Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Pengajar
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kapasitas Tenaga Pengajar PART Suatu Tinjauan Teologi Terhadap Kapasitas Tenaga Pengajar PART Di Jemaat GMIT Sebiji Sesawi Maipui, Klasis Alor Tengah Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelayanan Anak, Remaja dan Taruna (PART) merupakan salah satu bentuk pelayanan gereja yang strategis dalam menanamkan iman dan membentuk karakter anak sebagai generasi penerus gereja. Namun, dalam realitas pelayanan PART di Jemaat GMIT Sebiji Sesawi Maipui, Klasis Alor Tengah Utara, masih dijumpai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kapasitas pengajaran tenaga pengajar PART. Persoalan tersebut tampak dalam keterbatasan kompetensi pedagogis, penggunaan metode pengajaran yang kurang variatif, minimnya bahan ajar, serta rendahnya dukungan struktural gereja terhadap pembinaan pengajar PART. Kondisi ini berdampak pada rendahnya partisipasi, minat, dan pemahaman iman anak-anak dalam kegiatan PART. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas kapasitas pengajaran tenaga pengajar PART di Jemaat GMIT Sebiji Sesawi Maipui serta meninjaunya dari perspektif teologi Kristen, khususnya dalam kerangka Pendidikan Agama Kristen (PAK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan reflektif-teologis. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara dengan pendeta, majelis jemaat, pengajar PART, serta orang tua anak PART. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas pengajaran tenaga pengajar PART masih berada pada tingkat yang terbatas, baik dari aspek pedagogis, metodologis, maupun dukungan kelembagaan gereja. Dalam tinjauan teologis, gereja dipahami memiliki tanggung jawab iman untuk membina dan memperlengkapi para pengajar PART sebagai pelayan pendidikan iman anak. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pengajaran PART perlu dipahami sebagai panggilan teologis gereja dalam melaksanakan tugas mendidik generasi iman secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN PENGAJAR DI ERA DIGITAL "Suatu Tinjauan Teologi terhadap Peran Pengajar dalam Mendampingi Generasi Alfa di Era Digital dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Efata Belo, Klasis Kota Kupang Barat"

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berangkat dari realitas pelayanan pendampingan iman bagi generasi Alfa di Jemaat GMIT Efata Belo yang menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaan program-program pelayanannya. Program pelayanan berbasis anak dan remaja yang dimaksudkan untuk membentuk iman generasi muda dalam praktiknya belum sepenuhnya menjawab kebutuhan generasi Alfa yang hidup dalam dunia digital dengan kreativitas dan pola relasi yang khas. Tantangan ini semakin diperkuat oleh minimnya pemahaman dari generasi sebelumnya dan pengajar mengenai konteks hidup generasi Alfa, yang turut membentuk karakteristik baru serta mempengaruhi proses perkembangan iman mereka. Situasi ini memunculkan persoalan teologis mengenai sejauh mana pengajar yang bertanggung jawab mendampingi anak-anak generasi Alfa di GMIT Efata Belo bersedia memperbarui diri di tengah pengaruh era digital, serta bagaimana gereja dalam lingkup PART menjalankan peran dan tanggung jawab Amanat Agung bagi generasi yang berbeda dalam konteks zaman yang semakin maju sebagai tubuh Kristus yang saling membangun iman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) dan penelitian lapangan. Metode ini dipilih guna memberi perhatian pada pengalaman hidup serta pemahaman subjek penelitian terhadap realitas pelayanan pendampingan iman generasi Alfa di GMIT Efata Belo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen gerejawi atau literatur yang relevan. Penulisan penelitian bersifat deskriptif, analisis, dan reflektif dengan memanfaatkan teori perkembangan iman James Fowler sebagai kerangka analisis. Dengan lokus penelitian ini adalah Jemaat GMIT Efata Belo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan dunia digital dalam pendampingan iman anak belum dilakukan secara optimal dan kontekstual, serta masih terdapat keterbatasan sikap keterbukaan dan penerimaan lintas generasi. Oleh karena itu, gereja dalam hal ini para pengajar dipanggil untuk menghadirkan pendampingan iman yang relasional, kolaboratif, dan kontekstual, dengan memandang dunia digital bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai komunitas baru bagi perkembangan iman generasi Alfa

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

“PENDIDIKAN KRISTIANI BAGI KEADILAN EKOLOGIS” “Suatu Tinjauan Pendidikan Agama Kristen terhadap Metode Pengajaran bagi Anak dalam Pelayanan PART di Jemaat GMIT Imanuel Oepura dalam Mempersiapkan Pendidikan Kristiani yang Berkeadilan Ekologis dan Sumbangsihnya bagi Pengajaran PART di GMIT”

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis metode pengajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam pelayanan Anak, Remaja, dan Taruna (PART) di Jemaat GMIT Imanuel Oepura, dengan fokus pada pengembangan pendidikan Kristiani yang berkeadilan ekologis. Latar belakang penelitian ini adalah persoalan ekologi, khususnya masalah sampah yang menjadi tantangan serius di lingkungan sekitar gereja dan jemaat, serta belum optimalnya keterlibatan gereja dalam upaya pelestarian lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengajaran PART yang digunakan saat ini cenderung masih berpusat pada model ceramah dan tanya jawab, yang belum sepenuhnya menyentuh aspek kesadaran ekologis. Padahal, gereja sebagai representasi kehadiran Allah di tengah dunia seharusnya turut serta menyuarakan keadilan ekologis sejak dini, terutama kepada anak-anak. Metode pengajaran menurut James W. White yang meliputi pengalaman bersama, pembelajaran paralel, kontribusi aktif, dan interaksi timbal balik dinilai relevan dalam membentuk karakter anak yang peduli lingkungan. Refleksi teologis dalam penelitian ini menegaskan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah untuk memelihara ciptaan-Nya. Penelitian ini merekomendasikan agar GMIT, khususnya Jemaat Imanuel Oepura, mulai menyusun kurikulum dan metode pengajaran yang kontekstual dan ekologis, serta mengintegrasikan nilai-nilai ekoteologis dalam pendidikan anak. Pendidikan Kristiani tidak hanya membentuk iman, tetapi juga membangun tanggung jawab moral anak terhadap lingkungan sebagai bagian dari panggilan iman Kristiani.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN PENGAJAR TERHADAP PELAYANAN PEMUDA DI JEMAAT SION OEPURA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengajar di GMIT merupakan salah satu jabatan presbiter. Pengajar memiliki tugas utama membina dan merawat iman jemaat. Karena itu penting sekali bagi seorang pengajar untuk memaknai panggilannya ini. Perlu diingat bahwa kehadiran pengajar itu sangat erat kaitannya dengan kehidupan para pemuda gereja. Hal ini terjadi karena pengajar itu mengemban tugas mendidik calon katekumen gereja. Di GMIT Sion Oepura pun berlaku demikian. Hanya saja, kehadiran pengajar dan tugasnya masih minim diketahui oleh para pemuda gereja. Akibatnya para pemuda gereja tidak betul-betul menghargai peran pengajar. Ini menjadi masalah tersendiri. Atas hal ini maka tulisan ini digali dengan tujuan agar pemuda bisa memahami peran pengajar. Untuk bisa menuntaskan tulisan ini maka penulis menggunakan metode studi Pustaka dan juga studi lapangan, khusus di Jemaat GMIT Sion Oepura yang kemudian dielaborasi menjadi sebuah tulisan ilmiah seperti ini. Harapannya, melalui tulisan ini ada kontribusi atau sumbangan pemikiran dan aksi konkret bagi gereja khususnya bagi para pengajar GMIT dalam memahami makna panggilannya ini dan juga bisa menjadi sumber pengetahuan bagi pemuda untuk bisa tahu apa itu jabatan pengajar dan betapa pentingnya tugas pengajar di dalam memelihara iman mereka.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGAJAR DI GMIT

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengajar dalam jemaat sering dikaitkan dengan PAR dan katekisasi. Karena yang diketahui oleh khalayak luas pengajar mempunyai tugas dan peran sebagai pengajar sekolah minggu dan pengajar katekisasi saja. Hal ini membuat tugas pengajar menjadi dipersempit dengan minimnya pemahaman jemaat dan pengajar mengenai tugasnya. Jemaat Ora Et Labora Oesapa berada dalam kompleks perumahan RSS Oesapa dan Jemaat ini termasuk dalam wilayah pelayanan Klasis Kota Kupang Timur. Dalam melakukan penelitian kualitatif, penulis melakukan pengamatan secara langsung dengan terlibat dalam aktivitas bersama terhadap hal-hal yang berhubungan dengan penelitian untuk melihat atau mengamati peran dan tugas pengajar kemudian dapat dilakukan penilaian secara sistematis, metode penulisan yang dipakai adalah metode deskriptif, analitis, dan interpretatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, penelitian menemukan bahwa pengajar belum memahami dan melaksanakan dengan baik perihal tugas dan tugas, wewenang, dan tanggung jawab dari pengajar karena kurangnya pembinaan dari gereja oleh pendeta. Penulis menemukan bahwa perlu adanya sosialisasi mengenai tugas pengajar serta persiapan diri dari pengajar untuk mempersiapkan materi yang ada sehingga materi dapat dipahami dan menjawab pergumulan jemaat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PELAKSANAAN PENGAJARAN REMEDIAL MATA PELAJARAN IPA TERPADU DI SMP NEGERI TUALARAN KABUPATEN MALAKA TAHUN AJARAN 2020/2021

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis pelaksanaan pengajaran remidial mata pelajaran IPA TERPADU Pada kelas VIII SMP N Tualaran Kabupaten Malaka Metode yang digunakan adalah metode kualitatif bersifat deskkriptif. Subjek penelitian yang saya ambil Guru IPA dan siswa sebagai observasi. Pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara, observasi dan dokumentasi yang difokuskan pada guru IPA.Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajihan data, serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian analisis guru IPA dalam perencanaan pembelajaran remedial sudah terlaksana. Perangkat tersebut sudah dimiliki guru dan sudah dipergunakan dalam proses pembelajaran remedial.Salah satu perangkat pembelajaran yang ada dan disusun oleh guru IPA adalah RPP. Berdasarkan RPP inilah guru bisa menerapkan pembelajaran secara terperogram. RPP guru IPA masuk dalam kategori efektif. RPP disusun sudah memenuhi indikator dalam pembelajaran. Dalam pelaksanaan remedial menunjukkan bahwa Pelaksanaan pembelajaran remedial dilakukan secara Offline. Untuk membantu siswa dalam memperbaiki KKM yang tidak memenuhi dengan cara pemberian remedial ulang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Analisis Pelaksanaan Pengajaran remedial Di SMP N Tualaran secara kesuluruhan berada pada kategori sudah membaik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TUNAIKAN TUGASMU SUATU TINJAUAN NARATIF TERHADAP LUKAS 22:39-46 DAN IMPLIKASINYA BAGI PELAKSANAAN DOA BERSAMA (MALAM MEDITASI) SEBELUM PENAHBISAN PENATUA, DIAKEN, DAN PENGAJAR DI JEMAAT GMIT IMANUEL BEUMOPU

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Gereja sebagai tempat di mana orang-orang yang percaya kepada Kristus bersekutu, memerlukan orang-orang yang nantinya berjabat gerejawi (Penatua, Diaken, dan Pengajar) untuk membantu dalam pelayanan. Majelis Jemaat itu terdiri dari Pendeta, Penatua, Diaken, dan Pengajar. Kesemuanya ini bekerja sama dalam Kristus untuk melayani jemaat-Nya. Menyadari akan tugas dan tanggung jawab yang akan dilakukan, ada doa bersama yang dilakukan dalam bentuk malam meditasi. Penulis menemukan fakta saat melakukan wawancara bersama calon-calon Penatua, Diaken, dan Pengajar bahwa adanya pemahaman yang kurang dari calon Penatua, Diaken, dan Pengajar GMIT Imanuel Beumopu mengenai malam meditasi yang dilakukan, sehingga bagi sebagian Penatua, Diaken, dan Pengajar malam meditasi itu tidak membawa dampak. Dalam teks Injil Lukas 22:39-46, di Bukit Zaitun, Yesus menunjukkan cara berdoa dan makna doa yang dalam. Yesus berdoa dalam keheningan dan dalam doa tersebut Yesus meminta kekuatan kepada Bapa-Nya untuk penderitaan salib yang akan dialami-Nya. Tugas terakhir Yesus untuk mati di kayu salib, Ia percayakan pada kehendak Bapa dan dalam doa penyerahan-Nya itu membawa kekuatan kepada-Nya. Yesus mau untuk para murid juga terus berdoa agar tidak jatuh ke dalam pencobaan, tetapi mereka malah tertidur dan tidak melakukan seperti yang Yesus perintahkan. Teks Injil Lukas 22:39-46 memberi makna yang baik bagi malam meditasi. Malam meditasi secara Kristiani dilakukan dengan fokus hanya kepada Kristus. Dalam malam meditasi seseorang diminta untuk melihat dalam keheningan batin apa yang Kristus kehendaki. Sebagai Penatua, Diaken, dan Pengajar doa dalam bentuk malam meditasi menolong agar identitas sebagai kawan sekerja Allah tetap nampak, dan doa dalam bentuk malam meditasi bisa membuat Penatua, Diaken, dan Pengajar melihat secara dalam apa yang menjadi kehendak Kristus dalam diri mereka sebagai pelaku-pelaku pelayanan. Metode penafsiran naratif menolong untuk menghubungkan antara teks dan konteks. Metode penafsiran naratif dengan unsur-unsur naratif yang digunakan untuk menafsir teks, memperlihatkan makna lebih dalam dari setiap kejadian, sikap, dan suasana dalam teks yang menolong dalam memberi makna untuk pelayanan doa bersama dalam bentuk malam meditasi. Dengan teks Lukas 22:39-46 dan metode penafsiran naratif, penulis berusaha untuk menghasilkan makna yang baik bagi pelayanan doa bersama dalam tulisan yang berjudul TUNAIKAN TUGASMU Suatu Tinjauan Naratif Terhadap Lukas 22:39-46 dan Implikasinya bagi Pelaksanaan Doa Bersama (Malam Meditasi) Sebelum Penahbisan Penatua, Diaken, dan Pengajar di Jemaat GMIT Imanuel Beumopu”.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail