research data were analyzed using parametric statistical tests, namely the t-test with the help of SPSS. The results of this study state that the control class and the experimental class have differences in metacognitive abilities. In the experimental class, researchers used the Rotating Trio Exchange learning model so that it can improve students' metacognitive abilities in the class. This can be seen in one of the indicators, namely planning, with a percentage of 82,30%.When the teacher explained using the Rotating Trio Exchange learning model in class, students appeared interested and eager in the learning process so they were able to present digestive system education. Meanwhile, in the control class, the researcher used printed books so that students appeared inactive because they felt bored and tired. This can be seen from the same indicator, namely planning, with a percentage of 48,30%. The results of the control class percentage indicate that students' metacognitive abilities in the learning process using printed books are still low. This fact indicates that there is a significant influence on the use of the Rotating Trio Exchange learning model on students' metacognitive abilities in class VIII of SMPN 17 Kota Kupang. Keywords: Rotating Trio Exchange Learning Model and Metacognitive Skills. Note: )*: Researcher )**: Supervisor
PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP PENINGKATAN EFISIENSI KEUANGAN UMKM
PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP PENINGKATAN EFISIENSI KEUANGAN UMKM (Studi pada UMKM di Kelurahan Sikumana) Nama : Kesia Keren Hapukh Otemusu Nim : 20190141 Fakultas : Ekonomi Program Studi : Akuntansi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sistem Informasi Akuntansi (SIA) terhadap peningkatan efisiensi keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya pemahaman dan penerapan SIA pada UMKM, yang berdampak pada pengelolaan keuangan yang kurang efektif dan pengambilan keputusan yang tidak optimal. SIA berperan penting dalam pencatatan, pengelolaan, dan penyajian informasi keuangan secara akurat dan tepat waktu, sehingga dapat membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi dan daya saing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner kepada 36 pelaku UMKM yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan. Analisis data dilakukan dengan uji statistik deskriptif dan uji regresi linier berganda menggunakan SPSS 26 untuk menguji pengaruh SIA terhadap efisiensi keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIA berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi keuangan UMKM. Pelaku UMKM yang menerapkan SIA secara konsisten mampu melakukan pencatatan transaksi yang rapi, pengendalian pengeluaran, penetapan harga jual yang tepat, serta menjaga kestabilan dan peningkatan keuntungan. Temuan ini mengindikasikan bahwa SIA dapat menjadi alat manajemen keuangan yang efektif dalam mendukung pengelolaan usaha yang lebih profesional dan berkelanjutan. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan literasi akuntansi dan memanfaatkan teknologi informasi dalam pengelolaan keuangan. Sementara itu, bagi pemerintah daerah dan lembaga terkait, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam merancang program edukasi dan pendampingan yang tepat sasaran guna mendorong digitalisasi dan profesionalisasi UMKM.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNITIF SISWA PADA MATERI IPA DI KELAS VIII UPTD SMPN 17 KOTA KUPANG
ABSTRAK PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE(RTE) TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNITIF SISWA PADA MATERI IPA DI KELAS VIII Timung H. Y)* Manu T. S. N)** Meha A. M)** Salah satu masalah yang terdapat di kelas VIII SMPN 17 Kota Kupang adalah rendahnya kemampuan metakognitif dalam proses pembelajaran materi sistem pencernaan, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Rotating Trio Exchange terhadap kemampuan metakognitif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan rancangan penelitian Quasi-experimental design. Dengan jumlah populasi sebanyak 52 dan jumlah sampel dua kelas yang terdiri dari siswa kelas VIII-A dan kelas VIII-B, di mana kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 15 orang dan kelas VIII-B sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa sebanyak 21 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan metakognitif. Data penelitian dianalisis menggunakan uji statistik parametrik, yaitu uji-t dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki perbedaan kemampuan metakognitif. Pada kelas eksperimen, peneliti menggunakan model pembelajaran Rotating Trio Exchange sehingga dapat meningkatkan kemampuan metakognitif siswa di kelas. Hal ini terlihat pada salah satu indikator, yaitu merencanakan, dengan persentase 82,30%. Pada saat guru menjelaskan menggunakan model pembelajaran Rotating Trio Exchange di dalam kelas, siswa terlihat tertarik dan adanya keinginan dalam proses pembelajaran sehingga mampu untuk menyajikan edukasi sistem pencernaan. Sedangkan pada kelas kontrol, peneliti menggunakan buku cetak sehingga siswa terlihat tidak aktif karena merasa jenuh dan bosan. Hal ini dilihat dari indikator yang sama, yaitu merencanakan, dengan persentase 48,30%. Hasil persentase kelas kontrol ini menunjukkan bahwa kemampuan metakognitif siswa dalam proses pembelajaran menggunakan buku cetak masih rendah. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada penggunaan model pembelajaran Rotating Trio Exchange terhadap kemampuan metakognitif siswa di kelas VIII SMPN 17 Kota Kupang. Kata Kunci: Model Pembelajaran Rotating Trio Exchange dan Kemampuan Metakognitif. Keterangan:)* : Peneliti )** : Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF THE ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) LEARNING MODEL ON STUDENTS' METACOGNITIVE ABILITIES IN SCIENCE MATERIAL IN GRADE VIII Timung H. Y)* Manu T. S. N)** Meha A. M)** One of the problems found in class VIII SMPN 17 Kupang City is the low metacognitive ability in the learning process of digestive system material, so the purpose of this study is to determine the effect of using the Rotating Trio Exchange learning model on students' metacognitive abilities. This study is an experimental method study with a Quasi-experimental design. With a population of 52 and a sample of two classes consisting of class VIII-A and class VIII-B students, where class VIII-A is the experimental class with 15 students and class VIII-B as the control class with 21 students. The sampling used is a purposive sampling technique. Data collection uses a metacognitive ability test. The research data were analyzed using parametric statistical tests, namely the t-test with the help of SPSS. The results of this study state that the control class and the experimental class have differences in metacognitive abilities. In the experimental class, researchers used the Rotating Trio Exchange learning model so that it can improve students' metacognitive abilities in the class. This can be seen in one of the indicators, namely planning, with a percentage of 82,30%.When the teacher explained using the Rotating Trio Exchange learning model in class, students appeared interested and eager in the learning process so they were able to present digestive system education. Meanwhile, in the control class, the researcher used printed books so that students appeared inactive because they felt bored and tired. This can be seen from the same indicator, namely planning, with a percentage of 48,30%. The results of the control class percentage indicate that students' metacognitive abilities in the learning process using printed books are still low. This fact indicates that there is a significant influence on the use of the Rotating Trio Exchange learning model on students' metacognitive abilities in class VIII of SMPN 17 Kota Kupang. Keywords: Rotating Trio Exchange Learning Model and Metacognitive Skills. Note: )*: Researcher )**: Supervisor
ALLAH MEMBERKATI PEREMPUAN “Suatu Tafsir Feminis Kritis Terhadap Hakim-Hakim 4:17-24; 5:24-27 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Alfa Omega Labat”
ABSTRAK Penindasan gender merupakan persoalan serius yang masih dihadapi dalam kehidupan bergereja di GMIT. Keberadaan jemaat yang hidup dalam konteks masyarakat dengan budaya patriarki yang kuat turut membentuk sistem sosial yang menempatkan perempuan pada posisi subordinat, kurang didengar, dan kerap dipahami sekadar sebagai pelengkap laki-laki. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengungkapkan suara, perasaan, emosi dan tindakan Yael dalam teks Hakim-hakim 4:17–24 dan 5:24–27 yang selama ini terpinggirkan dalam pembacaan Alkitab yang dipengaruhi struktur patriarki serta mengimplikasikannya bagi jemaat GMIT Alfa Omega Labat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode feminis kritis Elisabeth Schüssler Fiorenza yang menafsirkan teks dari pengalaman konkret perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks Hakim-hakim 4:17–24 dan 5:24–27, menegaskan bahwa kekerasan tidak dibenarkan, melainkan dipahami dalam konteks krisis kehidupan dan ketiadaan sistem keadilan, sehingga penekanan teks terletak pada keberpihakan Allah terhadap kehidupan dan pembebasan dari penindasan. Suara Yael dalam teks ini menegaskan keberanian, kepekaan, dan tanggung jawab moral sebagai sikap iman yang berpihak pada kehidupan. Temuan ini menegaskan bahwa Allah memberkati perempuan bukan karena status sosial atau kepatuhan pada struktur patriarki, melainkan karena keberanian dan tanggung jawab etisnya, sehingga Jemaat GMIT Alfa Omega Labat dipanggil untuk keluar dari struktur patriarki yang menindas serta secara berani, bertanggung jawab, peka, dan cerdik menghadirkan pembebasan
Introduction to Literature: Navigating the Periods of English Literature
Dive into the depths of English literature and emerge with a treasure trove of knowledge spanning centuries. "Introduction to Literature: Navigating the Periods of English Literature" is your compass through the ever-evolving narrative of English prose, poetry, and drama. Discover the seismic shifts of literary expression from the raw beauty of Anglo-Saxon epics to the intricate digital narratives of our modern world. Within these pages lies a journey that intertwines the past with the present, inviting readers to explore the richness of English literature across the ages. You will not only trace the footsteps of literary giants but also engage with the cultural and historical forces that shaped their worlds. Suitable for students, educators, and literary enthusiasts alike, this book offers a clear pathway through the complexities of literary periods. It presents a challenge: to see the world through the eyes of the literary past and understand its dialogue with the future. Step into this literary tapestry that invites curiosity, encourages reflection, and inspires a deeper appreciation for the words that have captured the human experience. "Introduction to Literature: Navigating the Periods of English Literature" awaits your discovery.
Introduction To Literature
Integrating literature in education, especially in language learning, is indispensable. Not only that literature enables students to gain competence in a particular area of knowledge, it also nurtures their compassion and conscience, developing them into whole human beings. To embrace this vision, a book that can facilitate students' learning is needed. This book is designed to assist both teachers and students of Introduction to Literature course to enhance their literary skills as well as their soft skills.
PERNIKAHAN KUDUS “Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Penerapan Peraturan Pernikahan Kudus Dalam Tata GKS Berasal Marapu, Di GKS Jemaat Waikadada dan Implikasinya Bagi Tata GKS”
Dalam peraturan Tata Gereja GKS di BAB VI pasal 16 tentang Sakramen Baptisan Kudus ayat 3, poin 3 yang berbunyi: “Baptisan dewasa asal Marapu bagi yang telah berumah tangga dengan sendirinya tidak dilakukan lagi pemberkatan nikah.” Tetapi dalam praktik atau realita yang terjadi GKS jemaat Waikadada melayani pemberkataan nikah bagi orang marapu yang telah berumah tangga. Metode yang penulis gunakan adalah metode penelitian lapangan dengan menggunakan teknik wawancara pihak gereja, dengan mengunakan landasan teori Jhon Calvin tentang pernikahan. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis penerapan peraturan pernikahan di GKS Jemaat Waikadada, serta beberapa faktor yang mempengaruhi. Dalam hasil penelitian, ditemukan bahwa pernikahan menurut pandangan Kristiani dan Marapu itu berbeda, bagi Marapu pernikahan berorientasi pada Dewa yang mereka percayai dan bagi orang Kristen pernikahan berorientasi pada Allah dan Kristus sebagai Kepala Gereja. Hal ini menjadi alat ikut gereja terkhususnya GKS harus melaksanakan pemberkatan nikah bagi suam-istri berasal Marapu yang telah dibaptis menjadi anggota gereja.
PENGARUH SUHU PENGERINGAN TERHADAP BERAS JAGUNG INSTAN
Beras Jagung adalah olahan pangan setengah jadi dari jagung kering utuh dengan bentuk butiran seperti beras putih. Beras jagung banyak dikonsumsi dalam bentuk nasi jagung dan memiliki kandugan karbohidrat yang tingggi dan banyak manfaat bagi kesehatan dalam membantu pencernaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan beras jagung instan dan untuk mengetahui perlakuan terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 kali ulangan. Metode penelitian ini adalah eksperimental yaitu kombinasi perlakuan suhu pengeringan 50, 60, dan 70 ℃ untuk mendapatkan suhu dan waktu pengeringan yang optimum terhadap kadar air (%). Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa kadar air dipengaruhi oleh suhu pengeringan serta waktu pengeringa dimana nilai kadar air tertinggi yaitu 49% dicapai pada perlakuan suhu pengeringan 50 ℃ dengan waktu pengeringan 4 jam. Sedangkan nilai terendah terdapat pada perlakuan suhu pengeringan 70 ℃ yaitu 46% dengan lama 4 jam.
Pengeringan Cabai
aaaaaaaaaaa
IBADAH INTERGENERASI:Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Urgensi Nilai-Nilai Ibadah Intergenerasi Menurut Pemahaman Jemaat Maranatha Oebufu Klasis Kota Kupang Timur
ABSTRAK Ibadah intergenerasi merupakan bentuk ibadah yang melibatkan seluruh generasi dalam jemaat, dengan tujuan menciptakan ketersalingan dan memperkuat hubungan iman antar generasi. Penelitian ini mengidentifikasi kesenjangan generasi yang sering terjadi di lingkungan bergereja, di mana kelompok usia yang berbeda sering kali terpisah dalam kategori pelayanan masing-masing, yang dapat menyebabkan kurangnya keterlibatan dan rasa memiliki di kalangan generasi muda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pandangan jemaat, khususnya pemuda, serta majelis Jemaat Maranatha Oebufu mengenai ibadah intergenerasi dan bagaimana implementasi serta refleksi teologis dari ibadah tersebut dapat diterapkan di gereja mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Jemaat Maranatha Oebufu. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi literatur yang relevan. Responden penelitian termasuk pemuda dan majelis jemaat yang memberikan pandangan mereka tentang urgensi dan manfaat dari ibadah intergenerasi. Metode penulisan yang digunakan penulis untuk menyelesaikan karya tulis ini adalah metode deskriptif-analitis-reflektif untuk mendiskripsikan dan menganalisis masalah, serta tiba pada suatu refleksi yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibadah intergenerasi sudah diterapkan di GMIT Maranatha Oebufu tetapi dengan nomenklatur yang berbeda. Banyak jemaat, termasuk pemuda, merasa bahwa ibadah intergenerasi dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan keterlibatan dalam pelayanan gereja. Namun, ada juga tantangan dalam implementasinya, seperti kebutuhan akan persiapan yang matang dalam hal liturgi dan keterlibatan seluruh generasi. Ibadah dapat didefinisikan sebagai respons komunitas Kristen terhadap kasih Allah, yang diwujudkan melalui pujian yang tulus dari hati serta refleksi mendalam dalam pikiran. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengasihi diri sendiri sebagaimana mereka mampu mengasihi orang lain dan seluruh ciptaan Allah. Definisi ini mengimplikasikan bahwa setiap individu dalam komunitas orang beriman bertujuan untuk menunjukkan iman mereka kepada Allah dan mendorong terjadinya perubahan. Kata Kunci: Ibadah, Intergenerasi, Kesenjangan Generasi.
MESIAS YANG MENDERITA
ABSTRAK Song adalah seorang Teolog yang berteologi tentang Teologi Pembebasan. pembebasan ini tumbuh dalam pengalamannya bahwa hanyan Pembebasanlah yang merupakan satu-satunya cara untuk menyelesaikan penderitaan yang dialami masyarakat Asia. Song merasa penderitaan yang dialami oleh masyarakat Asia ini tidak akan berakhir kalau masih menggunakan cara berteologi dari Barat, Song juga berpendapat bahwa semua orang bebas berteologi dengan konteks mereka masing-masing tanpa dipengaruhi oleh konteks orang lain. Melalui tulisan ini, akan dibahas secara kritis terhadap nilai yang dapat digali dari pokok pikiran Song mengenai penderitaan. Transposisi juga dapatlah kita maknai sebagai salah satu konsep untuk memerangi penderitaan yang terjadi di lingkup GMIT. Konsep teologi pembebasan ini menjadi relevan dalam konteks GMIT yang sedang mengalami penderitaan kemiskinan dan penderitaan bencana alam. GMIT harus bekerja memerangi penderitaan tersebut, tulisan ini diharapkan juga dapat menjadi salah satu tawaran untuk dipertimbangkan guna diterapkan dalam konteks GMIT.
PENGARUH INOVASI PRODUK DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPHONE XIAOMI DI TOKO LAPAK XIAOMI KUPANG
Pengaruh Inovasi Produk Dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Handphone Xiaomi Di Toko Lapak Xiaomi Kupang. Persoalan Penelitian : 1. Apakah inovasi produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian Handphone Xiaomi Di Toko Lapak Xiaomi Kupang? 2.Apakah citra merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian Handphone Xiaomi Di Toko Lapak Xiaomi Kupang? Tujuan penelitian yaitu : Untuk mengetahui pengaruh inovasi produk terhadap keputusan pembelian Handphone Merek Xiaomi Di Toko Lapak Xiaomi Kupang dan Untuk mengetahui pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian Handphone Merek Xiaomi Di Toko Lapak Xiaomi Kupang. Metode penelitian dalan penelitian ini yakni populasi dan sampel pada pelanggan/pembeli ditoko Lapak Xiaomi Kupang, Sebanyak 96 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner sedangkan teknik analisis data menggunakan Analisis regresi linear berganda, Uji parsial (uji t), Uji simultan (uji F), dan Koefisien Determinasi (R2) . Berdarsarkan hasil analisi pendahuluan : Inovasi Produk juumlah dari seluruhindeks yaitu 209,4dan nilai rata-rata indeks untuk variable inovasi produk yaitu sebesar 69,8 yang berada dalam kategori sedang, artinya latar belakang pendidikan perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Citra merek jumlah dari seluruh indeks yaitu 317,6 dan nilai rata-rata indeks untuk variable citra merek yaitu sebesar 79,4 yang berada dalam kategori tinggi, artinya citra merek perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Keputusan pembelian berdasarkan jawaban responden di atas dari jumlah seluruh indeks yang diperoleh yaitu sebesar 332,9, maka nilai rata-rata indeks untuk variable keputusan pembelian yaitu sebesar 83,225 yang berada dalam kategori tinggi, artinya etos kerja perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Berdasarkan persamaan regresi linear berganda : Y = 8,643 + 0, 392 X1 + 0.493 X2 + e. diketahui bahwa nilai konstanta a sebesar 8,643,sedangkan koefisien b1 adalah 0,392 dan b2 adalah 0,493. Dengan demikian dari persamaan regresi linear berganda diatas maka dapat dijelaskan bahwa nilai konstan 8,643 artinya jika nilai inovasi produk (X1) dan citra merek (X2) sama dengan nol , keputusan pembelian (Y) memiliki nilai sebesar 8.643. sedangkan koefisien regresi (b1) sebesar 0,392 artinya jika inovasi produk (X1) mengalami kenaikan sebesar 1 unit , maka keputusan pembelian (Y) akan meningkat sebesar 0,392. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara inovasi produk (X1) dengan keputusan pembelian (Y). dan koefisien regresi (b2) sebesar 0,493 artinya jika citra merek (X2) mengalami kenaikan sebesar 1 unit, maka keputusan pembelian (Y) akan meningkat sebesar 0,493. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara citra merek (X2) dengan keputusan pembelian (Y). Implikasi Terapan: Berdasarkan kesimpulan dari hasil yang diperoleh, maka hal- hal yang perlu dipertimbangkan dan menjadi saran peneliti adalah sebagai berikut : 1. Bagi produsen handphone Xiaomi agar mempertahankan inovasi produk yang ada khususnya pada indikator peluasan lini karena berdaarkan hasil penelitian indikator peluasan lini memiliki nilai indeks yang paling rendah dibandingkan dengan indikator lainnya agar semakin banyak konsumen yang akan membeli produk handphone xiaomi, begitu juga dengan citra merek, karena berdasarkan hasil penelitian menyimpulkan bahwa inovasi produk dan citra merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian. 2. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya, agar melakukan penelitian lanjutan tentang inovasi produk karena ada salah satu indikator inovasi produk yang nilainya sedang. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial inovasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kkeputusan pembelian handphone xiaomi Ditoko Lapak Xiaomi Kupang, Secara parsial citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian handphone xiaomi Ditoko Lapak Xiaomi Kupang, Dan secara simultan inovasi produk dan citra merek berpengaruh secara Bersama-sama terhadap keputusan pembelian handphone xiaomi Ditoko Lapak Xiaomi Kupang. Kata Kunci: Inovasi Produk, Citra Merek, Keputusan Pembelian
DISPARITAS PUTUSAN HAKIM PENGADILAN NEGERI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENGHINAAN
Judul tulisan ini adalah “Disparitas Putusan Hakim Pengadilan Negeri Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penghinaan”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengapa terjadinya disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana penghinaan? Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah penelitian normatif dan bersifat deskriptif yang berusaha untuk mendeskripsikan atau menguraikan masalah aktual terkait dengan Tindak Pidana Penghinaan. Bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer. Bahan hukum yang mengikat yang terdiri dari perundan-undangan dan putusan-putusan pengadilan. Bahan hukum sekunder. Bahan hukum yang memberikan penjelasan pada bahan hukum primer yang diperoleh dari buku, jurnal-jurnal, pendapat para sarjana. Dan bahan hukum tersier. Bahan hukum yang memberikan penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan dimana penulis menemukan beberapa alasan sesuai dengan permasalahan penulis yakni mengapa terjadinya disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana penghinaan. Maka dapat penulis simpulkan sebagai berikut: Tuntutan Pemidanaan Oleh Penuntut Umum Yang Berbeda-beda, Kualitas Perbuatan Terdakwa, Independensi Hakim, Halyang memberatkan dan hal yang meringankan
DESKRIPSI TENTANG TINDAK PIDANA PENYELUNDUPAN BAHAN PELEDAK DARI MALAYSIA KE INDONESIA
INTISARI Judul :DESKRPISI TENTANG TINDAK PIDANA PENYELUNDUPAN BAHAN PELEDAK DARI MALAYSIA KE INDONESIA, Rumusan Masalah yang dikaji Oleh Penulis adalah. Apa penyebab terjadi penyelundupan bahan peledak ?, Bagaimana cara penyelundupan bahan peledak?,Bagaimana akibat hukum terhadap tindak pidana penyelundupan bahan peledak terhadap pelaku dan barang bukti ?, Tujuan yang ingin penulis kaji adalah Untuk mengetahui penyebab terjadi penyelundupan bahan peledak dari malaysia ke indonesia. Untuk mengetahui cara penyelundupan bahan peledak. Untuk mengetahui akibat hukum terhadap tindak pidana penyelundupan bahan peledak dari malaysia ke indonesia.sifat penelitian yang digunakan adalah bersifat deskriptif. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel penelitian yang penulis gunakan adalah variabel bebas yaitu faktor yang menjadi pokok permasalahan yaitu, tindak pidana penyelundupan bahan peledak, dan variabel terikat yaitu variabel dalam penelitian ini adalah putusan pengadilan tentang tindak pidana penyelundupan bahan peledak. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan yaitu Penyebab terjadinya penyelundupan bahan peledak dari Malaysia ke Indonesia dan Cara pelaku melakukan penyulundupan bahan peledak dan Akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana penyelundupan bahan peledak Terhadap Pelaku Dan Barang Bukti. Saran suatu tindak pidana penyelundupan bahan peledak dari Malaysia ke Indonesia agar tidak terjadi lagi, maka perlu adanya penyuluhan dari pemerintah setempat untuk meningkatkan pemahaman atau wawasan yang lebih luas untuk masyarakat. Kata Kunci : Putusan hakim penyulundupan bahan peledak, akibat hukum
IDENTIFIKASI TUMBUHAN ANGGREK (ORCHIDACEAE) PADA KAWASAN HUTAN DIKLAT SISIMENI SANAM KABUPATEN KUPANG
Indonesia merupakan Negara yang menyimpan kekayaan plasma nutfah anggrek paling besar di Dunia. Dari sekitar 26.000 spesies, Indonesia memiliki sekitar 6.000 spesies tanaman anggrek dunia. Tanaman anggrek memiliki daya tahan yang lama sebagai tanaman potnya, banyaknya variasi dari bunga anggrek merupakan salah satu keunggulan tanaman anggrek yang memungkinkan untuk menjadi komoditi yang dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan dan bahkan merupakan salah satu komoditas ekspor non migas yang paling potensial. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan anggrek yang terdapat pada kawasan hutan Diklat Sisimeni Sanam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode survey eksploratif dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 3 jenis anggrek yang tumbuh yaitu anggrek Vanda Sp, Dendrobium moniliforme, dan Dendrobium discolor dengan pencarian anggrek tersebut mengunakan metode Survey eksploratif ( jelajah), dengan teknik purposive sampling, dimana didapati 3 lokasi penelitian berdasarkan wawancara, lokasi penelitian tersebut adalah Padang savana Desa Ekateta, Kawasan hutan dalam seputaran air terjun Oesusu dan perumahan warga yang tingal di kawasan hutan diklat Sisimeni Sanam.
INVENTARISASI HAMA YANG BERPOTENSI MENYERANG TANAMAN JATI (Tectona grandis) DI KAWASAN AIR TERJUN OESUSU KABUPATEN KUPANG
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis-jenis hama dari gejala atau tanda serangan, jumlah yang terserang dan intensitas kerusakan yang ditemukan pada tanaman jati (Tectona grandis) di kawasan air terjun Oesusu Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode identifikasi. Penentuan lokasi pengambilan sampel menggunakan teknik intensitas sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada 4 jenis hama yang berpotensi menyerang tanaman jati (Tectona grandis) di kawasan air terjun Oesusu Kabupaten Kupang yaitu Ulat daun (Diaphania indica S.), Kutu putih (Pseudococcus/Mealibug), Semut hitam (Fuliginosus Lasius), Rayap (Neortemes tectonae). Hasil analisis menunjukan bahwa indeks kerusakan tegakan plot A, B dan C pada daun sebesar 48% dan masuk dalam kategori rusak sedang sedangkan batang sebesar 53% dan masuk pada kategori rusak berat. Indeks kerusakan terubusan pada plot D, E, F, dan G pada daun sebesar 40% dan masuk dalam kategori rusak sedang sedangkan batang sebesar 5% dan masuk dalam kategori rusak ringan. Berdasarkan data indeks kerusakan tegakan dan terubusan pada seluruh plot baik dari A, B, C, D, E, F, dan G maka keseluruhan jumlah pohon yang diserang oleh hama berdasarkan kerusakan tegakan sebesar 45% dan terubusan sebesar 53%. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menekan atau mengurangi tingkat serangan hama terhadap tanaman Jati (Tectona grandis), seperti melakukan sanitasi lingkungan, melakukan pengendalian alami dan melakukan pendampingan, memberikan masukan, memberikan sosialisasi pada petani untuk dapat menekan tingkat serangan hama sehingga tanaman jati dapat dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi, dan bahan pangan bagi masyarakat setempat.