Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Penyakit Ice-ice
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Seleksi Varietas Unggul Rumput Laut Kappaphycus spp. yang Dibudidayakan dengan Metode Lepas Dasar di Perairan Tablolong

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DENSIANA LURUK SERAN (17381978) Seleksi Varietas Unggul Rumput Laut Kappaphycus spp. yang Dibudidayakan dengan Metode Lepas Dasar di Perairan Tablolong. Wilson L. Tisera, S.Pi.,M.Si., Ph.D dan Rockie R. L. Supit., S.Pi., M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kappaphcus merupakan salah satu rumput laut panghasil karaginan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan merupakan komoditas ekspor perikanan Indonesia di pasar dunia. Seleksi varietas merupakan salah satu metode yang diharapkan dapat meningkatkan laju pertumbuhan dan mengurangi penyakit. Desa Tablolong, di Kabupaten Kupang memiliki potensi budidaya Kappaphycus spp. yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui varietas rumput laut Kappaphycus spp. yang memberikan pertumbuhan yang lebih baik dan lebih tahan terhadap penyakit ice-ice yang dibudidayakan di Perairan Tablolong. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 7 minggu pada bulan Juni sampai Agustus 2021. Kappaphycus spp. yang diuji adalah Varietas Tambalang hasil kultur jaringan dari Rote, Varietas Sacol dari Sulamu, Varietas Sacol dari Semau dan Varietas Cottonii dari Pasir Panjang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, dengan metode budidaya adalah metode lepas dasar. Data pertumbuhan dan penyakit ice-ice di ambil setiap 7 hari sekali. Pengukuran parameter kualitas air berupa suhu, salinitas, kecepatan arus, Ph dan kecerahan. Data pertumbuhan yang dianalisis adalah Pertumbuhan Harian, Pertumbuhan Spesifik dan Pertumbuhan Mutlak. Sementara data penyakit adalah Insiden dan Intensitas penyakit. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertambahan berat Kappaphycus spp. tertinggi di Perairan Tablolong adalah Sacol Sulamu dengan nilai rata-rata tertinggi 844,50 gram pada minggu ke tujuh dan nilai terendah Cottonii Pasir Panjang yakni 295,60 gram pada minggu ke tujuh. Pertumbuhan harian dengan nilai rata-rata tertinggi Sacol Sulamu yaitu 13,00 gram/hari, sedangkan pertumbuhan terendah Cottonii Pasir Panjang yakni 2,85 gram/hari. Pertumbuhan spesifik dengan nilai rata-rata tertinggi pada Sacol Sulamu yakni 5,73 %/hari, sedangkan pertumbuhan spesifik terendah pada Cottonii Pasir Panjang dengan nilai 2,18%/hari. Pertumbuhan mutlak dengan nilai rata-rata tertinggi Sacol Sulamu 744,5 gram dan nilai terendah Cottonii Pasir Panjang yakni 195,6 gram. Untk Insiden penyakit ice-ice, Cotonii Pasir Panjang memiliki nilai paling tinggi dari awal penelitian sampai akhir dengan rata-rata 61,85 % sedangkan paling rendah Sacol Sulamu dengan nilai 34,02 %. Untuk Intensitas penyakit, Cottonii Pasir Panjang memiliki nilai paling tinggi dari awal penelitian sampai akhir dengan rata-rata 19,80 % sedangkan paling rendah Tambalang hasil Kultur jaringan Rote dengan rata-rata 3, 88 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Isolasi dan Identifikasi Bakteri Patogen Pada Kappaphycus alvarezii di Perairan Tablolong Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Isolasi dan Identifikasi Bakteri Patogen Pada Kappaphycus alvarezii di Perairan Tablolong Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur Laidat, M.D) * Rupidara, A.D.N) ** Sabuna,A.C) ** Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu spesies makro alga yang memiliki banyak manfaat. Penyakit utama yang menyebabkan penurunan produksi di seluruh pusat pengembangan budidaya makro alga adalah penyakit ice-ice.Serangan penyakit tersebut tidak hanya menurunkan hasil panen (60–70%), tetapi dapat juga menyebabkan gagal panen. Masyarakat di Perairan Tablolong sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani rumput laut, adapun kendala yang dihadapi yaitu penyakit ice-ice .Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasikan dan mengidentifikasi bakteri pathogen pada Kappaphycus alvarezii bibit dari perairan Tablolong Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang NTT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini survey dan eksperimental dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling di area Perairan Tablolong, kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Metode pengujian meliputi pembuatan isolat uji, Uji katalase, uji glukosa. Hasil uji katalase bada semua bakteri positif dan uji glukosa glokosa positif pada semua bakteri, Bakteri pathogen yang diisolasi dari Kappaphycus alvarezii ialah genus Pseudomonas sp genus Vibrio sp, genus Bacillus, genus Flavobaterium, genus Cytophaga Sp dan genus Holobacterium.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakterisasi dan Identifikasi Bakteri Penyebab Penyakit Ice-ice Penyebab Penurunan Mutu Bahan Baku Rumput Laut Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MAGDALENA ROSIANA TUPA (17392122). Karakterisasi dan Identifikasi Bakteri Ice-ice Penyebab Penurunan Mutu Bahan Baku Rumput Laut Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum. Di bawah bimbingan : Yunialdi H. Teffu, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang Penyakit ice-ice menyebabkan penurunan produksi dan mutu bahan baku pangan, tidak hanya menurunkan hasil panen (60-70%) tetapi dapat menyebabkan gagal panen. Jenis bakteri patogen yang berpotensial menyebabkan penyakit ice-ice pada rumput laut adalah bakteri Vibrio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka lempeng total paling tinggi pada K.alvarezii Sulamu 4,5 X 106 dan paling rendah air laut 1 X 102 dan karakterisasi dari bakteri Vibrio ialah memiliki motil, memfermentasi glukosa dan mampu hidup pada NaCl 2-8%, bakteri yang teridentifikasi berdasarkan Bergey’s Manual Of Determinative Bacteriology yang terserang rumput laut pada penyakit ice-ice dengan kemiripan bakteri Vibrio alginolyticus 94-100%, Vibrio harveyi 91-100%, Vibrio vulnificus 94-97%, Vibrio fulvialis 97%, Vibrio metchnikovii 91-97%, Vibrio. Furnissii 91-94% dan Vibrio damsela 91% yang merupakan bakteri patogen, dapat menurunkan kualitas dari hasil panen bahan baku rumput laut. Pengukuran parameter lingkungan, suhu 27°C, 28°C dan 25°C, kecepatan arus 0.12 m/s, 0,21 m/s dan 0.13 m/s dan nilai pH 8

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail