ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Pengaruh pendapatan Asli Daerah Dana Aloksi umum Dana Alokasi khusus dan Dana Otonomi Terhadap Belanja Modal Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2018-2020”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dana Alokasi umum Dana Alokasi Khusus Dan Dana Otonomi Terhadap Belanja Daerah provinsi Nusa Tenggara timur.. Penelitian ini dilakukan pada pemerintahan .Metode pengumpulan data dalam penelitian ini berupa .Metode pengambilan Data dalam penelitian ini yang diambil dari Bursa efek dari Tahun 2018-2020. . Teknik Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Regresi Linear Berganda dan hasil Analisis .dalam penelitian ini PAD,DAU,DAK,secara simultan dan signifikan berpengaruh Terhadap Belanja Modal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI NOVITA IRMA SURIYANTI FOES.17191884 Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dengan Belanja Modal Sebagai Pemoderasi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao Tahun 2011-2020.Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Pembimbing I Dr. Nitaniel Hendrik, M.Si Dan Pembimbing II Mesry W. N. Manafe, SE.MSc. Menurut Halim(2004) pendapatan asli daerah adalah semua penerimaan daerah yang berasal dari sumber ekonomi asli daerah. Menurut Halim dan Nasir (2006) pendapatan asli daerah adalah pendapatan yang diperoleh daerah dan dipungut berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurut PSAP No. 2 Tentang Laporan Realisasi Anggaran, pengertian belanja modal adalah pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembentukan modal yang sifatnya menambah asset tetap/inventaris yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi, termasuk didalamnya adalah pengeluaran untuk biaya pemeliharaan yang sifatnya mempertahankan atau menambah masa manfaat, serta meningkatkan kapasitas dan kualitas aset. Pertumbuhan Ekonomi merupakan salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pembangunan ekonomi dalam suatu Negara adalah pertumbuhan ekonomi.Pembangunan ekonomi meliputi perubahan dalam tingkat pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketimpangan pendapatan dan pemberantasan kemiskinan.Teknik pengumpulan menggunakan teknik dokumentasi dengan data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder.Data sekunder adalah jenis data yang diperoleh melalui perantara secara tidak langsung berupa buku, jurnal, maupun arsip-arsip yang telah dipublikasikan. Penelitian ini menggunakan Laporan Realisasi APBD dan data PDRB Tahun 2011-2020 sebagai sampel. Metode analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah Moderated Regression Analysis (MRA). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah: (1) Hasil pengujian statistik dalam penelitian ini hipotesis (H1) menunjukan bahwa pendapatan asli daerah berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Dapat dilihat pada tabel 4.11 Variabel PAD memiliki thitung sebesar 1.458 dengan nilai signifikan sebesar 0,1880,05. (2) Hasil peneitian statistik dalam penelitian ini menunjukan belanja modal berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Dapat dilihat pada tabel 4.11 Belanja modal memiliki thitung sebesar 1.045 dengan nilai signifikan sebesar 0,3310,05. (3) Hasil pengujian statistik dalam penelitian ini menunjukan bahwa belanja modal berpengaruh dan tidak memoderasi pendapatan asli daerah terhadap pertumbuhan ekonomi. Dapat dilihat pada tabel 4.13 di atas Belanja tidak Modal memoderasi pendapatan asli daerah terhadap pertumbuhan ekonomi mendapatkan hasil dimana nilai thitung sebesar -1.289 dengan niali signifikan sebesar 0,2450,005.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Sejalan dengan diselennggarakannya otonomi daerah, daerah harus dapat mengembangkan daerahnya sendiri agar apa yang menjadi tujuan diselenggarakannya otonomi daerah dapat terlaksana. Dengan demikian belanja modal merupakan faktor penting dalam menyelenggarakan pembangunan daerah. Dampak yang timbul dari rendahnya realisasi belanja modal adalah infrastruktur yang ada tidak memadai dan tidak ada penambahan yang signifikan dari sisi jumlah proyek infrastruktur baru yang menyebabkan para investor swasta nasional maupun investor asing enggan berinvestasi di daerah sehingga perekonomian daerah tersebut tidak berkembang yang akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi dan akan selalu bergantung dari APBN dan APBD sebagai penggerak utama perekonomian.
Menurut Peraturab Pemerintah Republik Indonesia No. 71 Tahun 2010, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) adalah selisih lebih antara Realisasi Pendapatan-LRA dan belanja, serta penerimaan dan pengeluaran pembiayaan dalam APBN/APBD selama satu periode pelaporan.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi Belanja Modal. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, salah satu sumber pendapatan daerah adalah Pendapatan Asli Daerah terdiri dari hasil pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah. Setiap daerah memiliki kemampuan keuangan yang tidak sama dalam mendanai kegiatan-kegiatannya, hal ini menimbulkan ketimpangan fiskal antara satu daerah dengan daerah lainnya. Oleh karena itu, untuk mengatasi ketimpangan fiskal pemerintah mengalokasikan dana yang bersumber dari APBD untuk mendanai kebutuhan daerah dalam pelaksanaan kegiatan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh Dana Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dan Pendapatan Asli Daerah terhadap Belanja Modal pada Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji atau mengetahui pengaruh Dana Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dan Pendapatan Asli Daerah terhadap Belanja Modal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2011-2020. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan data Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dana Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dan Pendapatan Asli Daerah tidak berpengaruh terhadap Belanja Modal pada Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: 1) Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal di Pemerintahan Kota Kupang. 2) Pengaruh pendapatan Asli Daerah terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal di Pemerintahan Kota Kupang. 3) Pengaruh Dana Alokasi Umum terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal di Pemerintahan Kota Kupang. 4) Pengaruh Dana Alokasi Khusus terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal di Pemerintahan Kota Kupang dan Pengaruh Pertembuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum dan, 5) Dana Alokasi Khusus secara bersama-sama terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal di Pemerintahan Kota Kupang. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah laporan realisasi angggaran daerah Pemerintah Kota Kupang Tahun 2015-2019. Teknik pengumpulan data adalah observasi non partisan. analisis data menggunakan uji asumsi klasik, yaitu uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hipotesis Pertumbuhan ekonomi, pendapatan asli daerah, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus berpengaruh positif dan signifikan pada pengalokasian anggaran belanja modal di kota kupang; Pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan pada pengalokasian anggaran belanja modal; Pendapatan asli daerah berpengaruh positif dan signifikan pada pengalokasian anggaran belanja modal, hasilnya menunjukan bahwa PAD sangat berpengaruh pada alokasi belanja modal; Variabel dana alokasi umum berpengaruh potisif dan signifikan terhadap pengalokasian anggaran belanja modal; Dana alokasi khusus berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengalokasian anggaran belanja modal.