2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kehidupan umat Tuhan yang tidak peduli terhadap keadilan sosial, maka yang menjadi salah satu penyebabnya yaitu kerakusan tuan-tuan tanah dan penyalahgunaan kuasa para penguasa yang mau meraup keuntungan pribadi. Akibatnya terjadi penindasan terhadap orang-orang lemah, terbentang jurang antara orang kaya miskin dan terjadinya ketidakadilan sosial. Kenyataan inilah yang menyebabkan respon Mikha (Mi. 6:8) terhadap umat Allah yang merupakan kecaman kepada para penguasa Yehuda yang membenci keadilan dan nabi-nabi palsunya yang menyesatkan. Penulis ini memakai metode penelitian historis kristis untuk menggali perkembangan dan makna teks secara mendalam, waktu dan peristiwa, tempat dan orang-orang yang ada dalam cerita. Bangsa Yehuda telah mengabaikan apa yang dikehendaki oleh Tuhan dan terancam kehilangan janji-janji-Nya. Maka dari itu ditemukan tiga pesan sebagai anjuran agar bangsa Yehuda tidak lagi melakukan kejahatan moral yaitu dengan melakukan keadilan, mencintai belas kasihan dan hidup rendah hati di hadapan TUHAN.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KAJIAN OPERASI DAN PEMELIHARAAN AIR PADA DAERAH IRIGASI OESAO (SUB IRIGASI BENDUNG DALAM KOM) KELURAHAN BABAU KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG ABSTRAKSI Balsomang. E. Y*) Lano L. Marten **) Makaborang. M **) Penelitian dilaksanakan di Irigasi Oesao (Sub Bendung Dalam Kom)Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang pada bulan April 2022, Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah Kajian Operasi dan Pemeliharaan Air Pada Daerah Irigasi Oesao (Sub Irigasi Bendung Dalam Kom) Kelurahan Babau Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Operasi dan Pemeliharaan air irigasi. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan mengenai Operasi dan Pemeliharaan air Iriga kiiisi (Sub Bendung Dalam Kom) Daerah Irigasi Oesao. Dan observasi lapangan bertujuan untuk memperoleh data-data yang berhubungan dengan Operasi dan Pemeliharaan Air Irigasi, Hasil penelitian Kajian Operasi dan Pemeliharaan Air Pada Daerah Irigasi Oesao (Sub Irigasi Bendung Dalam Kom) Kelurahan Babau Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, Tindakan operasipada daerah irigasi Oesao di KelurahanBabau Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang yang dilakukan oleh P3A dalam hal ini meliputi pengaturan pintu-pintu pada bangunan air (membuka dan menutup pintu air)dan menyadap air dari sumber air mengalirkan kedalam jaringan irigasi memasukan kedalam petak-petak sawah dan membuang kelebihan air kedalam saluran pembuangan.operasi jaringan irigasi berjalan dengan baik karena adanya tingkat kesadaran dari setiap anggota pemakai air yang mau bekerja sama dan berpartisipasi dalam kegiata kelompok,namun meskipun demikian upaya yang dilakukan oleh anggota pemaki air tersebut belum maksimal karena kondisi fisik jaringan irigasi pada saat ini terdapat saluran yang mengalami kerusakan seperti retak dan lubang pada bangunan yg di sebabkan oleh faktor usia bangunan.Tindakan Pemeliharaan pada daerah irigasi Oesao di Kelurahan Babau Kecamatan Kupang TimurKabupaten Kupang hal ini meliputi membersihkan sampah atau lumpur yang ada di saluran atau pintu air,menebas rumput di permukaan saluran,awasi hewan peliharaan seperti sapi agar menjauh dari saluran,kegiatan pemeliharaan tersier dilakukan setiap hari Kata kunci: Kajian Operasi dan Pemeliharaan Air. *) Peneliti **) Pembimbing I **) Pembimbing II
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PENAMBAHAN EM4 TERHADAP LAMA PENGURAIAN LIMBAH SAYURAN MENJADI BIOGAS Manek A.Y. *) Nainiti N.P.P.E **) Abineno J.C **) Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan EM4 terhadap lam penguraian limbah sayuran menjadi biogas dan jumlah EM4 yangbtepat dalam proses penguraian sayuran menjadi biogas. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium keteknikan pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 4 ulangan yaitu dengan penambahan EM4 15 ml,30 ml,45 ml,60,ml dan 75 ml pada proses fermentasi limbah sayuran 3 kilo pergalon dan menggunakan 10 liter air bersih. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai F hitung adalah 25,58 dan nilai F table 5% adalah 3,06 dan 1% 4,89. Maka niali F hitung >F table yang artinya terdapat pada masing-masing perlakuan penambahan EM4. Kata Kunci : Stater EM4 (Effective Microorganisme-4) Limbah sayuran biogas. Keterangan : * peneliti ** pembimbing
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS KACANG HIJAU (Vigna radiata) TYPE SELINDER DRUM Tes M. N. E *) Makaborang M. **) Haba Bunga F.J. **) ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dengan judul Rancang Bangun Alat Pengupas Kacang Hijau (Vigna radiata) Type Selinder Drum. Kacang Hijau adalah jenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas didaerah tropika. Sebagai bahan makanan, kacang hijau dapat diolah menjadi berbagai olahan makanan yang bergizi tinggi. Proses pengolahan kacang hijau menjadi makanan selama ini membutuhkan waktu yang cukup lama yang disebabkan oleh proses pengupasan polong kacang hijau yang dilakukan secara manual. Sehingga diperlukan rancangan alat pengupas yang dapat mempercepat proses tersebut. Rancang bangun yang telah dilakukan meliputi penentuan putaran Poros As, daya motor penggerak yang digunakan, diameter gigi pemukul, ukuran pulley, dan jenis sabuk. Hasil rancang bangun alat pengupas kacang hijau type selinder drum diperoleh dimensi dan spesifikasi alat dengan menggunakan diameter drum lebar 30cm dan panjang 37cm, gigi pemukul yang dilapisi karet ban dengan panjang gigi pemukul 10cm dan lebar 0,8cm dan ukuran panjang karetnya 16cm, daya motor penggerak (dynamo) ¼ HP dengan putaran 147,7 RPM. Sehingga dapat dihasilkan alat pengupas polong kacang hijau dengan kapasitas 25,93 kg/jam. Kata kunci : kacang hijau, pengupas Keterangan *) Peneliti **) Pembimbing
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
THE EFFECT OF THE AMOUNT OF WATER ADMINISTRATION ON THE CULTIVATION OF GREEN STEM PLANTS ( Brassica Juncea L) WITH DRIP IRRIGATION METHOD SaieleMarice*)MakaborangMarthen**) LanoL.Marten**) ABSTRACT A study on the effect of the amount of drip irrigation water on the cultivation of mustard green stems has ben carried out from early April to mid-May 2020, at the Technical Laboratory of the UKAW Agricultural Technology Faculty. This study is an experimental study arranged in a completely randomized design (CRD), with five treatments and five replications, so there are twenty-five experimental units. The drip irrigation treatments that were tried were : Treatment A: 100 ml/day, B: 200ml/day, C: 300ml/day, D: 400ml/day and the treatment E: 500ml/day. The results were analyzed of variance (Anova) to determine the effect and continued with Duncan’s multilple-distance test to find out the best treatment being tried. From the results of the study, it was found that the amount of water given to drip irrigation for the cultivation of mustard greens had a significant effect on plant height growth, production and soil water content in soil planting media in polybags. The best treatment in this study was given by the treatment of 500ml/day of water (treatment E), which could provide the highest plant heigh growth of 28.92 cm, the highest wet weight production of 211 grams, and the final moisture content of soil planting media in polybags of 40,96%. Keywords : Mustard Green Stem, Drip Irrigation.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hasil penelitian menunjukan, pengetahuan wajib pajak hotel kategori rumah kospada kelurahan oesapa dikatakan tinggi, Pengetahuan wajib pajak sangat diperlukan karena semakin tinggi pengetahuan dan pemahaman wajib pajak pemilik rumah kos pada kelurahan oesapa, maka wajib pajak dapat menentukan perilakunya dengan lebih baik dan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perpajakan yang ada di Kota Kupang. Kesadaran wajib pajak pajak hotel kategori rumah kosdikatakan tinggi, Kesadaran wajib pajak pemilik rumah kos di kelurahan oesapa sangat diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, wajib pajak rumah kos yang sadar mengenai fungsi serta hak dan kewajibanya sebagai wajib pajak, maka wajib pajak rumah kos akan memenuhi kewajibanya dengan suka rela tanpa dipaksa. Semakin tinggi kesadaran wajib pajak mengenai perpajakkan terutama tentang hak dan kewajiban sebagai wajib pajak, sadar mengenai kontribusi wajib pajak untuk kemakmuran dan penunjang negara, maka semakin tinggi juga tingkat kepatuhan wajib pajak. Kualitas pelayanan ditemukan dikatakan tinggi, kualitas pelayanan yang diberikan oleh Dinas Pendapatan Daerah Kota Kupangkepada wajib pajak hotel kategori rumah kos termasuk dalam pelayanan publik karena dijalankan oleh instansi pemerintah dalam hal ini Dinas Pendapatan Daerah Kota Kupang, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan peraturan daerah kota kupang nomor 02 tahun 2016 tentang pajak daerah dan tidak berorientasi pada profit atau laba.sanksi pajak, ditemukan bahwa sanksi pajak dikatakan sangat tinggi, penerapan sanksi perpajakkan berdampak signifikan terhadap kesadaran wajib pajak. Penerapan sanksi pajak sebagai suatu jaminan agar kewajiban perpajakkan akan di penuhi, atau jaminan agar peraturan perpajakkan akan dipatuhi. Semakin berat sanksi yang diterapkanbagi pelanggar peraturan perpajakan, maka akan membentuk prilaku wajib pajak pemilik rumah kos yang sadar akan kewajiban perpajakkannya. Sanksi pajak akan membuat wajib pajak memilih berperilaku sadar akan kewajiban perpajakkanya. Semakin tinggi tingkat denda yang diterapkan akan semakin sadar wajib pajak dalam membayar pajak.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi ini adalah “Deskripsi Tentang Modus Operandi Tindak Pidana Pembunuhan Berencana”. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah Bagaimana modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana pembunuhan berencana ? tujuan penelitian adalah untuk mengetahui modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana pembunuhan berencana. Sifat peneltian adalah bersifat deskriptif artinya penelitian ini diberikan suatu gambaran serta menguraikan suatu permasalahan yang diteliti, dan menyimpulkan serta dapat menganalisisnya. Jenis penelian adalah penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tindak pidana pembunihan berencana dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana pembunuhan berencana. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari 3 bahan hukum yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier.
Hasil penelitian menunjukan bahwa modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana pembunuhan berencana yaitu : 1) Terdakwa melakukan pembunuhan dengan mengajak korban ke sungai dan menenggelamkan kepala korban dengan cara menekan kepala korban menghadap kebawah (kedalam air); 2) Terdakwa melakukan penganiayaan terhadap korban dengan cara menebaskan senjata tajam jenis kampak yang dipegang dengan tangan kanan kearah kepala dan muka korban sebanyak 3 (tiga) kali; 3) Terdakwa adalah mengajak korban untuk bertemu dan melakukan penganiyaan secara bersama-sama; 4) Terdakwa melakukan penusukan pada bagan perut korban dengan menggunakan pisau; 5) Terdakwa membacok korban dengan menggunakan parang sebanyak dua kali mengarah ke mulut dan leher sebelah kiri korban; 6) Terdakwa menusuk korban dengan menggunakan sebuah pisau mengarah ke dada korban sebanyak dua kali dan di bagian perut sebanyak 3 kali.
Disarankan kepada masyarakat apabila terdapat permasalahan dalam keluarga atau dengan orang lain agar segera diselesaikan dengan cara bermusyawarah sehingga tidak menimbulkan dendam satu sama lain yang bisa membuat seseorang yang dendam tersebut melakukan hal yang nekat seperti pembunuhan.Diharapkan kepada pihak Kepolisian untuk menindak dengan hukuman yang tegas kepada para pelaku tindak pidana pembunuhan berencana yang dilakukan secara bersama-sama tersebut.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi : “Dasar Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan
Terhadap Anggota TNI Yang Melakukan Tindak Pidana Kesusilaan”. Masalah
pokok adalah apa yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan
terhadap anggota TNI yang melakukan tindak pidana kesusilaan ada yang bebas
dan ada yang di pidana ?. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dasar
pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan ada pelaku terhadap anggota
TNI yang melakukan tindak pidana kesusilaan ada yang bebas dan ada yang di
pidana. Sifat peneltian adalah bersifat deskriptif artinya penelitian ini diberikan
suatu gambaran serta menguraikan suatu permasalahan yang diteliti, dan
menyimpulkan serta dapat menganalisisnya. Jenis penelitan adalah penelitian
normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tindak pidana kesusilaan
sedangkan variabel terikat adalah pertimbangan hakim dalam menjatuhkan
putusan terhadap anggota TNI ada yang bebas dan ada yang menjadi
pemidanaan.yang melakukan tindak pidana kesusilaan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa hakim menjatuhkan putusan bebas
terhadap aggota TNI yang melakukan tindak pidana kesusilaan karena Pada
asasnya esensi putusan bebas terjadi karena terdakwa dinyatakan tidak terbukti
secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana
dakwaan jaksa oditur dalam pengadilan militer. Sedangkan putusan pemidanaan
karena Pada asasnya, putusan pemidanaan atau “veroordelling” dijatuhkan oleh
hakim militer jika ia telah memperoleh keyakinan, bahwa terdakwa melakukan
tindak pidana “Melanggar Ke-susilaan di tempat terbuka sebagaimana diatur dan
diancam dengan pidana yang tercantum dalam Pasal 281 ke -1 KUHP.
Adanya peraturan 281 ke 1 KUHP (Kitab Undang- undang Hukum Pidana)
tentang tindak pidana melanggar kesusilaan dimuka umum. Diharapkan dapat
ditaati oleh pihak aparat baik kepolisian dan juga TNI menaati peraturan yang ada,
hal ini dilakukan agar menjaga kehidupan masyarakat yang tertib patuh kepada
hukum dan tatanan kehidupan di negara ini tidak ada orang yang dirugikan
akibat perusakan barang. Untuk para aparat penegak hukum seperti Hakim,
diharapkan bisa mengkaji kembali mengenai adanya pasal 281 ke 1 KUHPdan
mengenai hukuman yang diberikan untuk tindak pidana perusakan yang diberikan
haruslah menimbulkan pelajaran dan tidak mebuat seseorang merasa keberatan
atas hukuman yang diterimanya.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul : “Disparitas Penjatuhan Putusan Pemidanaan Tindak Pidana Perkosaan Oleh Ayah Terhadap Anak Kandung”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Apa Dasar Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Pemidanaan Yang Berbeda Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perkosaan Oleh Ayah Terhadap Anak Kandung ?. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dasar Pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan yang berbeda terhadap pelaku tindak pidana perkosaan terhadap anak kandung. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian adalah penelitian normatif yaitu dengan mengkaji putusan pengadilan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalahputusan Hakim Dalam Tindak Pidana Perkosaan Seorang Ayah Terhadap Anak Kandung.sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah Penjatuhan Putusan yang berbeda kepada Terdakwa dalam Tindak Pidana Perkosaan yang dilakukan seorang ayah kepada anak kandung.
Berdasarkan hasil penelitian danpembahasan, adapun yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan Putusan yang Berbeda Terhadap pelaku tindak pidana perkosaan terhadap anak kandung, yaitu : 1) Tuntutan Penuntut Umum yang berbeda; 2) Independensi Hakim: 3) Kualitas perbuatan terdakwa; 4) Faktor yang memberatkan dan meringankan.
Saran kepada para penegak hukum khususnya hakim diharapkan jeli dalam memutuskan suatu perkara pidana dengan melihat segala aspek akibat yang ditimbulkan akibat perbuatan terdakwa dikemudian hari. Hakim dalam menangani dan memutus suatu perkara harus bersikap profesional tanpa pandang usia, jenis kelamin. Sehingga keputusan yang dihasilkan dapat memenuhi rasa keadilan bagi terdakwa maupun masyarakat.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi : Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga Yang Mengakibatkan Matinya Korban. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Apa dasar pertimbangan hakim sehingga terjadi disparitas dalam penjatuhan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan matinya korban?. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim sehingga terjadi disparitas dalam penjatuhan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan matinya korban. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan matinya korban. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah disparitas putusan pemidanaan oleh Hakim terhadap Pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang mengakibatkan matinya korban.
1. Tuntutan Penuntut Umum yang berbeda
2. Independensi Hakim
3. Kualitas perbuatan Terdakwa
4. Keadaan yang memberatkan dan meringankan Terdakwa
Hakim dalam menangani dan memutus suatu perkara harus bersikap profesional tanpa pandang usia, jenis kelamin. Sehingga keputusan yang dihasilkan dapat memenuhi rasa keadilan bagi terdakwa maupun masyarakat. Untuk masyarakat diharapkan dapat ikut berperan serta dalam menangani dan mencegah terjadinya tindak kekerasan dalam rumah tangga dengan cara ikut berpartisipasi dan mensosialisasikan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan dalam rumah Tangga kepada masyarakat lainnya yang belum tau megenai Undang-Undang tersebut.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi : “ Disparitas Putusan Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pencurian Denngan Pemberatan”. Rumusan masaalah adalah apa dasar pertimbangan hakim sehingga terjadi disparitas pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan ?. Tujuan penelitian adalah untuk menegetahui dasar perrtimbangan hakim sehingga terjadi disparitas pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian normatif, yang terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pertimbangan majelis hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku Tindak Pidana Pencurian dengan pemberaratan. Variabel terikat adalah disparitas putusan pemidanaan terhadap Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan.
Berdasarkan hasil peneletian dan pembahasan maka yang menjadi disparitas putusan pemidanaan oleh hakim terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan adalah :
1. Tuntutan Penuntut Umum yang berbeda
2. Independensi Hakim
3. Kualitas perbuatan Terdakwa
4. Keadaan yang memberatkan dan meringankan Terdakwa
Diharapkan kepada Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara dalam menjatuhkan putusan mempertimbangkan fakta persidangan sehingga tidak terjadinya disparitas putusan pemidanaan.Diharapkan kepada Jaksa Penuntut Umum dalam melakukan penuntutan juga memperhatikan kualitas perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa sehingga tidak terjadinya disparitas putusan pemidanaan oleh hakim.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi penulis adalah “Deskripsi Tentang Modus Operandi Tindak Pidana Aborsi Yang Di Lakukan Oleh Terdakwa”.
Masalah pemelitian adalah,”Bagaimana modus operandi tindak pidana aborsi yang dilakukan oleh terdakwa?”.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui modus tindak pidana aborsi yang dilakukan oleh pelaku. Jenis penelitian dalam penulisan ini adalah penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tindak pidana aborsi, sedangkan variabel terikatnya adalah modus tindak pidana aborsi yang dilakukan oleh pelaku.
Hasil penelitian menunjukan bahwa modus tindak pidana aborsi yang dilakukan oleh pelaku/terdakwa, adalah
1. Terdakwa memasukan alat berupa suntion kedalam vagina yang digunakan untuk menyedot darah janin yang ada didalam Rahim.
2. Terdakwa meminum obat Merk Misoprostol 200 mg dan ada yang dimasukan kedalam vagina korban.
3. Terdakwa menyuruh korban meminum obat merk Cytotec 2 tablet.
4. Terdakwa menyuntikan obat Oxytocin pada korban.
5. Terdakwa mengkonsumsi Pil Tuntas dengan dosis 2 (dua) pil pada pagi dan malam hari.
Adapun yang menjadi saran penulis sehubungan dengan permasalahan tersebut, adalah:
1. Bagi para korban yang hamil diluar nikah agar jangan menutup diri tetapi berani berbicara terbuka kepada orang tua atau keluarga serta jangan tergoda dengan keinginan aborsi karena hal tersebut bertentangan dengan kesehatan dan ajaran agama.
2. Orang tua harus lebih mengontrol dan mengawasi serta memberikan nasihat kepada anak agar pada saat menjalin hubungan (pacaran) jangan melakukan hubungan seksual sebelum melangsungkan pernikahan secara resmi.
3. Masyarakat harus berpartisispasi membantu mengawasi dan mengontrol pergaulan warganya agar tidak melakukan tindakan yang menyimpang dari norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat yang telah mengalami hamil di luar nikah serta mengadakan penyuluhan tentang seks bebas bagi para remaja dilingkungan masing-masing.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi penulis adalah Analisis pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan yang berbeda-beda terhadap pelaku tindak pidana persetubuhan berlanjut terhadap anak.
Rumusan masalah di dalampenulisaniniadalah: Apa dasar pertimbangan hakim menjatuhkan putusan secara berbeda-beda kepada pelaku tindak pidana persetubuhan berlanjut terhadap anak?.
Penelitian ini bertujuan tujuan dari penelitian penulisuntuk mendapatkan gambaran tentang dasar pertimbangan hakim menjatuhkan putusan yang berbeda-beda kepada pelaku tindak pidana persetubuhan berlanjut terhadap anak. Jenis penelitian dalam penulisan ini adalah penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dasar pertimbangan hakim menjatuhkan putusan yang berbeda-beda terhadap pelaku tindak persetubuhan terhadap anak, sedangkan variabel terikatnya adalah perbedaan putusan hakim dalam tindak pidana persetubuhan berlanjut pada anak.
Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat beberapa faktor yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam penjatuhan putusan tindak pidana persetubuhan terhadap anak secata berbeda-beda yaitu sebgai berikut:
1. Perbedaan Tuntutan Jaksa Penuntut Umum
2. Majelis Hakim yang memeriksa berbeda-beda dalam kasus tindak pidana Persetubuhan pada Anak.
3. Kualitas Perbuatan dan Cara Membujuk dari Terdakwa menjadi bahan pertimbangan hakim dalam memutus perkara tindak pidana persetubuhan terhadap anak.
4. Kualitas Perbuatan yang dimaksud dengan “berkali-kali sebagai perbuatan berlanjut” dalam hal ini adalah secara teoritis dikatakan ada perbuatan berlanjut apabila ada seseorang melakukan beberapa perbuatan, perbuatan tersebut masing-masing merupakan kejahatan atau pelanggaran dan antara perbuatan-perbuatan berlanjut.
5. Majelis Halim berpendapat, berkaitan dengan Hal yang Meringankan dan Memberatkan dari suatu kasus tersebut.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi penulis adalah Deskripsi Tentang Disparitas Putusan Hakim
Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pencurian.
Rumusan masalah di dalam penulisan ini adalah: Bagaimanakah
pertimbangan hakim sehingga terjadinya disparitas hukuman terhadap pelaku
tindak pidana pencurian”?
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran
tentang terjadinya disparitas putusan pemidanaan oleh hakim terhadap pelaku
tindak pidana pencurian. Jenis penelitian dalam penulisan ini adalah penelitian
normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tindak pidana pencurian,
sedangkan variabel terikatnya adalah disparitas putusan pemidanaan oleh
Hakim terhadap pelaku Tindak Pidana Pencurian.
Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat
beberapa faktor yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam penjatuhan
putusan sehingga terjadi disparitas pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana
pencurian yaitu sebagai berikut:
1. Kualitas Perbuatan terdakwa.
2. Tuntutan Jaksa penuntut Umum yang berbeda beda.
3. Independesi Hakim dalam memutus sesuatu perkara tidak terpengaruh
dari intervensi dari pihak manapun.
4. Pertimbangan yang memberatkan dan meringankan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi ini adalah Modus Operandi Dalam Terjadinya Tindak Pidana Penipuan, maka penulis akan mengkaji secara lebih lanjut beberapa modus yang sering digunakan dengan rumusan masalah Bagaimanakah Modus Operandi Terjadinya Tindak Pidana Penipuan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui Modus Operandi dalam kasus tindak pidana penipuan dan manfaat penelitian ini secara praktis agar ini diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan penulis dalam bidang hukum dan dapat membantu dan memberi masukan serta tambahan pengetahuan bagi pihak– pihak yang terkait dengan masalah yang diteliti. Variabel yang digunakan 2 (dua) yaitu Variabel Bebas yaitu menggunakan identitas palsu untuk Alasan Menyewa, Meminjamkan Motor, Menjanjikan Pekerjaan dan Variable terikat yaitu Modus Operandi dalam Tindak Pidana Penipuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Normatif dengan jenis data yang digunakan adalah Data Primer yaitu bahan-bahan hukum yang mengikat yaitu putusan-putusan tindak pidana Penipuan dan Data Sekunder yaitu bahan yang memberi penjelasan mengenai sumber data primer. Seperti rancangan undang-undang, hasil penelitian, atau pendapat para pakar hukum, jurnal dan bukubuku referensi lainnya. Hasil penelitian menunjukan Modus Operandi Dalam Tindak Pidana Penipuan,yaitu: 1) Alasan Menyewa 2) Meminjamkan Motor 3) Menjanjikan Pekerjaan
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul : penelitian ini adalah “Disparitas Putusan Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penadahan”. Rumusan masalah : Mengapa terjadi disparitas putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana penadahan? Tujuan penelitian yaitu : Untuk mengetahui terjadinya disparitas putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana penadahan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana yang berbeda-beda terhadap para terdakwa tersebut adalah kurang tepat meskipun pasal yang dijatuhkan adalah sama yaitu Pasal 480 ayat (1) KUHP. Menurut penulis disparitas pidana yang terjadi pada kasus-kasus diatas pada dasarnya akan menimbulkan problematik dalam penegak hukum, yaitu ketidakpastian hukum dan terlebih ketidakpuasan masyarakat terlebih bagi pihak-pihak yang berperkara.
Kesimpulan:
1) Tuntutan jaksa Penuntut Umum kepada para terdakwa pelaku tindak pidana penadahan berbeda-beda.
2) Majelis Hakim yang memeriksa, mengadili dan memutus kasus tindak pidana penadahan yang berbeda-beda,
3) Kualitas perbuatan terdakwa dalam kasus tindak pidana penadahan yang berbeda-beda.
4) Majelis hakim dalam keputusannya mempertimbangkan keadaan yang memberatkan dan yang meringankan terdakwa.
Saran :
1) Jaksa Penuntut Umum dalam mengajukan tuntutan pidana kepada para terdakwa dalam perkara pidana penadahan seharusnya mempunyai kebijakan yang dapat dijadikan pedoman dalam mengajukan tuntutan, sehingga menjadi pertimbangan oleh hakim agar dalam penjatuhan pidana hakim menjatuhkan pidana yang setimpal dengan perbuatan para terdakwa sehingga munculnya disparitas pidana dapat diminimalisir.
2) Hakim dalam memeriksa dan menjatuhkan putusan harus mempertimbangkan aspek kepastian hukum, kemanfaatan dan keadilan bagi terdakwa.
3) Hakim dalam menjatuhkan putusan harus memprtimbangkan hukum materiil dan formil sesuai dakwaan jaksa penuntut umum.
4) Masyarakat harus selalu waspada dan curiga terhadap orang yang menjual barang – barang dengan harga murah.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI BENANAIN DI DESA LAKEKUN KECAMATAN KOBALIMA KABUPATEN MALAKA ABSTRAK A. Y. Manek* N. P. P. E. Nainiti** M. L . Lano** Penelitian berjudul Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Benanain Di Desa Lakekun Kecamatan Kobalima Kabupaten Malaka pada bulan Desember2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Benanain Di Desa Lakekun Kecamatan Kobalima Kabupaten Malaka. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Benanain Di Desa Lakekunpada P3A Lakekun, yaitu : Pekerjaan Pemeliharaan Rutin, Pekerjaan Pemeliharaan Berkala, Pekerjaan Pemeliharaan Khusus Kata Kunci :Operasi, Pemeliharaan , Jaringan Irigasi Keterangan : *) Peneliti *) Pembimbing
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa BEP penjualan CV.
Talenta dari tahun 2016-2020 telah melewati titik impas, yang artinya
perusahaan tidak mengalami kerugian dan mampu menghasilkan laba dari
penjualan yang dilakukan.dan Perusahaan CV.Talenta merencanakan laba
untuk tahun 2021 sebesar 32% dari total penjualan tahun 2020 atau dalam
rupiah sebesar Rp.26.208.000 untuk mencapai target laba tersebut
perusahaan harus menjual 9.154 bungkus atau dalam rupiah sebesar
Rp.91.532.034.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN LA TAKBIR SAMAD (16381885). Struktur Komunitas Makroalga Pada Habitat Berbeda Pesisir Pantai Desa Tablolong Kecamatan Kupang Barat. ROCKIE R.L SUPIT, S.Pi, M.Si dan WILSON L. TISERA., S.Pi. M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Makroalga atau yang sering disebut sebagai rumput laut merupakan alga makro yang tumbuh di perairan laut. Makroalga memiliki manfaat, baik secara ekonomi maupun ekologi. Makroalga sebagian besar hidup di perairan laut. Untuk dapat tumbuh, makroalga tersebut memerlukan substrat untuk tempat hidup dan menempel. habitat makroalga lainnya adalah ekosistem lamun, karena lamun memberikan habitat yang baik untuk asosiasinya. makroalga menyukai habitat dengan substrat berpasir, berlumpur, berbatu atau berterumbu di daerah dangkal yang masih dapat ditembusi cahaya matahari. tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makroalga pada habitat berbeda di pesisir pantai Desa Tablolong Kecamatan Kupang Barat Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskripsi eksploratif, yaitu menganalisa dan menyajikan data berdasarkan objek yang diperoleh di habitat tersebut sehingga dapat disimpulkan serta dipahami. Pengambilan data makroalga menggunakan metode transek linear kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan Habitat hidup makroalga yang ditemukan di pantai Tablolong terdiri dari ekosistem lamun dengan substrat rataan karang mati, pasir, pasir berlumpur dan lumpur berpasir. Ekosistem terumbu karang dengan substrat pecahan karang, rataan karang mati. Makroalga yang ditemukan terdiri dari divisi Chlorophyta, Phaeophyta dan Rhodophyta dengan jumlah jenis sebanyak 28 spesies. Komposisi tertinggi adalah Halimeda opuntia sebanyak 1594 individu dan Halimeda incrassata sebanyak 1129 individu. Kepadatan jenis makroalga tertinggi adalah Halimeda opuntia dengan rata-rata sebesar 13,29 individu/m². kepadatan relatif tertinggi adalah Halimeda opuntia dengan rata-rata sebesar 17,59% dan Halimeda incrassata dengan rata-rata sebesar 17,59%. Frekuensi kehadiran makroalga tertinggi adalah Halimeda opuntia, H. incrassata, H. macroloba, Caulerpa sertularoides, C. lentifera, C. Racemosa dari divisi Chlorophyta; pada divisi Phaeophyta jenis makroalga yang berpeluang muncul pada habitat adalah Padina gymnospora dan Dichtyota deliculata; sedangkan devisi Rhodophyta jenis yang memiliki peluang muncul adalah Gracilaria fisheri, G. salicornia dan Liagora ceranoides. Keanekaragamn jenis makroalga di pantai Tablolong tergolong rendah, keseragaman jenis nilai E mendekati 1 yaitu sebaran makroalga tersebar merata. Dominansi makroalga tergolong rendah. Persen cover penutupan lamun tertinggi di Srasiun I adalah Cymodocea rotundata sebesar 92,9%, Halodule uninervis sebesar 93,1 %, dan Hadodule pinfolia sebesar 78,5%. Stasiun II didominasi oleh Hadodule pinfolia sebesar 96,3% dan Halodule uninervis sebesar 90,6 %. Stasiun III adalah Hadodule pinfolia sebesar 95,2% dan Halodule uninervis sebesar 95,3 %. Stasiun IV didominasi oleh Cymodocea rotundata sebesar 90,6%, Halodule uninervis sebesar 90,5%.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
“Hubungan Kecanduan Bermain Game Online Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Kupang Timur”
Manu, A. A)* Manu, T. S. N)** Nggadas, D. E. P)**
Bermain game online merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang yang membuat ia merasa senang dan merasa terhibur dengan hal tersebut siswa yang mempunyai kebiasaan bermain game online akan terganggu segala aktivitasnya termasuk belajar dan mempengaruhi prestasi belajar karena siswa lebih asik bermain game online. Prestasi belajar tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti faktor internal dan faktor eksternal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan kebiasaan bermain game online terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Kupang Timur. Sampel pada penelitian ini sebanyak 20 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket) dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis data menunjukan bahwa nilai koefisien korelasi (r) yang diperoleh yaitu sebesar -0,132 dengan koefisien determinasi (Kd) sebesar 1,74% sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan negatif kecanduan bermain game online terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kupang Timur.
Kata Kunci : Bermain Game, Game Online, Prestasi Belajar
Keterangan:
*) :Peneliti
**) :Pembimbing