ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Financial distress terjadi sebelum kebangkrutan pada suatu perusahaan. Dengan demikian model financial distress perlu untuk dikembangkan, karena dengan mengetahui kondisi financial distress perusahaan sejak dini diharapkan dapatdilakukan tindakan-tindakan untuk mengantisipasi kondisi yang mengarah pada kebangkrutan. Financial distress dapat diuku rmelalui aporan keuangan dengan cara menganalisis laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan hasil dari suatua ktivitas yang bersifat teknis berdasar pada metode dan prosedur-prosedur yang memerlukan penjelasan-penjelasan agar tujuan atau maksud untuk menyediakan informasi yang bermanfaat dapat dicapai. Rasio menggambarkan suatu hubungan matematis antara suatu jumlah dengan jumlah yang lain. Penggunaan alat analisis berupa rasio dapat menjelaskan penilaian baik dan buruk posisi keuangan pada perusahaan,terutama bila angka rasio ini di bandingkan dengan angka rasio pembanding yang digunakan sebagai standar. Tujuan dari analisis rasio adalah untuk menentukan tingkat likuiditas, sulfabilitas keefektifan operasi serta derajat keuntungan suatu perusahaan Manfaat analisis rasio keuangan sangatpenting. Rasio keuangan dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan dan kinerjanya. Dengan membandingkan rasio keuangan perusahaan dari tahun ke tahun dapat dipelajari komposisi perubahan dan dapat ditentukan apakah terdapat kenaikan atau penurunan kondisi dan kinerja perusahaan selama waktu tersebut. Hasil analisis statistic diskriptif berisinilai minimum, maksimum, rata-rata dan deviasi standar. Variable likuiditas memiliki nilai minimum dan maksimum masing-masing -0,38 dan 0,36 sedangkan rata-rata dan deviasi standar masing -masing 0,0193 dan 0,16421. Lalu variable profitabilitas memiliki nilai minimum dan maksimummasing-masing -0,15 dan 0,12 sedangkan rata-rata dan deviasi standar masing-masing -0,0066 dan 0,05629. Kemudian, variabel financial leverage memiliki nilai minimum dan maksimum masing-masing 0,00 dan 2,50 sedangkan rata-rata dan deviasistandar masing-masing 0,5152 dan 0,58514. Akhirnya, variabel financial distress memiliki nilai minimum dan maksimum masing-masing 0,00 dan 1,00 sedangkan rata-rata dan deviasi standar masing-masing 0,5333 dan 0,50742. Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi semua pihak yang ingin mengetahui atau ingin mengembangkan penelitian seperti ini dimasa yang akan datang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, RASIO LEVERAGE, RASIO MANAJEMEN ASET TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR LOGAM DAN SEJENISNYA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2021
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio likuiditas, rasio leverage, rasio manajemen aset terhadap financial distress. Penelitian ini dilaksanakan pada perusahaan manufaktur sub sektor logam dan sejenisnya pada Bursa Efek Indonesia. Periode selama 5 (lima) tahun yaitu dari tahun 2017-2021. variabel dalam penelitian ini yaitu rasio likuiditas, rasio leverage, rasio manajemen aset. Variabel dependen yaitu financial distress. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel likuiditas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap financial distress dan variabel leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress. Variabel manajemen aset berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap financial distress. Kemampuan prediksi dari variabel likuiditas, leverage, manajemen aset terhadap financial distress sebesar 60,1%yang ditunjukan oleh besarnya adjust R square 0,601 sedangkan sisanya 4,1% di pengaruhi faktor lainnya tidak dimasukan kedalam model peelitian ini.
Rasio likuiditas berpengaruh positif sebesar 1,827 dan tidak signifikan terhadap financial distress. Rasio leverage berpengaruh positif sebesar 39,595 dan signifikan terhadap financial distress. Rasio manajemen aset berpengaruh negatif sebesar -18,309 dan tidak signifikan terhadap financial distress.
Financial distress merupakan adanya serangkaian kesalahan, pengambilan keputusan yang tidak tepat, serta tidak adanya atau kurangnya upaya pengawasan kondisis keuangan sehingga pengguna keuangan tidak sesuai dengan keperluan. Likuiditas adalah rasio keuangan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, dengan menghubungkan jumlah kas dan aset lainnya dengan kewajiban jangka pendek. . Rasio leverage digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang. . Rasio ini menunjukan kewajaran harga saham aset dalam neraca sehingga harga saham aset tersebut sudah wajar dan tidak terlalu tinggi atau rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh struktur kepemilikan manajerial, leverage dan financial distress terhadap konservatisme akuntansi. secara parsial maupun simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2021. metode penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka jumlah sampel yang memenuhi sebanyak 8 perusahaan. sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diunduh melalui www.idx.co.id selama 4 tahun periode 2018-2021. teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel indipenden yaitu struktur kepemilikan manajerial, leverage dan financial distress secara simultan berpengaruh terhadap variabe ldependen yaitu konservatisme akuntansi. sedangkan secara parsial, variabel struktur kepemilikan manajerial, leverage berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi, sementara financia ldistress tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengaruh laba dan arus kas dalam memprediksi kondisi financial distress pada perusahaan industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2018-2022. Laba merupakan keuntungan yang di miliki perusahaan dari hasil operasinya. Jika laba yang di hasilkan perusahaan jumlahnya besar maka perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya dan mampu memberikan deviden kepada para investor, dan pihak investor pun mempercayakan investasinya kepada perusahaan dan perusahaan bisa terhindar dari kondisi financial distress. Arus kas merupakan laporan yang berisikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas dalam periode waktu tertentu. Jika perusahaan memiliki arus kas masuk lebih besar dari pada arus kas keluar maka perusahaan dapat membiayai operasi perusahaan. Maka pihak krediturpun mempercayakan kreditnya. Karena dengan arus kas masuk yang besar maka perusahaan dapat memenuhi likuiditas perusahaan atau kewajiban jangka pendek perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laba dan arus kas dalam memprediksi kondisi financial distress pada perusahaan industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2018-2021. Penelitian ini menggunakan model analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data skunder yang di peroleh dari laporan keuangan perusahaan periode tahun 2018-2021. Data laporan keuangan tersebut digunakan untuk memprediksi kondisi financial distress. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2018-2021. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 9 perusahaan. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria tertentu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa laba berpengaruh terhadap finacial distress sedangkan arus kas tidak berpengaruh terhadap financial distress pada perusahaan industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2018-2021. Dari hasil uji T yang di lakukan, nilai probabilitas yang di hasilkan untuk variabel laba sebesar 0,011 nilai tersebut lebih kecil dari nilai probabilitas α= 0,05. Sehingga dapat di simpulkan bahwa laba berpengaruh terhadap financial distress. Sedangkan nilai probabilitas yang di hasilkan untuk variabel arus kas adalah 0,113 nilai tersebut lebih besar nilai probabilitas α= 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa arus kas tidak berpengaruh terhadap financial distress. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang di lakukan oleh Senny Hardiani Isdina dan Wulan Wahyuni Rosa Putri (2018) dengan judul penelitian tentang pengaruh laba dan arus kas terhadap kondisi financial distress (Studi Kasus Pada Perusahaan Sub Sektor Perdagangan Eceran Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia 2014-2018) menunjukan bahwa laba berpengaruh terhadap financial distress dan arus kas tidak berpengaruh terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor perdagangan eceran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Neneng Sri Suprihatin dan Margita Giftilora (2018) dengan judul penelitian tentang pengaruh laba dan arus kas terhadap kondisi financial distress (Studi Kasus Pada Perusahaan makanan dan minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia 2014-2018) menunjukan bahwa laba berpengaruh terhadap financial distress dan arus kas tidak berpengaruh terhadap financial distress pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia