ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGOLAHAN AIR LIMBAH LABORATORIUM MENGGUNAKAN VARIASI MEDIA FILTER ARANG AKTIF Borassus flabellifer L, ZEOLIT,PASIR DAN SABUT KELAPA
“
Tiumlafu, M.I )* Nitsae, M.)** Solle, H.L.R.)**
BorazSilab filter merupakan alat filtrasi yang dirancang mengunakan kaca berukuran 20×20×20 cm, berbentuk kubus dengan beberapa variasi isian biomaterial-biomaterial yang dihasilkan dari metode karbonisasi dan dehidrasi, baik secara fisika, kimia, maupun keduanya. Ukuran dari tiap-tiap biomaterial sama 65 mesh dengan pori-pori yang terbuka luas, sehingga kapasitas penyerapannya tiap biomaterial menjadi lebih tinggi. Arang aktif, zeolit,pasir, dan sabut kelapa digunakan sebagai material filter terhadap pengolahan air limbah domestik laboratorium biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dan UPT laboratorium lingkungan dinas lingkungan hidup provinsi NTT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan efisiensialatBorazilab filter berdasarkan variasi material filterdalam menurunkan, bau, warna/kekruhan, suhu, dan derajat keasaman/pH. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan nilai: suhu, warna, pH, dan bauterhadap air limbah domestik laboratorium biologi Universitas Kristen Artha Wacana secara berurutan adalah:260C; 71,380 NTU; 2,40; berbau;. Selanjutnya hasil pengujian setelah filter secara berurutan adalah: 240C; 61,160 NTU; 7,50; tidak berbau;. Sedangkan hasil penelitian pada air limbah domestik UPT laboratorium lingkungan dinas lingkungan hidup provinsi NTT secara berurutan adalah: 270C; 5,990 NTU; 7,10; berbau;. Selanjutnya hasil pengujian setelah filter secara berurutan adalah: 240C; 5,090 NTU; 7,90; tidak berbau;. Hasil yang didapatkan menunjukan kondisi air limbah dengan parameter suhu, warna, pH, dan bau sebelum filter melewati batas baku mutu yang diijinkan menurut permen Lingkungan Hidup RI No.68 Tahun 2016.Debit filtrasi dan Persen penurunan alat BorazSilab filter terhadap air limbah domestik laboratorium biologi Universitas Kristen Artha Wacana secara berurutan adalah;0,0023 L/dtk; 7,8%; 91,69%; 68%;. Sedangkan debit filtrasi dan persen penurunan pada air limbah domestik UPT laboratorium lingkungan dinas lingkungan hidup provinsi NTT secara berurutan adalah: 0,0013 L/dtk; 0,11%; 15,74%; dan 7,5%.
Kata Kunci: Alat BorazSilab filter,variasi material filter, debit filtrasi dan persen penurunan Alat BorazSilab filter
Keterangan:
* ) : Peneliti
**) : Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nugget adalah suatu bentuk produk daging giling yang dibumbui, kemudian diselimuti oleh perekat tepung, pelumuran tepung roti (breading), dan digoreng setengah matang lalu dibekukan untuk mempertahankan mutunya selama penyimpanan. Tetelan ikan tuna adalah limbah hasil pengolahan tuna loin, yang terdiri dari jenis daging merah dan sebagian daging ikan putih. Tujuan dari penelitian pembuatan nugget dari tetelan tuna loin dengan variasi penambahan tepung jagung adalah sebagai berikut: (1) Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi tepung jagung yang berbeda terhadap karakteristik nugget dari tetelan tuna loin (2) Untuk mendapatkan konsentrasi tepung jagung yang tepat sebagai pengikat dalam pembuatan nugget dari tetelan tuna loin. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2022 yang bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana untuk pembuatan produk nugget ikan, uji organoleptik dan uji kekenyalan. Kemudian uji kadar air, kadar lemak dan kadar protein di Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan variabel yang diteliti. Analisis kuantitatif digunakan untuk menerangkan data berupa angka yang didapat dari hasil pengamatan uji kadar air, kadar protein, kekenyalan dan lemak. Sedangkan analisis kualitatif hasil dari uji organoleptik. Hasil dari penelitian ini adalah penambahan konsentrasi tepung jagung yang berbeda berpengaruh terhadap karakteristik nugget dari tetelan tuna loin. Jumlah konsentrasi tepung jagung yang tepat sebagai pengikat dalam pembuatan nugget dari tetelan tuna loin diperoleh pada semua perlakuan yakni A (600 g tetelan tuna loin : 10% tepung jagung), B (600 g tetelan tuna loin : 20%), C (600 g tetelan tuna loin : 30% tepung jagung) dengan tingkat penerimaan organoleptik memenuhi SNI 7758 : 2013.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan variasi mengajar Mahasiswa Pendidikan Biologi UKAW kupang ang telah melakukan praktek mengajar. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskripsi dengan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian ini di lakukan di kampus Universitas Artha Wacana Kupang khususnya pada prodi Pendidikan Biologi yang sedang melakukan praktek keterampilan dasar mengajar. Teknik pengumpulan data penelitian ini ialah observasi dan dokumentasi darib32 vidio Mahasiswa prodi Pendidikan Biologi yang meleksanakan praktek keterampilan dasar mengajar. Setelah vidio didapatkan kemudian dianalisis sesuai dengan instrumen keterampilan variasi mengajar dan untuk setiap aspek diberi skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahasiswa Pendidikan t UKAW kupang memiliki, (1) Keterampilan variasi mengajar guru dengan persentase nilai rata-rata 83,55% termasuk kategori Sangat Baik. Kemudian posisi kedua (2) Keterampilan Variasi Pola Interaksi dengan persentase nilai rata-rata 75,23% termasuk dalam kategori Baik. Dan terakhir (3) Variasi Media alat peraga dengan persentase nilai rata-rata 50,49% termasuk dalam Kategori Kurang. Mengapa demikian, karena pada saat proses pembelajaran penggunaan media cuma media visual atau media yang dapat dilihat seperti poster dan leptop dan juga ada persediaan media LCD tetapi sangat terbatas atau kurang dipakai. Oleh sebab itu perlu adanya penambahan media pembelajaran yang cukup bagus agar menambah variasi mengajar Yang lebih kondusif dalam praktek mengajar agar proses pembelajaran lebih optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG VARIASI MENGAJAR GURU IPA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA UPTD SMP NEGERI LANTOKA KABUPATEN ALOR TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Besituba L)* Manu S.T)** Nggadas E.D)**
Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan motivasi belajar siswa, variabel (X) persepsi siswa tentang gaya mengajar guru dengan (Y) motivasi belajar siswa. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII UPTD SMP Negeri Lantoka yang berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket, data dianalisis dengan statistik inferensial bantuan SPSS. Hasil analisis deskriptif diperoleh variasi mengajar guru dan motivasi belajar siswa berada pada kategori sedang dengan presentase rhitung 0,459 > rtabel 0,349 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signitifikan antara variasi mengajar guru dengan motivasi belajar siswa UPTD SMP Negeri Lantoka.
Kata kunci :persepsi siswa tentang gaya mengajar variasi mengajar guru dan motivasi belajar
*) Mahasiswa Peneliti
*) Dosen Pimbimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nugget ikan adalah suatu bentuk produk olahan dari daging ikan giling dan diberi bumbu-bumbu serta dicampur dengan bahan pengikat lalu dicetak menjadi bentuk tertentu, dicelupkan ke dalam batter dan breading kemudian digoreng atau disimpan terlebih dahulu dalam ruang pembeku atau freezer sebelum digoreng. Berdasarkan informasi-informasi yang penulis kumpulkan, sudah terdapat penelitian nugget ikan cakalang namun bahan tambahannya adalah bonggol pisang, ada juga penelitian yang menggunakan tepung Kappa Karagenan sebagai bahan tambahan namun bahan utamanya adalah ikan cucut. Tujuan dari penelitian diversifikasi nugget ikan cakalang dengan variasi penambahan tepung Kappa Karagenan adalah sebagai berikut: (1) Untuk mengetahui karakteristik dari produk nugget ikan cakalang berdasarkan uji organoleptik terhadap kenampakan, bau, rasa dan tekstur, (2) Untuk mengetahui tingkat kekenyalan pada nugget ikan cakalang, (3) Untuk mengetahui kadar air, kadar protein dan kadar lemak pada nugget ikan cakalang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2022 yang bertempat di Laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana untuk pembuatan produk nugget ikan, uji organoleptik dan uji kekenyalan. Kemudian uji kadar air, kadar lemak dan kadar protein di Laboratorium Nutrisi Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan variabel yang diteliti. Analisis kuantitatif digunakan untuk menerangkan data berupa angka yang didapat dari hasil pengamatan uji kadar air, kadar protein, kekenyalan dan lemak. Sedangkan analisis kualitatif hasil dari uji organoleptik. Hasil dari penelitian ini adalah karasteristik dari produk nugget ikan cakalang dengan variasi penambahan tepung Kappa Karagenan yaitu 0,5%, 1,5% dan 2,5% pada tingkat penerimaan panelis berdasarkan organoleptik sensori terbaik pada perlakuan 1,5% dengan kenampakan 7,36, bau 7,6, tekstur 7,93 dan rasa 7,7. Tingkat kekenyalan nugget ikan cakalang menggunakan alat penetrometer terbaik pada perlakuan 2,5% dengan nilai 7,7 mm/g/detik. Kandungan air 51,51%, kandungan protein 8,49% dan kandungan lemak 0,64%
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
UPAYA GURU PENJASORKES MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BOLA VOLI MELALUI VARIASI BERMAIN BOLA PELASTIK DI SMPN 3 MAMBORO
Dociarto Ario Lende1*, Andreas J. F. Lumba2, Agustinus Jacob Nafie3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, rendahnya hasil belajar materi bola voli para siswa SMPN 3 Mamboro terhadap kegiatan yang diadakan di sekolah dan juga para siswa SMPN 3 Mamboro masi cenderung monoton oleh karna itu guru berperan dalam membimbing siswa meningkatkan hasil belajar bola voli dan juga memberikan motivasi belajar.
Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar bola voli melalui variasi bemain bola pelastik di SMPN 3 Mamboro.
Metode penelitian: Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK)karena dalam penelitian ini merupakan pada upaya pemecahan masalah ataupun perbaikan yang di rancang menggunakan penelitian tindakan kelas yang bersifat lefleftif dan kolaboratif.
Hasil dan pembahasan: Hasil dalam penelitian ini mempunyai dua siklus dan presentase hasil belajar bola voli siklus 1 dan 2, analisis permasalahan siklus 1 dan 2 dan solusi pemecahannya dari dua siklus mempunyai perbedaan siklus 1 siswa masi dalam proses meyempurnakan hasil belajar bola voli sehingga masi banyak siswa yang pempunyai kategori
Cukub baik. Pada siklus dua siswa suda bagus dalam meningkatkan hasil belajar bola voli sehingga mendapatkan kategori baik dan berhasil.
Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan seperti yang diuraikan pada bab sebelumnya, diketahui persentase siswa SMPN 3 Mamboro yang tuntas (NA tes Teknik dasar permainan bola voli> 75) pada siklus 1 hanya 67,3%. Namun, persentase ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 89,6% pada siklus 2. Hal tersebut menjelaskan bahwa persentase siswa SMPN 3 Mamboro yang tuntas semakin baik setelah siswa diberi tindakan berupa pembelajaran Teknik dasar permainan bola voli melalui variasi bermain bola pelastik.
Katakunci: Meningkatkan hasil belajar bola voli melalui variasi bermain bola pelastik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia kaya akan sumber pangan tinggi karbohidrat. Salah satu komoditi pangan sumber karbohidrat yang melimpah di Indonesia adalah singkong. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahuikualitas kimia dilihat dari parameter (kadar air, kadar abu, kadar pati) dengan berbagai variasi mesh, untuk mengetahui uji organoleptik dilihat dari parameter (warna, aroma, tekstur) dengan berbagai variasi mesh. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini untuk analisis kimia adalah kadar air, kadar abu dan kadar pati. Kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan P2 dengan nilai rata-rata 10,59%, kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan P2 dengan nilai rata-rata 2,30%, sedangkan kadar pati tertinggi terdapat pada perlakuan P1 dengan nilai rata-rata 44,93%. Uji organoleptik meliputi warna, aroma dan tekstur dengan uji hedonik. Nilai tingkat kesukaan tertinggi terhadap parameter warna terdapat pada perlakuan P0 dengan nilai rata-rata 4,00 (kriteria sangat putih), nilai tingkat kesukaan tertinggi terhadap parameter aroma terdapat pada perlakuan P0 dengan nilai rata-rata 3,30 (kriteria cukup suka), dan nilai tingkat kesukaan tertinggi terhadap parameter tekstur terdapat pada perlakuan P0 dengan nilai rata-rata 4,00 (kriteria sangat halus).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING DENGAN KAKI BAGIAN DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA MELALUI VARIASI BERMAIN GAWANG SEGITIGA
Sesilia Lawa1*, David Loba2, Christin P.M. Rajagukguk3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Pendidikan pada hakikatnya mencakup kegiatan mendidik, mengajar dan melatih. kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk menanamkan nilai-nilai positif.
Tujuan penelitian: Untuk meningkatkan hasil belajar passing melalui variasi bermain gawang segi tiga.
Metode penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau classroom Action Research (CAR).
Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa permainan sepak bola teknik dasar passing kaki bagian dalam dapat meningkatkan ketrampilan passing kaki bagian dalam siswa kelas VI SD Inpres Lasiana. Peningkatan ketrampilan passing kaki bagian dalam dapat dilihat dari nilai pada siklus I sampai siklus II. Pada siklus I nilai ketuntasannya adalah 67,5%, dan pada siklus II menjadi 78%. Nilai rata-rata ketrampilan passing kaki bagian dalam juga meningkat, yaitu pada siklus I adalah 48, pada siklus II menjadi 83. Data tersebut menunjukkan peningkatan ketrampilan passing kaki bagian dalam pra siklus sampai dengan siklus dua.
Simpulan: Dari Hasil Analisis yang diperoleh selama peneliti terdapat peningkatan dari kondisi awal ke siklus 1 sampai siklus 2.
Kata kunci: Hasil belajar passing; permainan sepak bola; variasi bermain
ABSTRACT
IMPROVE LEARNING OUTCOMES OF PASSING WITH THE INSIDE OF THE FOOT IN SOCCER GAMES THROUGH VARIATION IN PLAYING TRIANGULAR WICKET
Sesilia Lawa1*, David Loba2, Christin P.M. Rajagukguk3
123Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Background: Essentially includes educational activities. Teach and Training activities are carried out as an effort to instill positive values.
Research objective: To improve passing learning outcomes through the variation of playing sawang.
Research method: The research method used is classroom-based research (PT or classroom action research (CAR).
Result and discussion: Based on the results of the research and discussion that have been described it can be concluded that the basic tactical soccer game 0f inner foot passing can be improve the inner foot passing skills of the sixth graders of SD inpres lasiana. The improvement of inner foot passing skills can be seen from the value in cycle II. In cycle 1 the completeness is 67.5% and in cycle II it is 78%. The average inner foot passing skill also increased, namely in the first cycle it was 48, in cycle II to 83. The data shows an increase in foot passig skills.
Conclusion: From the results of the analysis obtained during the study there was an increase from the initial conditions to cycle I to cycle II
Keyword: Learning outcomes of playing football game variations of passing.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Plankton merupakan organisme yang hidup melayang di dalam badan perairan dan mempunyai kemampuan yang terbatas. Perairan Oesapa diduga merupakan salah satu daerah perikanan tangkap ikan pelagis kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi plankton dalam komunitasnya berdasarkan kondisi oseanografi pada daerah penangkapan bagan apung dan bagan tancap di perairan Oesapa. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah deskripsi eksploratif. Penelitian ini dilaksanakan di daerah penangkapan bagan apung dan bagan tancap Perairan Oesapa, selama dua (2) bulan yaitu Maret dan Mei 2021. Sementara untuk identifikasi sampel di Laboratorium Eksakta UKAW Kupang. Hasil penelitian menunjukan bahwa plankton yang ditemukan di daerah penangkapan bagan apung terdiri dari fitoplankton sebanyak 178 jenis dari 3 kelas. Sedangkan Zooplankton sebanyak 195 jenis dari 11 kelas. sedangkan Fitoplankton ditemukan di daerah penangkapan bagan tancap sebanyak 179 jenis dari 3 kelas. Sedangkan zooplankton ditemukan sebanyak 162 jenis dari 8 kelas.Kelimpahan plankton di daerah penangkapan bagan apung dan bagan tancap mengikuti trend kedalaman dan waktu pengamatan terlihat bahwa kelimpahan plankton di kedua lokasi penelitian bervariasi. Nilai keanekaragaman Plankton di daerah penangkapan baganapung dan bagan tancap memiliki nilai keanekaragaman tinggi. Keseragaman plankton yang diperoleh pada kedua daerah penangkapan (bagan apung dan bagan tancap) kekayaan setiap individu memiliki spesies jauh berbeda. Dominansi plankton di daerah penangkapan bagan apung dan bagan tancap perairan Oesapa tidak terdapat spesies yang dominan lainnya atau struktur komunitas dalam keadaan stabil
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Adsorpsi Senyawa Paraquat Diklorida Menggunakan Arang Aktif Tempurung Saboak (Borassus flabellifer Linn)
Sri Yanti D. Beri ) * Merpiseldin Nitsae ) ** Hartini R. L. Solle ) **
Metode adsorpsi merupakan salah satu metode yang banyak digunakan karena aman dan tidak membahayakan kesehatan, serta dapat digunakan untuk mengurangi jumlah herbisida. Metode adsorpsi melibatkan adsorben dan adsorbat. Adsorben yang sering digunakan adalah arang aktif (Borassus flabellifer Linn) sedangkan adsorbat yang digunakan adalah paraquat diklorida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana adsorpsi senyawa paraquat diklorida menggunakan arang aktif tempurung saboak hingga keadaan setimbang. Aktivasi arang (Borassus flabellifer Linn) menggunakan H2SO4 1 M (waktu interaksi 68 jam). Untuk uji adsorpsi menggunakan metode batch selama 2 jam. Hasil penelitian untuk variasi dosis optimum berada pada massa adsorben 0,25 gram, konsentrasi paraquat diklorida 6 ppm, kecepatan shaker 150 rpm adalah 0,96 mg g-1. Berdasarkan hasil kondisi waktu kontak optimum terjadi pada menit ke- 30 dengan kapasitas adsorpsinya adalah 1.92 mg g-1. Daya adsorpsi arang aktif tempurung saboak terhadap paraquat diklorida yang terjadi secara cepat. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, dari menit ke 0,5,10,20,30, serta dengan jumlah yang sedikit tetapi dapat memberikan pengaruh yang besar. Menunjukan bahwa arang aktif tempurung saboak dapat dimanfaatkan sebagai adsorben.
Kata Kunci : Borassus flabellifer Linn, Saboak, Kapasitas Adsorpsi, Variasi Dosis Optimum, Waktu Kontak Optimum.
Keterangan: * = Peneliti **= Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH VARIASI UKURAN PULLEY DISC MILL TERHADAP KUALITAS FISIK TEPUNG PISANG CAVENDISH(Musa cavendish) Bernadina Seuk. Taek* Lano Marten L.** Dethan, J.J.S ** Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui variasi ukuran pulley penggerk mesin dan alat penepung untuk menghasilkan kualitas fisik tepung cavendish. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan . setiap satuan percobaan menggunakan buah pisang berat 1 kg. Kecepatan putaran 1500 rpm (spesifikasi mesin). Perlakuan yang di cobakan yaitu : (A). Kombinasi pulley mesin 17 cm pulley Alat 5.5. (B) Kombinasi pulley mesin 13 cm pulley Alat 7 cm, (C) Kombinasi pulley mesin 7 cm pulley Alat 13 dan (D) Kombinasi pulley mesin 5.5 cm pulley Alat 17cm. Data dianalisis dengan Sidik Ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Dari hasil penelitian yang dilakukan yaitu perlakuan kombinasi ukuran pulley mesin tipe Disc Mill berpengaruh nyata terhadap presentase fraksi kasar dan perlakuan kombinasi ukuran pulley mesin tipe Disc Mill 1300 rpm (Perlakuan B) menghasilkan kualitas tepung pisang cavendish meliputi persentase fraksi kasar dengan nilai rata 9,07%, sedang 17,41%, halus 73,52%, fineness modulus 0,8753% dan diameter rata-rata tepung 0,00752 Inchi.Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk meneliti komponen penyusunan bahan agar dapat menghasilkan tepung pisang cavendish yang lebih baik dan berkualitas.