Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Tablolong
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI JENIS-JENIS DAN KEANEKARAGAMAN BIVALVIA DI PANTAI TABLOLONG KUPANG BARAT SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI DALAM BENTUK BUKU SAKU

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK IDENTIFIKASI JENIS-JENIS DAN KEANEKARAGAMAN BIVALVIA DI PANTAI TABLOLONG KUPANG BARAT SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI DALAM BENTUK BUKU SAKU Ina,. T. A)* Nge, T. S )** Manu, S. N. T)** Bivalvia merupakan organisme yang termasuk dalam filum moluska yang umumnya ditemukan dan hidup di daerah intertidal. Bivalvia yang secara khas memiliki dua bagian cangkang, yang keduanya kurang lebih simetris dan belahan yang diikat oleh ligament sebagai pengikat yang kuat dan elastis. Bivalvia dapat ditemukan hidup diperairan laut, payau dan tawar. Informasi dari jenis Bivalvia tersebut dapat dijadikan sebagai sumber belajar bagi peserta didik dalam bentuk buku saku. Buku saku merupakan alat bantu yang digunakan untuk menyampaikan informasi tentang materi pelajaran dan lainnya, sehingga dapat mengembangkan potensi siswa menjadi pembelajaran yang mandiri.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Jenis-jenis bivalvia, untuk mengetahui keanekaragaman bivalvia, untuk mengetahui pemanfaatan hasil penelitian tentang bivalvia di pantai tablolong dapat dijadikan sebagai sumber belajar dalam bentuk buku saku. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan di lapangan, dianalisis secara Deskriptif Kuantitatif. Indeks keragaman jenis ini digunakan untuk mengetahui keberagaman jenis bivalvia diperairan Tablolong Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Filum mollusca kelas bivalvia yang ditemukan dikategorikan menjadi 8 spesies yaitu : Anadara antiquate (kerang bulu), Vasticardium lomboke, Asaphis violascens, Gafrium pectinatum, Barbatia amygdalumtostum, Barbatia Trapezina, Trachycardium flavum,dan Anadara passa. Nilai indeks keanekaragaman Bivalvia pada perairan Pantai Tablolong Kupang tergolong sedang, dengan nilai H’ tertinggi pada Transek III yaitu 1,82 dengan nilai H’ 1,8292303. Pengukuran parameter lingkungan meliputi parameter fisik yaitu suhu lingkungan Transek 1: 280C, Transek 2: 290C, Transek 3: 300C sedangkan parameter kimia yang meliputi salinitas Transek 1, 2 dan 3: 25%, dan pH lingkungan Transek 1: 7,12, Transek 2: 7,26, Transek 3: 7,39. Sedangkan pemanfaatan Hasil Penelitian Bivalvia Di Pantai Tablolong Sebagai Sumber Belajar Dalam Bentuk Buku Saku diperoleh hasil Uji kelayakan dari Uji ahli materi dengan skor sebesar 88,09%, Uji ahli desain dengan skor sebesar 94,64%, Uji ahli media dengan skor sebesar 97,5%, uji kelompok kecil dengan skor sebesar 89,58% dan uji kelompok besar dengan skor sebesar 85,52%. Hal tersebut menunjukkan bahwa buku saku jenis-jenis bivalvia berada dalam kualifikasi sangat baik dan tidak perlu direvisi. Kata kunci : Jenis-jenis Bivalvia di Pantai Tablolong, Buku Saku Keterangan * : Peneliti ** : Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Seleksi Varietas Unggul Rumput Laut Kappaphycus spp. yang Dibudidayakan dengan Metode Lepas Dasar di Perairan Tablolong

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DENSIANA LURUK SERAN (17381978) Seleksi Varietas Unggul Rumput Laut Kappaphycus spp. yang Dibudidayakan dengan Metode Lepas Dasar di Perairan Tablolong. Wilson L. Tisera, S.Pi.,M.Si., Ph.D dan Rockie R. L. Supit., S.Pi., M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kappaphcus merupakan salah satu rumput laut panghasil karaginan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan merupakan komoditas ekspor perikanan Indonesia di pasar dunia. Seleksi varietas merupakan salah satu metode yang diharapkan dapat meningkatkan laju pertumbuhan dan mengurangi penyakit. Desa Tablolong, di Kabupaten Kupang memiliki potensi budidaya Kappaphycus spp. yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui varietas rumput laut Kappaphycus spp. yang memberikan pertumbuhan yang lebih baik dan lebih tahan terhadap penyakit ice-ice yang dibudidayakan di Perairan Tablolong. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 7 minggu pada bulan Juni sampai Agustus 2021. Kappaphycus spp. yang diuji adalah Varietas Tambalang hasil kultur jaringan dari Rote, Varietas Sacol dari Sulamu, Varietas Sacol dari Semau dan Varietas Cottonii dari Pasir Panjang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, dengan metode budidaya adalah metode lepas dasar. Data pertumbuhan dan penyakit ice-ice di ambil setiap 7 hari sekali. Pengukuran parameter kualitas air berupa suhu, salinitas, kecepatan arus, Ph dan kecerahan. Data pertumbuhan yang dianalisis adalah Pertumbuhan Harian, Pertumbuhan Spesifik dan Pertumbuhan Mutlak. Sementara data penyakit adalah Insiden dan Intensitas penyakit. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertambahan berat Kappaphycus spp. tertinggi di Perairan Tablolong adalah Sacol Sulamu dengan nilai rata-rata tertinggi 844,50 gram pada minggu ke tujuh dan nilai terendah Cottonii Pasir Panjang yakni 295,60 gram pada minggu ke tujuh. Pertumbuhan harian dengan nilai rata-rata tertinggi Sacol Sulamu yaitu 13,00 gram/hari, sedangkan pertumbuhan terendah Cottonii Pasir Panjang yakni 2,85 gram/hari. Pertumbuhan spesifik dengan nilai rata-rata tertinggi pada Sacol Sulamu yakni 5,73 %/hari, sedangkan pertumbuhan spesifik terendah pada Cottonii Pasir Panjang dengan nilai 2,18%/hari. Pertumbuhan mutlak dengan nilai rata-rata tertinggi Sacol Sulamu 744,5 gram dan nilai terendah Cottonii Pasir Panjang yakni 195,6 gram. Untk Insiden penyakit ice-ice, Cotonii Pasir Panjang memiliki nilai paling tinggi dari awal penelitian sampai akhir dengan rata-rata 61,85 % sedangkan paling rendah Sacol Sulamu dengan nilai 34,02 %. Untuk Intensitas penyakit, Cottonii Pasir Panjang memiliki nilai paling tinggi dari awal penelitian sampai akhir dengan rata-rata 19,80 % sedangkan paling rendah Tambalang hasil Kultur jaringan Rote dengan rata-rata 3, 88 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN KARBON PADA BIOMASSA LAMUN DI PERAIRAN LALENDO DAN PERAIRAN TABLOLONG KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YANDRI P. BENU (16382402) Analisis Kandungan Karbon pada Biomassa Lamun di Perairan Lalendo dan Perairan Tablolong, Kabupaten Kupang: Ir. YOHANES MERRYANTO S, M.Si., Ph.D dan ALFRED G.O. KASE S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pemanasan global (global warming) mengakibatkan dampak perubahan iklim. Hal ini diakibatkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer sehingga terjadi peningkatan suhu di permukaan bumi. Karbondioksida (CO2) adalah contoh gas rumah kaca yang memberikan pengaruh terbesar. Lamun adalah salah satu tanaman yang memiliki kemampuan menyerap karbon di atmosfer dan menyimpannya dalam bentuk biomassa melalui proses fotosintesis. Lamun yang terdapat di Perairan Lalendo dan Perairan Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang membentuk suatu komunitas yang luas dengan kelimpahan individu dan keragaman jenis lamun yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume, biomassa dan cadangan karbon yang tersimpan pada jaringan lamun bagian atas substrat (daun dan tangkai) dan bawah substrat (akar dan rimpang). Pengambilan data lapangan dilakukan pada tegakan semua jenis lamun yang ditemukan di dalam transek kuadran di lokasi penelitian. Perhitungan volume tegakan menggunakan persamaan tabel kerapatan dan nilai biomassa menggunakan nilai berat kering yang dikonversi dengan nilai kerapatan. Sedangkan, perhitungan karbon diperoleh melalui tahap pengukuran berat abu, bahan organik, konstanta nilai karbon (1,724) kemudian nilai biomassa dikonversikan dengan nilai karbon sehingga mendapatkan nilai akhir kandungan karbon. Selanjutnya, nilai karbon yang telah diperoleh pada setiap jenis lamun dijumlahkan untuk mendapatkan nilai estimasi total stok karbon pada masing-masing stasiun. Hasil penelitian menunjukan nilai total rata-rata stok karbon pada bagian bawah substrat lebih besar dibandingkan bagian atas substrat pada kedua lokasi penelitian. Nilai rata-rata stok karbon di Perairan Lalendo yaitu, jaringan bawah substrat sebesar 309,21 gC/m2 (73%) dan bagian atas substrat sebesar 113,82 gC/m2 (27%). Sedangkan nilai rata-rata stok karbon di Perairan Tablolong yaitu, jaringan bawah substrat sebesar 466,72 gC/m2 (76%) dan bagian atas subtsrat sebesar 146,75 gC/m2 (24%). Sedangkan nilai estimasi total stok karbon per stasiun menunjukan sumbangan stok karbon di perairan Tablolong lebih besar dibandingkan di perairan Lalendo didasarkan pada nilai estimasi total rata-rata stok karbon yaitu pada Perairan Tablolong sebesar 613,47 gC/m2 dibandingkan Perairan Lalendo sebesar 423,04 gC/m2.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Seleksi Varietas Rumput Laut Kappaphycus alvarezii (Doty) Yang Dibudidaya dengan Metode Long Line di Perairan Tablolong

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YOHANIS HIWA WUNU (15380110) Seleksi Varietas Rumput Laut Kappaphycus alvarezii (Doty) Yang Dibudidaya dengan Metode Long Line di Perairan Tablolong dibawah bimbingan: Wilson L. Tisera S.Pi., M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Rockie R. L. Supit, S.Pi., M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang memiliki potensi perikanan seperti budidaya rumput laut. Rumput laut yang dibudidaya dalam tahap untuk uji coba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui varietas rumput laut Kappaphycus alvarezii (Kappaphycus alvarezii; sacol Sulamu, sacol Semau, kuljar Rote dan cottoni Pasir Panjang). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2021 dengan lokasi penelitian yaitu Perairan Tablolong. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental yang digunakan untuk uji coba seleksi varietas rumput laut selama kegiatan berlangsung. Metode long line digunakan untuk melakukan uji coba budidaya rumput laut. Analisis data yang digunakan yaitu pertumbuhan harian, presentase pertumbuhan relatif, serta pertumbuhan mutlak. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan harian Sacol Sulamu dari terendah sampai tertinggi rumput laut Kappaphycus alvarezii 8,57-16,90 gram/hari, kemudian diikuti Kuljar Rote dengan nilai pertumbuhan harian terendah 6,95 dan tertinggi 9,54 gram/hari sedangkan Sacol Semau dari terendah sampai tertinggi 3,29-7,37 gram/hari. pertumbuhan mutlak dengan nilai tertinggi yakni 828 gram dari sacol Sulamu sedangkan terendah berasal dari Cattoni Pasir Panjang dengan nilai 214 gram dan pertumbuhan relatif dengan nilai tertinggi 828,00 % dari sacol Sulamu dan terendah dari Sacol Semau dengan nilai 39,00 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KANDUNGAN KERAGINAN RUMPUT LAUT KAPPAPHYCUS ALVAREZII VARIETAS BERBEDA YANG DI BUDIDAYA DENGAN METODE YANG BERBEDA DI PERAIRAN TABLOLONG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hengki Rawa Mandapu (16382696) Studi Kandungan Karaginan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Varietas Berbeda yang Dibudidaya dengan Metode yang Berbeda di Perairan Tablolong. Wilson L. Tisera, S.Pi., M.Si., Ph.D dan Rockie R.L. Supit, S.Pi., M.Si (sebagai Pembimbing I dan II). Program Studi, Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Karaginan merupakan senyawa hidrokoloid yang diekstraksi dari alga laut merah jenis Kappaphycus dan Eucheuma. Karaginan dipakai sebagai stabilisator, pengental, pembentuk gel, pengemulsi, pengikat dan pencegah kristalisasi dalam industri makanan ataupun minuman, farmasi dan kosmetik lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan karaginan dari rumput laut Kappaphycus alvarezii varietas berbeda yang dibudidaya dengan metode yang berbeda di perairan Tablolong Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari tiga perlakuan dengan empat ulangan.Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel meliputi variabel bebas, variabel terkontrol dan variabel terikat. Varietas Kappaphycus alvarezii yang digunakan dalam penelitian ini adalah varietas tambalang hasil kultur jaringan (Kuljar) dari Rote, varietas sacol asal Sulamu, varietas sacol asal Semau, dan varietas Cottonii asal Pasir Panjang. Hasil penelitian menunjukan nilai kandungan karaginan rumput laut Kappaphycus alvarezii dari metode long line berkisar antara 17,9-32,2%. Nilai kandungan karaginan tertinggi pada metode long line terdapat pada varietas sacol Sulamu dengan nilai rata-rata 32,2%, sedangkan nilai kandungan karaginan terendah terdapat pada tambalang kultur jaringan Rote dengan nilai rata-rata 17,9%. Sedangkan nilai kandungan karaginan rumput laut Kappaphycus alvarezii dari metode lepas dasar berkisar antara 26,7-51,8%. Nilai kandungan karaginan tertinggi terdapat pada tambalang kultur jaringan Rote dengan nilai rata-rata 51,8%, sedangkan nilai kandungan karaginan terendah terdapat pada sacol Sulamu dengan nilai rata-rata 26,7%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN JENIS ECHINODERMATA YANG DITEMUKAN PADA ZONA INTERTIDAL DI PERAIRAN TABLOLONG KABUPATEN KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DARIUS RICKY SAPUTRA APAUT (15380138). Struktur Komunitas Echinodermata di Zona Intertidal Perairan Tablolong Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA., S.Pi., M.Si., Ph.D dan ROCKIE R.L SUPIT., S.Pi. M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Salah satu jenis invertebrata yang ditemukan di Pantai Tablolong adalah Echinodermata. Echinodermata sebagai kunci spesies ekologi yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Informasi secara ilmiah mengenai kondisi komunitas Echinodermata di perairan Tablolong masih kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur komunitas Echinodermata pada zona intertidal Perairan Tablolong Kabupaten Kupang meliputi Kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi. Penelitian ini dilaksanan pada bulan Juli 2021 di zona intertidal perairan Tablolong, Kabupaten Kupang pada 3 (tiga) stasiun yaitu Stasiun I di depan Pabrik Alga Rote Karagenan Nusantara (RKN), Stasiun II di Lokasi Wisata Laut Sawu, dan Stasiun III di Lokasi Wisata Baru (Depan BPIP). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskripsi eksploratif. Metode sampling pengamatan menggunakan belt transek dengan panjang garis transek 100 m dan pengamatan kiri dan kanan masing-masing 2,5 m. Analisis data meliputi kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komposisi jenis Echinodermata yang diperoleh terdiri dari 8 jenis dari kelas Echinodea, 4 jenis dari kelas Holothuria, 1 jenis dari kelas Ophiuroidea, 2 jenis dari kelas Asteroidea dan 1 jenis dari kelas Crinoidea. Kelimpahan jenis dan relatif tertinggi di stasiun I adalah Protoreaster nodosus dari kelas Asteroidea dan terendah spesies Holothuria scabra dari kelas Holothuroidea. Stasiun II terdapat pada spesies Stichopus sp dari kelas Holothuroidea dan terendah adalah Mespilia globulus dari kelas Echinoidea dan Synapta maculate dari kelas Holothuroidea, sedangkan di stasiun III diperoleh nilai kelimpahan tertinggi terdapat pada spesies Mespilia globus dari kelas Echinoidea dan terendah terdapat pada spesies Archaster typicus dari kelas Astreoidea. Keanekaragaman jenis Echinodermata di zona intertidal pantai Tablolong pada stasiun III dalam kategori keanekaragaman jenis sedang, produktivitas cukup seimbang, dan tekanan ekologis sedang. Sedangkan stasiun I dan II dalam kategori keanekaragaman rendah, produktivitas sangat rendah sebagai indikasi adanya tekanan yang berat dan ekosistem tidak stabil. Kesereragaman jenis Echinodermata di zona intertidal pantai Tablolong dalam kondisi labil. Dominasi jenis Echinodermata di zona intertidal pantai Tablolong tergolong dominansi rendah. Kata kunci: Struktur komunitas, Echinodermata, zona intertidal, kelimpahan, perairan Tablolong.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN JENIS GASTROPODA YANG DITEMUKAN PADA ZONA INTERTIDAL DI PERAIRAN TABLOLONG KABUPATEN KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AMARUL CHORI AQIL SANTOSO (15380108). Keanekaragaman Jenis Gastropoda Yang Ditemukan Pada Zona Intertidal Di Perairan Tablolong Kabupaten Kupang. ROCKIE R.L. SUPIT, S.Pi. M.Si dan ALFRED G.O. KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pantai Tablolong memiliki topografi landai tipe substrat pantai berpasir dengan sedikit batuan dan dasar peraira didominasi oleh pasir putih butiran halus dan lamun. Biota laut yang banyak terdapat di perairan Tablolong dimanfaatkan oleh mayarakat sekitar, terutama gastropoda. Gastropoda memiliki peran penting dalam studi ekologi dan sering digunakan sebagai indikator untuk menilai perubahan yang terjadi di lingkungan perairan. Keanekaragaman organisme baik jumlah spesies maupun jumlah individu-individu anggota spesies menentukan karakter komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis gastropoda yang ditemukan pada zona intertidal di Perairan Tablolong Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilaksanan pada bulan Juli 2021 di zona intertidal perairan Tablolong, Kabupaten Kupang pada 3 (tiga) stasiun yaitu Stasiun I di depan Pabrik Alga Rote Karagenan Nusantara (RKN), Stasiun II di Lokasi Wisata Laut Sawu, dan Stasiun III di Lokasi Wisata Baru (Depan BPIP). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Gastropoda yang ditemukan pada 3 satsiun pengamatan di zona intertidal perairan Tablolong diperoleh 20 spesies dari 16 famili. Kelimpahan tertinggi Gastropoda di stasiun I adalah Clypeumorus petrosa dan Tectus fenestratus; stasiun II adalah Tectus fenestratus dan Conus capiteneus, dan stasiun III adalah Conus capitaneus dan Peristenia chlorostoma. Keanekaragaman jenis gastropoda di zona intertidal perairan Tablolong tergolong diversitas rendah sehingga tidak ada jenis yang secara mutlak mendominasi komunitas. Nilai keseragaman jenis Gastropoda mendekati nilai satu, maka keseragaman antar spesies sama atau merata. Dominansi Gastropoda di zona intertidal Perairan Tablolong tergolong rendah. Kata kunci: Keanekaragaman, gastropoda, zona intertidal, perairan Tablolong  

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI BAKTERI PENYEBAB MENURUNNYA MUTU RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DI PERAIRAN TABLOLONG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN LILIS KARLIA INA. (17393918). Identifikasi Bakteri Penyebab Menurunnya Mutu Rumput Laut Kappaphycus alvarezii di Perairan Tablolong. Di bawah bimbingan. Yunialdi H. Teffu. S.Pi.,M.Si sebagai pembimbing I dan Wilson L. Tisera, S.Pi., M.Si, Ph. D sebagai pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kappaphycus alvarezii merupakan jenis rumput laut dengan kandungan karagenan tinggi yang dimanfaatkan sebagai agen pengemulsi, penstabil, dan pembentuk gel dalam proses industri, Mutu rumput laut erat kaitannya dalam menentukan tingkat harga di pasaran. Namun permasalahan yang sering timbul pada usaha budidaya rumput laut yaitu adanya serangan penyakit ice-ice. Gejala penyakit ice-ice umumnya ditandai dengan pemutihan pada bagian pangkal thallus, tengah dan ujung thallus muda. Tujuan penelitin ini untuk mengidentifikasi jenis bakteri penyebab menurunnya mutu rumput laut yang sering dikaitkan atau dihubungkan dengan penyakit ice-ice. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan. Perhitungan angka lempeng total berdasarkan BSN (2006). Identifikasi bakteri di mulai pengoresan awal pada media natrium agar (NA) di inkubasi selama 24 jam dengan suhu 28°C dengan tujuan untuk mendapatkan isolasi bakteri murni. Kemudian di lanjutkan pengamatan morfologi koloni, uji presumtif (uji gram, uji katalase, usi oksidase) dan uji biokimia. Hasil penelitian menunjukkan nilai angka lempeng total paling tinggi pada jenis rumput laut K.alvarezii varietas sakol asal Sulamu 4.2x10³ dan paling rendah K.alvarezii varietas sakol Tablolong 1.2x10², sedangkan air laut tidak terdapat koloni yang tumbuh. Bakteri yang terindentifikasi berdasarkan buku panduan Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology yang menyerang rumput laut mempunyai kemiripan 93-96% Vibrio sp, 90-96% Vibrio cholera, dan bakteri lain 100% Staphylococcus merupakan bakteri patogen yang dapat menyebabkan mutu rumput laut menurun. Hasil pengukuran parameter lingkungan, kisaran suhu rata-rata 27°C, 28°C, 25°C, kecepatan arus kisaran rata-rata 0.12 m/s, 0.21 m/s dan 0.13 m/s dan nilai pH 8. Kata Kunci : Angka Lempeng Total, Bakteri, Kappaphycus alvarezii, Mutu Rumput Laut, , Perairan Tablolong

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENETAPAN HARGA POKOK PENJUALAN TERHADAP VOLUME PENJUALAN RUMPUT LAUT DI DESA TABLOLONG KECAMATAN KUPANG BARAT

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perhitungan harga pokok penjualan harus dilakukan teliti dan tepat karena berhubungan dengan harga barang yang akan dijual kepada pasar. Harga pokok penjualan atau HPP adalah patokan dalam menentukan harga jual suatu produk. Jika harga terlalu turun, maka Perusahaan bisa mengalami kerugian, sedangkan jika harga terlalu mahal, akan mengakibatkan hasil produk tidak sesuai dengan target pasar dan Perusahaan akan gagal memasarkan produk. Penetapan Harga Pokok Penjualan berkaitan erat dengan Volume penjualan yang adalah merupakan hasil akhir yang dicapai Perusahaan dari penjualan produk yang dilakukan berdasarkan target yang diasumsikan dengan realisasi yang ingin dicapai. Tujuan Penelitian ini adalah ntuk mengetahui apakah ada pengaruh penetapan Harga Pokok Penjualan terhadap Volume Penjualan Rumput Laut oleh para petani budidaya di Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan metode asosiatif dengan jumlah Sampel Penelitian yang adalah para Petani Budidaya Rumput Laut aktif di Desa Tablolong sebanyak 20 (dua puluh) orang, dan Teknik Analisis Data yang digunakan adalah analisis kuantitatif Uji T (Uji Pengaruh) berdasarkan data yang diperoleh di lapangan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pada musim bagus dimana jumlah produk rumput laut meningkat, penetapan HPP berpengaruh signifikan terhadap Volume Penjualan; sedangkan pada musim kurang bagus dimana jumlah produk rumput laut yang dihasilkan sedikit, tidak ada pengaruh signifikan dari HPP terhadap Volume Penjualan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS MAKRO ALGA PADA HABITAT BERBEDA DI SEPANJANG PESISIR PANTAI DESA TABLOLONG, KECAMATAN KUPANG BARAT

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN LA TAKBIR SAMAD (16381885). Struktur Komunitas Makroalga Pada Habitat Berbeda Pesisir Pantai Desa Tablolong Kecamatan Kupang Barat. ROCKIE R.L SUPIT, S.Pi, M.Si dan WILSON L. TISERA., S.Pi. M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Makroalga atau yang sering disebut sebagai rumput laut merupakan alga makro yang tumbuh di perairan laut. Makroalga memiliki manfaat, baik secara ekonomi maupun ekologi. Makroalga sebagian besar hidup di perairan laut. Untuk dapat tumbuh, makroalga tersebut memerlukan substrat untuk tempat hidup dan menempel. habitat makroalga lainnya adalah ekosistem lamun, karena lamun memberikan habitat yang baik untuk asosiasinya. makroalga menyukai habitat dengan substrat berpasir, berlumpur, berbatu atau berterumbu di daerah dangkal yang masih dapat ditembusi cahaya matahari. tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makroalga pada habitat berbeda di pesisir pantai Desa Tablolong Kecamatan Kupang Barat Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskripsi eksploratif, yaitu menganalisa dan menyajikan data berdasarkan objek yang diperoleh di habitat tersebut sehingga dapat disimpulkan serta dipahami. Pengambilan data makroalga menggunakan metode transek linear kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan Habitat hidup makroalga yang ditemukan di pantai Tablolong terdiri dari ekosistem lamun dengan substrat rataan karang mati, pasir, pasir berlumpur dan lumpur berpasir. Ekosistem terumbu karang dengan substrat pecahan karang, rataan karang mati. Makroalga yang ditemukan terdiri dari divisi Chlorophyta, Phaeophyta dan Rhodophyta dengan jumlah jenis sebanyak 28 spesies. Komposisi tertinggi adalah Halimeda opuntia sebanyak 1594 individu dan Halimeda incrassata sebanyak 1129 individu. Kepadatan jenis makroalga tertinggi adalah Halimeda opuntia dengan rata-rata sebesar 13,29 individu/m². kepadatan relatif tertinggi adalah Halimeda opuntia dengan rata-rata sebesar 17,59% dan Halimeda incrassata dengan rata-rata sebesar 17,59%. Frekuensi kehadiran makroalga tertinggi adalah Halimeda opuntia, H. incrassata, H. macroloba, Caulerpa sertularoides, C. lentifera, C. Racemosa dari divisi Chlorophyta; pada divisi Phaeophyta jenis makroalga yang berpeluang muncul pada habitat adalah Padina gymnospora dan Dichtyota deliculata; sedangkan devisi Rhodophyta jenis yang memiliki peluang muncul adalah Gracilaria fisheri, G. salicornia dan Liagora ceranoides. Keanekaragamn jenis makroalga di pantai Tablolong tergolong rendah, keseragaman jenis nilai E mendekati 1 yaitu sebaran makroalga tersebar merata. Dominansi makroalga tergolong rendah. Persen cover penutupan lamun tertinggi di Srasiun I adalah Cymodocea rotundata sebesar 92,9%, Halodule uninervis sebesar 93,1 %, dan Hadodule pinfolia sebesar 78,5%. Stasiun II didominasi oleh Hadodule pinfolia sebesar 96,3% dan Halodule uninervis sebesar 90,6 %. Stasiun III adalah Hadodule pinfolia sebesar 95,2% dan Halodule uninervis sebesar 95,3 %. Stasiun IV didominasi oleh Cymodocea rotundata sebesar 90,6%, Halodule uninervis sebesar 90,5%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakterisasi dan Identifikasi Bakteri Penyebab Penyakit Ice-ice Penyebab Penurunan Mutu Bahan Baku Rumput Laut Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MAGDALENA ROSIANA TUPA (17392122). Karakterisasi dan Identifikasi Bakteri Ice-ice Penyebab Penurunan Mutu Bahan Baku Rumput Laut Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum. Di bawah bimbingan : Yunialdi H. Teffu, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang Penyakit ice-ice menyebabkan penurunan produksi dan mutu bahan baku pangan, tidak hanya menurunkan hasil panen (60-70%) tetapi dapat menyebabkan gagal panen. Jenis bakteri patogen yang berpotensial menyebabkan penyakit ice-ice pada rumput laut adalah bakteri Vibrio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka lempeng total paling tinggi pada K.alvarezii Sulamu 4,5 X 106 dan paling rendah air laut 1 X 102 dan karakterisasi dari bakteri Vibrio ialah memiliki motil, memfermentasi glukosa dan mampu hidup pada NaCl 2-8%, bakteri yang teridentifikasi berdasarkan Bergey’s Manual Of Determinative Bacteriology yang terserang rumput laut pada penyakit ice-ice dengan kemiripan bakteri Vibrio alginolyticus 94-100%, Vibrio harveyi 91-100%, Vibrio vulnificus 94-97%, Vibrio fulvialis 97%, Vibrio metchnikovii 91-97%, Vibrio. Furnissii 91-94% dan Vibrio damsela 91% yang merupakan bakteri patogen, dapat menurunkan kualitas dari hasil panen bahan baku rumput laut. Pengukuran parameter lingkungan, suhu 27°C, 28°C dan 25°C, kecepatan arus 0.12 m/s, 0,21 m/s dan 0.13 m/s dan nilai pH 8

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail