ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Peranan Pemuda Karang Taruna Untuk Memotivasi Remaja Dalam Menjaga Kebugaran Jasmani Di Desa Manulai 1
Deni Samuel Matnai1*,Ramona M. Mae 2, Yahya J.Palinata 3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang:Berdasarkan identifikasi masalah diatas, ditemukan bawah masalah yang sedang terjadi adalah kurangnya partisapasi pemuda dalam organisasi karang taruna. Terdapat banyak remaja dari kalangan sekolah maupan yang telah lulus, tidak memiliki kegiatan yang dapat mengasah kemampaun, sebagai pengisih kegiatan Kebanyakan berkumpul tanpa ada kegiatan yang bermanfaat dan ketidak perdulian pemuda terhadap keberadaan lembaga karang taruna.
Tujuan penelitian:Adapun tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui Peranan PKT untuk Memotivasi Remaja Dalam Menjaga Kebugaran Jasmani Di DesaManulai1.
Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengaan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian dan kesimpulan atau verifikasi. Sampel pada penelitian ini adalah kepala desa manulai 1, ketua karang taruna, pemuda, dan remaja di desa manualai 1.
Hasil dan pembahasan:Hasil penelitian menunjukkan Pembentukan karang taruna diinisiatif guna menumbuhkan remaja yang berkualitas baik di bidang keolahragaan,, kerohanian, social. Proses pembentukan karang taruna di desa manulai 1, mendapatkan dukungan berbagai pihak dan elemen masyarakat. Kegiatan yang dilakukan pemuda karang taruna untuk memotivasi remaja di desa manulai 1, seperti mengadakan pelatihan sepak bola setiaphari yang sasarannya adalah anak remaja. Hambatan, yang di hadapi pemuda karng taruna adalah rendahnya motivasi, dukungan pemerintah desa yang tidak nampak. Karang taruna di desa manulai 1, mampu menjadi wadah perubahan bagi generasi muda, yang dapat membangkitkan semangat sertamotivasi remaja,
Simpulan:Keberadan karang taruna di desa Manulai I, dibentuk guna menumbuhkan remaja yang berkualitas di bidang keolahragaan, kerohanian serta social.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
MANFAAT PERMAINAN BULUTANGKIS TERHADAP KEBUGARAN JASMANI PADA USIA REMAJA
Frederikus D. Ngaru1*, David Loba2, Jimmy Charter Atty3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Permainan bulutangkis sangat bermanfaat bagi kebugaran jasmani terlebih khusus diusia remaja. Permainan bulutangkis ini juga sangat beragam banyak manfaatnya bagi kesehatan seperti, mempertahankan kebugaran dan menurunkan berat badan, meningkatkan fungsi kognitif otak, menguatkan otot dan pesendian tubuh, mengurangi stres, dan mencegah dari sejumlah penyakit.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Manfaat Permainan Bulutangkis Terhadap Kebugaran Jasmani pada Usia Remaja di Aula Mekon Penfui Kota Kupang.
Metode penelitian: Pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan kualitatif naturalistik dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes pengukuran.
Hasil dan pembahasan: Permainan bulutangkis sangat bermanfaat bagi perkembangan kebugaran jasmani remaja. 2) Secara keseluruhan dapat dilihat bahwa kebugaran jasmani remaja didesa penfui berjumlah empat (3) orang remaja, terdapat (65,3) dalam kategori Baik Sekali, (56,0) dalam kategori Baik, (49,0) dalam kategori Sedang.
Simpulan: Permainan bulutangkis merupakan olahraga yang sangat digemari masyarakat dari usia muda remaja sampe orang tua karena dengan berolahraga seseorang bisa menjaga atau mempertahankan kebugaran jasmani mereka. Berdasarkan hasil penelitian diatas secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kebugaran jasmani remaja di Desa Kelurahan Penfui Timur yang berjumlah 3 orang remaja dalam melakukan 4 butir rankain tes dan pengukuran kebugaran jasmani, Secara keseluruhan dapat dilihat bahwa kebugaran jasmani remaja didesa penfui berjumlah empat (3) orang remaja, terdapat (65,3) dalam kategori Baik Sekali, (56,0) dalam kategori Baik, (49,0) dalam kategori Kurang.
Katakunci: permainan bulu tangkis ; kebugaran jasmani;usia remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI DAN MINAT TERHADAP PEMBELAJARAN PENJAS DI SMP NEGERI 10 KUPANG Clarista sedhi ligo1* , Lukas M. Boleng M. kes2 , Cristin P.M. Rajagukguk, S.Pd, M.Pd,3Ramona M. Mae, S.Pd.,M.Or. 3 Fredik E. Nope. S.Pd.Mor. 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: pendidikan jasmani merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari program pendidikan keseluruhan yang disempurnakan, juga merupakan suatu proses melalui aktivitas jasmani yang dirancang dan disusun secara sistematik Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan TKJI terhadap dan pembelajaran kebugaran jasmani di SMP Negeri 10 Kupang . Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis korelasional. Hasil dan pembahasan: Hubungan antara kebugaran jasmani dengan tingkat mina belajar siswa SMP kelas VIIIB SMP N 10 kupang terdapat hubungan yang signifikan antara kebugaran jasmani dengan minat belajar siswa. hubungan antara kebugaran jasmani dengan minat belajar siswa. melalui uji statistik yang dilakukan pada dasarnya hasil penelitian sesuai dengan landasan teori yang digunakan pada penelitian. Simpulan: Hal ini dapat disimpulkan bahwa semakin baik hasil belajar pendidikan jasmani maka akan semakin baik pula tingkat kecerdasan emosional yang dimiliki siswa Kata kunci: tingkat kebugaran jasmani.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK TES KEBUGAGARAN JASMANI SISWA KALAS V DI SD GMIT KUANILO 1 KOTA KUPANG Arnol D. Loe 1* , Lukas M. Boleng2 , Alventur Baun3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Bedasarkan hasil pengamatan peneliti selama mengajar di kelas V SD GMIT Kuanino 1 Kota Kupang ditemukan beberapa permasalahan dalam pembelajaran. Permasalahan tersebut adalah sebagai berikut (1) kurangnya motivasi siswa dalam belajar penjasorkes dengan materi tes kebugaran, (2) metode pembelajaran yang diterapkan guru masih kurang efektif untuk memotivasi siswa, (3) rendahnya siswa dalam melakukan tes kebugaran jasmani. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Tes Kebugaran Jasmani Siswa Kelas V Di SD GMIT Kuanino 1 Kota Kupang. Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk mengumpulkan data dengan cara observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil Analisis Data Penelitian: Data dalam penelitian ini berupa tes kesegaran jasmani Indonesia untuk anak umur 10-12 tahun,tes ini terdiri atas 5 (lima) jenis tes,yaitu: (1) lari 30 meter (2) tes gantung siku tekuk, (3) baring duduk 30 detik, (4) loncat tegak ,(5) lari 600 meter .deskripsi hasil tes TKJI siswa kelas V SD GMIT Kuanino 1 Kota Kupang Sebagai Berikut. Tingkat Kesegaran Jasmani Indonesia Siswa SD GMIT Kuanino 1 Kelas V kemudian diklasifikasikan berdasarkan norma tes Kesegaran Jasmani Indonesia. Simpulan: Dari hasil analisis data ,diskripsi ,pengujian hasil penilitian ,dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan,yaitu Tingkat kesegaran Jasmani Umur 10-12 Tahun Siswa Kelas V SD GMIT Kuanino 1 Kota Kupang. berada pada kategori “kurang sekali “ dengan presentase sebesar 00.00% (0 siswa), kategori “kurang” presentasi sebesar 8.00% (2 siswa), kategori “sedang“ presentase sebesar 68,00% (8 siswa), kategori “baik” presentase sebesar 24.00% (4 siswa), dan kategori “baik sekali“ dengan presentase sebesar 00.00% ( 0 siswa). Kata kunci: Tes, kebugaran jasmani siswa
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Stefanus Kause.Nim. 16323212dengan judul: “Tingkat Kebugaran Jasmani Atlet Pencak Silat Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria Ranting Maubesi Kabupaten Timor Tengah Utara”. Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Dosen Pembimbing I: Agustinus J. Nafie, S.Pd., M.Or dan Pembimbing II: Alventur Baun, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci : Kebugaran Jasmani, Atlet, Pencak Silat Kebugaran jasmani merupakan salah satu modal utama yang harus dimiliki oleh manusia, karena dengan memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik maka manusia akan lebih mudah dalam melakukan aktivitas atau pekerjaannya. Tujuan dari kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas dan pekerjaan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti, sehingga tubuh masih memiliki simpanan tenaga untuk mengatasi beban kerja tambahan.Dalam pencak silat, setiap atlet selalu dituntut untuk selalu bisa bergerak dengan memperhatikan kebugaran dirinya.Sehingga atlet pencak silat memilki kebugaran jasmani yang baik agar pergerakan yangdilakukan efektif dan efisien.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui tingkat Kebugaran Jasmani Atlet Pencak Silat Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria Ranting Maubesi. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Kuantitatif, dengan teknik pengumpulan dan analisis data menggunakan norma Tes Kebugaran Jasmani Indonesia untuk anak usia 16-19 tahun. Hasil penelitian tentang Tingkat Kebugaran Jasmani Atlet Pencak Silat Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria Ranting Maubesi Kabupaten Timor Tengah Utara sebagai berikut: Hasil rekapitulasi dari keseluruhan item tes berada pada kriteria Baik, dengan jumlah hasil perolehan pada keseluruhan adalah 21,6 dan hasil tes tingkat kebugaran jasmani para atlet putri dengan jumlah hasil perolehan pada keseluruhan adalah 22,9 dan berada pada kriteria Baik Sekali. (a). Lari 60 meter diperoleh dari item tes ini adalah dibawah 7,3 detik untuk atlet putra dan 7,6 detik untuk atlet putri dengan klasifikasi Baik Sekali, (b).Gantung diperoleh hasil dari tes kebugaran jasmani pada item gantung angkat tubuh untuk atlet putra adalah 10,8 dengan kriteria Sedang dan gantung siku tekuk memperoleh hasil 19,5 dengan diklasifikasi Sedang untuk atlet putri, (c). Baring duduk diperoleh hasil 40,4 dengan klasifikasi Baik oleh 10 orang atlet putra dan 34,6 dengan klasifikasi Baik Sekali untuk atlet putri, (d). Loncat tegak memperoleh hasil 65,2 dengan klasifikasi Sedang untuk atlet putra dan 54,1 dengan klasifikasi Sangat Baik untuk atlet putri, (e). Lari 1.200 meter diperoleh dari keseluruhan sampel yang mengikuti item tes TKJI yang dilaksakan oleh atlet putra dan putri berada di bawah 3,14 menit dengan klasifikasi baik sekali.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
TINJAUAN TENTANG TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SMA EFATA SOE DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PERMAINAN BOLA VOLI
Yandri Tomi Atoin Tse1*,Agustinus J. Nafie, S.Pd., M.Or2,Jimmy CH. Atty, S.Pd., M.FIS., AIFO3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang:Olahragamerupakansuatuaktifitas yang tidakterpisahkandalamkehidupandanrutinitassehari-sehari, aktifitasolahragadapatdilakukandimanapunkapanpundanolehsiapapun, mulaidarianak-anakremaja orang dewasasampaiusialanjut. Kebugaran jasmani sangat penting dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
Tujuan penelitian: penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Pengambilan data menggunnakan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) edisi revisi tahun 2010 untuk siswa usia 16-19 tahun. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler permainan voli SMA Efata soe berjumpah 11 orang.
Metode penelitian: Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dengan persentase.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa pengukuran tingkat Kebugaran jasmani siswa SMA Efata Soe selama masa kegiatan ekstrakurikuler bola voli adalah sebagai berikut: pada kategori “Baik sekali” 0% (0 siswa), “Baik” 9,09% (1 siswa), “Sedang” 54,55% (6 siswa), “Kurang” 36,36% (4 siswa), dan “Kurang sekali” 0% (0 siswa).
Simpulan: Tingkat kebugaran jasmani siswa SMA Efata Soe selama masa kegiatan ekstrakurikuler bola voli adalah sebagai berikut: pada kategori “Baik sekali” 0% (0 siswa), “Baik” 9,09% (1 siswa), “Sedang” 54,55% (6 siswa), “Kurang” 36,36% (4 siswa), dan “Kurang sekali” 0% (0 siswa). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa SMA Efata Soe berkategori Sedang.
Katakunci: Tes Kebugaran Jasmani Indonesia, Siswa, SMA Efata Soe