ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Permainan Lompat Tali Merdeka adalah sebutan untuk mereka yang tinggal di Provinsi Riau. Di daerah yang masyarakatnya adalah pendukung kebudayaan Melayu ini ada sebuah permainan yang disebut sebagai tali merdeka. Inti dari permainan ini adalah melompat tali-karet yang tersimpul. Penamaan permainan ini ada kaitannya dengan tingkah laku atau perbuatan yang dilakukan pemain itu sendiri, khususnya pada lompatan yang terakhir. Pada lompatan ini (yang terakhir), tali direnggangkan oleh pemegangnya setinggi kepalan tangan yang diacungkan ke udara. Kepalan tangan tersebut hampir mirip dengan apa yang dilakukan oleh para pejuang ketika mengucapkan kata “merdeka”. Tujuan penelitian: Dari rumusan masalah yang telah dijelaskan maka yang menjadi tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui Penerapkan pembelajaran gerak dasar lompat berbasis permainan tradisional pada siswa kelas IV SD Inpres Kobelete. Metode penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif karena penelitian ini bersifat penelitian kualitatif naturalistic (alamiah) yaitu untuk mendapat informasi mengenai fenome-fenomena atau situasi yang aktual pada saat penelitian berlangsung. Hasil dan pembahasan: Dari hasil observasi, wawancara yang telah diperoleh, penulis memperoleh gambaran bahwa kajian permainan tradisional lompat tali sebagai kegiatan pemebelajaran anak di SD Inpres Kobelete mengacuh pada beberapa nilai yang saling berkaitan, diantaranya adalah Sarana dan Prasarana, Pelaksanaan, 1. Tahap Pertama Setinggi Mata Kaki atau Satu Jingkal Dari Tanah, 2. Tahap Kedua Setinggi Lutut Kaki, 3. Tahap ketiga setinggi pinggang, 4. Tahap keempat setinggi dada, 5. Tahap kelima setinngi Telinga, 6. Tahap keenam setinggi tangan diatas kepala dan kaki dijinjit.
Simpulan: Melalui penelitian ini maka peneliti menyimpulkan bahwa, Permainan tradisional lompat tali sebagai kegiatan pembelajaran bagi anak di SD Inpres Kobelete. Selain dari pada itu demi mendapatkan suatu kesenangan, kegembiraan, dan kepuasan dalam diri seseorang serta efektifnya suatu proses pembelajaran, maka olahraga rekreasi dengan menggunkan salah satu permainan tradisional yaitu permainan lompat tali menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan oleh anak di sekolah
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang:.Masih rendahnya hasil pembelajaran permainan rounders pada siswa SD GMIT No. 07 Oebufu
Tujuan penelitian: tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan permainan rounders untuk meningkatkan keterampilan gerak dasar pada siswa kelas V SD Gmit No. 07 Oebufu.
Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut IGAK Wardhani (2008:1.4), penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru didalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Menurut Suharsimi Arikunto (2009:16) PTK terdiri atas empat tahapan dalam tiap langkah. (perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi). Langkah pertama, kedua dan seterusnya system spiral yang saling terkait perlu diperhatikan oleh peneliti. Komponen tindakan dan observasi menjai satu komponen karena kedua kegiatan ini dilakukan secara simultan.
Hasil dan pembahasan: Rounders adalah permainan bola pukul yang dimainkan oleh dua regu, masing-masing regu terdiri dari 12 orang. Rounders menggunakan lapangan yang berbentuk segi lima beraturan yang setiap sudutnya diberi base sebagai tempat hinggapnya masing-masing berjarak 15 meter. Cara bermain adalah pemukul (batter) memukul bola yang di lambungkan oleh pelambung (pitcher),setelah pukulannya sah, batter harus berlari ke base I sampai kembali ke home base baik atas pukulan sendiri maupun atas pukulan temannya. Lemparan atau pitcher memenuhi syarat apabila lemparan melalui daerah pukulan (strike zone) yaitu lewat diantara lutut dan bahu pemukul diatas home base, Jusuf Blegur & M. Rambu (2017:237)
Simpulan: Berdasarkan uraian diatas maka dapat di simpulkan bahwa penerapan permainan rounders untuk meningkatkan keterampilan gerak dasar pada siswa kelas V SD GMIT NO. 07 Obufu tahun ajaran 2022\2023 sangat meningkat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Gerakan-gerakan yang ada dalam tarian adat likurai sesungguhnya adalah bentuk ekspresi dari perasaan masyarakat setempat. Gerakan-gerakan ini mencerminkan adanya penerapan dari gerakan-gerakan dasar yang biasa dilakukan sehari-hari. Gerak Tari ini menjadi lebih efektif dan indah bila dilakukandengan sungguh-sungguh.
Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tinjauan tentang gerak dasar tarian Likurai di kabupaten Belu, provinsi Nusa Tenggara Timur.
Metode penelitian:Metode Penelitian yang digunakan adalah jenis kualitatif. Adapun data yang diperoleh dari data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data primer diperoleh dari, wawancara, observasi, dokumentasi pada saat berlangsungnya tarian, sedangkan data sekunder diperoleh dari, catatan atau dokumen yang relefan yang berupa buku, jurnal, laporan dan foto yang berkaitan dengan penelitian.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tarian likurai dilakukan berdasarkan nilai-nilai yang diterapkan antara lain, kerja sama, kejujuran, komunikasi, pemahaman, kepemimpinan, yang dilakukan dengan baik dan benar dalam tarian likurai, karena tarian likurai membutuhkan penari yang berani juga melakukannya dengan sungguh-sungguh.
Simpulan:Simpulan dari hasil analisis data tersebut, hasil penelitian dan pembahasan maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa: tarian likurai bukan tarian yang dimainkan sesuka hati tapi tarian tersebut membutuhkan orang yang bertanggung jawab dan berani dalam melakukan tarian likurai
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
TINJAUAN TENTANG NILAI OLAHRAGA DALAM GERAK DASAR TARIAN ADAT SOKA PAPAK KABUPATEN SIKKA DI SANGGAR DOKA TAWA TANA”
Yohanes Renoaldus Wilfridus1*, Andreas J. F. Lumba2, David Loba3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
[email protected]
Latar belakang: Perkembangan olahraga pada masa kini berkembang dengan pesat karena didukung dengan adanya kemajuan dibidang IPTEK yang memotivasi manusia untuk melakukan kegiatan olahraga. Olahraga merupakan suatu aktivitas jasmani yang selalu dilaksanakan oleh manusia secara terus menerus dengan mempunyai suatu tujuan guna meningkatkan prestasi seoptimal mungkin.Seni tari adalah seni yang juga mempunyai fungsi positif seperti meningkatkan kepekaan dalam mengekpresikan diri, mengembangkan motorik kasar dan halus.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui nilai olahraga dalam gerak dasar tarian Soka Papak disanggar Doka Tawa Tana desa Umauta.
Metode Penelitian: Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif, dengan alasan bahwa pendekatan ini lebih mendekat kepada tujuan yang dicapai oleh peneliti, karena peneliti terjun langsung kelapangan untuk melihat peristiwa yang terjadi.
Hasil dan Pembahasan: Nilai olahraga pada tarian adat Soka Papak yang terdapat pada sanggar budaya Doka tawa Tana ialah nilai kebersamaan, nilai kerjasama, nilai kekompakan, nilai disiplin dan nilai komitmen. Dan gerak dasar
Pada tarian Soka Papak ialah gerak lokomotor, gerak non lokomotor dan Manipulatif.
Simpulan: Berdasarkan penelitian dapat diketahui bahwa tarian soka papakyang terdapat pada sanggar budaya Doka tawa Tana merupakan bagian dari aktivitas ritmit yang tidak terlepas dari nilai olahraga dan gerak dasar olahraga.
Katakunci: Nilai olahraga dan gerak dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang : Rangkuk alu merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menggunakan dua pasang bambu atau tongkat yang di gerak-gerakan hingga kaki pemain lawan terjepit bambu. Bagi masyarakat Manggarai rangkuk alu dilakukan untuk merayakan hasil panen perkebunan dan pertanian.
Tujuan penelitian: Berdasarkan rumusan masalah, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Gerak Tarian Tradisional Rangkuk Alu Pada Sanggar Wela Rana.
Metode penelitian : Pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Pendekatan kualitatif naturalistik karena dalam penelitian ini menghasilkan kesimpulan berupa data yang menggambarkan secara rinci, bukan data yang berupa angka-angka.
Hasil dan Pembahasan : Tarian rangkuk alu merupakan tarian tradisional Manggarai. Dalam tarian rangk uk alu ini dapat melatih, kelincahan, ketelitian dan ketepatan dalam mengambil keputusan yang akan dilakukan. Dalam tarian ini penarinya melakukan gerakan seperti melompat-lompat. Pada saat menari penari melakukan gerakan olahraga seperti, menjingkat, melompat, dan menghindar. Gerakan ini dikategorikan dalam gerakan lokomotor.
Simpulan : Tarian Rangkuk Alu ini biasanya menggunakan alat yaitu bambu yang terdiri dari 4-6 bambu yang disusun membentuk pola dan dimainkan dengan cara dihentakan yang menghasilkan ketukan, dimana dalam setiap hentakan tersebut penari melakukan gerakan melompat dan menghindar agar tidak terkena jepitan bambu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Aktivitas gerak merupakan kemampuan yang dimiliki manusia dari sejak lahir ke dunia ini sampai akhir hayat. Aktivitas gerak sangat di tentukan oleh kemampuan gerak dasar yang dimiliki seseorang sesuai dengan aktivitas yang di tekuni dan dilakukan seseorang.Oleh karena itu, sesuai dengan karakteristik masing masing remaja yang gesit, contohnya mulai usia 13-15 tahun kebanyakan cenderung masih suka bergerak, maka solusi alternatif untuk menarik perhatian para remaja adalah mengadakan aktivitas gerak budaya tari contohnya seperti menari pedoa, dance/party. Berdasarkan uraian yang di paparkan, maka peneliti melakukan penelitian dengan judul: “tinjauanaktivitas gerak budaya tari pedoa terhadap kesegaran jasmani pada penari pedoa remaja”
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah dari aktifitas gerak budaya tarian pedoa mendapatkan kesegaran jasmani pada penari remaja.
Metode Penelitian: Deskriptif kualitatif, dan teknik pengumpulan data yaitu menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian yang diperoleh yakni dari hasil pelaksanaan aktivitas gerak budaya tarian pedoayang dilakukan oleh para penari remaja dapatmerasakan kesegaran jasmani bagi tubuh penari sehingga penari sangat senang melakukan aktivitas gerak budaya tarian pedoa secara terus menerus, dan aktivitas gerak budaya tari pedoa juga sangat menarik perhatian penari untuk bergerak, dan setiap aktivitas gerak dalam tari pedoa baik gerak awal, gerak inti hingga gerak akhir selalu memberikan motivasi bagi penari untuk bergerak. Oleh karena itu, menurut penari aktivitas gerak budaya tari pedoa sangatlah penting untuk dilakukan.
Simpulan: Dari hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwakegiatan pelaksanaan aktivitas gerak budaya tari pedoa, terlihat sangat berpengaruh terhadap tingkat kesegaran penari pedoa remaja baik tingkat kesegaran jasmani (fisik) maupun rohani (jiwa).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang masalah: Olahraga merupakan suatu kegiatan yang menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari karena dengan berolahraga dapat meningkatkan kebugaran dan Kesehatan secara jasmani mau pun rohani.
Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini yang dilakuan oleh peneliti adalah untuk mengetahui latihan tendangan bola bergerak dan tetap ke arah gawang pada SSB Tunas Muda.
Metode penelitian: Penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu rangkaian kegiatan untuk mendapatkan data-data dari tempat penelitian secara langsung, dengan membutukan waktu kurang lebih2 (dua) bulan. Teknik pengumpulan data adalah 1) observasi, 2)wawancara, dan 3) dokumentasi.
Hasil dan pembahasan: Latihan tendangan bola bergerak dan tetap yang di laksanakan oleh SSB Tunas Muda berdasarkan program Latihan yang sudah di siapkan oleh pelatih guna untuk mengembangkan potensi atau bakat pemain SSB Tunas Muda agar lebih baik kedepannya meskipun ada kendala yang di hadapi oleh setiap pemain, namum adanya pelatih yang selalu membimbing terus hinga pemain SSB Tunas Muda bias melakukan dengan baik dan benar.
Simpulan: Ada perbedaan Latihan tendangan dengan bola bergerak dan tetap ke arah gawang dalam sepakbola SSB Tunas Muda, Latihan tendangan bola tetap memiliki hasil yang lebih baik di bandingkan dengan yang melakukan Latihan tendangan bola bergerak. saran penelitian ini adalah kepada pelatih SSB Tunas Muda untuk mendapatkan kemampuan tendangan yang lebih baik hendaknya memberikan latihan tendangan bola beregrak dan tetap
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang permasalahan dalam penelitian ini adalah pembelajaran penjaskes tentang gerak dasar, saat pembelajaran menunjukan bahwa siswa belum terampil dan menguasai untuk gerak lokomotor, non lokomotor, dan manipulatif tentunya akan membatasi keterampilan dan kemampuan gerak dasar siswa yang akan berpengaruh pada pencapaian hasil pembelajaran. Salah satu penyebabnya adalah model pembelajaran yang tidak sesuai, sehingga tujuan pengajaran yang telah dirumuskan oleh pendidik belum mencapai hasil yang maksimal.
Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pola gerak dasar menggunakan model permainanmenjala ikan Pada Siswa Tk Dharwasi Nonbes.
Metode penelitian: penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari II siklus.Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi.
Hasil dan pembahasan:Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar pola gerak dasar melalui model permainan menjala ikan dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat terlihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan peneliti/kolaborator (ketuntasan belajar meningkat dari siklus I dan II). Pada siklus I ketuntasan hasil belajar mencapai 31,25% sedangkan pada siklus II ketuntasan hasil belajar mencapai 87,5%. Hal ini menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa sebesar 56,25%.
Simpulan:penelitian ini menunjukkan bahwa meningkatkan hasil belajar pola gerak dasar melalui model permainan menjala ikan pada TK Dharwasi Nonbes termasuk kategori baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Dalam olahraga pencak silat khususunya ada berbagai macam gerak dasar serta teknik yang dapat dipelajari. Salah satunya gerak dasar teknik tendangan belakang, tendangan ini dapat digunakan sebagai tendangan balasan kepada lawan namun apabila atlet melakukan tendangan belakang ini harus diperhitungkan antara jarak dengan lawan dan dilakukan dengan cepat karena posisi badan membelakangi lawan.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gerak dasar teknik tendangan belakang pada atlet pencak silat di perguruan Tapak Suci Kota Kupang.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan pelatih dan atlet tapak suci. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data reduction, data display dan conclusion drawing/verification.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa Analisis gerak dasar teknik tendangan belakang pada atlet tapak suci kota kupang di lihat dari teknik tendangan yang benar mulai dari sikap awal, sikap pelaksanaan sampai dengan sikap akhir sedikit kurang sesuai dengan teori. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa atlet pada saat proses pelaksanaan tendangan belakang sikap tubuh yang sedikit kurang sesuai dengan teori. Namun pelatih sudah melakukan perannya sesuai dengan kegiatan serta proses juga sudah maksimal.
Simpulan: Gerak dasar teknik tendangan belakang di perguruan tapak suci kota kupang berkaitan dengan proses pelaksanaan tendangan belakang belum sesuai dengan teori namun program latihan sudah terlaksana dengan baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Dalam penelitian ini adalah para siswa sangat sukar melakukan pembelajaran lompat tinggi itu di karenakan kurang pembentukan pola gerak dasar yang di terapkan di pendidikan SD sehingga tidak memiliki kelenturan tubuh dalam melakukan gerakan, sarana prasarana yang kurang mendukung sehingga siswa takut dalam melakukan gerakan gerakan lompat tinggi.
Tujuan penelitian: Untuk meningkatkan tinjauan tentang senam ketangkasan atau lompat kangkang terhadap keterampilan gerak lompat jauh di SDN Muken.
Metode penelitian: Dalam penelitian ini motode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mendapatkan data-data dari tempat penelitian sesuai dengan kenyataan yang dilihat dan didengar peneliti secara langsung, dengan membutuhkan waktu selama 1 (satu) bulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1) Observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi
Hasil dan pembahasan: Hasil ini mengungkapkan bahwa dalam pembelajaran lompat jauh ketika dilakukan sebelum menggunakan variasi gerak senam ketangkasan atau lompat kangkang ternyata banyak siswa yang takut dan ragu-dalam melakukan gerak lompat jauh tetapi setelah menggunakan variasi gerak senam ketangkasan ternyata banyak siswa yang senang dan aktif dalam melakukan gerak lompat jauh hal itu dibuktikan dengan banyaknya siswa yang berlomba-lomba menanti gilirian untuk melakukan keterampilan gerak lompat jauh.
Simpulan: Dalam proses pembelajaran penjas pada materi lompat jauh sebaiknya guru atau tenaga pendidik harus kreatif dan inovatif mengkombinasikan variasi gerak agar siswa tidak bosan, malas, ragu-ragu dan bahkan takut saat melakukan gerakan karena cedera, seperti halnya mengkombinasikan variasi gerak yang saling menyerupai yaitu variasi gerak senam ketangkasan atau lompat kangkang terhadap lompat jauh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
KOMPONEN GERAK TARIAN KOSU PADA MASYARAKAT DESA OEBESI
Oby Vebriani Ora Bani1*, Andreas J.F. Lumba2, Jimmy Ch. Atty3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang:Latar Belakang Masalah dalam penelitian belum diketahui unsur-unsur gerak dan pola gerak dasar yang terdapat dalam tarian “kosu” pada masyarakat amarasi. hal inilah yang melatar belakangi peneliti untuk mengetahui komponen gerak tari kosu pada masyarakat amarasi di desa Oebesi Kecamatan Amarasi Timur Kabupaten Kupang.
Tujuan penelitian:Untuk mengetahui komponen gerak tarian kosu pada masyarakat Desa Oebesi
Metode penelitian:Metode penelitian ini menggunakn metode deskriptif kualitatif yang digunakan sebagai cara untuk memecahkan suatu masalah.
Hasil dan pembahasan:Berdasarkan hasil observasi peneliti dengan beberapa informa diatas, maka peneliti menyimpulkan juga bahwa : dalam budaya gerak tari “kosu” yang dilakukan mengikuti irama musik pada masyarakat Amarasi di Desa OebesiKecamatan Amarasi Timur Kabupaten Kupang terdapat Komponen-Komponenbiomotorik yang terbentuk secara alamiah karena budaya gerak dalam kehidupan Masyarakat Amarasi di Desa Oebesi yang dilakukan tanpa sengaja khususnya dalam tarian kosu.
Simpulan:Kesimpulan dari gerak tarian diatas bahwa yang mengandung unsur olahraga pada gerak tarian kosu yaitu dimana gerakan dari gambar 4.1 – 4.7 unsur dominan yang peling banyak adalah : kekuatan otot, daya tahan, kecepatan , daya ledak ,keseimbangan,koordinasi dan kelenturan itulah komponen yang terkandung dalam tarian kosu.
Katakunci: Komponen; gerak;
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK TINJAUAN METODE GAYA MENGAJAR TERHADAP GERAK DASAR PASSING ATAS DALAM PERMAINAN BOLA VOLI DI SD GMIT KUANINO 1 Olimpusam D Nggedhu1* , Dr. Lukas M. Boleng2 , Jimmy Charter Atty3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Permainan bola voli merupakan aktivitas kelompok, kemampuan suatu regu bola voli ditentukan oleh ketrampilan teknik dasar yang dimiliki oleh setiap anggota siswa dalam regu melakukan fungsinya masing-masing.Kemampuan adalah kecepatan atau potensi seorang siswa yangmelakukan secara individu untuk menguasai teknik dasar passing atas dalam permainan bola voli, sehingga siswa memahami dan melakukan teknik dasar passing atas dalam permainan bola voli yang lebih akurat.Kompetensi yang harus dikuasai siswa perlu dinyatakan sedemikian rupa agar dapat dinilai sebagai wujud hasil belajar siswa yang mengacu pada pengalaman langsung. Tujuan penelitian:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode gaya mengajar terhadap gerak dasar pasing atas dalam permainan bola voli siswa kelas Vdi SD GMIT Kuanino Satu (1). Metode penelitian:Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Melalui pendekatan penelitian, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Penelitian dilakikan pada 1 guru penjasorkes dan Siswa-Siswi kelas VSD GMIT Kuanino Satu (1) Hasil dan pembahasan:Dari hasil yang didapatkan adalah Hasil enelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran gaya mengajar guru dalam motivasi siswa pada pembelajaran Penjas itu berjalan dengan baik seperti biasanya walaupaun masih ada hambatan ataupun kekurangan yang dialami pada SD GMIT Kuanino1, dengan adanya kekurangan itu guru olahraga harus mengambil tindakan yang terbaik sehingga pembelajaran tetap berjalan lancar. Dalam proses pembelajaran seorang guru harus bekerja sama dengan kepala sekolah, rekan guru lainya sehingga mencapai tujuan bersama. Simpulan:Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan Pada proses pembelajaran Penjas pada siswa SD GMIT Kuanino Saatun (1) mereka lebih senang dengan pembelajaran bola besar yaitu sepak bola bagi laki-laki dan bola voli bagi perempuan karena dianggap hobi mereka sejak kecil. Kata kunci: Gaya mengajar. Gerak, dasar, Pasing atas. bola voli
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Model gerak tendangan dalam Pencak silat di Ranting Kiupukan Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara, pada saat siswa melakukan latihan tendangan yang sering mereka gunakan adalah tendangan sebagai serangan maupun bela serang untuk mengumpulkan poin. Sebagian dari mereka ketika melakukan tendangan, kaki mereka sering tertangkap meskipun tidak selalu terbanting oleh lawan, kemudian tendangannya juga sering tidak mengenai sasaran, posisi badan yang tidak seimbang saat mengangkat kaki sehingga sangat menguntungkan lawan untuk melakukan teknik bantingan.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui model gerak tendangan sabit dalam pencak silat Perisai Diri Ranting Kiupukan Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan pelatih dan siswa/atlet. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data reduction, data display dan conclusion drawing/verification.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa model gerak tendangan sabit pada atlet perisai diri di Ranting Kiupukan, dimulai dari peran pelatih, program latihan, proses dan teknik latihan, serta evaluasi latihan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa latihan teknik untuk tendangan sabit dengan beberapa tahapan yaitu seperti sikap awal, pelaksanaan tendangan serta akhir setelah melakukan tendangan telah dilakukan dengan baik.
Simpulan: Program latihan pembinaan di perguruan pencak silat perisai diri Ranting Kiupukan Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara dilihat dari metode latihan yang dibuat pelatih yang meliputi latihan teknik, latihan fisik, latihan mental dan latihan keterampilan sudah terprogram dan terlaksana dengan baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam memajukan suatu bangsa. Pendidikan diharapkan dapat mencerdaskan generasi muda yang mampu mengembangkan potensi dalam diri, serta berpola pikir secara kritis dan dinamis, bertanggung jawab, berakhlak mulia, beriman.
Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran pola gerak dasar di masa pandemi Covid-19 Pada Siswa SD di SD Inpres Oesapa.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan eksplanasi kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini peneliti ingin mengetahui bagaimana guru memberikan materi kepada siswa/siswi dalam pembelajaran pola gerak dasar di masa pandemi Covid-19.
Hasil dan pembahasan: Pelaksanan pembelajaran pola gerak dasar di SD Inpres Oesapa menggunakan media daring whatsapp group, dimana pendidik mengirimkan materi pembelajaran pola gerak dasar dan video pembelajaran pola gerak dasar lokomotor, nonlokomotor dan manipulatif kepada siswa serta pendidik memberikan tugas kepada siswa untuk mempraktekan contoh pola gerak dasar dalam bentuk video.
Simpulan: Dari hasil penelitian di atas maka peneliti menyimpulkan bahwa penerapan pembelajaran pola gerak dasar di masa pandemi Covid-19 pada siswa SD sebaiknya guru lebih kreatif dalam memberikan materi pembelajaran serta menjelaskan materi secara mendetail sehingga siswa lebih giat belajar dan lebih mudah memahami
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI PEMBELAJARAN PJOK BERBASIS MASALAH GERAK ROLL DEPAN PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS (TUNANETRA) YANG DI ALAMI GURUSLB NEGERI PEMBINA KUPANG Vekner Hauteas1*, Agustinus J. Nafie2, Fredik E. Nope3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia Email. [email protected] Latar belakang:Penelitian ini adalah merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui proses pembelajaran pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan pada siswa yang berkebutuhan khusus (Tuna netra) pada SLB Negeri Pembina Kupang. Metode penelitian:Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk memecahkan suatu masalah. Hasil dan pembahasan:Berdasarkan hasil penelitian wawancara dan dokumentasi Anak bekebutuhan khusus (ABK) adalah anak dengan karakteristik khusus berbeda dengan anak pada umumnya. ABK tentu akan menghadapi berbagai masalah dengan kekhususannya. Dalam melakukan praktek di lapangan anak berkebutuhan khusus sangat berbeda dengan anak yang normal terletak pada cara guru yang menerapkannya di lapangan. Saat peneliti melakukan penelitian di SLB Negeri Pembina Kupang.Guru yang mengajar mata pelajaran PJOK melakukan bimbingan terhadap siswa secara individu hal ini dilakukan karena kondisi siswa berbeda satu dengan yang lainnya. Simpulan:Dari hasil penelitian diatas peniliti menyimpulkan bahwa pembelajaran PJOK berbasis masalah gerak roll depan ABK(Tuna Netra) yang di alami guru SLB Negeri Pembina Kupang dimana guru menuntun siswa berulang-ulang kali agar siswa benar-benar mengerti proses gerak (Roll depan) dengan baik. Katakunci: Pembelajaran PJOK; ABK (Tuna Netra); Gerak Roll Depan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Senam merupakan aktivitas jasmani yang efektif untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelilitian ini adalah untuk mengetahui Pembelajaran Senam Artistik Gerakan Meroda pada Masa New Normal di SD Inpres Lasian Kota Kupang. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif karena sesuai dengan masalah yang telah diungkapkan diatas, penelitian Deskriptif dilakukan dengan menggambarkan gejala fenomena, atau peristiwa tertentu (Maksum, 2008:16). Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah, guru penjasorkes dan siswa peneliti menyimpulkan bahwa proses pembelajaran new nomal senam artistik gerakan meroda kurang efektif karena beberapa faktor yaitu: pembelajaran menggunakan sistem online, dan ketersediaan handphone android, Kurangnya antusias siswa dalam pembelajaran penjas, senam artistik gerakan meroda sulit dilakukan siswa tanpa tuntunan dari guru. Agus Mahendra (2000:9) menyatakan, “Senam adalah suatu latihan tubuh yang dipilih dan dikonstruk dengan sengaja, dilakukan dengan sadar dan terencana, disusun secara sistematis dengan tujuan meningkatkan kesegaran jasmani, mengembangkan ketrampi¬lan, dan menanamkan nilai-nilai mental spiritual. Simpulan: Pembelajaran senam artistik gerakan meroda harus dipraktek secara langsung dan perlu bimbingan dari guru penjasorkes
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK MAKARIUS NARA MBETE. TINJAUAN TENTANG MAKNA GERAK TARIAN GAWI PADA RITUAL ADAT MBAMA PU’U LISE TANAH TELU WOLONIO DI KABUPATEN ENDE PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR. Skripsi Program Strata 1 (satu) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi-Olahraga, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing (I)Dr. Andreas J.F.Lumba,M.Pd.Pembimbing (II) Erwin S. Neolaka.S.Pd, M.Pd Kata kunci : Makna Gerak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tinjauan tentang makna gerak tarian Gawi pada ritual adat mbama pu’u lise tanah telu wolonio di kabupaten Ende di provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode Penelitian yang digunakan adalah jenis kualitatif dengan pengumpulan data penelitian ini diperoleh dengan teknik pengumpulan data : Observasi, Wawancara dan dokumentasi. Langkah menganalisis data adalah dengan data reduction (reduksi data), data display dan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkapkan enam temuan yaitu : (1). Makna gerakan pertama, kaki diangkat keatas dan kebawah gerakan ini dalam tradisi setempat melambangkan kesiapan para warga setempat dalam melawan para musuh yang akan menyerang saat upacara sukuran panen berlangsung. (2). Gerakan kaki melangkah kedepan, gerakan ini dalam tradisi setempat melambangkan kesiapan dalam menyerang seolah-olah ada musuh di depan kita. Dan sebaliknya melangkah kaki belakang unutk menghindarkan serangan musu dari depan. (3).Gerakan kaki melangkah kesamping Kiri, kita menghindari serangan dari samping kanan. (4). Gerakan kaki melangkah kesamping Kanan artinya kita menghindari serangan dari samping kiri. (5). Gerakan tangan mengayun keatas dan kebawah sambil berpegangan tangan antara penari satu dengan penari lainnya. Menurut kepercayaan setempat gerakan ini melembangkan kekompakan para warga masyarakat setempat. Selain melawan para musuh yang menyerang, gerakan ini juga melambangkan ucapan sukur bersama atas panen. (6). Gerakan kepala dalam tarian gawi merupakan gerakan serta untuk memberi semangat Kepada sesama penari dalam tarian ucapan syukur, dengan mengisaratkan menganggukan kepala kemuka, memalingkan kepala kekiri dan kekanan serta kebersamaan dengan gerakan badan sebagai