Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: perilaku pemimpin
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERILAKU PEMIMPIN DAN KESESUAIAN PENEMPATAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT.BARELANG KARYA KOTA KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PERILAKU PEMIMPIN DAN KESESUAIAN PENEMPATAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT.BARELANG KARYA KOTA KUPANG Sumber daya manusia merupakan salah satu komponen penting dalam menunjang keberhasilan suatu perusahaan. Diera globalisasi saat ini, dimana perkembangan dunia usaha saat ini semakin pesat, suatu perusahaan diuntut memiliki kredibilitas yang tanggu agar dapat bersaing dengan perusahaan lainnya. Tidak mudahh menciptkan kredibilitas yang tangguh dalam suatu perusahaan, karna banyak sekali syarat yang harus dipenuhi oleh suatu perusahaan agar dapat dikatakan memiliki kredibilitas, salah satu poin penting yang harus dimiliki adalah pengelolaan sumber daya manusia perusahaan tersebut secara efektif dan efesien. Koesmono (2007:30) mengungkapkan bahwa keberadaan seorang pemimpin dalam organisasi di butuhkan untuk membawa organisasi kepada tujuan yang telah ditetapkan pemimpin biasanya menerapkan gaya kepemimpinan tertentu untuk mempengaruhi kinerja karyawan. Gomes (2013) mengemukakan bahwa penempatan merupakan salah satu fungsi terpenting dalam manajemen sumber daya manusia, tepat tidaknya seseorang di tempatkan pada suatu posisi tertentu tergantung pada penempatan, jika fungsi penempatan tidak dilaksanakan ddengan baik maka dengan sendirinya berakibat fatal terhadap pencapaian tujuan organisasi. Menurut Hasibuan (2011:94) prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang di capai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang di bebankan kepadanya yang di dasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan serta waktu. Menurut Umi Narimawati (2008:161) populasi adalah unit yang menjadi target penelitian yang ditetapkan oleh peneliti. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini seluruh karyawan Pt. Barelang Karya kota kupang yang berjumlah 36 orang. Berdasarkan hasil uji t hitung pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai t hitung sebesar 2.972 dan nilai t tabel 2.037 dengan tingkat signifikan sebesar 0,005. Karena nilai t hitung 2.972>2.037. Maka dapat disimpulkan bahwa Kesesuaian penempatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan. Dengan demikian maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil uji F hitung pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 sebesar 47.184 dan nilai 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 3,28 dan tingkat signifikannya adalah sebesar 0,000. Karena nilai 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 58.872>3,28. Maka dapat disimpulkan bahwa Perilaku Pemimpin (X1) dan Kesesuaian Penempatan kerja (X2) secara simultan berpengaruh terhadap Prestasi kerja karyawan. dengan besarnya koefisien determinasi (R2) totalnya. Hasil hitung menggunakan SPSS di peroleh nilai R= 0,884 Nilai R Square=0,781 dan nilai Adjusted R Square=0,768 sehingga yang di pilih adalah nilai Adjusted R Square dengan besaran 0,781 atau 78,1% Hal ini berarti besarnya pengaruh Perilaku Pemimpin dan Kesesuaian Penempatan Kerja, terhadap Prestasi kerja karyawan 78,1% sedangkan sebesar 21,9% dipengaruhi oleh variabel- variabel lain yang ditidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci : perilaku pemimpin, kesesuaian penempatan kerja, prestasi kerja karyawan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH STRES KERJA,URAIAN PEKERJAAN DAN PERILAKU TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “analisis hubungan stress kerja,uraian pekerjaan,perilaku pemimpin, terhadap kinerja pegawai dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten kupang” jenis penelitian ini adalah berjenis desktiptif kuantitatif. Adapun hal yang paling penting yang perlu diperhatikan dalam kantor yakni stress kerja dan uraia pekerjaan serta perilaku pemimpin. Perusahaan dapat berjalan dengan baik apabila dibantu atau didukung oleh perilaku pemimpin yang baik agar dapat mencapai kinerja pegawai yang efesien. Stress merupakan suatu hal yang dimiliki setiap pegawai karena kecakapan,kemampuan seorang pegawai dapat meyelesaikan pekerjaannya maupun tugas yang diberikan dinas. Uraian pekerjaan merupakan suatu informasi tertulis yang menguraikan tugas dan tanggu jawab, kondisi pekerjaan dalam mencapai tujuan. Uraian pekerjaan pegawai juga sangat beperan penting dalam perusahaan agar dapat mencapai tujuan dagar dapat mencapai tujuan perusahaan serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan perusahaan selama orang masih berstatus sebagai pegawai, selain itu perilaku pemimpin juga perlu di perhatikan karena untuk mencapai hasi kerja yang efisien pegawai juga membutuhkan dukungan dari para anggota agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara stress kerja,uraian pekerjaan,perilaku pemimpin, terhadap kinerja pegawai serta untuk mengetahui hubungan antara stress kerja dengan kinerja pegawai, uraian pekerjaan dengan kinerja pegawai serta perilaku pemimping dengan kinerja pegawai pada dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten kupang. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten kupang yang berjumlah 63 orang pegawai. Dengan sampel sebanyak 53 orang pegawai yang bekerja di dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten kupang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesoner pada responden, kemudian data analisis menggunakan teknik uji korelasi product momen menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis lanjutan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui banyak stress kerja,uraian pekerjaan,perilaku pemimpin,dan kinerja pegawaidinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten kupang berada dalam kategori sedang. Indikator dari masing-masing variable tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distrubusi frekuensi. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis uji korelasi product momen diketahui bahwa stress kerja dan kinerja pegawai mempunyai hubungan yang positif dengan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,089 dan pearson correlation sebesar 0,236, dan uraian pekerjaan dengan kinerja pegawai yang mempunyai hubungan yang positif dengan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,000 dan pearson correlation sebesar 0,660, dan perilaku pemimpin dengan kinerja pegawai yang mempunyai hubungan yang positif dengan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,017 dengan pearson correlation sebesar 0,326.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Perilaku Pemimpin Dan Rekan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada KOPDIT Swastisari Cabang Kupang

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual. Setiap karyawan akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai-nilai yang berlaku dalam dirinya. Semakin banyak aspek-aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu, maka akan semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan.(as’ad 2008 103-104). Manusia dalam hidup mempunyai kebutuhan mendasar yang tidak mungkin dapat dihilangkan, karena kebutuhan tersebut mendasari perilaku seseorang. Jika seseorang dalam bekerja merasa kebutuhannya sudah terpenuhi, maka akan timbul kepuasan bekerja dalam diri mereka. Kepuasan kerja menurut Hasibuan (2007 ; 202) adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja. Kepuasan kerja dinikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan, dan kombinasi luar dan dalam pekerjaan. Menurut Robbins ( 2008 ;170 ) Kepuasan kerja merupakan sikap umum seorang individu terhadap pekerjaannya. Jadi kepuasan kerja yang diperoleh oleh individu merupakan gambaran dari pekerjaan yang dilakukan. Sehingga kepuasan kerja bukan hal yang sederhana, baik dalam arti konsepnya maupun dalam arti analisisnya, karena kepuasan mempunyai konotasi yang beraneka ragam meskipun demikian tetap relevan untuk mengatakan bahwa kepuasan kerja merupakan suatu cara pandang seseorang baik yang bersifat positif maupun bersifat negatif tentang pekerjaannya. Kepuasan kerja sendiri diartikan sebagai suatu sikap positif yang didasarkan pada hasil evaluasi terhadap apa yang diharapkan akan diperoleh melalui upaya-upaya yang dilakukan dalam melaksanakan suatu pekerjaan dengan hasil atau ganjaran yang diterimanya (Suparyadi, 2015). Pekerjaan memerlukan interaksi dengan rekan kerja dan atasan, mengikuti peraturan dan kebijakan organisasi, memenuhi standar kinerja, hidup dengan kondisi kerja yang sering kurang ideal dan semacamnya. Kepuasan kerja mencerminkan sikap dan bukan perilaku. Kepuasan kerja merupakan variabel tergantung utama karena dua alasan, yaitu Menunjukan dengan faktor kinerja dan merupakan preferensi nilai yang dipegang banyak peneliti perilaku organisasi. Mengingat keberhasilan suatu organisasi bukan kemenangan mutlak seorang pemimpin tapi merupakan keberhasilan suatu tim, adanya jalinan kerja sama antara sang pemimpin dan teamnya merupakan syarat mutlak keberhasilan suatu organisasi, tapi tak dapat dipungkiri sang pemimpin berperan dalam keberhasilan suatu organisasi dan timnya juga jangan dianggap sebelah mata, kurang berperan, timnya jangan dianggap sepele dalam mecapai tujunan organisasi. Rekan kerja juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya semangat kerja karyawan. Lingkungan kerja yang luas menuntut semua orang untuk menjalin kerja sama dengan rekan kerja dengan berbagai tipe dan karakter. Rekan kerja merupakan seseorang atau sekelompok orang yang mempunyai posisi sederajat untuk bekerja sama dalam mendukung setiap pekerjaan yang diberikan (Nitisemito,2001:159). Rekan kerja yang baik dapat dilihat dari adanya kompetisi yang sehat, karyawan yang saling menghormati, karyawan saling bekerja sama dalam menyelesaikan masalah dan suasana kekeluargaan yang ada dalam organisasi. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas hubungan perilaku pemimpin dan rekan kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan pada Kopdit Swasti Sari Cabang Kupang. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria pekerjaan dan tingkat jabatan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 30 orang dari jumlah populasi sebanyak 40 orang karyawan yang bekerja di Kopdit Swasti Sari Cabang Kupang. Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengaruh perilaku pemimpin dan rekan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R2 ). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial perilaku pemimpin berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada Kopdit Swasti Sari Cabang Kupang dan rekan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada Kopdit Swasti Sari Cabang Kupang. Sedangkan secara simultan perilaku pemimpin dan rekan kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan pada Kopdit Swasti Sari Cabang Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan a sebesar 7.782 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0.508, b² adalah 0.318. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh perilaku kepemimpinan (X1) dan rekan kerja (X2) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y= 7,782+ 0,508 X1 + 0,318 X2 + e. Selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh perilaku pemimpinan (X1) terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel perilaku pemimpin (X1) ditemukan t hitung = 3.905 lebih besar t table = 1,703 dan tingkat Sig. = 0,001. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel perilaku pemimpin (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap keputusan kerja pegawai (Y). berikutnya hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh rekan kerja (X2) terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel rekan kerja (X2) ditemukan t hitung = 2.468 lebih besar t table = 1,703 dan tingkat Sig. = 0,020. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel rekan kerja (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap keputusan kerja pegawai (Y). Untuk hasil pengujian Uji F diadapati F hitung = 18.335 lebih besar F tabel = 2,98 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel perilaku pemimpin dan variable rekan kerja (X2) berpengaruh positif secara simultan terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2 ) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.576 atau 57,6%. Hal ini berarti besarnya pengaruh perilaku pemimpin dan rekan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan adalah 57,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 42,4% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail