ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
“FUNGSI TETU UIS NENO”
(Suatu Kajian Budaya Terhadap Pemahaman Marga Sonbai Di Desa Kauniki Kecamatan Takari Kabupaten Kupang)
Toepoe, L S.)* Nuban Timo, E I.)** Tnunay, P.)**
ABSTRAK
Kauniki merupakan salah Desa tradisional yang berada di wilayah Kecamatan Takari Kabupaten Kupang. Selain sebagai desa tradisional, Kauniki juga merupakan eks ibukota kerajaan Oenam pada masa kekuasaan dinasti Sonbai. Sebagai wilayah tradisi dan sejarah di tanah Timor, kekuasaan Sonbai mewarisi berbagai kebudayaan dalam peradaban kerajaan Oenam bagi masyarakat di Kauniki. Salah satu tradisi yang masih dipraktekan oleh masyarakat Kauniki yang menyebut diri sebagai suku Sonbai ini adalah Tetu Uis Neno. Tetu Uis Neno adalah bagian pemberhalaan pada masa lalu, namun pada perkembangan masa kini masih dilaksanakan ritual keagamaan suku Sonbai. Oleh karena itu, dengan gambaran tersebut salah satu persoalan dalam rumusan masalah ini yaitu bagaimana pendangan masyarakat terhadap Tetu Uis Neno? dan Apa saja fungsi Tetu Uis Neno menurut masyarakat suku Sonbai? Rumusan ini sebagai objek penelitian yang dilakukan guna mencapai tujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap Tetu Uis Neno dan fungsi Tetu Uis Neno. Untuk memperoleh data yang penting terkait penelitian ini, maka metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif penelitian dengan dua teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara di samping kajian dokumen. Berdasarkan metode itu, maka hasil yang diperoleh antara lain: a) menurut pandangan masyarakat suku Sonbai, Tetu Uis Neno adalah media penyembahan tunggal kepada Uis neno (mezbah) yang masih bernuansa ritual penyembahan; b) Pendapat marga Sonbai bahwa Tetu Uis Neno adalah warisan yang dipegang turun-temurun, dan pada Tetu Uis Neno manusia dapat berkomunikasi dengan Uis Neno; c) Tetu Uis Neno memiliki fungsi antara lain: sebagai tempat peribadatan (fungsi religius), media pemersatu (fungsi sosial), fungsi keterwakilan (represtasi Uis neno), sarana penghubung manusia dengan Uis Neno (fungsi relasi), media pembelajaran (fungsi pendidikan), keteraturan hukum (fungsi norma), dan media perwujudan jawaban (fungsi mistis). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tetu uis neno adalah mezbah yang dimanfaatkan sebagai alat penyembahan yang berfungsi bagi masyarakat suku Sonbai di Desa Kauniki;
Kata Kunci: Pandangan, Fungsi, Tetu Uis Neno
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bunuh diri adalah tindakan sadar seseorang yang sengaja mematikan dirinya sendiri karena berbagai alasan masalah pribadi maupun masalah finansial lainnya. Bunuh diri merupakan masalah yang fenomenal karena bukanlah hal yang mudah seseorang melakukan bunuh diri, sehingga jika ada yang melakukan bunuh diri akan menimbulkan berbagai konsekuensi sampai pada ketimpangan-ketimpangan sosial, yakni menimbulkan bahan bicara publik. Bunuh diri di Indonesia bahkan sampe ke daerah NTT yang marak terjadi oleh karena fungsi control mengelola stress dan emosional tidak begitu kuat. Sehingga tantangan yang hadir seolah-olah telah menutup jalan hidup. Artinya bunuh diri yang terjadi akibat masalah yang hadir baik dari dalam diri maupun dari luar diri seseorang, masalah-masalah itu mengganggu aspek ketahanan psikologis yang meliputi psikis dan fisik. Oleh karena ketidak mampanan dalam mengelola stress dan emosional seseorang akan nekat melakukan bunuh diri. Bahkan tindakan bunuh diri tidak melihat hidup sebagai pemberian Tuhan. Sebagaimana masalah/kasus bunuh diri yang terjadi di Jemaat GMIT Pniel Sikumana, suami istri dalam rentan waktu 2 bulan berturut-turut melakukan tindakan bunuh diri. Bunuh diri itu terjadi akibat masalah ekonomi rumah tangga. Namun sayangnya tindakan bunuh diri itu memberi dampak trauma bagi keluarga dan dua orang anak mereka yang masih kecil. Pelaku bunuh diri berinisial EF (istri) dan MO (suami) mereka dikaruniakan dua orang anak yang masih sangat kecil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FENOMENA ONLINE GROOMING SEBAGAI
KEJAHATAN MEDIA SOSIAL
Tesya Liliani Julianti
Program Studi Teologi Agama Kristen, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Online grooming merupakan salah satu fenomena yang sedang marak terjadi akibat perkembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi digital. Online grooming adalah tahapan dari modus operandi yang dilakukan oleh pelaku (groomer) dengan cara menggunakan akun palsu dan mencoba untuk membangun hubungan emosional dengan seorang anak, remaja, pemuda, maupun orang dewasa, sehingga mereka dapat memanipulasi, mengeksploitasi, dan melecehkan korban. Di jemaat GMIT Betel Oesapa Tengah, terdapat sejumlah pemuda gereja yang pernah menjadi korban dari fenomena online grooming. Sehingga sudah seharusnya Fenomena online grooming ini menjadi perhatian dari gereja. Menjadi masalah jika pemuda-pemudi korban fenomena online grooming tidak mendapatkan perhatian dari gereja. Ketidaktahuan gereja terhadap fenomena online grooming membuat tidak adanya pelayanan dari gereja bagi pemuda-pemudi yang menjadi korban dari online grooming. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui realitas fenomena online grooming di kalangan pemuda-pemudi di jemaat Betel Oesapa Tengah dan bagaimana peran pastoral gereja terhadap korban fenomena online grooming. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi untuk melihat fenomena online grooming di kalangan pemuda-pemudi jemaat Betel Oesapa Tengah. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa peran gereja sangat penting bagi pemuda-pemudi dalam menghadapi fenomena online grooming. Gereja dapat membuat program pelayanan khusus dan membuat sosialisasi tentang bahaya fenomena online grooming di kalangan pemuda-pemudi. Demikian pula peran pastoral holistik gereja bagi korban fenomena online grooming harus dijalankan dengan kesadaran bahwa gereja harus menjadi pendengar yang baik bagi keluh kesah mereka, menopang dan selalu mendukung mereka menuju ke arah yang lebih baik, hal ini akan membantu para pemuda-pemudi korban online grooming untuk bangkit kembali dari keterpurukkan mereka dan mampu sembuh dari sakit fisik dan psikologis sehingga hubungan sosial dan spiritualitas korban dapat dikembangkan. Lewat pelayanan-pelayanan pastoral yang diberikan oleh gereja, sebenarnya gereja sedang mempraktikkan pelayanan Yesus yang penuh dengan belas kasih kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Kedukaan adalah perasaan kehilangan karena sesuatu yang sebelumnya ada sekarang tidak ada lagi. Setiap manusia bisa merasakan kedukaan karena kehilangan benda kesayangan, kehilangan kesempatan, kehilangan kesehatan dan kematian. Kehilangan karena kematian menjadi suatu peristiwa yang membuat seseorang akan kehilangan orang terdekatnya dan menimbulkan rasa duka yang mendalam. Orang yang berduka adalah mereka yang benar-benar mengalami kehilangan, termasuk anak kecil. Yang membedakan kedukaan yang dialami anak kecil dan orang dewasa adalah anak memiliki kapasitas untuk berduka lebih dalam karena mereka tidak mampu mengekspresikan perasaannya secara terbuka. Bertolak dari hal itu, penulis tertarik untuk meneliti tentang kondisi anak yang berduka pada usia 3-10 tahun dan sikap pastoral gereja terhadap anak yang berduka Di Jemaat Alfa Omega Baiyangawang, Klasis Pantar Barat. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan memilih keluarga yang berduka sebagai sampel untuk mengetahui kondisi anak yang berduka di Jemaat Alfa Omega Baiyangawang. Dari hasil penelitian, penulis menemukan bahwa anak mengalami kedukaan sama seperti yang dialami oleh orang dewasa pada umumnya, namun yang membedakan adalah cara anak mengekspresikan perasaan duka yang dialaminya. Oleh karena itu Gereja dan keluarga perlu memiliki perhatian khusus terhadap anak ketika terjadi peristiwa kematian. Dalam hal ini, Gereja dapat menggunakan pendekatan psikoterapi kedukaan dengan model Client Centered yang dapat menolong gereja untuk lebih fokus pada anak. Pendekaan ini menolong gereja agar gereja dapat memiliki ketrampilan mendengar dan sikap empati dalam mendampingi anak yang berduka. Dengan menjadikan pelayanan Yesus yang memperhatikan dan mempedulikan anak-anak sebagai sikap gereja dalam mendampingi anak yang berduka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI EVALUASI PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA) DALAM MENDUKUNG KINERJA MANAJERIAL PADA BALAI WILAYAH SUNGAI NUSA TENGGARA II NAMA : MIKE SOFIA LIFU NIM : 18190082 System informasi akuntansi mempunyai tujuan umum yaitu sebagai penyedia informasi bagi pengelola kegiatan, memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh system yang sudah ada, baik yang mengenai mutu, ketetapan pengajian, maupun struktur informasinya, dan memperbaiki pengendalian akuntansinya. System informasi sangat diperlukan oleh sebuah perusahaan, karena system informasi akuntansi mengandung sebuah proses untuk melaporkan kondisi keuangan perusahaan secara akurat dan benar untuk semua pihak yang bersangkutan. Dengan adanya informasi tersebut dengan pihak perusahaan dapat membantu khususnya unuk bagaian manajemen dalam mengambil keputusan. Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi, perusahaan-perusahaan memanfaatkan teknologi informasi untuk mengembangkan usaha bahkan juga dapat digunakan untuk membantu fungsi-fungsi manajemen yang baik seperti, planning,organizing, implementation, dan controlling. Adapun salah satu cara agar fungsi dari manajemen tersebut dapat terlaksanakan dengan baik yaitu dengan cara menetapkan system informasi akuntansi pada perusahaan proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pihak manajemen adalah tugas yang sangat berat dilakukan dan keputusan yang diambilpun berdasarkan pada informasi yang diterimanya, maka informasi yang diperlukan harus secermat mungkin dan relevan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan sisstem informasi akuntansi dalam mendukung kinerja manajerial pada balai wilayah sungai nusa tenggara II. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi Berdasarkan hasil analisis wawancara penelitian menunjukan bahwa pengaruh system informasi akuntansi positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial karena system system akuntansi yang relevan, akurat, dan penyedia informasi yang tepat waktu akan meningkatkan kinerja manaajerial di Kantor Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Berdasarkan Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa system informasi akuntansi sangat berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Trisye Yeni Anggraini (2011) dan Periyanti (2014) yang membuktikan bahwa system informasi akuntansi berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Berdasarkan hasil penelitian dan teori sangat menunjukan bahwa system informasi akuntansi sangat sejalan karena system Informasi akuntansi sangat penting dan bermanfaat bagi Kantor Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. Perkembangan teknologi komputer sangat mempengaruhi perubahan cara kerja akuntansi dalam mengolah transaksi menjadi informasi, sistem informasi yang didasarkan pada komputer dikenal dengan istilah Sistem Informasi Akuntansi. Sistem informasi akuntansi merupakan sistem yang dirancang untuk mengumpulkan dan menampilkan informasi akuntansi sehingga akuntan dan eksekutif perusahaan dapat membuat keputusan yang tepat. Sistem ini dianggap sebagai komponen penting dari kantor keuangan di seluruh dunia di mana sebagian besar berbasis perangkat lunak dan dapat diterapkan sebagai bagian dari solusi teknologi informasi. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) sangat diperlukan oleh perusahaan dan lembaga lain yang bergerak di bidang apapun. Alasannya karena mengandung sebuah proses untuk melaporkan kondisi keuangan secara akurat dan benar untuk semua pihak yang membutuhkan. Proses tersebut berkaitan dengan teknologi informasi untuk memajukan organisasi. Menurut Baridwan (2004) menyatakan bahwa “system informasi akuntansi adalah: suatu komponen yang menggumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan mengkombinasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan pihak-pihak luar (seperti inspektorat pajak, investor dan kreditor) pihak-pihak dalam (terutama manajemen)”. Hasil penelitian tentang Analisis Evaluasi Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Dalam Mendukung Kinerja Manajerial Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, sejalan dengan teori diatas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pengawasan Fungsional Dan Penerapan Sistem Akuntansi Terhadap Akuntabilitas Keuangan Pada Badan Keuangan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada Badan Keuangan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode total sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang didistribusikan secara langsung pada Pegawai Negeri Sipil Pada Badan Keuangan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan jumblah 47 orang. Skala pengukuran data dengan skala ordinal dengan teknik analisis data berupa analisis pendahuluan yang berisikan deskripsi atau gambaran umum secara lengkap tentang konsep atau variabel penelitian menurut konsep dan indikator empirik dengan tujuan untuk melihat kecendrungan hasil penelitian, dimana dalam analisis pendahuluan ini terdapat uji validitas dan uji reliabilitas. Analisis lanjutan yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan alat bantu aplikasi SPSS ( Statistical Product and Services Solutions ) versi 24, dimana dalam analisis lanjutan ini terdapat koefisien determinasi dan uji t. Hasil penelitian ini adalah pengawasan fungsional dengan indikator pemerintah yang bersih dan bebas korupsi, kolusi, nepotosme, pemeriksaan program pengelolaan keuangan, pengujian, penilaian, monitoring, evaluasi kegiatan terdapat pengaruh signifikan terhadap akuntabilitas keuangan memberikan arti bahwa H1 diterima. Hal ini didukung dengan hasil analisis data yang menunjukkan nilai koefisien beta unstandarlized sebesar 0,246 dan signifikan sebesar 0,014 yang lebih besar dari 0,05. Penerapan sistem akuntansi dengan indikator dokumen sumber pembukuan, catatan, prosedur, laporan keuangantidak berpengaruhsignifikan terhadap akuntabilitas keuangan memberikan arti bahwa H2 ditolak. Hal ini didukung dengan hasil analisis yang menunjukkan nilai koefisien beta unstandarlized sebesar 0,178 dan signifikan sebesar 0,277 yang lebih besar dari variabel 0,05.
Hasil penellitian ini adalah Pengaruh Pengawasan Fungsional (X1) berpengaruh signifikan positif terhadap Akuntabilitas Keuangan dan Penerapan Sistem Akuntansi (X2) tidak berpengaruh signifikan positif terhadap Akuntabilitas keuangan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kasus kekerasan seksual semakin meningkat setiap tahunnya. Negara Indonesia dijuluki sebagai negara darurat kekerasan seksual karena krisisnya angka kekerasan seksual yang terus meningkat, salah satu bentuk kekerasan seksual adalah pemerkosaan. Kasus pemerkosaan kian memprihatinkan karena semakin meningkat setiap tahun. Kasus ini juga terjadi dalam jemaat GMIT Elim Kie. Setiap tahunnya akan ada kasus pemerkosaan dan yang menjadi korban adalah warga gereja. Oleh karena itu dalam tulisan ini menganalisa peran pendampingan gereja dalam mendampingi dan memberi dukungan emosional dan spiritual serta keadilan bagikorban pemerkosaan. Dengan menggunakan metode kualitatif, data diperoleh melalui wawancara, dengan gereja dan korban. Melalui penelitian ini, penulis menemukan bahwa gereja belum memberanikan diri untuk mendampingi para korban pemerkosaan secara langsung karena dianggap sebagai hal yang sensitive dan pribadi. Gereja menyadari akan keberadaan para korban dan dampak yang dialami, namun belum mendampingi para korban. Pendampingan gereja adalah proses konseling pastoral yang harus gereja laksanakan dalam program pelayanan. Gereja harus memberanikan diri untuk mendampingi korban pemerkosaan dan berani untuk menyuarakan keadilan bagi perempuan dan anak-anak. Gereja adalah wujud kehadiran Allah dalam dunia dengan suatu tanggung jawab dan panggilan untuk bisa terlibat secara aktif dalam mendampingi, memulihkan dan mendukung mereka yang menjadi korban pemerkosaan. Melalui pendampingan pastoral yang efektif untuk membimbing, menyembuhkan, meneguhkan, membebaskan dan memulihkan, menunjukan bahwa gereja dapat menjadi ruang pemulihan bagi warga gereja terkhususnya bagi korban pemerkosaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu masalah penting dalam kehidupan gereja secara komunal adalah minimnya kehadiran pemuda dalam persekutuan. Fenomena ini menunjukkan bahwa sistem persekutuan pemuda tidak berfungsi dengan baik dikarenakan beberapa faktor yang memepengaruhinya. Beberapa diantaranya antara lain pergaulan, program-program yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan minat generasi muda menurunkan partisipasi aktif. Akibatnya, regenerasi spiritual, yang seharusnya menjadi pilar dalam membangun iman di kalangan generasi muda, hilang dari komunitas gereja yang terdiri dari orang-orang muda. Kemajuan perkembangan dalam masyarakat modern seringkali memunculkan tantangan terhadap konsep kebersamaan tradisional, termasuk di dalam gereja. Individualisme yang semakin menonjol dapat mengalihkan fokus kolektif menjadi pencapaian pribadi, sehingga persekutuan pemuda dalam gereja berisiko kehilangan relevansi. Melalui pendekatan AGIL, gereja dapat mengidentifikasi strategi adaptasi untuk menjembatani kebutuhan individu dengan semangat kolektif persekutuan. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mendorong normalisasi kembali fungsi persekutuan pemuda dengan menggunakan pendekatan strategi yang relevan dan inklusif. Dalam hal ini sebagai gereja dapat membuat program yang menarik dan melibatkan pemuda dengan mengetahui dinamika sosial dan spiritual pemuda. Diharapkan metode ini akan mengembalikan semangat kebersamaan dan mendorong pemuda untuk berpartisipasi aktif dalam persekutuan gereja. Untuk menyelesaikannya, merevitalisasi persekutuan pemuda memerlukan pembuatan program yang sesuai dengan konteks kehidupan pemuda yang aktual. Gereja dapat mewujudkan lingkungan yang mendukung keterlibatan aktif, regenerasi spiritual, dan pertumbuhan komunitas yang lebih sehat secara komunal dengan menerapkan gagasan AGIL. Harapannya tulisan ini bisa menjadi penerapan dalam konteks gereja, agar gereja bisa melihat secara kritis setiap perubahan-perubahan yang ada. Gereja juga menyadari bahwa dalam tahap ia melihat perubahan yang ada, tidak menghilangkan integritasnya sebagai panggilan yang menjalankan apa yang menjadi tanggungjwabnya di tengah-tengah dunia yang kompleks ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini mengkaji fenomena disharmonisasi keluarga di kalangan Kristen masa kini melalui pendekatan Metode Studi Kasus. Disharmonisasi dalam keluarga merupakan suatu kondisi ketidakseimbangan dan ketidakharmonisan dalam interaksi antara anggota keluarga, yang dapat menimbulkan beberapa dampak diantaranya dampak fisik, dampak psikis, dampak, sosial, dan dampak spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk memahami akar permasalahan, faktor penyebab, dan dampak dari permasalahan disharmonisasi dalam keluarga khususnya pada Keluarga Kristen. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan Metode Studi Kasus dalam mengumpulkan data melalui proses aancara. Keluarga yang diwawancarai adalah satu Keluarga Kristen yang mengalami permasalahan disharmonisasi. Hasil wawancara menunjukan bahwa disharmonisasi yang terjadi dalam keluarga narasumber disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya tekanan ekonomi, perubahan sosial dan budaya, serta peran teknologi dalam kehidupan keluarga. akibatnya hubungan antar anggota keluarga mengalami ketegangan yang berdampak negatif pada kesejahteraan keluarga secara keseluruhan. Penelitian ini juga memberikan wawasan mendalam tentang dinamika disharmonisasi dalam Keluarga Kristen dan implikasinya bagi upaya memperbaiki hubungan dalam keluarga. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi para peneliti, konselor, dan pendeta, serta bagi mereka yang ingin memahami lebih dalam tentang tantangan dan peluang dalam membangun keharmonisan dalam Keluarga Kristen masa kini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kekerasan seksual inses adalah sebuah bentuk pelecehan atau persetubuhan yang dilakukan secara paksaaan atau acaman terhadap korban yang mana pelaku dari tindak kekerasan seksual inses adalah seseorang yang masih memiliki hubungan darah atau hubungan kekerabatan dengan korban. Kasus kekerasan seksual inses terjadi juga di Mali-Kabola. Kekerasan ini dilakukan oleh ayah kandung dari korban yang adalah anak kandungnya sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kasus kekerasan seksual inses yang dialami oleh korban serta menganalisis faktor penyebab dan dampak kekerasan seksual inses bagi korban. Selain itu, untuk mengetahui bagaimana sikap pastoral gereja terhadap korban. Jadi, fokus penelitian ini hanya kepada korban bukan pada pelaku. Penelitian ini menggunakan Metode Studi Kasus. Metode Studi Kasus adalah sebuah metode yang digunakan untuk mengolah studi kasus yang terjadi dalam masyarakat. Hasil dari penelitian ini menggambarkan, bahwa kekerasan seksual inses ini benar terjadi pada korban sehingga memberikan dampak trauma bagi korban yakni dampak secara fisik, psikis, sosial, dan dampak secara spiritual. Serta faktor yang menjadi penyebab kekerasan seksual inses ini adalah faktor gender, pendidikan dan ekonomi. Oleh karena itu, gereja harus melihat persoalan ini sebagai persoalan yang serius, dengan memberikan sebuah pendampingan pastoral bagi korban, pendampingan gereja dalam bentuk merawat, mengasuh, menopang dan menyembuhkan, sehingga baik hubungan sosial maupun spiritualitas korban menjadi pulih melalui pendampingan pastoral. Pendampingan pastoral yang diberikan harus menggambarkan sikap Yesus yang peduli dan pembela orang-orang yang membutuhkan pertolongan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul penelitian ini ialah Deskripsi Tentang Motif Modus Dan Akibat Hukum Terjadinya Pemanfaatan Kawasan Taman Nasional Tidak Sesuai Dengan Fungsi Zona. Permasalahan yang diteliti ialah 1) bagaimana motif pelaku tindak pidana pemanfaatan kawasan taman nasional tidak sesuai dengan fungsi zona, 2) bagaimana modus pelaku tindak pidana pemanfaatan kawasan taman nasional tidak sesuai dengan fungsi zona, dan 3) bagaimana akibat hukum bagi pelaku tindak pidana pemanfaatan kawasan taman nasional tidak sesusia fungsi zona. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 1) motif pelaku pemanfaatan kawasan taman nasional tidak sesuai fungsi zona ialah untuk memenuhi kebutuhan pribadi, 2) modus pelaku tindak pidana pemanfaatan kawasan taman nasional tidak sesuai dengan fungsi zona ialah memasuki kawasan taman nasional tanpa ijin dan melakukan kegiatan yang tidak sesuai fungsi pemanfaatan dan fungsi zona lain yaitu menebang pohon dan menangkap satwa dan 3) akibat hukum bagi pelaku tindak pidana pemanfaatan kawasan taman nasional tidak sesusia fungsi zona ialah pelaku ditahan, dipidana penjara, di kenakan denda, dikenakan menanggung biaya perkara dan barang bukti dirampas untuk dimusnahkan. Saran yang diberikan oleh penulis ialah a) Di harapkan kepada pemerintah untuk melakukan sosialisi tentang fungsi kawasan taman nasional dan dampak-dampak yang terjadi jika ada yang merusak ekosistem di dalam kawasan tersebut. b) Perlu adanya refleksi dari dalam diri masing-masing agar tidak terjadi seperti kasus yang telah diuraikan di atas. Sebagai ciptaan Tuhan, manusia harus menjaga dan memelihara ciptaan Tuhan yang lain. c) Perlu penegakkan hukum yang intensif oleh Aparat Penegak Hukum sebagai upaya pencegahan terjadinya tindak pidana pemanfaatan kawasan taman nasional tidak sesuai fungsi zona. d) di harapkan kepada polhut ( polisi hutan ) agar lebih giat melakukan patroli agar tidak ada tindak pidana pemanfaatan kawasan taman nasional tidak sesuai dengan fungsi zona.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul ”ANALISIS FUNGSI PRODUKSI Cobb Douglas PADA PABRIK ROTI UD RADJA BAKERY KUPANG”. Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh tenaga kerja, bahan baku dan peralatan secara bersama-sama terhadap produksi roti pada UD. Radja Bakery di kota Kupang.? tujuan penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan mahasiswa dalam menganalisa faktor penyebab produksi tertentu, dan untuk perusahaan diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mensiasati produksi roti UD Radja Bakery.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan metode analisis yang digunakan yaitu analisi Cobb-Douglas, karena mempunyai beberapa sifat yang sangat bermanfaat dalam seriap produksi secara empitis. Dari hasil ini penulis kemudian dapat menggambil kesimpulan.
Dari hasil penelitian inidapat disimpulkan bahwa faktor produksi secara bersama-sama berpengaruhi sangat nyata terhadap produksi roti. Nilai return to scale = 1,257 < 1, maka disebut increasing return to scale. Artinya bila semua input ditambah 1% secara bersama-sama maka output akan meningkat sebesesar 1,26%. Jika dilihat dari segi produktifitas faktor maka terdapat variabel yang harus ditambah atau dikurangi jika faktor lain dianggap konstan yaitu:
1. Jam kerja orang menunjukan angka positif yang berarti akan meningkatkan produksi roti. Pengunaan tenaga kerja masih efisien sehingga tidak dibutuhkan tambahan jumlah tenaga kerja.
2. Bahan baku juga bernilai positif, ini berarti ada pengaruh yang nyata antara bahan baku dengan produksi roti. Penambahan atau pengunaan bahan baku harus proporsional sehingga tidak melampaui batas optimal yang akan menurunkan produksi roti.
3. Jam mesin bernilai negatif, berarti jika jam mesin (mixer dan oven) ditambah maka produksi roti akan menurun. Penggunaan jam mesin telah melampaui batas optimal sehingga tidak efisien lagi, sehingga dibutuhan pengurangan jumlah jam penggunaan peralatan (mixer dan oven) yang proporsional untuk meningkatkan produksi roti.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Skripsi ini berjudul : “Deskripsi Tentang Motif Dan Modus Tindak Pidana Melakukan Kegiatan Yang Tidak Sesuai Dengan Fungsi Zona Pemanfaatan Taman Nasional”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Apa motif pelaku tindak pidana melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan taman nasional? 2) Bagaimana modus pelaku tindak pidana melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan taman nasional? 3) Bagaimanakah akibat Hukum dari tindak pidana melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan taman nasional?. Tujuan penelitian adalah 1) untuk mengetahui motif pelaku tindak pidana melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan taman nasional. 2) Untuk mengetahui modus pelaku tindak pidana melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan taman nasional. 3) Untuk mengetahui akibat Hukum dari tindak pidana melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan taman nasional. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah modus tindak pidana melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan taman nasional. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah motif dan modus pelaku tindak pidana melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan taman nasional. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka yang menjadi motif pelaku adalah keinginan untuk mendapatkan upah dan mengambil kayu untuk diolah. Sedangkan yang menjadi modus yaitu, membuat kesepakatan, mempersiapkan alat penebangan dan melakukan penebangan. Akibat hukum terhadap pelaku, ditahan, di jatuhkan pidana penjara dan pidana denda serta membebankan pelaku untuk membayar biaya perkara, akibat hukum terhadap lingkungan, merusak sistem ekosistem kawasan taman nasional. Saran yang penulis berikan adalah diharapkan bagi masyarakat atau korporasi untuk menjaga kelestarian kawasan taman nasional karena setiap perbuatan melakukan pengambilan atau penebangan pohon telah dilindungi oleh Undang-Undang sehingga tidak menimbulkan akibat hukum dikemudian hari. Bagi penegak hukum khususnya di bidang kehutanan untuk tetap melakukan penegakan hukum bagi pelaku yang merusak kawasan hutan taman nasional sehingga dengan tindakan tersebut dapat terpelihara kawasan taman nasional yang tetap lestari. Kata Kunci : Motif, Modus, dan Akibat Hukum, Tindak Pidana, Fungsi Zona Pemanfaatan Taman Nasional