Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2021Versi 1

ANALISIS KUALITAS GARAM RAKYAT YANG DIPRODUKSI DI DESA WATU ASA, KECAMATAN MAMBORO, KABUPATEN SUMBA TENGAH

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Teknologi Hasil Perikanan•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ADEYATNO UMBU LADU MATA (14390003). Analisis Kualitas Garam Rakyat Yang Diproduksi Di Desa Watu Asa, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah. Di bawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan DEWI S. GADI. S.Pi. M.Si sebagai pembimbing II, Progranm Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Garam adalah senyawa kimia yang komponen utamanya mengandung natrium klorida (NaCl), senyawa air, ion magnesium, ion kalsium dan ion sulfat (Rismana dkk, 2014). Produksi garam rakyat yang menjadi mata pencaharian utama pada musim kemarau melanda. Produksi garam sangat membantu perekonomian rakyat. Desa Watu Asa memproduksi garam dengan cara memasak. Air muara diangkut kemudian disaring menggunaan tanah muara, dan air hasil saringan dimasak selama kurang lebih 7-8 jam sampai menjadi Kristal garam setelah itu garam di angin-anginkan agar kering lalu dikemas menggunakan karung berkapasitas 50 kg dan garam siap didistribusikan. Tujuan Penelitian adalah Untuk mengetahui teknik pembuatan garam rakyat yang dimasak di Desa Watu Asa, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah dan untuk mengetahui kualitas garam rakyat yang dimasak oleh petani garam di Desa Watu Asa, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah (kadar air, mineral magnesium, seng, besi, NaCl, Iodium dan Organoleptik). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September-Nopember 2020 di Desa Watu Asa Kecamatan Mamboro Kabupaten Sumba Tengah. Untuk pengujian Kadar Air dan organoleptik telah dilakuan di Laboratorium Eksakta UKAW Kupang sedangkan untuk pengujian Kadar NaCl, iodium dan mineral mikro (seng dan besi) telah dilakukan di Laboratorium Saraswanti Indo Genetech, Bogor. Metode penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam rakyat di Desa Watu Asa, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah untuk pengujian organoleptik parameter warna garam yaitu warna putih kecoklatan, parameter bau garam yaitu bau tidak normal, kadar air yaitu Kelompok I : 12,07%, Kelompok II : 12,11% dan Kelompok III : 12,14%, Magnesium : 1548,96 mg/100 g, Besi : 1,83 mg/100 g, seng tidak terdeteksi, NaCl : 82,47% dan Iodium : 45,38 mg/kg. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu Teknik pembuatan garam yang diproduksi di Desa Watu Asa, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah masih tradisional meliputi tanah digaruk dan dikumpulkan, penyaringan dilakukan selama ±2 jam dengan perbandingan 1:1 (150 kg tanah muara dan 150 liter air muara), proses pemasakan ±7 jam, penirisan ±2 jam, penjemuran, pengemasan dan distribusi. Kualitas garam rakyat yang diproduksi di Desa Watu Asa, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah untuk kadar air berkisar antara 21,07-12,14%, Magnesium 1548,96 m/100g, seng (Zn) tidak terdeteksi, besi (Fe) 1,83 mg/100g, NaCl 82,47%, Iodium 45,38 mg/kg dan organoeptik nilai parameter warna garam (putih kecoklatan) 100% dan nilai parameter bau pada garam (bau tidak normal) 100%.

Kata kunci

Garam, Iodium, Mineral, NaCl, Tradisional

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1ANALISIS KUALITAS GARAM RAKYAT YANG DIPRODUKSI DI DESA WATU ASA, KECAMATAN MAMBORO, KABUPATEN SUMBA TENGAH2021 · oai:ais:skripsi:405

Publikasi terkait