Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: pernikahan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN SAKSI SESUDAH PERNIKAHAN KUDUS DI JEMAAT GMIT SONHALAN AJAOBAKI KLASIS MOLLO UTARA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pernikahan merupakan kenyataan yang melibatkan masyarakat luas, baik sanak saudara maupun tetangga dan kenalan. Masyarakat ikut campur dalam urusan pernikahan, karena mereka berkepentingan dalam keutuhan kehidupan keluarga, sebab keluarga adalah sel masyarakat. Tugas saksi adalah membimbing dan mengawasi pasangan nikah untuk tetap berkomitmen dengan janji yang telah mereka ikrarkan dihadapan Tuhan dan JemaatNya, sehingga untuk menjadi saksi harus sesuai dengan ketentuan GMIT. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Peran Saksi Nikah sesudah Pernikahan Kudus Di Jemaat GMIT Sonhalan Ajaobaki? Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Peran Saksi Nikah Sesudah Pernikahan Kudus di Jemaat GMIT Sonhalan Ajaobaki dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan dipaparkan hasilnya secara deskriptif, informannya adalah orang tua saksi Saksi nikah berjumlah 10 orang dari tahun 2002 sampai sekarang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa, peran saksi nikah di Jemaat Sonhalan Ajaobaki belum berjalan secara optimal, oleh karena kurangnya pemahaman dari saksi nikah tentang tugas dan tanggung jawab serta perannya sebagai orang tua saksi. Kendala lain yang dialami yakni kurangnya komunikasi antara pasangan nikah dengan saksi nikah dikarenakan kesibukan masing-masing sehingga pelaksanaan peran tugas dan tanggung jawab tidak berjalan secara baik. Di lain pihak Gereja kurang berperan dalam memberikan bimbingan dan informasi berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan, sehingga yang terjadi pemilihan saksi pernikahan hanya berdasarkan kenalan, orang yang memiliki posisi atau jabatan yang tinggi di dalam masyarakat tanpa memperhatikan spiritual dan teladan yang baik serta tidak sesuai dengan saksi yang diharapkan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI PEMUDA TERHADAP PERNIKAHAN KRISTEN DI JEMAAT GMIT SYALOM AEN’UT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumusan masalah dalam penilisan ini adalah bagaimana persepsi pemuda terhadap pernikahan Kristen di Jemaat GMIT Syalom Aen’ut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persepsi pemuda terhadap pernikahan Kristen. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskiptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yakni angket. Penelitian ini dilaksanakan di Jemaat GMIT Syalom Aen’ut, Klasis Mollo Barat dengan sampelnya yaitu pemuda/di yang mengalami kegagalam dalam masa muda terkhususnya pernikahan dalam usia yang masih muda. Jadi data yang diambil berjumlah 5 orang pemuda yang menikah diusia yang masih muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pemuda mengerti dengan baik tentang pernikahan, masa pacaran dan juga apa yang dikehendaki Tuhan. Namun dalam kenyataannya tingkah laku mereka tidak sesuai dengan pemahaman yang mereka miliki. Akhirnya mereka menjadi pemuda yang bertumbuh dengan pemahaman yang sempit sehingga berpengaruh terhadap kehidupan masa muda dimana masa muda adalah saatnya mencari jati diri. Mereka rentan mengalami kegagala dalam masa muda terkhususnya dalam masa pacaran dan kemudian menuju ke pernikahan. Untuk mengatasi hal ini, maka sebagai pemuda pentingnya memahami semua hal dari berbagai sisi, belajar dari semua orang sudah lebih dulu mendahului, kemudian pendampingan orang tua sangat penting bagi pemuda dimanapun mereka berada. Hal ini sangat membantu sehingga dapat mengurangi jumlah pemuda/di yang harus kehilangan masa muda mereka hanya karena salah dalam pergaulan terkhususnya masa pacaran. Pernikahan yang di kehendaki oleh Allah yaitu pernikahan yang bersifat monogami, pernikahan juga adalah hal yang bersifat kudus sehingga setiap siapapun yang menjalaninya tidak boleh dipermainkan. Landasan yang kuat juga diperlukan dalam sebuah pernikahan sehingga pernikahan tersebut dapat bertahan lama sama seperti kehendak Allah yaitu sampai maut yang memisahkan. Dari berbagai penjelasan diatas, diharapkan kepada pemuda/di yang masih dalam proses pencarian jati diri agar lebih memfokuskan diri kepada hal-hal yang lebih bermanfaat. Misalnya pendidikan, didikan orang tua dan juga cita-cita yang harus dicapai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RITUAL A'GAM BAHAR: Suatu Tinjauan Teologis tentang Ritual A'gam Bahar bagi Kehidupan Jemaat GMIT Eden Alwor, Klasis Alor Barat Daya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang ritual A’gam Bahar yang dipraktikkan oleh Jemaat GMIT Eden Alwor, Klasis Alor Barat Daya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh jemaat yang melakukan ritual ini untuk meminta kehidupan yang baik dari arah leluhur, setelah melaksanakan pernikahan kudus. Ritual ini didasarkan pada keyakinan bahwa arwah leluhur masih ada di sekitar mereka, dapat menjaga dan memberikan kehidupan yang baik serta menjauhkan mereka dari berbagai bencana. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemahaman jemaat tentang ritual A’gam Bahar dan pelaksanaan ritual A’gam Bahar, meninjau secara teologis ritual A’gam Bahar dan merumuskan refleksi teologis dari ritual tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi-analisis-reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara untuk memberikan gambaran yang jelas tentang ritual A’gam Bahar. Informan penelitian berjumlah lima belas orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa ritual A’gam Bahar dilakukan dengan keyakinan arwah leluhur dipercaya memiliki kuasa untuk memberikan kehidupan yang baik, dan dapat menjauhkan berbagai bencana dalam kehidupan pernikahan. Ritual A’gam Bahar memperlihatkan adanya dualisme iman antara Allah dan arwah leluhur. Pemahaman ini bertentangan dengan iman Kristen yang menegaskan Allah satu-satunya sumber kehidupan yang baik. Bertolak dari pandangan Emanuel Gerrit Singgih tentang sikap konfirmasi dan konfrontasi, maka penulis menggunakan pandangan ini untuk melihat ritual A’gam Bahar. Penelitian ini menegaskan bahwa ritual A’gam Bahar tidak dapat dikonfirmasi, melainkan harus dikonfrontasi dalam terang iman Kristen. Segala sumber kehidupan yang baik hanya bersumber dari Allah, dan Alkitab dengan tegas melarang agar tidak boleh meminta lagi kepada arwah leluhur.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERNIKAHAN BEDA NEGARA “Tinjauan Pastoral Bagi Pasangan Nikah Beda Negara di Jemaat GMIT Pniel Oenggaut”

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pernikahan beda negara sebagai fenomena sosial semakin marak terjadi dalam masyarakat, termasuk di Jemaat GMIT Pniel Oenggaut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konteks jemaat, memahami realitas pernikahan antar negara dari perspektif pelayanan pastoral, serta melakukan refleksi teologis terhadap pernikahan beda negara. Pendekatan penelitian menggunakan studi kualitatif deskriptif dengan mengkaji literatur, peraturan undang-undang, serta dokumen pastoral dan teologi GMIT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan beda negara menghadirkan tantangan komunikasi antarbudaya, perbedaan adat, kultur, dan norma yang memerlukan kesabaran serta sikap saling memahami agar konflik dapat diminimalisir. Dalam pelayanan pastoral, penyesuaian dan pendekatan khusus diperlukan untuk membimbing pasangan beda kewarganegaraan agar memahami prinsip kekudusan pernikahan Kristen sesuai nilai-nilai GMIT. Refleksi teologis menegaskan bahwa pernikahan merupakan lembaga ilahi yang menyatukan laki-laki dan perempuan secara sah dan kudus, berlandaskan kasih yang memberi dan komitmen total, serta merupakan dasar kehidupan gereja. Pelayanan pastoral pranikah serta pendampingan berkelanjutan menjadi kunci dalam membangun keluarga Kristen yang harmonis dan kokoh dalam konteks pernikahan beda negara. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan pelayanan pastoral dan pemahaman teologis terkait fenomena sosial pernikahan campuran antarnegara di lingkungan jemaat GMIT.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERNIKAHAN KUDUS “Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Penerapan Peraturan Pernikahan Kudus Dalam Tata GKS Berasal Marapu, Di GKS Jemaat Waikadada dan Implikasinya Bagi Tata GKS”

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam peraturan Tata Gereja GKS di BAB VI pasal 16 tentang Sakramen Baptisan Kudus ayat 3, poin 3 yang berbunyi: “Baptisan dewasa asal Marapu bagi yang telah berumah tangga dengan sendirinya tidak dilakukan lagi pemberkatan nikah.” Tetapi dalam praktik atau realita yang terjadi GKS jemaat Waikadada melayani pemberkataan nikah bagi orang marapu yang telah berumah tangga. Metode yang penulis gunakan adalah metode penelitian lapangan dengan menggunakan teknik wawancara pihak gereja, dengan mengunakan landasan teori Jhon Calvin tentang pernikahan. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis penerapan peraturan pernikahan di GKS Jemaat Waikadada, serta beberapa faktor yang mempengaruhi. Dalam hasil penelitian, ditemukan bahwa pernikahan menurut pandangan Kristiani dan Marapu itu berbeda, bagi Marapu pernikahan berorientasi pada Dewa yang mereka percayai dan bagi orang Kristen pernikahan berorientasi pada Allah dan Kristus sebagai Kepala Gereja. Hal ini menjadi alat ikut gereja terkhususnya GKS harus melaksanakan pemberkatan nikah bagi suam-istri berasal Marapu yang telah dibaptis menjadi anggota gereja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PANDANGAN JEMAAT TERHADAP PERNIKAHAN GEREJA DI JEMAAT GMIT EFATA RAMENAHAGA KLASIS SABU BARAT- RAIJUA TAHUN 2022/2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PANDANGAN JEMAAT TERHADAP PERNIKAHAN GEREJA DI JEMAAT GMIT EFATA RAMENAHAGA KLASIS SABU BARAT-RAIJUATAHUN 2022/2023 Dule T(*) Nuban Timo I.E.(**) Pellu H.L.(***) Pernikahan adalah persekutuan eksklusif seumur hidup antara seorang pria dan seorang wanita. Pernikahan merupakan syarat utama bagi sepasang laki-laki dan perempuan untuk memasuki hidup sebagai suami dan istri. Hal tersebut bersifat umum dan diberlakukan dimana-mana. Dalam realisasinya, setiap agama dan budaya memiliki sudut pandang dan pemaknaan yang khusus dan berbeda-beda. Dalam kekhususan tersebut, pernikahan kristenpun tampak memiliki perbedaan yang mencolok jika diadakan studi perbandingan dengan agama dan budaya lain. Pernikahan Kristen mulanya diprakarasi oleh Allah sendiri, yaitu ketika manusia pertama (Adam dan Hawa) diciptakan. Dengan dasar itulah pernikahan kristen dipandang sebagai sesuatu yang bersifat sakral dan terbentuk secara internasional.Judul yang diangkat dalam penelitian ini yaitu Pandangan Jemaat Terhadap Pernikahan Gereja Di Jemaat GMIT Efata Ramenahaga Klasis Sabu Barat-Raijua Tahun 2022/2023. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana pandangan Jemaat terhadap pentingnya pernikahan gereja di jemaat Efata Ramenahaga Klasis Sabu Barat-Raijua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Pandangan Jemaat Terhadap Pentingnya Pernikahan Gereja Di Jemaat Efata Ramenahaga Sabu Barat-Raijua.Metode yang digunakan penulis adalah metode deskriptif yaitu memberikan gambaran yang menyeluruh tentang permasalahan yang terjadi dan mencoba menganalisisnya. Tempat penelitian ini dilakukan di Jemaat Efata Ramenahaga Klasis Sabu Barat-Raijua. Hasil Penelitian yang diperoleh adalah menurut pandangan jemaat mengenai pernikahan.Pernikahan gereja sangat penting karena pernikahan sendiri dipandang sebagai sesuatu yang bersifat sakral dan terbentuk secara institusional. Namun dalam prakteknya banyak jemaat yang mengabaikan pernikahan gereja karena banyaknya tuntutan yang harus dipenuhi saat hendak melakukan pernikahan di Gereja. Salah satunya ialah harus melakukan sidi sebelum melakukan pernikahan, akan tetapi para pasangan yang telah melakukan nikah adat belum sama sekali diteguhkan menjadi anggota sidi. Kata Kunci: Pandangan Jemaat, Pernikahan Gereja

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perselingkuhan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Perselingkuhan menurut Kamus Besar bahasa Indonesia, merupakan perilaku dan perbuatan suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri, tidak jujur, dan curang. Perselingkuhan tidak hanya mengurangi kebahagiaan pernikahan, tapi secara sosial juga merupakan aib dalam masyarakat, serta menghilangkan kekudusan pernikahan. Pandangan keluarga Kristen terhadap perseligkuhan adalah perzinahan, suatu tindakan yang dilarang Tuhan dan perbuatan yang tidak mendatangkan berkat dalam keluarga. Perselingkuhan juga terjadi dalam berbagai konteks bermasyarakat, termasuk konteks bergereja. Misalnya, perselingkuhan yang terjadi di jemaat GMIT Ebenhaezer Apui, yang menimbulkan dampak negatif bagi keluarga. Dampak perselingkuhan yang dialami oleh jemaat dan warga Apui adalah penyakit Nakawang. Nakawang merupakan penyakit yang dialami oleh salah pasangan suami atau istri dari pasangan yang berselingkuh. Orang yang mengalami Nakawang akan menderita secara fisik, psikis, sosial, dan spiritual. Penyakit Nakawang juga menimbulkan kematian. Tujuan pelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab dan dampak dari Nakawang terhadap kehidupan rumah tangga Kristen, serta mengetahui bagaimana tindakan pasatoral terhadap Nakawang. Metode penulisan yang digunakan adalah metode kualitatif, yakni mengumpulkan data-data dengan menggunakan wawancara. Sampel yang digunakan oleh penulis adalah orang-orang yang terlibat secara langsung dalam penyelesaian masalah Nakawang, yakni majelis jemaat, tua-tua adat dan anggota jemaat. Hasil penelitian menunjukan bahwa Nakawang sudah ada sejak dahulu kala dan masih terjadi sampai sekarang dan secara turun-temurun. Penderita Nakawang akan sembuh kecuali suami atau istrinya yang berselingkuh mengakui dosa yang mereka lakukan di hadapan majelis jemaat, orang tua adat dan keluarganya, serta membayar denda. Pendampingan pastoral dari gereja sangat penting bagi rumah tangga di jemaat GMIT Ebenhaezer Apui. Setiap keluarga perlu punya pemahaman dasar tentang kehidupan keluarga yang dikehendaki oleh Allah. Keutuhan keluraga harus tetap terjaga sama seperti Allah yang mencintai persekutuan. Pengakuan dari pasangan yang melakukan tindakan perselingkuhan akan menolong serta memulihkan kehidupan rumah tangga mereka, sebab Allah adalah Allah yang yang mengampuni. Dan gereja juga berperan pentingdalam mewujudkan keutuhan keluarga, yakni gereja menjadi sarana pemulihan bagi keluaraga yang berselingkuh, sehingga dampak buruk perselingkuhan tidak terjadi bagi keluarga Kristen.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEREMPUAN DAN TUDUNG PERNIKAHAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tudung pernikahan atau Wedding Veil dalam prosesi pernikahan merupakan salah satu atribut yang digunakan oleh pengantin perempuan. Adapun sejarah di balik dari tudung pengantin yaitu banyak yang menduga hal ini ada hubungannya dengan ketakutan orang Yunani dan Romawi kuno terhadap roh jahat. Namun makna di balik tudung pernikahan berubah ketika pernikahan berevolusi menjadi upacara keagamaan. Tudung pernikahan dipandang sebagai simbol penghormatan bagi wanita untuk menutupi kepala mereka yang melambangkan kesucian atau wanita terhormat. Bertolak dari hal itu, penulis tertarik untuk meneliti pemahaman makna tudung pernikahan dan membuat refleksi teologis. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan memilih Jemaat GMIT Getsemani Tarus Timur menjadi sampel untuk mengkaji tentang makna tudung pernikahan. Dari hasil penelitian tersebut penulis menemukan beberapa pandangan jemaat mengenai makna tudung pernikahan, ada yang memahami sebagai simbol resminya mereka menjadi pasangan suami istri yang sah, namun tidak sedikit juga yang memahami tudung sebagai lambang keperawanan seorang perempuan yang berdampak pada diskriminasi terhadap perempuan. Ketika tubuh perempuan terlibat dalam aktifitas seksual, perempuan diharuskan untuk menanggung kesalahan dan mempunyai resiko dituduh bahwa mereka telah “ternoda”. Walaupun telah menjadi korban, perempuan juga tetap disalahkan. Kehilangan “kesucian” seringkali dihubungkan dengan hancurnya kehidupan seorang perempuan. Demi mendapatkan kesetaraan dan rasa hormat sebagai manusia, perempuan diharuskan mati-matian untuk mempertahankannya. Hak dasar yang seharusnya diterima oleh perempuan harus dipertahankan dengan beban yang luar biasa, sedangkan laki-laki tidak mempunyai beban seperti ini. Untuk itu, salah satu tugas gereja dalam kehadirannya di dunia dan masyarakat adalah memaknai relasi laki-laki dan perempuan. Laki-laki dan perempuan adalah gambar Allah (imago dei). Melihat dari Alkitab sebagai salah satu sumber iman agama Kristen, juga melukiskan prinsip kesetaraan yang tampak dalam kehidupan Yesus bersama komunitasNya dan dalam komunitas Kristen awal. Untuk itu GMIT harus menjadi tempat bagi perempuan dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan. Karena dalam tradisi teologi tudung pernikahan tidak hanya menunjukkan kesederhaan dan kemurnian pengantin wanita dan penghormatannya kepada Tuhan, tetapi juga mengingatkan kita kepada kerudung bait suci yang terbelah menjadi dua ketika Kristus mati di kayu salib.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail