ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
“FUNGSI TETU UIS NENO”
(Suatu Kajian Budaya Terhadap Pemahaman Marga Sonbai Di Desa Kauniki Kecamatan Takari Kabupaten Kupang)
Toepoe, L S.)* Nuban Timo, E I.)** Tnunay, P.)**
ABSTRAK
Kauniki merupakan salah Desa tradisional yang berada di wilayah Kecamatan Takari Kabupaten Kupang. Selain sebagai desa tradisional, Kauniki juga merupakan eks ibukota kerajaan Oenam pada masa kekuasaan dinasti Sonbai. Sebagai wilayah tradisi dan sejarah di tanah Timor, kekuasaan Sonbai mewarisi berbagai kebudayaan dalam peradaban kerajaan Oenam bagi masyarakat di Kauniki. Salah satu tradisi yang masih dipraktekan oleh masyarakat Kauniki yang menyebut diri sebagai suku Sonbai ini adalah Tetu Uis Neno. Tetu Uis Neno adalah bagian pemberhalaan pada masa lalu, namun pada perkembangan masa kini masih dilaksanakan ritual keagamaan suku Sonbai. Oleh karena itu, dengan gambaran tersebut salah satu persoalan dalam rumusan masalah ini yaitu bagaimana pendangan masyarakat terhadap Tetu Uis Neno? dan Apa saja fungsi Tetu Uis Neno menurut masyarakat suku Sonbai? Rumusan ini sebagai objek penelitian yang dilakukan guna mencapai tujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap Tetu Uis Neno dan fungsi Tetu Uis Neno. Untuk memperoleh data yang penting terkait penelitian ini, maka metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif penelitian dengan dua teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara di samping kajian dokumen. Berdasarkan metode itu, maka hasil yang diperoleh antara lain: a) menurut pandangan masyarakat suku Sonbai, Tetu Uis Neno adalah media penyembahan tunggal kepada Uis neno (mezbah) yang masih bernuansa ritual penyembahan; b) Pendapat marga Sonbai bahwa Tetu Uis Neno adalah warisan yang dipegang turun-temurun, dan pada Tetu Uis Neno manusia dapat berkomunikasi dengan Uis Neno; c) Tetu Uis Neno memiliki fungsi antara lain: sebagai tempat peribadatan (fungsi religius), media pemersatu (fungsi sosial), fungsi keterwakilan (represtasi Uis neno), sarana penghubung manusia dengan Uis Neno (fungsi relasi), media pembelajaran (fungsi pendidikan), keteraturan hukum (fungsi norma), dan media perwujudan jawaban (fungsi mistis). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tetu uis neno adalah mezbah yang dimanfaatkan sebagai alat penyembahan yang berfungsi bagi masyarakat suku Sonbai di Desa Kauniki;
Kata Kunci: Pandangan, Fungsi, Tetu Uis Neno
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan yang ingin dicapai untuk menyusun Skripsi ini adalah: untuk mengetahui sejauh mana Peran Pelayaanan Koster di Jemaat GMIT Getsemani Babau, Klasis Kupang Timur Tahun Pelayanaan 2022. Metode yang digunakan adalah metode Deskriptif kualitatif metode ini bertujuan untuk mengambarkan hal-hal yang belum diketahui secara mendalam oleh penulis yang menjadi respon dan dalam penelitian ini ialah Koster, Pendeta dan Majelis Jemaat Rayon dari hasil penelitian ini yang diketahui yaitu Jenis-jenis tugas Koster, waktu kerja,cara kerja koster, masalah atau kesulitan yang dihadapi koster, cara untuk mengatasi kesulitan atau memecahkan masalah dan serta resiko yang di alami oleh koster. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dapat diuraikan bahwa terlihat dari pelayanan Koster, sangat berperan aktif dalam aktifitas Gereja. Koster menyadari bahwa yang bertugas dalam setiap jenis-jenis tugas yang berperan dalam soal pengurusan pembersihan dalam rumah ibadah dan pekarangan Geraja adalah tugas seorang koster. Bahkan koster sebagian dari tanggungjawab yang harus dijalankan bukan saja tugas-tugas utama koster yang ia jalankan akan tetapi koster juga bertanggung jawab dalam membantu Majelis Jemaat dalam menyampaikan informasi mau pun surat undangan penting untuk pihak yang di tujuh.Dari hasil penelitian tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek-aspek koster sangat memilik peran penting didalam Gereja itu sebabnya koster telah melakukan setiap tugas tanggungjawabnya dengan baik walaupun ada beberapa kesulitan yang dialami dan resiko yang koster alami akan tetapi koster juga mendapata dukungan-dukungan dari Pendeta dan Majelis Jemaat
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PANDANGAN PEMUDA KRISTEN GMIT SAMARIA NOELBAKI TENTANG PASANGAN KUMPUL KEBO PADA JEMAAT GMIT SAMARIA NOELBAKI KLASIS KUPANG TENGAH Rohi M. (*) Manu L. (**) Manggoa. A. M (**) Pernikahan merupakan ikatan permanen antara seorang laki-laki dan perempuan sebagai suami istri yang disahkan secara agama, adat dan pemerintah. Namun ada juga pasangan yang hidup bersama sebagai suami istri tanpa melakukan proses agama, adat dan pemerintah yaitu kumpul kebo. Bahkan juga ada yang melakukan seks diluar nikah dan saling meninggalkan. Melakukan hubungan seks sebelum sah menjadi suami istri merupakan penyerahan tubuh dan jiwa seseorang kepada orang lain, melepaskan pemuasan nafsu kelamin berarti ia merusak hidupnya. Karena itu, pemuda sebagai tulang punggung dan generasi penerus gereja dan bangsa harus terhindar dari perilaku menyimpang tersebut agar dapat mencerminkan sikap dan perilaku yang patut dicontoh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan pemuda tentang pasangan kumpul kebo dan untuk mengetahui tindakan pemuda agar terhindar dari kumpul kebo di jemaat GMIT Samaria Noelbaki. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan yaitu wawancara. Hasil penelitian menunjukan cinta yang benar adalah perasaan yang tulus dari dalam hati yang menerima kekurangan pasangan dan tidak menginginkan tubuh serta sesuatu yang mendatangkan kesenangan sesaat. Pemuda juga tidak setuju dengan seks diluar nikah karena dapat berdampak buruk seperti hamil diluar nikah, stress, depresi, aborsi dan terjangkit penyakit seksual. Seks diluar nikah disebabkan karena pergaulan bebas, kurangnya komunikasi dengan orang tua dan kurangnya kasih sayang, masalah ekonomi sehingga ada yang menjual diri. Kumpul kebo merupakan perbuatan yang menunjukan ketidaksabaran seseorang untuk hidup bersama tanpa melakukan proses-proses untuk mengsahkan sebuah hubungan pernikahan, kumpul kebo terjadi karena hubungan yang tidak direstui, aturan adat dan hamil. Tindakan yang diambil pemuda agar tidak melakukan kumpul kebo adalah melibatkan Tuhan dalam hubungan, melakukan kegiatan positif, aktif dalam kegiatan gereja, tidak berkencan ditempat sepi. Agar tidak terjadi kumpul kebo perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak seperti masyarakat, gereja, pemerintah dan tokoh adat. Orang tua harus mengontrol pergaulan anak, mendorong anak melakukan kegiatan positif, sering berkomunikasi dengan anak. Pemerintah harus memberikan sanksi yang tegas, sosialisasi dan membuat aturan yang melarang warga melakukan kumpul kebo. Gereja juga harus mendorong dan mendoakan pasangan kumpul kebo agar menikah, sering mengadakan nikah masal dan membekali kaum muda dengan pengetahuan Alkitab. Tokoh adat harus memperbaharui aturan adat sehingga tidak menghalangi pasangan yang ingin menikah. Jika semua elemen melalukan perannya dengan baik maka besar kemungkinan tidak terjadi kumpul kebo.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PANDANGAN PEMUDA KRISTEN GMIT SAMARIA NOELBAKI TENTANG PASANGAN KUMPUL KEBO PADA JEMAAT GMIT SAMARIA NOELBAKI KLASIS KUPANG TENGAH Rohi M. (*) Manu L. (**) Manggoa. A. M (**) Pernikahan merupakan ikatan permanen antara seorang laki-laki dan perempuan sebagai suami istri yang disahkan secara agama, adat dan pemerintah. Namun ada juga pasangan yang hidup bersama sebagai suami istri tanpa melakukan proses agama, adat dan pemerintah yaitu kumpul kebo. Bahkan juga ada yang melakukan seks diluar nikah dan saling meninggalkan. Melakukan hubungan seks sebelum sah menjadi suami istri merupakan penyerahan tubuh dan jiwa seseorang kepada orang lain, melepaskan pemuasan nafsu kelamin berarti ia merusak hidupnya. Karena itu, pemuda sebagai tulang punggung dan generasi penerus gereja dan bangsa harus terhindar dari perilaku menyimpang tersebut agar dapat mencerminkan sikap dan perilaku yang patut dicontoh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan pemuda tentang pasangan kumpul kebo dan untuk mengetahui tindakan pemuda agar terhindar dari kumpul kebo di jemaat GMIT Samaria Noelbaki. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan yaitu wawancara. Hasil penelitian menunjukan cinta yang benar adalah perasaan yang tulus dari dalam hati yang menerima kekurangan pasangan dan tidak menginginkan tubuh serta sesuatu yang mendatangkan kesenangan sesaat. Pemuda juga tidak setuju dengan seks diluar nikah karena dapat berdampak buruk seperti hamil diluar nikah, stress, depresi, aborsi dan terjangkit penyakit seksual. Seks diluar nikah disebabkan karena pergaulan bebas, kurangnya komunikasi dengan orang tua dan kurangnya kasih sayang, masalah ekonomi sehingga ada yang menjual diri. Kumpul kebo merupakan perbuatan yang menunjukan ketidaksabaran seseorang untuk hidup bersama tanpa melakukan prosesproses untuk mengsahkan sebuah hubungan pernikahan, kumpul kebo terjadi karena hubungan yang tidak direstui, aturan adat dan hamil. Tindakan yang diambil pemuda agar tidak melakukan kumpul kebo adalah melibatkan Tuhan dalam hubungan, melakukan kegiatan positif, aktif dalam kegiatan gereja, tidak berkencan ditempat sepi. Agar tidak terjadi kumpul kebo perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak seperti masyarakat, gereja, pemerintah dan tokoh adat. Orang tua harus mengontrol pergaulan anak, mendorong anak melakukan kegiatan positif, sering berkomunikasi dengan anak. Pemerintah harus memberikan sanksi yang tegas, sosialisasi dan membuat aturan yang melarang warga melakukan kumpul kebo. Gereja juga harus mendorong dan mendoakan pasangan kumpul kebo agar menikah, sering mengadakan nikah masal dan membekali kaum muda dengan pengetahuan Alkitab. Tokoh adat harus memperbaharui aturan adat sehingga tidak menghalangi pasangan yang ingin menikah. Jika semua elemen melalukan perannya dengan baik maka besar kemungkinan tidak terjadi kumpul kebo. Kata kunci : Pandangan pemuda, pasangan kumpul kebo Keterangan : Penulis (*) : Pembimbing (**)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas tentang Pandangan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Tentang Penerapan Strategi Pembelajaran Langsung di SD Negeri 1 Bonipoi Kupang Tahun Ajaran 2022/2023”. Rumusan masalah dari penelitian ini bagaimana pandangan guru pendidikan agama Kristen dan budi pekerti tentang penerapan strategi pembelajarang langsung di Sd Negeri 1 Bonipoi Kupang tahun ajaran 2022/2023?Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan guru pendidikan agama Kristen dan budi pekerti tentang penerapan strategi pembelajarang langsung di SD Negeri 1 Bonipoi Kupang tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan metode korelasi. Populasi dan sampelnya adalah 2 orang guru Pendidikan agama Kristen dan budi pekerti. Teknik pengumupulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran Pendidikan agama Kristen dan budi pekerti yang dilakukan oleh guru kepada siswa-siswi kelas IV berjalan dengan baik karena dalam pembelajaran guru tidak hanya aktif seorang diri tetapi siswa-siswi juga aktif memberikan jawaban ketika guru bertanya sehingga pembelajaran tidak monoton tetapi sangat baik. Namun kendala yang dialami dalam proses pembelajaran adalah belum adanya buku siswa sehingga dalam pembelajaran guru perlu memberikan catatan mengenai materi yang diajarkan sehingga siswa dapat mempelajarinya. KesimpulanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti tentang penerapan strategi pembelajarang langsung di SD Negeri 1 Bonipoi Kupang tahun ajaran 2022/2023. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan kepada siswa-siswi dalam proses pembelajaran harus lebih aktif dan semangat dalam proses pembelajaran
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PANDANGAN JEMAAT TERHADAP PERNIKAHAN GEREJA DI JEMAAT GMIT EFATA RAMENAHAGA KLASIS SABU BARAT-RAIJUATAHUN 2022/2023 Dule T(*) Nuban Timo I.E.(**) Pellu H.L.(***) Pernikahan adalah persekutuan eksklusif seumur hidup antara seorang pria dan seorang wanita. Pernikahan merupakan syarat utama bagi sepasang laki-laki dan perempuan untuk memasuki hidup sebagai suami dan istri. Hal tersebut bersifat umum dan diberlakukan dimana-mana. Dalam realisasinya, setiap agama dan budaya memiliki sudut pandang dan pemaknaan yang khusus dan berbeda-beda. Dalam kekhususan tersebut, pernikahan kristenpun tampak memiliki perbedaan yang mencolok jika diadakan studi perbandingan dengan agama dan budaya lain. Pernikahan Kristen mulanya diprakarasi oleh Allah sendiri, yaitu ketika manusia pertama (Adam dan Hawa) diciptakan. Dengan dasar itulah pernikahan kristen dipandang sebagai sesuatu yang bersifat sakral dan terbentuk secara internasional.Judul yang diangkat dalam penelitian ini yaitu Pandangan Jemaat Terhadap Pernikahan Gereja Di Jemaat GMIT Efata Ramenahaga Klasis Sabu Barat-Raijua Tahun 2022/2023. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana pandangan Jemaat terhadap pentingnya pernikahan gereja di jemaat Efata Ramenahaga Klasis Sabu Barat-Raijua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Pandangan Jemaat Terhadap Pentingnya Pernikahan Gereja Di Jemaat Efata Ramenahaga Sabu Barat-Raijua.Metode yang digunakan penulis adalah metode deskriptif yaitu memberikan gambaran yang menyeluruh tentang permasalahan yang terjadi dan mencoba menganalisisnya. Tempat penelitian ini dilakukan di Jemaat Efata Ramenahaga Klasis Sabu Barat-Raijua. Hasil Penelitian yang diperoleh adalah menurut pandangan jemaat mengenai pernikahan.Pernikahan gereja sangat penting karena pernikahan sendiri dipandang sebagai sesuatu yang bersifat sakral dan terbentuk secara institusional. Namun dalam prakteknya banyak jemaat yang mengabaikan pernikahan gereja karena banyaknya tuntutan yang harus dipenuhi saat hendak melakukan pernikahan di Gereja. Salah satunya ialah harus melakukan sidi sebelum melakukan pernikahan, akan tetapi para pasangan yang telah melakukan nikah adat belum sama sekali diteguhkan menjadi anggota sidi. Kata Kunci: Pandangan Jemaat, Pernikahan Gereja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PANDANGAN TOKOH MASYARAKAT SUMBA TERHADAP KAWIN
TANGKAP ( Palenidu Awinu ) DI DESA UMBU PABAL SELATAN
KECAMATAN UMBU RATUNGGAY BARAT KABUPATEN SUMBA
TENGAH TAHUN 2020
Boba. E (*) Pellu. L (**) Pabala. P
Desa Umbu Pabal Selatan Kecamatan Umbu Ratunggay Barat Kabupaten Sumba
Tengah memiliki lima pasang kawin tangkap. Menurut tokoh masyarakat Sumba
kawin tangkap merupakan tradisi turun temurun. Penelitian ini dilakukan untuk
melihat bagaimana pandangan tokoh masyarakat terhadap kawin tangkap di Desa
Umbu Pabal Selatan Kecamatan Umbu Ratunggay Barat Kabupaten Sumba
Tengah. Metode penelitian deskriptif kualitatif memiliki sampel sebanyak 15
orang. Peneliti mengumpulkan data dari 5 orang tokoh masyarakat, 5 orang orang
pelaku, 5 orang korban kawin tangkap. Hasilnya, pandangan tokoh masyarakat
Sumba terhadap kawin tangkap: a) Budaya: Pemaksaan terhadap perempuan dan
Merendahkan martabat perempuan, b) Agama: tidak dilandaskan cinta kasih dan
Melanggar Firman Tuhan, c) Hukum: Penculikan, Pemerkosaan, dan Tindakan
kekerasan dibawah umur, d) Dampak Pendidikan: Menyebabkan perempuan
putus sekolah dan Rentan korban kekerasan, e) Dampak Psikologi: trauma, stress,
putus asa, fisik, f) Dampak Ekonomi: Tidak mandiri secara ekonomi, g) Internal,
Eksternal : alasan ekonomi dan alasan budaya. Kawin tangkap sekarang ini sudah
melenceng jauh dari kebiasaan dan lebih mengarah pada penculikan dan tindakan
kekerasan bagi kaum perempuan. Oleh karena itu pemerintah, tokoh masyarakat,
gereja/ GKS, lebih tegas dalam menanggapi masalah kasus kawin tangkap karena
sangat meresahkan bagi kaum perempuan Sumba.
Kata Kunci : Kawin Tangkap-Pandangan Tokoh Masyarakat- Kabupaten
Sumba Tengah-Kecamatan URGB-Desa UPS.