2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
INTISARI Judul “Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan Oleh Anak Di Wilayah Hukum Pengadilan Negerin Palembang”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: Faktor-faktor apa yang menyebabkan anak melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Bagaimana cara anak melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Bagaimana akibat hukum terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Tujuan penelitian adalah: Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan anak melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Untuk mengetahui bagaimana cara anak melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Untuk Mengetahui bagaima akibat hukum terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu penulis mendeskripsikan atau mengambarkan, menguraikan dan menjelaskan tentang terjadinya tindak pidana pencurian dengan pemberatan oleh anak di wilayah hukum pengadilan negeri palembang. Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu :Variabel Bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain, variabel bebas dalam penelitian ini adalah enyebab, cara dan akibat hukum terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Sedangkan Variabel terikat adalah atau yang di sebut yang menjadi akibat dari adanya pengubah variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka kesimpulan yang diambil adalah ingin mendapatkan keuntungan, pengaruh lingkungan dengan cara pada malam hari memasuki sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya dengan dengan dua orang atau bersekutu dengan merusak, memotong, memanjat serta menggunakan anak kunci palsu. Barang bukti dirampas untuk dikembalikan atas perintah hakim pengadilan. Saran yang penulis berikan adalah bagi para orang tua harus lebih lagi melakukan pengawasan serta perhatian terhadap anak agar anak tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum. Sebagai Hakim juga dalam menjatuhkan pidana agar selalu memperhatikan tujuan pemidanaan yang bukan hanya sebagai pembalasan melaingkan untuk membina, mendidik perilaku anak untuk kembali kepada masyarakat serta tidak mengulangi perbuatannya lagi. Kata Kunci : Pencurian dengan pemberatan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
RINGKASAN Feri kawodu nunu (16384028) Analisis Kondisi Bioekologi Budidaya Rumput Laut Di Desa Tanaraing Kecamatan Rindi Kabupaten Sumba Timur.Wilson L.Tisera,S.Pi.,M.Si.,Ph.D dan Rockie R.L.Supit,S.Pi.,M.Si(sebagai pembimbing 1dan 11).Program Studi,Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka jenis dan jumlah yang ditemukan di zona intertidal di perairan Desa Tanaraing Kabupaten Sumba Timur pada ketiga transek berbeda-beda. Secara keseluruhan terdapat 4 jenis kelas (Echinoidea), 2 jenis dari kelas (asteroidea), 3 jenis dari kelas (Ophiuroidea).Jenis makroalga di perairan desa tanaraing berdasarkan penelitian yang telah di laksanakan maka jenis dan jumlah yang ditemukan di zona intertidal di perairan desa tanaraing pada ketiga transek berbeda-beda.secara keseluruhan terdapat 2 jenis Hypnea sp, 2 jenis dari kelas Acanthopora spicifera, 2 jenis dari kelas Amphiroa fragilissima, 1 jenis dari kelas Caulerpa sp, 2 jenis dari kelas Gracilaria salicornia. Habitat Lamun di perairan Desa Tanaraing yang paling dominan adalah pasir berlumpur. Transek 1 merupakan kawasan yang berpasir dan berlumpur transek ini ditemukan 6 jenis lamun yaitu Halodule pinifolia, Cymodocea serrulata, Cymodocea rotundata, Enhalus acaroides, Syringodium isoetifolium, Thalassia hemprichii. Pada transek 2 ditemukan 5 jenis lamun yaitu Cymodocea serrulata, Halodule pinifolia, Syringodium isoetifolium, enhalus acaroides, thalassia hemprichii, dan transek 3 ditemukan 4 jenis lamun yaitu halodule pinifolia, Cymodea serrulata, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium. Kata kunci : Cymodea serrulata, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium, Lamun, Cymodocea serrulata, Halodule pinifolia, Syringodium isoetifolium, enhalus acaroides, thalassia hemprichii, Tanaraing
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
The title of this writing is “A Descriptive Study of Prefix in the Book of Matthew and Mark in Lii Hawu”. This research was conducted to answer the research problem; 1. What are the types of prefix in the book of Matthew and Mark in Lii Hawu? 2. What is the function of prefix in the book of Matthew and Mark in Lii Hawu? The aim of this research is to find out the types of prefix and the function of prefix in Lii Hawu. The method used in this research has been descriptive qualitative. The document from the Bible Lii Hawu (Indonesian Bible Institute) “New Testament in Today’s Sabu Version” from the Book of Matthew and Mark . Based on the data collected, the analysis focused on types and function affix in Lii Hawu. The results of data analysis showed that: (1) Type of prefix. There are four types of prefix, they are {pe-, ke-, he-, and ta-}. For example: (a). {pe-} + Kaddhi ‘get up’= pekaddhi ‘wake’, (b). {he-} + Atta ‘cut’ = heatta ‘piece’, (c). {ke-} + tallu ‘three’ = ketallu ‘third’, and (d). {ta-} + walle ‘buy’ = tawalle ’buy’. (2) Prefix in Lii Hawu has function produce verbs if they are attached to verbs. Example: [ta- + [walle]V]V, -walle ‘buy’is the verb and ta-walle ‘buy’ is the verb. Adjectives and verbs. Example: [pe- + [made]Adj]V], -made ‘dead’ is the adjective and pe-made ‘turn off’ is the verb. Produces a noun if it is attached to numbers. Example: [he- +[dau]N]Num, -dau ‘person’ is the noun and he-dau ‘a,/a is the numer. Verbs and numbers. Example: [he- +[bhakka]V]Num], -bhakka ‘split’ is the verb and he-bhakka ‘adjacent’ is the number. To produce number when it is attached to number. Example: [ke- + [tallu]Num]Num, -tallu ‘three’ is cardinal number and ke-tallu ‘third’ is ordinal number. Produce cousative verb when it is attached to verb. Example: [pe- + bui]V]V, -bui ‘fall’is the verb and pe-bui ‘drop’ is the verb.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Bioekologi merupakan salah satu faktor yang cukup besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan penyebaran rumput laut. Hal ini dapat dimaklumi karena di dalam masalah bioekologi termasuk pemilihan lokasi yang memenuhi syarat untuk pertumbuhan rumput laut secara ideal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Kondisi Biokelogi Budidaya Rumput Laut di Pesisir Walakiri Desa Watumbaka Kecamatan Pandawai Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di Desa Watumbaka Kecamatan Pandawa Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan melakukan observasi dan pengukuran langsung di lapangan. Pengambilan sampel Echinodermata menggunakan metode belt transek. Untuk memperoleh data lamun sebagai objek penelitian di gunakan metode transek kuadran. Pengambilan sampel makroalga menggunakan metode transek (kuadran transek) dengan teknik sampling kuadran. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelimpahan relatif Echinodermata tertinggi adalah ditemukan pada jenis diadema setosum yang memiliki nilai kelimpahan 43% ind/m², sedangkan kelimpahan jenis terendah adalah jenis sand dolar dengan jumlah nilai kelimpahan yaitu 0,6% ind/m². perhitungan indeks keanekaragaman, keseragaman, dominasi Echinodermata tertinggi sebesar (0,92, 0,88, 0,33). Kepadatan jenis dan relatif makroalga tertinggi adalah jenis hypnea cerviconis. Dengan nilai kepadatan yaitu 14.7 ind/m². sedangkan nilai kepadatan jenis dan relatif terendah pada jenis Halymenia sp. Dengan nilai kepadatan 0.2 ind/m². nilai kerapatan jenis dan nilai kerapatan relatif terdapat pada jenis Cymodocea rotundata dengan nilai kerapatan tertinggi 174.5 ind/m². sedangkan nilai kerapatan jenis terendah pada jenis Enhalus acaroides dengan jumlah nilai yaitu 11.5 ind/m². Nilai penutupan jenis dan relatif tertinggi terdapat pada jenis Cymodocea rotundata dengan nilai nilai penutupan 47.54 ind/m² . Sedangkan nilai terendah penutupan jenis relatif pada jenis Enhalus acoroides dengan jumlah nilai yaitu 18.98 ind/m².
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dari hasil penelitian yang dilakukan DI Manumuti tarus pada musim kemarau, dapat disimpulkan bahwa Tingkat efisiensi distribusi air irigasi di jaringan utama sebesar 88,84 % yang dapat dipilah untuk saluran primer 97,18 % dan saluran sekunder 91,43 %. Tingkat efisiensi pemakaian air irigasi sebesar 81,43%.Tingkat efisiensi irigasi total di Manumuti sebesar 58,94 % Berdasarkan hasil analisa data pengukuran kecepatan aliran di outlet sadap primerdan inlet sadap sekunder (lampiran 2) dan debit pada tabel 4.1., diperoleh bahwa efisiensi distribusi di saluran sekunder Di Manumuti sebesar 97,18%. Berdasarkan hasil analisa data pengukuran kecepatan aliran di outlet sadap sekunder dan inlet sadap primer (lampiran 4) dan debit pada tabel 4.2., diperoleh bahwa efisiensi distribusi di saluran sekunder DI Manumuti sebesar 91,43 %. Berdasarkan hasil analisa data pengukuran kecepatan aliran di outlet sadap primer dan inlet sadap sekunder (lampiran 2) dan debit pada tabel 4.1., diperoleh bahwa efisiensi distribusi di saluran sekunder Di Manumuti sebesar 97,18%.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
PEMAHAMAN GURU PELAYANAN ANAK DAN REMAJA (PAR) DI JEMAAT GMIT EMBUN HERMON BU’AT KLASIS SOE TENTANG FUNGSI ALAT PERAGA *(Nenomnanu.V) **(Nuban Timo.E) **(Manu.L) ABSTRAK Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : bagaimana pemahaman guru PAR di Jemaat GMIT Embun Hermon Bu’at tentang fungsi alat peraga?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemahaman guru Pelayanan Anak dan Remaja (PAR) di Jemaat GMIT Embun Hermon Bu’at Klasis Soe tentang fungsi alat peraga. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian terdiri dari 2 responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa para guru PAR di Jemaat GMIT Embun Hermon Bu’at memahami tentang fungsi alat peraga akan tetapi kurangnya ketersediaan alat peraga dan juga dana dari majelis jemaat sehingga para guru PAR mengalami kesulitan saat mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak PAR. Berdasarkan hasil analisis data maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut :Bagi para pengajar PAR yang akan menggunakan alat peraga, sebaiknya menggunakan alat peraga yang mudah untuk didapat, yang ada dilingkungan sekitar, atau dapat memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak dipakai. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengajar untuk membuat alat peraga dan lebih ekonomis. Selain itu alat peraga yang dipakai harus dapat merangsang kemampuan berpikir anak dan harus sesuai dengan materi yang diajarkan. Berdasarkan kesimpulan diatas maka penulis mengajukan saran sebagai berikut : (1) bagi para pengajar par yang akan menggunakan alat peraga, sebaiknya menggunakan alat peraga yang mudah untuk didapat, yang ada dilingkungan sekitar atau dapat memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak dipakai. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengajar untuk membuat alat peraga dan lebih ekonomis. Selain itu alat peraga yang dapat dipakai harus dapat merangsang kemampuan berpikir anak dan harus sesuai dengan materi yang diajarkan. (2) Bagi para Majelis Jemaat di Jemaat GMIT Embun Hermon Bu’at agar lebih memperhatikan anak-anak PAR dalam hal mengadakan alat peraga atau alat bantu mengajar bagi para pengajar demi kelangsungan proses pembelajaran. Kata Kunci : Pemahaman, Alat Peraga. PAR *Peneliti **Pembimbing I **Pembimbing II
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
This study aims to determine the types of errors in translating narrative texts from Indonesian to English and the most dominant types of errors in translating narrative texts from Indonesian to English by students of class X IPA 1 SMA Negeri 4 Kota Kupang. This research uses descriptive qualitative research. The subjects of this study were 15 students of class X IPA 1. The data source was taken from translating students' narrative texts from Indonesian into English. The research instrument is a translation task. The translation task was used to obtain data about student errors in Indonesian to English translation texts. The findings of this study indicate that there are four types of translation errors, namely: Omission, ex: SL: Then the dog arrived, SL: The dog arrived, Correct: Then the dog arrived. In addition, ex : SL: Cat and fox, TL: Cat and fox, Correct: Cat and fox. Misformation, ex: SL: A moment later, TL: Just then, Correct: A moment later. Misordering, ex: SL: At least I know, TL: At least I know, Correct: At least I know. Moreover, the most dominant types of translation errors, the researcher concluded that the students' problems in translating narrative texts from Indonesian to English were mostly formation errors of 120 errors. Misformation is the most dominant type carried out by students of class X IPA 1 SMA Negeri 4 Kota Kupang. Suggestions for improving the teaching and learning process, especially in the teaching and learning process of translation as one of the subjects in class X IPA 1 SMA Negeri 4 Kota Kupang, students must practice translating Indonesian texts into English or vice versa in class or outside of class to improve their translation skills.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK INVENTARISASI JENIS-JENIS MOLLUSCA DIZONA INTERTIDAL PERAIRAN PT. TOM DESA BOLOK KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Benu V)* Nge S.T )** Daud. Y)** Zona Intertidal merupakan daerah tersempit dari semua daerah yang terdapat di samudera dunia. Walaupun luas daerah ini sangat terbatas, tetapi memiliki variasi faktor lingkungan yang terbatas di bandingkan dengan daerah lautan lainnya. Mollusca berasal dari bahasa romawi yaitu molis yang berarti lunak, molluca merupakan hewan bertubuh lunak yang sebagian besar mempunyai cangkang dan tidak memiliki tulang belakang yang termasuk hewan berdarah dingin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis–jenis mollusca di zona Intertidal Perairan PT. TOM Desa Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survey eksplorative (jelajah). Berdasarkan hasil penelitian inventarisasi jenis-jenis mollusca di zona intertidal perairan PT. TOM, jenis mollusca yang di temukan berjumlah 3 kelas dan 8 spesies yaitu spesies Lepidozona Cooperi, Spondyus Gaederopus, Periglypta Reticulata, Lambis-Lambis, Maurita Arabica, Turbo Crassus, Ranella Lamarck, Petalloida Saccharida. Adapun factor yang mempengaruhi perkembangan hidup mollusca di habitatnya seperti suhu, tingkat keasaman (pH) dan sanilitas. Dengan demikian perlu adanya penelitian lanjutan mengenai jenis-jenis mollusca di perairan PT. TOM, desa bolok kecamatan kupang barat, kabupaten kupang karena tingkat keanekaragaman avertebratanya sangat tinggi. Kata kunci : Inventarisasi, Molluca, Zona intertidal Keterangan : *Peneliti **Pembimbing ABSTRACT INVENTORY OF MOLLUSCA SPECIES IN AQUATIC INTERTIDAL ZONE PT. TOM BOLOK VILLAGE, KUPANG BARAT DISTRICT, KUPANG DISTRICT, EAST NUSA TENGGARA PROVINCE Benu V)* Nge S.T )** Daud. Y)** The Intertidal Zone is the narrowest area of all the areas in the world's oceans. Although the area of this area is very limited, it has a limited variety of environmental factors compared to other ocean areas. Molluscs come from the Roman language, namely molis which means soft, molluscs are soft-bodied animals that mostly have shells and do not have a backbone which are cold-blooded animals. The purpose of this study was to determine the types of molluscs in the waters of the Intertidal Zone of PT. TOM Blok Village, West Kupang District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara Province. The research method used in this study is an exploratory survey method (roaming). Based on the research results of inventorying the types of molluscs in the intertidal zone of PT. TOM, the types of molluscs found were 3 classes and 8 species, namely the species Lepidozona Cooperi, Spondyus Gaederopus, Periglypta Reticulata, Lambis-Lambis, Maurita Arabica, Turbo Crassus, Ranella Lamarck, Petalloida Saccharida. The factors that influence the development of mollusc life in their habitat such as temperature, acidity level (pH) and sanitation. Thus it is necessary to have further research on the types of molluscs in the waters of PT. TOM, Blok village, West Kupang sub-district, Kupang district, because the level of avertebrate diversity is very high. Keywords : Inventory, Molluca, Intertidal zone Description *: Researcher **:Guidance
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dari hasil analisis kebutuhan ditemukan bahwa kurangnya media pembelajaran interaktif microsoft office power point pada pokok bahasan sistem organisasi kehidupan makhluk hidup sehingga tujuan penelitian adalah untuk menghasilkan produk microsoft office power point pokok bahasan sistem organisasi kehidupan makhluk hidup yang layak di uji coba sebagai media pembelajaran interkatif microsoft office power point. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Lee and Owens. Prosedur pengembangan: 1) Analisis (Analyze) 2) Desain (Design) 3) Pengembangan (Development) 4) Implementasi (Implementation) 5) Evaluasi (Evaluation). Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh hasil uji ahli media 98% dengan persentase sangat baik, hasil uji ahli desain 95%, hasil uji ahli materi 100%, hasil uji kelompok kecil 95% dan hasil uji kelompok besar 96%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa media pembelajaran interaktif microsoft office power point layak digunakan sebagai media pembelajaran karena dapat membangkitkan motivasi belajar siswa, terdapat gambar yang jelas dan menarik, penampilan fisik media terlihat sederhana tetapi praktis, dapat mengurangi rasa jenuh siswa, dapat membuka wawasan siswa untuk berpikir kreatif dan inovatif, memiliki desain yang sangat baik, memperjelas keterkaitan materi dengan topik, sajian materi sesuai dengan bahan ajar, didesain khusus untuk siswa pada jenjang SMP, dan dapat ditampilkan dengan menggunakan lcd atau proyektor sehingga memungkinkan siswa dapat melakukan proses belajar dimana saja dan kapan saja. Dari hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa media interaktif microsoft office power point valid dan layak untuk digunakan pada materi sistem organisasi kehidupan makhluk hidup
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL LOMPAT TALI MERDEKA Viktor Imanuel Selan*, M. Rambu P. Wasak 2, Vian Selan3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Permainan tradisional lompat tali merdeka adalah permainan anak-anak yang diwarisi turun temurun dan mempunyai banyak variasi permainannya yang pernah dimainkan oleh anak-anak tempo dulu yang tidak diketahui asal usulnya. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembentukan karater siswa melalui permainan lompat tali merdeka di SD Inpres Oesapa. Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif desskriptif, subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas V dan guru penjas di SD Inpres Oesapa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan 1). Observasi, 2). Wawancara, 3). Dokumentasi, guna melengkapi data penelitian. Hasil dan pembahasan: Data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam penerapanya pembentukan karakter anak menggunakan unsur pokok yaitu pemberian pengetahuan tentang nilai-nilai kebaikan melalui permainan tradisional lompat tali merdeka. Simpulan: Permainan tradisional lompat tali merdeka yang menjadi kegiatan rekreasi perlu dipertahankan sehingga menjaga kelestarian nilai-nilai dalam pembentukan karakter yang terkandung dalam permainan tradisional tersebut dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan kesegaran jasmani. Kata kunci: karakter, permainan , lompat tali merdeka.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Pengaruh Perbedaan Jenis Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Setek Hoya Macrophylla Berbunga Pink Dari Kawasan Hutan Kualeu Kecamatan Amanatun Selatan Stefanus. T)* Arnold CH. H.)* James. N)* Penelitian ini untuk mempelajari pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan Hoya Macrophylla. Hoya Macrophylla merupakan salah satu spesies Tumbuhan dalam family Asclepiadoiceae yang tahan tumbuh di daerah tropis. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam yang baik terhadap pertumbuhan Setek Hoya Macrophylla. Penelitian ini dengan metode kuantitatif dan menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) serta 7 perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 21 unit. Dalam penelitian ini yang di analisis adalah P1 (Mos 2 ons), P2 (Podsol 6 ons), P3 (mos 1 ons + Podsol 3 ons), P4 (Padsolik merah 6 ons), P5 (Podsol 3 ons + padsolik merah 3 ons), P6 (Podsol 3 ons + Serbuk Kelapa 3 ons), P7 (Serbuk Kelapa 4 ons). Analisis varien (Anova) dan uji lanjun Duncan dengan taraf signifikasi 0,05%. Hal ini menunjukan parameter pertumbuhan yang baik, jumlah akar terbayak ada pada media P5 (Podsol 3 ons + Padsolik Merah 3 ons) memiliki nilai 35,00, tinggi tunas terbaik ada pada media P1 (mos 2 ons) memiliki nilai 61,00, dan jumlah daun terbanyak ada pada media P2 (podsol 6 ons) memiliki nilai 9,67. Pertumbuhan tanaman setek Hoya Macrophylla terbaik secara keseluruhan terdapat pada media moss. Kata Kunci : Pertumbuhan Stek Hoya Macrophylla, Mos Keterangan*: Peneliti **: Pembimbing \ ABSTRACT The Effect of Different Types of Planting Media on the Growth of Pink Flowering Macrophylla Hoya Cuttings From the Kualeu Forest Area, South Amanatun District Stefanus. T)* Arnold CH. H.)* James. N)* This study is to study the influence of planting media on the growth of Hoya Macrophylla.Hoya Macrophylla is one of the plant species in the Asclepiadoiceae family that is resistant to growing in the tropics. The purpose of this study aims to determine the effect of good planting media on the growth of Hoya Macrophylla cuttings. This study was using quantitative methods and using a Complete Randomized Design (RAL) and 7 treatments with 3 repeats resulting in 21 units. In this study analyzed were P1 (Mos 2 ounces), P2 (Podsol 6 ounces), P3 (mos 1 ounce + Podsol 3 ounces), P4 (Padzolik red 6 ounces), P5 (Podsol 3 ounces + padzolik merah 3 ounces), P6 (Podsol 3 ounces + Coconut Powder 3 ounces), P7 (Coconut Powder 4 ounces). Analysis of variance (Anova) and Duncan lanjun test with a signification level of 0.05%. This shows a good growth meter, the number of roots is in P5 media (Podsol 3 ounces + Padzolik Merah 3 ounces) has a value of 35.00, the best shoot height is in ... Keywords : Growth of Hoya Macrophylla cuttings, Mos Descriptio *: Researcher **: Supervisor
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang:Guru sebagai salah satu pelaksana dalam pendidikan harus mempersiapkan materi ajarnya dalam rangka mengembangkan potensi siswa. Untuk itu guru sebagai motivator bagi siswa untuk semangat belajar harus dapat memilih metode yang tepat dalam menumbuhkan minat belajar siswa. Tujuan penelitian:Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Rendahnya Motivasi Siswa Kelas VII Smp Negeri Balu dalam mengikuti Pembelajaran Penjasorkes. Metode penelitian:Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk meniliti atau menemukan informasi dan diharapkan memperoleh gambar mengenai keterlaksaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Penelitian deskriptif sendiri bertujuan untuk membuat perencanaan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi daerah tertentu Hasil dan pembahasan:Memotivasi siswa merupakan suatu kewajiban yang dilakukan seorang guru agar mendaptkan rasa ingin tahu siswa untuk mendapatkan kepuasan serta kesenangan dalam dirinya sebagai suatu kegiatan pembelajaran. Sebagai siswa kami harus menjaga sikap dan tingkah laku kami untuk menjaga perasaan dalam cara menghargai guru dalam proses pembelajaran didalam kelas maupun diluar kelas agar kami mendapatkan nilai atau petunjuk buat bekal masa depan kami. Simpulan:Hasil penelitian ini maka peneliti menyimpulkan bahwa: Faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi dalam mengikuti pembelajaran adalah: 1. Faktor Internal, Faktor yang terjadi di dalam kelas adalah, kurang percanya diri siswa dalam mengikuti pembelajaran dan kurangnya rasa ingin tau siswa yang menurun untuk menggetahui hal baru. 2. Faktor Eksternal, Faktor yang terjadi pada luar kelas adalah kurangnya rasa percanya diri siswa untuk mencoba hal baru dan kurangnya sarana dan prasarana ada pada sekolah tersebutsehingga membuat proses pembelajandi luar kelas kurang efektif.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk bisa mengetahui tentang pengaruh penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan berjumlah 34 pegawai. Semua populasi ini dijadikan unit pengamatan, sehingga penelitian ini termasuk penelitian populasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial(T), Uji Simultan (F), dan Uji Koefisien Determinasi(R2).Oleh karena itu maka dapat dibuktikan hasil perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linear berganda dangan nilai konstanta a sebesar 7,168. Sedangkan untuk koefisien regresi b1 = 0,022, b2 = 0,333, b3 = 0,790. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh penempatan kerja (X1), pengalaman kerja (X2) dan lingkungan kerja (X3) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y=7,168+0,022X1+ 0,333X2+ 0,790X3 +e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh penempatan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Ditemukan nilai signifikan 0,854 >0,05 dan nilai t hitung 0,186 t tabel 2,04227, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak berarti penempatan kerja (X1) tidak memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai(Y). berikut hasil uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh pengalaman kerja (X2) terhadap kinerja pegawai, diketahui bahwa untuk variabel pengalaman kerja (Y). t hitung = 1,684 t tabel 2,04227 dan nilai signifikan = 0,103 oleh karena itu nilai sig0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu pengalaman kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Berikut ini hasil uji hipotesis ketiga yaitu dengan nilai signifikan sebesar 0,0010,05 dan nilai t hitung 3,699>2,04227 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima berarti lingkungan kerja(X3)berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai(Y). sedangkan untuk hasil pengujian Uji F Diketahui bahwa sig, untuk pengaruh (simultan) X1,X2 dan X3 terhadap Y adalag sebesar 0,0000,05 dan nilai Fhitung 22,120>Ftabel 2,91, maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Kota Kupang. Dan untuk hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat diketahui hasil uji koefisien determinasi R2 dengan nilai R Square sebesar 0,689 hal ini mengandung arti bahwa besar pengaruh variabel X1,X2 dan X3 secara simultan terhadap variabel Y adalah sebesar 68,9% dengan sisanya 31,1% disebabkan oleh faktor lain. Hasil ini menunjukkan bahwa seluruh variabel baik itu penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Kesimpulan penelitian ini adalah setiap variabel bebas baik itu penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Modifikasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pengubahan, maksudnya pengubahan dari bentuk semula, dari yang kurang menarik menjadi lebih menarik tanpa menghilangkan fungsi aslinya. Tujuan penelitian: Modifikasi sarana dan prasarana dalam pembelajaran permainan bola kasti di SD GMIT Besnake. Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif desskriptif, subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas V dan guru penjas di SD GMIT Besnake. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan 1). Observasi, 2). Wawancara, 3). Dokumentasi, guna melengkapi data penelitian. Hasil dan pembahasan: Data yang dikumpulkan selanjudnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam pembelajaran bola kasti ditemukan Kurangnya sarana dan prasarana dalam pembelajaran bola kasti, sehingga membuat guru berinisiatif untuk membuat modifikasi sarana dan prasarana pembelajaran bola kasti menggunakan bebak kelapa, serabut kelapa dan daun gewang. Simpulan: Dengan adanya modifikasi sarana dan prasarana pembelajaran bola kasti sehingga dapat membatu guru dalam menangani permasalahan dan dapat membantu siswa agar lebih mudah memahami pebelajaran serta dapat menguasai teknik gerak dasar bola kasti.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumusan Masalah yang dikaji penulis adalah Apa penyebab terjadinya Tindak Pidana Penggelapan yang dilakukan oleh Notaris, Bagaimana Bentuk Tindak Pidana Penggelapan yang dilakukan oleh Notaris, Bagaimana Akibat Hukum terhadap Penggelapan yang dilakukan oleh Notaris? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah Untuk mengetahui penyebab terjadinya Tindak Pidana Penggelapan yang dilakukan oleh Notaris, Untuk mengetahui Bentuk Tindak Pidana Penggelapan yang dilakukan oleh Notaris, Untuk mengetahui Akibat Hukum terjadinya Tindak Pidana Penggelapan yang dilakukan oleh Notaris. Sifat penelitian dalam penulisan ini bersifat Deskripti, dan Jenis metode penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian Normatif. Variabel Bebas yaitu faktor yang menjadi pokok permasalahan, dan Variabel Terikat yaitu peraturan perundang-undangan. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi Kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu Faktor Penyebab terjadinya Tindak Pidana yang di lakukan oleh Notaris adalah Noatris (Terdakwa) membutuhkan uang dalam jumlah besar yang diambil dari uang pengurusan sertifikat HGB, Bentuk tindak pidana penggelapan yang dilakukan oleh notaris adalah Notaris (Terdakwa) memakai uang pajak, uang pengurusan IPT dan IPPT, uang penjualan tanah, uang balek nama sertifikat untuk kepentingan pribadi. Dan Akibat hukum terhadap tindak pidana penggelapan yang dilakukan oleh notaris adalah Notaris (Terdakwa) ditangkap dan ditahan, Notaris (Terdawa) di pidana penjara, Notaris (Terdakwa) membayar biaya perkara, Notaris (Terdakwa) dijatuhi hukuman kode etik. Saran dari penulis terkait dengan penulisan ini adalah Notaris selaku pejabat yang telah diberikan kepercayaan oleh kliennya, harus menjunjung tinggi kode etik Notaris dan sumpah jabatannya, Kepada seluruh masyarakat indonesia agar selalu berhati-hati menggunakan jasa notaris
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul skripsi penulis adalah Deskripsi Tentang Alasan Terjadinya Pembatalan Perkawinan. Rumusan masalah penelitian penulis adalah : 1. Mengapa terjadinya pembatalan perkawinan? 2. Bagaimana akibat hukum terjadinya pembatalan perkawinan? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Mengapa terjadinya pembatalan perkawinan. Dan akibat hukum terjadinya pemalsuan identitas dalam perkawinan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dan bersifat deskriptif. Variabel yang digunakan terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat, variabel bebas dari penelitian ini adalah penyebab terjadinya pembatalan perkawinan, dan akibat hukum terjadinya pemalsuan identitas dalam perkawinan. Variabel terikat adalah variabel yang tergantung dari variabel bebas, variabel terikat dari penelitian ini adalah putusan hakim terhadap pemalsuan identitas dalam perkawinan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder. Sumber data yang digunakan terdiri dari 3 (tiga) bahan hukum yaitu Bahan hukum primer adalah bahan hukum yang mempunyai kekuatan hukum mengikat secara umum seperti putusan-putusan. Bahan hukum sekunder adalah bahan hukum yang memberikan penjelasan terhadap bahan hukum primer seperti rancangan undang-undang, hasil-hasil penelitian, hasil karya dari kalangan hukum dan seterunya. Bahan hukum tersier adalah bahan hukum yang memberikan penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, seperti penelurusan di internet. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab terjadinya pembatalan perkawinan adalah: 1. Tidak memenuhi syarat sahnya suatu perkawinan 2. Tidak ada izin poligami dari istri pertama Akibat hukum terjadinya pemalsuan identitas dalam perkawinan adalah: 1. Terhadap suami atau istri hubungan suami istri menjadi batal perkawinan 2. Terhadap anak yaitu anak tersebut tetap mendapatkan nafkah dari kedua orangtua meskipun perkawinan orangtuanya telah batal. 3. Terhadap harta yaitu harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama, dan harta bawaan dari masing-masing suami dan istri yang diperoleh sebagai warisan adalah dibawah penguasaan masingmasing. 4. Saran : 1. Seorang suami atau istri yang ingin melangsungkan perkawinan harus menunjukan identitas yang jelas untuk melangsungkan perkawinan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Dalam hal seorang suami atau istri yang ingin melakukan poligami terlebih dahulu harus mendapatkan izin dari pengadilan. Kata Kunci : Sebab dan Akibat hukum pemalsuan identitas dalam perkawinan
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dari hasil penelitian yang dilakukan DI Manumuti tarus pada musim kemarau, dapat disimpulkan bahwa Tingkat efisiensi distribusi air irigasi di jaringan utama sebesar 88,84 % yang dapat dipilah untuk saluran primer 97,18 % dan saluran sekunder 91,43 %. Tingkat efisiensi pemakaian air irigasi sebesar 81,43%.Tingkat efisiensi irigasi total di Manumuti sebesar 58,94 % Berdasarkan hasil analisa data pengukuran kecepatan aliran di outlet sadap primerdan inlet sadap sekunder (lampiran 2) dan debit pada tabel 4.1., diperoleh bahwa efisiensi distribusi di saluran sekunder Di Manumuti sebesar 97,18%. Berdasarkan hasil analisa data pengukuran kecepatan aliran di outlet sadap sekunder dan inlet sadap primer (lampiran 4) dan debit pada tabel 4.2., diperoleh bahwa efisiensi distribusi di saluran sekunder DI Manumuti sebesar 91,43 %. Berdasarkan hasil analisa data pengukuran kecepatan aliran di outlet sadap primer dan inlet sadap sekunder (lampiran 2) dan debit pada tabel 4.1., diperoleh bahwa efisiensi distribusi di saluran sekunder Di Manumuti sebesar 97,18%.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
“AN ANALYSIS OF TURN TAKING STRATEGIES OF TEACHER AND 8th GRADE STUDENTS’ INTERACTIONS IN ENGLISH CLASSROOM AT SMPS SWADAYA TARUS” ABSTRACT (Unbanu Febni) 1 (BireJos)2 (Kamengko Daniel)3 Turn- taking Strategy is a type of teaching and learning strategy in formof conversation and discourse where participants speak one at a time in alternating turns. This Study Entitled: “AN ANALYSIS OF TURN TAKING STRATEGIES OF TEACHER AND 8th GRADE STUDENTS’ INTERACTIONS IN ENGLISH CLASSROOM AT SMPS SWADAYA TARUS”. The purposes of this research are: (1) to identify types of turn taking strategies used by teacherandstudents in English class of SMPS Swadaya Tarus. 2) To identify the dominant strategy of turn taking used by teacherandstudents in the English class. This research is analyzed by using descriptive qualitative method because the writer uses description based on the quality comprehensive in the analysis. Based on the metaphor classification by the theory of Yule (2022), the writer found that there are three types of Turn –Taking strategy used by the teacher and students in the English class of SMPS Swadaya Tarus including Overlap, Interruption, and Back – Channel Signal,. Besides the writer also found that Dominant type of Taking strategy used by the teacher and students in the English class of SMPS Swadaya Tarus is Interruption with a number of 21 Responses, followed by Overlapwith12 Responses, and the last type is Back – Channel Signal with 3 Responses. In addition, it is expected thatthe results of this research could be an extra information in studying Teaching and Learning Strategy that focused onTurn Taking strategy and the types of Turn – Taking Strategy.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Cekaman kekeringan merupakan kondisi lingkungan dimana tanaman tidak menerima asupan air yang cukup, sehingga tanaman tidak dapat melakukan proses pertumbuhan dan perkembangan secara optimal serta produksi pertumbuhan menurun. Tanaman kelor (Moringa oleifera L.) merupakan salah satu spesies tumbuhan dalam family Moringaceae yang tahan tumbuh di daerah kering tropis. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cekaman kekeringan terhadap pertumbuhan tanaman Kelor. Penelitian ini dengan metode eksperimen kuantitatif dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) serta 6 perlakuan dangan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 18 unit. Dalam penelitian ini yang dianalisis adalah pertumbuhan tinggi batang (cm) diameter batang (cm) jumlah daun (helai) lebar daun (cm). Hasil penelitian yang di peroleh bahwa semakain sedikit air yang di berikan semakin baik pertumbuhan pada tanman, dan semkin banyak air yang di berikan akan menghambat pertumbuhan tanaman. Hal ini membuktikan Cekaman kekeringan berpengaruh nyata terhadap tinggi batang, diameter batang, jumlah daun, dan luas dauan.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dunia kerja merupakan suatu persaingan yang sangat ketat saat ini dimana sekumpulan individu melakukan suatu aktifitas kerja dan harus dibarengi dengan pemikiran yang maju, cerdas serta memiliki kemampuan kerja dan semangat yang tinggi dalam menghadapi suatu pekerjaan. Di sisi lain mengingatkan bahwa persaingan dalam dunia kerja akan semakin meningkat di karenakan perekonomian yang begitu memadai sehingga setiap pegawai harus mampu bersaing dalam memaksimalkan laba yang ada dalam sebuah pekerjaan untuk membantu perkembangan kinerja perusahaan. Dalam era globalisasi sekarang ini akan memasuki persaingan yang begitu ketat di segala bidang pekerjaan yang memungkinkan setiap kantor akan mempertahankan kinerja kedinasannya yang sudah menjadi kesepakatan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai. Kemampuan yang dimiliki oleh seorang pegawai akan menjadi hal yang sangat penting bagi setiap pegawai, dalam hal ini pegawai harus mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi di lingkungan kerjanya. Kemampuan kerja para pegawai dianggap penting karena setiap pemimpin perlu memahami sifat yang dimiliki oleh pegawai, melalui usaha tersebut dapatlah suasana kerja yang lebih tepat bagi usaha kinerja pegawai. Kemampuan yang dimiliki oleh pegawai akan diberikan dukungan oleh perusahaan. Supaya perusahaan dapat mencapai tujuannya. Dengan demikian terdapat keterkaitan yang erat antara kemampuan dengan usaha pencapaian yang akan dicapai. Menurut Handoko (1984) Tunjangan kesejahteraan adalah merupakan suatu kompensasi tambahaan yang bertujuan untuk mengikat pegawai agar tetap bekerja pada perusahaan tersebut. Prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang sudah dicapai seseorang dalam menjalankan tugas-tugas yang sudah dibebankan kepadanya atas dasar kecakapan, pengalam serta dalam menghargai waktu dalam bekerja. Tanggung jawab yang di peroleh itu meripakan suatu nilai yang baik dalam menentukan prestasi kerja yang dihasilkan. Adapun indikator dalam mencapai prestasi kerja yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja, hubungan kerja, serta penyesuaian lingkungan kerja dalam dinas. Sehingga kesamaan persepsi terhadap penyesuaian perilaku dan sikap, kemampuan kerja serta tunjangan kesejahteraan sebagai suatu kepuasan sendiri dalam kedinasan. Sehingga tinggi rendahnya prestasi seorang pegawai tidak dapat di perolah begitu saja, tetapi melalui proses yang sangat panjang dalam proses prestasi kerja itu sendiri .Jadi setiap pegawai yang ada dalam kantor tersebut memiliki perbedaan terhadap kemampuan kerja, tunjangan keejahteraan dan prestasi kerja yang dimilikinya. Dalam hal ini kantor UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga NTT adalah suatu lembaga yang bergerak di bidang olahraga dalam memimpin serta memajukan generasi muda yang ada di NTT. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian inipeneliti akan membahas kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur berjumlah 42 orang dan dilakukan penentuan sampel pada penelitian ini diprioritaskan pegawai yang berjumlah 42 orang dan dilakukan penentuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan terhadap prestasi kerja pegawai, peneliti menggunakan uji analisis Regresi Linier Berganda, uji parsial (Uji T), dan uji stimultan atau uji koefisien determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial kemampuan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Sedangkan secara stimultan kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap prestasi kerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengijikan yang didapati dari hasil analisis regeresi linier berganda dengan konstantan a sebesar 6,430 sedangkat koefisien b1 = 0,679 dan b2 = 0,445. Dengan demikian persamaan regresi linier berganda memperlihatkan pengaruh kemampuan kerja (X1) dan tunjangan kesejahteraan (X2) terhadap prestasi kerja (Y) adalah sebagai berikut : Y = 6.430 + 0,679 + 0,445 + e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama adalah pengaruh variabel kemampuan kerja (X1) terhadap prestasi kerja (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kemampuan kerja (X1) ditentukan t hitung=3,561 lebih besar dari t tabel =2,05183 dan tingkat signifikan=0,001. Oleh karena itu nilai sig>0,05 maka Ho (bl=0) diterima Ha(b1) ditolak yaitu variabel kemampuan kerja (X1) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap varibel prestasi kerja (Y). Berikut ini hasil uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh kemampuan kerja (X1) terhadap prestasi kerja (Y). Diketahui bahwa variabel kemampuan kerja (X2) ditemukan t hitung=1,949 lebih besar dari t tabel=2,05183 dan tingkat sig=0,05 maka Ho (b1=0) ditolah Ha (b=0) diterima yaitu variabel kemampuan kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel prestasi kerja (Y). Untuk hasil uji F didapati F hitung=11,178 lebih besar dari F tabel=3,35 dan tingkat sig=0,000 oleh karena itu nilai sig0,05 maka Ho (bl=0 maka Ho (b1=0) ditolak dan Ha (b1=0) diterima. Artinya variabel kemampuan kerja (X1) dan variabel tunjangan kesejahteraan (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap prestasi kerja (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) adalah 45,3 atau 45,3%. Hal ini berarti besar pengaruh kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan terhadap prestasi kerja adalah 45,3% sedangkan pengaruh sebesar 54,7% disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.