Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

M.

3.718 karya publik ditemukan.

22022: 12121: 12026: 952025: 702024: 392023: 5562022: 7122021: 13172020: 2012018: 732017: 32016: 52015: 12014: 12011: 12010: 12009: 21989: 11018: 20208: 1

PENGARUH MODERNISASI SISTEM ADMINISTRASI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Studi pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kupang)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Pajak memiliki peranan penting dalam perekonomian di Indonesia. Ketidaksesuaian ratio antara pegawai pajak dengan wajib pajak mengakibatkan kurang optimalnya implementasi perpajakan di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut di perlukan adanya administrasi perpajakan yang sederhana, cepat, dan mudah dilakukan agar pajak dapat secara optimal menjangkau penduduk, entitas badan, serta ekspatriat wilayah Negara kesatuan republik Indonesia. Hal ini dapat membuat Direktorat Jenderal Pajak mereformasi sistem perpajakan yang ada.Dewasa ini reformasi dibidang perpajakan ditandai dengan ditetapkan visi oleh Direktorat Jenderal Pajak yaitu menjadi model pelayanan masyarakat yang menyelenggarakan sistem dan manajemen perpajakan kelas dunia yang dipercaya dan dibanggakan masyarakat.Selain itu, Direktorat Jenderal Pajak juga menetapkan misi fisikal untuk menghimpun penerimaan dalam negeri dari sektor pajak yang mampu menunjang kemandirian pembiayaan pemerintah berdasarkan undang-undang perpajakan dengan tingkat efektivitas dan efisiensi yang tinggi. Konsep dari modernisasi perpajakan adalah pelayanan prima dan pengawasan intensif dengan pelaksanaan good governance.Tujuan modernisasi antara lain; meningkatkan kepatuhan pajak, kepercayaan terhadap administrasi perpajakan dan memacu produktivitas pegawai pajak yang tinggi. Kepatuhan wajib pajak dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kondisi sistem administrasi perpajakan, pelayanan pada wajib pajak, penegakan hukum perpajakan, pemeriksaan pajak dan tarif pajak. Kepatuhan wajib pajak merupakan suatu tindakan patuh dan sadar terhadap ketertiban pembayaran dan pelaporan kewajiban perpajakan masa dan tahunan dari wajib pajak yang berbentuk sekumpulan orang dan atau modal yang merupakan usaha sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa hampir semua Negara di dunia mengenakan pajak kepada warganya, kecuali beberapa Negara yang kaya akan sumber daya alam yang dijadikan sebagai sumber penerimaan utama Negara, tidak mengenakan pajak (pandiangan 2008:65). Bagi Indonesia , penerimaan pajak sangat besar peranannya dalam mengamankan anggaran Negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setiap tahun. Kata kunci: modernisasi perpajakan dan kepatuhan wajib pajak

ANALISIS ARUS KAS UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN (Studi Pada Koperasi Harmoni Jaya Tahun 2014-2018)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

“ANALISIS ARUS KAS UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA KSP KOPDIT HARMONI JAYA TAHUN 2014-2018” ABSTRAK Penelitian ini berjudul “AnalisisArusKasuntukmengukurKinerjaKeuanganpada KSP KopditHarmoni Jaya tahun 2014-2018”. Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah kinerjakeuangandiukurmenggunakanrasioaruskas KSP KopditHarmoni. Serta menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah ”Bagaimanakinerjakeuangan KSP KopditHarmoni Jaya diukurmenggunakanaruskaskoperasi ?”. Berdasarkan laporan arus kas tahun 2014-2018. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi dan wawancara. Objek penelitian berupa data neraca, laporan laba-rugi, laporan arus kas dan alokasi pembagian Sisa Hasil Usaha serta gambaran umum koperasi di tahun 2014-2018. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis rasio arus kas yang terdiri dari rasio Arus Kas Operasi (AKO), rasio Cakupan Kas terhadap Bunga (CKB), rasio Cakupan Kas terhadap HutangLancar (CKHL), rasio Pengeluaran Modal (PM), rasio Total Hutang (TH), rasio Arus Kas Bersih Bebas (AKBB). KinerjaKeuangan KSP KopditHramoni Jaya tahun 2014-2018 dinilai dari rasio laporan arus kas dinyatakan belumcukup baikdikarenakandari perhitungan keenam rasio arus kas di atas menyatakan bahwahanyaterdapat 2 rasio yang memenuhi standar >1, dan 4 rasio yang tidak memenui standaryaitu 1. Rasio yang tidak memenuhi standar yakni rasio Arus Kas Operasi (AKO), Cakupan Kas terhadap Hutang Lancar (CKHL), Arus Kas Bersih Bebas (AKBB), Total Hutang (TH) dan rasio yang sudah memenuhi standar yakni Pengeluaran Modal (PM) danrasio Cakupan Kas terhadap Bunga (CKB). Dalam hal ini Koperasi tidak mampu membayar kemampuan kewajiban lancar dan serta kurang mampu menyediakan kas untuk memenuhi kewajibannya. Koperasi harus mampu meningkatkan arus kas dari aktivitas operasi agar kewajiban jangka pendek terpenuhi, memaksimalkan dan mengelolaarus kas dariaktivitas pendanaan, maupuninvestasi agar kegiatandanaliranuangdapatberjalandenganefektifgunamendukungkelancaranaktivitaskeuangandalamkoperasi. Kata kunci:Rasioaruskas, kinerjakeuangan

KAJIAN YURIDIS TENTANG DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PUTUSAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PEMILIHAN UMUM

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul skripsi ini : “KajianYuridis tentang Dasar Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pemilihan Umum”. Adapun Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah Mengapa Putusan Hakim terhadap pelaku tindak pidana Pemiihan Umum ada yang bebasdan ada yang di penjara?.Dalam masalah pokok diatas yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan Putusan terhadap pelaku tindak pidana Pemlihan Umum ada yang bebas dan ada yang di penjara. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Penjatuhan putusan terhadap pelaku tindak pidana Pemilhan Umum sedangkan variable terikat dalam penelitian ini adalah DasarPertimbangan Hakim dalam menjatuhkan pidana ada yang bebas dan yang dipenjara. Analisis terhadap data-data yang diperoleh, maka adapun kesimpulan terkait dengan mengapa hakim menjatuhkan putusan terhadap pelaku tindak pidana pemilihan umum ada yang bebas dan ada yang di pidana penjara yaitu : 1. Terdakwa di jatuhi putusan bebas oleh karena perbuatannya tidak terbukti karena tidak memenuhi unsur-unsur dakwaan yang didakwakan. Dalam hal membaca surat suara hasil pemilu DPRD tidak adanya kaitan langsung antara terdakwa sebagai orang pertama kali membacakan hasil suara dengan adanya fakta terjadinya perpindahan hasil suara. Hal ini diperkuat dengan tidak adanya keberatan, baik yang berkaitan dengan pembacaan surat suara maupun mengenai pencatatan hasil suara. 2. Hakim menjatuhkan putusan pemidanaan bagi para terdakwa oleh karena Perbuatan tindak pidana pemilihan umum yang dilakukan oleh para Terdakwa terbukti dan telah terpenuhi unsur-unsur yang didakwakan yaitu unsur :“Dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada peserta kampanye secara langsung ataupun tidak langsung”. Saran dalam penelitian ini Bagi hakim sebagai salah satu penegak hukum, dalam menjatuhkan putusan harus mempertimbangkan dengan baik unsur-unsur dakwaan dan fakta-fakta persidangan. Bagi setiap warga Negara yang ingin mencalonkan diri sebagai anggota Perwakilan legislatif agar tidak menggunakan cara-cara yang tidak benar untuk didukung dan tidak mempengaruhi orang lain untuk menggunakan hak pilihnya dengan tidak benar. Kata Kunci : PemilihanUmum, Tindak Pidana, Putusan,Pertimbangan Hakim

ANALISIS YURIDIS TENTANG PENJATUHAN PUTUSAN PEMIDANAAN OLEH HAKIM TERHADAP TERDAKWA TINDAK PIDANA PEMALSUAN IJAZAH DI BAWAH ANCAMAN HUKUMAN YANG DITENTUKAN UNDANG UNDANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi Penulis adalah :Analisis Yuridis Tentang penjatuhan Putusan Pemidanaan Oleh Hakim Terhadap Terdakwa Tindak Pidana Pemalsuan Ijazah di bawah Ancaman Hukuman yang ditentukan Undang undang. Perbuatan pemalsuan Pemalsuan ijazah disamping penipuan terhadap diri dan lembaga yang dipergunakannya dalam jangka panjang berarti menghancurkan sistem keadilan. Ijazah palsu merupakan lambang dari ketidakberdayaan untuk bersaing secara adil. Ijazah palsu merupakan musuh masyarakat yang beradab. Keberadaan ijazah palsu menimbulkan kerugian bagi beberapa pihak, pemalsuan pada ijazah membuat seseorang dengan mudah dan singkat dalam mendapatkan gelar ataupun jabatan dalam sebuah pekerjaan. Tidak hanya pada kalangan umum, tetapi pemakain ijazah palsu seringkali juga dipakai oleh orang yang sudah menduduki jabatan penting dalam sebuah perusahaan ataupun instansi pemeritahan. Masalah penelitian ini adalah: Bagaimanakah pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan kepada pelaku tindak pidana pemalsuan ijazah dan penggunaan ijazah palsu di bawah ancaman hukuman yang ditentukan undang undang? Tujuan dalam penelitian ini yaitu: untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan kepada pelaku tindak pidana pemalsuan ijazah dan penggunaan ijazah palsu di bawah ancaman hukuman yang ditentukan undang undang. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah jenis penelitian normatif dan sifat penelitian ini bersifat deskriptif. Bahan hukum penelitian terdiri dari peraturan perundang-undangan yakni, UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional, putusan Pengadilan tentang pemalsuan ijazah dan penggunaan ijazah serta buku-buku jurnal ilmiah dari pakar hukum yang berkaitan. Hasil penelitian, penelitian menemukan 3 alasan yang menjadi penyebab sehingga Hakim menjatuhkan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan ijazah dan penggunaan ijazah lebih rendah dari ancaman hukuman adalah : 1. Kualitas Perbuatan Terdakwa 2. Kemandirihan Hakim dalam menjatuhkan pidana 3. Hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa Kata Kunci : Penjatuhan Putusan Pemidanaan, Pemalsuan Ijazah, Undang undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA VISUAL MATERI TOLAK PELURU PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI DUAMANU

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Primus Dionisius Mauk (16320737) Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Media Visual Materi Tolak Peluru Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri Duamanu. Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing: (I) Dr. Andreas J. F. Lumba,M.Pd. (II) David Loba,S. Pd.M.Pd. Kata Kunci: Tolak Peluru, Media visual Tolak peluru merupakan usaha menolak peluru sejauh mungkin dengan daya dengan teknik yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan media visual materi tolak peluru pada siswa kelas VIII SMP Negeri Duamanu. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK), subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII dengan jumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis, observasi dan dokumentasi. Teknik analsisi datanya menggunakan deskripsi presentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan media visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi tolak peluru kelas VIII SMP Negeri Duamanu. Pada siklus I aspek kognitif yang tergolong dalam kriteria baik sekali 15%, baik 30%, cukup 35%, kurang 20% dan kurang sekali 0%. Pada siklus I aspek psikomotor yang tergolong kriteria baik sekali 10%, baik 10%, cukup 45%, kurang 35% dan kurang sekali 0%. Pada iklus I aspek afektif yang tergolong kriteria baik sekali 15%, baik 15%, cukup 40%, kurang 30% dam kurang sekali 0%. Pada siklus II aspek kognitif yang tergolong baik sekali 25%, baik 45%, cukup 25%, kurang 5% dan kurang sekali 0%. Pada siklus II aspek psikomotor yang tergolong baik sekali 30%, baik 35%, cukup 25%, kurang 10% dan kurang sekali 0%. Pada siklus II aspek afektif yang tergolong baik sekali 20%, baik 50%, cukup 20%, kurang 10% dan kurang sekali 0 %. Dari hasil analisis yang diperoleh selama penelitian terdapat peningkatan dari kondisi awal ke siklus I sampai siklus II untuk ketiga aspek (afektif, kognitif dan psikomotor). Aspek kognitif pada siklus I (80%) dan siklus II (95%), pada aspek afektif siklus I (70%) dan siklus II (90%), pada aspek psikomotor siklus I (65%) dan siklus II (90%).Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa dengan menggunakan media visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk itu peneliti menyarankan agar dalam pelaksanaan pembelajaran penjasorkes hendaknya guru menggunakan media visual sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.

KAJIAN SOSIOLOGI HUKUM TERHADAP TERJADINYA TINDAK PIDANA PENELANTRAN ISTRI OLEH SUAMI

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul skripsi ini : “KAJIAN SOSIOLOGI HUKUM TERHADAP TERJADINYA TINDAK PIDANA PENELANTARAN ISTRI OLEH SUAMI dan rumusan masalah “Apa saja Faktor-faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Tindak Pidana Penelantaran Isti Oleh Suami”. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penelantaran istri oleh suami. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif, yaitu dengan mengkaji Putusan Pengadilan Negeri Nomor 18/Pid.Sus/2018/PN.Mme, Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2016/PN.Kpg, Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2016/PN.Wkb, Putusan Nomor 08/Pid.Sus/2016/PN.Bta dan Putusan Nomor 93/Pid.Sus/2019/PN.Atb Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 5 (lima) Putusan tersebut bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penelantaran istri oleh suami adalah Faktor ekonomi, faktor adanya wanita idaman lain (WIL) dan faktor hubungan tidak harmonis. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa, tindak pidana penelantaran istri oleh suami merupakan salah satu bentuk dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang dapat dilakukan oleh suami terhadap anggota keluarganya, terutama istri dan anaknya dengan cara tidak memberikan nafkah lahir dan batin terhadap istrinya yang masih dalam ikatan perkawinan yang sah serta kepada pelakunya dapat dikenai sanksi pidana. Majelis Hakim dalam memutus perkara penelantaran isteri dan anak dengan beberapa pertimbangan berdasarkan keyakinan hakim, peraturan perundang-undangan yang berlaku, atau sosiologis masyarakatnya. Dalam perkara ini majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penelantaran rumah tangga yang diatur dalam Pasal 49 huruf a Jo. Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Agar perempuan tidak menjadi mayoritas korban penelantaran dalam rumah tangga, maka mereka diharapkan bisa mengetahui tentang hak dan kewajiban sebagai istri. Selain itu, korban penelantaran dalam rumah tangga yang sebagian besar perempuan juga harus lebih berani menceritakan dan melaporkan tentang tindak penelataran yang menimpanya, serta tidak lagi memandang penelantaran dalam rumah tangga sebagai aib yang harus ditutupi. Kata kunci :Tindak Pidana, Penelantaran dan Rumah Tangga.

KAJIAN YURIDIS PENJATUHAN PUTUSAN BEBAS TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA MENGGUNAKAN AKTA OTENTIK PALSU OLEH MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi kajian yuridis penjatuhan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana menggunakan akta otentik palsu oleh mahkamah Agung Republik Indonesia., Masalah pokok dalam penulisan ini adalah bagaimanakah dasar pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana menggunakan akta otentik palsu?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah dasar pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana menggunakan akta otentik palsu. Jenis penelitian hukum yang di gunakan adalah normatif dan bersifat deskriptif subyek penelitian adalah putusan pengadilan jakarta barat dan Mahkamah Agung pengumpulan data di lakukan dengan Studi dokumen kemudian data di analisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian 1 Hakim menjatuhkan putusan bebas karena tidak terpenuhi unsur unsur dari pasal dakwaan Penuntut Umum 2, Hakim Mahkamah Agung menguatkan Putusan pengadilan negeri karena judex fackti sudah benar menerapkan hukum. Saran Pemerintah maupun pihak yang berwenang sebaiknya dapat memberikan arahan mengenai tindak pidana pemalsuan Akta otentik, saran hendaklah Jaksa Penuntut Umum dalam mengajukan upayakan hukum kasasi perlu mencari bukti bukti yang baru Kata kunci Pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana menggunakan akta otentik palsu

UJI STABILITAS KONSENTRAT AKAR MENGKUDU (Morinda citrifolia L) DENGAN MORDAN ALAMI DAUN LOBA (Symplocos sp)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK UJI STABILITAS KONSENTRAT KULIT AKAR MENGKUDU (Morinda citrifolia L) DENGAN MORDAN ALAMI DAUN LOBA (Symplocos sp) Souk, M.)* Sabuna. A)** Nge. T )** Mengkudu (Morinda citrifolia L) memiliki kegunaan tradisional maupun moderen, termasuk bagian akar dan kulit batang sebagai pewarna dan obat, bagian batang sebagai kayu bakar dan perkakas, bagain daun dan buah digunakan sebagai makanan dan obat. Tumbuhan ini mudah ditemukan dimana saja, bisa dipinggir jalan, kebun, pekarangan rumah dan dihutan. Mengkudu dapat dijadikan sebagai bahan obat tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai zat warna alami. Mordan alami yang ditambahkan yaitu daun loba yang dapat dijadikan sebagai penguat warna akan menghasilkan warna kuning kemerahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas warna sediaan kulit akar mengkudu yang ditambahkan dengan mordan alami dari daun Loba (Symplocos sp) yang ketika disimpan pada jangka waktu yang lama dapat bertahan atau tidak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan termaksut kontrol serta 2 ulangan, selanjutnya akan diuji yaitu uji ketetapan Ph, aplikasi zat warna dengan mordan dan tanpa mordan, dan pengaruh kondisi penyimpanan dengan menggunakan spectrofotometer. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa sediaan pewarna alami apabila disimpan pada jangka waktu yang lama maka warna yang dihasilkan berbeda. Kata kunci : Akar mengkudu-daun loba, ekstrak mentah, konsentrat sediaan pewarna alami kulit mengkudu. Keterangan : ** Pembimbing *Penulis

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PERTUMBUHAN ASSET DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP STRUKTUR MODAL Pada Sektor Pertambangan Minyak Mentah Dan Gas Bumi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI 2017-2019)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kebutuhan akan modal sangat penting dalam membangun dan menjamin kelangsungan perusahaan selain factor pendukung lainnya. Modal dibutuhkan setiap perusahaan, apalagi jika perusahaan tersebut akan melalukan ekspansi oleh karena itu, perusahaan harus menentukan berapa besarnya modal yang dibutuhkan untuk memeneuhi atau membiayai usahanya. Kebutuhan akan modal tersebut dapat dipenuhi dari berbagai sumber dan mempunyai jenis yang berbeda-beda. Modal terdiri atas ekuitas (modal sendiri) dan hutang (debt,) perbandingan hutang dan modal sendiri dalam struktur financial perusahaan disebut struktu modal ( suad Husnan, 2004). Penentuan struktur modal merupakan kebijakan yang diambil oleh pihak manajemen dalam rangka memperoleh sumber dana sehingga dapat digunakan untuk atktivitas operasioanal perusahaan. Pecking order Theori mengatakan bahwa perusahaan lebih cenderung memilih pendanaan yang berasa; adari internal dari pada eksternal perusahaan. Perusahaan lebih menyukai penggunaan pendanaan dari modal internal, yaitu dana yang berasal dari aliran kas, laba ditahan dan deperesiasi. Urutan penggunaan sumber pendanaan dengan mengacu pada pecking order theory adalah internal fund (dana internal), debt (hutang), dan equity (modal sendiri) (kaaro, 2003 dalam saidi, 2004). Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Ukuran Perusahaan Pertumbuhan Asset dan Kebijakan Dividen terhadap Struktur jModal ( Sektor Pertambangan Minyak Mentah dan Gas Bumi Yang Terdaftar di BEI 2017-2019), Alat analisis yang dgunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Linear Berganda dan Hipotesis, dengan pengelolaan data dilakukan dengan bantuan analisis SPSS 20. Berdasarkan hasil peenelitian ini dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Variabel Ukuran berpengaruh signifikan terhadap terhadap Struktur Modal 2. Variabel Pertumbuhan Asset berpengaruh Siginifikan terhadap Struktur Modal 3. Variabel Kebijakan Dividen tidak berpengaruh signifikan terhadap Struktur Modal Hasil Analisis dengan Menggunakan Uji – t parsial diproleh hasil bahwa Ukuran perusahaan berpengaruh Siginifikan Terhadap Struktur Modal, Pertumbuhan Asset bepengruh signifikan terhadap Struktur Modal dan Kebijakan Dividen tidak berpengaruh Signifikan terhadap Struktur Modal pada Perusahaan Petambangan Minyak Mentah dan Gas Bumi yang terdaftar di BEI 2017-2019. Kata kunci : Ukuran Perusahaan Pertumbuhan Asset Kebijakan Dividen dan Struktur Modal. Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian Ini adalah Analisis Regresi Linear Berganda dengan program SPSS. Maka hasil penelitian tersebut menunjukan secara parsial Ukuran Perusahaan pertumbuhan Asset Kebijakan Dividen Berpengaruh terhadap Struktur Modal. Maka dari hasil penelitian tersebut menunjuka persial Ukuran Perusahaan berpengaruh Siginifika terhadap Struktur Modal dengan Nilai Signifikan Sebesar 0,000 Pertumbuhan Asset berpengaruh Siginifikan terhadap Struktur Modal 0,000 sedangkan Kebijakan Dividen tidak berpengaruh terhadap Struktur Modal denagn nilai sebesar 0,880. Kata Kunci: Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan Asset, Kebijakan Dividen dan Struktur Modal

DESKRIPSI TENTANG PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PUTUSAN LEPAS DARI SEGALA TUNTUTAN HUKUM PADA KASUS KORUPSI PENGADAAN SOFTWARE MICROSOFT OFFICE DI PT. BANK NTT

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul dari Skripsi ini: Deskripsi tentang pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum pada kasus korupsi pengadaan software Microsoft Office di PT. Bank NTT Permasalahanya adalah apa yang menjadi pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum bagi para terdakwa pada kasus korupsi pengadaan software microsoft office di PT. Bank Nusa Tenggara Timur? Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif dengan variabel bebas dan terikat yang dianalisis secara deskriptif dari bahan primer, sekunder dan tersier. Hasil penelitian dan analisis putusan hakim dapat di ketahui bahwa putusan lepas dari segala tuntutan hukum dari keterangan saksi-saksi dan korban dan fakta persidangan diperoleh jawaban bahwa: Pertama, Perbuatan yang didakwakan oleh Penuntut Umum bukanlah merupakan suatu tindak pidana korupsi ((onslag van rechtvervolging). Pada putusan lepas (onslag van recht vervolging), segala tuntutan hukum atas perbuatan yang dilakukan terdakwa dalam surat dakwaan jaksa/penuntut umum telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum, akan tetapi terdakwa tidak dapat dijatuhi pidana, karena perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana merupakan bidang hukum perdata dalam putusan Nomor: 56/PID.SUS-TPK/2017/PN.KPG. Berdasarkan uraian fakta persidangan Majelis Hakim berpendapat bahwa telah terbukti ada pembayaran 100 % oleh PT. Bank Pembangunan Daerah NTT kepada PT. Comparex Indonesia sebesar Rp.4.307.502.936,00 (empat miliar tiga ratus tujuh juta lima ratus dua ribu sembilan ratus tiga puluh enam rupiah); Kedua, Perbuatan para terdakwa berkaitan dengan perjanjian dalam hukum perdata. Perjanjian yang dilakukan oleh Bank NTT dengan PT. Comparex Indonesia sebagai customer yaitu pekerjaan pengadaan Lisensi Win Pro 10 GGWA LO sebanyak 830 unit. Sehingga hubungan hukum yang dibangun merupakan hubungan hukum keperdataan bukan merupakan hubungan hukum pidana, maka dalam putusan kasasi Mahkamah Agung menguatkan putusan hakim nomor : 56/PID.SUS-TPK/2017/PN.KPG dalam tindak pidana korupsi. Berdasarkan pada hasil penelitian dan analisis, maka dapat disimpulkan beberapa hal yaitu: (1). Perbuatan yang didakwakan oleh Penuntut Umum bukanlah suatu tindak pidana korupsi (onslag van rechtvervolging). (2). Perbuatan para terdakwa berkaitan dengan perjanjian dalam hukum perdata. Saran.(1). Terdakwa diharapkan agar lebih hati-hati dalam melaksanakan pengadaan barang dan jasa yang baik dan benar agar terhindar dari tindak pidana korupsi. (2). Penuntut Umum, diharapkan agar lebih jeli dan teliti dalam menjerat pelaku tindak pidana korupsi mengenai alat bukti dan barang bukti dan harus membedakan antara perkara pidana dan perdata dalam pembuktian mengenai tindak pidana korupsi sehingga dapat menjerat para pelaku korupsi.

DISPARITAS PUTUSAN PEMIDANAAN OLEH HAKIM PENGADILAN MILITER DALAM TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN OLEH ATASAN TNI-AD TERHADAP BAWAHAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi Penulis adalah disparitas putusan pemidanaan oleh hakim pengadilan militer dalam tindak pidana penganiayaan oleh atasan anggota TNI- AD terhadap bawahan, Masalah penelitian adalah mengapa terjadi disparitas putusan hakim militer terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan yang dilakukan olehatasan anggota TNI- AD terhadap bawahan berdasarkanpasal 131 ayat (1) joayat (2) KUHPM, Tujuan penelitan yaitu untuk mengetahui alas an terjadinya disparitas putusan hakim militer terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh atasan anggota TNI- AD terhadap bawahan berdasarkan pasal 131 ayat (1) joayat (2) KUHPM, Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah normatif (normative law research) studi kasus normative berupa produk perilaku hukum, misalnya mengkaji Undang- Undang. Pokok kajiannya adalah hukum yang dikonsepkan sebagai norma atau kaidah yang berlaku dalam masyarakat dan menjadi acuan perilaku setiap orang. Sehingga penelitian hokum normative berfokus pada inventarisasi hokum positif, asas-asas dan doktrin hukum, penemuan hokum dalam perkara in concreto, sistematik hukum, tarafsinkronisasi, perbandingan hokum dan sejarah hukum.Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data studi kepustakaan, yaitu mengumpul dan mempelajari dokumen-dokumen yang berkaitan dengan peraturan perundang-undangan maupun literature-literatur yang mendukung dalam penelitian ini. Kesimpulan tuntutan penuntut umum pada dasarnya sudah berbeda – beda. Nilai objek tindak pidana penganiayaan, Kualitas perbuatanpara Terdakwa, Alat bukti yang di hadirkan di persidangan jenisnya berbeda- beda, Hakim yang mengadili perkara tersebut berbeda- beda. Perbuatan tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan bertantangan dengan hokum pada putusan pengadilan militer:  03-K/PM.III 15/AD/I/2015  57-K/PM.II-10/AD/VI/2010  09-K/PM.I-05/AD/I/2016  13-K/PM.III-16/AD/I/2015  153-K/PM.III-19/AD/XIII/2015 Saran perlu diharapkan agar hakim sebelum menjatuhkan putusan terhadap tindak pidana penganiayaan tersebut harus melihat rasa keadilan bagi masyarakat, diharapkan hakim secara proporsional melihat hal yang meringankan dan memberatkan dalam menjatuhkan pidana terhadap kasus tindak pidana penganiayaan.

DESKRIPSI TENTANG PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENGABULKAN GUGATAN WANPRESTASI YANG DIAJUKAN OLEH KOPERASI

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi ini: DESKRIPSI TENTANG PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENGABULKAN GUGATAN WANPRESTASI YANG DI AJUKAN OLEH KOPERASI. Masalah pokok dalam penelitian ini: “Bagaimana Pertimbangan Hakim Dalam Mengabulkan Gugatan Wanprestasi Yang Diajukan Oleh Koperasi.?”. Berdasarkan sifatnya, penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif sedangkan menurut jenisnya, penelitian ini adalah penelitian hukum normatif (normative law) yaitu dengan mengkaji putusan nomor 21/Pdt.G.S/2020/PN Atb, putusan nomor 3/Pdt.G.S/2018/PN Kbj, putusan nomor 4/Pdt.G.S/2018/PN Kbj, putusan nomor 13/Pdt.G.S/2019/PN Kbj, putusan nomor 19/Pdt.G./2018/PN Kbj. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Hakim menilai benar adanya perjanjian pijaman yang telah dibuat dan di setujui bersama sebelum melakukan pinjaman antara Penggugat dan Tergugat, namun setelah melakukan pinjaman Tergugat lalai dalam pengembalian cicilan pinjaman (wanprestasi) yang menyebabkan kerugian bagi Koperasi. Dalam hal ini para Tergugat dikatakan telah melakukan wanprestasi maka, diwajibkan, untuk membayar sisa hutang pokok pinjaman, sisa hutang bunga, dan denda kepada Tergugat. Hakim dalam menjatukan putusan yang adil berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, benar-benar memberikan pertimbangan Hukum yang baik mengenai hal-hal yang menjadi pokok gugatan penggugat (Koperasi).

DESKRIPSI TENTANG TERJADINYA WANPRESTASI PELAKSANAAN PERJANJIAN KREDIT ANTARA NASABAH DENGAN PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK DAN BENTUK PENYELESAIANNYA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Faktor-Faktor Apa Saja Yang Menyebabkan Terjadinya Wanprestasi Perjanjian Kredit Dan Bentuk Penyelesaiannya” Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif, yaitu dengan mengkaji Putusan Pengadilan Negeri. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada 3 (tiga) factor penyebab terjadinya wanprestasi perjanjian kredit antara nasabah dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yakni: 1. Debitur tidak melaksanakan ketentuan-ketentuan sesuai dengan yang diperjanjikan dalam Surat Pengakuan Hutang. 2. Faktor ekonomi. 3. Usaha debitur mengalami kebangkrutan. Bentuk penyelesaiannya adalah pihak bank melakukan penagihan kepada debitur secara rutin baik dengan dating langsung ketempat domisili nasabah maupun dengan memberikan surat peringatan kepada nasabah sebanyak 3 kali tetapi dari nasabah tidak menanggapi teguran dari pihak bank sehingga bank mengajukan gugatan kepengadilan dengan menuntut agar debitur membayar secara lunas seketika dan tanpa syarat seluruh tunggakan kredit dan melakukan sita jaminan terhadap obyek agunan yang menjadi jaminan hutang untuk pelunasan atas kredit macet debitur tersebut.

DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG MENGAKIBATKAN LUKA RINGAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI KUPANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Otnial B. Messakh, 2020. Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penganiayaan Yang Mengakibatkan Luka Ringan Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kupang. Rumusan masalah dalam penelitian ini yakni apa dasar pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan pidana yang berbeda terhadap pelaku Tindak Pidana Penganiayaan di Pengadilan Negeri Kupang, dengan tujuan penelitian yakni adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan pidana yang berbeda-beda terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan di Pengadilan Negeri Kupang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif, sedangkan variabel penelitian adalah variabel bebas, yakni; disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka ringan di wilayah hukum Pengadilan Negeri Kupang, dan variabel terikat yakni; apa dasar pertimbangan hakim dalam penjatuhan pidana terhadap pelaku tindak pidana yang berbeda. Hasil penelitian telah membuktikan bahwa dasar pertimbangan hakim sehingga terjadi disparitas penjatuhan hukuman terhada pelaku tindak pidana penganiayaan berdasarkan putusan Nomor : Putusan Nomor 282/Pid.B/2017/PN.KPG; Putusan Nomor: 319/Pid.B/2017/PN.KPG; Putusan Nomor: 90/Pid.B/2018/PN.KPG; Putusan Nomor: 52/Pid.B/2018/PN.KPG Kpg dan Putusan Nomor: 124/Pid.B/2018/PN.KPG adalah sebagai berikut: 1. Tuntutan pidana berbeda; 2. Majelis hakim yang memeriksa dan memutuskan berbeda; 3. Kualitas perbuatan terdakwa; 4. Faktor-faktor yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Kata Kunci : Disparitas, Putusan Hakim, Tindak Pidana Penganiayaan

KAJIAN YURIDIS TERHADAP PERLAWANAN PIHAK KETIGA (DERDEN VERZET) ATAS SITA EKSEKUSI DALAM SENGKETA HUBUNGAN INDUSTRIAL

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi ini : "Kajian Yuridis Terhadap Perlawanan Pihak Ketiga (Derden Verzet) Atas Sita Eksekusi Dalam Sengketa Hubungan Industrial". Permasalahan dalam penelitian ini yaitu “Bagaimana dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap perlawanan pihak ketiga atas sita eksekusi dalam perselisihan hubungan industrial”. Penelitian ini bertujuan “Untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap perlawanan pihak ketiga atas sita eksekusi dalam perselisihan hubungan industrial. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Normatif, yaitu dengan mengkaji kasus perlawanan pihak ketiga atas sita eksekusi dalam sengketa hubungan industial, dan dapat dilihat pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 940 K/Pdt.Sus-PHI/2017, Putusan Mahkamah Agung Nomor 684 K/Pdt.Sus/2010 dan Putusan Pengadilan Negeri Kupang Nomor 7/Pdt.Plw/2017/PN.Kpg. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan kesimpulan bahwa dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap perlawanan pihak ketiga atas sita eksekusi dalam perselisihan hubungan industrial, yakni Majelis Hakim mengabulkan dalil gugatan Pelawan dikarenakan Pelawan telah bisa membuktikan dalil gugatannya tersebut baik melalui surat-surat maupun saksi-saksi sesuai dengan pasal 164 HIR/284 RBG. Dasar dari pengajuan perlawanan pihak ketiga (derden verzet) sendiri adalah hak kepemilikan dan Pelawan bisa menunjukkan dan membuktikannya dalam persidangan serta telah dengan benar mengajukan perlawanan terhadap Pengadilan yang memutuskan perkara tersebut sebagaimana yang tercantum di dalam pasal 195 ayat (6) dan (7) HIR/206 RBG. Judex facti telah salah dalam menerapkan hukum yakni karena belum memeriksa perkara pokok yang ada, maka dari itu hakim Mahkamah Agung membatalkan Putusan dari Pengadilan Negeri. Hakim dalam menjatuhkan putusan atas apa yang menjadi keyakinan dari hakim sendiri dengan mempertimbangkan setiap fakta-fakta dalam persidangan yang dapat membuktikan secara sah dan meyakinkan, karena itu setiap pertimbangan Hakim juga harus diyakinkan dengan suatu dasar hukum yang kuat dan meyakinkan agar Hakim tidak menjatuhkan putusan dengan sewenang-wenang pada suatu perkara perdata. Oleh karena itu, diharapkan setiap Putusan Hakim dapat mewujudkan tujuan adanya hukum dalam masyarakat yakni mengandung unsur-unsur Gerechtigkeit (Keadilan), Zweckmassigkeit (Kemanfaatan), dan Rechtssicherheit (Kepastian Hukum).

Analisis Biologi Reproduksi Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) Yang Didaratkan Di Pasar Ikan Oesapa Kota Kupang

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Analisis Biologi Reproduksi Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) Yang Didaratkan Di Pasar Ikan Oesapa Kota Kupang )*Mehiwarleky, I, F )**Sabuna, A, Ch )**Kase, A, G, O ABSTRAK Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) adalah satu di-antara beberapa ikan pelagis yang hidup di perairan pantai dan suka bergerombol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Aspek biologi berkaitan erat dengan hubungan panjang berat, tingkat kematangan gonad (TKG) indeks kematangan gonad (IKG), rasio kelamin, faktor kondisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif, dengan pengambilan sampel ikan di TPI Oesapa Kota Kupang. Pengamatan aspek biologi ini telah dilakukan selama 2 bulan yaitu bulan Juni-Juli di Laboratorium Eksakta Pendidikan Biologi UKAW. Hasil penelitian menunjukan bahwa Analisis hubungan panjang berat ikan Tembang (Sardinella fimbriata), dan pola pertumbuhan ikan jantan dan betina di bulan Juni bersifat isometric dan allometrik positif. Tingkat kematangan gonad yang diperoleh pada bulan Juni dan Juli terdiri dati TKG I dan II. Rasio kelamin ikan Tembang (Sardinella fimbriata) jantan dan betina adalah 1:1,5 atau jantan 38% dan betian 68%. Nilai faktor kondisi ikan Tembang (Sardinella fimbriata) tertitnggi pada bulan Juli yaitu 3,43 dan berada pada kisaran 2-4, maka bentuk ikan agak pipih.

AN ANALYSIS ON SENTENCE PATTERNS IN SEBA DIALECT OF SABU LANGUAGE

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT This research is about “ An Analysis on Sentence Patterns in Seba Dialect of Sabu Language”. The research problems of the study were: What are the sentence pattern found in Seba dialect of Sabu language? The method used in this research is qualitative method. The data was taken by record the conversation of three speakers which is used Seba Dialect of Sabu language on 5th October 2020. After analyzing the data the writer found eight types of sentences patterns that used Seba dialect of sabu Language . There are sixty-sixt utterances consist of four utterances of Subject + Verb (S+V), thirteen utterances of Subject + Verb + Adverbial (S+V+Ad), fifteen utterances of Subject + Verb + Direct Object (S+V+DO), twenty utterances of Subject + Verb + Indirect Object + Direct Object (S+V+IO+DO), six utterances of Subject + Verb + Direct Object + TO/For Phrase (S+V+DO+TO/For Phrase), four utterances of Subject + Verb + Verb (S+V+V), one utterance of Subject + Verb + Verb + Verb (S+V+V), three utterances of Subject + Non Verbal ( S+N Verbal) that consist of one utterance of Subject + Adjective (S+A), one utterances of Subject + Noun Phrase (S+N Phrase), one utterance of Subject + Prepositional Phrase/Adverb (S+P Phrase/Adverb)

Studi Karakteristik Fisik Dan Kimia Se’i Cakalang Sebagai Bahan Baku Uji Penerimaan Organoleptik Pampis Se’i Cakalang Yang Diproses Dengan Metode Pengasapan Tradisional Menggunakan Waktu Yang Berbeda

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu produk keunggulan Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah se’i yang merupakan suatu produk olahan daging asap yang diolah secara tradisional. Pampis merupakan salah satu produk turunan yang memanfaatkan se’i sebagai bahan baku utamanya. Namun terdapat permasalahan dalam pembuatan pampis yaitu bahan baku ikan asap yang digunakan memiliki karakteristik kimia yang tidak menghasilkan organoleptik pampis yang dapat diterima dengan baik. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melakukan modifikasi waktu pengasapan se’i cakalang yang berbeda sehingga mempengaruhi terhadap tingkat penerimaan konsumen. Penelitian ini dilakukan pengujian dan pengamatan terhadap, susut berat, nilai pH dan organoleptik (kenampakan, aroma, tekstur dan rasa) pada produk pampis se’i cakalang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2020 di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang-Nusa Tenggara Timur untuk pembuatan produk, pengukuran susut berat, pH, dan organoleptik. Hasil susut berat se’i cakalang yang diproses dengan metode pengasapan tradisional menggunakan waktu yang berbeda meningkat seiring dengan lama pengasapan 1 jam, 2 jam dan 3 jam dengan nilai rata-rata yaitu: 20,3-41,0% dan nilai pH se’i cakalang meningkat seiring dengan lama pengasapan 1 jam, 2 jam dan 3 jam dengan nilai rata-rata yaitu: 6,7-6,8 sedangkan organoleptik baik kenampakan, aroma, rasa dan tekstur memiliki nilai berkisar antara: 6,4-7,8. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa hasil susut berat se’i cakalang dan pH se’i cakalang yang diproses dengan waktu yang berbeda dengan lama pengasapan 1, 2, dan 3 jam, memiliki nilai rata-rata untuk susut berat yaitu: 20-41% dan Nilai rata-rata pH yaitu: 6,7-7,8 sedangkan tingkat penerimaan panelis pada setiap pengujian organoleptik baik kenampakan, aroma, rasa dan tekstur diterima oleh panelis dengan taraf agak suka menuju taraf sangat suka.

ANALISIS LAJU PENYERANGAN PENYAKIT ICE-ICE PADA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty YANG BERADA DI DESA HUNDIHUK KECEMATAN ROTE BARAT LAUT KABUPATEN ROTE NDAO

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Marine algae macro is a biological resource that has been utilized by Indonesian people as a livelihood, and several areas make it their main livelihood. Many developed countries use macro marine algae as raw material for their production, one of which is the raw material for cosmetics. Ice-ice is a disease that attacks seaweed a lot. This disease is characterized by the appearance of red spots / patches on part of the thallus which gradually turn pale yellow and eventually turn white. The thallus becomes brittle and breaks easily. This study aims to determine the rate of attack of ice-ice in seaweed cultivation using the off-bottom method in Hundihuk Village, Rote Northwest District. Observations of seaweed recession to the invention of ice-ice were carried out every week for 49 days and also measured water parameters including temperature, salinity, pH, DO, brightness, and current velocity. The results of the research obtained show that ice-ice disease in the waters of Hundihuk Village still occurs by attacks of ice-ice disease. This can be seen from the incidence rate of incidence rate and intensity rate with the highest incidence rate of 34.0%, intensity value 2.3%, incidence rate 3.64% and intensity rate of 9.21%. Symptoms of ice-ice that arise include: rough surface of the thallus, white spots appear on the surface of the thallus, the thalus becomes slimy and white, which eventually crumbles. Changes in environmental parameters temperature, salinity, DO, brightness and current velocity also affect the rate of spread of ice-ice disease.

A DESCRIPTIVE STUDY OF TALKING STICK METHOD APPLIED BY ENGLISH TEACHER IN TEACHING ENGLISH

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT This study entitled "A Descriptive Study On Stick Methods Applied by English Teachers in Teaching English". The problem of this research is, what are the procedures, strengths and weaknesses of the speech method applied by the teacher. The purpose of this study is to find the procedures, the strengths and the weaknesses of the Talk Stick method that is applied by the teacher in class. This research method is descriptive qualitative and the data sources are obtained. from documents in the form of 2 videos from YouTube about the speech stick learning model published by Vina Severina on November 30, 2019 and a video published by Fitriany Gustariny in 2018.The results of the data analysis show that the application of the talking stick method by the teacher is in accordance with the theory, namely about the procedures,the strength and the weaknesses of the talking stick method. This method is recommended for teachers to be able to apply it in classroom learning because the procedure is very easy to apply by considering its advantages and disadvantages. Keywords:Method,talking stick,teaching english