ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abon ikan merupakan produk olahan hasil perikanan yang dibuat dari daging ikan, melalui kombinasi proses pengolahan yaitu proses pengukusan, penggilingan dan penggorengan dengan penambahan bumbu-bumbu. Abon ikan termasuk produk olahan kering, dalam pembuatannya menggunakan bahan antara lain minyak, santan dan bumbu sehingga sensitif terhadap udara, rentan terhadap ketengikan selama penyimpanan.Selama penyimpanan, abon ikan tetap akan mengalami penurunan mutu akibat adanya perubahan kimia dan fisika yang terjadi pada abon selama penyimpanan. Agar produk seperti abon ikan cakalangbisa tahan lama untuk disimpan maka perlu adanya pengemasan, pengamasan yang baik dapat mempertahankan mutu abon ikan pada suhu ruangan. Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis melakukan penelitian dengan judul analisis kualitas abon ikan yang disimpan dengan menggunakan kemasan berbeda. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas abon ikan cakalang yang disimpan menggunakan kemasan berbeda berdasarkan penilaian organoleptik (warna/kenampakan, aroma/bau, rasa dan tekstur) dan kadar air, kadar lemak, dan total mikroba.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2022 yang bertempat di Laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana untuk pembuatan produk abon ikan, uji organoleptik dan angka lempeng total. Kemudian uji kadar air dan kadar lemak di Laboratorium Nutrisi Politeknik Pertanian Negeri Kupang.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan variabel yang diteliti. Analisis kuantitatif digunakan untuk menerangkan data berupa angka yang didapat dari hasil pengamatan uji kadar air, kadar lemak, dan angka lempeng total. Sedangkan analisis kualitatif hasil dari uji organoleptik.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAl) dengan dua faktor dan dua kali pengulangan. Faktor perlakuan terdiri dari waktu penyimpanan (0, 7, 14, 21, dan 28 hari) dengan dua kemasan yang berbeda (standing pouch berbahan polietilen dan standing pouch berbahan aluminium) Parameter yang diamati yaitu karakteristik kimia dan sensori. kemasan terbaik terdapat pada kemasan standing pouch berbahan polietilen dengan lama penyimpanan 0 hari pada tingkat penerimaan panelis berdasarkan organoleptik sensori terbaik dengan kenampakan 8,23, bau 8,40, tekstur 8,60, rasa 8,30, kadar air 18,09 %, kadar lemak 20,88 %, dan total mikroba 1,650 koloni/gram
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bakso Ikan merupakan salah satu hasil pengolahan hasil perikanan yang sudah cukup populer dan disukai masyarakat Indonesia karena mempunyai rasa yang enak, mudah dicerna dan sangat praktis cara menghidangkannya. Berdasarkan informasi-informasi yang penulis kumpulkan sudah terdapat peneliti lain juga yang membuat bakso ikan menggunakan bahan utama, yaitu ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) namun bahan tambahanya menggunakan tepung jagung nikstamal. Oleh karena itu penulis akan melakukan penelitian yang berjudul “Karakteristik mutu bakso ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan penambahan tepung rumput laut (Eucheuma cottonii). Tujuan dari penelitian karakteristik mutu bakso ikan cakalang (katsuwonus pelamis) dengan penambahan tepung rumput laut (E. cottonni)adalah sebagai berikut: (1)Untuk mengetahui karateristik (organoleptik) dari produk bakso ikan cakalang Kkatsuwonus pelamis) dengan penambahan tepung rumput laut (Eucheuma cottonii). (2) Untuk mengetahui kadar air, kadar protein dan kadar lemak pada produk bakso ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan penambahan tepung rumput laut (Eucheuma cottonii).
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2022 yang bertempat di Laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana untuk pembuatan produk bakso ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), uji organoleptik. Kemudian uji kadar air, kadar lemak dan kadar protein di Laboratorium Nutrisi Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan variabel yang diteliti. Analisis kuantitatif digunakan untuk menerangkan data berupa angka yang didapat dari hasil pengamatan uji kadar air, kadar protein dan lemak. Sedangkan analisis kualitatif hasil dari uji organoleptik.
Hasil dari penelitian ini adalah karasteristik dari produk bakso ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), dengan variasi penambahan tepung rumput laut (Eucheuma Cotonii) yaitu 0%, 10% dan 20% pada tingkat penerimaan panelis berdasarkan organoleptik sensori terbaik pada perlakuan 10% dengan kenampakan 7,50, bau 7,7, rasa 7,8 dan tekstur 7,64. Serta Kandungan air 58,
95%, kandungan protein 34,19% dan kandungan lemak 0,56%
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nugget ikan adalah suatu bentuk produk olahan dari daging ikan giling dan diberi bumbu-bumbu serta dicampur dengan bahan pengikat lalu dicetak menjadi bentuk tertentu, dicelupkan ke dalam batter dan breading kemudian digoreng atau disimpan terlebih dahulu dalam ruang pembeku atau freezer sebelum digoreng. Berdasarkan informasi-informasi yang penulis kumpulkan, sudah terdapat penelitian nugget ikan cakalang namun bahan tambahannya adalah bonggol pisang, ada juga penelitian yang menggunakan tepung Kappa Karagenan sebagai bahan tambahan namun bahan utamanya adalah ikan cucut. Tujuan dari penelitian diversifikasi nugget ikan cakalang dengan variasi penambahan tepung Kappa Karagenan adalah sebagai berikut: (1) Untuk mengetahui karakteristik dari produk nugget ikan cakalang berdasarkan uji organoleptik terhadap kenampakan, bau, rasa dan tekstur, (2) Untuk mengetahui tingkat kekenyalan pada nugget ikan cakalang, (3) Untuk mengetahui kadar air, kadar protein dan kadar lemak pada nugget ikan cakalang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2022 yang bertempat di Laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana untuk pembuatan produk nugget ikan, uji organoleptik dan uji kekenyalan. Kemudian uji kadar air, kadar lemak dan kadar protein di Laboratorium Nutrisi Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan variabel yang diteliti. Analisis kuantitatif digunakan untuk menerangkan data berupa angka yang didapat dari hasil pengamatan uji kadar air, kadar protein, kekenyalan dan lemak. Sedangkan analisis kualitatif hasil dari uji organoleptik. Hasil dari penelitian ini adalah karasteristik dari produk nugget ikan cakalang dengan variasi penambahan tepung Kappa Karagenan yaitu 0,5%, 1,5% dan 2,5% pada tingkat penerimaan panelis berdasarkan organoleptik sensori terbaik pada perlakuan 1,5% dengan kenampakan 7,36, bau 7,6, tekstur 7,93 dan rasa 7,7. Tingkat kekenyalan nugget ikan cakalang menggunakan alat penetrometer terbaik pada perlakuan 2,5% dengan nilai 7,7 mm/g/detik. Kandungan air 51,51%, kandungan protein 8,49% dan kandungan lemak 0,64%
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Pengaruh Pupuk Organik Cair Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) Dan Jeroan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Terhadap
Pertumbuhan Kacang Hijau (Vigna radiata L.)
Kadawung, E. R* Hendrik, A. Ch** Nitsae, M**
Peningkatan produktivitas tanaman kacang hijau (Vigna radiate L.) dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik cair daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dan jeroan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dan perlakuan pupuk organik daun kirinyuh (DK) dan jeroan ikan cakalang (JI) yang memberikan hasil pertumbuhan paling baik pada kacang hijau. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 ulangan dan 5 taraf perlakuan yaitu kontrol = tanpa pupuk organik cair , perlakuan 1=5 kg DK (kg), perlakuan 2=4 DK + 1 JI (kg), perlakuan 3=3 DK + 2 kg JI (kg), perlakuan 4= 2 DK + 3 JI (kg), perlakuan 5=1 DK + 4 JI (kg), dan perlakuan 6=5 kg JI. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA kemudian dilakukan uji lanjut dengan uji DMRT dengan taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian, pada parameter tinggi batang memiliki nilai yang berebda nyata pada setiap perlakuan namun tidak berbeda nyata pada perlakuan 3 dan 4 parameter jumlah polong memiliki nilai rata-rata yang berbeda nyata namun pada perlakuan 3 dan 4, dan perlakuan 2 dan 5 memiliki nilai yang tidak bebeda nyata. Sedangkan pada parameter jumlah daun dan berat polong menunjukan nilai rata-rata yang berbeda tidak nyata pada setiap perlakuannnya. Pupuk pada perlakuan 3 dan 4 memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong dan berat polong. Penelitian tentang pupuk organik cair daun kirinyuh dan jeroan ikan cakalang masih bisa terus dikaji lebih lanjut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
MARSELINDA SERAN NAHAK (14390037). Studi Profil Kualitas Nugget Ikan Cakalang yang Diproses dengan Persentase Tepung Ubi Jalar Kuning dan Lama Pengukusan yang Berbeda. Dibawah bimbingan : Dr. Ir. AYUB U.I MEKO. M.Si sebagai pembimbing I dan YUNIALDI H. TEFFU, S.Pi, M.Si sebagaipembimbing II, Progranm Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen ArthaWacana, Kupang.
Ikan merupakan bahan pangan yang mudah rusak Karena mengandung kadar air protein yang cukup tinggi. Nugget merupakan produk olahan dari dari daging giling diberi penambahan bumbu dan dicetak kemudian dilumuri dengan tepung roti pada bagian permukaannya dan digoreng. Fish nugget salah satu bentuk olah dari daging ikan yang digiling halus dan diberi bumbu-bumbu serta dicampur dengan bahan pengikat dan bahan pengisi kemudian dicetak menjadi bentuk tertentu setelah dikukus, dipotong, dan dicelupkan kedalam batter breading, kemudian digoreng atau disimpan terlebih dahulu dalam ruangan pembeku atau freezer sebelum digoreng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase tepung ubi jalar kuning dan lama pengukusan yang berbeda pada produk nugget ikan cakalang. Untuk mengetahui mutu dari nugget ikan dengan penambahan tepung ubi jalar kuning.
Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan mulai dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2021 yang meliputi pembuatan produk nugget ikan cakalang, pengujian organoleptik (warna, aroma, tekstur, dan rasa), di Laboratorium Eksata UKAW kupang serta pengujian kadar air dan pH di Laboratorium Politeknik Pertanian Kupang. Menggunakan metode Uji Jarak Berganda Duncen (UJBD) untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dicobakan, selanjutnya data kadar air, pH, menggunakan analisis sidik ragam dengan mengukur suhu.
Berdasarkan data dan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa produk nugget ikan cakalang yang diproses dengan persentase tepung ubi jalar kuning dan lama pengukusan yang berbeda memenuhi standar mutu dan keamanan nugget ikan SNI 7758-2013 yaitu : nilai tingkat kesukaan panelis rata-rata organoleptik parameter warna 7,4 sampai 8,8, parameter aroma 7,4 sampai 9,0, parameter tekstur 7,9 sampai 8,9, rata-rata parameter rasa 7,6 sampai 9,0 dan nilai rerata hasil pengujian kadar yaitu 51,58%—52,67%, sedangkan pada nilai rata-rata pH 5,5 sampai 5,7.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
MAYA EKA RADIENA(14390029). Studi Karakteristik Nugget Ikan Cakalang Dengan Teknik Pengemasan Vakum dan Non Vakum Pada Penyimpanan Suhu Ruang. Dibawah bimbingan : Dr. Ir. Ayub U. I. Meko.M.Si sebagai pembimbing I dan Mada M. Lakapu, S.Si. M.Si sebagai pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang.
Ikan merupakan bahan pangan yang sangat mudah rusak karena mengandung kadar air protein yang cukup tinggi. Nuggetmerupakan produk olahan dari daging giling diberi penambahan bumbu dicetak kemudian dilumuri dengan tepung roti pada bagian permukaannya dan digoreng.Fish nuggetsalah satu bentuk olahan dari daging ikan yang digiling halus dan diberi buumbu-bumbu serta dicampur dengan bahan pengikan dan bahan pengisi kemudian dicetak menjadi bentuk tertentu setelah itu dikukus, dipotong, dicelupkan kedalam better breading, kemudian digoreng atau disimpan terlebih dahulu dalam rauang pembeku atau freezer sebelum digoreng.Pengemasan adalah aktivitas merancang dan memproduksi wadah atau pembungkus suatu produk dengan material kemasan. Tujuan Penelitian adalahuntuk mengetahui lama pengukusan yang berbeda dan persentase tepung ubi jalar yang berbeda pada produk nugget ikan cakalang. Untuk mengetahui mutu dari nugget ikan dengan tambahan tepung ubi jalar kuning
Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu dari April sampai Mei 2021 yang meliputi pembuatan produk nugget ikan cakalang, pengujian organoleptik (tekstur,warna,aroma,dan rasa),di Laboratorium Eksakta UKAW Kupang serta pengujian kadar air dan di Laboratorium Politeknik Pertanian Kupang.Menggunakan metode uji Duncan untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dicobakan, selanjutnya data kadar air, menggunakan analisis sidik ragam dengan mengukur suhu.
Berdasarkan hasil penelitian nugget ikan cakalang dapat disimpulkan bahwa segi organoleptik dengan kemasan vakum dan non vakum penyimpanan 0 hari sampai 4 hari masih diterima oleh panelis, penyimpanan hari ke 4 kemasan non vakum sudah tidak diterima lagi oleh panelis karena produk sudah di tumbuhi jamur.
Kata Kunci :ikan cakalang, fishnugget, pengemasan, kadar air
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu produk keunggulan Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah se’i yang merupakan suatu produk olahan daging asap yang diolah secara tradisional. Pampis merupakan salah satu produk turunan yang memanfaatkan se’i sebagai bahan baku utamanya. Namun terdapat permasalahan dalam pembuatan pampis yaitu bahan baku ikan asap yang digunakan memiliki karakteristik kimia yang tidak menghasilkan organoleptik pampis yang dapat diterima dengan baik. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melakukan modifikasi waktu pengasapan se’i cakalang yang berbeda sehingga mempengaruhi terhadap tingkat penerimaan konsumen. Penelitian ini dilakukan pengujian dan pengamatan terhadap, susut berat, nilai pH dan organoleptik (kenampakan, aroma, tekstur dan rasa) pada produk pampis se’i cakalang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2020 di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang-Nusa Tenggara Timur untuk pembuatan produk, pengukuran susut berat, pH, dan organoleptik. Hasil susut berat se’i cakalang yang diproses dengan metode pengasapan tradisional menggunakan waktu yang berbeda meningkat seiring dengan lama pengasapan 1 jam, 2 jam dan 3 jam dengan nilai rata-rata yaitu: 20,3-41,0% dan nilai pH se’i cakalang meningkat seiring dengan lama pengasapan 1 jam, 2 jam dan 3 jam dengan nilai rata-rata yaitu: 6,7-6,8 sedangkan organoleptik baik kenampakan, aroma, rasa dan tekstur memiliki nilai berkisar antara: 6,4-7,8. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa hasil susut berat se’i cakalang dan pH se’i cakalang yang diproses dengan waktu yang berbeda dengan lama pengasapan 1, 2, dan 3 jam, memiliki nilai rata-rata untuk susut berat yaitu: 20-41% dan Nilai rata-rata pH yaitu: 6,7-7,8 sedangkan tingkat penerimaan panelis pada setiap pengujian organoleptik baik kenampakan, aroma, rasa dan tekstur diterima oleh panelis dengan taraf agak suka menuju taraf sangat suka.