ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RhizophorastylosaGriff adalah jenis mangrove termasuk ke dalam golongan mangrove jangkung (stilt mangroves) AkarRhizophora stylosamemiliki peranan farmakologis karena hasil metabolit sekundernya mengandung senyawa-senyawa yang memiliki kemampuan mengobati beberapa penyakit.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengisisolasi dan mengindentifikasi jamur endofit pada akar mangrove Rhizopora stylosa Griff. Sampel akar mangrove diambil dari area hutan mangrove Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan metode survei dan eksperimental dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive dengan masing-masing perlakuan dua kali dan pengulangan tiga kali.Prosedur Penelitian terdiri dari Pengambilan sampel, sterilisasi dan pembuatan media, isolasi, purifikasi dan identifikasi jamur endofit. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif yaitu deskriptif meliputi karakteristik makroskopis dan identifikasi secara mikroskopis jamur endofit yang berhasil diisolasi dari akar mangrove Rhizophora stylosa Griff. Hasil penelitian menunjukan terdapat 9 isolat jamur mikroskopis yang diisolasi dari akar muda dan tua jenis mangrove Rhizophora stylosa Griff, yang berasal dari 4 genus yakni genus Penicilium (4 isolat) Aspergillus (3 isolat), Mucor (1 isolat) dan Trichoderma (1 isolat) dimana masing-masing memiliki krakteristik makroskopis dan mikroskopis yang berbeda-beda.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelian ini berjudul“Analisisbreak Even Point Pada Oprasional Ferry Penybrangan (Studikasus PT ASDP Cabang Semauhansisikabupatenkupang)”. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pencapaian break Even Point Pada Penyebrangankapal Ferry PT ASDP Cabang Semau. Metode penilitian mengunakanan alisa kuantitatif yaitu menerangkan atau memberikan penjelasan Data-Data Yang Diperolehdarihasilpenelitian, Objek dalam penelitianini adalah PT ASDP Cabang Semau hansisi Yang Beralamat Di Desa hansisi kecamatan semau kabupaten kupang. Sumber Data Yang Digunakanyaitu dokumentasi, Data Yang Dihimpun yaitu Data Biay atetap, Biaya variabel Dan Pencatatan bulanana PT ASDP Cabang Semauhansisi.
Hasil Penelitian menunjukan PT ASDP Cabang Semau hansisi pt ASDP Cabang Semau hansisi berada dalam kondisi Yang Baikkarenaberhasilmemperolehnilaipenjualan Sangat Baik Pada Tahun 2021, Dengan Kata Lain PT ASDP Cabang Semauhansisi memperoleh keuntungan Yang Sangat Baik sehingga terhindar dari kerugian.PT. ASDP Cabang Semau hansisi telah berhasil menjaga nilai penjualannya untuk nilai break Even Point Ataubatasamanselamatahun 2021, Sehingganilaipenjualanperusahaanberada diatas nilai tersebutdan perusahaan terhindar dari kerugian.Apabilapt.ASDP Cabang Semau hansisi Padatahun2021, Jumlahperjalanan 413 Trip Dan Biaya penjualan atau pengoperasian kapa ladalah Rp 490,055,122,- Sehinggabreak Even Point Yang Didapat adalah 321,931,637,-. Dengan demikian maka PT ASDP Cabang Semau hansisi telah mencapaibreak Even Point Sebesar321,931,637,-Dan Perusahaan terhindar dari kerugian.
ata Kunci :Break Even Point, PT ASDP Cabang Semau hansisi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Jemaat GMIT Semau Tengah Utara merupakan Jemaat yang terdiri dari Mata Jemaat Elim Uitao dan Mata Jemaat Ora et Labora Uitao. Jemaat Ora et Labora Uitao dulunya adalah Jemaat Elim Uitao yang memilih keluar dikarenakan beberpa persoalan di mana masalah politik menjadi puncak dari konflik yang terjadi. Kurangnya pendeta/pelayan pada masa itu menyebabkan ketegangan di antara keduanya seolah-olah tenggelam begitu saja. Di tahun 2019, kedua jemaat ini disatukan menjadi Jemaat GMIT Semau Tengah Utara dalam relasi yang masih bersitegang. Kedua jemaat ini kembali disatukan dalam satu jemaat pelayanan yang akhirnya berdampak pada pelayanan dan juga relasi diantara keduanya.
Perpecahan antara dua jemaat ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain situasi politik, kebijakan gereja secara sinodal terkait sikap politik yang belum terlalu jelas. Faktor lainnya ialah model kepemimpinan yang tidak lagi memiliki rasa percaya dan juga cara pengelolaan konflik yang tidak tepat. Adapun akibat dari konflik ini secara langsung berakibat pada perpecahan di dalam jemaat, dan akibat secara tidak langsung pada relasi diantara kedua jemaat yang kurang harmonis pasca konflik.
Sebagai gereja kita tidak dapat menghindarkan diri kita dari yang namanya konflik. Upaya yang bisa dilakukan gereja dalam menghadapi konflik ada pada proses pengelolaannya. Sebuah konflik yang dapat dikelolah dengan baik akan mendapatkan hasil yang baik bagi kedua belah pihak yang bertikai. Sedangkan proses pengelolaan konflik yang tidak tepat akan berimbas pada lahirnya konflik baru. Selain proses pengelolaan konflik, hal yang penting dalam sebuah konflik gereja adalah pemulihan relasi pasca konflik. Pemulihan relasi ini tidak hanya berdampak pada psikologis anggota jemaat tetapi juga pada spiritualitas mereka.