Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Nu

718 karya publik ditemukan.

2026: 172025: 72024: 132023: 1192022: 1762021: 2252020: 192018: 82017: 1

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BIJI NANGKA PADA TEPUNG BERAS KETAN TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORIS DODOL

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BIJI NANGKA PADA TEPUNG BERAS KETAN TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORIS DODOL (Tade Desrianus*) ( Medah Ishak Andreas **) (Nuhamara melkianus**) ABSTRAK Dodol merupakan makanan semi basah (Intermediate Moisture Food) atau makanan yang memiliki kadar air sedang. Memiliki kadar air kira-kira 15-50 % dan aktivitas air kurang dari 0,9. Dodol juga banyak mengandung zat penting, antara lain zat besi, kalsium, niasin, karoten, vitamin B1 dan B2 lebih tinggi daripada kue. Dodol telah dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai panganan tradisional yang harus dilestarikan, oleh karena itu dodol memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan. Tepung beras ketan mengandung karbohidrat 80% (dalam bentuk amilosa 1% dan amilopektin 99%). Berdasarkan hal tersebut biji nangka mempunyai peluang sebagai bahan dasar pembuatan dodol sebagai pengganti tepung beras ketan. Penelitian telah di laksanakan di Laboratorium Processing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Substitusi tepung biji nangka pada tepung beras ketan terhadap karakteristik sensoris dodol sebagai bentuk penganekaragaman produk olahan untuk meningkatkan nilai ekonomisnya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan dasar menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Dengan komposisi perlakuan 0 gram,20 gram, 40 gram dan 60 gram. Variabel yang diamati rasa,tekstur dan warna dodol biji nangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan B dengan nilairata-ratarasa4,833(sangatsuka),tekstur4,806(sangatsuka)danwarna4,639(sangatsuka). Kata kunci : Biji Nangka,Beras Ketan,Dodol Dan Organoleptik Peneliti* Pembimbing**

PERUBAHAN SUHU DAN KADAR ALKOHOL HASIL DESTILASI GULA TERFERMENTASI DENGAN KADAR ALKOHOL AWAL YANG BERBEDA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERUBAHAN SUHU DAN KADAR ALKOHOL HASIL DESTILASI GULA TERFERMENTASI DENGAN KADAR ALKOHOL AWAL YANG BERBEDA (Tetiyanuarius) (medahandeasisak*)(malelakzet**) ABSTRAK Minumanberalkoholadalahminuman yang mengandungetilalkoholatauetanol yang diprosesdaribahanhasilpertaniansepertilaru.Penelitianinidengancarafermentasiguladandestilasi. Proses destilasidilakukanuntukmenghasilkanetanolyaitudengancara prosesdestilasisederhana. Padasetiapproses destilasiterdiridari 3 perlakuanyaitu 10 liter, 15 literdan 18 liter. Tujuanpenelitianiniuntukmemperoleh data perubahansuhuuapdankadar alcohol hasildestilasi yang berbedadenganvariabelsebagaiberikut : Variabelbebasadalahperubahan suhu,X1 : 56℃-64℃ (aseton),X2 : 64℃-77℃ (methanol), X3 : 77℃ - 78℃ (etilasetat), X4 : 78℃ - 82℃ (etanol), X5 : 82℃ - 97℃ (isopropanol), danvariabelterikatatau variable yang diamatiadalahkadar alcohol hasildestilasi. Hasilpenelitianmenunjukanbahwadariketigaperlakuandengan proses destilasiyang berbedadapatmenghasilkankadar alcohol. 8 liter larumenghasilkan 60% kadaralkohol, 10 liter larumenghasilkan 60% kadaralkoholdan 15 liter larumenghasilkan 60% kadaralkohol. Dari penelitianinididapatkan volume dankadaralkohol yang menurundenganbertambahnyawaktupemasakandanberbandingterbalikterhadaptemperaturdestilasi. Kadar alkoholtertinggidiperolehsebesar 60 % sedangkan yang terendahadalah 50 %. Kata Kunci:destilasi, fermentasigula (laru) kadaralkohol.  1)peneliti  2)pembimbing

ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BUMN BERDASARKAN SKEP-100/MBU/2002 PADA PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (Persero)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BUMN BERDASARKAN SKEP-100/MBU/2002 PADA PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (Persero) MARIANUS FILIPUS LEWA NIM: 15190090 Penelitian ini berjudul “Analisis Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN Berdasarkan SKEP-100/MBU/2002 Pada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)”. Pemilihan judul didasari adanya ketentuan SK Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002 tersebut bagi seluruh perusahaan yang kepemilikan modalnya terbesar oleh Pemerintah untuk berusaha memenuhi ketentuan tersebut. Masalah penelitian ini adalah Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN Berdasarkan SKEP-100/MBU/2002 Pada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)”, dengan persoalan penelitian Bagaimana tingkat kesehatan BUMN pada PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tahun 2017-2020? Untuk membuktikan tujuan penelitian tentang tingkat kesehatan BUMN pada PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero)Tahun 2017-2020. Konsep penelitian ini yaitu penilaian terhadap kinerja perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan yang meliputi penilaian pada aspek-aspek keuangan, operasional dan administrasi. Penilaian kesehatan BUMN pada aspek keuangan dilakukan dengan perhitungan rasio-rasio keuangan yang diberi bobot sesuai ketentuan dengan total bobot keseletuhan menjadi dasar penentuan kesehatan BUMN. Populasi penelitian ini adalah laporan keuangan PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) tahun 1999-2021, dengan sampel penelitian adalah laporan keuangan tahun 2017-2020. Data penelitian dikumpulkan dengan metode dokumentasi, yaitu mengumpulan data laporan keuangan perusahaan dengan cara mengunduh laporan tersebut dari website resmi perusahaan. Data dianalisis melalui dua tahap yaitu analisis pendahuluan di mana akan didiskripsikan konseo berdasarkan indikator empirik dan analisis lanjutan untuk menjawab persoalan penelitian dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa selama periode tahun 2017-2020 PT Perusahaan Listrik Negara (Pesero) memiliki tingkat kesehatan pada tingkat BB atau dalam keadaan kurang sehat, karena selama periode tersebut PT Perusahaan Listrik Negara (Pesero) hanya mampu mencapai bobot 50 dati total bobot 70. Disarankan kepada PT PLN utuk memperhatikan kesehatan perusahaan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh menteri BUMN karena masih dalam keadaan kurang sehat, Kata kunci: penilaian tingkat kesehatan BUMN,

Pengaruh konflik peran dan wewenang pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan pada RSUD Naibonat kabupaten kupang

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Setiap Instansi Pemerintah maupun organisasi atau perusahaan akan selalu berusaha untuk meningkatkan kepuasan karyawan, dengan harapan apa yang menjadi tujuan pemerintah akan tercapai. Sumber daya manusia dalam suatu Instansi pemerintah merupakan aspek penting yang menentukan keefektifan suatu pekerjaan dengan pengguna sumber daya yang berkualitas tinggi maka perusahaan atau instansi akan mampu berperan dalam menghadapi tantangan global, karna sumber daya manusia mempunyai pengaruh besar bagi aspek-aspek atau bidang lainnya dalam dalam kemajuan perusahaan, sehingga dengan menggali keahlian yang dimiliki para karyawan akan dapat mengetahui konflik peran yang biasa terjadi pada karyawan. Agar sumber daya merasa puas dalam bekerja. Ketidakpuasan dalam bekerja akan menimbulkan dampak yang negatif bagi Instansi-instansi tertentu seperti menciptakan ketidakstabilan terhadap kondisi Pegawai. Hal tersebut menjadikan perusahan tidak efektif karena adanya sebagian karyawan yang tidak puas dalam pekerjaan. Kepuasan adalah bahwa orang akan merasa puas atau tidak puas, tergantung apakah ia merasa adanya keadilan (equality) atau tidak atas suatu situasi. Perasaan adil dan tidak adil atas suatu situasi, diperoleh orang dengan cara membandingkan dirinya dengan orang lain yang sekelas, sekantor maupun di tempat lain. Wewenang kerja adalah hak yang cukup, yang memungkinkan seseorang dapat menyelesaikan suatu tugas atau kewajiban tertentu. wewenang secara efektif dan efisien serta bijaksana merupakan faktor yang sangat penting bagi perusahaan. Oleh karna itu peranan pendelegasian wewenang penting dalam penerapannya. Pendelegasian wewenang yang tepat, akan menghindarkan perusahaan atau organisasi dalam menetapkan pekerjaan atau hal yang akan dikerjakan. Misalnya, jika atasan menghadapi pekerjaan yang tidak mungkin bisa diselesaikan dengan satu orang saja, maka ia dapat mendelegasikan pekerjaannya. Pendelegasian dilakukan agar manejer dapat mengembangkan karyawan atau bawahan sehingga bisa berdampak positif yaitu memperkuat organisasi terutama saat ada terjadi perubahan susunan manejemen organisasi atau saat ada perubahan lingkungan organisasi. Konflik adalah sesuatu yang negative sebagai hasil alami dari kelompok kerjasama di suatau organisasi atau perusahaan.Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh konflik peran terhadap kepuasan kerja karyawan di RSUD Naibonat Kabupaten Kupang.Populasi penelitian ini adalah pegawai RSUD Naibonat yang bertugas di ruang Umum Kepegawaian sebanyak 34 orang. teknik pengambilan sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah Total sampling artinya seluruh kepegawaian umum sebanyak 34 orang yang bekerja diRSUD Naibonat kabupaten Kupang tahun 2020. Teknik pengumulan pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan Variabel Konflik peran (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada RSUD Naibonat. hal ini terlihat dari signifikan Konflik peran (X1) 0,032 > 0,05 dan nilai t-hitung 0,226 2,040 t-tabel, artinya konflik peran memiliki hubungan yang kuat sehingga dapat meningkatkan kepusan kerja karyawan RSUD Naibonat. Sedangkan Hasil dari wewenang pekerjaan (X2) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada RSUD Naibonat. hal ini terlihat dari signifikan wewenang pekerjaan (X2) 0,047 > 0,05 dan nilai t-hitung 0,153 2,040 t-tabel. Yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel wewenang pekerjaan (X2) terhadap kepuasan kerja (Y) pada RSUD Naibonat. Artinya bahwa Disaat RSUD Naibonat. Kata kunci : kepuasan, konflik peran, wewenang.

Pengaruh Stres Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan Bank Perkreditan Rakyat Tanoba Lais Manekat Kupang

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH STRES KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN BANK PERKREDITAN RAKYAT TANAOBA LAIS MANEKAT KUPANG Pada era globalisasi saat ini, perkembangan teknologi dan sektor ekonomi yang pesat mengakibatkan semakin tumbuh dan berkembangnya dunia usaha dan pertumbuhan bisnis yang secara tidak langsung akan memacu perkembangan industri yang semakin dipengaruhi dengan persaingan yang ketat dan banyak menimbulkan berbagai macam persoalan yang dihadapi perusahaan yaitu bagaimana caranya meningkatkan kinerja dan memenuhi standar. Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat strategis dan fundamental dalam organisasi. Sumber daya manusia berperan menentukan berhasil tidaknya organisasi/perusahaan dalam mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan. Setiap sumber daya manusia yang ada dalam organisasi atau perusahaan mempunyai cara berfikir, sikap, tingkah laku, dan kebutuhan yang berbeda-beda. Keadaan ini merupakan masalah yang rumit bagi perusahaan yang harus diberikan perhatian khusus dalam mengelola sumber daya manusianya, sebab jika pengelolaannya tidak baik maka akan timbul masalah yaitu kinerja karyawan akan menurun, masalah yang timbul ini akan berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas organisasi dalam mencapai tujuan. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu organisasi adalah kinerja karyawannya. Mangkunegara (2012) kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pekerja dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja dipandang perlu dalam organisasi perusahaan karena dapat menentukan hidup matinya sebuah perusahaan. Kemampuan dalam kinerja karyawan tidak lepas dari kemampuan para pemimpin. Namun tidak menutup kemungkinan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab seseorang akan menyebabkan munculnya stres kerja bagi karyawan dalam menjalankan tugasnya. Stres kerja ini tampak dari emosi tidak stabil, perasaan tidak tenang, suka menyendiri, sulit tidur, tidak bisa rileks, cemas, tegang, gugup, tekanan darah meningkat dan mengalami gangguan pencernaan. Husni (2013) menyatakan bahwa Stres kerja yang terjadi biasanya berawal dari tuntutan pekerjaan yang banyak tetapi waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dirasakan sangat mendesak. Dan iklim kerja yang tidak sehat seperti persaingan yang tidak positif diantara karyawan membuat stres yang berkelanjutan bagi para pekerjanya. Stres didalam pekerjaan ada yang positif dan negatif. Untuk gambaran positifnya adalah para karyawan selalu bekerja lebih giat apabila mendapat tekanan dari pimpinan dan negatifnya adalah para karyawan terlihat terlalu santai apabila pimpinan tidak ada di tempat. Stres kerja yang dialami oleh karyawan dapat berdampak pada kinerja karyawan itu sendiri. Stres kerja karyawan perlu dikelola oleh seorang pimpinan perusahaan agar potensi-potensi yang dapat merugikan perusahaan dapat diatasi. Selain stres kerja ada juga yang mempengaruhi kinerja karyawan yaitu motivasi. Motivasi kerja menurut Kadarisma (2012: 278) adalah penggerak atau pendorong dalam diri seseorang untuk mau berperilaku dan bekerja dengan giat dan baik sesuai dengan tugas dan kewajiban yang telah diberikan kepadanya. Karyawan yang memiliki motivasi lemah atau menurun akan berdampak pula pada kinerja mereka sehingga akan berakibat pada titik maksimalnya mereka dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Faktor-faktor yang memungkinkan untuk digunakan oleh perusahaan dalam meningkatkan motivasi kerjanya guna meningkatkan produktifitas kerja karyawan, diantaranya gaji yang sesuai dengan indeks kehidupan lokal, training bagi karyawan-karyawan tertentu yang memiliki prospek di masa depan, motivasi individual maupun kolektif melalui berbagai cara misalnya pemberian insentif yang proporsional dengan motivasi kerjanya, atau promosi jabatan yang diharapkan dapat merubah tingkat kehidupannya sehingga menjadi lebih baik. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Tanaoba Lais Manekat (BPR TLM), merupakan unit usaha yang didirikan dan dikembangkan oleh Yayasan TLM-GMIT untuk melayani kebutuhan nasabah akan akses pinjaman modal usaha kecil dan menengah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidup jemaat serta masyarakat di sekitarnya. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan Stres Kerja (X1), Motivasi Kerja (X2) dan Kinerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y = 17.846 - 0.044X1+ 0.342 + e. Selanjutnya perolehan hasil Uji hipotesis pertama yaitu terdapat pengaruh negatif stres kerja (X1) terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini dapat dilihat bahwa variabel stres kerja (X1) ditemukan t hitung = -0.396 lebih kecil dari t tabel = 1,668 dan tingkat Sig. = 0.694. Oleh karena nilai sig > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak yaitu variabel stres kerja (X1) berpengaruh negatif secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y). Sedangkan pengujian hipotesis kedua yaitu terdapat pengaruh positif motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini dapat dilihat bahwa variabel motivasi kerja (X2) yaitu nilai t hitung = 3.737 lebih besar dari t tabel = 1,668 dan tingkat Sig. = 0.000. Oleh karena nilai sig 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y). Selanjutnya untuk hasil pengujian Uji F diperoleh nilai F hitung sebesar 7.181 lebih besar dari F tabel 2,744 dan perolehan nilai Sig sebesar 0.001. Oleh karena nilai sig 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel Stres Kerja (X1), dan Motivasi Kerja (X2) secara simultan berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan (Y). Kata Kunci: Kinerja Karyawan, Stres Kerja, Motivasi Kerja.

HUBUNGAN KECANDUAN BERMAIN GAME ONLINE TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 KUPANG TIMUR

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK “Hubungan Kecanduan Bermain Game Online Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Kupang Timur” Manu, A. A)* Manu, T. S. N)** Nggadas, D. E. P)** Bermain game online merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang yang membuat ia merasa senang dan merasa terhibur dengan hal tersebut siswa yang mempunyai kebiasaan bermain game online akan terganggu segala aktivitasnya termasuk belajar dan mempengaruhi prestasi belajar karena siswa lebih asik bermain game online. Prestasi belajar tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti faktor internal dan faktor eksternal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan kebiasaan bermain game online terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Kupang Timur. Sampel pada penelitian ini sebanyak 20 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket) dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis data menunjukan bahwa nilai koefisien korelasi (r) yang diperoleh yaitu sebesar -0,132 dengan koefisien determinasi (Kd) sebesar 1,74% sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan negatif kecanduan bermain game online terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kupang Timur. Kata Kunci : Bermain Game, Game Online, Prestasi Belajar

ANALISIS ALOKASI ANGGARAN DANA DESA (DDS) DI DESA NUNBENA KECAMATAN KOT’OLIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS ALOKASI ANGGARAN DANA DESA (DDS) DI DESA NUNBENA KECAMATAN KOT’OLIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN ABSTRAK Nama: Febrianto N.L Koebanu Nim :16190707 penelitian ini berjudul “Analisis Alokasi Anggaran Dana Desa (Dds) Di Desa Nunbena Kecamatan Kot’olin Kabupaten Timor Tengah Selatan masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah Alokasi Anggaran Dana Desa (DDS) Di DNunbena Kacamatan Kot’olin Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2018-2020 namun masih ada persolan penelitian 1. Berapa Besar Kontribusi Anggaran Dana Desa (DDS) Dalam APBDes di Desa Nunbena 2. Apakah alokasi Anggaran Dana Desa (DDS) berdasarkan bidang belanja di Desa Nunbena telah sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 72/2005 pasal 1 ayat 11 Adapun konsep dalam pemikiran penelitian ini antara lain Alokasi Dana Desa (ADDS) dalam penelitian ini adalah bagian keuangan Desa yang diperoleh dari Bagi Hasil Pajak Daerah dan Bagian dari Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah yang diterima oleh kabupaten. Populasi Penelitian ini adalah data Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Nunpena tahun 2018-2020.Sampel penelitian ini adalah Data alokasi Anggaran Dana Desa (Alokasi DDS) Desa Nunpena tahun 2018-2020. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan dalam penelitian ini dihimpun menggunakan metoda dokumentasi. Dengan metoda ini data yang dihimpun adalah data dana desa (DDS) di desa Nunbena tahun 2018-2020. Pada Analisis pendahuluan akan didiskripsikan konsep berdasarkan indikator-indikator empirik masing-masing konsep sebagai berikut Diskriptif Statistik, Anggaran Dana Desa (DDSAPBN) Desa Nunbena, Alokasi Belanja Desa Nunbeba dari Anggaran Dana Desa (DDS), Pada tahap analisis lanjutan ini mendeskripsikan Teknik Analisis data yang digunakan penelitian ini adalah Diskriptif Statistik. Diskriptif Statistik.yang digunakan untuk mendeskripsikan data yang ada dalam penelitian ini yang adalah Alokasi Dana Desa (DDS) Dalam penelitian ini, penulis memberikan beberapa masukan sebagai alternative yang dapat dipertimbangkan sebagai berikut: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Alokasi Dana Desa (DDS) yang bersumber dari APBN melalui dana transfer pemerintah pusat lewat Kabupaten telah digunakan sesuai ketentuan PP no. 72 tahun 2005 pasal 1 ayat 11 di desa Nunbena. Hal ini ditunjukkan pada Desa Nunbena pada tahun 2018, Anggaran Dana Desa (DDS) dipakai untuk pelaksanaan pembangunan desa sebesar 68,77% dari DDS, disusul untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat sebesar 30,64% dari DDS, kemudian untuk pembinaan masyarakat sebesar 0,59% sehingga 100% DDS dipakai untuk pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa. Kemudian pada tahun 2019, Anggaran Dana Desa (DDS) dipakai untuk pelaksanaan pembangunan desa sebesar 80,19% dari DDS, disusul untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat sebesar 19,81% dari DDS, sehingga 100% DDS dipakai untuk pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa. Pada tahun 2020, Anggaran Dana Desa (DDS) dipakai untuk pelaksanaan pembangunan desa sebesar 66,69% dari DDS, disusul untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat sebesar 9,97% dari DDS, dan 23,34% untuk keadaan tak terduga Pandemi Covid, sehingga 100% DDS dipakai untuk pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa. Tidak ada penggunan DDS untuk Pemerintah Desa pada tahun 2018-2020 di Desa Nunbena. Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti menyarankan kepada Pemerintah Desa Nunbena, Kecamaan Kot’olin Kabupaten Tinor Tengah Selatan agar mempertahankan penggunaan Anggaran Dana Desa (DDS) hanya untuk kepentingan masyarakat. Namun ke depan, porsi alokasi diperbanyak untuk pemberdayaan masyarakat baru disusul untuk pembangunan desa dan lainnya. Penelitian selanjutnya agar dapat menambah jumlah sampel penelitian dengan penggunaan data sekunder yang lebih besar serta rentang waktu pengamatan yang lebih lama sehingga dapat memberikan gambaran dan kesimpulan yang lebih komprehensif mengenai pengaruh kinerja keuangan daerah terhadap Alokasi Belanja Modal. Kata kunci: Alokasi Anggaran Dana Desa

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECI DAN MENENGAH DI KELURAHAN OESAPA KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Strategi adalah rencana untuk memperbesar pengaruh terhadap pasar, baik dalam jangka pendek maupun dijangka panjang, yang di dasari pada riset pasar, penilaian, perencanaan produk, promosi, dan perencanaan penjualan, serta distribusi. Pengembangan UMKM perlu mendapatkan perhatian yang serius baik dari pemerintah maupun masyarakat agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya. Usaha jasa di Kelurahan Oesapa kota kupang tidak lepas dari usaha yang keras di bidang pemasaran. peneliti lebih fokus meneliti UMKM (usaha di bidang jasa) Khusus di kelurahan Oesapa. Alasannya karena ingin mengetahui bagaimana proses perkembangan usaha jasa tersebut dan strategi apa yang akan di gunakan dalam proses pengembangan usaha tersebut. Pengembangan usaha adalah setiap usaha memperbaiki pelaksanaan pekerjaan yang sekarang maupun yang akan datang, dengan memberikan informasi mempengaruhi sikap-sikap atau menambah kecakapan (Hafsah, 2004) Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data kuesioner yang merupakan suatu cara pengumpulan data dengan mengajukan pernyataan secara tertulis kepada responden yaitu usaha jasa kelurahan oesapa. Tahap ini akan dilakukan dengan menggunakan teknik analisis SWOT, yakni, streangth (kekuatan), weak ness (kelemahan), opportunities (peluang) dan threat (ancaman). Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara otomais untuk merumuskan strategi perusahaan atau Usaha Kecil dan Menengah (UMKM). Tahap ini akan dilakukan dengan menggunakan Matriks Swot yakni, 1) Strategi SO menggunakan kekuatan internal usaha untuk memanfaatkan peluang eksternal. 2) Strategi WO bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal denganmemanfaatkan peluang eksternal. 3) Strategi ST menggunakan kekuatan usaha untuk menghindari atau mengurangi pengaruh dari ancaman eksternal 4) Strategi WT adalah taktik defensive yang diarahkan pada pengurangan kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal. 1) Aspek Internal Aspek internal merupakan aspek kekuatan dan kelemahan yang terdapat pada pelaku usaha UMKM bidang jasa (usaha jasa foto copy, usaha Barbershop, pencucian motor,salon kecantikan, dan bengkel motor.) Di Kelurahan Oesapa. Kekuatan dan kelemahan di tentukan berdasarkan hasil analisis dan kuesioner pada responden UMKM bidang jasa (usaha jasa foto copy, usaha Barbershop, pencucian motor, salon kecantikan, dan bengkel motor.) di kelurahan Oesapa. Aspek eksternal merupakan aspek peluang dan ancaman yang terdapat pada pelaku usaha UMKM bidang jasa (usaha jasa foto, usaha Barbershop, pencucian motor,salon kecantikan,dan bengkel motor.) di Kelurahan Oesapa. Yang termasuk peluang dalam UMKM bidang jasa adalah lokasi yang sangat startegis, sarana prasarana yang digunakan dalam usaha foto copy dan print. Yang menjadi ancaman dalam UMKM bidang jasa pada umumnya adalah banyaknya pesaing. Berdasarkan dari hasil penelitian menggunakan analisis SWOT dalam mengembangkan UMKM dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Faktor internal dan eksternal sangat memberikan dampak dan pengaruh yang besar terhadap perkembangan suatu usaha dikarenakan meliputi faktor penghambat maupun faktor pendukung di dalamnya yang memegang peranan penting bagi perkembangan suatu usaha .

PENGARUH STRATEGI EKSPERIENTAL LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA DI SMP NEGERI 1 PANTAI BARU TAHUN AJARAN 2020/2021

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH STRATEGI EKSPERIENTAL LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF DI SMP NEGERI 1 PANTAI BARU TAHUN AJARAN 2020/2021 Leoanak, N)* Manu, Th. S. N)** Tnunay, P)** Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi Exsperiental Learning terhadap hasil belajar kognitif siswa. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan jenis penelitian Quasi-Experimental-Design dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VIII berjumlah 40 siswa dan sampel kelas VIIID dan kelas VIIIE berjumlah 44 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Cluster Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar. Data hasil belajar siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS For Windows versi 25.0. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung>ttabel atau 20,185>2,018 dengan signifikan 0,000 atau kurang dari 0,5 hal tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan eksperimen . Hal ini dapat dilihat dari adanya pengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa, dimana pada kelas eksperimen memoeroleh nilai rata-rata sebesar 80,29 sedangkan pada kelas kontrol mendapatkan nilai rata-rata sebesar 52,35, ini dikarenakan model pembelajaran Exsperiental Learning tidak sebagai pengajar saja tetapi juga memberikan motivasi terhadap peserta didiknya, sehingga siswa sangat merasa bersemangat dan gembira serta timbul rasa percaya diri dalam belajar agar giat serta melakkukan hal positif berdasarkan level kecerdasannya. Selain itu juga dapat dilihat dari persentase hasil belajar kognitif siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dari hasil belajar siswa pada kelas kontrol yaitu C1 89,81 %, C2 86,97% , C3 84,89% . Sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh yang signifikan dalam penggunaan strategi Eksperiental Learning terhadap hasil belajar kognitif.

Pengaruh pendapatan asli daerah dan dana perimbangan terhadap belanja modal (studi kasus pada pemerintah kabupaten Kupang)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA PERIMBANGAN TERHADAP BELANJA MODAL (Studi Kusus Pada Pemerintah Kabupaten Kupang) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh Pendapan Asli Daerah Terhadap Belanja Modal dan pengaruh Dana Perimbangan terhadap Belanja Modal. Adapun obyek dalam penelitian ini adalah Pemerintah Kabupaten Kupang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode dokumentasi yaitu penulis mengumpulkan data historis berupa Laporan Realisasi Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan yang dan data Belanja Modal yang bersumber dari Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Kupang tahun anggaran 2011 sampai dengan 2020. Populasi dalam penelitian ini berupa seluruh laporan keuangan yang dianggarkan, direalisasi dan dipublikasikan di wilayah kerja pemerintah kabupaten kupang dalam bentuk laporan Realisasi Anggaran sejak berdirinya kabupaten kupang. Sedangkan sampel yang digunakan yaitu data pendapatan asli daearah, dana perimbangan dan belanja modal yang ada dalam laporan realisasi Anggaran tahun 2011-2020 pada Pemerintah Kabupaten Kupang. Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode regresi linear berganda pada SPSS Versi 26.0 menunjukan bahwa Pendapatan Asli Daerah berpengaruh terhadap Belanja Modal dalam arti bahwa semakin besar Pendapatan Asli Daerah maka Belanja Modal semakin meningkat begitu pula sebaliknya apabila Pendapatan Asli Daerah semakin menurun maka Belanja Modal akan mengalami penurunan pada Pemerintah Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun anggaran 2011-2020. Sedangkan untuk Dana Perimbangan tidak berpengaruh terhadap Belanja Modal bahwa peningkatan ataupun penurunan Dana Perimbangan tidak mempengaruhi setiap transfer dana untuk belanja pemerintah kabupaten kupang termasuk belanja modal Pada Pemerintah Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun anggaran 2011 sampai 2020.

Analisis kesiapsiagaan masyarakat pesisir pulau ndao terhadap bencana tsunami

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SEMUEL PENU (15380141). Analisis Kesiapsiagaan Masyarakat Pesisir Pulau Ndao Terhadap Bencana Tsunami: Rockie R.L. Supit, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan Ir. Izaak Angwarmasse, M.Si sebagai pembimbing II. Program studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Bencana merupakan peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis (Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat pesisir Pulau Ndao terhadap bencana tsunami dari empat desa yang terdapat di Pulau Ndao yaitu Desa Ndao Nuse, Desa Mbiu Lombo, Desa Anarae dan Desa Mbali Lendeiki. Penelitian ini telah dilaksanakan di Pulau Ndao pada bulan Juli 2020. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskripsi. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara secara terstruktur terhadap responden dengan bantuan daftar pertanyaan berupa kusioner yang terdiri dari empat parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap, perencanaan kedaruratan, sistem peringatan dan Mobilisasi Sumberdaya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat pesisir Pulau Ndao dalam menghadapi bencana tsunami masuk dalam kategori kurang siap dengan nilai indeks kesiapsiagan bencana (IKB) 48,32% dan nilai indeks dari setiap parameter yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 54,73%, perencanaan kedaruratan (EP) 55,48%, sistem peringatan (WS) 36,15% dan mobilisasi sumber daya (RMC) 38,77%. Tingkat kesiapsiagaan masyarakat pesisir Pulau Ndao untuk setiap desa semuanya masuk dalam kategori kurang siap. Nilai indek kesiapsiagaan bencana (IKB) Desa Ndao Nuse 49,15% dan nilai indeks dari setiap parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 57,14%, perencanaan kedaruratan (EP) 55,74%, sistem peringatan (WS) 34,76% dan mobilisasi sumber daya (RMC) 40,31%. Nilai indek kesiapsiagaan bencana (IKB) Desa Mbiu Lombo 46,84 % dan nilai indeks dari setiap parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 53,88 %, perencanaan kedaruratan (EP) 52,94 %, sistem peringatan (WS) 31,43% dan mobilisasi sumber daya (RMC) 39,29 %. Nilai indeks kesiapsiapsiagaan bencana Desa Anarae 45,66 % dan nilai indeks dari setiap parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 47,76 %, perencanaan kedaruratan (EP) 52,77%, sistem peringatan (WS) 36,43% dan mobilisasi sumber daya (RMC) 37,15 %. Nilai indeks kesiapsiagaan bencana Desa Mbali lendeiki 50,88% dan nilai indeks dari setiap parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 59,40 %, perencanaan kedaruratan (EP) 60,06 %, sistem peringatan (WS) 40,79 % dan mobilisasi sumber daya (RMC) 37,17 %.

Modul Pendidikan Pancasila Untuk Perguruan Tinggi

· Book · Buku Bahan Ajar

Buku ajar pendidikan Pancasila ini terdiri atas tujuh bab. Bab pertama, diawali dengan latar belakang pendidikan Pancasila; kebijakan nasional pembangunan bangsa dan karakter; landasan hukum pendidikan Pancasila; kerangka konseptual pendidikan Pancasila; visi dan misi; tujuan pendidikan Pancasila; desain mata kuliah; kompetensi inti dan kompetensi dasar. Pada bagian pengantar ini, mahasiswa diajak untuk memahami konsep, hakikat, dan perjalanan pendidikan Pancasila di Indonesia. Bahasan materi ini penting untuk diketahui karena berlakunya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi mengalami pasang surut. Selain itu, kebijakan penyelenggaraaan pendidikan Pancasila di perguruan tinggi tidak serta merta diimplementasikan, baik di perguruan tinggi negeri maupun di perguruan tinggi swasta. Keadaan tersebut terjadi karena dasar hukum yang mengatur berlakunya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi selalu mengalami perubahan dan persepsi pengembang kurikulum di masing-masing perguruan tinggi berganti-ganti.

Sosial

· Book · Buku Bahan Ajar

Contoh Buku Ajar

TATA KELOLA BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDEs) (STUDI DESA GAURA, KECAMATAN LABOYA BARAT,KABUPATEN SUMBA BARAT)

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini berjudul: Tata Kelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Studi Desa Gaura, Kecamatan Laboya Barat, Kabupaten Sumba Barat. Badan usaha milik desa (BUMDes) merupakan salah satu instrument penting dalam meningkatkan perekonomian desa melalui pengelolaan potensi lokal. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, tata kelola bumdes yang baik menjadi kunci utama. Tata kelola bumdes mencakup perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan pengawasan pengguna dana yang dikelola BUMDes. Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sebagai bagian dari sumber pendapatan asli desa yang diharapkan dapat mendorong desa untuk mengelola sumber daya termasuk pembangunan ekonomi, dan mendorong pemerintah desa untuk lebih mandiri dalam pengelolaan pemerintahan desa sehingga BUMDes perlu dibentuk untuk mengelola perekonomian masyarakat pedesaan. Peranan BUMDes merupakan membangun serta meningkatkan kemampuan serta keahlian ekonomi warga desa, pada biasanya buat tingkatkan kesejahteraan ekonomi serta sosialnya, berfungsi secara aktif dalam upaya mempertinggi mutu kehidupan manusia serta warga, memperkokoh perekonomian rakyat selaku bawah kekuatan serta ketahanan perekonomian, berusahauntuk mewujudkan serta meningkatkan perekonomian warga desa, menolong para warga buat tingkatkan penghasilannya sehingga bisa tingkatkan pemasukan serta kemakmuran warga. Penerapan tata kelola yang sesuai dengan prinsip good governance belum banyak di terapkan di BUMDes karena masih minimnya sumber daya manusia yang memadai. Seperti yang terjadi pada salah satu BUMDes di daerah Gaura, yang terletak di Desa Gaura, Kecamatan Laboya Barat, Kabupaten Sumba Barat, Indonesia. Kurang transparannya BUMDes tersebut dalam mengelola aset ekonomi membuat banyak pihak mulai hilang kepercayaan. Berpijak kepada AD/ART yang ada, BUMDes tersebut mestinya taat dan patuh kepada aturan yang sudah disepakati. Selain itu, kurang bertanggung jawabnya pihak-pihak yang terkait. Faktor-faktor yang dapat membantu keberhasilan dari kinerja BUMDes ialah adanya jiwa patriotisme semangat, adanya keterampilan, dilakukannya pelatihan, tingkat pendidikan, pengalaman, kejujuran (perilaku etis), adanya rasa tanggung jawab, keseriusan, kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, kerja tim yang baik, komunikasi yang transparan antara manajer BUMDes, sikap pantang menyerah dalam upaya mencapai target kinerja, religiusitas, kepuasan kerja, gaya kepemimpinan visioner (transformasional), kehadiran mekanisme insentif. Tujuan penelian yaitu Untuk mengetahui Tata Kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Di Desa Gaura, Kecamatan Laboya Barat, Kabupaten Sumba Barat. Untuk mengetahui dampak-dampak dalam Kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Di Desa Gaura Kecamatan Laboya Barat Kabupaten Sumba Barat. Berdasarkan penelitian ini di atas maka peneliti tertarik mengambil Judul: Tata Kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Studi Desa Gaura, Kecamatan Laboya, Kabupaten Sumba Barat

ANALISIS PENERAPAN BIAYA KUALITAS PADA PABRIK TAHU BETA KOTA KUPANG

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini berjudul Analisis Penerapan Biaya Kualitas Pada Pabrik Tahu Beta Kota Kupang Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan biaya kualitas pada Pabrik Tahu Beta Kota Kupang serta mengetahui sejauh mana penerapan tersebut dapat mendukung efisiensi biaya produksi dan peningkatan mutu produk. Dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat, industri kecil seperti pabrik tahu dituntut untuk mampu menghasilkan produk berkualitas dengan biaya yang efisien. Biaya kualitas menjadi salah satu pendekatan penting dalam pengendalian mutu karena mencakup seluruh biaya yang berkaitan dengan upaya pencegahan, penilaian, serta kegagalan produk baik sebelum maupun sesudah sampai kepada konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan pemilik dan bagian produksi, observasi di lokasi penelitian, serta dokumentasi data biaya produksi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Pabrik Tahu Beta yang berjumlah 8 orang. Data dianalisis dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan komponen biaya kualitas yang terdiri dari biaya pencegahan, biaya penilaian, biaya kegagalan internal, dan biaya kegagalan eksternal, kemudian membandingkannya dengan kondisi aktual di perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pabrik Tahu Beta belum menerapkan sistem pencatatan biaya kualitas secara terstruktur. Perusahaan masih berfokus pada biaya produksi utama seperti biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik tanpa melakukan pengelompokan biaya kualitas secara khusus. Data tahun 2023 menunjukkan total produksi sebesar 29.948 papan tahu, dengan produk tidak terjual sebanyak 111 papan yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp6.496.000. Kerugian tersebut termasuk dalam kategori biaya kegagalan internal karena produk mengalami kecacatan atau tidak memenuhi standar sebelum atau saat proses distribusi. Selain itu, pengendalian kualitas masih bersifat sederhana dan belum didukung oleh sistem akuntansi manajemen yang memadai. Biaya pencegahan seperti pelatihan karyawan dan pemeliharaan mesin masih terbatas, sedangkan biaya penilaian hanya dilakukan melalui pemeriksaan visual tanpa standar operasional tertulis. Kondisi ini menunjukkan bahwa penerapan biaya kualitas belum optimal sehingga berpotensi menimbulkan pemborosan bahan baku dan ketidakefisienan proses produksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan biaya kualitas yang lebih terstruktur dan sistematis sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mutu produk tahu. Dengan mengidentifikasi serta mengendalikan komponen biaya kualitas secara tepat, Pabrik Tahu Beta dapat menekan biaya kegagalan, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta memperkuat daya saing usaha di Kota Kupang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha kecil dan menengah dalam menerapkan konsep biaya kualitas sebagai strategi pengendalian mutu dan peningkatan profitabilitas usaha.

ENGARUH TINGKAT EKONOMI, PENGETAHUAN PERPAJAKAN DAN KESADARAN WAJIB PAJAK TERHADAP KEPATUHAN MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DESA BAUMATA BARAT

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pajak merupakan salah satu sumber penerimaan negara dan daerah yang sangat penting dalam mendukung pelaksanaan pembangunan nasional maupun daerah. Salah satu jenis pajak daerah yang memiliki potensi besar adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), khususnya sektor perdesaan dan perkotaan yang dikelola oleh pemerintah daerah. Keberhasilan pemungutan PBB sangat ditentukan oleh tingkat kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai permasalahan terkait rendahnya kepatuhan wajib pajak, terutama di wilayah pedesaan, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor baik dari sisi ekonomi maupun perilaku wajib pajak itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji pengaruh tingkat ekonomi, pengetahuan perpajakan, dan kesadaran wajib pajak terhadap kepatuhan membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh tingkat ekonomi terhadap kepatuhan membayar PBB; (2) pengaruh pengetahuan perpajakan terhadap kepatuhan membayar PBB; (3) pengaruh kesadaran wajib pajak terhadap kepatuhan membayar PBB; serta (4) pengaruh tingkat ekonomi, pengetahuan perpajakan, dan kesadaran wajib pajak secara simultan terhadap kepatuhan membayar PBB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib pajak PBB aktif di Desa Baumata Barat yang berjumlah 1.131 wajib pajak. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh sampel sebanyak 92 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara langsung kepada responden dengan menggunakan skala Likert lima tingkat. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari Tingkat Ekonomi (X₁), Pengetahuan Perpajakan (X₂), Dan Kesadaran Wajib Pajak (X₃), sedangkan variabel dependen adalah Kepatuhan Membayar Pajak Bumi Dan Bangunan (Y). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan bantuan program SPSS versi 29.0. Tahapan analisis data meliputi Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Serta Uji Asumsi Klasik Yang Terdiri Dari Uji Normalitas, Uji Multikolinearitas, Dan Uji Heteroskedastisitas. Selanjutnya Dilakukan Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F), Serta Uji Koefisien Determinasi (R²) untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil Uji Validitas menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan pada masing-masing variabel memiliki nilai korelasi lebih besar dari r tabel, sehingga dinyatakan valid. Hasil Uji Reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha pada setiap variabel lebih besar dari 0.70, yang berarti instrumen penelitian reliabel dan konsisten. Hasil Uji Asumsi Klasik menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas, serta tidak ditemukan gejala heteroskedastisitas, sehingga model regresi layak digunakan. Berdasarkan Hasil Analisis Regresi Linear Berganda, diperoleh bahwa tingkat ekonomi, pengetahuan perpajakan, dan kesadaran wajib pajak berpengaruh positif terhadap kepatuhan membayar PBB. Hasil uji T menunjukkan bahwa tingkat ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan membayar PBB. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik kondisi ekonomi wajib pajak, maka semakin tinggi kemampuan dan kemauan wajib pajak untuk memenuhi kewajiban membayar PBB tepat waktu dan sesuai ketentuan. Pengetahuan perpajakan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan membayar PBB, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi pemahaman wajib pajak mengenai aturan, prosedur, dan manfaat pajak, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan mereka. Selanjutnya, kesadaran wajib pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan membayar PBB, yang berarti bahwa kesadaran internal wajib pajak mengenai pentingnya pajak bagi pembangunan daerah mendorong perilaku patuh dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Hasil Uji F menunjukkan bahwa tingkat ekonomi, pengetahuan perpajakan, dan kesadaran wajib pajak secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan membayar Pajak Bumi dan Bangunan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.588 menunjukkan bahwa sebesar 58.8% variasi kepatuhan membayar PBB dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen dalam penelitian ini, sedangkan sisanya sebesar 41.2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian, seperti kualitas pelayanan pajak, sanksi perpajakan, akses pembayaran, dan faktor sosial lainnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan kepatuhan membayar PBB di Desa Baumata Barat memerlukan upaya yang terintegrasi, tidak hanya melalui peningkatan kondisi ekonomi masyarakat, tetapi juga melalui peningkatan pengetahuan perpajakan dan penumbuhan kesadaran wajib pajak. Oleh karena itu, pemerintah desa dan pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan kegiatan sosialisasi perpajakan, memberikan edukasi yang berkelanjutan, serta menciptakan sistem pelayanan pajak yang lebih mudah, transparan, dan akuntabel guna mendorong kepatuhan wajib pajak secara berkelanjutan.

ANALISIS PEMBERIAN KREDIT TERHADAP PENDAPATAN UMKM PADA PNM MEKKAR CABANG KALABAHI UNIT TELUK MUTIARA 1

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi ini berjudul “Analisis Pemberian Kredit Terhadap Pendapatan UMKM Pada PNM Mekkar Cabang Kalabahi Unit Teluk Mutiara 1”. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Analisis pemberian kredit terhadap UMKM pada PNM mekkar Cabang Kalabahi Unit Teluk Mutiara 1. Sehubungan dengan perkembangan lingkungan perekonomian yang semakin dinamis dan global Undang-Undang nomor 9 tahun 1995 tentang usaha kecil perlu diganti dengan membentuk Undang-Undang tentang usaha mikro kecil dan menengah agara usaha mikro kecil dan menengah diindonesia dapat memeperoleh jeminan kepastian dan keadilan usaha. Pendapatan adalah hasil yang diperoleh seseorang dari usaha atau pekerjaan, berupa uang maupun barang pada jangka waktu tertentu. Peran PNM Mekaar dalam menyalurkan pembiayaan adalah melayani dan memfasilitasi modal bagi ibu-ibu prasejahtera yang baru memulai usaha ataupun yang sudah memiliki usaha. pemberian kredit merupakan penyerahan barang jasa atau uang dari satu pihak (lender, kreditor, pemberi pinjaman) atas dasar kepercayaan kepada pihak lain (borrower/ debitur/ pengutang) dengan janji membayar dari penerima kred it kepada pemberi kredit pada tanggal yang telah disepakati kedua belah pihak. PNM Mekaar Cabang Kalabahi Unit Teluk Mutiara 1 mengutamakan keamanan kredit, kemampuan nasabah, dan produktivitas penggunaan dana. Persyaratan identitas dan informasi usaha menjaga keamanan administrasi dan menilai kelayakan nasabah, sementara rencana penggunaan dana dan keikutsertaan dalam kelompok tanggung renteng mendorong penggunaan dana yang produktif dan meningkatkan tanggung jawab kolektif.

PENGARUH KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENGENDALIAN INTERN AKUNTANSI TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PADA KSP KOPDIT SOLIDARITAS ST. MARIA ASSUMPTA KUPANG KOTA

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini berjudul Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Pengendalian Intern Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pada KSP Kopdit Solidaritas St.Maria Assumpta Kupang Kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kapasitas sumber daya mansia, pemanfaatan teknologi informasi dan pengendalian intern akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan.jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data yang diperoleh melalui kuesioner. Populasi yang digunakan adalah pegawai Kopdit Solidaritas Sta.Maria Assumpta KCU Kupang Kota. Teknik pengambil sampel pada penelitian ini menggunakan jenuh sampling.dengan menggunakan populasi seluruh karyawan dan teknik pengambilan sampel sebanyak 33 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif,uji kualitas data,uji asumsi klasik,analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis dengan bantuan SPSS 25. Berdasarkan pengolahan data yang sudah dilakukan, maka bahasan hasil analisis peneltian diperoleh sebagai berikut: (1), berdasarkan hasil dari uji t variabel kapasitas sumber daya manusia diperoleh hasil dengan nilai t hitung sebesar 1,787 < t tabel sebesar 2,0422 dengan nilai signifikansi 0,84 > 0,05, maka variabel Kapasitas Sumber Daya Manusia (X1) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Y). (2) berdasarkan uji t variabel pemanfaatan teknologi informasi diperoleh hasil dengan nilai t hitung sebesar 0,434 > t tabel sebesar 2,0422 dengan nilai signifikansi 0,667 > 0,05, maka variabel Pemanfaatan Teknologi Informasi (X2) tidak memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Y).(3)berdasarkan hasil uji t variabel pengendalian intern akuntansi diperoleh hasil uji t hitung sebesar 5,044 > t tabel sebesar 2,0422 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka variabel Pengendalian Intern Akuntansi (X3) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Y).Dengan demikian secara persial hanya pengendaliann intern akuntansi yang yang terbukti mempengaruhi kualitas laporan keuangan sedangkan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi informasi tidak berpenaruh signifikan

PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN DI KANTOR SINODE GMIT KOTA KUPANG

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh peran penting sumber daya manusia (SDM) dalam menentukan keberhasilan organisasi. Dalam konteks lembaga keagamaan seperti Kantor Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Kota Kupang, kualitas dan semangat kerja pegawai merupakan faktor utama yang menentukan efektivitas pelayanan dan pelaksanaan administrasi gerejawi. Namun berdasarkan hasil observasi, ditemukan adanya fenomena seperti pegawai yang datang terlambat, pulang sebelum jam kerja berakhir, kurang memiliki tanggung jawab dan motivasi kerja, serta belum optimalnya kondisi lingkungan kerja, seperti ruang kerja yang sempit dan fasilitas yang kurang memadai. Fenomena tersebut menunjukkan adanya indikasi bahwa semangat kerja pegawai masih belum maksimal. Faktor-faktor yang diduga memengaruhi semangat kerja karyawan adalah disiplin kerja dan lingkungan kerja. Disiplin kerja berperan penting dalam menciptakan keteraturan dan tanggung jawab individu terhadap tugas, sedangkan lingkungan kerja yang baik mampu menumbuhkan kenyamanan, motivasi, dan antusiasme dalam bekerja. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh disiplin kerja dan lingkungan kerja, baik secara parsial maupun simultan, terhadap semangat kerja karyawan di Kantor Sinode GMIT Kota Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif asosiatif. Populasi penelitian ini berjumlah 93xv orang karyawan, dan sebanyak 52 orang dijadikan sampel dengan teknik cluster sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer, yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert 1-10. Data kemudian diolah menggunakan program SPSS versi 22 dengan metode analisis regresi linier berganda, serta dilakukan uji t (parsial), uji F (simultan), dan uji koefisien determinasi (R²) untuk mengetahui besarnya pengaruh antara variabel-variabel penelitian. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi Disiplin Kerja (X₁) dan Lingkungan Kerja (X₂), sedangkan variabel dependen adalah Semangat Kerja (Y). Indikator variabel disiplin kerja mencakup ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, tanggung jawab terhadap pekerjaan, dan kemampuan menjaga kinerja tanpa pengawasan. Indikator lingkungan kerja mencakup pencahayaan, sirkulasi udara, kebersihan, ruang gerak, dan keamanan kerja. Sementara indikator semangat kerja meliputi motivasi bekerja keras, keterlibatan emosional terhadap pekerjaan, serta produktivitas kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, Disiplin Kerja (X₁) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja (Y). Hal ini dibuktikan melalui hasil uji t, di mana diperoleh nilai t hitung sebesar 6,534 lebih besar dari t tabel sebesar 2,009, serta nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kedisiplinan pegawai, maka semakin tinggi pula semangat kerja mereka. Pegawai yang memiliki disiplin tinggi cenderung memiliki tanggung jawab besar, bekerja tepat waktu, dan berkomitmen terhadap tugas-tugas yang diberikan. Hasil uji t untuk Lingkungan Kerja (X₂) juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja (Y) dengan nilai t hitung sebesar 4,329 >xvi t tabel 2,009 dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Hal ini berarti bahwa kondisi lingkungan kerja yang baik-baik dari segi fisik seperti pencahayaan, sirkulasi udara, dan kebersihan, maupun dari segi sosial seperti hubungan antarkaryawan berdampak langsung pada peningkatan semangat kerja karyawan. Hasil uji F (simultan) menunjukkan nilai F hitung sebesar 57,493 lebih besar dari F tabel sebesar 3,18, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil ini membuktikan bahwa disiplin kerja dan lingkungan kerja secara bersama-sama memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap semangat kerja karyawan di Kantor Sinode GMIT Kota Kupang. Dengan kata lain, kedua faktor ini berperan penting dalam meningkatkan semangat kerja pegawai secara kolektif. Adapun hasil uji koefisien determinasi (R²) menunjukkan nilai R² sebesar 0,712, atau 71,2%. Hal ini berarti bahwa sebesar 71,2% variasi perubahan semangat kerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel disiplin kerja dan lingkungan kerja, sedangkan 28,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti gaya kepemimpinan, penghargaan, kompensasi, serta motivasi pribadi karyawan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja, baik secara parsial maupun simultan. Disiplin kerja merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan semangat kerja karyawan. Pegawai yang disiplin cenderung lebih fokus, memiliki tanggung jawab, serta menunjukkan komitmen tinggi terhadap tugas yang diberikan. Sementara itu, lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung menciptakan kondisixvii Penelitian ini memiliki implikasi baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis, hasil penelitian ini memperkuat teori manajemen sumber daya manusia yang dikemukakan oleh Hasibuan (2019) dan Sedarmayanti (2017), yang menyatakan bahwa disiplin kerja dan lingkungan kerja merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi semangat kerja dan produktivitas karyawan. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi Kantor Sinode GMIT Kota Kupang untuk memperkuat sistem kedisiplinan yang konsisten, memperbaiki fasilitas kerja agar lebih nyaman, meningkatkan pengawasan kerja, serta menciptakan suasana kerja yang harmonis dan mendukung kolaborasi antarpegawai. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan dan administrasi di Kantor Sinode GMIT tidak hanya ditentukan oleh kemampuan spiritual dan teknis, tetapi juga oleh kualitas manajemen sumber daya manusia yang disiplin, bersemangat, dan bekerja dalam lingkungan yang kondusif. Upaya peningkatan disiplin kerja dan pembenahan lingkungan kerja akan menjadi strategi efektif dalam membangun semangat kerja yang tinggi di kalangan karyawan, sehingga mendukung tercapainya tujuan pelayanan gerejawi yang profesional dan berintegritas.

PENGARUH MODERNISASI ADMINISTRASI PERPAJAKAN, PENGETAHUAN PERPAJAKAN, SOSIALISASI PERPAJAKAN DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DI WILAYAH DESA BAUMATA TIMUR

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pajak merupakan sumber penerimaan utama negara yang memiliki peran strategis dalam membiayai pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tingginya ketergantungan negara terhadap penerimaan pajak menuntut adanya peningkatan kepatuhan wajib pajak, khususnya wajib pajak orang pribadi. Kepatuhan wajib pajak tidak hanya ditentukan oleh kewajiban hukum semata, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sistem administrasi perpajakan yang digunakan, tingkat pengetahuan perpajakan, intensitas sosialisasi perpajakan, serta penerapan sanksi perpajakan. Dalam konteks wilayah pedesaan, permasalahan kepatuhan pajak menjadi semakin kompleks karena dipengaruhi oleh keterbatasan akses informasi, rendahnya literasi perpajakan, serta pemanfaatan teknologi yang belum optimal. Desa Baumata Timur merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang menunjukkan adanya peningkatan jumlah wajib pajak orang pribadi dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Desa Baumata Timur, jumlah wajib pajak orang pribadi meningkat dari 1.120 orang pada tahun 2022 menjadi 1.149 orang pada tahun 2024. Meskipun jumlah wajib pajak mengalami peningkatan, tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi di wilayah ini masih belum optimal. Hal ini terlihat dari masih rendahnya pemanfaatan sistem administrasi perpajakan berbasis teknologi seperti e-Filing, e- Billing, dan DJP Online, terbatasnya kegiatan sosialisasi perpajakan yang belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat, serta masih kurangnya pemahaman wajib pajak mengenai ketentuan dan sanksi perpajakan yang berlaku. Fenomena tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara jumlah wajib pajak terdaftar dengan tingkat kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Selain itu, hasil penelitian terdahulu juga menunjukkan adanya perbedaan temuan (research gap) terkait pengaruh modernisasi administrasi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak. Beberapa penelitian menyatakan bahwa modernisasi administrasi perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, sementara penelitian lainnya menemukan bahwa modernisasi administrasi perpajakan tidak berpengaruh signifikan. Di sisi lain, variabel pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan sanksi perpajakan secara umum dinyatakan memiliki pengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak. Perbedaan hasil penelitian tersebut mendorong perlunya penelitian lanjutan, khususnya pada wilayah pedesaan yang memiliki karakteristik sosial, ekonomi, dan pendidikan yang berbeda dengan wilayah perkotaan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modernisasi administrasi perpajakan, pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi di wilayah Desa Baumata Timur. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran empiris mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan wajib pajak orang pribadi di tingkat desa, serta menjadi bahan pertimbangan bagi otoritas pajak dalam merumuskan kebijakan perpajakan yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di Desa Baumata Timur, yaitu sebanyak 1.149 orang. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 90 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria tertentu, yaitu wajib pajak orang pribadi yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), berdomisili atau memiliki kegiatan ekonomi di Desa Baumata Timur, serta pernah melakukan pelaporan atau pembayaran pajak dalam satu hingga dua tahun terakhir. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang disusun menggunakan skala Likert lima poin. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari modernisasi administrasi perpajakan, pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan sanksi perpajakan, sedangkan variabel dependen adalah kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 28. Sebelum dilakukan analisis regresi, data terlebih dahulu diuji melalui uji validitas, uji reliabilitas, serta uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas untuk memastikan kelayakan model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial modernisasi administrasi perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi di Desa Baumata Timur. Hal ini mengindikasikan bahwa kemudahan penggunaan sistem perpajakan berbasis teknologi, seperti e-Filing dan e-Billing, mampu mendorong wajib pajak untuk lebih patuh dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Meskipun pemanfaatan sistem modern belum sepenuhnya optimal, keberadaan sistem administrasi perpajakan yang lebih efisien dan transparan memberikan dampak positif terhadap perilaku kepatuhan wajib pajak. Selain itu, pengetahuan perpajakan juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Wajib pajak yang memiliki pemahaman yang baik mengenai ketentuan umum perpajakan, jenis dan tarif pajak, serta tata cara pelaporan dan pembayaran pajak cenderung lebih patuh dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Pengetahuan perpajakan menjadi faktor penting dalam membentuk kesadaran dan tanggung jawab wajib pajak terhadap kewajiban kenegaraan. Sosialisasi perpajakan dalam penelitian ini juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Sosialisasi yang dilakukan oleh otoritas pajak, baik melalui kegiatan penyuluhan langsung maupun media informasi, membantu meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak. Di wilayah Desa Baumata Timur, sosialisasi perpajakan yang mulai dilakukan secara lebih intensif terbukti mampu mendorong partisipasi dan kepatuhan wajib pajak. Selanjutnya, sanksi perpajakan juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Keberadaan sanksi yang jelas dan tegas memberikan efek jera bagi wajib pajak yang tidak patuh, sehingga mendorong mereka untuk memenuhi kewajiban perpajakannya tepat waktu dan sesuai ketentuan. Pemahaman wajib pajak mengenai konsekuensi hukum dan administratif dari pelanggaran pajak menjadi faktor pendorong kepatuhan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modernisasi administrasi perpajakan, pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan sanksi perpajakan merupakan faktor-faktor yang secara bersama-sama maupun parsial berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak orang pribadi di wilayah Desa Baumata Timur. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kepatuhan pajak di wilayah pedesaan tidak hanya memerlukan penerapan sistem administrasi yang modern, tetapi juga harus diimbangi dengan peningkatan edukasi, sosialisasi yang berkelanjutan, serta penegakan sanksi perpajakan yang konsisten. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi pengembangan literatur perpajakan, khususnya terkait kepatuhan wajib pajak di wilayah pedesaan, serta menjadi masukan bagi Direktorat Jenderal Pajak dan pemerintah daerah dalam merancang strategi peningkatan kepatuhan pajak yang lebih efektif dan berkelanjutan sesuai dengan karakteristik masyarakat desa