Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

27 hasil
Subjek: ukuran
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSISTENSI LABA PADA PERUSAHAAN MANUFATUR SUB SEKTOR PABRIK TEMBAKAU YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2016 - 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSISTENSI LABA PADA PERUSAHAAN MANUFATUR SUB SEKTOR PABRIK TEMBAKAU YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2016 - 2022 Oleh: ISHAKK BORA NIM : 18190203 Pelaporan keuangan merupakan bentuk pertanggung jawaban perusahaan terhadap pihak yang terkait dengan perusahaan selama periode tertentu. Laporan keuangan merupakan salah satu alat bagi manajemen untuk menyampaikan informasi mengenai gambaran kinerja ekonomi dan keuangan perusahaan bagi pengguna laporan keuangan baik pihak internal maupun pihak eksternal. Laporan laba rugi merupakan bagian dari laporan keuangan yang menyajikan laba yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu. Informasi mengenai laba mempunyai peran penting bagi pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Laba tidak hanya digunakan untuk menilai kinerja perusahaan tetapi juga sebagai informasi pembagian laba dan penentuan kebijakan investasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap persistensi laba. Faktor pertama yaitu Volatilitas Arus Kas adalah arus kas perusahaan yang terbentuk karena adanya tingkat fluktuasi (Susilo dan Anggreani, 2017). Arus kas menunjukkan keadaan arus kas perusahaan karena ketika arus kas berfluktuasi maka mengakibatkan laba di perusahaan menjadi tidak stabil dan mengganggu kinerja perusahaan dalam mempertahankan keberlangsungan laba. Oleh karena itu, perusahaan harus tetap menjaga arus kas perusahaan karena ketidakpastian yang tinggi akan mengakibatkan turunnya persistensi laba. Jika laba yang diperoleh mengalami fluktuasi atau laba tidak persisten menunjukkan kondisi perusahaan yang kurang baik (Kusuma dan Sadjiarto, 2014). Faktor kedua yaitu volatilitas penjualan merupakan tingkat fluktuasi penjualan dalam kegiatan operasi perusahaan (Kusuma dan Sadjiarto, 2014). Penjualan adalah bagian utama dalam laporan laba rugi sehingga menjadi penentu perolehan laba dalam suatu perusahaan. Apabila volatilitas penjualan tinggi mengakibatkan sulitnya memprediksi informasi penjualan perusahaan. Dengan adanya kesulitan tersebut maka timbul laba yang tidak persisten dan sulit diprediksi karena penjualan merupakan komponen utama dari laba (Fanani, 2010; dalam Kusuma dan Sadjiarto, 2014). Faktor ketiga adalah ukuran perusahaan sebagai penentu besar atau kecilnya perusahaan yang diperoleh dari jumlah karyawan, total aset, rata–rata tingkat penjualan, kapitalisasi pasar serta jumlah penjualan (Lutfiyah, 2016). Perusahaan yang memiliki ukuran besar maka sumber dayanya bagus sehingga mampu mengelola aktivitas operasinya dengan baik. Kondisi baik tersebut menimbulkan kegiatan operasi yang stabil sehingga total penjualan, total aset, serta labanya akan cenderung stabil. Semakin besar perusahaan maka persistensi labanya juga semakin tinggi sehingga mampu mengendalikan dan menghasilkan laba di perusahaan dan mengakibatkan persistensi laba (Dewi dan Putri, 2015). Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pengujian hipotesis. Variabel dependen yang digunakan adalah persistensi laba sedangkan variabel independen adalah volatilitas arus kas, volatilitas penjualan,dan ukuran perusahaan. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif berupa laporan keuangan tahun 20016-2022. Metode pengumpulan data adalah dokumentasi. Objek penelitian yang digunakan adalah perusahaan manufaktur sub sektor pabrik tembakau yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2022. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volatilitas arus kas, berpengaruh secara signifikan terhadap persistensi laba, volatilitas penjualan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap persistensi laba dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap persistensi laba. Terjadinya volatilitas arus kas yang rendah, volatilitas penjualan yang tinggi, dan ukuran perusahaan yang besar tidak membuat laba perusahaan menjadi persisten. Kata kunci: persistensi laba, volatilitas arus kas, volatilitas penjualan, ukuran perusahaan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Pajak Terhadap Indikator Tarif Pajak Yang Efektif (Studi Pada Perusahaan Sub Sektor Infrastruktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2021).

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul :Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Pajak Terhadap Indikator Tarif Pajak Yang Efektif (Studi Pada Perusahaan Sub Sektor Infrastruktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2021). Di bawah bimbingan ibu Dr. Angela Merici Minggu, SE.,M.Si sebagai dosen Pembimbing I dan ibu Helda M. Ala,SE,M.,Si sebagai pembimbing II. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh profabilitas, Ukuran Perusahan, dan leverage terhadap IndikatorTarif Pajak yang Efektif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2021. Perusahaan merupakan salah satu subjek pajak penghasilan,yaitu subjek pajak badan. Penjelasan Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 pasal 2 ayat (1) huruf b menjelaskan bahwa subjek pajak badan adalah Sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah dengan nama dan bentuk apapun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi lainnya, lembaga, dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap lainnya. Penelitian yang dilakukan oleh Derashid dan Zhang (2003) dan Richardson dan Lanis (2007) menjelaskan bahwa perusahaan yang termasuk dalam perusahaan berskala besar membayar pajak lebih rendah daripada perusahaan yang berskala kecil.Porcano dalam Noor et al. (2010) menjelaskan bahwa perusahaan berskala besar mempunyai lebih banyak sumber daya yang dapat digunakan untuk perencanaan pajak dan lobi politik. Tetapi ada juga penelitian yang menyebutkan bahwa perusahan yang berskala besar membayar pajak lebih besar daripada perusahaan berskala kecil, ini dikarenakan adanya political cost yang menyebabkan jumlah beban pajak yang dibayarkan oleh perusahaan besar menjadi lebih tinggi dari yang seharusnya (Zimmerman, dalam Noor et al., 2010). Karena adanya perbedaan hasil penelitian dan data yang terus mengalami pembaharuan, maka diperlukan penelitian untuk mengatasi permasalahan ini. Selain dengan memanfaatkan ukuran perusahaan, perusahaan juga dapat menekan tingkat profitabilitas yang digambarkan oleh Return On Assets (ROA) untuk memaksimalkan manajemen pajak perusahaan. Perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi akan dikenai pajak yang tinggi. Pada Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 pasal 1 dijelaskan bahwa penghasilan yang diterima oleh subjek pajak (perusahaan) akan dikenai pajak penghasilan, sehingga semakin besar penghasilan yang diterima oleh perusahaan akan menyebabkan semakin besar pajak penghasilan yang dikenakan kepada perusahaan (Richardson dan Lanis, 2007). Penelitian lain menemukan bahwa besarnya profitabilitas perusahaan dapat mengurangi beban pajak perusahaan. Penyebabnya adalah karena perusahaan dengan tingkat efisiensi yang tinggi dan yang memiliki pendapatan tinggi cenderung menghadapi beban pajak yang rendah. Rendahnya beban pajak perusahaan dikarenakan perusahaan dengan pendapatan yang tinggi berhasil memanfaatkan keuntungan dari adanya insentif pajak dan pengurang pajak yang lain yang dapat menyebabkan tarif pajak efektif perusahaan lebih rendah dari yang seharusnya (Noor et al., 2010). Dengan adanya perbedaan antara teori dan hasil penelitian yang ada, maka diperlukan penelitian untuk mengatasi permasalahan ini. Hutang dapat menyebabkan penurunan pajak dikarenakan adanya biaya bunga yang timbul dari hutang yang dimiliki oleh perusahaan dapat digunakan sebagai pengurang penghasilan.Prabowo (2006) menjelaskan bahwa bunga pinjaman baik yang dibayar maupun yang belum dibayar pada saat jatuh tempo adalah biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan. Dengan adanya bunga hutang perusahaan akan lebih memilih menggunakan hutang dalam pembiayaan. Penelitian yang telah dilakukan oleh Haryadi (2012) menunjukkan bahwa hutang perusahaan dapat mengurangi beban pajak yang dibayarkan dengan memanfaatkan bunga hutang sebagai pengurang pajak. Menurut sugiyono (2018) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel yang diambil untuk melakukan penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan sub sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2019-2021 yakni sebanyak 10 X 3 Tahun = 30 perusahaan yang diambil dengan menggunakan metode Purposive sampling, Selanjutnya data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan regresi linear berganda, uji t, dan uji koefisien determinasi (R). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tarif pajak efektif berpengaruh terhadap ukuran perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2021 sedangkan profabilitas dan laverage tidak berpengaruh terhdap Tarif Pajak Efektif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Tax Planning, Beban Pajak Tangguhan, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Manajemen Laba Pada Perusahaan Industri Barang Konsumsi di Bursa Efek Indonesia

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian dengan judul “Pengaruh Tax Planning, Beban Pajak Tangguhan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Manajemen Laba Pada Perusahaan Industri Barang Konsumsi Di Bursa Efek Indonesia” bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari tax planning yangmenggunakan rasio Tax Retention Rate (TRR), beban pajak tangguhan dan ukuran perusahaan terhadap manajemen laba pada perusahaan industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder serta pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan cara mengumpulkan laporan keuangan tahunan dari tahun 2017-2021. Metode pengambilan sampel berdasarkan purposive sampling dengan kriteria tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 59 perusahaan industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia tahun 2017 – 2021, dan data yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel penelitian sebanyak 8 perusahaan industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia tahun 2017 – 2021. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier berganda serta uji yang digunakan yaitu uji statistik deskriptif, uji signifikan parameter individual (t) dan koefisien determinasi. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan menunjukan bahwa berdasarkan hasil uji t, tax planning, beban pajak tangguhan dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap manajemen laba pada perusahaan industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia tahun 2017 – 2021.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LIKUIDITAS, KEBIJAKAN DEVIDEN, PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAN, DAN TINGKAT INFLASI TERHADAP NILAI PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI “PENGARUH LIKUIDITAS, KEBIJAKAN DEVIDEN, PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN, DAN TINGKAT INFLASITERHADAP NILAI PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA” Kondisi perekonomian yang terjadi saat ini menciptakan persaingan yang ketat antar perusahaan. Persaingan membuat setiap perusahaan berlomba meningkatkan kinerja,sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Menurut Harjito & Martono, (2014) salah satutujuan perusahaan yaitu untuk mencapai atau memperoleh laba maksimal untuk kemakmuran pemilik perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian di buktikan bahwa Likuiditas(CR) Berpengaruh Negatif terhadap nilai perusahaan, ditunjukan dengan nilai koefisien regresi sebesar -4.616. dengan hasil tersebut maka hipotesis H1 yang menyatakn bahwa likuiditas berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan diterima. Pengaruh likuiditas terhdap nilai perusahaan tersebut tidak signifikan, ditunjukan dengan nilai sig = 0,000<0,05. Hasil penelitian ini mendukung oleh menawati (2017) menunjukan likuiditas berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Hal ini membuktikan bahwa ketika likuiditas perusahaan meningkat, maka nilai perusahaan akan naik. Penelitin ini juga membuktikan bahwa kebijakan deviden (DPR) berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.Ditunjukan nilai koefisienregresi sebesar 0,406.Dengan hasil tersebut maka hipotesis H2 menyatakan maka kebijakan deviden berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan diterima. Pengaruh kebijakan deviden terhadap nilai perusahaan tersebut signifikan ditunjukan dengan nilai sig= 0,000<0,05. Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya oleh Sorin (2016) membuktikan bahwa kebijakandeviden berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian ini dibuktikan bahwa profitabilitas (ROA) Berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan di tunjukan dengan nilai koefisien regresi sebesar 14.980. Dengan hasil maka hipotesis H3 yang menyatakan bahwa profitabilitasberpengaruh positif terhadap nilai perusahaan diterima. Pengaruh profitabilitasterhadap nilai perusahaan ditunjukan dengan nilai sig=0,000<0,05 hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya oleh Dewi dan Wirawati (2018) yang mengatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perushaan. Penelitian ini juga membuktikan bahwa ukuran perusahaan (FZ) berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan di tunjukan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,591. Dengan hasil tersebut maka hipotesis H4 yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan diterima. Pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan tersebut tidak signifikan, ditunjukan dengan nilai sig =0,095>0,05. Hasil penelitian tersebut di atas mendukung penelitian terdahulu (Lestari 2018) yang mengatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian ini dibuktikan bahwa Tingkat Inflasi Berpengaruh (IR) negatif terhada nilai perusahaan di tunjukan dengan niali koefisein regresi sebesar -4.021.Dengan hasil maka hipotesis H5 yang menyatakan bawha tingkat inflasi berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan diterima. Pengaruh tingkat inflasi terhadap nilai perusahaan di tunjukan dengan nilai sig =0,89>0,05. Hasil penelitian diatas mendukung penelitian terdahulu (Suryantini & Arsawan (2014) yang mengatakn bahwa ukuran perusahaa berpengaruh negarif terhadap nilai perusahaan. KATA KUNCI : Likuiditas, Kebijakan Deviden, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Tingkat Inflasi, Nilai Perusahaan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENENTUAN HARGA JUAL KAIN TENUN IKAT BERBASIS PEWARNA ALAM DI KABUPATEM SUMBA TIMUR (STUDI PADA KELOMPOK TENUN KALIUDA)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biaya produksi, motif kain, bahan baku pewarna, ukuran kain, dan persaingan harga pasar terhadap penentuan harga jual kain tenun ikat. Penelitian ini merupakan penelitian metode kuantitatif dengan wawancara dan membagikan kuesioner kepada pengrajin kain tenun ikat untuk memperoleh data. Populasi menurut (Sugiyono, 2014:80) suatu wilayah yang di dalamnya terdapat subjek atau objek yang memiliki kualitas dan karakter yang tepat untuk digunakan dalam sebuah penelitian dan yang kemudian dapat diambil kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku usaha kain tenun ikat sumba timur Sentra Kaliuda di tahun 2022 yang berjumlah 33 orang. Biaya produksi berpengaruh terhadap penentuan harga jual kain tenun ikat. Hal ini dapat dibuktikan dengan data hasil uji t yang nilai signifikan 0,015 kurang dari 0,05, dan pada kenyataan yang sering kita temui dan pada penenlitian yang saya jalani dapat dilihat bahwa biaya produksi sangat berpengaruh pada penentuan harga jual kain tenun ikat, karena biaya produksi merupakan total biaya yang dikeluarkan oleh para pelaku usaha atau pengrajin kain tenun ikat dalam proses produksi untuk menghasilkan produk kain tenun ikat yang nantinya akan dijual atau dipasarkan untuk mendapatkan hasil atau keuntungan yang diharapkan melalui penentuan harga jual produk yang tepat. Motif kain berpengaruh terhadap penentuan harga jual kain tenun ikat. Hal ini dapat dibuktikan dengan data hasil uji t yang nilai signifikan 0,033 tidak kurang dari 0,05, dan pada kenyataan yang sering kita temui dan pada penelitian yang saya jalani dapat dilihat bahwa motif kain sangat berpengaruh pada penentuan harga jual kain tenun ikat, karena Tenun Ikat Sumba Timur memiliki makna sosial dan religius yang sangat tinggi. Kepercayaan setempat, status sosial, hubungan kekrabatan, nuansa dan kenangan peristiwa, hingga ungkapan rasa dan keadaan alam sekitar, semuannya memiliki motifnya sendiri dalam Kain Tenun Ikat Sumba. Motif atau ragam hias pada Kain Tenun Ikat memiliki makna yang melekat bersama kain, pemakai atau pemiliknya itu sendiri. Motif kain tenun ikat Sumba Timur terdiri dari banyak jenis yang membuat kain tenun ikat Sumba Timur memiliki motif yang sangat beragam dan memiliki tingkat kesulitan pembuatannya masing-masing. Bahan baku pewarna berpengaruh terhadap penentuan harga jual kain tenun ikat. Hal ini dapat dibuktikan dengan data hasil uji t yang nilai signifikan 0,046 tidak kurang dari 0,05, dan pada kenyataan yang sering kita temui dan pada penelitian yang saya jalani dapat dilihat bahwa bahan baku pewarna sangat berpengaruh pada penentuan harga jual kain tenun ikat kerena produk kain tenun ikat Sumba Timur dengan bahan baku pewarnaan alam sangat digemari karena menimbulkan efek khas yang tidak dapat ditiru oleh zat warna sintetis. Hal inilah yang mendukung kain tenun ikat sebagai produk eksklusif yang banyak diminati orang. Ukuran kain berpengaruh terhadap penentuan harga jual kain tenun ikat. Hal ini dapat dibuktikan dengan data hasil uji t yang nilai signifikan 0,023 tidak kurang dari 0,05, dan pada kenyataan yang sering kita temui dan pada penelitian yang saya jalani dapat dilihat bahwa ukuran kain sangat berpengaruh pada penentuan harga jual kain tenun ikat kerena ukuran produk kain tenun ikat Sumba Timur terdiri dari tiga jenis yaitu sarung, selimut dan selendang, yaitu selendang dengan rata-rata ukuran 1 x 0,6 m, sarung dengan ukuran 2 x 1 m sampai 2,5 x 1 m dan kain dengan ukuran 3 x 1,5 m. Ketiga jenis produk tersebut membutuhkan biaya produksi yang berbeda-beda dan harga jual yang juga berbeda. Persaingan harga pasar berpengaruh terhadap penentuan harga jual kain tenun ikat. Hal ini dapat dibuktikan dengan data hasil uji t yang nilai signifikan 0,017 tidak kurang dari 0,05, dan pada kenyataan yang sering kita temui dan pada penelitian yang saya jalani dapat dilihat bahwa persaingan harga pasar sangat berpengaruh pada penentuan harga jual kain tenun ikat kerena persaingan harga pasar merupakan hal yang wajar dalam berbisnis. Dalam berbisnis perusahaan akan mencoba mempertahankan eksistensinya dan akan selalu berusaha memperluas pasar perdagangannya. Kata Kunci : Biaya Produksi, Motif Kian, Bahan Baku Pewarna, Ukuran Kian, Persaingan Harga Pasar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Faktor Finansial Terhadap Penghindaran Pajak di Saat Pandemi Covid-19 pada perusahaan transportasi di Bursa Efek Indonesia (BEI)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penghindaran pajak adalah upaya untuk meminimalkan beban pajak terutang yang dimiliki namun tidak melanggar peraturan dengan memanfaatkan kelemahan ketentuan perpajakan. Penelitian inibertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh faktor- faktor finansial (profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan)terhadap penghindaran pajak dimasa pandemi Covid-19. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunderserta pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan cara mengumpulkan laporan keuangan triwulan setiap perusahaan pada tahun 2020 dan 2021. Populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 46 perusahaan transportasi yang terdafar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2020 dan 2021. Sehingga, untuk sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling yang kemudian didapatkan sampel sejumlah 40 data dari 5 perusahaan transportasi selama kurun waktu triwulan I, II, III, IV 2020- I, II, III, IV 2021. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier berganda serta uji yang digunakan yaitu uji statistik deskriptif, , ujiasumsi klasik, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukan bahwa variabel profitabilitas dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh secara parsialterhadap penghindaran pajak di saat pandemi covid-19, sedangkan variabel leverage berpengaruh secara parsial terhadap penghindaran pajak di saat pandemi covid-19. Dan secara simultan variabel profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap penghindaran pajak di saat pandemi covid-19.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang mempengaruhi kebijakan hutang pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2017-2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK FAKTOR-FKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBIJAKAN HUTANG PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2021 JENILINA TASILIMA 1 8 1 9 0 2 1 7 Hutang merupakan mekanisme yang digunakan untuk mengurangi konflik keagenan. Dengan adanya hutang maka perusahaan akan mendapatkan tambahan modal eksternal yang dapat meningkatkan operasional perusahaannya. Keputusan pendanaan sebuah perusahaan dalam mendanai kegiatan operasionalnya, harus sesuai dengan tujuan utama perusahaan. Keputusan pendanaan tersebut mampu untuk meminimalkan risiko maupun biaya agar tujuan utama perusahaan tercapai. Untuk mencapai tujuan, perusahaan harus memiliki struktur modal yang optimal. Struktur modal yang optimal merupakan struktur yang dapat memaksimumkan nilai perusahaan atau harga saham. Dalam menentukan kebijakan hutang, juga ada beberapa faktor yang dipertimbangkan oleh perusahaan pada umumnya. Penelitian ini di lakukan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh profitabilitas (X1), likuiditas (X2) dan ukuran perusahaan (X3) terhadap kebijakan hutang (Y) pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017-2021. Data penelitian yang di gunakan bersumber dari website resmi Bursa Efek Indonesia yang beralamat di www.idx.co.id. Data penelitian yang di gunakan dari tahun 2017-2021. Populasi pada penelitian ini berjumlah 10 perusahaan manufaktur. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kebijakan hutang dan variabel independen adalah profitabilitas, likuiditas dan ukuran perusahaan. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data yang di gunakan adalah menggunakan teknik regresi linear berganda dan bantuan aplikasi SPSS 26. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t. Hasil analisis menunjukan profitabilitas dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang sedangkan likuiditas berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang. Manfaat dari penelitian ini sebagai rujukan pengembangan ilmu akuntansi khususnya dalam analisis profitabilitas, likuiditas dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan hutang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kecukupan Modal, Risiko Kredit, dan Ukuran Bank Terhadap Likuiditas Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2018-2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji pengaruh Kecukupan Modal, Risiko Kredit, dan Ukuran Bank terhadap Likuiditas Kinerja pada Perusahaan Perbankan. Rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Total Aset (Ln), dan Loan To Deposit Ratio (LDR). Periode penelitian yang digunakan adalah tahun 2018-2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan sampel yaitu metode purposive sampling. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan, terdapat 15 bank dari 43 bank yang sesuai dengan kriteria. Data yang digunakan berupa data keuangan perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEI periode 2018-2021 yang diperoleh situs dari https://www.idx.co.id. Penelitian ini menggunakan teknik Analisis Linear Berganda. Berdasarkan hasil analisis menunjukan bahwa Kecukupan Modal pada perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEI 2018-2021 tidak berpengaruh terhadap Likuiditas, Risiko Kredit berpengaruh terhadap Likuiditas pada perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEI 2018-2021, sedangkan Ukuran Bank tidak berpengaruh terhadap Likuiditas pada perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEI 2018-2021. Kata Kunci: Kecukupan Modal, Risiko Kredit, Ukuran Bank, Likuiditas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN METODE AKUNTANSI PERSEDIAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2021)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN METODE AKUNTANSI PERSEDIAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2021) Persediaan (inventory) adalah suatu istilah umum yang menunjukan segala sesuatu atau sumber daya organisasi yang disimpan dalam antisipasi pemenuhan permintaan. Permintaan akan sumber daya internal ataupun eksternal ini meliputi persediaan bahan mentah, barang dalam proses, barang jadi atau produk akhir, bahan-bahan pembantu atau pelengkap daan komponen-komponen lain yang menjadi bagian keluaran produk perusahaan. Ukuran perusahaan adalah rata-rata total penjualan bersih untuk tahun yang bersangkutan sampai beberapa tahun. Likuiditas adalah kemampuan perusahaan memenuhi hutang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Ukuran Perusahaan dan Likuiditas terhadap metode akuntansi persediaan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang menggunakan metode penelitian kuantitatif, dimana teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 8 perusahaan manufaktur. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap pemilihan metode akuntansi persediaan karena perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI, dengan kata lain perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tergolong perusahaan besar, Hal ini membuktikan bahwa likuiditas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pemilihan metode penilaian persediaan. Dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemilihan metode akuntansi persediaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021. Likuiditas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pemilihan metode akuntansi persediaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh ukuran perusahaan dan profitabilitas terhadap penghindaran pajak pada perusahaan sub sektor perkebunan yang terdaftar di bursa efek indonesia periode 2016-2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penghindaran pajak (Tax Avoidance) merupakan upayah/strategi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk memanfaatkan celah atau kelemahan yang ada di dalam undang-undang perpajakan untuk melakukan penghindaran pajak secara legal. Penelitian ini untuk menguji Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas terhadap Penghindaran Pajak. Populasi dalam penelitian ini adalah 19 Perusahaan Sub Sektor Perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016 – 2021. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini yang menggunakan purposive sampling. Dan mendapatkan sampel sebanyak 6 perusahaan sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metoe kuantitatif dan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif tidak siknifikan terhadap penghindaran pajak sehingga hal ini menunjukan bahwa ukuran perusahaan belum tentu dapat mempengaruhi perusahaan dalam melakukan penghindaran pajak. Sedangkan profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap penghindaran pajak sehingga hal ini menunjukKan bahwa semakin rendah profitabilitas maka semakin tinggi upayah penghindaran pajak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LIKUIDITAS, UKURAN PERUSAHAAN DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN(Studi Kasus Pada Perusahaan Sub Sektor Kimia Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan didirikan suatu perusahaan yaitu memaksimalkan laba dan memaksimalkan kekayaan pemegang saham. Memaksimalkan pemegang saham yaitu memaksimalkan nilai perusahaan yang tercermin dari harga saham.Perusahaan sub sektor kimia yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia memiliki nilai perusahaan yang selalu mengalami peningkatan dari tahun 2018-2021.Nilai perusahaan merupakan indikator penilaian pasar bagi perusahaan secara keseluruhan sebab dengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham juga tinggiDalam meningkatkan nilai perusahaan ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu likuiditas,ukuran perusahaan dan profitabilitas. Likuiditas merupakan suatu indikator mengenai kemampuan perusahaan untuk membayar semua kewajiban finansial jangka pendek pada saat jatuh tempo dengan menggunakan aktiva lancar yang tersedia (Syamsuddin dalam Ristanti, 2015). Pengukuran likuiditas menggunakan rasio lancar(Current Ratio)Ukuran perusahaan (Size) menggunakan nilai buku dari total aset atau total aktiva sebagai proksi size. Rasio profitabilitas bertujuan untuk mengukur efektivitas manajemen yang tercermin pada imbalan atas hasil investasi melalui kegiatan perusahaan atau dengan kata lain mengukur kinerja perusahaan secara keseluruhan dan efisiensi dalam pengelolaan kewajiban dan modal. Profitabilitas diukur menggunakan Return On Assets (ROA). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh likuiditas, ukuran perusahaan dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor kimia yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Metode dalam menentukan sampel dengan purposive sampling sehingga Jumlah sampel yang digunakan berjumlah 32 yang berasal dari delapan perusahaan sub sektor kimia yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Jenis data yang digunakan dalam penelitian data sekunder, Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, sumber data berupa data sekunder. Teknik analisis yaitu analisis pendahuluan menggunakan metode deskriptif dan analisis lanjutan yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan uji asumsi klasik. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa likuiditas (Current Ratio) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, hal ini menunjukan bahwa semakin tingi likuiditas maka nilai perusahaan akan semakin meningkat. ukuran perusahaan (Size) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, hal ini menunjukan bahwa ukuran perusahaan memliki pengaruh terhadap nilai perusahaan tetapi pengaruh yang negatif yaitu semakin besar ukuran perusahaan maka nilai perusahaan akan menurun. Profitabilitas (Return On Assers) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukan bahwa besar kecilnya proftablitas yang dimiliki oleh perusahaan tidak mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS INTENSITAS ASET TETAP, LEVERAGE, PROFITABILITAS, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sektor Rokok yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014 – 2021)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Suatu negara akan dinilai baik dari segi perekonomiannya apabila anggaran dalam negara tersebut memiliki kesanggupan dalam hal pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan aktivitas ekonomi yang stabil. Pajak ialah kontribusi yang sifatnya memaksa, yang dibayar kepada negara, baik oleh wajib pajak perseorangan ataupun badan berdasarkan peraturan yang ditetapkan. Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 Pasal 1, pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan UndangUndang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pemerintah berusaha untuk mendapatkan penerimaan pajak yang sebesar besarnya dari semua wajib pajak, sedangkan sebaliknya semua wajib pajak berusaha untuk membayar pajak sekecil mungkin untuk mendapatkan laba yang sebesar-besarnya. Hal ini pada akhirnya mendorong sebagian besar perusahaan untuk melakukan berbagai cara baik legal maupun ilegal dengan tujuan untuk semaksimal mungkin menekan beban pajak bahkan mungkin menghilangkannya. Menurut Frank (dalam Suyanto dan Supramono, 2012) agresivitas pajak perusahaan merupakan suatu tindakan merekayasa pendapatan kena pajak melalui perencanaan pajak yang dapat dilakukan baik secara legal (tax avoidance) maupun secara ilegal (tax evasion). Maka penulis berpendapat bahwa agresivitas pajak adalah strategi merekayasa pelaporan pajak untuk menghindari, mengurangi, atau menghilangkan beban pajak perusahaan sehingga memperkecil kewajiban pajaknya dengan memanfaatkan kelemahan aturan pajak dari segi hukum agar tidak akan dipermasalahkan nantinya. Dari latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh intensitas aset tetap, leverage, profitabilitas, dan ukuran perusahaan secara parsial terhadap agresivitas pajak. Secara terperinci yang menjadi persoalan penelitian adalah: Apakah intensitas aset tetap, leverage, profitabilitas, dan ukuran perusahaan secara parsial terhadap agresivitas pajak. Berdasarkan persoalan penelitian tersebut, maka hipotesis dirumuskan sebagai berikut: 1. Intensitas aset tetap tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak 2. Leverage tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak 3. Profitabilitas berpengaruh terhadap agresivitas pajak 4. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) di sektor rokok dari tahun 2014 – 2021. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling dan mendapatkan 4 perusahaan rokok, yaitu Wismilak, Sampoerna, Gudang Garam, Bentoel. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuantitatif dan hasil penelitiannya diolah menggunakan program SPSS 26. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa hanya satu variabel saja yang berpengaruh terhadap agresivitas pajak. Intensitas aset tetap tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak dengan nilai signifikansi sebesar 0,153 > 0,05; leverage tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak dengan nilai signifikansi sebesar 0,144 > 0,05; Profitabilitas berpengaruh terhadap agresivitas pajak dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 < 0,05; dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak dengan nilai signifikansi sebesar 0,551 > 0,05.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, LIKUIDITAS, DAN PROFITABILITAS TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2021 Struktur modal adalah tingkat utang yang dimiliki oleh perusahaan. Struktur modal yang baik akan mempunyai dampak kepada perusahaan dan secara tidak langsung posisi finacial perusahaan akan meningkat dan nilai perusahaan pun akan tinggi. Persoalan dalam penelitian ini adalah apakah ukuran perusahaan, likuiditas, dan profitabilitas berpengaruh terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2017-2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, likuiditas dan profitabilitas terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2017-2021. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sector industry barang konsumsi yang sudah dan masih terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 15 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan uji regresi linier berganda. Ukuran Perusahaan merupakan skala perusahaan yang dilihat dari total aktiva perusahaan pada akhir tahun. Total penjualan juga dapat digunakan untuk mengukur besarnya perusahaan ukuran perusahaan menggambarkan kecil besarnya perusahaan. Perusahaan dengan ukuran besar memiliki akses lebih besar dan luas untuk mendapat sumber pendanaan dari luar, sehingga untuk memperolah pinjaman akan menjadi lebih mudah karna dikatakan bahwa perusahaan dengan ukuran besar memiliki kesempatan lebih besar untuk memenangkan persaingan atau bertahan dalam industri. Likuiditas menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih. Berdasarkan beberapa pendapatan mengenai likuiditas maka penulis menyimpulkan bahwa likuiditas merupakan suatu kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban financial jangka pendek maupun jangka panjang yang jatuh tempo pada tahun bersangkutan yang harus segera dipenuhi. Profitabilitas merupakan Analisis rasio keuangan yang mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memperoleh laba atau profit dengan suatu ukuran dalam presentase untuk menilai sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan laba atau keuntungan. Menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber daya yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang perusahaan, dan lain sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh terhadap struktur modal. Hal ini dibuktikan dengan t-hitung sebesar -1,706 dengan nilai signifikansi sebesar 0,092 lebih besar dibandingkan dengan tingkat signifikansi yang diharapkan yaitu 0,05 sehingga hipotesis pertama ditolak. Likuiditas yang diwakili Current Ratio (CR) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Struktur Modal. Karena Hasil uji memperoleh nilai t hitung CR sebesar -3,884 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Oleh karena itu hipotesis kedua diterima. Profitabilitas yang diwakili oleh Return On Equity (ROE) memiliki pengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap Struktur Modal. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian yang menghasilkan nilai t hitung sebesar 1,281 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,204 atau lebih besar dibandingkan dengan tinkat signifikan yang diharapkan yaitu 0,05 sehingga hipotesis ketiga ditolak. Berdasarkan hasil penelitian ini, telah menjawab hal-hal yang menjadi persoalan dalam penelitian ini. Kata kunci : Struktur Modal, Ukuran Perusahaan, Likuiditas, dan Profitabilitas

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP STRUKTUR MODAL Pada Sektor Pertambangan Minyak Mentah Dan Gas Bumi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI 2017-2019)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TRI INDAR ASMIN. 2020, Pengaruh Ukuran Perusahaan, Struktur Aktiva dan Profitabilitas terhadap Struktur Modal Perusahaan Setelah IPO (Studi Perusahaan Jasa yang Terdaftar Di Indeks Saham Syariah Indonesia 2017- 2019.Skripsi program studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.Dibimbing oleh Andi Mappatompo dan Ramly.Struktur modal adalah tingkat utang yang dimiliki oleh perusahaan. Struktur modal yang baik akan mempunyai dampak kepada perusahaan dan secara tidak langsung posisi finacial perusahaan akan meningkat dan nilai perusahaan pun akan tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, struktur aktiva dan profitabilitas terhadap struktur modal perusahaan pada perusahaan jasa di Indeks Saham Syariah Indonesia periode 2017-2019.Populasi dalam penelitian ini menggunakan perusahaan jasa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal, struktur aktiva tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal dan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Kata Kunci: Ukuran Perusahaan, Struktur Aktiva, Profitabilitas, Struktur Modal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN PROPERTIES & REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Perkembangan perekonomian Indonesia saat ini sudah menunju kearah peningkatan, dapat dilihat dari perkembangan pembangunan infrastruktur di Indonesia yang semakin maju. Hal ini dapat menunjang perkembangan perekonomian Indonesia. Salah satu sektor yang mendapatkan dampak dari pembangunan infrastruktur adalah sektor properti & real estate. Properti & real estate adalah salah satu sektor yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Yang menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan properties & real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan persoalan penelitian tersebut mana penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan properties & real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sebuah perusahaan pasti memiliki tujuan, salah satu tujuan jangka panjang dari perusahaan yaitu meningkatkan nilai perusahaan. Dimana semakin tinggi nilai perusahaan maka semakin besar kemakmuran yang diterima oleh pemilik perusahan. Menurut Kadim dkk., (2018) faktor internal yang secara prinsip mempengaruhi nilai perusahaan adalah Leverage, Ukuran Perusahaan, dan Profitabilitas Menurut Brigham & Daves dalam Pakpahan (2010:211) nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang tercermin pada harga saham. Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh laba dalam suatu periode tertentu, (Kusna dan Setijani, 2018). Dalam penelitian ini profitabilitas diukur menggunakan Return On Equity. Menurut Hery (2016:107), ROE merupakan rasio yang menunjukan seberapa besar kontribusi ekuitas dalam menciptakan laba bersih. Semakin tinggi hasil pengembalian atas ekuitas artinya semakin tinggi jumlah laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam ekuitas. Hery (2016:162) mendefinisikan leverage sebagai rasio solvabilitas atau rasio leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aset perusahaan dibiayai dengan utang. Dengan kata lain, rasio solvabilitas atau rasio leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar beban utang yang harus ditanggung perusahaan dalam rangka pemenuhan aset. Putu Ayu dan Gerianta (2018), mengungkapkan bahwa ukuran perusahaan merupakan suatu skala dimana dapat diklasifikasikan besar kecilnya perusahaan diukur dengan total aktiva, jumlah penjualan, nilai saham dan sebagainya. Adapun menurut Susilo (2012:06), menegemukakan bahwa semakin besar total aktiva, jumlah penjualan atau modal suatu perusahaan maka semakin besar pula ukuran suatu perusahaan. Populasi yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan properties & real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020-2022. Maka populasi dalam penelitian ini sebanyak 88 perusahaan. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2010). Berdasarkan kriteria-kriteria pemilihan sampel yang telah ditentukan maka terdapat 15 perusahaan yang akan digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi nonpartisipan, dimana peneliti tidak terlibat secara langsung dan hanya meneliti saja. Metode observasi nonpartisipan ini dilakukan dengan mengamati dan menganalisis laporan keuangan perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2022 yang dapat diakses melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif yang selanjutnya pengujian hipotesis menggunakan analisis rasio keuangan untuk melihat pengaruh antar variabel. Berdasarkan uji hipotesis hasil perhitungan return on equity yang menunjukan bahwa profitabilitas pada perusahaan properties & real estate pada tahun 2020-2022 mengalami kenaikan terus-menerus yaitu rata-rata return on equity sebesar -3% pada tahun 2020 dan mengalami keaikan menjadi 1% pada tahun 2021 dan pada tahun 2022 mengalami kenaikan menjadi 4%. Adapun hasil perhitungan debt to equity ratio yang menunjukan bahwa leverage pada perusahaan properties & real estate pada tahun 2020-2022 mengalami kenaikan yaitu rata-rata debt to equity ratio sebesar 84% pada tahun 2020 dan mengalami keaikan menjadi 89% pada tahun 2021 dan pada tahun 2022 tetap konsisten dari tahun 2021 sehingga rata-rata Debt to Equity Ratio pada tahun 2022 sebesar 89%. Dan hasil perhitungan size yang menunjukan bahwa ukuran perusahaan pada perusahaan properties & real estate konsisten selama tahun 2020-2022 yaitu sebesar 30. Maka kesimpulan dari penelitian ini adalah Profitabilitas, Leverage dan Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan properties & real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH UKURAN SERBUK RANTING KESAMBI (SCHLEICHERA OLEOSA), PADA PEMBUATAN BRIKET

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ranting kesambi (Schleichera oleosa) memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan briket. Namun, dalam proses pembuatan briket, ukuran serbuk ranting kesambi juga memegang peran penting dalam menentukan kualitas briket yang dihasilkan. kadar air briket 20 mesh diperoleh 2,83% lebih tinggi dibandingkan dengan briket 40 mesh 1,84%. Rata-rata kadar air briket paling tinggi pada briket 20 mesh sebesar 5,03%.kadar abu briket 40 mesh diperoleh 9,81% lebih tinggi dibandingkan briket 20 mesh 9,60%. Rata-rata kadar abu briket terendah pada penilitian ini sebesar 7,94% pada jenis briket 60 mesh.kadar zat menguap yang tertinggi adalah jenis briket 20 mesh memiliki kadar zat menguap sebesar 9,70%. Sedangkan briket 40 mesh 9,47% dan zat menguap terendah adalah jenis briket 60 mesh 9,22%. kadar karbon terikat pada perlakuan 20 mesh yaitu 95.00%. Sedangkan perlakuan 40 mesh 93,00%. Dan kadar karbon terikat terendah pada perlakuan 60 mesh 83,67%. Hasil uji duncan menunjukan bawah lama pembakaran briket 20 mesh berbeda nyata dengan 40 mesh dan 60 mesh. Lama pembakaran briket 40 mesh berbeda nyata dengan 20 mesh dan 60 mesh. Lama pembakaran briket 60 mesh berbeda nyata dengan 20 dan 40 mesh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Kabupaten Rote Ndao

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis sistem akuntansi keuangan daerah penerimaan san pengeluaran kas di BPMPD serta dalam hal pengakuan, pengukuran dan pencatatan belanja dan beban di BPMPD Kabupaten Rote Ndao. Sejalan dengan tujuan penelitian tersebut maka dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, kualitatif yaitu data yang di peroleh dari hasil wawancara akan dianalisis dengan membandingkan penerimaan dan pengeluaran kas serta pengakuan, pengukuran dan pencatatan belanja dan beban di BPMPD Kabupaten Rote Ndao dengan peraturan daerah Nomor 09 Tahun 2011. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan kas dan pengeluaran kas sudah sesuai dengan peraturan daerah Nomor 09 Tahun 2011, pengakuan belanja dan beban pada BPMPD Kabupaten Rote Ndao sudah sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 09 Tahun 2011

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, LEVERAGE, UKURAN PERUSAHAAN DAN OPINI AUDITOR TERHADAP KETEPATAN WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN CONSUMER NON-CYCLICALS YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) 2020-2022.

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitan ini berjudul: PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, LEVERAGE, UKURAN PERUSAHAAN DAN OPINI AUDITOR TERHADAP KETEPATAN WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN CONSUMER NON-CYCLICALS YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) 2020-2022. Dalam pasar modal terkadang perusahaan melanggar prinsip keterbukaan informasi mengenai penyampaian laporan keuangan yang tidak tepat waktu. Suspensi yang diterima oleh perusahaan atas ketidaktepatan waktu dalam menyampaikan laporan keuangan sangat merugikan bagi pihak perusahaan dan bagi para pemegang saham, sehingga peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya masalah ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Untuk itu perlu diketahui apa saja yang mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Profitabilitas mengukur seberapa besar tingkat keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan. Semakin besar tingkat perusahaan menunjukkan semakin baik manajemen dalam mengelolah perusahaan (Sutrisno, 2012). Likuiditas memperlihatkan tingkat ketersediaan modal kerja yang dibutuhkan dalam aktivitas operasional perusahaan. Tidak sedikit dijumpai perusahaan yang kerap kali mengalami kesulitan finansial sehingga tidak mampu mendanai kegiatan operasionalnya maupun dalam melakukan pembayaran utang sehingga nantinya perusahaan akan memiliki laporan keuangan yang mengandung berita buruk atas ketidakmampuan perusahaan tersebut dalam memenuhi kewajibannya. Leverage digunakan sebagai salah satu variabel independen yang diteliti karena leverage digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang, karena tidak semua dan tidak setiap saat semua perusahaan memperoleh nilai laba yang baik. Maka perusahaan pun dapat melakukan pinjaman untuk keberlangsungan operasional perusahaan kedepannya hutang salah satu sumber dana yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan dana pembiayaan dengan tujuan meningkatkan keuntungan (Moedjahedi, 2013). Ukuran merupakan sebuah perbandingan besar atau kecil terhadap suatu objek. Apabila bila definisi ini digabungkan bersama perusahaan ataupun suatu lembaga, berarti ukuran suatu perusahaan didefinisikan sebagai sebuah perbandingan besar maupun kecil usaha dari sebuah perusahaan ataupun organisasi, Herry (2017). Opini audit adalah pernyataan auditor terhadap kewajaran laporan keuangan dari entitas yang telah diperiksa, (Hatutik, 2015). Tujuan dilakukamn penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh profitabilitas terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan, untuk Mengetahui pengaruh likuiditas terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan, untuk Mengetahui pengaruh leverage terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan dan, untuk Mengetahui pengaruh ukuran perusahaan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda untuk dapat mengatahui pengaruh antara variable X (independen), terhadap variable Y (dependen) dan dibantu dengan alat pengujian statistik yaitu , program SPSS versi 25 dan Ms. Exel 2010. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perusahaan Consumer Non-Cyclicals Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2020-2022. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menerapkan terlebih dahulu kriteria-kriteria sampel yang dibutuhkan sehingga dari kriteria-kriteria yang diterapkan di peroleh 15 perusahaan yang memenuhi syarat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara persial (uji t) menunjukkan bahwa variabel profitabilitas (X1) tidak berpengaruh terhadap ketepatan waktu (Y), karena nilai yang diperoleh Thitung sebesar 1,007 dan nilai signifikan sebesar 0,320 dengan menggunakan batas signifikan atau p-value 0,05 (α = 5%), maka t-tabel sebesar 2,023. Ini berarti Thitung t-tabel atau 0,320 2,023 dan nilai signifikan Thitung 0,320 > 0,05. Untuk variabel likuiditas (X2) berpengaruh terhadap ketepatan waktu (Y), karena nilai yang diperoleh Thitung sebesar 2,782 dan nilai signifikan sebesar 0,008 dengan menggunakan batas signifikan atau p-value 0,05 (α = 5%), maka t-tabel sebesar 2,023. Ini berarti Thitung t-tabel atau 0,008 0,05. Untuk variabel leverage (X3) berpengaruh terhadap ketepatan waktu (Y), karena nilai yang diperoleh Thitung sebesar sebesar 15,872 dan nilai signifikan sebesar 0,00 dengan menggunakan batas signifikan atau p-value 0,05 (α = 5%), maka t-tabel sebesar 2,023. Ini berarti Thitung t-tabel atau 0,000 0,05. Sedangkan untuk variabel ukuran perusahaan (X4) tidak berpengaruh terhadap ketepatan waktu (Y), karena nilai yang diperoleh Thitung sebesar 1,082 dan nilai signifikan sebesar 0,286 dengan menggunakan batas signifikan atau p-value 0,05 (α = 5%), maka t-tabel sebesar 2,023. Ini berarti Thitung > t-tabel atau 0,286 > 0,05 dan untuk variabel opini auditor (X5) berpengaruh terhadap ketepatan waktu (Y), karena nilai yang diperoleh Thitung sebesar 16,591 dan nilai signifikan sebesar 0,00. dengan menggunakan batas signifikan atau p-value 0,05 (α = 5%), maka t-tabel sebesar 2,023. Ini berarti Thitung t-tabel atau 0,000 0,05.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH STRUKTUR MODAL, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR PROPERTY AND REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2018-2021

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH STRUKTUR MODAL, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, DAN UKURN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR PROPERTY AND REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIOEDE 2018-2021 Nilai perusahaan merupakan hasil kerja manajemen dari beberapa dimensi diantaranya adalah arus kas bersih dari keputusan investasi, pertumbuhan dan biaya modal perusahaan nilai perusahaan merupakan konsep penting karena nilai perusahaan merupakan indikator bagaimana pasar menilai perusahaan secara keseluruhan, nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan, sebab dengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham juga tinggi. Nilai perusahaan yang tinggi menunjukkan kinerja perusahaan yang baik, salah satunya, pandangan nilai perusahaan bagi pihak kreditur. Bagi pihak kreditur nilai perusahaan berkaitan dengan likuiditas perusahaan, yaitu perusahaan dinilai mampu atau tidaknya mengembalikan pinjaman yang diberikan oleh pihak kreditur, apabila nilai perusahaan yang tersirat tidak baik maka investor akan menilai perusahaan dengan nilai rendah. Struktur modal merupakan perimbangan atau perbandingan antara modal milik sendiri dengan modal asing. Dalam hal ini modal asing adalah hutang jangka pendek ataupun hutang jangka panjang, sementara modal sendiri dibagi menjadi laba ditahan dan kepemilikan perusahaan, Pertumbuhan perusahaan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Teori struktur modal menjelaskan bahwa kebijakan pendanaan (financial policy) perusahaan dalam menentukan struktur modal (bauran antara hutang dan ekuitas) bertujuan untuk mengoptimalkan nilai perusahaan. Penggunaan hutang sebagai sumber pendanaan perusahaan memiliki kuntungan dan kerugian. Devinisi lain mengatakan bahwa struktur modal adalah proporsi pendanaan dengan hutang (debt financing) perusahaan, yaitu rasio leverage perusahaan. Dengan demikian, hutang adalah unsur dari struktur modal perusahaan. Pertumbuhan adalah kemampuan perusahaan untuk mempertahankan posisi usahanya di dalam perkembangan ekonomi dan industri didalam perekonomian dimana perusahaan beroperasi, Ukuran perusahaan merupakan nilai besar kecilnya perusahaan yang dilihat dari besarnya equity, nilai penjualan dan aset yang berperan sebagai variabel konteks yang mengatur tuntutan pelayanan atau produk yang dihasilkan. Pertumbuhan perusahaan dapat juga menjadi indikator dari profitabilitas dan keberhasilan perusahaan, dalam hal ini, pertumbuhan perusahaan merupakan perwakilan untuk ketersediaan dana internal. Jika perusahaan berhasil dan memperoleh laba, maka tersedia dana internal yang cukup untuk kebutuhan investasi. Pertumbuhan aset dapat diperhitungkan dari persentase perubahan aset pada tahun tertentu terhadap aset pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan dinyatakan sebagai pertumbuhan total aset dimana pertumbuhan aset masa lalu akan menggambarkan profitabilitas yang akan datang dan pertumbuhan yang datang. Growth adalah perubahan (penurunan atau peningkatan) total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Pertumbuhan aset dihitung sebagai persentase perubahan aset pada saat tertentu terhadap tahun sebelumnya. Dari uraian diatas maka, peneliti akan meneliti judul tentang Pengaruh Struktur Modal, Pertumbuhan Perusahaan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Manufaktur Sub Sektor Property and Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2021. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh struktur modal, pertumbuhan perusahaan dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. secara parsial maupun simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sub sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2021. Metode penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka jumlah sampel yang memenuhi sebanyak 14 perusahaan. sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diunduh melalui www.idx.co.id selama 4 tahun periode 2018-2021. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel indipenden yaitu struktur modal dan ukuran perusahan secara persial tidak berpengaruh terhadap variable dependen yaitu nilai perusahaan. Sementara hasil penelitian menunjukan bahwa variable independen yaitu ukuran perusahaan secara persial berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu nilai perusahaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETETAPAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETETAPAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA Nama : Katarina Noviana Nahak NIM : 18190021 Fakultas : Ekonomi Program Studi : Akuntansi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketetapan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021 dengan menggunakan 12 sampel perusahaan perbankan, sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 12 X 5 = 60 sampel. Variabel Dependen dalam penelitian ini adalah ketepatan waktu pelaporan keuangan. Variabel dependen ini diukur berdasarkan tanggal laporan auditor independen (LAI), yang diukur dengan menggunakan variabel dummy dengan kategori 1 untuk perusahaan yang tepat waktu dan 0 untuk perusahaan yang tidak tepat waktu. Variabel Independen dalam penelitian ini adalah a. Profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan menggunakan aktiva yang dimiliki untuk menghasilkan pendapatan. Profitabilitas diproksikan dengan Return On Asset = laba bersih/ total aset (Brigham dan Joel, 2014:148). b. Leverage merupakan gambaran dari struktur modal yang dimiliki perusahaan, dimana leverage digunakan untuk mengetahui sejauh mana perusahaan menggunkan pendanaan melalui hutang. Leverage diproksikan dengan Debt to Equity Ratio= total liabilitas/ total ekuitas (Mareta, 2015). c. Ukuran perusahaan dapat dinilai dari beberapa segi, besar kecilnya perusahaan dapat d idasarkan pada total nilai aktiva, total penjualan, kapitalisasi pasar, jumlah tenaga kerja, dsb. Ukuran perusahaan diproksikan dengan Market to Book Value Ratio = nilai pasar saham/ nilai buku (Brigham dan Joel, 2014:151). Hasil penelitian ini menunjukan pada persamaan analisis regresi linear berganda Nilai konstanta sebesar -0,574 menunjukkan bahwa variabel Profitabilias, Ukuran Perusahaan, leverage, jika nilainya 0 maka ketepatan waktu pelaporan keuangan memiliki tingkat kinerja sebesar -0,574. Nilai koefisien Profitabilitas (X1) sebesar 2,040 dengan nilai positif. Hal ini berarti bahwa setiap peningkatan belanja daerah sebesar 1 kali maka ketepatan waktu pelaporan keuangan akan meningkat sebesar 2,040 dengan asumsi variabel yang lain konstan. Nilai koefisien Ukuran Perushaan (X2) sebesar 0,129 dengan nilai positif. Hal ini berarti bahwa setiap peningkatan Ukuran Perusahaan sebesar 1 kali maka ketepatan waktu pelaporan keuangan akan meningkat sebesar 0,129 dengan asumsi variabel yang lain konstan. Nilai koefisien Leverage (X3) sebesar 0,008 dengan nilai positif. Hal ini berarti bahwa setiap peningkatan leverage sebesar 1 kali maka ketepatan waktu pelaporan keuangan akan peningkatan sebesar 0,008 dengan asumsi variabel yang lain konstan. Hasil analisis uji -t Variabel Profitabilitas (ROA) berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Dijelaskan pula dalam hasil analisis regresi bahwa variabel Profitabilitas (ROA) mempunyai nilai β = 2,040 lebih besar dari 0 dan diperoleh nilai signifikansi 0,216 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 (0,216 > 0,05). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Ukuran perusahaan (Size) mempunyai nilai β = 0,129 lebih besar dari 0 dan diperoleh nilai signifikansi 0,081 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 (0,081 > 0,05). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. variabel leverage (DER) yang mempunyai nilai β = 0,008 lebih besar dari 0 dan diperoleh nilai signifikansi 0,528 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 (0,528 > 0,05). Dari hasil uji R2, diperoleh nilai R2 atau R Square sebesar 0,074 atau 7,4%. Hal ini menunjukkan bahwa ketepatan waktu pelaporan keuangan dapat dijelaskan sebesar 7,4% oleh variabel independen yaitu Profitabiitas, Ukuran Perusahaan, Leverage. Sedangkan 92,6% ketepatan waktu pelaporan keuangan dijelaskan oleh variabel-variabel diluar variabel independen penelitian ini. Kata kunci : Ketetapan waktu, Profitabilitas. Ukuran perusahaan, Leverage.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail