Abstrak
STUDI TENTANG KOMPOSISI BETA KAROTEN DAN DAYA TERIMA CENDOL BERBASIS CAMPURAN TEPUNG TAPIOKA DAN BUBUR LABU KUNING (Cucurbhita Moschata) Demetria M.H. Lekik*), Dr. Ir. Godlief F. Neonufa, MT**), Ir. M. Nuhamara, MP**) (Fakultas Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang) ABSTRAK Labu merupakan kelompok tumbuhan merambat dari famili Cucurbitaceae. Labu kuning kaya akan beta (β) karoten yang berfungsi sebagai prekursor vitamin A (Astawan, 2004) juga memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi (Gardjito, 2005). Cendol adalah produk olahan pangan yang berbahan dasar tepung hunkwe dan tepung beras, memiliki tekstur yang kenyal dan mempunyai ciri khas berwarna hijau (Rahman, dkk., 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pencampuran tepung tapioka dengan bubur labu kuning terhadap organoleptik (rasa, warna dan tekstur) sebagai bentuk penganekaragaman produk olahan dari labu kuning. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan presentase 0%, 50%, 55%, 60% bubur labu kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan 60%, yang dimana proporsi bubur labu kuning 60% terhadap tekstur cendol labu kuning yang tertinggi dengan skor 3,6, rasa cendol labu kuning yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 60% dengan skor 3,8, warna cendol yang sesuai dengan pengamatan terhadap kartu warna makanan, warna yang paling tegas terdapat pada perlakuan 60% dengan indikator warna orange 021.