Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

88 hasil
Subjek: dasar
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERTUMBUHAN ALGA MERAH Kappaphycus alvarezii DENGAN METODE LEPAS DASAR DI PERAIRAN DESA JENILU KECAMATAN KAKULUK MESAK KABUPATEN BELU

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Desa Jenilu terletak di Kecamatan Kakuluk Mesakdan wilayah pesisirnya bisa dimanfaatkan untuk budidaya Alga Merah. Alga Merah yang dibudidaya masih dalam tahap ujicoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan Alga Merah Kappaphycus alvarezii dengan Metode Lepas Dasar di Perairan Desa Jenilu. Penelitia dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2022. Metode yang digunakan yaitu metode ujicoba langsung dilapangan dengan menggunakan metode lepas dasar (patok) dan analisis data yang digunakan yaitu pertumbuhan harian, pertumbuhan relatif serta pertumbuhan mutlak. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa Alga Merah Kappaphycus alvarezii memiliki pertambahan berat dari awal sampai berakhirnya penelitian dengan berat tertinggi pada minggu ke-7 dengan nilai (283,4 gram), Kisaran pertumbuhan harian Alga Merah Kappaphycus alvarezii dengan nilai (4,76 gram) dan terendahnya dengan nilai (2,19 gram), Pertumbuhan mutlak Alga Merah Kappaphycus alvarezii dengan nilai tertinggi yakni (223,4 gram/hari) dan terendahnya dengan nilai (15,3gram/hari), Pertumbuhan spesifik Alga Merah Kappaphycus alvarezii dengan nilai tertinggi (5,57 %) dan terendah dengan nilai (3,62 %). Hal ini disebabkan karena bibit yang diambil mampu beradaptasi dengan lingkungan perairan yang berbeda.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN TENTANG PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR MENGONTROL SEPAK BOLA PADA SISWA KELAS IV DI SD GMIT AIRNONA 1 KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TINJAUAN TENTANG PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR MENGONTROL SEPAK BOLA PADA SISWA KELAS IV DI SD GMIT AIRNONA 1 KUPANG Marthinus Loe1*, Ramona M. Mae2, Andry Sinlaeloe3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Bedasarkan hasil pengamatan peneliti selama mengajar di kelas IV SD GMIT Airnona 1 Kupang ditemukan beberapa permasalahan dalam pembelajaran. Permasalahan tersebut adalah sebagai berikut (1) kurangnya motivasi siswa dalam belajar penjasorkes dengan materi sepak bola, (2) metode pembelajaran yang diterapkan guru masih kurang efektif untuk memotivasi siswa, (3) rendahnya siswa dalam melakukan teknik mengontrol sepak bola. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pembelajaran Teknik Dasar Mengontrol Bola Kaki Pada Siswa Kelas IV di SD GMIT Airnona 1 Kupang. Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk mengumpulkan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil wawancara dan hasil penelitian tentang Pembelajaran mengontrol sepak bola seperti yang dikemukan oleh guru penjasorkes bahwa dalam proses pembelajaran guru melakukan refleksi, benahi dan mempunyai rencana supaya peserta didik aktif dalam pembelajaran, agar kelas tetap kondusif saat pembelajaran berlangsung, guru juga harus tegas dalam pembinaan pada saat mengajar. Jika peserta didik kesulitan dalam pembelajaran kontrol bola, maka tugas guru adalah untuk membimbing, memberi motivasi dan memberi dorongan. Apabila pada awal pembelajaran siswa tidak dapat melakukan kontrol bola dengan baik maka harus dilakukan gerakan atau praktek secara berulang-ulang kali sehingga mereka paham dan mengerti dalam melakukan kontrol bola. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran teknik mengontrol sepak bola di SD GMIT Airnona 1 Kupang berlangsung dengan baik dan siswa menjadi aktif dan kreatif. Simpulan: Peneliti disimpulkan bahwa Data hasil Tinjauan pembelajaran teknik mengontrol sepak bola pada siswa kelas IV SD GMIT Airnona 1 Kupang masih kurang efektif karena masih terdapat beberapa hambatan yang dihadapi dalam proses pembelajaran berlangsung dikarenakan ada beberapa siswa yang belum bisa melakukan kontrol bola dengan baik. Kata kunci: Pembelajaran, teknik dasar, mengontrol sepak bola.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN PEMBELAJARAN GERAK DASAR LOMPAT BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL PADA SISWA KELAS IV SD INPRES KOBELETE

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Permainan Lompat Tali Merdeka adalah sebutan untuk mereka yang tinggal di Provinsi Riau. Di daerah yang masyarakatnya adalah pendukung kebudayaan Melayu ini ada sebuah permainan yang disebut sebagai tali merdeka. Inti dari permainan ini adalah melompat tali-karet yang tersimpul. Penamaan permainan ini ada kaitannya dengan tingkah laku atau perbuatan yang dilakukan pemain itu sendiri, khususnya pada lompatan yang terakhir. Pada lompatan ini (yang terakhir), tali direnggangkan oleh pemegangnya setinggi kepalan tangan yang diacungkan ke udara. Kepalan tangan tersebut hampir mirip dengan apa yang dilakukan oleh para pejuang ketika mengucapkan kata “merdeka”. Tujuan penelitian: Dari rumusan masalah yang telah dijelaskan maka yang menjadi tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui Penerapkan pembelajaran gerak dasar lompat berbasis permainan tradisional pada siswa kelas IV SD Inpres Kobelete. Metode penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif karena penelitian ini bersifat penelitian kualitatif naturalistic (alamiah) yaitu untuk mendapat informasi mengenai fenome-fenomena atau situasi yang aktual pada saat penelitian berlangsung. Hasil dan pembahasan: Dari hasil observasi, wawancara yang telah diperoleh, penulis memperoleh gambaran bahwa kajian permainan tradisional lompat tali sebagai kegiatan pemebelajaran anak di SD Inpres Kobelete mengacuh pada beberapa nilai yang saling berkaitan, diantaranya adalah Sarana dan Prasarana, Pelaksanaan, 1. Tahap Pertama Setinggi Mata Kaki atau Satu Jingkal Dari Tanah, 2. Tahap Kedua Setinggi Lutut Kaki, 3. Tahap ketiga setinggi pinggang, 4. Tahap keempat setinggi dada, 5. Tahap kelima setinngi Telinga, 6. Tahap keenam setinggi tangan diatas kepala dan kaki dijinjit. Simpulan: Melalui penelitian ini maka peneliti menyimpulkan bahwa, Permainan tradisional lompat tali sebagai kegiatan pembelajaran bagi anak di SD Inpres Kobelete. Selain dari pada itu demi mendapatkan suatu kesenangan, kegembiraan, dan kepuasan dalam diri seseorang serta efektifnya suatu proses pembelajaran, maka olahraga rekreasi dengan menggunkan salah satu permainan tradisional yaitu permainan lompat tali menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan oleh anak di sekolah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN PERMAINAN ROUNDERS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR PADA SISWA KELAS V SD GMIT NO. O7 OEBUFU

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang:.Masih rendahnya hasil pembelajaran permainan rounders pada siswa SD GMIT No. 07 Oebufu Tujuan penelitian: tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan permainan rounders untuk meningkatkan keterampilan gerak dasar pada siswa kelas V SD Gmit No. 07 Oebufu. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut IGAK Wardhani (2008:1.4), penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru didalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Menurut Suharsimi Arikunto (2009:16) PTK terdiri atas empat tahapan dalam tiap langkah. (perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi). Langkah pertama, kedua dan seterusnya system spiral yang saling terkait perlu diperhatikan oleh peneliti. Komponen tindakan dan observasi menjai satu komponen karena kedua kegiatan ini dilakukan secara simultan. Hasil dan pembahasan: Rounders adalah permainan bola pukul yang dimainkan oleh dua regu, masing-masing regu terdiri dari 12 orang. Rounders menggunakan lapangan yang berbentuk segi lima beraturan yang setiap sudutnya diberi base sebagai tempat hinggapnya masing-masing berjarak 15 meter. Cara bermain adalah pemukul (batter) memukul bola yang di lambungkan oleh pelambung (pitcher),setelah pukulannya sah, batter harus berlari ke base I sampai kembali ke home base baik atas pukulan sendiri maupun atas pukulan temannya. Lemparan atau pitcher memenuhi syarat apabila lemparan melalui daerah pukulan (strike zone) yaitu lewat diantara lutut dan bahu pemukul diatas home base, Jusuf Blegur & M. Rambu (2017:237) Simpulan: Berdasarkan uraian diatas maka dapat di simpulkan bahwa penerapan permainan rounders untuk meningkatkan keterampilan gerak dasar pada siswa kelas V SD GMIT NO. 07 Obufu tahun ajaran 2022\2023 sangat meningkat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN TENTANG NILAI OLAHRAGA DALAM GERAK DASAR TARIAN ADAT SOKA PAPAK KABUPATEN SIKKA DI SANGGAR DOKA TAWA TANA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TINJAUAN TENTANG NILAI OLAHRAGA DALAM GERAK DASAR TARIAN ADAT SOKA PAPAK KABUPATEN SIKKA DI SANGGAR DOKA TAWA TANA” Yohanes Renoaldus Wilfridus1*, Andreas J. F. Lumba2, David Loba3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia [email protected] Latar belakang: Perkembangan olahraga pada masa kini berkembang dengan pesat karena didukung dengan adanya kemajuan dibidang IPTEK yang memotivasi manusia untuk melakukan kegiatan olahraga. Olahraga merupakan suatu aktivitas jasmani yang selalu dilaksanakan oleh manusia secara terus menerus dengan mempunyai suatu tujuan guna meningkatkan prestasi seoptimal mungkin.Seni tari adalah seni yang juga mempunyai fungsi positif seperti meningkatkan kepekaan dalam mengekpresikan diri, mengembangkan motorik kasar dan halus. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui nilai olahraga dalam gerak dasar tarian Soka Papak disanggar Doka Tawa Tana desa Umauta. Metode Penelitian: Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif, dengan alasan bahwa pendekatan ini lebih mendekat kepada tujuan yang dicapai oleh peneliti, karena peneliti terjun langsung kelapangan untuk melihat peristiwa yang terjadi. Hasil dan Pembahasan: Nilai olahraga pada tarian adat Soka Papak yang terdapat pada sanggar budaya Doka tawa Tana ialah nilai kebersamaan, nilai kerjasama, nilai kekompakan, nilai disiplin dan nilai komitmen. Dan gerak dasar Pada tarian Soka Papak ialah gerak lokomotor, gerak non lokomotor dan Manipulatif. Simpulan: Berdasarkan penelitian dapat diketahui bahwa tarian soka papakyang terdapat pada sanggar budaya Doka tawa Tana merupakan bagian dari aktivitas ritmit yang tidak terlepas dari nilai olahraga dan gerak dasar olahraga. Katakunci: Nilai olahraga dan gerak dasar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA LATIHAN TEKNIK DASAR DI SEKOLAH SEPAK BOLA BALI UNITED KRISTAL KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang:Latihan adalah suatu bentuk aktivitas untuk meningkatkan ketrampilan (kemahiran) berolahraga dengan menggunakan berbagai peralatan sesuai dengan tujuan dan kebutuhan cabang olahraga. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Pola Latihan Teknik Dasar di Sekolah Sepak Bola Bali United Kristal Kota Kupang. Metode penelitian:Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dan pembahasan: Sekolah Sepak Bola Bali United Kristal Kota Kupang terbagi dalam kelompok umur mulai dari U-8, U-10, U-12, U-14, U-16, dan U-18. Program latihan bagi kelompok siswa U12yang meliputi model latihan teknik, taktik, fisik dan mental. Pola latihan siswa usia 12 tahun di SSB Bali United Kristal Kota Kupang meliputi: (a) Pembukaan latihan dan Pemanasan;(b) latihan Inti yang meliputi Dribbling skill, passing skill, control skill, heading skill, shooting skill. (c). latihan tambahan berupa game bagi para memain dan (d) penutup/pendinginan selama 3-5 menit. Simpulan: Pola latihan teknik dasar sepak bola di Sekolah Sepakbola Bali United Kristal Kota Kupang sudah berjalan sesuai sistimatis dan terprogramkan secara baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROSES PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR SEPAK BOLA DI SEKOLAH DASAR MASEHI KAREKA NDUKU

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PROSES PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR PERMAINAN SEPAK DI SEKOLAH DASAR MASEHI KAREKA NDUKU Yohanis Umbu Pati1*, Agustinus Jacob Nafie2, Ramona M. Mae3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia Email. [email protected] Latarbelakang: Permainan sepak bola adalah salah satu permainan Yang telah merakyat di Indonesia dan di gemari oleh masyarakat baik dari usia dini, dewasa dan bakan usia tua. Dan dari itu maka dapat di teliti tentang proses pembelajaran teknik dasar permainan sepak bola Tujuan penelitian: Meletakan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai dalam pendidikan jasmani. Serta membangun landasan kepribadian yang kuat, sikap cinta damai, sikap sosial dan toleransi dalam konteks kemajemukan budaya, dan agama. Metode penelitian:Pendekatan yang dapat di gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Yang mencari informasi yang diangkat untuk menyangkut permainan sepak bola. Hasil dan pembahasan:Hasil dalam penelitian ini dapat berupa wawancara bersama guru dan siswa yang dalam belajar tentang proses pembelajaran teknik dasar permainan sepak bola yang membahas tentang ketrampilan dalam memahami apa arti dari sepak bola dan juga teknik dasarnya. Simpulan: Dalam simpulan yang dapat dikatakan yakni memberikan motivasi belajar untuk siswa mengenai pembelajaran teknik dasar permainan sepak bola dan terlebikususnya bidang olahraga. Katakunci: Teknik dasar permainan sepak bola

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGUASAAN KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR CALON GURU BIOLOGI ( STUDI PADA MAHASISWA SEMESTER V PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI DI UKAW)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS PENGUASAAN KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR CALON GURU BIOLOGI ( STUDI PADA MAHASISWA SEMESTER V PRODI PENDIDIKANBIOLOGI DI UKAW) Raddi, N. F.)* Nomleni, Th. F)** Manu, S.N. T)** Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Penguasaan Keterampilan Dasar Mengajar Calon Guru Biologi Studi Pada Mahasiswa Semester V Prodi Pendidikan Biologi di Ukaw. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kualitatif deskriptif dengan menggunakan desain studi kasus dengan proses penelitian melalui obsevasi,dan dokumentasi untuk mengkaji informasi terkait penguasaan Keterampilan Dasar Mengajar Calon Guru Biologi. Subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Semester V Yang Berjumlah 26 orang dengan teknik analisis data yang menggunakan teknik Tringulasi dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini dari keterampilan dasar mengajar yang terdiri dari 8 indikator keterampilan dasar mengajar adalah berkategori baik dengan nilai rata-rata presentase 77%. dari keterampilan membuka dan menutup pelajaran. Keterampilan dasar mengajar calon guru biologi semester V yang ada pada aspek keterampilan dasar mengajar yang berada dalam kategori sangat baik adalah keterampilan membuka dan menutup pelajaran, Keterampilan menjelaskan, Keterampilan bertanya, keterampilan mengelola kelas, Sedangkan aspek keterampilan dasar mengajar yang berada dalam kategori baik ada pasa aspek keterampilan keterampilan memberikan penguatan, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. Aspek keterampilan mengadakan variasi berada pada kategori cukup baik. Keterampilan mengadakan variasi pada calon guru biologi harus lebih belajar lagi agar keterampilan mengadakan variasi lebih baik pada mahasiswa yang memprogram mata kuliah keterampilan dasar mengajar pada semester yang akan datang KataKunci: Penguasaan Keterampilan Dasar Mengajar Calon Guru Biologi mahasiswa semestser V Keterangan:* Peneliti **Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN KRIMINOLOGI TERHADAP TERJADINYA TINDAK PIDANA PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR DENGAN KEKERASAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul penelitian ini adalah : “Kajian Kriminologi Terhadap Terjadinya Tindak Pidana Pencurian Kendaraan Bermotor Dengan Kekerasan”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1. Faktor apa yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dengan kekerasan? 2. Bagaimana akibat hukum dari tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dengan barang bukti ? Berdasarkan Hasil penelitian Penulis bahwa : 1. faktor yang menyebabkan terjadinya Tindak Pidana pencurian kendaraan bermotor dengan kekerasan ialah: a. Perbuatan terdakwa merugikan korban; b. Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. 2. Akibat hukum dari tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dengan barang bukti ialah: a. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan; b. Menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan. Kata Kunci : Begal, Motor, Pencurian dengan Kekerasan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Seleksi Varietas Unggul Rumput Laut Kappaphycus spp. yang Dibudidayakan dengan Metode Lepas Dasar di Perairan Tablolong

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DENSIANA LURUK SERAN (17381978) Seleksi Varietas Unggul Rumput Laut Kappaphycus spp. yang Dibudidayakan dengan Metode Lepas Dasar di Perairan Tablolong. Wilson L. Tisera, S.Pi.,M.Si., Ph.D dan Rockie R. L. Supit., S.Pi., M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kappaphcus merupakan salah satu rumput laut panghasil karaginan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan merupakan komoditas ekspor perikanan Indonesia di pasar dunia. Seleksi varietas merupakan salah satu metode yang diharapkan dapat meningkatkan laju pertumbuhan dan mengurangi penyakit. Desa Tablolong, di Kabupaten Kupang memiliki potensi budidaya Kappaphycus spp. yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui varietas rumput laut Kappaphycus spp. yang memberikan pertumbuhan yang lebih baik dan lebih tahan terhadap penyakit ice-ice yang dibudidayakan di Perairan Tablolong. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 7 minggu pada bulan Juni sampai Agustus 2021. Kappaphycus spp. yang diuji adalah Varietas Tambalang hasil kultur jaringan dari Rote, Varietas Sacol dari Sulamu, Varietas Sacol dari Semau dan Varietas Cottonii dari Pasir Panjang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, dengan metode budidaya adalah metode lepas dasar. Data pertumbuhan dan penyakit ice-ice di ambil setiap 7 hari sekali. Pengukuran parameter kualitas air berupa suhu, salinitas, kecepatan arus, Ph dan kecerahan. Data pertumbuhan yang dianalisis adalah Pertumbuhan Harian, Pertumbuhan Spesifik dan Pertumbuhan Mutlak. Sementara data penyakit adalah Insiden dan Intensitas penyakit. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertambahan berat Kappaphycus spp. tertinggi di Perairan Tablolong adalah Sacol Sulamu dengan nilai rata-rata tertinggi 844,50 gram pada minggu ke tujuh dan nilai terendah Cottonii Pasir Panjang yakni 295,60 gram pada minggu ke tujuh. Pertumbuhan harian dengan nilai rata-rata tertinggi Sacol Sulamu yaitu 13,00 gram/hari, sedangkan pertumbuhan terendah Cottonii Pasir Panjang yakni 2,85 gram/hari. Pertumbuhan spesifik dengan nilai rata-rata tertinggi pada Sacol Sulamu yakni 5,73 %/hari, sedangkan pertumbuhan spesifik terendah pada Cottonii Pasir Panjang dengan nilai 2,18%/hari. Pertumbuhan mutlak dengan nilai rata-rata tertinggi Sacol Sulamu 744,5 gram dan nilai terendah Cottonii Pasir Panjang yakni 195,6 gram. Untk Insiden penyakit ice-ice, Cotonii Pasir Panjang memiliki nilai paling tinggi dari awal penelitian sampai akhir dengan rata-rata 61,85 % sedangkan paling rendah Sacol Sulamu dengan nilai 34,02 %. Untuk Intensitas penyakit, Cottonii Pasir Panjang memiliki nilai paling tinggi dari awal penelitian sampai akhir dengan rata-rata 19,80 % sedangkan paling rendah Tambalang hasil Kultur jaringan Rote dengan rata-rata 3, 88 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh tingkat pendidikan dan pemahaman akuntansi terhadap kemampuan penyusunan laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP di Kecamatan Rinhat Kabupaten Malaka

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan terhadap kemampuan penyusunan laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP. 2) Untuk mengetahui pengaruh pemahaman akuntansiterhadap kemampuan penyusunan laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP. Sampel dalam penelitian ini adalah UMKM yang ada di Kabupaten Malaka khususnya 27 responden yang ada di Kecamatan Rinhat. Jenis pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh secara langsung dari lapangan. Data primer adalah data yang digunakan dalam penelitian yang diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan penyusunan laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP. Hal ini dibuktikan dengan thitung lebih besar dari ttabel (14,736>2,052) dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,024 0,05). (2) Terdapat pengaruh signifikan pemahaman akuntansi terhadap pelaporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP. Hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar thitung lebih besar dari ttabel (2,418>2,052).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENINGKATAN POLA GERAK DASAR MENGGUNAKAN MODEL PERMAINAN MENJALA IKAN PADA SISWA TK DHARWASI NONBES

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang permasalahan dalam penelitian ini adalah pembelajaran penjaskes tentang gerak dasar, saat pembelajaran menunjukan bahwa siswa belum terampil dan menguasai untuk gerak lokomotor, non lokomotor, dan manipulatif tentunya akan membatasi keterampilan dan kemampuan gerak dasar siswa yang akan berpengaruh pada pencapaian hasil pembelajaran. Salah satu penyebabnya adalah model pembelajaran yang tidak sesuai, sehingga tujuan pengajaran yang telah dirumuskan oleh pendidik belum mencapai hasil yang maksimal. Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pola gerak dasar menggunakan model permainanmenjala ikan Pada Siswa Tk Dharwasi Nonbes. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari II siklus.Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil dan pembahasan:Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar pola gerak dasar melalui model permainan menjala ikan dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat terlihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan peneliti/kolaborator (ketuntasan belajar meningkat dari siklus I dan II). Pada siklus I ketuntasan hasil belajar mencapai 31,25% sedangkan pada siklus II ketuntasan hasil belajar mencapai 87,5%. Hal ini menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa sebesar 56,25%. Simpulan:penelitian ini menunjukkan bahwa meningkatkan hasil belajar pola gerak dasar melalui model permainan menjala ikan pada TK Dharwasi Nonbes termasuk kategori baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT PEMAHAMAN MURID KELAS XI TERHADAP TEKNIK DASAR PERMAINAN BOLA VOLI DI SMA NEGERI 2 KUPANG TENGAH

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TINGKAT PEMAHAMAN MURID KELAS XI TERHADAP TEKNIK DASAR PERMAINAN BOLA VOLI DI SMA NEGERI 2 KUPANG TENGAH Yesaya Oka1*, Jusuf Blegur2, Julian J. Leko3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia Email. [email protected] Latar belakang:Bola volimerupakansalahsatucabangolahraga bola yang dimainkansecaraberkelompokolehduatim.Padapermainan bola volitentunyasiswaharusbisamemahamimaupunmenguasaiteknikdasarpermainan bola voli.Berdasarkanhasilobservasi di SMA Negeri 2 Kupang Tengah penelitimenemukankurangnyatingkatpemahamansiswaterhadapteknikdasarpermainan bola voli. Tujuan penelitian:Untukmengetahuipemahamanmuridkelas XI terhadapteknikdasarpermainan bola volipada SMA Negeri 2 Kupang Tengah. Metode penelitian:Metodepenelitianinimenggunakanmetodekualitatifdeskriptif, subyek yang digunakanpadapenelitianialah guru PJOK dansiswakelas XI IS. Teknikpengumpulan data dalampenelitianinimenggunakan 1).Observasi, 2).Wawancara, 3).Dokumentasi. Hasil dan pembahasan:Hasilpenelitianmenunjukkanbahwatingkatpemahamansiswakelas XI terhadapteknikdasarpermainan bola voli di SMA Negeri 2 Kupang Tengah telahmemenuhi 7 indikatorpemahamansiswayaitumenafsirkan, memberikancontoh, mengklasifikasikan, menyimpulkan, menduga, membandingkandanmenjelaskan. Simpulan:Padaproses pembelajaranteknikdasarpermainanbola voli, guru harusberperanpentingdan guru jugasebagaifasilitatordalammendorongsemangatsiswamencapaiindikator yang telahdiberikanolehsekolah. Katakunci: Tingkat pemahamanteknikdasarpermainan bola voli.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS GERAK DASAR TEKNIK TENDANGAN BELAKANG PADA ATLET PENCAK SILAT DI PERGURUAN TAPAK SUCI KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Dalam olahraga pencak silat khususunya ada berbagai macam gerak dasar serta teknik yang dapat dipelajari. Salah satunya gerak dasar teknik tendangan belakang, tendangan ini dapat digunakan sebagai tendangan balasan kepada lawan namun apabila atlet melakukan tendangan belakang ini harus diperhitungkan antara jarak dengan lawan dan dilakukan dengan cepat karena posisi badan membelakangi lawan. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gerak dasar teknik tendangan belakang pada atlet pencak silat di perguruan Tapak Suci Kota Kupang. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan pelatih dan atlet tapak suci. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa Analisis gerak dasar teknik tendangan belakang pada atlet tapak suci kota kupang di lihat dari teknik tendangan yang benar mulai dari sikap awal, sikap pelaksanaan sampai dengan sikap akhir sedikit kurang sesuai dengan teori. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa atlet pada saat proses pelaksanaan tendangan belakang sikap tubuh yang sedikit kurang sesuai dengan teori. Namun pelatih sudah melakukan perannya sesuai dengan kegiatan serta proses juga sudah maksimal. Simpulan: Gerak dasar teknik tendangan belakang di perguruan tapak suci kota kupang berkaitan dengan proses pelaksanaan tendangan belakang belum sesuai dengan teori namun program latihan sudah terlaksana dengan baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KANDUNGAN KERAGINAN RUMPUT LAUT KAPPAPHYCUS ALVAREZII VARIETAS BERBEDA YANG DI BUDIDAYA DENGAN METODE YANG BERBEDA DI PERAIRAN TABLOLONG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hengki Rawa Mandapu (16382696) Studi Kandungan Karaginan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Varietas Berbeda yang Dibudidaya dengan Metode yang Berbeda di Perairan Tablolong. Wilson L. Tisera, S.Pi., M.Si., Ph.D dan Rockie R.L. Supit, S.Pi., M.Si (sebagai Pembimbing I dan II). Program Studi, Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Karaginan merupakan senyawa hidrokoloid yang diekstraksi dari alga laut merah jenis Kappaphycus dan Eucheuma. Karaginan dipakai sebagai stabilisator, pengental, pembentuk gel, pengemulsi, pengikat dan pencegah kristalisasi dalam industri makanan ataupun minuman, farmasi dan kosmetik lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan karaginan dari rumput laut Kappaphycus alvarezii varietas berbeda yang dibudidaya dengan metode yang berbeda di perairan Tablolong Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari tiga perlakuan dengan empat ulangan.Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel meliputi variabel bebas, variabel terkontrol dan variabel terikat. Varietas Kappaphycus alvarezii yang digunakan dalam penelitian ini adalah varietas tambalang hasil kultur jaringan (Kuljar) dari Rote, varietas sacol asal Sulamu, varietas sacol asal Semau, dan varietas Cottonii asal Pasir Panjang. Hasil penelitian menunjukan nilai kandungan karaginan rumput laut Kappaphycus alvarezii dari metode long line berkisar antara 17,9-32,2%. Nilai kandungan karaginan tertinggi pada metode long line terdapat pada varietas sacol Sulamu dengan nilai rata-rata 32,2%, sedangkan nilai kandungan karaginan terendah terdapat pada tambalang kultur jaringan Rote dengan nilai rata-rata 17,9%. Sedangkan nilai kandungan karaginan rumput laut Kappaphycus alvarezii dari metode lepas dasar berkisar antara 26,7-51,8%. Nilai kandungan karaginan tertinggi terdapat pada tambalang kultur jaringan Rote dengan nilai rata-rata 51,8%, sedangkan nilai kandungan karaginan terendah terdapat pada sacol Sulamu dengan nilai rata-rata 26,7%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KOMPOSISI JENIS DAN KEPADATAN MAKRO EPIFIT PADA BUDIDAYA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DENGAN METODE LEPAS DASAR DI PERAIRAN BAOBOLAK KECAMATAN NAGAWUTUNG KABUPATEN LEMBATA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

TIMOTEUS DUA BLOLONG (16383164) Analisis Komposisi Jenis Dan Kepadatan Makro Epifit Pada Budidaya Rumput Laut Kappaphycus alvarezzi Dengan Metode Lepas Dasar Di Perairan Baobolak Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata. WILSON L.TISERA,S.Pi.,M.Si.,Ph.D, ROCKIE R.L. SUPIT, S.Pi.,M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Rumput laut merupakan salah satu sumberdaya pesisir yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi dan merupakan komoditas ekspor di sektor budidaya perikanan indonesia karena permintaanya tinggi di pasar dunia. Perairan pantai Baobolak merupakan salah satu perairan pantai yang terletak di Lembata bagian Selatan. Hasil rumput laut merupakan sumber pendapatan yang menjanjikan bagi sebagian besar penduduk Desa Baobolak, yang berada di Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan kepadatan epifit yang terdapat pada rumput laut Kappaphycus alvarezii di Perairan Baobolak Kecamatan, Nagawutung Kabupaten Lembata. Hasil penelitian menujukan pertumbuhan berat Kappaphycus alvarezii non epifit memiliki nilai kisaran pertumbuhan lebih tinggi yakni 114,68 gram – 287,70 gram dengan laju pertumbuhan spesifik 4,93% / hari sedangkan yang terjangkit epifit 110,42 gram – 169,88 gram dengan laju spesifik 4,69% / hari.Kepadatan jenis makro epifit pada Kappaphycus alvarezii berada pada kisaran 110,4-176,20 ind/m2 . Kepadatan jenis yang tertinggi yaitu Hypnea cervicrnis dengan nilai 176,20 ind/m2 dan kepadatan jenis yang terendah yaitu ulva lacuta dengan nilai 110,4 ind/m2.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN METODE GAYA MENGAJAR TERHADAP GERAK DASAR PASSING ATAS DALAM PERMAINAN BOLA VOLI DI SD GMIT KUANINO 1

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TINJAUAN METODE GAYA MENGAJAR TERHADAP GERAK DASAR PASSING ATAS DALAM PERMAINAN BOLA VOLI DI SD GMIT KUANINO 1 Olimpusam D Nggedhu1* , Dr. Lukas M. Boleng2 , Jimmy Charter Atty3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Permainan bola voli merupakan aktivitas kelompok, kemampuan suatu regu bola voli ditentukan oleh ketrampilan teknik dasar yang dimiliki oleh setiap anggota siswa dalam regu melakukan fungsinya masing-masing.Kemampuan adalah kecepatan atau potensi seorang siswa yangmelakukan secara individu untuk menguasai teknik dasar passing atas dalam permainan bola voli, sehingga siswa memahami dan melakukan teknik dasar passing atas dalam permainan bola voli yang lebih akurat.Kompetensi yang harus dikuasai siswa perlu dinyatakan sedemikian rupa agar dapat dinilai sebagai wujud hasil belajar siswa yang mengacu pada pengalaman langsung. Tujuan penelitian:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode gaya mengajar terhadap gerak dasar pasing atas dalam permainan bola voli siswa kelas Vdi SD GMIT Kuanino Satu (1). Metode penelitian:Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Melalui pendekatan penelitian, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Penelitian dilakikan pada 1 guru penjasorkes dan Siswa-Siswi kelas VSD GMIT Kuanino Satu (1) Hasil dan pembahasan:Dari hasil yang didapatkan adalah Hasil enelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran gaya mengajar guru dalam motivasi siswa pada pembelajaran Penjas itu berjalan dengan baik seperti biasanya walaupaun masih ada hambatan ataupun kekurangan yang dialami pada SD GMIT Kuanino1, dengan adanya kekurangan itu guru olahraga harus mengambil tindakan yang terbaik sehingga pembelajaran tetap berjalan lancar. Dalam proses pembelajaran seorang guru harus bekerja sama dengan kepala sekolah, rekan guru lainya sehingga mencapai tujuan bersama. Simpulan:Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan Pada proses pembelajaran Penjas pada siswa SD GMIT Kuanino Saatun (1) mereka lebih senang dengan pembelajaran bola besar yaitu sepak bola bagi laki-laki dan bola voli bagi perempuan karena dianggap hobi mereka sejak kecil. Kata kunci: Gaya mengajar. Gerak, dasar, Pasing atas. bola voli

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROSES PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR MENGGIRING DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI KULI

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PROSES PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR MENGGIRING DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI KULI Rofli Naldi Paulus Nappu1*, Ramona M. Mae2, Andry Sinlaeloe3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia Email. [email protected] Latar belakang: Berdasarkan hasil pengamatan peneliti selama mengajar di kelas IV SD Negeri Kuli ditemukan beberapa permasalahan dalam pembelajaran. Permasalahan tersebut adalah sebagai berikut (1) kurangnya motivasi siswa dalam belajar penjasorkes dengan materi sepak bola, (2) metode pembelajaran yang diterapkan guru masih kurang efektif untuk memotivasi siswa, (3) rendahnya siswa dalam melakukan teknik menggiring sepak bola. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui. Proses pembelajaran teknik dasar menggiring sdalam permainan sepak bola pada siswa kelas IV SD Negeri Kuli. Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk mengumpulkan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil wawancara dan hasil penelitian tentang Pembelajaran menggiring sepak bola seperti yang dikemukan oleh guru penjasorkes bahwa dalam proses pembelajaran guru melakukan refleksi, benahi dan mempunyai rencana supaya peserta didik aktif dalam pembelajaran, agar kelas tetap kondusif saat pembelajaran berlangsung, guru juga harus tegas dalam pembinaan pada saat mengajar. Jika peserta didik kesulitan dalam pembelajaran tolak peluru, maka tugas guru adalah untuk membimbing, memberi motivasi dan memberi dorongan. Apabila pada awal pembelajaran siswa tidak dapat melakukan menggiring bola dengan baik maka harus dilakukan gerakan atau praktek secara berulang-ulang kali sehingga mereka paham dan mengerti dalam melakukan menggiring bola. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran teknik dasar menggiring dalam permainan sepak bola pada siswa SD NEGERI Kuli berlangsung dengan baik dan siswa menjadi aktif dan kreatif. Simpulan: Peneliti disimpulkan bahwa Data hasil Proses pembelajaran teknik dasar menggiring dalam permainan sepak bola pada siswa kelas IV SD NEGERI Kuli selalu mengalami peningkatan. Persentase ketuntasan belajar juga telah memenuhi target dari yang direncanakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERANAN GURU PENJASORKES DALAM PENERAPAN CHEST PASS PADA PERMAINAN BOLA BASKET KELAS VIII DI SMP ANGKASA KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERANAN GURU PENJASORKES DALAM PENERAPAN CHEST PASS PADA PERMAINAN BOLA BASKET KELAS VIII DI SMP ANGKASA KUPANG Samuel Sogara Bani1*, Agustinus Jacob Nafie2 , Melvianus Selan3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, Peranan guru Penjasorkes Pada Siswa SMP Angkasa Kupang guru harus mampu menerapkan dengan baik terkait dengan teknik dasar chets pass dalam permainan bola basket sehingga siswa lebih memahami apa yang dijelaskan. Dan juga guru harus mampu melayani setiap siwa yang kurang paham. Tujuan penelitian: Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan guru penjasorkes dalam penerapan chets pass pada permainan bola basket kelas VIII di SMP Angkasa Kupang. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Dan Sampel pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru PJOK, dan dua orang siswa kelas VIII di SMP Angkasa Kupang. Hasil dan pembahasan: Hasil Penelitian ini menunjukan, bahwa peranan guru penjas dalam menerapkan teknik dasar chest pass pada permainan bola basket berjalan dengan lancar. Materi yang diajarkan sesuai. Adapun siswa yang kurang mengerti dengan materi yang diajarkan dan guru juga lebih kreatif dalam memberikan materi dengan cara merubah metode pembelajaran agar siswa dapat mengerti pembelajaran dengan baik yang diberikan oleh guru. Dalam hal ini, berkaitan dengan materi pembelajaran bola basket siswa lebih senang dengan melakukan atau mempraktekkan langsung dilapangan dari pada belajar materi di dalam kelas. Simpulan: peranan guru penjasorkes dalam penerapan Teknik dasar chest pass pada permainan bola basket di SMP Angkasa Kupang berjalan dengan baik. Materi yang diajarkan sesuai. Dalam pembelajaran bola basket siswa lebih senang mempraktekkan langsung di lapangan. Katakunci: Peranan guru penjasorkes; teknik dasar chest pass pada bola basket

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROSES PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR SEPAK BOLA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR GMIT OEPURA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Proses pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dengan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Sepak bola merupakan keterampilan (open skill) dimana keadaan sulit diprediksi baik gerakan maupun lawan yang sangat kompleks. Teknik dasar yang dipakai dalah teknik dasar menendang bertujuan untuk mengumpan, menembak ke gawang dan menyapu untuk menggagalkan serangan lawan. Beberapa macam tendangan yaitu menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar, dan punggung kaki. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran teknik dasar sepak bola bagi siswa sekolah dasar GMIT Oepura. Metode penelitian: Menggunakan metode deskriptif kuantitatif, karena penelitian ini disajikan dengan angka-angka. Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil Kemampuan siswa dalam melakukan teknik dasar sepak bola menendang dengan kaki bagian dalam, kaki bagian luar, dan punggung kaki yang dilakukan oleh 17 orang siswa kelas IIIA di SD GMIT Oepura di peroleh hasil sebagai berikut, Berdasarkan data bahwa teknik dasar menendang bola dengan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki, dalam kategori “Sangat Baik” dengan nilai rata-rata keseluruhan (81,62%). Terdiri dari 1 Siswa dengan presentase (5,88%), 4 Siswa dengan presentase (23,52%), 12 Siswa dengan presentase (70,58%) . Simpulan: Proses pembelajaran teknik dasar sepak bola banyak siswa yang mampu menguasai teknik dasar menendang dengan kaki baik dalam, kaki bagian luar, dan punggung kaki dapat dikategorikan sangat baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail