ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
FEMIANA HOAR KLAU (17382265) Analisis Sosial Nelayan Gillnet di Pantai Motadikin Desa Fahiluka, Kabupaten Malaka: Dr. Alfred G.O, Kase., S.Pi, M.Si.,Ph.D dan Beatrix M. Rehata, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Pantai Motadikin terletak di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selain ikan pelagis kecil perairan Pantai Motadikin juga memiliki potensi sumberdaya pesisir lain seperti hutan mangrove. Panjang garis panjang ± 10 km, dan dihuni sekitar 220 kepala keluarga, yang merupakan nelayan gillnet.
Hasil pengamatan, alat tangkap gillnet mendominasi alat tangkap lain yang digunakan oleh nelayan di Pantai Motadikin. Analisis sosial ekonomi nelayan gillnet belum banyak diteliti, hal ini penting mengingat pengaruh keadaan sosial ekonomi terhadap masyarakat nelayan yaitu keterbatasan pendidikan dan keadaan rumah yang tergolong rendah sehingga berpengaruh besar terhadap pendidikan, lingkungan serta perilaku kehidupan nelayan. Dan salah satu cara untuk mengetehui kondisi sosial ekonomi nelayan gillnet di Pantai Motadikin adalah dengan mempelajari kondisi sosial ekonomi nelayan.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2021 di Pantai Motadikin, Desa Fahiluka. Metode yang digunakan yakni metode survey. Teknik pengambilan sampel dengan cara Random Sampling.
Dari hasil wawancara dan pembagian kuisioner dapat disimpulkan bahwa Hasil Penelitian pendapatan nelayan gillnet yang di Desa Fahiluka dalam satu bulan sebesar Rp. 11.116.667. Nilai ROI 5,0%, nilai BEP Produksi 1.682, BEP Harga 40.776 dan nilai R/C Ratio untuk melihat relative usaha dalam satu periode/tahun memperoleh sebesar angka 7,57 dikatakan usaha yang layak.
Kata Kunci: analisis Usaha Pendapatan nelayan Gillnet Desa Fahiluka
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perikanan merupakan salah satu bidang yang diharapkan menjadi penopang peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia. Perikanan dapat berperan dalam pemulihan dan pertumbuhan perekonomian bangsa Indonesia karena potensi sumberdaya ikan yang besar dalam jumlah keragamannya. Akibat yang ditimbulkan dari adanya pandemi Covid-19, terjadinya perubahan drastis pada semua sektor termasuk didalamnya perikanan tangkap dalam hal ini nelayan mini purse seine yang ditandai dengan penurunan jumlah trip penangkapan nelayan selama melaut. Pendapatan nelayan berupa nilai uang yang didapat dari hasil penjualan produksi ikan yang dipengaruhi oleh besarnya jumlah hasil tangkapan. Pandemi covid-19 juga berpengaruh terhadap interaksi jual beli antara nelayan dan juga masyarakat sekitar sehingga nelayan sangatmerasakan kerugian akibat harga ikan menurun bahkan tidak bisa menjual hasil tangkapannya. Pendapatan nelayan mini purse seine selama masa pandemi Covid -19 di Kelurahan Mbongawani Kabupaten Ende.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pendapatan nelayanmini purse seine di masa pandemi Covid-19 di Kelurahan Mbongawani Kabupaten Ende.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survey dengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pegamatan langsung).
Hasil penelitian ini biaya investasi sebelum dan sesudah pcovid-19 yaitu 234.250.000 dengan biaya penyusutan 3.458.927. Nilai return on investmen (ROI) sebelum covid-19 sebesar 98% dan selama Covid-19 yaitu 80 %.Nilai Break Even Point (BEP) di Kelurahan Mbongawani Kabupaten Ende sebelum Covid-19 sebanyak 20.695 Box dan Nilai Break Event Point (BEP) selama Covid-19 sebanyak 20.536Box sedangkan BEP harga sebelum pandemi covid-19 titik impas pada level harga minimum Rp.1.052.332pada penjualan total produksi 118 dengan jumlah rata-rata 5,9 Boks ikan dan BEP harga selama pandemi covid-19 akan mencapai titik impas pada level harga minimum Rppada. 1.052.332 penjualan total produksi sebelum covid-19 sebesar 118 dengan rata-rata 5,9 boks dan selama covid-19 sebesar 116 dengan jumlah rata-rata 5,3 Box ikan. Nilai Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) nelayan di Kelurahan Mbongawani Kabupaten Ende sebelum pandemi covid-19 R/C Ratio yaitu 1.33R/C Ratio selama pandemi covid-19 yaitu 1.24
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASRIDA NOFUS (15380087).ALFRED G.O KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D dan ROCKIE R.L SUPIT.,
S.Pi. M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya
Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha
Wacana Kupang.
Kecamatan Sulamu merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten
Kupang yang memiliki 6 Desa dan 1 Kelurahan yang memiliki potensi perikanan
yakni Kelurahan Sulamu, Desa Pitai, Desa Pantai Beringin, Desa Oeteta, Desa
Pariti dan Desa Bipolo, lima desa tersebut memiliki beberapa potensi perikanan
yakni budidaya rumput laut, tambak garam, tambak ikan bandeng, ekosistem
mangrove, dan melakukan penangkapan ikan kepiting dan kerang. Sedangkan ada
dua desa yang memiliki potensi perikanan yang menggunakan alat tangkap jaring
insang (gill net).
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April 2022 di Kecamatan
Sulamu Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode observasi yang dilakukan dengan teknik wawancara langsung dan
dilengkapi kuisioner sebagai alat bantu berupa daftar pertanyaan yang diajukan
kepada responden dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode
sampel acak sederhana (Simple Random Sampling). Dalam penelitian ini jumlah
sampel yang digunakan adalah 35 responden dari total populasi sebanyak 35
orang yang berasal dari dua lokasi yakni Kelurahan Sulamu berjumlah 25 orang
dan Desa Pantai Beringin berjumlah 10 orang.Analisis data yang digunakan
penelitian ini adalah penerimaan, biaya tetap,pendapatan dan biaya penyusutan.
Rata-rata hasil tangkapan di Kelurahan Sulamu sebesar 780kg/bulan
sedangkan di Desa Pantai Beringin sebesar 650kg/bulan. Jadi total hasil
tangkapan nelayan tangkap jaring insang (gill net) di Kecamatan Sulamu sebesar
1.430 kg/bulan.Rata-rata total biaya yang dikeluarkan pada usaha nelayan tangkap
jaring insang (gill net) diKelurahan Sulamu sebesar Rp1.563.054,00/bulan dan di
Desa Pantai Beringin sebesar 1.655.332,00/bulan. Jadi total hasil tangkapan
nelayan tangkap jaring insang (gill net) di Kecamatan Sulamu sebesar
3.218.386,00/bulan.Rata-rata pendapatan bersih nelayan tangkapjaring insang (gill
net) di Kelurahan Sulamu sebesar Rp7.800.000/bulan sedangkan di Desa Pantai
Beringin sebesar Rp 5.200.000/bulan. Jadi total bersih pendapatan nelayan
tangkap jaring insang (gill net) di Kecamatan Sulamu sebesar
Rp13.000.000/bulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Maria Katarina Aek Nahak (15380006). Adaptasi nelayan terhadap musim studi kasus Nelayan Desa Kletek dan Desa Suai, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Alfred G.O Kase, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan Rockie R. L. Supit, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Nelayan adalah orang yang mata pencahariannya melakukan penangkapan ikan. Pengertian pencaharian adalah sumber nafkah utama dalam memenuhi kebutuhan hidup dengan menangkapa ikan.Nelayan dapat diogolongkan sebagai penduduk miskin, dan pada umumnya mereka tinggal di daerah pesisir pantai. Usaha mereka dipengaruhi oleh musim penangkapan ikan, kondisi alam, tingkat pendidikan yang masih rendah dan kendala ekonomi seperti terbatasnya modal sehingga usah tidak berkembang, alat penangkapan ikan yang masih tradisional, tranportasi kurang lancar, kelembangan ekonomi yang tidak mendukung, dan posisi nelayan dalam penentuan harga hasil tangkapan sangat lemah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis adaptasi nelayan di desa kletek dan desa suai terhadap musim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode kuantitatif yang digunakan adalah metode survai dengan instrument kuisioner untuk memperoleh pemahaman mengenai adaptasi nelayan dan mengetahui lebih jauh kehidupan social ekonomi nelayan yang mempengaruhi aktivitas nelayan oleh musim, Teknik pengambilan data dengan menggunakan kuisioner dan wawancara, sedangkan teknik pengambilan sampel berupa Purpose sampling. Hasil penelitian ini adalah adaptasi nelayan terhadap musim, nelayan (responden) merasa terbebani karena didesa oleh factor ekonomi. Musim berpengaruh pula kondisi ekonomi sehingga nelayan dapat bertahan hidup dengan berbagai kegiatan alternative produktif agar membiayai hidup selama tidak melaut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MARIA ELYSABETH PANDIE (15380123). Kontribusi Ekonomi Istri Nelayan Terhadap Pendapatan Keluarga Nelayan Kelurahan Nunhila (Pantai Batu Kepala) dan Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang. ROCKIE R.L SUPIT., S.Pi. M.Si dan ALFRED G.O KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Perempuan memiliki kontribusi yang berarti terhadap kondisi ekonomi rumah tangga nelayan. Peran wanita nelayan dari berbagi lapisan sosial yang berbeda dalam usaha perikanan maupun non-perikanan diharapkan dapat berimplikasi terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi ekonomi istri nelayan terhadap pendapatan keluarga nelayan di Kelurahan Nunhila (Pantai Batu Kepala) dan Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Penelitian ini telah dilaksanan pada bulan Januari 2021 di Kelurahan Nunhila (Pantai Batu Kepala) dan Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi yang dilakukan dengan teknik wawancara langsung dan dilengkapi kuisioner sebagai alat bantu berupa daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi istri nelayan di Kelurahan Nunhila dan Kelurahan Namosain bekerja sebagai penjual ikan, kios, penjual sayur, penjual lauk, dan tenun kain. Kontribusi istri nelayan terhadap pendapatan keluarga nelayan di Kelurahan Nunhila yaitu 26.02% dan Kelurahan Namosain adalah sebesar 22.35%
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Marius Mario Diaz (NIM 15380090). Profil Usaha Perikanan Tangkap Bagan Apung di Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur. Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Rockie R. L. Supit, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikaran dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Kabupaten Flores Timur merupakan salah satu sentra pendaratan ikan pada wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jenis ikan pelagis yang didaratkan misalnya, tuna sirip kuning, baby tuna, cakalang dan tongkol. Sektor Perikanan merupakan potensi yang paling diunggulkan di Kabupaten Flores Timur. Sektor ini diharapkan akan menjadi salah satu penggerak dan penopang perekonomian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Profil Usaha Perikanan Tangkap Bagan Apung di Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan september 2020 bertempat di Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan metode ini peneliti ikut secara langsung ke lapangan untuk mengetahui secara langsung kejadian dilapangan. Pada penelitian ini peneliti meneliti sembilan (9) orang sebagai responden dalam usaha perikanan bagan apung.
Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa hasil tangkapan ikan nelayan bagan apung yakni ikan tembang (Sardinella sp) tiap satu kali trip memperoleh hasil tangkapan 5-7 ember dengan harga satuan per ember Rp. 500.00, ikan teri (Engraulidae) tiap satu kali trip 7-10 ember dengan harga satuan per ember Rp. 500.00, ikan layang (Decapterus sp) tiap satu kali trip 4-5 ember dengan harga satuan per ember Rp. 500.00, dan ikan tongkol (Euthynnus affinis) tiap satu kali trip 3-5 ember dengan harga satuan perkilo gram Rp. 18.000. Pendapatan responden perbulan terbanyak pada ikan teri (Engraulidae) dengan jumlah pendapatan Rp. 15.000.000, terbanyak kedua pada ikan layang (Decapterus sp) Rp. 12.000.000, terbanyak ke tiga pada ikan tembang (Sardinella sp) Rp. 10.000.000 dan terendah pada ikan tongkol (Euthynnus affinis) Rp. 9.000.000. Profil usaha nelayan bagan apung di Kecamatan Larantuk Kabupaten Flores Timur berdasarkan hasil penelitian pemasaran ikan yang dilakukan oleh nelayan sebagai berikut: 1.)Bagan apung → Nelayan Pole and Line 2.) Bagan apung → Papalele → Pengecer → Konsumen 3.) Bagan apung → PPI Amagarapati → Papalele → Antar Kabupaten → Konsumen 4.) Bagan apung → Konsumen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
YOSUA DIKSON TAEMNANU (16382423) Analisis Tingkat Pendapatan Nelayan dengan Menggunakan Alat Tangkap Jaring Insang (Gill Net) di Perairan Oesapa Barat Kota Kupang. (di bawah bimbingan: ALFRED G. O. KASE, S.Pi., M.Si.,Ph.D dan Wilson L. Tisera, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai pembimbing I dan II). Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana.
Pendapatan nelayan adalah hasil yang diterima oleh seluruh nelayan, setelah melakukan kegiatan penangkapan ikan pada waktu tertentu. Namun hasil tangkapan ikan yang diperoleh belum bisa di katakan sebagai pendapatan, jika belum terjadi transaksi jual beli. Transaksi yang dimaksud yaitu transaksi jual beli antara nelayan dengan pembeli dan transaksi antara nelayan dengan bandar ikan. Alat tangkap ikan yang biasa digunakan di perairan Oesapa Barat adalah Jaring Insang. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi produksi penangkapan ikan menggunakan kapal Jaring Insang adalah Trip penangkapan, ukuran mesin kapal, ukuran alat tangkap dan tenaga kerja. Realita yang terjadi di kalangan nelayan Oesapa Barat setelah produksi masih jarangnya nelayan yang menghitung detail analisis usaha nelayan secara ekonomi artinya mereka tidak pernah membuat perincian biaya-biaya yang dikeluarkan baik berupa biaya, tetap, variabel serta tidak pernah menghitung jumlah penerimaan dalam sekali produksi sehingga berapa keuntungan yang didapatkan dalam sekali produksi hampir tidak diketauhi. Hal ini disebabkan karena keterbatasan pendidikan dan pengetahuan nelayan itu sendiri, besar kecilnya pendapatan yang diperoleh nelayan sangat mempengaruhi motivasi nelayan itu sendiri dalam melakukan usaha nelayan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat Pendapatan Nelayan Dengan Menggunakan Alat Tangkap Jaring Insang (Gill Net) di Perairan Oesapa Barat Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Adapun objek dalam penelitian ini dikhususkan pada tingkat pendapatan nelayan yang menggunakan alat tangkap gill net di Perairan Pantai Oesapa Barat Kota Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil Penelitian menunjukan Nelayan Gill Net di Oesapa Barat memperoleh keuntungan nelayan perbulan Rp Rp.4.037.752 dan berdasarkan analisis ekonomi BEP, ROI dan BCR ratio bahwa usaha penangkapan ikan layak di usahakan/dijalankanHasil tangkapan utama Pukat (Gill Net) adalah ikan Barakuda (Sphyraena borealis), ikan kembung (Rastrelliger kanagurta), ikan belang kuning (Caranx leptolepis), ikan tenggiri (Acanthocybiumsolandri), ikan bawal putih (Pampus argenteus), dan Ikan Belanak (Valamugil seheli).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
lLatar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada potensi penerapan pajak karbon bagi pendapatan daerah menggunakan metode perhitungan pajak karbon pada sektor nelayan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi pajak karbon di sektor usaha nelayan dalam memberikan kontribusi pada pendapatan daerah. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 10 orang nelayan dan dokumentasi dari total 177 kapal nelayan yang terdaftar di Pelabuhan Perikanan Tenau Kupang. Metode penangkapan ikan yang akan dianalisis meliputi Mini Purse Seine, Hand Line, Rawai Dasar, dan Pole and Line. Data tersebut akan digunakan untuk menghitung konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca (GRK) berdasarkan rumus yang disediakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi dari pajak karbon sebagai sumber pendapatan bagi daerah, dengan jumlah sebesar Rp 59.874.468,73 untuk lima bulan periode Agustus - Desember 2022. Metode penangkapan ikan Rawai Dasar menunjukkan pendapatan tertinggi, sementara Mini Purse Seine memiliki pendapatan terendah. Fluktuasi harga terjadi pada masing-masing metode penangkapan ikan dari bulan Agustus hingga Desember. implikasi dari hasil penelitian mencatat bahwa tarif pajak karbon yang digunakan masih rendah, dan implikasinya adalah perlu melakukan analisis lebih lanjut untuk menentukan tarif pajak karbon yang optimal agar dapat memberikan insentif yang cukup bagi pengurangan emisi. Tarif pajak karbon yang lebih tinggi mungkin diperlukan untuk mencapai tujuan pengurangan emisi yang signifikan dalam sektor perikanan nelayan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK FRANSISKA RENI KLAU (16382378). Peran Istri Nelayan dalam Peningkatan Pendapatan Keluarga di Desa Rabasa Haerain Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka.ALFRED G.O KASE., S.Pi. M.Si,Ph.D dan IMANUEL, J. EMOLA., S.Pi. M.Sisebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Istri nelayan memiliki peran penting dalam peningkatan pendapatan rumah tangga. Fenomena tersebut menunjukkan peran wanita sebagai ibu rumah tangga dan sebagai pencari tambahan pendapatan bisa berjalan dengan baik karena partisipasi kaum wanita dalam membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.Pendapatan nelayan sangat tergantung pada beberapa faktor seperti cuaca dan musim,sehingga berdampak pada pendapatan yang tidakmenentu. Desa Rabasa Haerain termasuk desa pesisir, dimana sebagaian besar bermata pencaharian sebagai nelayan atau mengantungkan hidupnya dari sumberdaya laut. Tujuan dari peneltian ini untuk menganalisis peran istri nelayan dalam peningkatan pendapatan keluarga di Desa Rabasa Haerain Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka.Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Februari 2021 di wilayah Desa Rabasa Haerain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling yang dilakukan dengan teknik wawancara langsung dan dilengkapi kuisioner sebagai alat bantu berupa daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan rumah tangga dan analisis kontribusi pendapatan istri nelayan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pendapatan keluarga nelayan yang ada di Desa Rabasa Haerain, kecamatan malaka barat, kabupaten malaka terdiri dari pendapatan istri sebesar Rp. 598.936, pendapatan suami sebagai nelayan sebesar Rp. 1.671.515, pendapatan sumber lain sebesar Rp. 494.000, dan pendapatan keluarga sebesar Rp. 3.356.819. Adapun peran dan istri nelayan dalam memberikan kontribusi terhadap penambahan penghasilan dan kebutuhan keluarga sebesar 21,66%.Jenis pendapatan istri berasal dari usaha tenun kain, kios (bahan sembako), jual sagu, jual ikan dan jual kue. Jenis usaha yang dominan dipilih oleh istri nelayan adalah kios (bahan sembako) sebesar 36%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak YOHANES PETERSON KADHA (14380090). Analisis Pendapatan Nelayan Tradisional di Desa Soliu Kecamatan Amfoang Barat Laut Kabupaten Kupang. ALFRED G.O KASE, S.Pi, M.Si dan ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Masyarakat nelayan secara umum masih menggunakan alat tangkap tradisional yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. Kemiskinan nelayan terjadi karena keterbatasan akses nelayan terhadap hak penguasaan sumberdaya perikanan. Teknologi penangkapan menjadi kunci bagi keberhasilan nelayan dalam berusaha, bagi masyarakat nelayan yang terpenting adalah mendapatkan hasil tangkapan sebanyak mungkin, tetapi kondisi yang didapat selama ini bahwa tingkat produktivitas bagi masyarakat nelayan khususnya di bidang perikanan masih sangat rendah, rendahnya tingkat produktivitas tersebut dipengaruhi oleh rendahnya penguasaan akan teknologi. Masyarakat pesisir Desa Soliu merupakan masyarakat yang mayoritas penghasilannya sehari-hari dari hasil laut. Penghasilan nelayan sudah bergantung kepada hasil tangkapan namun dari itu sedikit akan menurun secara drastis karena pekerjaan sampingan pun tidak dapat memberikan jaminan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Nelayan Desa Soliu pada saat ini masih banyak yang menggunakan alat tangkap tradisional dalam menangkap ikan, sehingga hasil tangkapan kurang maksimal. Pada umumnya nelayan Desa Soliu masih mengalami keterbatasan teknologi penangkapan dan modal usaha, dengan alat tangkap yang sederhana dan wilayah operasi yang terbatas serta tidak semua nelayan memiliki alat tangkap sendiri sehingga mereka harus bergantung kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan nelayan tangkap tradisional di Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September 2020 di Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan mengkaji hal-hal yang berhubungan dengan pendapatan nelayan tangkap tradisional di Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang. Usaha penangkapan ikan yang dilakukan oleh nelayan Desa Soliu tergolong menguntungkan dengan total keuntungan sebesar Rp. 1.283.851 per bulan. Berdasarkan hasil perhitungan BEP Produksi sebesar 14,30 kg, BEP Harga sebesar Rp. 0,46, nilai ROI sebesar 0,64%, nilai R/C Rasio sebesar 1,06 sehingga usaha tersebut layak untuk dikembangkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ARSO SARGOSA SAU (15380136). Analisis Pendapatan Nelayan Tangkap Jaring Insang (Gill Net) Di Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur WILSON L. TISERA., S.Pi M. Si, Ph.D dan DONNY M. BESSIE.,S.Pi, M.Si, sebagai pembimbing I dan II Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Jaring insang gill net merupakan alat tangkap yang sebagian besar digunakan oleh nelayan di Kecamatan Borong. Demikian kajian tentang analisis pendapatan nelayan tangkap jaring insang gill net yang diangkat dari jumlah produksi hasil rangkapan dan biaya operasional, harga jual yang dikeluarkan penting untuk dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui berapa besar pendapatan nelayan tangkap pada usaha perikanan Jaring Insang (Gill Net) di Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dan metode deskriptif, data skunder yang diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian ini menujukan besarnya jumlah rata-rata hasil tangkapan nelayan jaring insang gill net di Kecamatan Borong 1,950 kg/bulan besarnya rata-rata total biaya yang dikeluarkan pada usaha nelayan tangkap jaring insang gill net di Kecamatan Borong sebesar Rp. 13.212.766/ bulan, dan rata-rata pendapatan bersih nelayan tangkap jaring insang gill net di Kecamatan Borong sebesar Rp 19.287.270/ bulan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN ALFIANUS KONTERIUS DESI (16382733) Analisis Ekonomi Dan Rantai Pemasaran Nelayan Pancing Kerapu (Serranidae) Di Desa Mausambi Kecamatan Maurole Kabupaten Ende. Alferd G.O Kase, S.Pi., M.Si danRockie R.L Supit, S.P.i, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Ikan Kerapu atau Grouper adalah ikan dari Famili Serranidae dengan subfamili Ephinephelinae, dengan jumlah spesies 159 di dunia, 39 jenis dapat di temukan perairan di Indonesia, sementara di Asia Tengara ada 46 jenis. Ikan kerapu memiliki habitat di dasar perairan laut teropis dan subteropis. Sebagian besar spesies kerapu berasosiasi dengan terubu karang di daerah dangkal dan beberapa tingal di daerah estuari dan berbatu, berpasir dan berlumpur, meskipun juvenile ikan kerapu di temukan di daerah lamun. Beberapa spesies juga di temukan kedalaman 100-200 meter, kadang-kadang sampe pada kedalam 500 meter. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif ini adalah metode yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau mengambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi Nilai return of investmen (ROI) yang diperoleh dalam usaha penangkapan ikan kerapu dengan alat tangkap pancing adalah sebesar adalah 0,479. Angka ini menunjukan secara ekonomi usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap pancing kerapu di Desa Mausambi tidak layak atau rugi.