· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKS
ANALISIS PERBANDINGAN DIFERENSIASI PRODUK DAN CITRA MEREK PADA MOTOR YAMAHA DAN HONDA PADA PADA PEMBELI MOTOR YAMAHA DAN HONDA DI KOTA KUPANG
Perubahan dan perkembangan teknologi informasi pada saat ini menyebabkan persaingan dalam duniabisnis transportasi semakin ketat, khususnya sepeda motor. Ada banyak pemain di industri ini, tetapihanya dua dari mereka sebagai pemain besar dengan pangsa pasar yang signifikan merek Yamaha dan Honda adalah dua merek yang mendominasi industri motor , penelitian ini bertujuan untuk membandingkandiferensiasi produk dan citra merek pada motor Yamah dan Honda. Sampel penelitian yangdigunakan sebanyak 48 respondenYamaha, dan 48 responden Honda. Metode penelitian yangdigunakan analisis Uji Tabel frenkuensi HasilanalisamenggunakanIndependentSamplesT Testditemukan bahwadiferensiasi produk dan citra merek sepeda motormerek Honda lebih baik dari sepeda motor merek Yamaha. Sebaiknya manajemen Honda harus terus mempertahankan tingkat permintaan dalampersaingan yangsemakinketat,danYamaha lebihmeningkatkandarisisidesainmotordanstrategipemasaran.
Kata kunci : Diferensiasi produk dan Citra Merek
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Prestasi kerja lebih merupakan tingkat keberhasilan yang dicapai seseorang untuk mengetahui sejauh mana seseorang mencapai prestasi yang diukur atau nilai.Prestasi juga merupakan suatu hasil yang dicapai seseorang setelah ia melakukan suatu kegiatan. Tanpa adanya suatu prestasi kerja yang tinggi, mengakibatkan tugas-tugas pekerjaan yang diselesaikan kurang baik.Semakin pegawai yang prestasi kerja tinggi, maka produktivitas instansi secara keseluruhan akan meningkat dan instansi dapat bertahan dalam persaingan kinerja. Penilaian prestasi kerja ini dapat dilihat dari tingakat kecakapan, kedisiplinan, kepribadian dan tanggungjawab setiap pegawai dalam menjalankan tugasnya masing-masing.
Memasuki era globalisasi, kebutuhan mutlak akan sumber daya manusia yang tangguh tidak dapat dipungkiri dalam menghadapi abad baru ini, organisasi akan memenuhi suatu bentuk persaingan yang sangat kompleks dengan variasi, intensitas dan cakupan memungkinkan belum pernah ditemui sebelumnya, sehingga organisasi membutuhkan orag-orang yang tangguh, yang sanggup beradaptasi dengan cepat untuk setiap organisasi yang terjadi, yang sanggup bekerja dengan cara-cara baru melalui kecakapan dengan tugas-tugasnya, prestasi kerja mempunyai unsur kemampuan, kecakapan, disiplin kerja, dan ketelitian sehingga dapat memberikan hasil kerja yang lebih baik atau menonjol, Robin dan Judge ( 2011 : 68)
Keterampilan kerja merupakan salah satu faktor dalam usaha mencapai suksesnya pencapaian tujuan organisasi. Tujuan keterampilan kerja yaitu untuk dapat memudahkan suatu pekerjaan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan secara efektif dan efesiensi tanpa adanya kesulitan hinngga akan menghasilkan suatu kinerja pegawai yang baik. Tujuan pengembangan pegawai adalah untuk memperbaiki efektifitas kerja pegawai dalam mencapai hasil-hasil kerja yang telah ditetapkan. Perbaikan efektifitas kerja dapat dilakukan dengan cara memperbaiki pengetahuan pegawai, keterampilan maupun sikap pegawai itu tersendiri terhadap tugas-tugasnya.
Sikap kerja merupakan tindakan yang diambil pekerja dan segala sesuatu yang harus dilakukan oleh pekerja tersebut yang hasilnya sebanding dengan usaha yang dilakukan (Purwanto,2008:67). Sikap kerja adalah penilaian kesesuaian antara alat kerja yang digunakan oleh pekerja dalam kerja dengan ukuran antropometripekerja dengan ukuran yang sudah ditentukan (Rahayu,2005:72).pada saat bekerja sangat perlu diperhatikan dimana sikap kerja harus dalam keadaan seimbang agar dapat bekerja dengan nyaman dan tahan lama (Murulalia,2010:145).
Kenneth (2000:129) menjelaskan bahwa sikap kerja merupakan sikap seseorang terhadap pekerjaannya yang mencerminkan pengalaman yang meyenangkan dan tidak menyenangkan dalam pekerjaannya serta harapan-harapannya terhadap pengalaman masa depan. Sikap kerja sebagai tindakan yang akan diambil pegawai dan kewajiban yang harus dilaksanakan sesuai dengan tanggung jawab yang hasilnya sebanding dengan usaha yang dilakukan.
Prestasi kerja merupakan suatu keahlihan yang diharapkan oleh instansi dari pegawainya dalam rangka mengembangkan dan melancarkan sikap perkerjan organisasi.sehingga tujuan organisasi atau instansi dapat tercapai. Prestasi kerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan organisasi secara legal, tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral atau etika, Rivai (2013 : 92).
Prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu, Hasibuan (2014 : 94).
Prestasi kerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya, (Mangkunegara, 2012 : 67).
Prestasi kerja merupakan tingkat kecakapan seseorang pada tugas-tugas yang mencakup pada pekerjaannya, (Sutrisno, 2016 : 150)
Justine sirait (2006 : 128) menjelaskan bahwa “ prestasi kerja adalah proses evaluasi atau unjuk kerja pegawai yang dilakukan oleh organinisasi.”
Dengan melihat batasan tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan pekerjaan yang dibebankan kepadanya.Prestasi kerja mencerminkan keberhasilan atau kegagalan dalam aktivitas manajemen sumber daya manusia.
Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas Analisis pengaruh keterampilan kerja dan sikap kerja terhadap prestasi kerja pegawai pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metode kuantitaf, dengan teknik pengambilan sampel peneliti mengunakan teknik pengambilan data kuisioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 45 orang dan jumlah Populasi sebanyak 37 orang pegawai dalam yang ada pada pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner yang merupakan sejumlah pertanyaaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : kuat-lemah, baik-buruk,tidak setuju-setuju. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket tertutup di buat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapakan data yang bersifat interval dan di beri skor atau nilai sebagai berikut: untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Untuk memudahkan pemecahan masalah, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuesioner yang secara mendalam menggunakan analisis regressien SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan variabel Keterampilan Kerja (X1) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Prestasi kerja pada pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu., hal ini terlihat dari signifikansi Keselamatan Kerja (X1) 0,506> 0,05 dan nilai hitung 1,902 <2,03224 ttabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel Keterampilan kerja (X1) prestasi kerja (Y) pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu.
Hasil uji regresi secara parsial signifikansi pada variabel Diketahui nilai signifikansi variabel sikap kerja (X2) pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu., hal ini terlihat dari nilai signifikan variabel sikap kerja (X2) 0,738> 0,05 dan t hitung 0,1902< 2,03224 t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti berpengaruh signifikan terhadap variabel sikap kerja (X2) terhadap Prestasi kerja (Y) pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu.. Melalui penelitian ini Penulis menyarankan untuk peneliti selanjutnya lebih memperluas populasi, melengkapi dengan teknik pengumpulan data yang lain atau menyertakan variabel dari faktor -faktor lain yang mempengaruhi Produktivitas Karyawan, seperti Motivasi kerja, Kualitas, Kuantitas, pelaksanaan tanggung jawab, dan kondisi fisik pekerjaan. Peneliti selanjutnya dapat menganalisis faktor lain yang memberikan kontribusi terhadap Prestasi kerja
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran dan Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten/kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat. Permasalahan dari penelitian adalah bagaimana penggunaan dana desa terhadap perkembangan infrastruktur di desa Tapenpah, Kecamatan Insana- Kabupaten Timor Tengah Utara dan apa saja kendala-kendala yang dihadapi oleh pemerintah desa Tapenpah, Kecamatan Insana-Kabupaten Timor Tengah Utara dalam penggunaan dana desa untuk perkembangan infrastruktur di desa tersebut. Tujuan dari penelitian dilakukan untuk mengetahui tentang bagaimana penggunaan dana desa dalam pembangunan infrastruktur di desa Tapenpah, Kecamatan Insana-Kabupaten Timor Tengah Utara dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi pemerintah desa Tapenpah, Kecamatan Insana-Kabupaten Timor Tengah Utara dalam penggunaan dana desa untuk pembangunan infrastruktur di masyarakat desa tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengumpulkan data dari lapangan/obyek penelitian dan dideskripsikan atau diuraikan secara kualitatif untuk menjawab permasalahan yang ada. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebuah daftar pertanyaan yang terdiri dari sejumlah pertanyaan (5) untuk mengumpulkan data dari beberapa nara sumber/informen yakni 3 orang pejabat di desa Tapenpah dan 2 orang staf/anggota BPD desa tersebut yang tahu tentang bagaimana penggunaan dana desa dalam perkembangan infrastruktur di desa Tapenpah dan apa saja kendala-kendala yang dihadapi pemerintah desa tersebut dalam menggunakan dana desa untuk perkembangan infrastruktur di desa ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisa data yang digunakan adalah analisis pendahuluan dan analisa lanjutan. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan dana desa untuk perkembangan/pembangunan infrastruktur di desa Tapenpah, Kecamatan Insana-Kabupaten Timor Tengah Utara dalam tiga tahun anggaran yakni dari tahun 2019-2021 menunjukkan hasil yang cukup signifikan dimana penggunaan dana desa untuk pembangunan infrastruktur desa di 3 tahun anggaran tersebut membuahkan hasil yang baik dengan persentase kerja dalam setiap program kerja di setiap tahun anggaran dari 3 tahun anggaran tersebut mencapai 100% hasil capaiannya sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat desa Tapenpah ke taraf yang lebih baik lagi. Selain hasil dari penggunaan dana desa untuk perkembangan/pembangunan infrastruktur desa Tapenpah, penulis juga mendapatkan jawaban dari kendala-kendala yang dihadapi pemerintah desa Tapenpah dalam menggunakan dana desa untuk pembangunan infrastruktur desa tersebut yakni kendala kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbatas, Keterlambatan Pencairan Dana Desa untuk Pembangunan Infrastruktur Desa dan Kenaikan Harga Barang dan Jasa yang tidak Stabil dari waktu ke waktu yang juga turut berdampak negatif terhadap pembangunan infrastruktur di desa Tapenpah ini. Di bagian akhir dari penulisan skripsi ini, penulis menyarankan dua ide yang harus diterapkan oleh pembaca dan penulis sebagai peneliti yakni penelitian ini bisa menjadi acuan bagi pembaca untuk mendapatkan jawaban dari apa yang ingin diketahuinya dan tulisan ini juga dapat memberikan kontribusi akademik atau ilmiah bagi penulis sebagai peneliti yang akan melakukan penelitian lanjutan dengan masalah yang masih berkaitan erat dengan penulisan skripsi ini
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Senyawa radikal bebas perlu diredam atau dikurangi sehingga diperlukan adanya senyawa antioksidan untuk menangkal dampak burukr adikal bebas. Aktivitas radikal bebas diperlukan antioksidan dari dalam makanan atau minuman. Salah satu sumber antioksidan adalah buah alpukat yang didominasi asam lemak tak jenuh tunggal serta pemanfaatan pandan wangi sebagai pewarna alami yang memiliki kandungan alkoid dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi penambahan buah alpukat yang menghasilkan aktivitas antioksidan paling tinggi dalam pembuuatan ice cream buah alpukat. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperiman dengan desain penelitian rancangan acak lengkap (RAL) sebanyak 3 perlakuan dengan ulangan sebanyak 3 kali. Metode yang digunakan untuk menguji aktivitas antioksidan adalah metode DPPH dan kualitas ice cream menggunakan uji organoleptik secara statistic yaitu uji anova satujalur (One Way Anova). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembuatan ice cream alpukat dengan penambahan pandan wangi sebagai pewarna alami memiliki kandungan aktivitas antioksidan yang sangat kuat karena memiliki nilai IC50 kurang dari 50 ppm. Sedangkan dalam pengujian organoleptic perlakuan P3 berpengaruh terhadap kualitas ice cream terbaik pada kriteriawarna, aroma, rasa, dan tekstur dengan nilai sebesar 3.95%.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang:Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan sangat penting, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga, dan kesehatan.
Tujuan penelitian:Untuk mengetahui pengaruh minat permainan bola voli terhadap hasil belajar siswa kelas VIII pada pembelajaran penjasorkes.
Metode penelitian:Metode penellitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk memecahkan suatu masalah.
Hasil dan pembahasan: Berdasarkan perhitungan dari tabel distribusi frekuensi variabel minat belajar dari faktor internal persentase jumlah siswa yang memiliki nilai antara 40-42 sebesar 17,64%, yang memiliki nilai antara 43-45 sebesar 23,52%, yang memiliki nilai antara 46-48 sebesar 32,35%, yang memiliki nilai antara 49-51 sebesar 26,47. Dan berdasarkan perhitungan dari tabel distribusi frekuensi variabel minat belajar dari faktor eksternal persentase jumlah siswa yang memiliki nilai minat belajar dari faktor eksternal antara 40-42 sebesar 2,94%, yang memiliki nilai antara 40-42 sebesar 2,94%, yang memiliki nilai antara 43-45 sebesar 26,47%, yang memiliki nilai antara 46-48 sebesar 32,35%, yang memiliki nilai antara 49-51 sebesar 38,23%. Sesuai hasil analisiss regresi dari faktor internal bahwa siswa memiliki minat belajar yang berpengaruh terhadap hasil belajar sebesar 50,5% sedangkan 45,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dan untuk faktor eksternal siswa memiliki minat belajar yang berpengaruh terhadap hasil belajar sebesar 56,0% sedandkan 44% sisanya di pengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
Simpulan:Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh melalui perhitungan regresi dapat disimpulkan bahwa variabel minat dari Faktor internal memberikan sumbangan sebesar 50,5% bagi perubahan variabel hasil belajar siswa sedangkan 45,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain dan Faktor eksternal memberikan sumbangan sebesar 56,0% bagi perubahan variabel hasil belajar siswa sedangkan 44% sisanya di pengaruhi oleh faktor lain
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rasio Efektivitas Pajak Daerah pemerintah Kota Kupang yang diukur dari tahun 2016-2020 mengalami kenaikan dan penurunan dari tahun ke tahun hal ini dapat dilihat dari Tahun 2016 sebesar 99,95% masuk dalam kriteria tidak efektif, Tahun 2017 sebesar 110% masuk dalam kriteria efektif, Tahun 2018 sebesar 95,18% masuk dalam kriteria tidak efektif, Tahun 2019 sebesar 101,51% masuk dalam kriteria efektif, Tahun 2020 sebesar 99,10% masuk dalam kriteria tidak efektif karena berada dibawah 100%. Hal ini disebabkan karena pemerintah daerah tidak dapat merealisasikan pendapatan daerah yang sesuai yang ditargetkan.
Melalui analisis efektivitas dapat diketahui seberapa besar realisasi pajak daerah terhadap target yang seharusnya dicapai pada periode tertentu. Dengan adanya penargetan realisasi pajak daerah dimaksudkan agar mendorong kinerja pemerintah daerah dalam mencapai penerimaan daerah yang tinggi.
Untuk Rasio Pertumbuhan Pajak daerah Pemerintah Daerah Kota Kupang yang diukur dari tahun 2016–2020, mengalami penurunan dari tahun ke tahun hal ini dapat dilihat untuk tahun 2017 sebesar 26,63% tahun 2018 sebesar 3,58% tahun 2019 13,8% dan tahun 2020 sebesar -8,34% hal ini dikarenakan dana transfer pusat dan lain – lain pendapatan yang sah tidak stabil
Rasio pertumbuhan bermanfaat untuk mengetahui apakah pemerintah daerah dalam tahun anggaran bersangkutan atau selama beberapa periode anggaran, kinerja anggarannya mengalami pertumbuhan pendapatan secara positif atau negative. Untuk kontribusi Pajak daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Daerah Kota Kupang yang diukur dari tahun 2016–2020. Pada tahun 2016 memiliki presentasi sebesar 48,94% masuk dalam kriteria baik. Pada tahun 2017 memiliki presentasi sebesar 43,08% di karenakan di bawah 50% masuk dalam kriteria baik. Pada tahun 2018 memiliki presentasi sebesar 53,11% masuk dalam kriteria sangat baik Pada tahun 2019 memiliki presentasi sebesar 54,62% masuk dalam kriteria sangat baik dan Pada tahun 2020 memiliki presentasi sebesar 59,98% masuk dalam kriteria sangat baik dikarenakan sudah diatas 50%.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DENGAN PATI UBI KAYU (Manihot esculenta) SEBAGAI PENSTABIL
Naisunis Y.I.D Loe* Malelak Zet ** BanoEt I.M. Regina
ABSTRAK
Penelitian ini dengan judul karakterisasi sifat fisik puding tomat (lycopersium esculentum) dengan pati ubi kayu (manihot esculenta) sebagai penstabil telah dilaksanakan pada Laborotarium Procesing dan di uji lanjut Laboratorium Eksakta pada bulan Februari 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakeristik sifat fisik puding tomat dengan pemanfaatan pati ubi kayu dan untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis dengan pemanfaatan pati ubi kayu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL ). Rancangan acak lengkap dapat didefinisikan sebagai rancangan dengan beberapa perlakuan yang disusun secara random untuk seluruh unit percobaan. Variabel bebas berupa puding tomat dan pati ubi kayu sebagai penstabil sedangkan variabel terikat adalah pengujian organoleptik ( warna, aroma, tekstur, dan rasa). Dalam penelitian pati yang digunakan 3,5 gram, 7 gram, dan 10 gram sesuai dengan perlakuannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemberian pati dengan takaran yang berbeda, berpengaruh terhadap kualitas puding tomat (Lycopersium esculentum). Perlakuan penambahan pati pada puding tomat (Lycopersium esculentum) terbaik terdapat pada perlakuan 4 yaitu 3% gram pati (dari berat tomat 350 gram = 10,5 gram) yang menghasilkan warna (4,61) sangat suka, rasa (4,80) sangat suka, tekstur ( 4,72 ) sangat suka dan dengan aroma (4,52) sangat suka,.
Kata Kunci : pudding tomat, pati ubi kayu, uji organoleptic, RAL
*Peneliti
** Pembimbing
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK DENGAN METODE BERMAIN PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS
Fady Nubatonis1*, Jusuf Blegur2, Melvianus Selan 3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
[email protected]
Latar belakang:permasalahan dalam penelitian ini adalah masih terdapat banyak siswa yang belum memahami teknik dasar gerakan lompat jauh gaya jongkok dengan benar, pembelajaran yang di gunakan kurang memadai sehingga Penjelasan yang diberikan oleh guru memuat secara keseluruhan rangkaian gerakan sehingga sebagian besar siswa tidak memahami dengan baik. Pada proses pembelajaran guru selalu menggunakan gaya mengajar klasikal. Hal ini mengakibatkan penguasaan siswa terhadap materi kurang sempurna dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan kurang berhasil dengan baik.
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok pada siswa SMA Negeri Fatukopa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari II siklus.Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan, refleksi.
Hasil dan pembahasan:Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar lompat jauh gaya jongkok dengan menggunakan metode bermain, mempunyai dampak yang baik. Hal ini dilihat dari hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang ditetapkan yaitu 75 dan mengalami peningkatan pada siklus I ke siklus II.
Simpulan:penelitian ini menunjukkan bahwa meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok dengan metode bermain pada siswa SMA Negeri Fatukopa termasuk kategori baik.
Katakunci: Kompetensi guru; hasil belajar; pendidikan jasmani
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PEMBELAJARAN KONTROL BERPASANGAN DALAM PERMAINAN SEPAK TAKRAW DI SMP NEGERI 6 KUPANG TENGAH SATAP Scifo Franklin Alfredo Stefanus1*, Jusuf Blegur2, Yohanis Boling3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Pembelajaran merupakan setiap upaya yang dilakukan dengan sengaja oleh pendidik yang dapat menyebabkan peserta didik melakukan kegiatan belajar. Salah satu bentuk pembelajaran yang dilakukan di sekolah yakni permainan sepak takraw dan merupakan salah satu kecabangan olahraga yang terakomodir dalam kurikulum K13 pada sekolah menengah pertama. Pelaksanaan pembelajaran penjas khususnya pada materi pembelajaran kontrol berpasangan dalam permainan sepak takraw di SMP Negeri 6 Kupang Tengah Satap selama ini dilaksanakan dalam bentuk teori dan praktik, hal inilah yang mendorong peneliti untuk mau melihat secara langsung berkaitan dengan gerak kontrol berpasangan yang akan di praktikkan oleh siswa. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Pembelajaran Kontrol Berpasangan Dalam permainan Sepak Takraw di SMP Negeri 6 Kupang Tengah Satap. Metode penelitian: Deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian yang diperoleh yakni dalam pelaksanaan pembelajaran dilakukan terkadang tidak mengikuti tiga tahapan atau langkah-langkah dalam pembelajaran secara utuh sehingga membuat pembelajaran sepak takraw menjadi kurang efektif dan juga guru tidak memiliki variatif metode yang digunakan. Untuk pelaksanaan praktik sepak takraw tidak didukung dengan sarana prasarana yang memadai sehingga pembelajaran kontrol berpasangan dalam permainan sepak takraw lebih cenderung dilakasanakan secara teori didalam ruangan kelas dan pelaksanaan praktik barusan sekali dilaksanakan ketika peneliti melakaukan pengambilan data disekolah tersebut. Simpulan: Dari hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa proses pembelajaran sepak takraw di SMP Negeri 6 Kupang tengah Satap berjalan tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kata kunci: Pembelajaran, Kontrol Berpasangan, Sepak Takraw
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH AKUNTABILITAS PUBLIK KEJELASAN SASARAN ANGGARAN DAN PARTISIPASI DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN TERHADAP MANAJERIAL
(Studi Empiris pada SKPD Kota Kupang)
Disusun oleh:
Yanse Nurhayati Noma
16193437
Anggaran merupakan rencana keuangan yang dibuat secara rinci dan sistematisyang memuat rencanapenerimaan dan rencana pengeluaran.anggaran adalah rencana keuangan dimasa mendatang dan merupakan alat bantu dalam mengkoordinasikan dan mengimplementasikan rencana yang telah dibuat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akuntabilitas pulik,kejelasan sasaran anggaran dan partisipasi dalam penyusunan anggaran (Studi pada SKPD Kota Kupang) secara parsial. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskripsi dengan menggunakan analisis Statistik dengan jumlah sampel sebanyak 40 serta menggunakan teknik pengumpulan data yaitu melalui kuesioner.
Dapat diketahui bahwa Akuntabilitas adalah pertanggungjawaban kepada publik atas setiap aktivitas yang dilakukan.akuntabilitas publik adalah kewajiban pihak pemegang amanah (agent) untuk memberikan pertanggungjawaban,menyajikan, melaporkan, dan mengungkapkan segalah aktivitas dan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya kepada pihak memberi amanah (principal) yang memiliki hak dan kewenangan untuk meminta pertanggungjawaban tersebut (Mardiasmo, 2002).
kejelasan sasaran anggaran merupakan sejauh mana tujuan anggaran ditetapkan secara jelas dan spesifik dengan tujuan agar anggaran tersebut dapat dimengerti oleh orang yang bertanggungjawab atas pencapaian anggaran tersebut. Oleh sebab itu sasaran anggaran pemerintah daerah harus dinyatakan secara jelas, spesifik dan dapat dimengerti oleh mereka yang bertanggungjawab untuk melaksanakannya. Penetapan tujuan spesifik akan lebih produktif, hal ini akan mendorong karyawan untuk melakukan yang terbaik bagi pencapaian tujuan yang dikehendaki sehingga berimplikasi pada peningkatan kinerja.
Partisipasi adalah suatu proses pengambilan keputusan bersama oleh dua atau lebih yang mempunyai dampak masa depan bagi pihak yang membuat keputusan tersebut. Partisipasi penyusunan anggaran yaitu proses dimana pembuatan anggaran terlibat dan mempunyai pengaruh dalam penentuan besar anggaran (Mulyadi,2001).
kinerja manajerial adalah kemampuan atau prestasi kerja yang telah dicapai oleh para personil atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, untuk melaksanakan fungsi, tugas dan tanggung jawab mereka dalam menjalankan operasional perusahaan.
Berdasarkan hasil mengenai pengaruh akuntabilitas publik kejelasan sasaran anggaran dan partisipasi dalam penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial SKPD kota kupang dapat disimpulkan sebagai berikut:
Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel akuntabilitas publik berpengaruh positif signifikanterhadap kinerja manajerial.Hasil ini dapat dibuktikan dengan nilai t hitung> t tabel (2,440> 1,684) dan hasil uji signifikansi yang dilakukan menunjukan tingkat signifikansi sebesar 0,020 lebih kecil dari 0,05 yang berarti Ha diterima, H0 ditolak.selanjutnya kejelasan sasaran anggaran tidak perpengaruh positif signifikan terhadap kinerja manajerial.Hasil ini dapat dibuktikan dengan nilai t hitung> t tabel-1,364 > 1,684) dan hasil uji signifikansi yang dilakukan menunjukan tingkat signifikansi sebesar 0,181 lebih besar dari 0,05 yang berarti Ha ditolak, H0 diterima dan partisipasi dalam penyusunan anggaran berpengaruh positif signifikanterhadap kinerja manajerial. Hasil ini dapat dibuktikan dengan nilai t hitung> t tabel (5,602> 1,684) dan hasil uji signifikansi yang dilakukan menunjukan tingkat signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang berarti Ha diterima, H0 ditolak.
Berdasarkan hasil penelitian ini, telah menjawab hal-hal yang menjadi persoalan dalam penelitian ini.
Kata kunci: akuntabilitas publik,kejelasan sasaran anggaran.partisipasi penyusunan anggaran dan kinerja manajerial.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
TINJAUAN TENTANG PRESTASI DI KLUB BOLA VOLI PUTRAEXODUSPENKASE KOTAKUPANG2021
SemirikusPenu1*,RamonaM.Mae2, FredikE.Nope3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan IlmuPendidikan, UniversitasKristen ArthaWacana,Kupang, Indonesia
[email protected]
Latarbelakang:olaharagaadalahrutinitasyangdapatdilakukanseseorangsebagai bagaian dari upaya menjaga kesehatan baik rohani maupun jasmaninya.Disisi lain olahraga adalah segala kegiatan sistematis untuk mendorong, membina,serta mengembangkan potensi jasmani, rohani, dan sosial (UU No. 3 tahun 2005tentangsistem keolahragaan nasiaonal).
Tujuan penelitian: Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas maka, yangtujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Prestasi di klub bola voliputraExodus PenkaseKotaKupangTahun 2021.
Metodepenelitian:Penelitianinimenggunakanmetodedeskiriptifkualitatif
Hasildan pembahasan:Sumber data primer diperolehdarihasilwawancaralangsung dengan Pelatih dan atlet Club Bola Volley Putra Penkase Kota upang.Teknikpengumpulandatamelaluiwawancara,observasi,dandokumentasi.Teknik analisis data menggunakan data reduction, data display, dan conclusiondrawing/verificatio. Hasil dan pembahasan pelatih klub terhadap proses prsetasi diklub bola voli putra exodus penkase berdasarkan Hasil penelitian menunjukkanbahwa untuk memperoleh prestasi atlet yang baik maka pelatih menerapkan polalatihan,program latihan,taktik dan tekniklatihan yangbaik.
Simpulan: Prestasi di klub bola voli putra exodus penkase meningkat walaupundiukurmelaluisimulasipertandingankarenaketiadaanpertandinganyangdisebabkanoleh Pandemic19.
Katakunci:Prestasi, Polalatihan,programlatihan
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN BINTANG LAUT (ASTEROIDEA)
DI PANTAI WELOLO
Lipiwata, Y.A)* Rupidara ,A. D. N)** Ngginak, J)**
Lokasi Pantai Welolo berada tepat di Desa Mausamang, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor. Lokasi yang memiliki substrat seperti pasir putih, terumbu karang, hutan mangrove dan lamun. Hasil wawancara sebelumnya bahwadi Pantai Welolo bahwa terdapat juga beberapa spesies yang biasa ditemukan seperti seperti spesies Archaster typicusdanProstoreaster nodosus. Selanjutnya, dijelaskan bahwa masyarakat Desa Mausamang juga memanfaatkan lendir dari Bintang Laut untuk mengobati luka pada tubuh dengan tujuan mengurangi keluarnya darah pada luka tersebut.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan Bintang Laut (Asteroidea) di Pantai Welolo. Penelitian dilakukan pada tanggal 30 September sampai dengan 4 Desember 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode transek ploting sistematis yang menggunakan 3 transek dengan jarak masing-masing transek 70 m. Pada tiap transek dibuat 4 plot dengan ukuran5 x 5 m, dengan jarak antara plot 10 m. Pembagian transek ditentukan berdasarkan substrat yaitu transek 1 (substrat berpasir), transek 2 (substrat lamun) dan transek 3 (substrat berkarang). Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, penghitungan, pengukuran dan pengambilan sampel di lapangan. Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, ditemukan tiga spesies Asteroidea yaitu spesies Protoreaster nodusus, Linckia laevigata dan Archaster typicus dengan jumlah total sebanyak 121 individu. Hasil perhitungan indeks keanekaragaman Shannon Wienner diperoleh nilai H’ pada T1 (0.81), T2 (0,70), T3, (0,36). Jumlah spesies yang diperoleh T1 (3), T2 (3), T3, (2). Sehingga berdasarkan kriteria indeks keanekaragaman maka hasil indeks keanekaragaman yang diperoleh di Pantai Welolo rendah. Hasil analisis kelimpahan diketahui Spesies Protoreaster nodusus lebih banyak ditemukan dengan nilai 2,44 ind/m2. Hal ini karena kondisi Pantai Welolo terdapat banyak substrat pasir dan lamun yang merupakan habitat yang cocok untuk kehidupan Protoreaster nodusus. Indeks dominasi dari ketiga spesies kurang dari 0,50, sehingga tidak ada spesies yang mendominasi. Hal ini Maka Perlu adanya pelaksaanaan beberapa tindakan pencegahan untuk membatasi aksesibilitas masyarakat terhadap sumber daya laut dengan tujuan melindungi persediaan keanekaragaman hayati khususnya Bintang Laut (Asteroidea), sehingga tetap terjaga kestabilan kehidupan dari Bintang Laut
Kata kunci : Keanekaragaman, Kelimpahan Bintang Laut (Asteroidea)
Keterangan * : Peneliti
** : Pembimbing
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kompetensi Pedagogik Mahasiswa Calon Guru Biologi Pada Mata Kuliah Microteaching Semester Genap tahun 2021-2022. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada mahasiswa Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ditemukan beberapa kendala dalam proses perkuliahan microteaching yaitu kemampuan seorang pendidik dalam mengelolah pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap karakteristik peserta didik, ketrampilan penguasaan ICT, ketrampilan berkomunikasi, dan ketrampilan pengelolaan kelas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh menggunakan lembar observasi, selanjutnya dianalisis menggunakan rumus TCR (Tingkat Capaian Responden). Sehingga mendapatkan hasil rata-rata persentase sebesar 68%. pada indikator 1 dan 2 dengan bunyi kemampuan seorang pendidik dalam mengelolah pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap karakteristik dan ketrampilan penguasaan ICT memperoleh 72% dan 68% dengan masing-masing indikator terdapat 4 peryataan, Selanjutnya pada indikator 3 dan 4 tentang ketrampilan komunikasi dan ketrampilan pengelolaan kelas memperolehan skor 70% dan 64% . Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahawa analisis kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru biologi pada mata kuliah microteaching semester genap di universitas kristen artha wacana kupang program studi pendidikan biologi berada pada cukup mampu.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KERJA SAMA TIM TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN DI HYPERMART BUNDARAN PU KOTA KUPANG
Lingkungan kerja merupakan segala kondisi yang ada yang berada disetiap pekerja, sehingga baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi diri dalam melaksanakan tugas yang di bebankan. Lingkungan kerja merupakan suatu tempat yang terdapat sejumlah kelompok dimana di dalamnya terdapat beberapa fasilitas pendukung untuk mencapai tujuan perusahaan sesuai dengan visi dan misi perusahaan (Sedarmayanti, 2013:23). Menurut Mangkunegara (2013:105) lingkungan kerja adalah semua aspek fisik kerja, psikologis kerja, dan peraturan kerja yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja dan pencapaian produktivitas.
Kerja sama tim merupakan suatu kebutuhan dalam mewujudkankeberhasilan kerja. Menurut (Triatmanto, 2017: 51) Kerjasama tim adalah pengelompokan dua ataupun lebih orang yang berhubungan dan penyerasiantentang sebuah kegiatan beserta usaha agar meraih sasaran spesifik. Menurut Sarwono (2011:139) kerjasama merupakan bentuk kelompok yang terdiri dari lebih dari seseorang yang melakukan tugas dengan sejumlah peraturan dan prosedur. Menurut Meintere (2016 :126) tim yang efektif adalah adalah sebuah tim yang memungkinkan anggotanya untuk menghasikan penyelesaian tugas yang lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan hasil kerja perorangan karna hasil kerjanya merupakan hasil kontribusi anggota-anggota tim secara bersama-sama.
Kepuasan kerja merupakan hal yang positif dalam meningkatkan kualitas kerja di setiap orang bekerja, sehingga kenyamanan dan tingkat kualitas kerja dapat diukur dengan mengetahui seberapa puas seseorang menekuni pekerjaannyaKepuasan kerja dinikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan, dan kombinasi luar dan dalam pekerjaan. Menurut Robbins ( 2008 ;170 ) Kepuasan kerja merupakan sikap umum seorang individu terhadap pekerjaa. Menurut (Wirawan, 2013 :732). Kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan dengan bagaimana cara pekerja memandang pekerjaan mereka. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas pengaruh lingkungan kerja dan kerja sama tim berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan di Hypermart Bundaran PU Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria pekerjaan dan tingkat jabatan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 40 orang dari jumlah populasi sebanyak 67 orang karyawan yang bekerja di Hypermart Bundaran PU Kota Kupang. Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan kerja sama tim terhadap kepuasan kerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan di Hypermart Bundaran PU Kota Kupang dan kerja sama tim berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan di Hypermart Bundaran PU Kota Kupang. Sedangkan secara simultan lingkungan kerja dan kerja sama tim berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan di Hypermart Bundaran PU Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan a sebesar 11.585 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0.327, b² adalah 0.328.Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh lingkungan kerja (X1) dan kerja sama tim (X2) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y= 11.585+ 0,327 X1 + 0,328 X2. Selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh lingkungan kerja (X1) terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel lingkungan kerja(X1) ditemukan t hitung = 1.994 lebih besar t table = 1,687 dan tingkat Sig. = 0,002. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel lingkungan kerja (X1) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan kerja karyawan (Y). berikutnya hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh kerja sama tim (X2) terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kerja sama tim(X2) ditemukan t hitung = 2.337 lebih besar t table = 1,687 dan tingkat Sig. = 0,004. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kerja sama tim (X2) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Untuk hasil pengujian Uji F diadapati F hitung = 7.244 lebih besar F tabel = 2,87 dan tingkat Sig. = 0,002. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel lingkungan kerja dan variable kerja sama tim (X2) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.681 atau 68,1%. Hal ini berarti besarnya pengaruh lingkungan kerja dan kerja sama tim terhadap kepuasan kerja karyawan adalah 68,1%. Sedangkan pengaruh sebesar 31,9% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci : Lingkungan Kerja, Kerja Sama Tim, Kepuasan Kerja Karyawan.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PERAN GURU BIOLOGI DALAM PEMBELAJARAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI 1 AMABI OEFETO
Ranboki, F.N. ) *Manu,T.S.N.)** Nggadas, D.P.E.)**
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru biologi dalam mendorong pembelajaran berpikir tingkat tinggi di SMA Negeri 1 Amabi Oefeto Kabupaten Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kualitatif deskriptif dan kuantitatif dengan menggunakan teknik wawancara, angket dan dokumentasi untuk mengkaji informasi terkait peran guru biologi dalam mendorong siswa berpikir tingkat tinggi. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 guru biologi dan 20 siswa kelas X IPA dengan teknik analisis data yang menggunakan teknik penyajian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah peran guru biologi melaksanakan pembelajaran yang menciptakan siswa mampu menganalisis, mengevaluasi dan mencipta dalam setiap materi yang di bahas dengan guru berperan menyediakan bahan ajar, sesuai yang terjadi disekolah SMA Negeri 1 Amabi Oefeto tahun ajaran 2021/2022 yaitu guru menyiapkan model pembelajaran stimulation (pemberian rangsangan) dengan melihat tingkat kognitif berpikir tingkat tinggi yaitu menganalisis yang terjadi disekolah guru hanya memberikan siswa tes berubah soal pilihan ganda kepada siswa sebagai tes kemampuan berpikir dalam menyelesaikan tugas tersebut, untuk mengevaluasi guru memberikan ulangan harian setelah pelajaran dan merangkum materi pelajaran agar lebih mudah dipahami dari sini guru seberapa jauh berpikir siswa, serta untuk kemampuan mencipta sendiri guru hanya menjelaskan langkah-langkah tetapi untuk pelaksaan sendiri tidak karena kekurangan bahan dan alat lab sehingga guru hanya meberi contoh dengan gambar dan juga lingkungan sekolah saja. Sesuai dengan hasil wawancara yang didapat guru pada SMA Negeri 1 Amabi Oefeto Guru selalu mengontrol kelas menggunakan pendekatan saintifik yaitu mengamati, menanya dan mengkomunikasikan sehingga tidak menimbulkan keributan dengan melihat penilaian-penilaian pada siswa secara penilaian diri dan penilaian antar teman.
KATA KUNCI: Peran Guru, Berpikir Tingkat Tinggi Siswa
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Metode segmentasi pasar yang paling populer, segmentasi demografis dan segmentasi psikografis memiliki beberapa keunggulan yang menjadikannya pilihan pertama dalam strategi pemasaran di seluruh organisasi. Oleh karena itu, segmentasi demografis dan segmentasi psikografis membantu organisasi memahami pelanggan dan memenuhi kebutuhan mereka. Untuk tujuan segmentasi, dengan mengidentifikasi variabel demografi dan psikografis yang murah dan mudah diukur.
Ini membantu untuk memahami dan melayani kebutuhan subpopulasi konsumen yang homogen. Penelitian ini menyajikan beberapa jenis asosiasi, di antara berbagai faktor demografi dan psikografis yang prospek bisnisnya pertimbangkan. Strategi segmentasi pasar ini bertujuan untuk memahami pasar prospektif, dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa kebutuhan konsumen terhadap kelompok sasaran terpenuhi.
Penelitian ini juga menggambarkan hubungan antara segmentasi pasar demografis, segmentasi psikografis dan keputusan pembelian atau kemungkinan pengembangan bisnis berkenaan dengan perspektif demografis untuk menjadi entitas bisnis yang sukses.
Untuk mendapatkan hasil perhitungan tanggapan responden yaitu: Total tangapan reponden = skor total hasil jawaban respondn : skor tertinggi responden x jumlah responden (912 ; 1,000 x 100%=9,12%) jadi berdsarkan tanggapan responden dapat di simpulkan bahwa responden dengan kategori jawaban 10 terhadap pernyataan membeli sepeda motor honda berdsarka umur 17-25 tahun dengan persentase 9,12% responden.
Untuk mendapatkan hasil perhitungan tanggapan responden yaitu: Total tangapan reponden = skor total hasil jawaban respondn : skor tertinggi responden x jumlah responden (851 ; 1,000 x 100%=8,51%) jadi berdsarkan tanggapan responden dapat di simpulkan bahwa responden dengan kategori jawaban 10 terhadap pernyataan membeli sepeda motor honda berdsarka umur 25-35 tahun dengan persentase 8,51% responden.
Untuk mendapatkan hasil perhitungan tanggapan responden yaitu: Total tangapan reponden = skor total hasil jawaban respondn : skor tertinggi responden x jumlah responden (640 ; 1,000 x 100%=6,40%) jadi berdsarkan tanggapan responden dapat di simpulkan bahwa responden dengan kategori jawaban 10 terhadap pernyataan membeli sepeda motor honda berdsarka umur 35-65 tahun ke atas dengan persentase 6,40% responden.
Untuk mendapatkan hasil perhitungan tanggapan responden yaitu: Total tangapan reponden = skor total hasil jawaban respondn : skor tertinggi responden x jumlah responden (830 ; 1,000 x 100%=8,30%) jadi berdsarkan tanggapan responden dapat di simpulkan bahwa responden dengan kategori jawaban 10 terhadap pernyataan membeli sepeda motor honda bisa di kendarai untuk kaum perempuan dengan persentase 8,30% responden.
Untuk mendapatkan hasil perhitungan tanggapan responden yaitu: Total tangapan reponden = skor total hasil jawaban respondn : skor tertinggi responden x jumlah responden (860 ; 1,000 x 100%=8,60%) jadi berdsarkan tanggapan responden dapat di simpulkan bahwa responden dengan kategori jawaban 10 terhadap pernyataan membeli sepeda motor honda bisa di kendarai untuk kaum laki-laki dengan persentase 8,60% responden.
Untuk mendapatkan hasil perhitungan tanggapan responden yaitu: Total tangapan reponden = skor total hasil jawaban respondn : skor tertinggi responden x jumlah responden (702; 1,000 x 100%=7,02%) jadi berdsarkan tanggapan responden dapat di simpulkan bahwa responden dengan kategori jawaban 10 terhadap pernyataan membeli sepeda motor honda memiliki penghasilan 0 – 1.000.000 dengan persentase 7.02% responden.
Untuk mendapatkan hasil perhitungan tanggapan responden yaitu: Total tangapan reponden = skor total hasil jawaban respondn : skor tertinggi responden x jumlah responden (727; 1,000 x 100%=7,27%) jadi berdsarkan tanggapan responden dapat di simpulkan bahwa responden dengan kategori jawaban 10 terhadap pernyataan membeli sepeda motor honda menunjang pekerjaan sebagai pegawai negeri dengan persentase 7.27% responden.
Untuk mendapatkan hasil perhitungan tanggapan responden yaitu: Total tangapan reponden = skor total hasil jawaban respondn : skor tertinggi responden x jumlah responden (691; 1,000 x 100%=6,91%) jadi berdsarkan tanggapan responden dapat di simpulkan bahwa responden dengan kategori jawaban 10 terhadap pernyataan membeli sepeda motor honda mendukung gaya hidup, seperti mengikuti komunitas klub motor dengan persentase 6,91% responden.
Untuk mendapatkan hasil perhitungan tanggapan responden yaitu: Total tangapan reponden = skor total hasil jawaban respondn : skor tertinggi responden x jumlah responden (774; 1,000 x 100%=7,74%) jadi berdsarkan tanggapan responden dapat di simpulkan bahwa responden dengan kategori jawaban 10 terhadap pernyataan dengan membeli sepeda motor honda dapat meningkatkan strata sosial dengan persentase 7,74% responden.
Untuk mendapatkan hasil perhitungan tanggapan responden yaitu: Total tangapan reponden = skor total hasil jawaban respondn : skor tertinggi responden x jumlah responden (694; 1,000 x 100%=6,94%) jadi berdsarkan tanggapan responden dapat di simpulkan bahwa responden dengan kategori jawaban 10 terhadap pernyataan mendapatkan pengakuan dari rekan anda setelah menggunakan sepeda motor honda dengan persentase 6,94% responden.
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah di uraikan pada bab-bab sebelumnya, dengan mengacu pada hipotesisyang di rumuskan maka penulis menyimpulkan bahwa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor-faktor segmentasi demografis berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda di Kota kupang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor-faktor segmentasi psikografis berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda di Kota Kupang.
Kata Kunci : Segmentasi Demografis, Segmentasi Psikografis, Keputusan Pembelian
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan dalam penelitian ini adalah banyak siswa yang tidak fokus pada saat proses pembelajaran sehingga minat belajar siswa masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh bulletin berbentuk buku saku terhadap minat belajar siswa di SMP Negeri 3 Amarasi Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIIIA dan kelas VIIIB dengan jumlah siswa 54 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh sehingga di dapatkan populasi sampel penelitian yaitu kelas VIIIA dengan jumlah 27 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIB dengan jumlah 27 siswa sebagai kelas control. Desain penelitian yang di gunakan yaitu postest only control group desain pengumpulan data di lakukan dengan membagi Angket. Teknik analisis data menggunakan uji t dengan bantuan spss versi 22. Hasil penelitian menunjukan bahwa minat belajar siswa pada kelas eksperimen tinggi yaitu memberi penjelasan sederhana perasaan senang memiliki presentase sebesar 90%, keterlibatan siswa memiliki presentase sebesar 80%, ketertarikan siswa mwmiliki presentase sebesar 82,67%, perhatian siswa memiliki presentase sebesar 86%, dan pada kelas control perasaan senang memiliki presentase sebesar 73,19%, keterlibatan siswa memiliki presentase sebesar 71%,ketertarikan siswa memiliki presentase sebesar 66,07%, dan perhatian siswa memiliki presentase sebesar 69%. Berdasarkan hasil uji homogenesis di katakana homogeny jika taraf signifikan lebih besar dari 0,05 ( p>0,05 ), hal tersebut menunjukan bahwa terdapat pengaruh minat belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol sehingga dapat di simpulkan bahwa penelitian ini terdapat pengaruh bulletin berbentuk buku saku terhadap minat belajar siswa.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
Yapdilson Rianto Nubatonis(15380011)Analisis Usaha Perikanan Tangkap Gill Net Di Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan: Alfred G. O. Kase., S.Pi, M.Si, Ph.D,Rockie R. L. Supit., S.Pi., M.Si sebangai pembimbing Idan II.Progam studi Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Potensi sumber daya Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Timor Tengah Selatan terdiri dari wilayah laut untuk perikanan tangkap dan wilayah daratan untuk perikanan budidaya kolam. Kecamatan Kualin terdiri dari 8 Desa utama, dengan 3 desa yang secara geografis terdapat di daerah pesisir Karakteristik pantai pada Kecamatan Kualin cukup unik karena tipe substrat pantai adalah bebatuan kecil yang memiliki warna yang beragam sehingga memberikan keindahan. Selain itu, usaha penangkapan ikan di Kecamatan Kualin cukup baik Hal itu didukung dengan adanya sebagian masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan penangkap ikan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha perikanan tangkap Gillnet yang meliputi Return On Invesment (ROI), Benefit Cost Ratio(B/C) dan Break Event Point (BEP) di Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah selatan. Penelitian menggunakan metodesurvei dan observasi
Hasil penilitian menunjukan Nilai return of investmen (ROI) yang diperoleh dalam usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap gillnet adalah sebesar 4.69. Sedangkan nilai B/C Rasio pertahun yang diperoleh dalam usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap gillnet adalah sebesar 5.81.Dan nilai Break Even Point (BEP) nelayan dengan menggunakan alat tangkap gillnet di Desa Kualin, Desa Oni dan Desa Tuapakasakan mencapai titik impas, BEP produksi pada penjualan sebanyak 1.290 kg dan BEP harga akan mencapai titik impas pada level harga minimum Rp. 37.143 pada penjualan total produksi 42 kg ikan.
Kata kunci: Gillnet, return of investmen (ROI), B/C Rasio, Break Even Point (BEP), Kualin
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul penelitian ini adalah : “Kajian Kriminologi Terhadap Terjadinya Tindak Pidana Pencurian Kendaraan Bermotor Dengan Kekerasan”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1. Faktor apa yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dengan kekerasan? 2. Bagaimana akibat hukum dari tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dengan barang bukti ? Berdasarkan Hasil penelitian Penulis bahwa : 1. faktor yang menyebabkan terjadinya Tindak Pidana pencurian kendaraan bermotor dengan kekerasan ialah: a. Perbuatan terdakwa merugikan korban; b. Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. 2. Akibat hukum dari tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dengan barang bukti ialah: a. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan; b. Menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan. Kata Kunci : Begal, Motor, Pencurian dengan Kekerasan.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pengelolaan keuangan daerah sangat besar pengaruhnya terhadap nasib suatu daerah karena daerah dapat menjadi daerah yang kuat serta mampu berkembang atau tidak, tergantung pada cara mengelola keuangannya. Pengelolaan keuangan daerah yang baik akan membuat aset daerah terjaga keutuhannya. Keberhasilan otonomi daerah tidak terlepas dari kinerja Pemerintah Daerah dalam mengelola keuangannya secara tertib, taat pada peraturan perundangundangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab. Pengelolaan keuangan daerah tersebut dilaksanakan dalam suatu sistem yang terintegrasi yang diwujudkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang setiap tahun ditetapkan dengan peraturan daerah (PP 58 tahun 2005, pasal 4). Salah satu cara untuk menganalisa kinerja keuangan pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangannya adalah dengan melakukan analisis rasio keuangan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang telah ditetapkan dan dilaksanakan. Penilaian kinerja pemerintah berdasarkan berbagai rasio keuangan, diantaranya Rasio Kemandirian Keuangan Daerah, Rasio Efektivitas dan Efisiensi, Rasio Keserasian, dan Rasio Pertumbuhan. (Halim, 2012:230). Rasio Kemandirian Pemerinah Kota Kupang yang di ukur dari tahum 2016 - 2020 masih termasuk dalam kategori rendah sekali dengan pola hubungan instruktif karena berada di antara 0% dan 25%, yaitu peranan pemerintah pusat masih sangat dominan dibandingkan pemerintah daerah, ini dapat dilihat dari rasio kemandirian keuangan daerah Kota Kupang pada tahun 2016 sebesar 12,13% ,tahun 2017 sebesar 17,24%, tahun 2018 sebesar 14,88%, tahun 2019 sebesar 16,22% dan tahun 2020 sebesar 14,19% Rasio Efektifivitas Pemerintah Kota Kupang Yang Diukur Dari Tahun 2016 – 2020, mengalami penurunan dari tahun ke tahun ke tahun hal ini dapat dilihat dari tahun 2016 sebesar 114,53%, tahun 2017 sebesar 110,26%, tahun 2018 sebesar 96,53%, tahun 2019 sebesar 94,73% dan tahun 2020 sebesar 102,75% dan berada dalam kategori efektif karena berada di bawah 100%, hal ini disebakan karena pemerintah daerah mampu merealisasikan pendapatan daerah sesuai yang di targetkan. Rasio Efesiensi Pemerintah Kota Kupang Yang Diukur Dari Tahun 2016 – 2020. Tahun 2016 sebesar 97,94% yang berada di kategori tidak efesien Tahun 2017 sebesar 95,26%, Tahun 2018 sebesar 97,87%, Tahun 2019 sebesar 97,98% , dan tahun 2020 sebesar 98,93% Rasio Keserasian yang diukur dari Rasio Belanja Modal Pemerintah Kota Kupang pada tahun 2016 proporsinya sebesar 18,07%, Tahun 2017 sebesar 23,81%, 2018 sebesar 22,93%, tahun 2019 sebesar 19,23% , dan tahun 2020 sebesar 18,32%, yang berarti dapat dikatakan cukup karena berada di antara 0- 50%. Melalui Analisis Rasio Belanja Modal Pemerintah Daerah Kota Kupang dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengeluaran yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang, guna untuk membiayai modal perusahaan dalam menjalankan kegiatan pembangunan di Kota Kupang. Rasio Pertumbuhan Pendapatan Pemerintah Daerah Kota Kupang yang di ukur dari tahun 2016 – 2020, mengalami penurunan dari tahun ke tahun hal ini dapat dilihat untuk tahun 2016 – 2018 terus menurun dengan jumlah di tahun 2017 sebesar 43,85%, 2018 sebesar -14,5%, kemudian tahun 2019 – 2020 kembali meningkat dengan jumlah di tahun 2019 sebesar 9,95%, dan tahun 2020 sebesar 83,36%, hal ini dikarenakan dana transfer pusat dan lain – lain pendapatan yang sah tidak stabil. Berdasarkan hasil analisis dan bahasan hasil anaalisis diatas maka dapat disimpulkan :Rasio kemandirian yang berada dalam kategori rendah sekali,dengan pola hubungan instruktif berarti Pemerintah Kota Kupang kurang mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah sehingga menyebabkan Pemerintah Daerah Kota Kupang bergantung pada dana dari Pemerintah Pusat. Rasio Efektivitas yang masih dalam kategori tidak efektif hal ini terjadi dikarenakan Pemerintah Kota Kupang tidak mampu dalam mencapai target untuk pendapatan daerah tersebut. Rasio Efisiensi yang berada dalam kategori tidak efektif hal ini disebakan karena terdapat tiga tahun yang belanja daerah melebihi pendapatan Daerah Kota Kupang. Rasio Keserasian berada dalam kategori cukup, hal ini dikarenakan biaya yang dikeluarkan Pemerintah Kota Kupang dalam pembelanjaan modal kurang mampu dalam menjalankan kegiatan untuk kebutuhan pembangunan daerah Kota Kupang. Rasio Pertumbuhan mengalami pertumbuhan yang kurang positif hal ini disebabkan karena Pemerintah Kota Kupang tidak Mampu mempertahankan Pertumbuhan Pendapatan daerahnya dari tahun ke tahun.